Your browser does not support JavaScript!
 18 Nov 2015    20:00 WIB
Ini Dia Tanda Berakhirnya Pernikahan Anda!
Pada sebagian besar kasus perceraian, salah satu pihak merasa terkejut saat mereka menerima surat panggilan pengadilan karena pasangannya telah menggugat cerai mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan apa saja tanda-tanda bahaya yang menunjukkan bahwa pernikahan Anda dan pasangan mungkin sedang berada di ujung jurang.Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda peringatan yang menunjukkan bahwa pernikahan Anda sedang berada di ambang pintu perceraian.  1.      Anda dan Si Dia Tidak Lagi Memiliki KesamaanApakah Anda dan pasangan masih tinggal serumah, pergi ke berbagai acara bersama, dan masih melakukan berbagai kegiatan rutin; tetapi hampir tidak pernah mengobrol? Bila ya, maka hal ini merupakan tanda utama bahwa Anda dan pasangan memiliki suatu masalah dalam pernikahan yang telah Anda bina selama ini.Komunikasi dan menceritakan berbagai hal yang Anda alami di sepanjang hari serta memberitahu si dia apa yang Anda pikirkan dan rasakan adalah hal yang sangat penting yang dapat membentuk ikatan dalam hubungan Anda dan pasangan. Oleh karena itu, bila Anda merasa semakin jarang mengobrol dengan pasangan Anda, mulailah dengan membuka percakapan terlebih dahulu dan berbicaralah. 2.      Apapun yang Anda Lakukan Selalu SalahApakah Anda merasa apapun yang Anda lakukan selalu dianggap salah oleh pasangan Anda? Atau apakah si dia terus mengkritik segala sesuatu yang Anda lakukan? Kritik dan kata-kata pedas yang terus-menerus keluar dari mulut pasangan Anda dapat merupakan pertanda adanya masalah besar dalam kehidupan pernikahan Anda.Ajaklah pasangan Anda untuk duduk dan berdiskusi bersama mengenai apa sebenarnya yang membuat ia merasa kesal pada Anda. Mencari tahu masalah yang ada dan apa jalan keluar terbaik untuk menyelesaikannya dapat membantu memperbaiki hubungan Anda dan pasangan. Baca juga: Perceraian dan Akibatnya Pada Anak 3.      Selalu Menjadi Orang Terakhir yang TahuApakah si dia mulai jarang memberitahu Anda apapun mengenai pekerjaannya, masalahnya, atau bahkan kesuksesannya? Apakah Anda baru mengetahui berbagai hal tersebut dari orang lain atau secara tidak sengaja mendengarnya sedang bercerita dengan temannya? Bila ya, maka Anda dan pasangan berarti sedang memiliki masalah besar dalam hal komunikasi! Bila si dia enggan memulai percakapan, Anda pun dapat memulainya. Jangan merasa gengsi! Karena harga diri Anda tidak dapat menyelamatkan pernikahan Anda. 4.      Perubahan Penampilan Pada PasanganSeiring dengan berlalunya waktu, rasa nyaman yang ada di antara Anda dan pasangan memang akan membuat Anda dan pasangan mulai enggan terlihat sempurna di hadapan masing-masing. Akan tetapi, perubahan drastis dalam hal penampilan dan kebersihan diri (menjadi lebih buruk) yang dialami oleh pasangan Anda dapat merupakan pertanda bahwa si dia tidak lagi perduli atau karena ia tidak menghargai Anda dan pernikahannya.Jika pasangan Anda mulai tidak memperhatikan penampilan fisiknya, ajaklah si dia berdiskusi secara baik-baik dan beritahu si dia bahwa Anda akan lebih menghargai dan menghormatinya bila ia memperbaiki penampilannya. 5.      Tidak Saling BerbicaraApakah Anda dan pasangan selalu terlihat sibuk dengan urusan masing-masing saat berada di rumah? Bila ya, maka hal ini dapat merupakan petunjuk adanya masalah di dalam pernikahan Anda dan si dia.Merupakan hal yang umum bagi seseorang untuk mencari pengalih perhatian untuk menghindari berbagai masalah yang ada di dalam kehidupan pernikahannya. Oleh karena itu, segera ajak si dia berdiskusi untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah yang ada di dalam pernikahan Anda dan cari jalan keluarnya. Bila tidak, Anda mungkin akan bertemu dengan pasangan di hadapan hakim nantinya! 6.      Selalu Bertengkar Mengenai Hal yang SamaJika Anda dan pasangan selalu bertengkar mengenai hal yang sama dan tetap tidak menemukan jalan keluar bagi permasalahan tersebut, maka ada 2 kemungkinan yang akan terjadi, yaitu pernikahan Anda akan tetap bertahan atau justru cepat berakhir. Anda mungkin membutuhkan bantuan seorang terapis professional untuk mencari tahu apa sebenarnya masalah yang ada di antara Anda dan pasangan. 