Your browser does not support JavaScript!
 22 Apr 2021    13:00 WIB
Gimana Biar Gak Meledak-Ledak Ketika sama Pasangan
Gimana cara maintain emosi supaya tetap stabil (gak meledak ledak) saat berantem sama pasangan? 1.       Meditasi Meditasi adalah salah satu cara untuk meregulasi emosi, jadi elo tuh ga meledak-ledak ketika ada masalah. Dan ketika lo mampu untuk mengontrol kepala atau pikiran lo, lo akan bisa berpikir lebih jernih dibanding kalau misalnya lo orangnya gampang ke trigger oleh anger atau rasa sedih atau emosi-emosi lainnya gitu.   2.       Journaling Salah satu caraa untuk meluapkan emosi ketika lagi sendirian. Ketika emosi udah dikeluarin atau diproses sendiri, lo akan cenderung tidak meledak-ledak ketika dengan orang lain. Jadi lo bisa mengeluarkan unek-unek lo, kapanpun gitu.   Menurut gue dalam suatu hubungan penting banget untuk kita bisa atur emosi kita sendiri, jadi untuk tips pertama tadi meditasi dan journaling itu adalah tips yang bisa kalian lakuin untuk diri kalian sendiri. But when its comes to conflict, ketika ada konflik yang terjadi antar pasangan, gue rasa kalau misalnya emang lagi berantem, its very important for you to step back, lo harus mundur selangkah, lo harus bilang kepasangan lo "Gue gak mau menyakiti hati lo, jadi gue butuh berhenti sejenak. I need 15 minutes to think, boleh gak kita lanjutin nanti?" Kalau misalnya lo meledak ledak itu kan cenderung kayak lo cuman mengungkapkan dan kemarahan lo gitu kan. Jadi kurang solutif. Don’t get me wrong, marah-marah itu gak masalah kok. Karena itu emosi yang raw tapi kalo lo pengen masalah lo selesai, harus dibicarain baik-baik. Marah-marah itu  gapapa, tapi ujungnya harus solutif.  Penting banget ketika kalian dalam sebuah hubungan kalian itu kalian harus bisa harus mampu untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya kalian mau dan apa yang sebenarnya kalian rasain. Its okay to be vulnerable, vulnerabiltiy seni menjadi terbuka atas apa yang kalian rasain dan yang kalian mau. Menjadi rentan bukanlah kelemahan.   Jadi untuk bisa menghadapi masalah untuk bisa memberikan solusi untuk masalah kalian ya ujung-ujungnya kalau misalnya lo marah marah meledak-ledak nih ya harus nantinya bisa omongin dengan baik. So jadilah pasangan yang akhirnya harus bisa tumbuh bareng bareng bisa memberikan solusi untuk hubungan bareng, dan akhirnya konfliknya bisa merekatkan hubungan, dan dari konflik hubungan itu bisa tumbuh. Masalah itu muncul untuk dihadapi bareng-bareng bukan untuk dipendam sendiri.  
 13 Apr 2021    10:00 WIB
Setiap Pasangan Pasti Pernah Bertengkar Karena Hal Ini…
Anda tentunya telah mengetahui bahwa setiap pasangan pasti pernah bertengkar, akan tetapi tahukah Anda bahwa sebagian besar pasangan bertengkar mengenai hal yang sama? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai hal yang cukup sering menjadi penyebab pertengkaran di antara para pasangan dan bagaimana cara mengatasinya.   "Yang Kaulakukan Hanya Bermain Dengan Telepon Genggammu" Dengan lamanya jam kerja dan banyaknya email kantor yang perlu Anda balas, tentu tidaklah mengejutkan bila banyak pasangan bertengkar karena salah satu atau kedua belah pihak terlalu sibuk dengan telepon genggamnya, setiap hari. Bagaimana cara mengatasinya? Sama sekali tidak menggunakan telepon genggam Anda memang merupakan hal cukup sulit dilakukan di zaman modern seperti sekarang ini. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda dan pasangan sama-sama menyepakati suatu waktu tertentu di mana kedua belah pihak tidak akan menggunakan telepon genggamnya sama sekali dan hanya menghabiskan waktu berduaan. Tentukanlah hukuman yang harus diterima oleh pihak yang melanggar aturan yang telah disepakati.   "Kamu Terlalu Boros" Perubahan besar yang harus Anda lalui setelah menikah adalah membagi pengeluaran rumah tangga dan memiliki tabungan bersama. Hal ini tentu saja akan membuat pasangan Anda mengetahui pemasukan dan pengeluaran yang Anda lakukan. Dengan kata lain, si dia dapat memprotes Anda bila Anda terlalu boros. Bagaimana cara mengatasinya? Bagilah anggaran belanja rumah tangga Anda menjadi 3 bagian, yaitu milikku, miliknya, dan milik bersama. Uang yang diperuntukkan sebagai milik bersama hanya dapat digunakan dengan persetujuan bersama, sedangkan uang yang diperuntukkan sebagai milikku dan miliknya dapat dipergunakan sesuai dengan keinginan masing-masing. Dengan melakukan hal ini, Anda dan pasangan pun dapat menghindari pertengkaran yang tidak diperlukan.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   "Kita Jarang Berhubungan Intim" Hal yang satu ini biasanya menyebabkan pertengkaran yang cukup sengit. Hal ini dikarenakan seks tidak hanya berhubungan dengan kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan, tetapi juga berhubungan dengan kehidupan, kesehatan fisik, dan kadar stress Anda dan pasangan. Pasangan yang tidak mendapatkan cukup seks di dalam kehidupan rumah tangganya cenderung memiliki keinginan untuk menciptakan konflik, walaupun tidak disadarinya. Bagaimana cara mengatasinya? Berbicaralah dengan jujur dari hati ke hati dengan pasangan Anda. Beritahu si dia apa yang dirasakan oleh masing-masing pihak, tetapi tidak dengan nada menuduh. Beritahu mengapa seks penting bagi Anda dan apa yang Anda peroleh dengan berhubungan intim. Bila pasangan Anda sedang tidak ingin berhubungan intim dengan Anda, jangan pernah memaksanya karena hal ini melanggar hukum! Tanyakanlah padanya penyebab ia enggan berhubungan intim dengan Anda dan diskusikan bersama bagaimana cara mengatasinya.   "Kamu Tidak Membantu Pekerjaan Rumah Tangga" Pertengkaran yang satu ini sangat umum ditemui pada pasangan yang telah menikah, bahkan setelah mereka menikah cukup lama. Bagaimana cara mengatasinya? Duduk dan tuliskanlah apa saja pekerjaan rumah tangga yang telah Anda lakukan hari ini. Lakukanlah hal ini setiap hari, misalnya dengan menggunakan sebuah daftar. Dengan demikian, baik Anda maupun pasangan dapat mengetahui siapa yang lebih sering melakukan pekerjaan rumah tangga dan siapa yang tidak. Jika Anda merasa hal ini terlalu melelahkan karena pekerjaan Anda sedang menumpuk, Anda dapat meminta pasangan Anda untuk menggantikan Anda melakukannya, yang tentu saja akan Anda tebus kemudian.   "Kamu Tidak Menghargai Aku" Salah satu pertengkaran yang paling sulit untuk diselesaikan adalah bila salah satu pihak merasa tidak dihargai. Yang membuatnya lebih sulit adalah bila penghargaan yang baru diperoleh setelah si dia memberitahu Anda tidak termasuk dalam hitungan. Bagaimana cara mengatasinya? Beritahu pasangan Anda! Jangan pernah berasumsi bahwa pasangan Anda pasti tahu betapa Anda menghargai dirinya. Bagi pria, pujian atas pekerjaan dan pengorbanan yang mereka lakukan menunjukkan bahwa Anda menghargainya. Akan tetapi, bagi wanita; merasa didengar, dimengerti, dan disayangi merupakan cara menunjukkan rasa hormat Anda padanya.    Baca Juga: Mau bertengkar? Baca ini dulu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menxp
 24 Dec 2020    11:00 WIB
Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran
Setiap pasangan yang telah menikah pasti pernah mengalami pertengkaran. Salah satu kunci penting untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang bahagia adalah mengetahui bagaimana caranya menghadapi konflik. Hal penting yang perlu diingat adalah mencoba menghindari pertengkaran dengan cara apapun justru dapat menghancurkan kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan. Jadi, bagaimana caranya menghadapi pertengkaran dengan pasangan setelah menikah? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara untuk mengatasi pertengkaran setelah menikah: Pastikan Anda dan pasangan sama-sama mengetahui apa masalah yang sedang dibahas Jika salah satu atau kedua belah pihak merasa terlalu kesal untuk membahas masalah yang ada, maka tentukanlah waktu kapan Anda dan pasangan akan kembali membahas permasalahan tersebut Bersikaplah fleksibel dan terbuka mengenai jalan keluar yang ada selain dari pendapat Anda. Keinginan untuk berkompromi merupakan hal yang penting Jangan berusaha untuk membuat pasangan Anda merasa kesal. Jangan menyindir atau bersikap sinis mengenai pendapat pasangan Anda Jangan saling menginterupsi. Dengarlah apa yang dikatakan oleh pasangan Anda. Perhatikan bahasa tubuh Anda dan apa yang ditunjukkannya Berbicaralah dengan tenang dan sopan. Berteriak dan marah-marah tidak akan membuat Anda dan pasangan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada Ingatlah bahwa pertengkaran yang adil dapat sangat bermanfaat bagi kehidupan pernikahan Anda. Jadi, bertengkarlah untuk kebaikan pernikahan Anda, bukan untuk menang Sumber: about
