Your browser does not support JavaScript!
 13 Jan 2021    15:00 WIB
Flirting Sama Dengan Selingkuh?
Berikut ini ada beberapa pendapat dari para wanita tentang apakah flirting itu termasuk kategori selingkuh seperti dikutip dari Herworld. Simak yuk! "Flirting itu versi lebih keren dari mild cheating. Saya menarik batas pada '1-second checking out', di mana pasangan boleh melirik perempuan lain dalam waktu 1 detik saja. Karena sebenarnya, kita biasanya tidak pernah menyadari bahwa kita sedang mengamati seseorang lebih lama dari seharusnya. Maksudnya, jika melakukan lebih dari itu, perasaan tertarik itu akan lebih mudah berubah jadi perasaan suka dan ingin mengenal orang tersebut lebih dalam. Nah, apalagi laki-laki, yang pada dasarnya gemar 'berburu'!" - Gemala Komara, 30, PR & Marketing Manager.  "Bagi saya batasnya ada pada kontak mata yang intens, saling menyentuh atau memuji tanpa alasan yang jelas. Bahkan, saya akan merasa lebih tersinggung kalau sampai orang sekitar turut menyadari ada sesuatu di antara mereka berdua dan menyuruh saya untuk melakukan sesuatu. Tapi sebenarnya kembali lagi ke pasangan saya: kalau ia bisa dipercaya, maka saya bisa sangat cuek. Kalau tidak, ya sudah, biar ia sama perempuan itu saja." - Vira, 31, Finance & Operation. "Kebetulan kita bekerja di industri yang sama, di mana kita berhubungan dengan klien berbeda setiap harinya dan sedikit flirting justru malah dibutuhkan agar transaksinya sukses (tertawa)! Tanpa bermaksud mengecilkan hubungan ataupun pekerjaan kita berdua, pada akhirnya kita saling percaya - bukan hanya pada hubungan kita, tapi juga diri masing-masing. We won't look the other way but at each other." - Elisabeth Nugroho, 27, IT Auditor.  "Flirting is a double standard! Intinya, tak apa bila saya yang sedikit lebih ramah kepada lawan jenis, tapi lain lagi ceritanya kalau tunangan saya yang begitu. Ini alasannya: saya tahu di mana batasan saya. Saya yang tahu apakah saya ingin bertindak lebih jauh atau tidak. Tapi lain lagi dengan pasangan, di mana saya hanya bisa berasumsi. Seringkali kenyataan lebih buruk dari asumsi tersebut, meskipun pasangan juga flirting tanpa ada maksud apa-apa di baliknya. Bagi perempuan, rasanya itu selalu 'kelewatan' meski ia hanya sedikit genit." - Adinda Viraya, 28, Flight Attendant. "Selama tidak dilakukan di depan saya, tak apa-apa. Kalau hanya 'gombal-gombalan' semata untuk bercanda sih, menurut saya biasa saja. Bersikap ramah kepada lawan jenis juga tak masalah, tapi kalau sudah mulai ada sentuhan secara fisik... no way! Semua kegiatan 'lanjutan' dari pembicaraan seperti mengirim SMS atau menelepon, it's not OK. Karena dari situ akan tercipta koneksi lebih intim antara mereka berdua sehingga menjadi 'celah' tumbuhnya perasaan yang lebih dalam." - Sitaresti Astarini, 23, Regional Executive Marcom. "Kalau ia harus 'menahan diri' untuk tidak mengobrol dengan seseorang yang menurutnya cantik hanya karena saya takut ia akan selingkuh, rasanya percuma saja pacaran. Ia memang orang yang ramah, dan tak pernah melakukan lebih dari sekadar bercana dengan teman-teman perempuannya. Saya malah jadi semakin menghargainya. Tapi tentunya, ia harus ingat batasannya: kalau sudah mulai menunjukkan perhatian berlebihan, it's time to put my foot down." - Anatasia Reigita, 26, Digital & Social Media Officer. FAKTA 33% laki-laki tak keberatan kalau pasangan mereka melakukan casual flirting dengan orang lain, meski di depan mereka sekalipun. Tapi, sebanyak 96% erempuan merasa lebih nyaman bila pasangan mereka tidak memberi ruang sedikit pun untuk casual flirting. Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi
 05 Jan 2021    17:00 WIB
Perselingkuhan, Mungkinkah Dimaafkan?