7.      Kemesraan Sudah Tidak Ada LagiSalah satu tanda bahaya yang paling mudah dikenali adalah jarangnya kontak fisik di antara Anda dan pasangan. Keintiman adalah suatu hal yang penting untuk menjaga hubungan asmara di antara Anda dan pasangan. Jika pasangan Anda tidak atau jarang sekali menunjukkan ketertarikan fisik terhadap Anda, maka hal ini berarti mereka tidak terlalu memperdulikan hubungan emosional di antara Anda dengannya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: divorcesupport
 02 Nov 2015    20:00 WIB
9 Tanda Si Dia Adalah Sang “Mr. Right”
Orang tua Anda telah meminta Anda untuk segera menikah, tetapi Anda masih bingung apakah si dia memang orang yang tepat bagi Anda? Bila ya, maka cobalah lihat 9 tanda di bawah ini yang menunjukkan apakah pasangan Anda memang merupakan orang yang tepat bagi Anda.   1.      Ia Tidak Marah Saat Anda Memberitahu Jumlah Hutang Anda Saat Anda memberitahu si dia bahwa Anda telah terlibat suatu masalah besar, misalkan Anda ternyata memiliki banyak hutang kartu kredit dan si dia tidak menjauh, diam, atau bahkan marah; maka hal ini menunjukkan bahwa ia merupakan seseorang yang cukup dewasa dan berpikiran terbuka. Kedua hal ini sangatlah penting bila Anda sedang mencari seorang pria untuk dijadikan suami. Seorang pria yang ingin Anda jadikan suami adalah seseorang yang dapat menerima semua masalah yang sedang Anda hadapi dan selalu ada di samping Anda.   2.      Ia Memperbolehkan Anda Pergi Bersama Teman-teman Wanita Anda Hal lainnya yang merupakan pertanda bahwa si dia adalah orang yang tepat bagi Anda adalah Anda tidak pernah merasa bersalah saat Anda berpergian bersama teman-teman Anda karena si dia juga mendukung Anda untuk melakukan hal ini.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   3.      Ia Selalu Mencari Tahu Hal Baru Tentang Anda Anda telah menjalin hubungan asmara cukup lama dengannya, tetapi setiap kali Anda bertemu dengannya, si dia dan Anda tetap memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Si dia tentunya telah mengetahui berbagai hal yang Anda sukai dan tidak Anda sukai, akan tetapi si dia tetap saja berusaha untuk mencari tahu berbagai hal mengenai diri Anda, seperti apa impian Anda dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa si dia masih terus berusaha untuk lebih mengenal dan memahami diri Anda.   4.      Ia Mau Berbaur Dengan Teman-teman Anda Saat si dia dan Anda memutuskan untuk melanjutkan hubungan asmara Anda ke tingkat yang lebih lanjut, maka baik Anda maupun pasangan harus sama-sama belajar untuk berbaur dan berteman dengan sahabat masing-masing.   5.      Ia Dapat Diajak Berbicara Walaupun Sedang Bertengkar Jika Anda berencana untuk menghabiskan sisa hidup Anda bersama dengan si dia, pastikan ia merupakan orang yang tetap dapat diajak berdiskusi, di saat sulit sekalipun. Artinya adalah carilah seseorang yang tidak akan pergi meninggalkan Anda saat Anda dan si dia sedang menghadapi suatu masalah. Hal ini menunjukkan bahwa si dia dapat memegang komitmennya dan telah cukup dewasa, kedua hal ini merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan. Jadi, bila pasangan Anda tetap ada di samping Anda dan berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian, serta tidak kabur atau menyendiri atau malah mematikan telepon genggamnya; maka si dia adalah orang yang tepat untuk diajak menikah.   6.      Ia Mau Diajak Menonton Film “Wanita” Sebuah penelitian menemukan bahwa saat sepasang kekasih atau suami istri menonton suatu film komedi romantis bersama, maka mereka biasanya memiliki hubungan yang kuat. Para peneliti menemukan bahwa pasangan yang menonton film komedi romantis bersama dan membahasnya justru lebih jarang bercerai dibandingkan pasangan lain yang tidak melakukannya.   7.      