Your browser does not support JavaScript!
 24 Apr 2017    12:00 WIB
6 Tanda Si Dia Mungkin Sedang Berselingkuh!
Anda curiga pasangan Anda telah mengkhianati Anda, akan tetapi bingung bagaimana cara memastikannya? Bila ya, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda yang biasanya ditemukan pada para pria yang sedang berselingkuh.  1.      Ia Mendadak BerubahSeperti halnya alat detektor kebohongan yang mengukur ketidakjujuran seseorang melalui perubahan pada denyut jantung, pernapasan, atau tekanan darahnya; Anda pun dapat mendeteksi kebohongan pada diri pasangan Anda melalui perubahan perilakunya. Salah satu contohnya adalah saat Anda bertanya di mana ia berada hari Jumat malam kemarin dan ia tiba-tiba mulai menggaruk hidungnya, atau berdeham, atau menarik napas panjang; maka ia mungkin sedang mengarang suatu cerita bohong di dalam pikirannya. 2.      Ia Bersikap BerlebihanPara pria telah mengetahui bahwa tidak dapat melihat mata pasangannya saat menjawab suatu pertanyaan adalah suatu tanda bahwa ia sedang berbohong. Jadi, saat mereka berbohong, mereka justru akan terus menatap mata Anda secara berlebihan, bahkan hingga tidak berkedip. 3.      Ia Menjawab Pertanyaan Anda Dengan Pertanyaan LainnyaAnda: "apakah kamu berselingkuh?" Si Dia: "apakah aku berselingkuh?... Tentu saja tidak!" Jika si dia melakukan hal ini, maka ia mungkin sedang mengulur waktu untuk memikirkan jawaban apa yang harus ia katakan kepada Anda sehingga Anda tidak lagi curiga padanya. Baca juga: Kapan Boleh Berbohong Dalam Suatu Hubungan? 4.      Ia Justru Menuduh Anda BerselingkuhSaat seseorang merasa bersalah, mereka cenderung menuduh balik seseorang yang telah menuduhnya. Ia mungkin akan menyalahkan Anda karena telah terus mengungkit masa lalunya, bahwa Anda telah bersikap paranoid, atau bahkan justru menuduh Anda telah berselingkuh. Saat si dia merasa terpojok, maka ia pun akan berusaha untuk mempertahankan dirinya dengan cara menuduh Anda melakukan hal yang justru sedang ia lakukan. 5.      Ia Selalu Mengubah CeritanyaKebenaran merupakan hal yang tetap, jelas, dan mudah untuk diingat. Akan tetapi, kebohongan cenderung sulit diingat sehingga seringkali berubah. Jika Anda menyadari adanya perubahan pada ceritanya atau bila ceritanya berbeda saat Anda menanyakan hal yang sama padanya, maka si dia mungkin sedang berbohong. 6.      Ia Bersumpah Demi ApapunOrang yang tidak bersalah tidak akan bersumpah demi apapun juga. Jadi, bila si dia bersumpah akan apapun juga saat mengatakan ia tidak melakukannya, maka hal ini merupakan pertanda bahwa ia bersalah. Orang yang tidak bersalah tidak merasa perlu untuk membuktikan ucapannya karena kebenaran pasti akan terungkap, akan tetapi orang yang bersalah akan berusaha untuk membuktikan ucapannya dengan segala cara, termasuk bersumpah. Sumber: womenshealthmag
 15 Apr 2017    18:00 WIB
9 Hal yang Dikatakan Oleh Pria Saat Mereka Berselingkuh
"Ia Hanya Teman" Apakah Anda memergokinya sedang berbicara dengan seseorang yang tidak Anda kenal, seorang wanita, dan ia tidak pernah menceritakannya pada Anda hingga Anda memergokinya. Pasangan Anda juga menolak saat Anda ingin bertemu dengan teman wanitanya tersebut. Hal ini mungkin dikarenakan ia bukanlah seorang teman "biasa" tetapi seorang pacar!.   "Hargai Privasiku, Jangan Sentuh Telepon Genggamku!" Bila pasangan Anda tidak membolehkan Anda menyentuh, apalagi membuka-buka ponselnya, maka ia mungkin takut Anda membaca sesuatu yang tidak diinginkannya seperti pesan singkat dari pacar barunya. Pasangan Anda bahkan mungkin memiliki foto pacarnya tersebut pada ponselnya.   "Kau Berselingkuh Bukan?" Seorang pria yang berselingkuh akan menuduh pasangannya berselingkuh. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan pria tersebut mulai berpikir bahwa bila ia dapat berselingkuh, maka pasangannya pun dapat berselingkuh juga.   "Aku Dapat Mencuci Pakaianku Sendiri" Pada awalnya, Anda mungkin mengira bahwa ia sangat baik karena ingin membantu Anda mencuci pakaian, akan tetapi hal ini juga mungkin dikarenakan ia ingin menyembunyikan bukti-bukti perselingkuhannya.   "Aku Harus Lembur Hari Ini" Apakah Anda mulai menyadari bahwa pasangan Anda menjadi lebih sibuk akhir-akhir ini? Hal ini dapat berarti bahwa ia memang benar-benar sedang sibuk atau mungkin ia justru sedang pergi berkencan dengan pacar barunya!.   Di bawah ini terdapat beberapa hal yang biasanya dikatakan oleh seorang pria yang tertangkap basah oleh pasangannya saat berselingkuh.   "Aku Masih Mencintaimu dan Ingin Bersama Denganmu" Pasangan Anda mungkin berkata bahwa ia masih mencintai Anda dan masih ingin bersama dengan Anda, akan tetapi ia mungkin mengatakan hal yang sama pada pasangan selingkuhnya. Hal ini mungkin dikarenakan ia berselingkuh bukan karena ia tidak mencintai Anda, ia mungkin memang masih mencintai Anda, dan saat menyadari bahwa ia mungkin akan kehilangan Anda karena perselingkuhannya tersebut ia pun merasa takut.   "Aku Tidak Ingin Menyakitimu" Saat seorang pria berselingkuh, mereka seringkali melakukannya tanpa berpikir. Saat berselingkuh, seorang pria tidak berpikir bagaimana ia akan sangat menyakiti Anda dan justru mengatakan bahwa ia tidak ingin menyakiti Anda!.   "Aku Tidak Ingin Kehilanganmu" Salah satu senjata terakhir seorang pria saat ingin menyelamatkan hubungannya dengan pasangannya saat berselingkuh adalah dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin kehilangan Anda. Seorang pria bahkan dapat merasa terkejut bila Anda meninggalkannya karena ia berselingkuh. Hal ini dikarenakan seorang pria tidak dapat mengerti apa hubungan antara berselingkuh dengan kehilangan Anda.   "Ia Tidak Ada Artinya Bagiku" Pasangan Anda mungkin berkata jujur saat mengatakan hal ini pada Anda atau mungkin juga ia sedang berbohong. Pada awalnya, seorang pria mungkin berselingkuh dengan seorang wanita lain hanya karena seks atau iseng, akan tetapi perasaannya pun ikut berkembang seiring dengan berlalunya wakut.  Oleh karena itu, pada sebagian besar kasus, seorang pria sedang berbohong pada pasangannya saat ia mengatakan bahwa wanita tersebut tidak ada artinya baginya. Hal ini hanya berarti bahwa ia hanya lebih menginginkan Anda dibandingkan dengan wanita lainnya tersebut. Baca juga: Sekali Selingkuh Pasti Kembali Berselingkuh, Mengapa? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: allwomenstalk
 25 Nov 2016    15:00 WIB
9 Tanda Si Dia Telah Mengkhianati Anda!
Apakah Anda curiga bahwa pasangan Anda telah berselingkuh? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda bahwa si dia telah mengkhianati Anda (pastikan Anda mencari bukti terlebih dahulu sebelum mengkonfrontasi pasangan Anda mengenai ketidaksetiaannya).   Mengatakan "Aku Mencintaimu Tetapi Aku Tidak Jatuh Cinta Padamu" Jika Anda mendengar pasangan Anda mengatakan hal ini, maka hal ini merupakan bel tanda bahaya. Karena sebagian besar pasangan yang berselingkuh pasti mengatakan kalimat ini. Keinginan untuk merasakan kembali rasa cinta yang bergelora atau merasa tidak puas dengan kehidupan pernikahannya atau adanya masalah dalam kehidupan pernikahannya seringkali membuat seseorang melampiaskannya dengan mencari hal baru, dalam hal ini, pasangan baru. Jika Anda berselingkuh karena merasa pasangan Anda selalu berusaha untuk mengendalikan Anda, tidak mempedulikan perasaan Anda, tidak bertanggung jawab dalam hal keuangan, tidak memiliki cukup banyak waktu bersama keluarga, menolak berhubungan intim dengan Anda, terlalu sering bekerja, atau tidak mau bekerja sama untuk memperbaiki kehidupan pernikahan Anda; maka dianjurkan untuk berbicara jujur mengenai hal ini pada pasangan Anda. Walaupun sulit dan bahkan mungkin menyakitkan bagi pasangan Anda, akan tetapi bersikap jujur dan terbuka merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di dalam pernikahan Anda. Karena dengan mengatakan kalimat di atas, maka hal ini merupakan pertanda bahwa ada yang salah dalam kehidupan pernikahan Anda. Jika pasangan Anda mengatakan kalimat di atas pada Anda, jangan buru-buru bersikap defensif. Anda perlu mengatakan apa yang Anda rasakan dan juga mendengar apa yang ia rasakan. Sangat penting bagi kedua belah pihak untuk mendengar pandangan dan pendapat satu sama lain mengenai masalah yang ada. Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah menjadi seorang istri atau suami yang sempurna, akan tetapi pasangan Anda mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Jika Anda bersedia untuk mendengar pasangan Anda, Anda mungkin akan menemukan bahwa Anda juga memiliki kekurangan, bahwa ada sesuatu hal yang dibutuhkan oleh pasangan Anda tetapi tidak dapat Anda berikan.   Ia Menghabiskan Lebih Banyak Waktu Bersama "Teman" Barunya Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda menghabiskan lebih banyak waktu dengan "teman" barunya, maka "temannya" tersebut mungkin lebih dari sekedar teman bagi pasangan Anda. Pasangan Anda mungkin merasa bahwa ia dan "teman" barunya tersebut memiliki banyak kesamaan atau bahwa "temannya" tersebut dapat lebih mengerti dirinya dan permasalahan yang sedang ia hadapi. Apapun alasan pertemannya tersebut dimulai, bila si dia mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan "teman" barunya tersebut, maka Anda perlu bersikap waspada.   Tiba-tiba Butuh Privacy Jika berbagai hal yang biasanya Anda dan pasangan gunakan bersama tiba-tiba menjadi suatu hal yang pribadi baginya, hal ini merupakan suatu tanda bahaya. Pasangan Anda mungkin mulai menggunakan password pada komputer atau ponselnya. Si dia tampak menyembunyikan lembaran tagihan kartu kreditnya. Jika Anda bertanya atau berusaha untuk mencari tahu informasi yang dianggapnya sebagai hal "pribadi" tersebut, si dia mungkin akan menuduh Anda sedang memata-matinya atau berusaha mengekangnya.   Meminta "Ruang" Untuk Dirinya Sendiri Pria dan wanita yang sedang berselingkuh biasanya akan meminta lebih banyak waktu bagi dirinya sendiri. Mereka mungkin beralasan bahwa mereka bingung dengan perasaannya sendiri atau sedang merasa stress dengan pekerjaannya. Hal ini dapat merupakan pertanda sudah ada orang ketiga dalam hubungan Anda dengan pasangan dan si dia sedang berusaha mencari cara untuk memperoleh lebih banyak kebebasan.   Baca juga: 9 Hal yang Dikatakan Oleh Pria Saat Mereka Berselingkuh   Perubahan Waktu Kerja Kerja lembur merupakan alasan yang sempurna bagi seseorang yang sedang berselingkuh. Jika pasangan Anda tiba-tiba mengatakan bahwa ia harus bekerja lembur setelah bertahun-tahun selalu pulang ke rumah tepat waktu, maka Anda boleh mulai merasa curiga bahwa ada hal lain selain pekerjaan. Di bawah ini ada beberapa hal yang merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah sedang terjadi pada diri pasangan Anda yang harus Anda perhatikan: Jika waktu kerja pasangan Anda berubah setelah bertahun-tahun tidak pernah berubah, kecuali bila ia baru saja pindah kerja atau naik jabatan Jika pasangan Anda tiba-tiba harus pergi dinas ke luar kota di akhir pekan. Dianjurkan agar Anda ikut pergi dengannya bila hal ini terjadi. Jika si dia tampak tidak senang dengan ide Anda, maka hal ini mungkin berarti bahwa sudah ada "orang lain" yang akan menemaninya di luar kota Jika pasangan Anda mulai bercerita tentang rekan kerjanya (lawan jenis), perhatikanlah apa yang ia katakan. Hal ini dikarenakan apa yang awalnya memang hanya hubungan kerja dapat berubah menjadi hubungan cinta terlarang. Dengan mendengar apa yang pasangan Anda katakana mengenai rekan kerjanya, Anda dapat mengira-ngira apa yang akan terjadi di kemudian hari. Selain itu, Anda juga boleh memberitahu pasangan Anda bahwa Anda tidak suka ia terlalu dekat dengan rekan kerjanya (lawan jenis) di kantor   Menghabiskan Banyak Waktu di Depan Komputer Pada zaman modern seperti sekarang ini, seseorang dapat berpacaran dan bahkan berselingkuh tanpa perlu pergi keluar rumah. Chatting melalui internet atau kencan online juga dapat menyebabkan pasangan Anda berselingkuh secara emosional. Jadi, bila pasangan Anda mulai menggunakan internet lebih banyak daripada biasanya, maka Anda perlu lebih waspada.   