Your browser does not support JavaScript!
 22 Sep 2015    16:00 WIB
Ingin Anak Lebih Cerdas? Coba Tips Berikut Ini!
Ingin anak Anda menjadi lebih pintar dan cerdas? Mulailah dengan mengajaknya berbicara. Tahukah Anda bahwa berbicara dengan anak Anda setiap saat tentang apapun dapat membantu kemampuannya dalam berbahasa?   Bicara Buat Anak Jadi Lebih Pintar Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang dibesarkan di sebuah keluarga yang senang mengobrol dan berbicara satu sama lain memiliki nilai IQ yang lebih tinggi, bahkan hingga 38 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain yang jarang diajak berbicara atau berbicara di rumah.   Latih Daya Ingatnya Ingin tahu seberapa baik ingatan anak Anda? Caranya adalah mintalah anak Anda untuk menceritakan kembali cerita yang baru saja ia dengar dari Anda menurut versinya. Hal ini dapat membantu membentuk daya ingat verbal dan visualnya.   Biarkan Ia Mencari Jalan Keluar Saat telah mencapai usia dewasa, setiap orang pasti harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini dapat Anda latih sejak masa kanak-kanak dengan membiarkannya mencari sendiri cara untuk mengambil suatu barang yang jatuh atau membiarkannya memilih sesuatu hal. Anak-anak yang dibiarkan untuk berpikir dan memilih biasanya akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik.   Dukungan Orang Sekitar Selain itu, bagaimana perlakuan orang-orang di sekitar sang anak pun turut mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak tersebut lho! Salah satu contohnya adalah cara seorang guru menilai muridnya ternyata juga turut mempengaruhi perkembangan kecerdasan sang anak lho. Misalnya, sang murid sebenarnya mampu memperoleh nilai bagus atau cukup. Sang guru hanya memberikan nilai cukup karena ia merasa bahwa muridnya tidak memiliki potensi yang cukup. Hal ini pun dapat menghambat masa depan dan potensi tersembunyi yang mungkin ada di dalam diri muridnya tersebut.   Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Kecerdasan   Stress Buat Anak Kurang Cerdas Tahukah Anda bahwa stress dapat mengubah kemampuan kognitif seorang anak? Berdasarkan pada sebuah percobaan yang dilakukan pada hewan percobaan, para peneliti menemukan bahwa hewan yang mengalami stress akan meninggalkan suatu “bekas” di otak. Sayangnya, para peneliti masih belum dapat memastikan apakah “bekas” ini dapat mempengaruhi gen yang berfungsi mengatur kecerdasan atau berdampak langsung pda kemampuan perkembangan kecerdasan seorang anak. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah kurangnya dukungan dan stress atau tekanan pada anak dapat berdampak buruk tidak hanya bagi keadaan mental sang anak tetapi juga pada perkembangan anak itu sendiri, termasuk pada kecerdasannya. Oleh karena itu, dukunglah anak Anda mencoba berbagai hal positif yang ia inginkan agar ia pun dapat menggali semua potensi yang ada di dalam dirinya dan menjadi yang terbaik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: tipsonlifeandlove
 10 Sep 2015    09:00 WIB
Hal Umum ini Dapat Menghancurkan Pernikahan!