 28 Nov 2020    09:00 WIB
Tips Menghindari Konflik
Konflik atau pertengkaran merupakan hal yang pasti pernah dialami oleh setiap orang. Berpikiran lebih terbuka, belajar untuk bertoleransi, dan menerima pendapat orang lain dapat membantu Anda menghindari berbagai konflik yang tidak perlu. Kedamaian bukanlah suatu keadaan di mana tidak ada konflik sama sekali, tetapi suatu keadaan di mana konflik dapat diatasi dengan cara yang lebih baik dan tanpa kekerasan.  Pertengkaran atau konflik tidak selalu menyebabkan putusnya hubungan Anda dengan orang-orang terdekat. Pertengkaran yang Anda alami seringkali juga merupakan salah satu cara untuk lebih mengenal orang-orang yang Anda cintai. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menghindari berbagai konflik yang tidak perlu. Jangan Ikut Campur Dalam Masalah Orang Lain Orang yang sering ikut campur dalam masalah orang lain dengan niat ingin menolong justru sangatlah berbahaya. Mereka justru dapat menyalahkan Anda atas masalah yang mereka alami. Oleh karena itu, biarkanlah orang lain menyelesaikan masalah mereka sendiri. Fokuskanlah perhatian Anda pada kehidupan dan masalah Anda sendiri. Bersabarlah Saat seseorang terus membuat Anda terpojok, cobalah untuk bersabar dan bersikaplah baik padanya. Sikap baik dan sabar Anda mungkin justru dapat membuatnya enggan untuk berbuat jahat pada Anda. Kebaikan merupakan mekanisme pertahanan yang baik terhadap berbagai emosi negatif. Cintailah Kedamaian Orang yang mencintai kedamaian biasanya lebih mudah bekerja sama dengan orang lain tanpa emosi negatif yang dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran. Kemenangan yang sesungguhnya adalah kemenangan yang didapatkan tanpa pertengkaran. Hindari Orang yang Selalu Berpikiran Negatif dan Berlebihan Hindarilah orang yang suka berpikiran negatif dan bersikap berlebihan terhadap suatu masalah karena orang-orang seperti inilah yang dapat menghancurkan rasa percaya diri Anda. Selain itu, mereka juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental Anda. Hindari Orang yang Suka "Memanaskan" Keadaan Salah satu cara paling efektif untuk menghindari konflik adalah dengan menghindari orang-orang yang suka memicu terjadinya konflik. Bila Anda terpaksa harus berhadapan dengan orang yang suka memicu terjadinya konflik, maka usahakanlah agar reaksi atau emosi Anda tidak Anda tunjukkan di hadapannya. Sumber: womanitely
 29 Nov 2016    18:00 WIB
6 Hal yang Membuat Anda Dijauhi Oleh Anak
  Saat orang tua ditanya mengenai hal apa yang paling dikhawatirkan mereka mengenai hubungannya dengan anak-anak mereka, maka sebagian besar dari para orang tua tersebut pasti akan menjawab kurangnya waktu bersama, komunikasi kurang, tidak merasa dibutuhkan atau diinginkan kecuali saat anaknya memerlukan sesuatu, dan tidak mengerti mengapa anak-anaknya tidak bisa dekat dengannya. Adanya jarak di antara orang tua dengan anak-anaknya sebenarnya dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pola asuh orang tua dan perceraian. Perceraian yang terjadi pada saat anak masih kecil atau setelah anak cukup besar akan berdampak sangat besar pada hubungan antara anak dengan orang tua, apalagi bila salah satu orang tua membuat anaknya membenci pihak lain. Selain keadaan lingkungan, berbagai hal yang Anda lakukan sebagai orang tua juga dapat membuat anak-anak Anda menjauh dari Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa "gejala" yang menunjukkan bahwa hubungan di antara Anda dan anak Anda tidak dekat: Anak Anda jarang sekali menelepon