Your browser does not support JavaScript!
 22 Aug 2015    18:00 WIB
5 Tempat Di Mana Pertengkaran Pasangan Paling Sering Terjadi
Tahukah Anda bahwa ada beberapa situasi dan tempat yang tampaknya seringkali memicu terjadinya pertengkaran di antara pasangan kekasih atau suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja situasi dan di mana tempat tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.  1.      Saat Berpergian BersamaKurang tidur karena sibuk berkemas, naik pesawat, merasa pegal karena tempat duduk yang sempit, dan harus memutuskan apa yang harus dilakukan setiap harinya. Keempat hal ini tentunya dapat membuat pasangan mana pun bertengkar.Saat Anda berpergian, maka rutinitas harian Anda dan pasangan pun akan sama-sama terganggu sehingga Anda dan pasangan sama-sama hanya memiliki sedikit “kendali” terhadap segala sesuatu yang terjadi. Jadi, bila ada sedikit saja sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan rencana Anda, maka Anda pun cenderung akan menyalahkan orang lain dan pasangan Anda merupakan sasaran empuk saat itu.Akan tetapi, sikap saling menyalahkan ini tidak akan menyelesaikan masalah Anda. Akan lebih baik bila Anda memfokuskan perhatian dan pikiran Anda pada masalah yang Anda hadapi. Oleh karena itu, beritahukanlah pada pasangan Anda saat Anda merasa kesal akan sesuatu hal dan carilah jalan keluarnya bersama. Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan 2.      Saat Pergi Makan BersamaSaat Anda pergi makan bersama dengan pasangan bahagia lainnya dan pasangan Anda melakukan atau mengatakan sesuatu hal yang tidak Anda sukai, maka Anda pun tidak dapat menegurnya secara langsung di hadapan semua orang.Mengapa pasangan Anda melakukan hal tersebut? Hal ini mungkin dikarenakan ia sedang mencoba melucu atau sedang mencoba berbicara dengan Anda mengenai sesuatu hal yang ia tahu akan membuat Anda marah (ia merasa lebih aman saat ada banyak orang di sekitarnya sehingga Anda tidak dapat langsung marah padanya).Jadi, lain kali bila pasangan Anda mengatakan atau melakukan sesuatu hal yang membuat Anda merasa kesal, tahanlah keinginan Anda untuk langsung menegurnya, tarik napas dalam, dan fokuslah pada diri Anda sendiri. Beritahukanlah apa yang Anda rasakan pada pasangan Anda saat Anda telah berduaan dengannya di rumah. 3.      Di Tempat PestaTahukah Anda bahwa acara pesta dapat memicu timbulnya sisi kompetitif pada sejumlah pasangan, yang membuat mereka seringkali bertengkar. Melihat pasangan lainnya yang sedang dimabuk asmara dapat membuat sejumlah pasangan membandingkan hubungan asmaranya dengan pasangan lainnya.Memang benar saat pasangan Anda tidak bertindak atau berperilaku sesuai dengan harapan Anda, maka hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa sedih dan marah. Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Tarik napas dalam-dalam dan bertanyalah pada diri Anda sendiri apa yang Anda inginkan untuk terjadi pada 5 menit ke depan. Dengan demikian, Anda biasanya akan menyadari bahwa Anda tidak ingin bertengkar dengan pasangan Anda, apalagi di acara pesta orang lain.Jadi, fokuskan perhatian Anda pada acara yang sedang Anda hadiri dan nikmatilah pesta tersebut. Bahaslah semua permasalahan Anda dengan pasangan nanti setelah Anda memiliki waktu pribadi berduaan. 4.      