Suka Mengangkat Telepon Dengan Sembunyi-sembunyi/Menghabiskan Banyak Waktu Dengan Ponselnya Perselingkuhan emosional biasanya dimulai dari telepon, terutama telepon genggam. Jadi, bila Anda menyadari bahwa pasangan Anda tiba-tiba mematikan teleponnya saat Anda masuk ke dalam ruangan atau pasangan menghapus riwayat teleponnya dan bersikap defensif saat Anda menanyakan alasannya, maka bersikaplah lebih waspada dan periksa riwayat teleponnya.   Perilakunya Berubah Sikap atau perilaku pasangan berubah. Sering menghilang tanpa alasan yang jelas. Pengeluaran yang tidak diketahui untuk apa. Menemukan nota belanja yang tidak pernah Anda lakukan. Pakaian yang hilang. Menemukan pakaian yang tidak pernah Anda lihat sebelumnya. Ketahuan berbohong mengenai beberapa hal kecil setiap harinya. Jika Anda menemukan beberapa hal di atas pada diri pasangan Anda, maka hal tersebut dapat merupakan pertanda bahwa si dia sedang berselingkuh.   Insting Anda Mengatakan Si Dia Berselingkuh Jika Anda menyadari bahwa Anda mulai mencari alasan untuk membenarkan perilaku pasangan Anda atau berusaha menyakinkan diri Anda sendiri bahwa si dia tidak akan berselingkuh dari Anda, maka hal ini dapat merupakan tanda bahaya. Insting Anda sendiri seringkali merupakan indikator yang terbaik. Jika Anda mencurigai pasangan Anda telah berselingkuh, maka lakukanlah sesuatu untuk menyelidikinya, kemudian berbicaralah dengan si dia mengenai berbagai hal yang Anda temukan. Lakukan dengan cara yang tenang dan sopan. Minta si dia berkata jujut, tetapi juga persiapkan diri Anda bila si dia berkata bohong.   Perlu diingat bahwa menemukan pasangan Anda berselingkuh bukan berarti Anda juga harus mengakhiri kehidupan pernikahan Anda. Memang benar bahwa si dia telah mengkhianati kepercayaan Anda dan menyakiti hari Anda, akan tetapi bila Anda dan pasangan sama-sama mau berusaha, pernikahan Anda masih bisa diselamatkan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 01 Nov 2016    08:00 WIB
5 Penyebab Mengapa Seorang Wanita Menggugat Cerai Suaminya…
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa wanita cenderung lebih sering menggugat cerai pasangannya dibandingkan para pria. Ingin tahu apa penyebabnya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan langsung dari para wanita mengenai mengapa mereka mengakhiri pernikahannya.   1.      Masalah Tidak Juga Bisa Teratasi, Walaupun Telah Mencoba Berbagai Cara "Aku tahu bahwa pernikahanku tidak lagi dapat diselamatkan saat masalah terus saja bermunculan tidak peduli seberapa banyak kami berusaha meredamnya. Kami telah mencoba melakukan konseling; bersama dan terpisah; berkencan, berpergian bersama anak atau hanya berduaan, berbicara dan membuat jurnal, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Yang ada hanya banyak sekali rasa sakit hati dan perasaan bersalah, bahkan anak-anak kami pun akhirnya menyadari apa yang terjadi, walaupun kami telah berusaha untuk menyembunyikannya. Pernikahan kami perlahan membusk dari dalam, dan anak-anak kami terpaksa melihat kehancurannya. Untungnya, setelah banyak berusaha dan sakit hati, kami akhirnya berhasil mengesampingkan perasaan pribadi kami dan mulai bekerja sama dengan baik sebagai orang tua di sebagian besar kesempatan. Sekarang ini, anak-anak kami dapat melihat kami berdua hampir setiap hari dan mereka juga dapat melihat kedua orang tua yang bahagia yagn berusaha bekerja sama demi kepentingan mereka." --- Kasey Ferris   2.      