Perselingkuhan bukan akhir dari pernikahan. Lantas, adakah batas toleransi perselingkuhan bisa dimaafkan? Berikut ini ada empat alasan perselingkuhan layak untuk dimaafkan. Pelaku mengakui kesalahan Jika pasangan mengakui dan sadar akan kesalahannya, tentu kita bisa mempertimbangkan langkah apa yang sebaiknya kita lakukan. Apabila pasanganmu ingin bertanggung jawab memperbaiki keadaan, tentu ia sudah mengetahui langkah apa saja yang perlu dilakukan. Lain hal kalau pasanganmu sudah ketahuan selingkuh tapi ia hanya mencari pembenaran apa yang telah ia lakukan. Bahkan justru menyalahkan kita atas perbuatannya. Kalau sikapnya begini sih mending piker-pikir ulang untuk memaafkannya. Niat berubah lebih baik Setelah ia mengaku kesalahannya, maka selanjutnya adalah pembuktian. Pasangan perlu melakukan sesuatu untuk memperbaiki situasi. Misalnya, sudah tidak lagi berhubungan dengan selingkuhannya. Memprioritaskan kejujuran Ini bagian terpenting! Memprioritaskan kejujuran dalam rumah tangga. Baik dalam ucapan ataupun perbuatan. Tidak akan mengulangi perbuatan lagi, sehingga kepercayaan kita terhadapnya bisa kembali tumbuh. Ingin mempertahankan keluarga Ia berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahan dan paham kalau keluarga adalah prioritas dalam hidupnya. Hal ini tentu bisa menjadi alasan yang kuat untuk mempertahankan pernikahannya. Pasangan tentu akan berusaha mempertahankan keluarganya tetap utuh. Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi Sumber: Okezone
 29 Dec 2020    11:00 WIB
Mungkinkah Pria Bisa Mencintai Dua Wanita?
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan aplikasi Celebalike, ternyata pria bisa menyukai 2 hingga 3 wanita lain meski sedang menjalin hubungan. Survei yang dilakukan pada beberapa pria kantoran ini menunjukkan bahwa setidaknya ada 2 rekan kerja wanita yang menarik perhatian mereka. Tempat kerja memang dikenal jadi salah satu tempat paling umum di mana bibit perselingkuhan kerap muncul. Namun, kantor bukan jadi satu-satunya tempat, lho. Bahkan 1 dari 10 pria yang mengikuti survei menganggap tetangga wanita mereka lebih cantik, dan seperlimanya mengungkapkan bahwa mereka menyukai pasangan temannya. Peneliti dari aplikasi Celebalike mengungkapkan adanya stereotip umum bahwa pria lebih mudah tertarik pada wanita lain di luar hubungannya. Dari hasil penelitian tersebut pun menunjukkan bahwa kebanyakan pria memang memiliki rahasia yang disembunyikan dari pasangannya. Lalu, apakah hal ini normal? Sebenarnya, jika seorang pria atau wanita tertarik pada orang lain di luar hubungannya, hal itu adalah normal dan wajar. Namun, seharusnya perasaan itu tidak memengaruhi kualitas dan komitmen yang mereka miliki dalam hubungan saat ini. Sebut saja seperti pasangan Hollywood, Will Smith dan Jada Pinkett-Smith. Saat diwawancara oleh sebuah media, keduanya sangat terbuka akan ketertarikannya terhadap aktris Eva Mendes, setelah bekerja sama dalam film Hitch dan The Women. Bahkan, hal ini sempat menimbulkan rumor keretakan pernikahan mereka yang telah berusia 17 tahun. Baca juga: Mitos Seputar Perselingkuhan Hal lain yang mengkhawatirkan dari penemuan ini adalah 1 dari 10 pria yang merasa bahwa pasangan mereka tidak semenarik dulu. Inilah yang membuat mereka mencari pelampiasan pada orang lain.  