Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2021    12:00 WIB
Tingkatan Selingkuh Pria, Sejauh Mana Anda Mau Memaafkannya?
Sebuah penelitian yang pernah diterbitkan dalam jurnal Social Psychology Quarterly tahun 2010 menyebutkan bahwa pria dengan IQ rendah rentan selingkuh dari pasangannya. Sebetulnya kita bisa saja membantah hasil penelitian itu, karena kalau kita perhatikan, ada juga pria pintar (berpendidikan tinggi) dengan IQ tinggi pun kerap menduakan pasangannya. Sebagian besar orang menilai ketika pria melakukan hubungan intim dengan wanita yang bukan pasangannya, itu dinamakan selingkuh. Definisi lainnya adalah saat pria mengajak makan malam wanita yang bukan pasangannya, bisa disebut juga kalau pria itu selingkuh. Portal Askmen.com pernah mengulas tentang tingkat selingkuh yang dilakukan pria sebagai berikut: Tingkat pertama: Sedikit berkhayal Kerap berkhayal dengan seseorang yang bukan pasangan, meski sudah berada dalam sebuah hubungan yang berkomitmen. Contohnya memberi perhatian lebih kepada orang lain yang bukan pasangan. Contoh lainnya, ia berfantasi menyimpang dari pasangan. Meskipun secara teknis ia tidak pernah melakukan kesalahan fisik, tetapi ia sudah meletakkan dasar selingkuh.   Tingkat kedua: Karena kecerobohan Seorang pria melakukan hubungan fisik kepada wanita yang bukan pasangannya karena kecerobohan, artinya tidak ia rencanakan. Ia kehilangan kendali, dan momen itu hanya sekali dan ia tidak ingin melanjutkannya, seperti sedang dalam keadaan mabuk ketika akhirnya ia berhubungan fisik dengan wanita lain.   Tingkat ketiga: Keintiman secara emosional Seorang pria yang sudah memiliki pasangan, namun dalam suatu titik mengakui perasaan kepada wanita lain. Bila ia melakukan ini, maka ia sudah bertindak terlalu jauh. Tingkat pengkhianatannya lebih tinggi dari selingkuh karena kecerobohan.   Tingkat keempat: Bersenang-senang Selingkuh karena ingin bersenang-senang dengan wanita lain. Tipe pria seperti ini merasa dirinya sangat berkuasa dan sukses memanipulasi hubungan. Ia seorang pemain yang murni melakukan perselingkuhan karena keinginannya. Sebaiknya tinggalkan pria yang tidak punya komitmen seperti ini, karena Anda tidak akan mendapat hubungan yang sehat.   Tingkat kelima: Perselingkuhan penuh Seorang pria yang menjalin hubungan secara bersamaan kepada dua wanita. Ia memainkan sandiwara bersama dua wanita, yang bisa jadi karena ia jatuh cinta dengan keduanya dalam satu waktu dan berat meninggalkan salah satunya.   Baca Juga: Pasangan Anda Pernah Berselingkuh? Apakah Akan Terulang Kembali? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 19 Mar 2021    10:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 18 Feb 2021    19:00 WIB
Mungkinkah Pria Bisa Mencintai Dua Wanita?