Siapa saja yang telah menikah pasti tahu bahwa kehidupan pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalani, apalagi bagi mereka yang telah lama menikah. Berbagai rintangan dan masalah yang terjadi di dalam kehidupan pernikahan, dapat membuat pasangan menjadi lebih dekat atau justru menjadi semakin jauh. Di bawah ini, Anda dapat melihat 6 hal yang dapat menghancurkan atau justru menyatukan sepasang suami istri.   1.      Memiliki Anak Sangat mudah bagi sepasang suami istri untuk melupakan bagaimana bahagianya mereka saat baru menikah bila mereka setiap hari harus terbangun sekitar pukul 3 pagi untuk memberikan susu pada anak mereka yang baru lahir. Anda dan pasangan bahkan mungkin sudah tidak pernah atau jarang berhubungan seks selama beberapa bulan pertama.   Bila demikian, sangatlah penting bagi Anda dan pasangan untuk membicarakan berbagai perubahan yang sedang terjadi di dalam kehidupan pernikahan Anda sekarang ini. Kehadiran anggota baru yang tentu saja membawa kebahagiaan tetapi sekaligus membuat Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi akibat kurang tidur dan mungkin juga kekurangan seks.   Bekerja samalah dengan pasangan Anda saat mengurus anak Anda yang baru saja lahir. Pilihlah tugas yang dapat Anda lakukan dan lakukanlah apa yang nyaman bagi Anda dan pasangan.   2.      Infertilitas (Mandul) Memiliki anak memang sesuatu hal yang tidak mudah, akan tetapi tidak juga memiliki momongan setelah lama menikah juga bukanlah hal yang mudah, baik bagi Anda maupun pasangan, apalagi bila kedua keluarga besar terus menanyakan hal ini. Daripada saling menyalahkan satu sama lain, akan lebih baik bila Anda mencari berbagai metode yang dapat dilakukan untuk membuat istri segera hamil. Mengadopsi seorang anak juga dapat menjadi salah satu pilihan.   3.      Perselingkuhan Perselingkuhan tentu saja merupakan tantangan terberat yang harus dilalui oleh sepasang suami istri. Siapapun pihak yang dikhianati, baik istri maupun suami, pasti tidak akan dapat dengan mudah memaafkan pihak lainnya.   Jika Anda dan pasangan memang sungguh-sungguh berniat untuk mempertahankan pernikahan Anda, ada baiknya bila Anda dan pasangan saling berdiskusi secara terbuka. Ungkapkanlah semua rasa sakit hati dan apa yang Anda rasakan pada pasangan. Dengan demikian, Anda dan pasangan pun dapat mengerti apa yang dirasakan oleh pihak lainnya dan belajar dari kesalahan tersebut.   Satu hal lainnya yang juga penting adalah jangan bertindak berdasarkan amarah Anda. Jika Anda merupakan pihak yang berselingkuh, maka berikanlah waktu pada pasangan Anda untuk menata hatinya kembali. Sementara itu, bila Anda merupakan pasangan yang dikhianati, maka cobalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan, apakah Anda memang tetap ingin bersama pasangan Anda saat ini atau tidak. Pikirkanlah segala sesuatu dengan kepala dingin sehingga Anda pun tidak salah mengambil keputusan dan menyesalinya kemudian.   Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Seseorang Berselingkuh?   4.      Penyakit Berat Saat Anda menderita suatu penyakit berat, maka Anda pun dapat melihat sisi lain dari pasangan Anda, bagaimana dukungannya terhadap Anda, yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya saat Anda masih sehat.   5.      Menjaga Orang Sakit Merawat orang tua yang sedang sakit bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini dapat menguras waktu, tenaga, dan uang yang dapat membuat Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi. Seperti halnya merawat anggota baru keluarga Anda, jadilah tim yang kompak dengan pasangan dan laluilah hal ini bersama.   6.      Kehilangan Pekerjaan atau Kesulitan Keuangan Anda mungkin akan merasa sangat tergoda untuk menyalahkan pasangan Anda bila ia kehilangan pekerjaannya atau baru saja melakukan investasi buruk sehingga membuat keluarga kecil Anda berada dalam kesulitan keuangan. Akan tetapi, yang paling penting saat ini bukanlah saling menyalahkan satu sama lain. Daripada membuang-buang tenaga dan waktu Anda untuk menyalahkan orang lain, akan lebih baik bila Anda dan pasangan bekerja sama untuk membangun kembali keadaan keuangan keluarga yang sedang menurun.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 03 Sep 2015    18:00 WIB
Ciuman Menurut Pria Versus Ciuman Menurut Wanita. Hayo, Apa Bedanya?
Hampir sebagian besar orang, baik pria maupun wanita, tentunya sudah mengetahui bahwa ciuman merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa sayang Anda pada pasangan sekaligus berfungsi sebagai lem yang dapat mempererat hubungan Anda dan pasangan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata seorang pria dan wanita memiliki pandangan yang berbeda mengenai ciuman? Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di Albright College, Pennsylvania, para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita ternyata memiliki persepsi yang berbeda mengenai setiap ciuman yang pernah dilakukannya.   Bagi seorang wanita, ciuman biasanya merupakan suatu cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan ikatan emosional yang dimilikinya dengan pasangannya. Akan tetapi, bagi seorang pria, selain sebagai cara untuk menunjukkan rasa sayangnya, ciuman juga merupakan jembatan untuk menuju hubungan seks.   Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa walaupun pria dan wanita memiliki persepsi yang berbeda mengenai ciuman, akan tetapi baik pria maupun wanita sama-sama menganggap bahwa ciuman merupakan suatu hal yang sangat penting dan merupakan suatu cara untuk membangun keintiman dengan pasangannya.   Baca Juga: Kapan Saat yang Tepat Untuk Mencium Pasangan Anda?   Hal lainnya yang juga ditemukan oleh para peneliti melalui tersebut adalah baik pria maupun wanita dapat kehilangan rasa ketertarikan dengan pasangannya bila mereka memiliki pengalaman yang buruk dengan pasangannya tersebut saat berciuman. Sejumlah wanita bahkan dapat memutuskan pasangannya karena si dia tidak dapat mencium mereka sesuai dengan yang mereka harapkan.   Jadi, apapun arti ciuman bagi Anda, apakah untuk menunjukkan rasa kasih sayang atau karena Anda sedang bergairah, ciuman tetap merupakan suatu hal yang penting untuk menjaga keintiman dan kemesraan di antara Anda dan pasangan.