Selain itu, 1 dari 4 pria juga mengungkapkan bahwa pacar mereka adalah sosok pencemburu sehingga mereka merasa "tidak nyaman" dalam hubungan tersebut. Well, jika pasangannya melihat berita ini, apakah mereka bisa disalahkan untuk merasa cemburu? Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa 43% pria akan main mata dengan wanita lain di belakang pasangan mereka, bahkan 1 dari 10 pria tersebut juga mengungkapkan bahwa hal itu adalah hal yang biasa dan terjadi sehari-hari. Ironisnya, hanya 1 dari 5 pria yang menunjukkan bahwa mereka memilih untuk setia dengan pasangannya saat ini. Bahkan mereka juga tak berniat atau punya keinginan untuk melirik wanita lain meski sedang tidak bersama pasangannya. Namun, walau hasil penelitian menunjukkan lebih banyak pria yang cenderung "tidak setia", mereka tetap berusaha untuk menjaga kepercayaan dan kesetiaan tersebut karena menghargai pasangan mereka. Selain itu, mereka juga sadar bahwa rasa ketertarikan yang dimiliki pada orang lain bisa menciptakan masalah dalam hubungan saat ini. Sikap ini pun akhirnya memicu banyak pertanyaan. Apakah kamu sebagai wanita keberatan jika pasanganmu menggoda wanita lain tanpa sepengetahuanmu? Atau kamu justru bisa menolerirnya karena itu hanya sebatas "godaan" yang tidak berujung pada fisik dan emosional? Pada akhirnya, arti "selingkuh" dalam setiap hubungan cukup beragam dan setiap pasangan memiliki batasannya masing-masing. Namun, tak ada salahnya untuk memikirkan apabila pasanganmu selingkuh, apakah kamu siap untuk memaafkannya? Baca juga: Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi Sumber: Herworld
 24 Dec 2020    11:00 WIB
Ini Cara Pasangan Bahagia Mengatasi Pertengkaran
Setiap pasangan yang telah menikah pasti pernah mengalami pertengkaran. Salah satu kunci penting untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang bahagia adalah mengetahui bagaimana caranya menghadapi konflik. Hal penting yang perlu diingat adalah mencoba menghindari pertengkaran dengan cara apapun justru dapat menghancurkan kehidupan rumah tangga Anda dan pasangan. Jadi, bagaimana caranya menghadapi pertengkaran dengan pasangan setelah menikah? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara untuk mengatasi pertengkaran setelah menikah: Pastikan Anda dan pasangan sama-sama mengetahui apa masalah yang sedang dibahas Jika salah satu atau kedua belah pihak merasa terlalu kesal untuk membahas masalah yang ada, maka tentukanlah waktu kapan Anda dan pasangan akan kembali membahas permasalahan tersebut Bersikaplah fleksibel dan terbuka mengenai jalan keluar yang ada selain dari pendapat Anda. Keinginan untuk berkompromi merupakan hal yang penting Jangan berusaha untuk membuat pasangan Anda merasa kesal. Jangan menyindir atau bersikap sinis mengenai pendapat pasangan Anda Jangan saling menginterupsi. Dengarlah apa yang dikatakan oleh pasangan Anda. Perhatikan bahasa tubuh Anda dan apa yang ditunjukkannya Berbicaralah dengan tenang dan sopan. Berteriak dan marah-marah tidak akan membuat Anda dan pasangan menemukan jalan keluar dari permasalahan yang ada Ingatlah bahwa pertengkaran yang adil dapat sangat bermanfaat bagi kehidupan pernikahan Anda. Jadi, bertengkarlah untuk kebaikan pernikahan Anda, bukan untuk menang Sumber: about
 16 Dec 2020    11:00 WIB
Mengembalikan Rasa Percaya Setelah Diselingkuhi