Tidak Dapat Menjadi Diri Sendiri di Depan Pasangannya "Sebenarnya tidak ada momen khusus yang dapat kupikirkan yang membuatku ingin meninggalkan pernikahanku. Akhir pernikahanku datang secara perlahan padaku, seiring dengan pertengkaran dan ketidakbahagiaan yang menumpuk selama bertahun-tahun, hingga akhirnya Aku tersadar bahwa setiap kali Aku menjadi diriku sendiri, maka kami pun bertengkar. Aku ingin memiliki kebebasan untuk menjadi diriku sendiri tanpa perlu merasa bahwa kepribadiankulah yang menjadi penyebab hancurnya pernikahan kami. Setelah Aku mengetahui bahwa hal ini merupakan penyebab dari sebagian besar pertengkaran kami, Aku tahu Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan kami karena Aku tidak lagi ingin atau dapat berhenti mengejar impian dan keinginanku." --- Danielle Porter   Baca juga: Ini Dia Tanda Berakhirnya Pernikahan Anda!   3.      Kehidupan Pernikahannya Tidak Lagi Sehat atau Produktif "Momenku datang saat Aku akhirnya dapat menerima kenyataan bahwa semua kebohongan dan rasa sakit hati merupakan tanda jelas dari tidak sehatnya hubungan asmara yang kujalani bersama dengan suamiku. Momen ini datang pada hari ulang tahunku setelah Aku merayakan ulang tahunku bersama dengan sejumlah teman dan Aku menemukan bahwa suamiku kembali berselingkuh. Pada saat itulah air mata sakit hatiku akhirnya berubah menjadi air mata kedamaian. Untuk pertama kalinya, Aku tahu bahwa Aku boleh mengakhiri pernikahanku. Keputusanku ini bukanlah didasarkan pada rasa marah atau benci. Bukan juga berdasarkan pada apa yang sudah diperbuatnya terhadapku, tetapi karena ia akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya di hadapanku, dan Aku tahu bahwa suamiku tidak lagi berpengaruh baik bagi hidupku. Aku akhirnya memilih untuk menerima kenyataan dan menemukan kedamaian di dalam hatiku karena Aku tahu bahwa Aku telah mencoba semua yang bisa kulakukan untuk mempertahankan pernikahanku selama bertahun-tahun. Aku tidak pernah berkeinginan untuk berpikir mengenai "bagaimana jika" dan Aku bersyukur karena hingga saat ini Aku tidak pernah merasakan penyesalan." --- Rachel Scott   4.      Tidak Ada Lagi Rasa Cinta "Aku sudah merasa sangat jengkel dengan semua perilaku tidak menghormati yang ia lakukan, akan tetapi ternyata bukan perilakunya tersebut yang membuatku mengambil keputusan akhir. Justru sikapkulah yang membuatku menyadari bahwa Aku harus mengakhiri pernikahanku. Hal ini terjadi pada salah satu dari banyaknya pertengkaran kami, Aku mendengar hinaan dan kejijikan dalam suaraku sendiri, Aku pun tahu bahwa sudah saatnya bagiku untuk pergi. Sebagai pasangan, kami tentu sering bertengkar, pasangan mana yang tidak? Akan tetapi, bahkan pada saat Aku merasa sangat frustasi dan marah, Aku masih dapat mendengar adanya rasa sayang dan cinta dalam suaraku. Jadi, saat Aku tahu tidak ada lagi keduanya dalam suaraku saat kami bertengkar, Aku tahu bahwa Aku sudah tidak dapat kembali lagi padanya." --- Soozi Baggs   5.      Tidak Menyukai Kehidupannya Saat Ini "Setelah 11 tahun menikah, Aku memutuskan untuk pergi saat Aku menyadari bahwa Aku bukan lagi diriku. Pada saat itu, kami tinggi di Eropa dan Aku telah kehilangan jati dirku. Aku menggunakan nama belakang Belanda kepunyaan suamiku. Aku pun berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang sangat berbeda dengan yang kuketahui dan Aku bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena Aku tidak bisa berbicara bahasa Belanda dengan lancar dan tidak semua orang di sana dapat berbicara bahasa inggris. Momenku datang tepatnya di tengah malam, saat Aku berbaring tidak bisa tidur di samping suamiku yang sedang mendengkur, seperti yang sering kualami sebelumnya. Aku akhirnya membiarkan kata-kata yang telah kutekan cukup lama untuk timbul ke permukaan: "Aku benci kehidupanku". Ini terjadi 4 tahun yang lalu. Aku telah pindah kembali ke Australia dengan putri-putriku dan mantan suamiku tetap tinggal di Belanda. Kami tetap berkomunikasi setiap malam, ia pun sering datang ke sini atau putri kami yang pergi ke Belanda. Mantan suamiku tetap menjadi teman baikku. Aku hanya tidak mau lagi menjadi istrinya." --- Melanie Sheppard   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost
 22 Jul 2016    15:00 WIB
Si Dia Tidak Mau Menceritakan Masalahnya? Coba Tips Ini!