Di Dalam MobilKemacetan lalu lintas biasanya merupakan situasi lainnya yang seringkali membuat sejumlah pasangan bertengkar. Hal ini biasanya dikarenakan Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi akan kemacetan yang Anda hadapi dan melampiaskannya pada pasangan.Jadi, apa yang harus dilakukan? Beritahukanlah apa yang Anda rasakan pada pasangan Anda (tanpa menyalahkannya karena memilih jalan tersebut misalnya) kemudian bertanyalah pada pasangan Anda apa yang ia rasakan.Selain itu, humor juga dapat membantu. Jika Anda dan pasangan tidak sedang dikejar waktu, maka berhenti dan menghabiskan waktu sebentar di tempat nongkrong terdekat juga dapat membantu menghilangkan rasa bosan dan kesal akibat macet. 5.      Di Dekat Mertua atau Ipar AndaBagi sejumlah pasangan, berada di sekitar anggota keluarga pasangannya dapat membuat mereka bertengkar, baik dikarenakan oleh ibu mertua yang selalu mengkritik setiap hal atau karena adik ipar yang terlalu terus terang. Apapun komentar dan pendapat pihak ketiga yang ikut masuk ke dalam hubungan Anda dan pasangan biasanya justru dapat memicu terjadinya pertengkaran.Akan lebih baik, bila Anda menjauhkan diri dari berbagai hal dan orang yang dapat membuat Anda atau pasangan merasa stress dan memicu terjadinya pertengkaran. Selain itu, membiarkan pasangan Anda “curhat” mengenai apa yang ia rasakan juga dapat membantu membuatnya merasa didengarkan, diperhatikan, dan membuat Anda dapat mengetahui apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan. Jadilah seorang pendengar yang baik dan tanyakan sejak kapan ia merasa demikian. Intinya adalah jangan saling menyalahkan satu sama lain. Carilah jalan keluar terbaik bagi permasalahan Anda dan pasangan bersama-sama. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .  Sumber: womenshealthmag
 21 Aug 2015    18:00 WIB
8 Hal yang Membuat Pria Tertekan Dalam Pernikahan
1.      Menceritakan Hal yang Tidak Berhubungan Dengannya Seringkali para wanita bercerita tentang berbagai kejadian yang dialaminya pada hari itu pada suaminya. Kejadian di kantor atau apa yang dialami teman sekantor anda. Akan tetapi, bila suami anda tidak mengenal teman kantor anda, maka hal ini dapat membuatnya kehilangan minat dan bosan setiap kali anda menceritakan hal-hal yang berhubungan dengan teman sekantor anda. Hal ini bukan berarti suami anda tidak menghargai atau mencintai anda. Bila anda tetap merasakan adanya keinginan untuk menceritakan hal-hal ini, maka ceritakanlah pada teman atau keluarga anda sesama wanita yang juga mengenal teman sekantor anda tersebut. Jika anda bermaksud untuk menanyakan pendapatnya mengenai sesuatu hal, pastikan untuk memberitahukan hal tersebut sebelum anda mulai bercerita tentang apa yang dialami teman anda tersebut.   2.      Kurangnya Kebersamaan Walaupun pasangan anda mungkin tidak merasa terganggu dengan kurangnya kebersamaan atau tidak begitu ambil pusing mengenai kegiatan anda atau di mana anda berada, pandangan orang lain tentang hal ini dapat membuatnya merasa tertekan. Memberikan ruang bagi pasangan anda memang penting, akan tetapi bila hal tersebut telah membuat anda atau pasangan anda merasa sebagai dua orang asing yang tinggal dalam satu rumah, maka anda harus waspada dan mulai membangun kembali komunikasi dan kedekatan anda bersama pasangan anda. Anda tidak harus memulainya dengan mengajak pasangan anda berkencan. Mengajak pasangan anda untuk menemani anda berbelanja kebutuhan sehari-hari atau berbagai kegiatan lainnya yang sering anda lakukan bersama sebelum menikah dapat kembali mendekatkan hubungan anda dan pasangan. Anda tidak perlu menunggu pasangan anda untuk mengajak anda terlebih dahulu, ajaklah pasangan anda untuk pergi bersama anda.   3.      