Saat mengetahui pasangan Anda telah berselingkuh, hati Anda pasti akan hancur berkeping-keping. Rasa marah, sedih, kecewa, dan sakit hati bercampur aduk di dalam hati Anda. Anda bahkan mungkin memikirkan bagaimana caranya membalas rasa sakit hati Anda tersebut. Akan tetapi, bila Anda merasa masih ada harapan untuk memperbaiki hubungan Anda dan pasangan, maka ada beberapa aturan yang perlu ditegakkan sebelum Anda dan pasangan kembali rujuk. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang perlu dilakukan bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memperbaiki hubungan paska perselingkuhan. Pastikan Perselingkuhan Sudah Benar-benar Berakhir Jika Anda ingin agar hubungan Anda dan pasangan memiliki kesempatan, maka beritahukan pada pasangan bahwa Anda tidak ingin kejadian ini terulang kembali. Beritahu bahwa Anda harus menjadi satu-satunya baginya dan bahwa perselingkuhannya harus benar-benar berakhir. Bila tidak, jangan harap Anda mau kembali rujuk bersamanya. Bersikaplah tegas dan pastikan pasangan Anda mengetahui bahwa Anda sama sekali tidak dapat menerima perselingkuhan yang sudah dilakukannya. Pastikan si dia tahu bahwa bila ia berselingkuh kembali, maka tidak akan ada lagi kesempatan kedua baginya. Pihak yang Berselingkuh Harus Bersedia Mencari Pertolongan Paska perselingkuhan, pasti sulit maju ke depan bila pasangan Anda enggan mengikuti konseling. Namun, sebelum mengikuti konseling, pasangan Anda harus mengakui bahwa tindakannya tersebut salah, bukan salah pasangan selingkuhnya atau bahkan Anda. Jangan biarkan pasangan Anda menyalahkan Anda atas perselingkuhannya karena hal ini murni keputusannya. Hal penting lainnya yang perlu diingat bila Anda dan pasangan ingin rujuk kembali adalah berhenti saling menyalahkan. Anda Tidak Perlu Melupakan, Tetapi Harus Memaafkan Menyimpan dendam hanya akan meracuni diri Anda dan hubungan asmara Anda dengan pasangan secara perlahan. Anda tidak akan pernah dapat melanjutkan hidup dan memiliki hubungan asmara yang sehat kecuali Anda dapat memaafkan pasangan Anda. Walaupun bekas luka hati akan tetap ada, Anda harus memaafkan pasangan Anda. Periksa Keadaan Hati Anda Pasangan yang pernah dikhianati biasanya akan merasa dirinya tidak berharga dan mungkin mengalami depresi, bahkan bunuh diri. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memonitor hati dan perasaan Anda. Kadangkala, pasangan yang berselingkuh pun dapat terluka dan mengalami depresi, bahkan ingin bunuh diri. Tahu Kapan Saatnya Untuk Melepaskan Bila Anda merasa bahwa Anda tidak dapat memaafkan perselingkuhan pasangan Anda, bahkan setelah melakukan konseling, maka Anda tidak perlu memaksakan diri. Selain itu, bila pasangan Anda tetap saja berselingkuh atau terus saja mengulangi perbuatannya atau bila Anda merasa tidak lagi ingin bersama dengan pasangan Anda, maka lanjutkanlah hidup Anda. Anda tidak perlu merasa bersalah karena tidak ingin mencoba memperbaiki hubungan dengan pasangan. Baca juga: Kenapa Sih Pria Selingkuh?! Sumber: cheatsheet
 13 Dec 2020    18:00 WIB
Mitos Seputar Perselingkuhan