Bingung mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda yang tertutup agar mau menceritakan permasalahan apa yang sebenarnya sedang ia hadapi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda mengorek rahasia tersebut langsung dari mulut pasangan Anda. Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Seseorang Berselingkuh?  1.      Dukung Dia dan Jangan MemaksaSetiap pria merasa bahwa seorang pria haruslah kuat dan harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Bila pasangan Anda merupakan tipe pria tertutup dan tidak mau menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya pada Anda, maka Anda hanya perlu mengatakan bahwa, "Jika kamu perlu teman bicara, Aku ada d sini." Anda tidak perlu membantu menawarkan jalan keluar atau memaksanya untuk menceritakan permasalahannya pada Anda. Ia justru akan merasa tertekan dan terkungkung. Sekitar 99% kasus, ia akan melewati masa sulitnya tersebut dengan sendirinya dan sekitar 1% kasus, ia akan menceritakan permasalahannya pada Anda dengan sukarela. 2.      Beritahu Dia Saat Ia MenyebalkanApakah Anda harus mendiamkannya saat ia menjadi sangat menyebalkan karena permasalahan yang sedang dihadapinya? Jawabannya adalah Tidak! Anda harus memberitahunya bahwa Anda memang mencintainya tetapi ia sangat menyebalkan belakangan ini. Hal ini akan membantu mengingatkannya bahwa bila segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginannya bukan berarti ia dapat bersikap seenaknya. 3.      Bersikap Jujur PadanyaSuami Anda mengeluh tentang berat badannya yang terus bertambah dan merasa kesal karenanya, tetapi juga tidak melakukan apapun untuk menurunkan berat badannya. Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk menyemangatinya tanpa terdengar seperti menghina?Jika memungkinkan, akan lebih baik bila Anda berkata jujur pada suami Anda. Jika tidak, cobalah untuk berolahraga terlebih dahulu sehingga suami Anda pun dengan sendirinya akan mengikuti Anda berolahraga. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di John Hopkins, sekitar 70% orang pria akan berolahraga saat melihat istrinya berolahraga. 4.      Semangati DiaApa yang harus Anda lakukan bila suami Anda kehilangan rasa percaya dirinya karena gajinya lebih kecil daripada Anda atau saat ia kehilangan pekerjaannya? Untuk membantunya mengatasi hal ini, semangatilah dia dengan menantangnya untuk tetap berpikir positif dan bahwa hilangnya pekerjaan atau lebih rendahnya gaji yang ia hasilkan merupakan suatu kesempatan baginya untuk kembali mencari jati dirinya yang sebenarnya dan bahwa setiap waktu yang ia habiskan dengan bersedih sangatlah berharga karena hidup hanya satu kali dan apa yang terjadi padanya akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga Anda. 5.      Berhubungan Seks DengannyaApakah berhubungan seks benar-benar dapat menyelesaikan semua masalah? Jawabannya adalah Ya, untuk sekitar 30 menit. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag
 22 May 2016    12:00 WIB
Bagaimana Mencegah Terjadinya Perselingkuhan Dalam Suatu Hubungan?
Sakit hati dan sedih adalah perasaan yang umumnya timbul setelah mengetahui pasangan anda berselingkuh. Pada kenyataannya, tetap setia pada satu orang kadang merupakan suatu hal yang sulit, akan tetapi bukan berarti tidak mungkin. Setiap orang tentunya memiliki keinginan dan kebutuhannya masing-masing. Akan tetapi, ingatlah kembali pada awal peradaban manusia, di mana semua orang hanya memiliki 1 pasangan hidup seumur hidupnya, walaupun mereka mungkin hanya dapat hidup hingga 30 tahun karena belum berkembangnya ilmu kedokteran dan teknologi seperti sekarang ini sehingga anda mungkin dapat hidup hingga berusia 70 atau 80 tahun. Walaupun lebih lama dan lebih sulit, mengapa tidak mensyukuri hal ini dan menganggap bahwa anda diberikan kesempatan dan waktu lebih lama untuk hidup bersama orang-orang yang anda cintai, termasuk memiliki lebih banyak waktu bersama pasangan anda. Perselingkuhan telah memiliki beragam bentuk sekarang ini. Bukan hanya berupa pertemuan antara 2 orang yang telah memiliki pasangan di kamar hotel atau di tempat-tempat lainnya. Saat ini perselingkuhan dapat terjadi melalui internet. Karena berbagai kemajuan teknologi, anda bahkan tidak perlu keluar dari rumah anda untuk berselingkuh, anda dapat melakukan perselingkuhan anda melalui berbagai jejaring sosial di internet. Perubahan gaya hidup dan pekerjaan pun turut berperan dalam terjadinya perselingkuhan. Jarangnya bertemu pasangan anda di rumah karena kesibukan di kantor dapat menyebabkan hubungan anda dan pasangan menjadi renggang. Anda bahkan mungkin merasa lebih dekat dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman sekantor anda daripada pasangan anda. Menghindari berbagai godaan di atas tentu tidaklah mudah. Oleh karena itu, di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda mengerti apa saja yang termasuk perselingkuhan dan bagaimana menghindarinya.   