 30 Aug 2015    16:00 WIB
4 Rahasia Memperoleh Pernikahan yang Menakjubkan
Bukanlah usaha keras anda yang dapat mengubah kehidupan pernikahan anda, tetapi perubahan dalam perilaku dan cara anda bersikap terhadap pasangan andalah yang justru dapat mengubah kehidupan pernikahan anda dari biasa menjadi luar biasa.   1.      Mengerti Keinginan Anda dan Pasangan Penyebab utama perceraian bukanlah pertengkaran antar pasangan, masalah komunikasi, atau ketidakmampuan memuaskan hasrat seksual pasangan anda, tetapi rasa frustasi yang terjadi akibat perbedaan antara harapan anda dengan sikap pasangan anda. Hal ini dapat sangat merusak suatu kehidupan pernikahan. Untuk mengatasi rasa frustasi ini, anda dan pasangan anda sebaiknya saling memberitahukan mengenai apa yang anda atau pasangan anda inginkan dari pasangan masing-masing. Dengan demikian, anda dan pasangan anda dapat mengetahui dan mengerti apa yang diinginkan oleh pasangannya. Ingatlah untuk selalu menanyakan hal ini setidaknya setahun sekali pada pasangan anda, karena perubahan gaya hidup, permasalahan yang terjadi, atau tekanan dalam kehidupan anda dan pasangan anda dapat menimbulkan suatu harapan baru.   2.      Tunjukkanlah Rasa Cinta Anda Seorang suami yang memiliki istri yang menunjukkan rasa cintanya pada suaminya, baik melalui kata-kata atau bahasa tubuh yang membuatnya merasa dihargai, dihormati, dan dicintai lebih sering mengatakan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan yang bahagia. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan pria mungkin membutuhkan lebih banyak perhatian dan lebih butuh diyakinkan oleh pasangannya bahwa ia mencintainya. Pujian dan perhatian yang anda berikan pada suami anda dapat membuatnya bahagia dan bahkan membalas rasa cinta anda dengan lebih mencintai anda.   3.      Sediakan Waktu Untuk Berkomunikasi Berkencan tetap diperlukan bahkan setelah anda menikah selama bertahun-tahun dengan suami anda. Menikmati sabtu malam dengan suami anda dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan dan kemesraan hubungan anda dan pasangan anda. Akan tetapi, bila anda atau pasangan anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk berkencan, maka 10 menit berbincang-bincang dengan pasangan anda mengenai berbagai hal yang anda alami dapat membantu. Hindarilah perbincangan tentang anak-anak, tanggung jawab, atau pekerjaan rumah tangga. Tidak perlu melakukan perbincangan berat untuk lebih mengenal diri pasangan anda. Membicarakan mengenai imajinasi anda seperti bila anda atau pasangan anda dapat memilih kekuatan super yang apa yang inginkan, maka apakah yang akan anda atau pasangan anda pilih dapat membuat anda lebih mengerti pasangan anda dan kembali menguatkan hubungan anda dan pasangan anda. Ingatlah bahwa hal atau kegiatan apapun yang membuat anda dapat mengetahui 1 hal baru tentang pasangan anda dapat membuat hubungan anda dan pasangan anda lebih dekat dan mesra.   4.      Fokuslah Pada Hal-hal Positif Cara terbaik untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang menakjubkan bukanlah memperbaiki apa yang salah, tetapi menambahkan dan mengingat berbagai hal positif dalam kehidupan pernikahan anda. Hal positif ini dapat memperbaiki mood dan memotivasi anda dan pasangan untuk meneruskan pernikahan. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak dapat membicarakan mengenai berbagai hal buruk atau negatif lainnya dalam kehidupan pernikahan anda. Seimbangkanlah hal positif dengan hal negatif dan tetap hormati dan cintai pasangan anda, dengan demikian hal ini dapat mengubah pernikahan anda dari biasa saja menjadi sebuah pernikahan yang luar biasa.   Sumber: redbookmag