Memasang Fotonya Tanpa Ijin Bila anda menganggap ekspresi atau foto pasangan anda sangat menawan dan berkeinginan untuk memasang foto tersebut di facebook atau bbm anda sebaiknya mintalah ijinnya terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan pasangan anda belum tentu merasa percaya diri mengenai ekspresinya tersebut dan tidak ingin fotonya ini dilihat oleh orang lain selain anda. Yang terutama adalah pasangan anda akan merasa lebih dihargai.   4.      Memperoleh Nasehat dari Mertua Tanpa Diminta Ibu anda mungkin mengetahui apa yang terbaik bagi anda, akan tetapi akan lebih baik bagi anda dan pasangan anda bila ibu anda menyimpan pendapatnya untuk dirinya sendiri. Beritahukan secara perlahan dan lembut pada ibu anda walaupun ibu anda mungkin tahu apa yang terbaik bagi anda dan pasangan anda, tetapi anda dan pasangan anda sedang berusaha menyelesaikan masalah yang anda alami berdua. Hal ini mungkin tidak dapat mengurungkan niat ibu anda untuk ikut campur dalam permasalahan anda, tetapi dengan menegaskan kembali keinginan anda maka perlahan-lahan ibu anda akan mengerti dan membiarkan anda dan pasangan anda menyelesaikan permasalahan yang anda alami. Bahkan bila apa yang dikatakan oleh ibu anda memang benar, membiarkan pasangan anda menemukan sendiri jawaban ini akan membuatnya lebih dapat menerimanya.   5.      Akhir Minggu Tidak Seromantis Dulu Bila sebelum menikah anda dan pasangan anda dapat menikmati akhir minggu dengan santai bersama atau berpergian atau bermesraan, kemudian setelah menikah akhir minggu menjadi hari untuk melakukan berbagai pekerjaan rumah, maka pasangan anda mungkin akan merasa tertekan. Lakukanlah kegiatan yang menyenangkan atau berbeda dengan pasangan anda bila anda atau pasangan telah mulai merasa tertekan.   6.      Sering Ditanya Mengenai Kapan Memiliki Momongan Seringnya ditanya kapan memiliki momongan tidak hanya dapat membuat anda tertekan, pasangan anda pun dapat merasa tertekan dan terganggu, terutama bila anda atau pasangan belum memiliki keinginan untuk segera memiliki momongan atau telah lama berusaha namun belum juga membuahkan hasil. Tanyakanlah pada pasangan anda setidaknya setahun sekali mengenai arah rumah tangga anda dan pasangan anda, sehingga baik anda maupun pasangan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai gosip atau perkataan orang lain di belakang anda.   7.      Suami Berperan Sebagai Ibu Rumah Tangga Mungkin suami anda memang senang memasak dan ingin melakukannya. Akan tetapi, apa yang dibicarakan oleh orang lain di belakang andalah yang dapat mengganggu anda dan pasangan, apalagi bila orang lain menyimpulkan bahwa anda tidak dapat berperan sebagai istri sebagaimana mestinya. Hal ini mungkin dapat membuat pasangan anda merasa jengkel. Sediakanlah waktu bagi anda dan pasangan anda untuk membicarakan mengenai apa yang anda dan pasangan anda rasakan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang tidak diinginkan.   8.      Terlalu Banyak Pertemuan Keluarga yang Harus Dihadiri Setelah menikah, anda tidak lagi hanya memiliki keluarga anda, anda pun memiliki sebuah keluarga lainnya, yaitu keluarga pasangan anda. Mungkin baik keluarga anda atau pasangan anda merasa harus didahulukan. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan harus menghadiri berbagai acara, terutama pada saat liburan tertentu, seperti lebaran, natal, tahun baru, dan lain sebagainya. Bila permasalahan ini telah membuat anda dan pasangan anda bertengkar, maka tibalah waktunya bagi anda dan pasangan anda untuk duduk bersama dan membicarakan masalah ini. Acara manakah yang harus dihadiri, apakah yang tidak anda atau pasangan anda sukai saat bertemu dengan keluarga dan lain sebagainya. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan anda lebih mengerti apa yang diinginkan oleh anda dan pasangan anda.   Sumber: redbookmag