1.      Tanyakan Pada Diri Anda Jika anda bingung apakah tindakan anda termasuk dalam perselingkuhan, maka tanyakanlah pada diri anda sendiri mengenai bagaimana perasaan anda bila pasangan anda mengetahui atau melihat hal yang anda lakukan sekarang, apakah anda akan merasa malu? Selain itu, anda juga perlu menanyakan pada diri anda sendiri mengapa anda melakukan berbagai hal yang tidak seharusnya anda lakukan. Apakah yang ingin anda capai dengan melakukan berbagai hal tersebut. Dengan demikian, anda mungkin dapat menemukan apa yang hilang dari hubungan anda dan pasangan anda sehingga dapat mencari jalan keluar dan mengatasi permasalahan tersebut serta mengembalikan kembali rasa cinta dan gairah anda pada pasangan anda.   2.      Tujuan Gairah Anda Pada Orang yang Tepat Menggoda atau merasa bergairah saat melihat pasangan anda merupakan hal yang normal dan malah harus anda lakukan dan rasakan. Akan tetapi, bila anda justru melakukan dan merasakan hal ini pada orang lain yang bukan pasangan anda, maka hal ini tidaklah normal. Bila anda lebih sering memikirkan orang lain misalnya teman kerja anda daripada pasangan anda maka anda perlu waspada. Hal ini pun telah termasuk tindakan perselingkuhan, walaupun mungkin belum secara fisik, karena anda telah berlaku curang pada pasangan anda dalam hal waktu dan perhatian yang dapat sangat merusak hubungan anda dan pasangan anda.   3.      Berdiskusilah Dengan Pasangan Anda Bicarakanlah dengan pasangan anda mengenai batas-batas dalam hubungan anda dengan pasangan dan dengan orang lain. Pastikan anda dan pasangan anda mengetahui batasan dan pandangan masing-masing mengenai apa itu perselingkuhan.   Sumber: foxnews  
 11 Jan 2016    11:00 WIB
Hal Aneh yang Membuat Resiko Perceraian Menurun…
Jika Anda dan pasangan tetap sering menonton film bersama walaupun telah menikah, maka Anda dan pasangan telah melakukan suatu hal yang baik bagi hubungan Anda. Menurut sebuah penelitian di bidang psikologi, pasangan suami istri yang sering menonton film percintaan bersama dan membahas film tersebut setelahnya memiliki resiko yang lebih rendah (hingga 50% lebih rendah) untuk bercerai dalam waktu 3 tahun setelah menikah dibandingkan dengan pasangan suami istri lain yang tidak menonton film percintaan tersebut. Bahkan, masih menurut penelitian yang sama, membicarakan mengenai hubungan asmara yang ada di dalam berbagai film tersebut sama efektifnya dengan melakukan konseling pernikahan yang sesungguhnya. Pada penelitian ini, para peneliti membagi 200 pasangan pengantin baru untuk melakukan 3 jenis konseling pernikahan yang berbeda. Kelompok pertama diminta untuk melakukan terapi manajemen konflik, di mana pasangan belajar untuk mengatasi masalah saat kedua belah pihak sedang merasa emosi. Kelompok kedua diminta untuk mengikuti terapi kasih sayang dan pengertian, di mana pasangan belajar mengenai kebaikan hati dan kasih sayang. Kelompok ketiga diminta untuk mengikuti konseling pernikahan melalui film, di mana pasangan diminta untuk menonton sebuah film percintaan setiap minggunya dan kemudian membahas hubungan asmara di film tersebut dengan menjawab beberapa pertanyaan yang telah disediakan sebelumnya.   Baca juga: 7 Peristiwa Dalam Hidup yang Dapat Berujung Pada Perceraian   Hasilnya pun mengejutkan, yaitu bahwa terapi ketiga ternyata sama efektifnya dengan 2 terapi tradisional lainnya. Ketiga jenis terapi di atas dapat menurunkan resiko terjadinya perceraian dalam 3 tahun pertama pernikahan mereka hingga 50%. Akan tetapi, terapi ketiga, yaitu menonton film percintaan memerlukan waktu yang jauh lebih singkat untuk memperoleh hasil tersebut dibandingkan dengan 2 jenis terapi lainnya. Para ahli mengatakan bahwa dengan mendiskusikan hubungan asmara dari film yang mereka tonton, para pasangan suami istri pun belajar bagaimana cara memperbaiki komunikasi mereka dan memperkuat jalinan asmara di antara keduanya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 15 Sep 2015    16:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 10 Sep 2015    09:00 WIB
Hal Umum ini Dapat Menghancurkan Pernikahan!