Banyak orang menganggap bahwa pihak yang biasa berselingkuh adalah pria, akan tetapi ternyata tidak demikian, saat ini wanita pun telah banyak menjadi pihak yang berselingkuh. Berbagai anggapan yang salah atau mitos seputar perselingkuhan pun telah banyak berkembang. Di bawah ini terdapat beberapa mitos salah yang mungkin pernah Anda dengar. Saat Sebuah Perselingkuhan Diketahui, Maka Pernikahan Pun Akan Hancur Saat suatu perselingkuhan terjadi, maka timbullah rasa sakit hati, kecewa, sedih, marah, dan sebagainya. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu dan usaha yang keras, berbagai emosi negatif ini pun dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Perselingkuhan memang menyakitkan, akan tetapi bila Anda dan pasangan berhasil melalui cobaan ini, maka hubungan Anda dan pasangan mungkin dapat menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Tentunya hal ini membutuhkan kerja sama dan kerja keras kedua belah pihak. Banyak orang mengira bahwa perselingkuhan berarti akhir dari suatu pernikahan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa banyak pernikahan yang dapat melalui cobaan ini? Untuk mempertahankan pernikahan, dibutuhkan kerja sama dan kerja keras dari kedua belah pihak untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hilang pada salah satu pihak. Pada kenyataannya, perselingkuhan bukanlah penyebab utama hancurnya sebuah pernikahan, akan tetapi tinggal terpisah dan kurangnya komunikasi di antara pasangan. Penyebab Perselingkuhan Tidak Selalu Adalah Seks Memang benar beberapa perselingkuhan terjadi akibat tidak tercukupinya suatu kebutuhan emosional tertentu, akan tetapi pada beberapa orang perselingkuhan memang terjadi akibat seks. Tanpa Seks, Maka Sebuah Hubungan Bukanlah Suatu Perselingkuhan Banyak perselingkuhan terjadi tanpa seks. Banyak orang memulai perselingkuhan mereka dengan saling berkirim pesan singkat di malam hari mengenai berbagai hal, termasuk hal-hal yang sangat intim. Walaupun orang yang menjalaninya mungkin tidak menganggap hal ini sebagai suatu perselingkuhan, akan tetapi pasangannya mungkin menganggap sebaliknya. Perselingkuhan Terjadi Akibat Adanya Masalah Dalam Rumah Tangga Setiap pernikahan tentunya memiliki masalahnya masing-masing. Perselingkuhan tidak terjadi akibat adanya masalah dalam suatu pernikahan, tetapi terjadi akibat kedua belah pihak tidak dapat mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut. Sekali Berselingkuh, Pasti Berulang Kembali Memang benar terdapat beberapa orang di dunia ini yang memang merupakan seorang "tukang selingkuh" sejati; akan tetapi hal ini bukan berarti setiap orang yang pernah berselingkuh pasti akan mengulangi lagi perbuatannnya tersebut. Langkah pertama untuk memperbaiki hubungan Anda dengan pasangan Anda setelah sebuah perselingkuhan adalah dengan memberitahukan seluruh kebenaran mengenai perselingkuhan tersebut pada pasangan Anda. Pasangan Selingkuh Biasanya Merupakan Orang yang Lebih Muda atau Lebih Menarik Pasangan selingkuh tidak selalu merupakan seseorang yang lebih muda atau lebih cantik atau lebih tampan atau lebih kaya daripada pasangannya. Perselingkuhan Terjadi Karena Pria Selalu Mencari "Mangsa" Sebagian besar perselingkuhan justru terjadi pada orang-orang yang tidak berniat untuk melakukannya. Perselingkuhan biasanya dimulai dengan timbulnya rasa nyaman berada di dekat seseorang yang bukan pasangan Anda. Rasa nyaman ini kemudian dapat berlanjut menjadi saling memberitahukan rahasia terdalam dan perselingkuhan pun mulai berkembang. Baca juga: 4 Alasan Mengapa Pria Selingkuh Sumber: askmen
 24 Nov 2020    15:00 WIB
Cegah Masuknya Orang Ketiga Dengan Cara Ini!