Ia Sangat Mendukung Kesetiaan Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang pernah berselingkuh memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kembali berselingkuh, yaitu hingga 3.5 kali lipat. Hal ini bukan berarti pasangan yang pernah berselingkuh tidak cukup layak untuk dinikahi, tetapi hal ini berarti bahwa Anda dan pasangan harus membicarakan mengenai masalah kesetiaan ini dengan lebih serius.   8.      Semua Temannya Telah Menikah Jika Anda sering pergi ke berbagai acara pernikahan teman-temannya, maka hal ini dapat berarti bahwa si dia mungkin juga telah memikirkan hal yang sama. Jika semua teman-temannya telah menikah, maka hal ini dapat membantu menghilangkan rasa takut dari dalam dirinya.   9.      Anda Merasa Dialah “Mr. Right” Anda Anda mungkin telah membaca berbagai hal di atas, tetapi hal yang paling menentukan sebenarnya adalah insting Anda sendiri. Berdasarkan pada sebuah penelitian, bila Anda merasa bahwa si dia adalah orangnya, maka hal ini dapat menunjukkan betapa kuat jalinan hubungan asmara antara Anda dengan si dia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 28 Oct 2015    09:00 WIB
Sebelum Nikah, Coba Bicarakan Hal Ini Dengan Pasangan
Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang indah, namun untuk bertahan membutuhkan sebuah perjuangan Setiap pasangan memerlukan kemampuan berkomunikasi untuk dapat terus mempertahankan hubungan. Terlebih lagi untuk Anda yang ingin menjalani hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Agar pernikahan Anda selalu langgeng atau beberapa hal yang harus Anda bicarakan dengan pasangan. Terkadang banyak pasangan yang merasa enggan untuk membicarakan hal yang sifatnya terlalu pribadi. Padahal ini penting untuk langgengnya hubungan pernikahan Anda dengan pasangan. Berikut adalah lima topik yang harus diskusikan dengan pasangan sebelum mengikat janji sehidup semati: 1.      Uang Bagaimana cara Anda berdua dalam mengelola keuangan? Siapa yang akan membayar tagihan?  Siapa yang akan mengelola keuangan? Apakah memiliki tabungan bersama? Apakah memegang uang masing-masing? Bagaimana rencana pengeluaran? Apakah akan hidup sederhana atau lebih royal? Aset apa saja yang dimiliki? Berapa gaji yang di dapat? Apakah ada pekerjaan tambahan? Uang adalah topik besar yang harus dibicarakan antar pasangan. Jangan sampai Anda berdua mengabaikan hal ini dan kemudian menyesal. Karena banyak pasangan yang bercerai karena masalah yang satu ini. 2.      Anak Berapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki? Bagaimana cara merawat mereka? Siapa yang mengurus mereka nantinya? Apakah Anda dan pasangan bergantian dalam menjaga anak? Seperti apa gaya Anda sebagai orang tua nantinya? Pendidikan apa yang akan ditempuh anak? Bagaimana cara menjaga kedisplinan anak? Apa yang akan Anda berdua lakukan bila banyak hal yang diinginkan pada anak namun tidak tercapai? Anak juga merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah memiliki penerus dalam keluarga. Anak adalah anugerah, namun bisa menjadi masalah untuk hubungan pernikahan bila tidak berjalan dengan baik. 3.      Kerja dan Karir Apakah Anda berdua akan bekerja? Jam kerja seperti apa? Apakah tidak apa-apa bila hanya Anda atau pasangan yanng bekerja? Apabila Anda atau pasangan ditawarkan kesempatan berkarir di lokasi yang jauh dari keluarga, apakah Anda akan mengikutinya? Seperti apa tingkat ambisi Anda dalam mencapai puncak karir, sama atau berbeda/ Apakah ada masalah apabila ambisi tersebut berbeda? Apabila sama, apakah akan menyebabkan persaingan di antara Anda berdua dan bagaimana Anda mengatasi hal ini? Kerja dan karir adalah bagian penting dan besar dalam hidup Anda, karena hampir kebanyakan orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, sehingga sangat penting bagi Anda berdua memahami hal ini dan hasilnya nanti untuk kehidupan Anda bersama di masa depan. 4.      Seks dan Keintiman Apakah Anda atau pasangan pernah berhubungan seks sebelumnya? Apakah seks merupakan hal yang sangat penting atau tidak? Apakah Anda atau pasangan memiliki masalah dalam fantasi seksual? Perlukan Anda dan pasangan memamerkan hubungan Anda berdua ke publik? Meski hubungan seks adalah salah satu masalah yang sering tabu untuk dibicarakan. Namun hal ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam berhubungan seks maka Anda dan pasangan dapat menyampaikan perasaan dan menunjukkan cinta kasih yang dimiliki. Sehingga Anda dan pasangan bisa mengatakan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan mengenai hubungan seks. Sehingga antar dan pasangan akan ada kejujuran dan tidak ada rasa keterpaksaan. 