Siapa saja yang telah menikah pasti tahu bahwa kehidupan pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalani, apalagi bagi mereka yang telah lama menikah. Berbagai rintangan dan masalah yang terjadi di dalam kehidupan pernikahan, dapat membuat pasangan menjadi lebih dekat atau justru menjadi semakin jauh. Di bawah ini, Anda dapat melihat 6 hal yang dapat menghancurkan atau justru menyatukan sepasang suami istri.   1.      Memiliki Anak Sangat mudah bagi sepasang suami istri untuk melupakan bagaimana bahagianya mereka saat baru menikah bila mereka setiap hari harus terbangun sekitar pukul 3 pagi untuk memberikan susu pada anak mereka yang baru lahir. Anda dan pasangan bahkan mungkin sudah tidak pernah atau jarang berhubungan seks selama beberapa bulan pertama.   Bila demikian, sangatlah penting bagi Anda dan pasangan untuk membicarakan berbagai perubahan yang sedang terjadi di dalam kehidupan pernikahan Anda sekarang ini. Kehadiran anggota baru yang tentu saja membawa kebahagiaan tetapi sekaligus membuat Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi akibat kurang tidur dan mungkin juga kekurangan seks.   Bekerja samalah dengan pasangan Anda saat mengurus anak Anda yang baru saja lahir. Pilihlah tugas yang dapat Anda lakukan dan lakukanlah apa yang nyaman bagi Anda dan pasangan.   2.      Infertilitas (Mandul) Memiliki anak memang sesuatu hal yang tidak mudah, akan tetapi tidak juga memiliki momongan setelah lama menikah juga bukanlah hal yang mudah, baik bagi Anda maupun pasangan, apalagi bila kedua keluarga besar terus menanyakan hal ini. Daripada saling menyalahkan satu sama lain, akan lebih baik bila Anda mencari berbagai metode yang dapat dilakukan untuk membuat istri segera hamil. Mengadopsi seorang anak juga dapat menjadi salah satu pilihan.   3.      Perselingkuhan Perselingkuhan tentu saja merupakan tantangan terberat yang harus dilalui oleh sepasang suami istri. Siapapun pihak yang dikhianati, baik istri maupun suami, pasti tidak akan dapat dengan mudah memaafkan pihak lainnya.   Jika Anda dan pasangan memang sungguh-sungguh berniat untuk mempertahankan pernikahan Anda, ada baiknya bila Anda dan pasangan saling berdiskusi secara terbuka. Ungkapkanlah semua rasa sakit hati dan apa yang Anda rasakan pada pasangan. Dengan demikian, Anda dan pasangan pun dapat mengerti apa yang dirasakan oleh pihak lainnya dan belajar dari kesalahan tersebut.   Satu hal lainnya yang juga penting adalah jangan bertindak berdasarkan amarah Anda. Jika Anda merupakan pihak yang berselingkuh, maka berikanlah waktu pada pasangan Anda untuk menata hatinya kembali. Sementara itu, bila Anda merupakan pasangan yang dikhianati, maka cobalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan, apakah Anda memang tetap ingin bersama pasangan Anda saat ini atau tidak. Pikirkanlah segala sesuatu dengan kepala dingin sehingga Anda pun tidak salah mengambil keputusan dan menyesalinya kemudian.   Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Seseorang Berselingkuh?   4.      Penyakit Berat Saat Anda menderita suatu penyakit berat, maka Anda pun dapat melihat sisi lain dari pasangan Anda, bagaimana dukungannya terhadap Anda, yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya saat Anda masih sehat.   5.      Menjaga Orang Sakit Merawat orang tua yang sedang sakit bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini dapat menguras waktu, tenaga, dan uang yang dapat membuat Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi. Seperti halnya merawat anggota baru keluarga Anda, jadilah tim yang kompak dengan pasangan dan laluilah hal ini bersama.   6.      Kehilangan Pekerjaan atau Kesulitan Keuangan Anda mungkin akan merasa sangat tergoda untuk menyalahkan pasangan Anda bila ia kehilangan pekerjaannya atau baru saja melakukan investasi buruk sehingga membuat keluarga kecil Anda berada dalam kesulitan keuangan. Akan tetapi, yang paling penting saat ini bukanlah saling menyalahkan satu sama lain. Daripada membuang-buang tenaga dan waktu Anda untuk menyalahkan orang lain, akan lebih baik bila Anda dan pasangan bekerja sama untuk membangun kembali keadaan keuangan keluarga yang sedang menurun.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 29 Jan 2015    11:00 WIB
7 Tipe Pria Yang Harus Anda Hindari
Untuk Anda para wanita yang sedang mencari pasangan. Ada beberapa tipe pria yang dapat membuat Anda bahagia, namun ada juga beberapa tipe pria yang dapat membuat hubungan tidak akan bertahan lama dan harus Anda hindari. Berikut adalah 7 tipe pria yang harus Anda hindari: 1.      Seperti “bayi” Apakah Anda tahan bila mempunyai pasangan yang bersifat seperti “bayi” sering merengek, marah tidak jelas dan menangis setiap ada masalah. 2.      Gaya sok “binaragawan” Anda tentu tidak keberatan memiliki pasangan yang mempunyai tubuh binaragawan, namun bila sikapnya terlalu berlebihan seperti terlalu banyak fotonya yang memajang bentuk tubuhnya. 3.      Anak mama Tidak ada yang salah bila pasangan Anda mencintai ibunya. Namun akan merasa sangat menyebalkan bila selalu meminta pendapat ibunya setiap ada masalah dan meminta ibunya yang membayar semua kebutuhan hidupnya, meski dia sudah bekerja 4.      Pecundang Seorang pria yang tidak  memiliki pekerjaan atau tidak berusaha mencari pekerjaan, hanya duduk di sofa sepanjang hari dan bermain video game. 5.      Memiliki catatan kriminal Seorang pria yang selalu melakukan hal buruk seperti mempunyai catatan kriminal ataupun sering bermabuk-mabukan 6.      Selingkuh Semua wanita menginginkan pria yang setia dan tidak pernah selingkuh. 7.      Mengancam Apabila pasangan Anda sudah mengancam Anda, hal ini berarti hubungan Anda dengannya sudah tidak sehat lagi. Sumber: quotespaper