Anda terlebih dahulu dan bila Anda menelepon mereka, mereka mungkin akan lama membalas telepon Anda Anda sulit membuat janji temu dengan anak Anda, tetapi tidak demikian halnya dengan teman-temannya Anak Anda tidak banyak bercerita mengenai kehidupannya Anak Anda tidak mendengarkan tanggapan Anda mengenai kehidupannya Mereka tidak selalu ada untuk Anda dan bahkan merasa malu atau terganggu dengan berbagai permasalahan yang Anda hadapi dan justru menjauhi Anda Anak Anda memberikan julukan pada Anda yang sebenarnya merupakan suatu sindiran dan bukan pujian Jika Anda mengalami salah satu keadaan di atas, maka segeralah bertindak. Perbaiki hubungan Anda dengan anak Anda dengan mencari tahu apakah Anda melakukan kesalahan yang membuat mereka menjauhi Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang Anda lakukan yang dapat membuat anak-anak Anda menjauhi Anda.   Terlalu Sering Menelepon Apakah Anda sering menelepon atau mengirimkan pesan singkat pada anak Anda hingga Anda dapat dikategorikan sebagai seorang penguntit? Jika Anda ingin berkomunikasi dengan lebih efektif dengan anak Anda, ada baiknya bila Anda bertanya pada anak Anda kapan waktu yang paling tepat bagi mereka untuk menerima telepon atau pesan singkat Anda, kemudian hargailah permintaan mereka.   Terlalu Perhitungan Soal Waktu Apakah Anda selalu mencatat seberapa sering anak Anda berpergian bersama Anda dibandingkan dengan orang lain? Bila ya, segera hentikan kebiasaan buruk tersebut! Beberapa orang anak memang lebih suka berpergian dengan teman atau pasangan atau istri/suami serta anaknya dibandingkan dengan Anda. Dan hal ini bukan berarti anak Anda tidak menyukai Anda. Jadi, bila Anda ingin menghabiskan waktu bersama anak Anda, rencanakanlah suatu reuni kecil sehingga mereka pun termotivasi untuk datang.   Baca juga: Tips Agar Anak  Mau Makanan Sehat   Terlalu Ikut Campur Apakah Anda terlalu ingin tahu mengenai urusan atau kehidupan anak-anak Anda? Anak-anak Anda mungkin enggan memberitahu Anda karena Anda terlalu banyak bertanya atau memberikan nasehat yang tidak diminta. Jadi, bila anak Anda memberitahu Anda bahwa ia baru saja mencoba melamar ke suatu perusahaan baru, jangan langsung menginterogasinya mengenai apa kelebihannya, berapa jam kerjanya, dan tanggung jawab apa saja yang harus ia jalankan. Anggaplah anak Anda akan memberitahu Anda bila ia diterima dan bila ia tidak memberikan kabar lain setelah sejangka waktu, bertanyalah secara singkat padanya mengenai bagaimana kabar lamarannya tersebut.   Sering Mengkritik, Bukannya Mendukung Apakah nasehat Anda benar-benar bertujuan untuk mendukung anak Anda dan bukannya mengkritiknya secara tersembunyi? Semua anak membutuhkan dukungan orang tuanya, tidak peduli berapa usia mereka. Jadi, bila Anda ingin memuji anak Anda, pujilah dan hargai usaha anak Anda dengan tulus. Tunjukkan dan katakana betapa Anda bangga terhadap pencapaian mereka dalam kehidupan, baik dalam mengurus anak atau bekerja. Simpan komentar negatif Anda.   Terlalu Bergantung Pada Anak Banyak orang tua berharap agar anaknya membalas mereka dengan cara yang sama, misalkan karena Anda telah mencurahkan seluruh waktu dan perhatian Anda pada anak Anda, maka Anda pun mengharapkan hal yang sama dari anak Anda. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa mereka adalah anak Anda bukan pasangan Anda. Jadi, "sembuhkanlah" diri Anda dari obsesi Anda sebagai orang tua dan mulailah mencari kesibukan lainnya selain menjadi orang tua.   Selalu Berkata "Ya" Jangan selalu menuruti apa yang anak Anda inginkan atau minta. Anda boleh-boleh saja menolak permintaan yang Anda tidak ingin lakukan atau tidak bisa Anda lakukan tanpa perlu merasa bersalah. Akan tetapi, Anda harus dapat membedakan kapan anak Anda menelepon karena mereka memang benar-benar sedang membutuhkan pertolongan Anda atau karena mereka hanya menginginkan sesuatu dari Anda. Jika anak Anda hanya menghubungi Anda saat ia membutuhkan bantuan, maka gunakan permintaannya tersebut sebagai ajang "pertukaran", dengan mengatakan "Aku senang melakukannya (atau maaf Aku tidak bisa melakukannya sekarang). Tetapi, Aku juga ingin menghabiskan waktu bersamamu dan keluargamu karena kadangkala Aku merasa bahwa Aku hanya bertemu denganmu saat Kamu membutuhkan bantuanku." Selain itu, lebih baik berkata tidak daripada berkata ya tetapi merasa sebal setelahnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: nextavenue