5.      Kebiasaan buruk Apakah Anda merokok, peminum alkohol ataukah sering berjudi? Bila iya, apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda dan pasangan? Apakah Anda atau pasangan memiliki gangguan kesehatan mental atau penyakit keturunan? Kebiasaan buruk lain apa yang sering dilakukan? Jangan menganggap remeh mengenai kebiasaan buruk karena terkadang sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan oleh seseorang. Ketika Anda memberikan begitu banyak pertanyaan pada pasangan. Usahakan untuk melakukan di tempat dan suasana yang memadai. Karena dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dan kemampuan untuk menerima kenyataan dari setiap jawaban yang ada, meski hal ini pahit. Semua pembicaraan yang Anda lakukan ini bukan untuk memicu pertengkaran namun untuk mendapatkan jawaban dan solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Baca juga: Ingin Menikah? Baca dulu Hal-hal berikut! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 28 Sep 2015    20:00 WIB
Ingin Menikah? Cari Tahu Hal Ini Dulu!
Bingung apakah pasangan Anda saat ini memang merupakan pasangan yang terbaik bagi diri Anda? Bila ya, maka 7 hal di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan jawaban dari pertanyaan yang terus bergulir di dalam hati dan pikiran Anda tersebut. Baca juga: 5 Alasan Mengapa Pria Senang Memiliki Pacar  1.      Di Mana Ia Ingin Tinggal?Saat Anda akan menikah dengan seseorang, pastikanlah terlebih dahulu bahwa Anda dan si dia memiliki keinginan yang sama atau setidaknya dapat berkompromi mengenai di mana Anda dan si dia akan tinggal nantinya. Hal ini sangat penting untuk membantu menghindari terjadinya pertengkaran di antara Anda dan pasangan nantinya. 2.      Apakah Ia Taat Beribadah?Satu hal lainnya yang sangat penting saat Anda dan si dia berencana untuk menikah adalah apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai kehidupan agama dan kepercayaan apa yang ingin ia tanamkan pada anak-anaknya kelak. Hal ini bukan berarti Anda dan pasangan harus memiliki keyakinan yang sama (walaupun lebih baik demikian), akan tetapi ada beberapa hal yang mungkin harus didiskusikan terlebih dahulu bersama pasangan Anda sebelum Anda memasuki kehidupan rumah tangga bersamanya. 3.      Apakah Ia Berkeinginan Untuk Menjadi Seorang Ayah?Sebelum Anda dan pasangan menikah, pastikan Anda dan si dia memiliki harapan yang sama mengenai keturunan, apakah si dia atau Anda menginginkan kehadiran seorang anak atau tidak. Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu bagaimana ia ingin mendidik anak-anaknya nanti, di mana ia ingin menyekolahkannya dan bahkan makanan apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anaknya kelak.Hal ini dikarenakan memiliki anak merupakan suatu hal yang sangat tidak terduga, tidak perduli seberapa baik Anda telah merencanakan masa depan Anda tersebut. Oleh karena itu, memiliki pandangan dan cara didik yang sama dapat sangat membantu Anda dan pasangan dalam membesarkan anak-anak Anda nantinya. 4.      Bagaimana Caranya Mengatur Keuangannya?Sebelum Anda menikah dengan seseorang, pastikan Anda mengetahui terlebih dahulu bagaimana keadaan keuangannya, apakah ia memiliki hutang atau apakah ia dapat menyesuaikan pengeluarannya dengan pendapatannya. Hal ini bukan berarti Anda matre, akan tetapi Anda perlu mengetahui apakah Anda dan si dia memiliki pandangan yang sama mengenai uang dan keuangan, karena uang merupakan suatu hal yang seringkali memicu terjadinya pertengkaran dan bahkan perpisahan di antara pasangan suami istri. 5.      