Hubungan percintaan yang langgeng menjadi impian setiap pasangan. Kebahagiaan yang tiada tara bila Anda dan pasangan bisa mempertahankan keluarga. Tidak peduli sudah berapa lama Anda dan pasangan menikah, tentu Anda tidak ingin ada sesuatu hal yang buruk yang menganggu kehidupan rumah tangga Anda. Seiring dengan pertambahan waktu, terkadang akan muncul rasa kebosanan. Perasaan cinta yang dulu mengebu-gebu mungkin akan mulai memudar. Pada saat ini bisa saja ada orang ketiga yang tidak bertanggung jawab dan ingin menghancurkan kebahagiaan Anda dan pasangan. Jangan biarkan hal ini terjadi, oleh karena itu Anda harus mampu membentengi hubungan dengan cara seperti dibawah ini: 1.      Saling percaya Hubungan yang kuat harus dilandasi rasa saling percaya. Kepercayaan diantara masing-masing pihak dapat mempererat hubungan. Dunia ini begitu luas, bukan tidak mungkin pasangan Anda akan selalu bertemu dengan lawan jenis. Berikan kepercayaan padanya agar dia bisa merasa nyaman dan tidak tertekan pada kekangan Anda. Bayangkan bila Anda selalu mencurigai dia, misalnya saja Anda mencurigai dia selingkuh dengan teman kerjanya. Bisa saja karena merasa bosan akan kecurigaan Anda dan karena kata-kata yang terus Anda ucapkan, dia justru akan benar-benar tertarik pada wanita tersebut dan terjadilah perselingkuhan. Maka berusahalah untuk saling percaya, apabila dia benar-benar mencintai Anda dan Anda penting baginya, dia akan sangat menghargai kepercayaan yang Anda berikan dan tidak tega untuk mengkhinatinya. 2.      Saling menghormati Sikap saling menghormati adalah hal yang juga penting dalam sebuah hubungan. Jangan pernah membandingkan kemampuan Anda dengan kemampuannya. Ingat saat Anda memilihnya berarti Anda sudah tahu kemampuan dia seperti apa. Memaksa dirinya untuk menjadi seperti yang Anda inginkan hanya akan membuatnya tertekan. Hormati apa pun yang dia kerjakan meski hasilnya tidak sesuai dengan keinginan Anda. Rasa tertekan dan tidak dihargai adalah celah besar yang bisa dimanfaatkan oleh orang ketiga yang memang ingin masuk dalam kehidupan Anda dan pasangan. Bicarakan semua hal dengannya dalam setiap mengambil keputusan, hormati pendapatnya dan jadikan pertimbangan untuk membuatnya merasa penting dalam hidup Anda. 3.      Tuntaskan masalah sampai selesai Setiap hubungan akan selalu diwarnai dengan masalah. Jangan mudah menyerah dan jangan pernah merasa salah dalam memilih. Jangan juga menyindir kesalahannya dan bertingkah seperti anak kecil. Ajak pasangan Anda untuk membicarakan hal ini, cari solusi terbaik, tuntaskan masalah sampai selesai. Tidak peduli sepelik apapun masalah yang Anda hadapi harus segera dibereskan. Dan saat solusi sudah ditemukan jangan pernah membahas masalah ini kembali . Ingat apabila Anda menghindar dari masalah yang ada, orang ketiga bisa saja merayu pasangan Anda untuk mendengar semua keluh kesahnya. Bila pasangan Anda merasa  nyaman untuk menceritakan masalahnya maka dengan mudah orang ketiga mendapatkan hati pasangan Anda. 4.      Beri dukungan penuh Saat pasangan Anda merasa rapuh, jatuh dan dalam keadaan yang sulit. Siapa orang yang harus memberinya dukungan penuh? Jawabannya adalah Anda, bukan orang lain. Anda harus mampu menjadi orang yang kuat dalam menemani dia menghadapi semua masalahnya. Dukungan tidak hanya saat dia jatuh namun saat dia mencoba hal-hal baru seperti kesempatan berkarir di bidang yang baru, mau memulai bisnis yang baru dan hal-hal penting lainnya. 5.      Berikan kehangatan Salah satu celah yang dapat dimanfaatkan oleh orang ketiga adalah sebuah hubungan yang hambar. Kehangatan yang Anda berikan seperti perhatian, pelukan dan kasih sayang akan membuatnya selalu betah dengan Anda. Hubungan yang penuh kehangatan ini tidak akan mampu membuatnya berpaling dari Anda dan mencoba mencari orang ketiga. 6.      Tetap menarik Dicintai hanya karena penampilan pasti rasanya akan menyebalkan. Namun apa salahnya bila Anda tetap menjadi orang yang memiliki penampilan yang menarik. Menjaga penampilan yang dilakukan untuk mempertahankan pasangan adalah hal yang wajar. Hal ini akan mencegah kebosanan.  Selain itu pasangan Anda akan berpikir dua kali untuk selingkuh karena dia tahu Anda adalah sosok yang menarik luar dan dalam. Saling menjaga perasaan, saling berbagi cinta, saling memberi perhatian dan saling komunikasi adalah kunci sukses untuk mencegah semua masalah yang bisa menghancurkan hubungan kalian. Sumber: magforwomen
 06 Oct 2018    18:00 WIB
Bagaimana Memperbaiki Pernikahan Setelah Adanya Perselingkuhan ?