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan aplikasi Celebalike, ternyata pria bisa menyukai 2 hingga 3 wanita lain meski sedang menjalin hubungan. Survei yang dilakukan pada beberapa pria kantoran ini menunjukkan bahwa setidaknya ada 2 rekan kerja wanita yang menarik perhatian mereka. Tempat kerja memang dikenal jadi salah satu tempat paling umum di mana bibit perselingkuhan kerap muncul. Namun, kantor bukan jadi satu-satunya tempat, lho. Bahkan 1 dari 10 pria yang mengikuti survei menganggap tetangga wanita mereka lebih cantik, dan seperlimanya mengungkapkan bahwa mereka menyukai pasangan temannya. Peneliti dari aplikasi Celebalike mengungkapkan adanya stereotip umum bahwa pria lebih mudah tertarik pada wanita lain di luar hubungannya. Dari hasil penelitian tersebut pun menunjukkan bahwa kebanyakan pria memang memiliki rahasia yang disembunyikan dari pasangannya. Lalu, apakah hal ini normal? Sebenarnya, jika seorang pria atau wanita tertarik pada orang lain di luar hubungannya, hal itu adalah normal dan wajar. Namun, seharusnya perasaan itu tidak memengaruhi kualitas dan komitmen yang mereka miliki dalam hubungan saat ini. Sebut saja seperti pasangan Hollywood, Will Smith dan Jada Pinkett-Smith. Saat diwawancara oleh sebuah media, keduanya sangat terbuka akan ketertarikannya terhadap aktris Eva Mendes, setelah bekerja sama dalam film Hitch dan The Women. Bahkan, hal ini sempat menimbulkan rumor keretakan pernikahan mereka yang telah berusia 17 tahun. Baca juga: Mitos Seputar Perselingkuhan Hal lain yang mengkhawatirkan dari penemuan ini adalah 1 dari 10 pria yang merasa bahwa pasangan mereka tidak semenarik dulu. Inilah yang membuat mereka mencari pelampiasan pada orang lain.  Selain itu, 1 dari 4 pria juga mengungkapkan bahwa pacar mereka adalah sosok pencemburu sehingga mereka merasa "tidak nyaman" dalam hubungan tersebut. Well, jika pasangannya melihat berita ini, apakah mereka bisa disalahkan untuk merasa cemburu? Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa 43% pria akan main mata dengan wanita lain di belakang pasangan mereka, bahkan 1 dari 10 pria tersebut juga mengungkapkan bahwa hal itu adalah hal yang biasa dan terjadi sehari-hari. Ironisnya, hanya 1 dari 5 pria yang menunjukkan bahwa mereka memilih untuk setia dengan pasangannya saat ini. Bahkan mereka juga tak berniat atau punya keinginan untuk melirik wanita lain meski sedang tidak bersama pasangannya. Namun, walau hasil penelitian menunjukkan lebih banyak pria yang cenderung "tidak setia", mereka tetap berusaha untuk menjaga kepercayaan dan kesetiaan tersebut karena menghargai pasangan mereka. Selain itu, mereka juga sadar bahwa rasa ketertarikan yang dimiliki pada orang lain bisa menciptakan masalah dalam hubungan saat ini. Sikap ini pun akhirnya memicu banyak pertanyaan. Apakah kamu sebagai wanita keberatan jika pasanganmu menggoda wanita lain tanpa sepengetahuanmu? Atau kamu justru bisa menolerirnya karena itu hanya sebatas "godaan" yang tidak berujung pada fisik dan emosional? Pada akhirnya, arti "selingkuh" dalam setiap hubungan cukup beragam dan setiap pasangan memiliki batasannya masing-masing. Namun, tak ada salahnya untuk memikirkan apabila pasanganmu selingkuh, apakah kamu siap untuk memaafkannya? Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi Sumber: Herworld
 05 Feb 2021    19:00 WIB
Sekali Selingkuh, akan Selingkuh Lagi?