Bagaimana Ia Memperlakukan Ibunya?Ingin tahu bagaimana masa kecilnya? Lihatlah bagaimana ia memperlakukan ibu atau ayahnya. Bila si dia memiliki hubungan yang baik dengan orang tuanya dan memperlakukan mereka dengan hormat, maka hal ini berarti orang tuanya telah memberikannya cukup perhatian dan kasih sayang.Akan tetapi, perlu diingat bahwa bila hubungan si dia dengan orang tuanya tidak baik bukan berarti hal ini merupakan pertanda bahwa si dia bukanlah orang yang baik. Hal ini mungkin dikarenakan orang tuanya yang tidak memperlakukan ia sebagaimana mestinya. 6.      Bagaimana Sikapnya Terhadap Pelayan Restoran atau Toko?Ingin tahu bagaimana kepribadian si dia yang sebenarnya? Perhatikanlah bagaimana ia memperlakukan pelayan restoran atau supir taksi atau orang lain yang melayaninya. Hal ini sangat penting terutama saat si dia sedang menghadapi hari yang buruk. Orang yang dapat tetap memperlakukan orang lain dengan baik walaupun ia sedang stress merupakan seseorang yang mampu menghadapi stress dan berbagai hal tak terduga dalam kehidupan, yang merupakan aset yang sangat penting saat Anda dan si dia menjalani kehidupan rumah tangga nantinya. 7.      Seberapa Sering (Banyak) Ia Ingin Berhubungan Seks?Selain rasa cinta dan kasih sayang, seks merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan pernikahan. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda dan pasangan telah saling mengetahui apa harapan masing-masing akan kehidupan seksual setelah kalian menikah nantinya.Anda sebaiknya mencari tahu seberapa sering ia ingin berhubungan seks dan seberapa pandai Anda dan si dia dalam berhubungan seks (bila memungkinkan). Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 23 Sep 2015    20:00 WIB
6 Mitos Salah Mengenai Pernikahan
Apakah Anda sudah menikah? Bila belum maka Anda mungkin sudah sering mendengar berbagai mitos mengenai apa itu sebenarnya pernikahan yang bahagia dan apa jadinya hubungan sepasang kekasih setelah mereka menikah dan menjadi suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa mitos yang salah mengenai pernikahan dan apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pernikahan.  1.      50% Pernikahan Berakhir Dengan PerceraianAnggapan salah ini dimulai pada tahun 1970an saat pengadilan memutuskan perceraian diperbolehkan dan banyak orang mulai melakukannya. Pada pertengahan tahun 80an, angka perceraian bahkan mencapai puncaknya hingga 66%. Akan tetapi, angka ini telah menurun sekarang. Menurut sebuah data dari lembaga sensus di Amerika pada tahun 2009, hanya sekitar 30.8% pernikahan berakhir dengan perceraian. Dan pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, hanya sekitar 3.6 orang yang bercerai di antara 1.000 orang yang telah menikah. Baca juga: Kunci Bahagia Dalam Kehidupan Pernikahan 2.      Pasangan yang Bahagia Tidak Pernah BertengkarTahukah Anda bahwa jarang bertengkar justru merupakan pertanda bahwa Anda dan pasangan tidak pernah menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian? Menurut seorang ahli yang telah meneliti sekitar 350 orang pasangan selama 28 tahun, kebahagiaan selalu diiringi dengan pertengkaran. Menurutnya, apa yang membedakan pernikahan yang bahagia dan tidak adalah kemampuan kedua belah pihak untuk belajar menghadapi konflik dan perbedaan pendapat dengan cara yang sehat dan produktif.Selain itu, sebuah penelitian dari the University of Tennessee menunjukkan bahwa pasangan yang mengakui bahwa mereka pun pernah bertengkar justru merasa lebih bahagia mengenai hubungan mereka dalam jangka panjang. 3.      Pasangan yang Memiliki Anak Lebih Bahagia Daripada yang Tidak Memiliki AnakSebuah penelitian dari United Kingdom’s Open University menemukan bahwa pasangan suami istri yang tidak memiliki anak, rata-rata, justru merasa lebih bahagia dalam kehidupan asmara mereka dibandingkan dengan pasangan yang telah memiliki anak.Penurunan rasa bahagia ini bukan berarti bahwa rasa sayang yang dirasakan oleh pasangan suami istri yang telah memiliki anak tersebut juga berkurang. Akan tetapi, hal ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak tanggung jawab dan peran yang harus mereka jalani (misalnya menjadi pasangan, orang tua, karyawan, pelajar, dan lain sebagainya) membuat mereka memiliki waktu dan energi yang lebih sedikit untuk pasangannya. 