 10 Nov 2016    18:00 WIB
Ini Dia Cara Bertengkar yang ADIL Setelah Menikah
Semua pasangan yang sudah menikah pasti pernah bertengkar. Hal ini merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bagaimana cara Anda dan pasangan bertengkarlah yang sangat menentukan bisa tidaknya kehidupan rumah tangga Anda bertahan hingga maut memisahkan. Bertengkar dengan adil sambil masih saling menghormati satu sama lain merupakan kemampuan penting yang harus dipelajari oleh setiap pasangan yang telah menikah. Jika dilakukan dengan cara yang benar, pertengkaran yang sehat dan adil justru dapat membuat ikatan pernikahan Anda dan pasangan menjadi lebih kuat.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   Cara bertengkar yang adil setelah Anda dan pasangan menikah adalah: Jangan terus menahan rasa kesal Anda hingga Anda "meledak" dan bertengkar hebat dengan pasangan. Hal ini bukanlah pertengkaran yang adil dalam pernikahan Jika Anda sedang marah pada pasangan Anda karena sesuatu hal dan tidak pernah memberitahu atau membahasnya dengan pasangan Anda dalam waktu 48 jam, maka lupakanlah. Jika tidak, pertengkaran yang terjadi bukanlah pertengkaran yang adil Jika pasangan Anda tidak ingin langsung membahas permasalahan yang timbul, buatlah perjanjian dengannya dalam waktu 24 jam berikutnya untuk bertengkar dengan adil. Masih merasa kesal saat tidur boleh-boleh saja karena Anda tetap butuh tidur. Pastikan saja masalah yang ada diselesaikan besok Tidur dalam keadaan marah dapat memberikan kedua belah pihak cukup waktu untuk berpikir jernih, tidur, dan melanjutkan pertengkaran di keesokan hari. Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu Anda dan pasangan ketahui mengenai cara bertengkar yang adil seperti: Bertengkar dengan adil berarti Anda dan pasangan tahu apa permasalahannya dan kedua belah pihak hanya membahas masalah tersebut (tidak melebar ke hal lain) Jadikan pertengkaran Anda hanya di antara Anda dan pasangan. Jangan bawa pihak ketiga ikut masuk, baik itu ibu Anda, ibu mertua Anda, teman baik Anda, atau pun anak Anda Bertengkar dengan adil berarti kedua belah pihak tidak membahas masa lalu Bertengkar dengan adil berarti kedua belah pihak tidak saling menggunakan kata-kata kasar dan mengatai Benar-benar saling mendengarkan satu sama lain selama Anda bertengkar, termasuk memperhatikan bahasa tubuh dan jangan alihkan pandangan mata Anda dari pasangan saat berbicara Jangan menginterupsi pasangan Anda saat ia sedang berbicara Jangan saling menuduh dan saling menyalahkan Cobalah menggunakan kata "Aku" daripada kata "Kamu" Jika Anda dan pasangan sama-sama tidak marah besar, cobalah untuk berpegangan tangan sambil berbicara Jangan malu untuk meminta maaf dan jangan ragu untuk memaafkan Walaupun mungkin terasa sulit dan berat bagi Anda untuk memaafkan pasangan Anda, akan tetapi tidak memaafkan akan berpengaruh lebih buruk pada kesehatan emosional dan fisik Anda dan pernikahan Anda. Selain itu, ingatlah pertengkaran yang terjadi bukan bertujuan untuk menjadikan Anda sebagai pemenang tetapi untuk mempertahankan pernikahan Anda. Jadi, jangan keraskan hati Anda dan belajarlah untuk berkompromi. Saat bertengkar dengan pasangan, jangan pernah gunakan kata "tidak pernah" dan "selalu" saat mengungkapkan suatu pernyataan. Jangan berteriak, membentak, atau mengancam pasangan Anda. Hal penting lainnya yang Anda dan pasangan butuhkan untuk dapat bertengkar dengan adil adalah keinginan untuk menempatkan kelanggengan kehidupan pernikahan di urutan pertama, keinginan untuk memaafkan, kemampuan untuk mendengar, sikap saling menghormati satu sama lain, dan mengetahui kapan harus meminta maaf.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about