Sebuah penelitian di Amerika yang mengamati data dari 3 buah penelitian terpisah mengenai hubungan asmara menemukan bahwa sekitar 75% pria dan wanita di Amerika mengatakan bahwa mereka pernah mengalami "godaan" dalam hubungannya dengan pasangan. Walaupun beberapa di antaranya hanya berupa hubungan asmara singkat, tetapi ternyata sekitar 63% pria dan 54% wanita yang "dicuri" dari pasangannya dapat menjalin hubungan asmara dalam waktu lama dengan pasangan barunya. Para peneliti pun membandingkan antara hubungan asmara yang berawal dari perselingkuhan dengan hubungan asmara yang tidak berawal dari perselingkuhan. Para peneliti pun menemukan bahwa pasangan yang mengawali hubungannya dari sebuah perselingkuhan ternyata memiliki komitmen, kepuasan, dan usaha yang lebih rendah di dalam hubungan asmaranya yang baru. Para peneliti menemukan bahwa orang yang pernah berselingkuh ternyata memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kembali berselingkuh dibandingkan dengan orang yang tidak pernah berselingkuh sebelumnya. Intinya adalah bila seseorang selalu melihat bahwa rumput tetangga lebih hijau daripada rumput di rumahnya, maka ia pun akan terus berpikiran demikian walaupun sudah mengganti rumputnya dengan rumput tetangga. Mengapa orang yang tergoda untuk berselingkuh dapat kembali tergoda untuk berselingkuh? Hal ini dikarenakan hubungan yang dibangun atas dasar perselingkuhan biasanya tidaklah sekuat dan seintim hubungan yang dibangun di atas dasar yang lebih baik, yaitu kepercayaan dan kejujuran. Jadi orang yang pernah tergoda karena sesuatu hal cenderung dapat dengan mudah tergoda akan hal yang sama pada hubungan asmaranya yang baru, misalnya karena kurangnya perhatian atau berbagai hal lainnya. Tentu saja, tidak semua orang yang pernah berselingkuh pasti akan kembali berselingkuh lagi. Akan tetapi, tidak ada salahnya bila Anda mempertimbangkan kembali keputusan Anda sebelum menjalin hubungan asmara dengan seseorang yang pernah berselingkuh.
 28 Jan 2021    13:00 WIB
Mitos Seputar Perselingkuhan
Banyak orang menganggap bahwa pihak yang biasa berselingkuh adalah pria, akan tetapi ternyata tidak demikian, saat ini wanita pun telah banyak menjadi pihak yang berselingkuh. Berbagai anggapan yang salah atau mitos seputar perselingkuhan pun telah banyak berkembang. Di bawah ini terdapat beberapa mitos salah yang mungkin pernah Anda dengar. Saat Sebuah Perselingkuhan Diketahui, Maka Pernikahan Pun Akan Hancur Saat suatu perselingkuhan terjadi, maka timbullah rasa sakit hati, kecewa, sedih, marah, dan sebagainya. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu dan usaha yang keras, berbagai emosi negatif ini pun dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Perselingkuhan memang menyakitkan, akan tetapi bila Anda dan pasangan berhasil melalui cobaan ini, maka hubungan Anda dan pasangan mungkin dapat menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Tentunya hal ini membutuhkan kerja sama dan kerja keras kedua belah pihak. Banyak orang mengira bahwa perselingkuhan berarti akhir dari suatu pernikahan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa banyak pernikahan yang dapat melalui cobaan ini? Untuk mempertahankan pernikahan, dibutuhkan kerja sama dan kerja keras dari kedua belah pihak untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hilang pada salah satu pihak. Pada kenyataannya, perselingkuhan bukanlah penyebab utama hancurnya sebuah pernikahan, akan tetapi tinggal terpisah dan kurangnya komunikasi di antara pasangan. Penyebab Perselingkuhan Tidak Selalu Adalah Seks Memang benar beberapa perselingkuhan terjadi akibat tidak tercukupinya suatu kebutuhan emosional tertentu, akan tetapi pada beberapa orang perselingkuhan memang terjadi akibat seks. Tanpa Seks, Maka Sebuah Hubungan Bukanlah Suatu Perselingkuhan Banyak perselingkuhan terjadi tanpa seks. Banyak orang memulai perselingkuhan mereka dengan saling berkirim pesan singkat di malam hari mengenai berbagai hal, termasuk hal-hal yang sangat intim. Walaupun orang yang menjalaninya mungkin tidak menganggap hal ini sebagai suatu perselingkuhan, akan tetapi pasangannya mungkin menganggap sebaliknya. Perselingkuhan Terjadi Akibat Adanya Masalah Dalam Rumah Tangga Setiap pernikahan tentunya memiliki masalahnya masing-masing. Perselingkuhan tidak terjadi akibat adanya masalah dalam suatu pernikahan, tetapi terjadi akibat kedua belah pihak tidak dapat mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Sekali Berselingkuh, Pasti Berulang Kembali Memang benar terdapat beberapa orang di dunia ini yang memang merupakan seorang "tukang selingkuh" sejati; akan tetapi hal ini bukan berarti setiap orang yang pernah berselingkuh pasti akan mengulangi lagi perbuatannnya tersebut. Langkah pertama untuk memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan Anda setelah sebuah perselingkuhan adalah dengan memberitahukan seluruh kebenaran mengenai perselingkuhan tersebut pada pasangan Anda. Pasangan Selingkuh Biasanya Merupakan Orang yang Lebih Muda atau Lebih Menarik Pasangan selingkuh tidak selalu merupakan seseorang yang lebih muda atau lebih cantik atau lebih tampan atau lebih kaya daripada pasangannya. Perselingkuhan Terjadi Karena Pria Selalu Mencari "Mangsa" Sebagian besar perselingkuhan justru terjadi pada orang-orang yang tidak berniat untuk melakukannya. Perselingkuhan biasanya dimulai dengan timbulnya rasa nyaman berada di dekat seseorang yang bukan pasangan Anda. Rasa nyaman ini kemudian dapat berlanjut menjadi saling memberitahukan rahasia terdalam dan perselingkuhan pun mulai berkembang. Baca juga: 4 Alasan Mengapa Pria Selingkuh Sumber: askmen
 13 Jan 2021    15:00 WIB
Flirting Sama Dengan Selingkuh?