 17 May 2015    18:00 WIB
4 Hal yang Paling Sering Dikeluhkan Oleh Pria yang Telah Menikah
Sang Istri Selalu Menuntut Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan oleh para suami adalah istrinya terlalu banyak menuntut. Apa yang sang istri kira dapat membantu sang suami, misalnya mengingatkan si dia untuk melakukan sesuatu, dapat terdengar sebagai suatu kritik oleh sang suami. Para pria seringkali merasa apa pun yang ia lakukan tidak pernah dirasa cukup baik oleh sang istri. Saat seorang pria merasa bahwa dirinya sedang “diserang”, maka insting dasar mereka pun akan langsung bereaksi, yaitu antara melawan, kabur, atau justru diam. Jadi, bila Anda ingin suami Anda membantu Anda melakukan suatu pekerjaan rumah tangga tanpa membuatnya merasa terpaksa, Anda dapat mengatakannya dengan cara lain yang lebih baik dan pastikan Anda menunjukkan rasa terima kasih dan menghargai apa yang telah dilakukan oleh suami Anda.   Sang Istri Terlalu Banyak Berbicara Baik pesan singkat dengan kata-kata positif, negatif, atau netral; para suami sering berpikir bahwa istri mereka terlalu sering mengirimkan pesan singkat atau menelepon atau berbicara. Para pria memiliki kemampuan yang terbatas untuk mendengarkan dan memusatkan perhatian pada suatu subjek tertentu. Hal ini tentu saja dapat mengganggu hubungan di suami dan istri. Masalahnya adalah sang istri merasa bahwa sang suami tidak mendengarkannya, sedangkan sang suami merasa bahwa ia sedang dikuliahi. Secara umum, wanita cenderung dapat berpikir lebih cepat daripada seorang pria, jadi bila sang suami tidak dapat merespon atau menjawab pertanyaan Anda dengan cepat, maka hal ini bukan berarti bahwa ia tidak mau mendengarkan Anda, ia hanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memproses informasi tersebut. Jadi, apa yang harus dilakukan? Tanyakanlah berbagai pertanyaan pada suami Anda pada awal pembicaraan untuk memberikan ia waktu yang cukup untuk berpikir dan berikan suami Anda waktu untuk memproses suatu pertanyaan sebelum Anda melanjutkan pertanyaan berikutnya.   Hubungan Kami Hanya Seputar Anak Kami Segala sesuatu berubah saat si kecil muncul. Banyak wanita memfokuskan perhatiannya pada sang anak setelah mereka memiliki anak, hal ini tentu saja merupakan salah satu insting dari seorang ibu. Walaupun demikian, keadaan ini dapat membuat seorang pria merasa ditinggalkan atau tidak penting bagi istri mereka. Peluk dan ciumlah suami Anda terlebih dahulu saat Anda melihat ia di pagi dan malam hari, sebelum Anda melakukannya pada anak atau hewan peliharaan Anda. Selain itu, luangkanlah waktu khusus untuk berkencan bersama dengan suami Anda setiap minggunya.   Kami Tidak Lagi Berhubungan Seks Sesering Dulu Keintiman fisik merupakan sebuah hal yang penting dalam kehidupan pernikahan, akan tetapi para pria tampaknya lebih menginginkan hal ini daripada wanita. Seorang pasangan yang baik adalah seseorang yang rela mengorbankan sesuatu yang mereka inginkan demi orang lain, walaupun hal tersebut sulit untuk dilakukan. Dengan kata lain, selalu ingat apa yang akan pasangan Anda pikirkan, inginkan, dan butuhkan setiap kali Anda melakukan sesuatu. Tunjukkanlah rasa kasih sayang Anda terhadap pasangan Anda dan jangan terus menghakiminya. Memang tidak ada ketentuan khusus mengenai seberapa sering sepasang suami istri harus berhubungan seks, karena setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, berdiskusilah dengan pasangan Anda dan lakukanlah hubungan seks setidaknya 1 kali setiap minggunya, selama kedua belah pihak menginginkan hal tersebut.   Sumber: womenshealthmag