 17 May 2015    18:00 WIB
4 Hal yang Paling Sering Dikeluhkan Oleh Pria yang Telah Menikah
Sang Istri Selalu Menuntut Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh para suami adalah istrinya terlalu banyak menuntut. Apa yang sang istri kira dapat membantu sang suami, misalnya mengingatkan si dia untuk melakukan sesuatu, dapat terdengar sebagai suatu kritik oleh sang suami. Para pria seringkali merasa apa pun yang ia lakukan tidak pernah dirasa cukup baik oleh sang istri. Saat seorang pria merasa bahwa dirinya sedang “diserang”, maka insting dasar mereka pun akan langsung bereaksi, yaitu antara melawan, kabur, atau justru diam. Jadi, bila Anda ingin suami Anda membantu Anda melakukan suatu pekerjaan rumah tangga tanpa membuatnya merasa terpaksa, Anda dapat mengatakannya dengan cara lain yang lebih baik dan pastikan Anda menunjukkan rasa terima kasih dan menghargai apa yang telah dilakukan oleh suami Anda.   Sang Istri Terlalu Banyak Berbicara Baik pesan singkat dengan kata-kata positif, negatif, atau netral; para suami sering berpikir bahwa istri mereka terlalu sering mengirimkan pesan singkat atau menelepon atau berbicara. Para pria memiliki kemampuan yang terbatas untuk mendengarkan dan memusatkan perhatian pada suatu subjek tertentu. Hal ini tentu saja dapat mengganggu hubungan di suami dan istri. Masalahnya adalah sang istri merasa bahwa sang suami tidak mendengarkannya, sedangkan sang suami merasa bahwa ia sedang dikuliahi. Secara umum, wanita cenderung dapat berpikir lebih cepat daripada seorang pria, jadi bila sang suami tidak dapat merespon atau menjawab pertanyaan Anda dengan cepat, maka hal ini bukan berarti bahwa ia tidak mau mendengarkan Anda, ia hanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memproses informasi tersebut. Jadi, apa yang harus dilakukan? Tanyakanlah berbagai pertanyaan pada suami Anda pada awal pembicaraan untuk memberikan ia waktu yang cukup untuk berpikir dan berikan suami Anda waktu untuk memproses suatu pertanyaan sebelum Anda melanjutkan pertanyaan berikutnya.   Hubungan Kami Hanya Seputar Anak Kami Segala sesuatu berubah saat si kecil muncul. Banyak wanita memfokuskan perhatiannya pada sang anak setelah mereka memiliki anak, hal ini tentu saja merupakan salah satu insting dari seorang ibu. Walaupun demikian, keadaan ini dapat membuat seorang pria merasa ditinggalkan atau tidak penting bagi istri mereka. Peluk dan ciumlah suami Anda terlebih dahulu saat Anda melihat ia di pagi dan malam hari, sebelum Anda melakukannya pada anak atau hewan peliharaan Anda. Selain itu, luangkanlah waktu khusus untuk berkencan bersama dengan suami Anda setiap minggunya.   Kami Tidak Lagi Berhubungan Seks Sesering Dulu Keintiman fisik merupakan sebuah hal yang penting dalam kehidupan pernikahan, akan tetapi para pria tampaknya lebih menginginkan hal ini daripada wanita. Seorang pasangan yang baik adalah seseorang yang rela mengorbankan sesuatu yang mereka inginkan demi orang lain, walaupun hal tersebut sulit untuk dilakukan. Dengan kata lain, selalu ingat apa yang akan pasangan Anda pikirkan, inginkan, dan butuhkan setiap kali Anda melakukan sesuatu. Tunjukkanlah rasa kasih sayang Anda terhadap pasangan Anda dan jangan terus menghakiminya. Memang tidak ada ketentuan khusus mengenai seberapa sering sepasang suami istri harus berhubungan seks, karena setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, berdiskusilah dengan pasangan Anda dan lakukanlah hubungan seks setidaknya 1 kali setiap minggunya, selama kedua belah pihak menginginkan hal tersebut.   Sumber: womenshealthmag