Berikut ini ada beberapa pendapat dari para wanita tentang apakah flirting itu termasuk kategori selingkuh seperti dikutip dari Herworld. Simak yuk! "Flirting itu versi lebih keren dari mild cheating. Saya menarik batas pada '1-second checking out', di mana pasangan boleh melirik perempuan lain dalam waktu 1 detik saja. Karena sebenarnya, kita biasanya tidak pernah menyadari bahwa kita sedang mengamati seseorang lebih lama dari seharusnya. Maksudnya, jika melakukan lebih dari itu, perasaan tertarik itu akan lebih mudah berubah jadi perasaan suka dan ingin mengenal orang tersebut lebih dalam. Nah, apalagi laki-laki, yang pada dasarnya gemar 'berburu'!" - Gemala Komara, 30, PR & Marketing Manager.  "Bagi saya batasnya ada pada kontak mata yang intens, saling menyentuh atau memuji tanpa alasan yang jelas. Bahkan, saya akan merasa lebih tersinggung kalau sampai orang sekitar turut menyadari ada sesuatu di antara mereka berdua dan menyuruh saya untuk melakukan sesuatu. Tapi sebenarnya kembali lagi ke pasangan saya: kalau ia bisa dipercaya, maka saya bisa sangat cuek. Kalau tidak, ya sudah, biar ia sama perempuan itu saja." - Vira, 31, Finance & Operation. "Kebetulan kita bekerja di industri yang sama, di mana kita berhubungan dengan klien berbeda setiap harinya dan sedikit flirting justru malah dibutuhkan agar transaksinya sukses (tertawa)! Tanpa bermaksud mengecilkan hubungan ataupun pekerjaan kita berdua, pada akhirnya kita saling percaya - bukan hanya pada hubungan kita, tapi juga diri masing-masing. We won't look the other way but at each other." - Elisabeth Nugroho, 27, IT Auditor.  "Flirting is a double standard! Intinya, tak apa bila saya yang sedikit lebih ramah kepada lawan jenis, tapi lain lagi ceritanya kalau tunangan saya yang begitu. Ini alasannya: saya tahu di mana batasan saya. Saya yang tahu apakah saya ingin bertindak lebih jauh atau tidak. Tapi lain lagi dengan pasangan, di mana saya hanya bisa berasumsi. Seringkali kenyataan lebih buruk dari asumsi tersebut, meskipun pasangan juga flirting tanpa ada maksud apa-apa di baliknya. Bagi perempuan, rasanya itu selalu 'kelewatan' meski ia hanya sedikit genit." - Adinda Viraya, 28, Flight Attendant. "Selama tidak dilakukan di depan saya, tak apa-apa. Kalau hanya 'gombal-gombalan' semata untuk bercanda sih, menurut saya biasa saja. Bersikap ramah kepada lawan jenis juga tak masalah, tapi kalau sudah mulai ada sentuhan secara fisik... no way! Semua kegiatan 'lanjutan' dari pembicaraan seperti mengirim SMS atau menelepon, it's not OK. Karena dari situ akan tercipta koneksi lebih intim antara mereka berdua sehingga menjadi 'celah' tumbuhnya perasaan yang lebih dalam." - Sitaresti Astarini, 23, Regional Executive Marcom. "Kalau ia harus 'menahan diri' untuk tidak mengobrol dengan seseorang yang menurutnya cantik hanya karena saya takut ia akan selingkuh, rasanya percuma saja pacaran. Ia memang orang yang ramah, dan tak pernah melakukan lebih dari sekadar bercana dengan teman-teman perempuannya. Saya malah jadi semakin menghargainya. Tapi tentunya, ia harus ingat batasannya: kalau sudah mulai menunjukkan perhatian berlebihan, it's time to put my foot down." - Anatasia Reigita, 26, Digital & Social Media Officer. FAKTA 33% laki-laki tak keberatan kalau pasangan mereka melakukan casual flirting dengan orang lain, meski di depan mereka sekalipun. Tapi, sebanyak 96% erempuan merasa lebih nyaman bila pasangan mereka tidak memberi ruang sedikit pun untuk casual flirting. Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi
 05 Jan 2021    17:00 WIB
Perselingkuhan, Mungkinkah Dimaafkan?
Perselingkuhan bukan akhir dari pernikahan. Lantas, adakah batas toleransi perselingkuhan bisa dimaafkan? Berikut ini ada empat alasan perselingkuhan layak untuk dimaafkan. Pelaku mengakui kesalahan Jika pasangan mengakui dan sadar akan kesalahannya, tentu kita bisa mempertimbangkan langkah apa yang sebaiknya kita lakukan. Apabila pasanganmu ingin bertanggung jawab memperbaiki keadaan, tentu ia sudah mengetahui langkah apa saja yang perlu dilakukan. Lain hal kalau pasanganmu sudah ketahuan selingkuh tapi ia hanya mencari pembenaran apa yang telah ia lakukan. Bahkan justru menyalahkan kita atas perbuatannya. Kalau sikapnya begini sih mending piker-pikir ulang untuk memaafkannya. Niat berubah lebih baik Setelah ia mengaku kesalahannya, maka selanjutnya adalah pembuktian. Pasangan perlu melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi. Misalnya, sudah tidak lagi berhubungan dengan selingkuhannya. Memprioritaskan kejujuran Ini bagian terpenting! Memprioritaskan kejujuran dalam rumah tangga. Baik dalam ucapan ataupun perbuatan. Tidak akan mengulangi perbuatan lagi, sehingga kepercayaan kita terhadapnya bisa kembali tumbuh. Ingin mempertahankan keluarga Ia berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahan dan paham kalau keluarga adalah prioritas dalam hidupnya. Hal ini tentu bisa menjadi alasan yang kuat untuk mempertahankan pernikahannya. Pasangan tentu akan berusaha mempertahankan keluarganya tetap utuh. Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi Sumber: Okezone
 24 Dec 2020    11:00 WIB
Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran
Setiap pasangan yang telah menikah pasti pernah mengalami pertengkaran. Salah satu kunci penting untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang bahagia adalah mengetahui bagaimana caranya menghadapi konflik. Hal penting yang perlu diingat adalah mencoba menghindari pertengkaran dengan cara apapun justru dapat menghancurkan kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan. Jadi, bagaimana caranya menghadapi pertengkaran dengan pasangan setelah menikah? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara untuk mengatasi pertengkaran setelah menikah: Pastikan Anda dan pasangan sama-sama mengetahui apa masalah yang sedang dibahas Jika salah satu atau kedua belah pihak merasa terlalu kesal untuk membahas masalah yang ada, maka tentukanlah waktu kapan Anda dan pasangan akan kembali membahas permasalahan tersebut Bersikaplah fleksibel dan terbuka mengenai jalan keluar yang ada selain dari pendapat Anda. Keinginan untuk berkompromi merupakan hal yang penting Jangan berusaha untuk membuat pasangan Anda merasa kesal. Jangan menyindir atau bersikap sinis mengenai pendapat pasangan Anda Jangan saling menginterupsi. Dengarlah apa yang dikatakan oleh pasangan Anda. Perhatikan bahasa tubuh Anda dan apa yang ditunjukkannya Berbicaralah dengan tenang dan sopan. Berteriak dan marah-marah tidak akan membuat Anda dan pasangan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada Ingatlah bahwa pertengkaran yang adil dapat sangat bermanfaat bagi kehidupan pernikahan Anda. Jadi, bertengkarlah untuk kebaikan pernikahan Anda, bukan untuk menang Sumber: about