Ketidaksetiaan atau perselingkuhan adalah salah satu hal yang dapat sangat merusak sebuah pernikahan. Rasa terluka, kecewa, dan sakit hati yang ditimbulkan oleh perselingkuhan dapat membuat anda ingin segera mengakhiri pernikahan anda. Akan tetapi, perceraian bukanlah satu-satunya jalan atau jalan yang wajib ditempuh setelah pasangan anda berkhianat. Keinginan untuk bersama-sama memperbaiki hubungan dan pernikahan anda dapat membantu anda melalui rasa sakit dan bahkan semakin mempererat hubungan anda dan pasangan.   Arti Ketidaksetiaan dan Penyebabnya Arti kesetiaan dan ketidaksetiaan berbeda bagi setiap orang. Seringkali, perselingkuhan dimulai saat anda ingin melarikan diri dari suatu masalah dan menganggap orang lain tersebut sebagai sosok yang ideal. Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan timbulnya perselingkungan selain seks. Beberapa hal tersebut adalah: Rasa percaya diri yang rendah Kecanduan alkohol atau seks Adanya masalah yang telah berlangsung lama dalam pernikahan Seseorang yang berselingkuh cenderung mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Merasakan ketertarikan seksual terhadap orang lain dan memutuskan untuk melanjutkan perasaan tersebut dan bukannya menahannya Terus berbohong dan menipu pasanganya agar perselingkuhannya tidak diketahui Menceritakan berbagai masalah di dalam pernikahannya pada orang lain Merasa tertarik atau menyukai orang lain selain pasangannya Membayangkan berbagai hal yang tidak seharusnya dengan seseorang selain pasangannya dan tidak mendengarkan perkataan orang lain yang berlawanan dengan imajinasinya   Apa yang Harus Anda Lakukan Saat Mengetahui Pasangan Anda Berselingkuh ? Pada saat anda mengetahui pasangan anda berselingkuh, tentunya berbagai emosi berkecambuk di dalam hati anda. Sedih, marah, kecewa, malu, depresi, dan menyesal mungkin adalah berbagai hal yang anda rasakan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu anda ingat bila ingin mempertahankan pernikahan anda.   Jangan Terburu-buru Membuat Suatu Keputusan Jika anda mempunyai keinginan atau pikiran untuk melukai diri sendiri atau orang lain, segera hubungi dokter anda.   Berilah Waktu Bagi Diri Sendiri dan Pasangan Anda Saat anda mengetahui perselingkuhan pasangan anda, anda dapat menjadi sangat marah dan kecewa sehingga anda bahkan berperilaku tidak seperti diri anda yang biasanya. Berikanlah waktu bagi diri anda dan pasangan anda untuk meredakan emosi sebelum kembali bertemu dan berbicara. Selain itu, berikan diri anda waktu sebelum anda bertanya mengenai semua detail perselingkuhan pasangan anda. Tunggulah sampai anda siap, karena hal ini dapat menambah rasa sakit hati dan kekecewaan yang anda rasakan.   Carilah Dukungan dari Orang-orang Terdekat Ceritakanlah bagaimana perasaan anda dan apa yang anda pikirkan dengan teman atau orang-orang tercinta yang dapat anda percayai. Memperoleh dukungan yang tidak memihak dan menghakimi dapat membantu anda berpikir dengan lebih jernih.   Apa yang Harus Dilakukan Untuk Memperbaiki Pernikahan Anda ? Melalui suatu perselingkuhan dan tetap mempertahankan pernikahan anda merupakan suatu proses panjang dan sulit. Akan tetapi, bukan berarti tidak mungkin. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda coba lakukan untuk membantu memperbaiki pernikahan anda.   1.  Jangan Memutuskan Sebelum memutuskan untuk meneruskan atau mengakhiri pernikahan anda, sebaiknya berilah waktu bagi diri anda untuk sembuh dan mengerti apa yang menyebabkan perselingkuhan terjadi. Dengan demikian anda dapat memperoleh pelajaran yang dapat mencegah berulangnya hal yang sama di masa depan.   2.  Hentikan Perselingkuhan Anda Jika anda tidak setia pada pasangan anda, bertanggung jawablah. Segera akhiri hubungan anda dan hentikan semua komunikasi serta hubungan dengan orang tersebut. Jika anda berselingkuh dengan teman sekerja anda di kantor, batasi komunikasi hanya sebatas hubungan kerja atau segera cari pekerjaan lainnya.   3.  Bersikap Jujur Setelah anda dan pasangan sudah lebih tenang, bicarakanlah mengenai segala sesuatunya dengan terbuka dan jujur, tidak peduli betapa sulit untuk membicarakan atau mendengarkan berbagai hal tentang perselingkuhan tersebut.   4.  Saling Mendukung Mungkin anda dan pasangan anda memerlukan waktu sebelum memutuskan untuk meneruskan atau mengakhiri pernikahan anda. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa bila anda dan pasangan anda memutuskan untuk melanjutkan pernikahan anda, maka diperlukan waktu, tenaga, dan komitmen yang lebih.   5.  Konsultasi Pada Ahli Konsultasi dengan ahli pernikahan dapat membantu anda menyadari penyebab perselingkuhan terjadi dan belajar bagaimana caranya untuk mengembalikan serta menguatkan hubungan anda dan pasangan anda.   6.  Kembalikan Rasa Percaya Bangunlah kembali rasa percaya di antara anda dan pasangan. Jika anda tidak setia pada pasangan anda, anda mungkin ingin segera melupakan perselingkuhan anda dan melangkah maju, akan tetapi perlu anda ingat bahwa pasangan anda mungkin membutuhkan waktu untuk melalui hal ini.   7.  Memaafkan Perselingkuhan merupakan sesuatu hal yang sangat menyiksa bagi anda dan pasangan. Mungkin tidak mudah bagi anda atau pasangan untuk memaafkan, tetapi hal ini dapat terjadi seiring dengan berlalunya waktu. Perlu diingat bahwa memaafkan bukan berarti melupakan atau membenarkan perselingkuhan tersebut.   Tidak semua pernikahan dapat diselamatkan setelah sebuah perselingkuhan. Kadang kerusakan yang terjadi terlalu besar. Jika anda dan pasangan memilih untuk mempertahankan pernikahan anda, maka fokus utama anda dan pasangan adalah untuk mengembalikan rasa percaya. Beritahukan semua ketakutan anda pada pasangan anda, baik ketakutan terulangnya kembali perselingkuhan ini atau takut bahwa anda tidak akan pernah dapat mempercayai pasangan anda lagi. Jika anda dan pasangan mempunyai keinginan untuk kembali membangun pernikahan anda, pasti akan terasa sangat sulit pada awalnya, tetapi setelah semuanya berlalu, maka hubungan anda dan pasangan akan lebih kuat dan dekat daripada sebelumnya.  Baca juga: Kunci Bahagia Dalam Kehidupan Pernikahan  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: mayoclinic