 16 Dec 2020    11:00 WIB
Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi
Saat mengetahui pasangan Anda telah berselingkuh, hati Anda pasti akan hancur berkeping-keping. Rasa marah, sedih, kecewa, dan sakit hati bercampur aduk di dalam hati Anda. Anda bahkan mungkin memikirkan bagaimana caranya membalas rasa sakit hati Anda tersebut. Akan tetapi, bila Anda merasa masih ada harapan untuk memperbaiki hubungan Anda dan pasangan, maka ada beberapa aturan yang perlu ditegakkan sebelum Anda dan pasangan kembali rujuk. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang perlu dilakukan bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memperbaiki hubungan paska perselingkuhan. Pastikan Perselingkuhan Sudah Benar-benar Berakhir Jika Anda ingin agar hubungan Anda dan pasangan memiliki kesempatan, maka beritahukan pada pasangan bahwa Anda tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Beritahu bahwa Anda harus menjadi satu-satunya baginya dan bahwa perselingkuhannya harus benar-benar berakhir. Bila tidak, jangan harap Anda mau kembali rujuk bersamanya. Bersikaplah tegas dan pastikan pasangan Anda mengetahui bahwa Anda sama sekali tidak dapat menerima perselingkuhan yang sudah dilakukannya. Pastikan si dia tahu bahwa bila ia berselingkuh kembali, maka tidak akan ada lagi kesempatan kedua baginya. Pihak yang Berselingkuh Harus Bersedia Mencari Pertolongan Paska perselingkuhan, pasti sulit maju ke depan bila pasangan Anda enggan mengikuti konseling. Namun, sebelum mengikuti konseling, pasangan Anda harus mengakui bahwa tindakannya tersebut salah, bukan salah pasangan selingkuhnya atau bahkan Anda. Jangan biarkan pasangan Anda menyalahkan Anda atas perselingkuhannya karena hal ini murni keputusannya. Hal penting lainnya yang perlu diingat bila Anda dan pasangan ingin rujuk kembali adalah berhenti saling menyalahkan. Anda Tidak Perlu Melupakan, Tetapi Harus Memaafkan Menyimpan dendam hanya akan meracuni diri Anda dan hubungan asmara Anda dengan pasangan secara perlahan. Anda tidak akan pernah dapat melanjutkan hidup dan memiliki hubungan asmara yang sehat kecuali Anda dapat memaafkan pasangan Anda. Walaupun bekas luka hati akan tetap ada, Anda harus memaafkan pasangan Anda. Periksa Keadaan Hati Anda Pasangan yang pernah dikhianati biasanya akan merasa dirinya tidak berharga dan mungkin mengalami depresi, bahkan bunuh diri. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memonitor hati dan perasaan Anda. Kadangkala, pasangan yang berselingkuh pun dapat terluka dan mengalami depresi, bahkan ingin bunuh diri. Tahu Kapan Saatnya Untuk Melepaskan Bila Anda merasa bahwa Anda tidak dapat memaafkan perselingkuhan pasangan Anda, bahkan setelah melakukan konseling, maka Anda tidak perlu memaksakan diri. Selain itu, bila pasangan Anda tetap saja berselingkuh atau terus saja mengulangi perbuatannya atau bila Anda merasa tidak lagi ingin bersama dengan pasangan Anda, maka lanjutkanlah hidup Anda. Anda tidak perlu merasa bersalah karena tidak ingin mencoba memperbaiki hubungan dengan pasangan. Baca juga: Kenapa Sih Pria Selingkuh?! Sumber: cheatsheet