4.      Kehidupan Seks Orang yang Telah Menikah BurukSebuah penelitian yang dilakukan oleh the Center for Sexual Health Promotion di Indiana University menunjukkan bahwa seorang wanita yang telah menikah justru melakukan hubungan seks lebih sering dibandingkan dengan wanita yang telah memiliki pasangan tetapi belum menikah.Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan oleh Penn State juga menunjukkan bahwa rasa cinta dan komitmen yang ada di dalam kehidupan pernikahan cenderung membuat hubungan seks terasa lebih memuaskan bagi seorang wanita. 5.      Jika Telah Tinggal Bersama Sebelum Menikah, Maka Resiko Perceraian Pun Lebih TinggiMenurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para peneliti menemukan bahwa status pernikahan (sudah menikah atau belum) sepasang kekasih saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama tidak terlalu mempengaruhi kebahagiaan mereka dalam kehidupan pernikahan.Pada penelitian yang dilakukan pada lebih dari 7.000 orang pasangan, para peneliti dari the University of North Carolina di Greensboro justru menemukan bahwa berapa usia pasangan tersebut saat mulai tinggal bersamalah yang lebih menentukan.Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bila pasangan baru berusia 18 tahun saat memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun mencapai angka 60%. Sementara itu, bila sepasang kekasih telah berusia 23 tahun saat mereka memutuskan untuk tinggal bersama atau menikah, maka resiko perceraian mereka pun hanya sekitar 30%. 6.      Jika Anda Sungguh-sungguh Mencintai Pasangan Anda, Maka Gairah Tidak Akan Pernah PudarGairah sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya hal baru dan misteri. Hal inilah yang seringkali membuat gairah di antara sepasang suami istri mulai memudar saat pernikahan telah berusia 12-16 bulan. Walaupun gairah memang akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu, akan tetapi gairah ini biasanya akan digantikan oleh jenis rasa cinta lainnya yang membuat kehidupan pernikahan sepasang suami istri menjadi langgeng dan penuh kebahagiaan. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang . Sumber: womenshealthmag
 22 Sep 2015    16:00 WIB
Ingin Anak Lebih Cerdas? Coba Tips Berikut Ini!
Ingin anak Anda menjadi lebih pintar dan cerdas? Mulailah dengan mengajaknya berbicara. Tahukah Anda bahwa berbicara dengan anak Anda setiap saat tentang apapun dapat membantu kemampuannya dalam berbahasa?   Bicara Buat Anak Jadi Lebih Pintar Menurut sebuah penelitian, anak-anak yang dibesarkan di sebuah keluarga yang senang mengobrol dan berbicara satu sama lain memiliki nilai IQ yang lebih tinggi, bahkan hingga 38 poin lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak lain yang jarang diajak berbicara atau berbicara di rumah.   Latih Daya Ingatnya Ingin tahu seberapa baik ingatan anak Anda? Caranya adalah mintalah anak Anda untuk menceritakan kembali cerita yang baru saja ia dengar dari Anda menurut versinya. Hal ini dapat membantu membentuk daya ingat verbal dan visualnya.   Biarkan Ia Mencari Jalan Keluar Saat telah mencapai usia dewasa, setiap orang pasti harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini dapat Anda latih sejak masa kanak-kanak dengan membiarkannya mencari sendiri cara untuk mengambil suatu barang yang jatuh atau membiarkannya memilih sesuatu hal. Anak-anak yang dibiarkan untuk berpikir dan memilih biasanya akan memiliki kemampuan berpikir yang lebih baik.   Dukungan Orang Sekitar Selain itu, bagaimana perlakuan orang-orang di sekitar sang anak pun turut mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak tersebut lho! Salah satu contohnya adalah cara seorang guru menilai muridnya ternyata juga turut mempengaruhi perkembangan kecerdasan sang anak lho. Misalnya, sang murid sebenarnya mampu memperoleh nilai bagus atau cukup. Sang guru hanya memberikan nilai cukup karena ia merasa bahwa muridnya tidak memiliki potensi yang cukup. Hal ini pun dapat menghambat masa depan dan potensi tersembunyi yang mungkin ada di dalam diri muridnya tersebut.   Baca Juga: 6 Kebiasaan yang Dapat Menurunkan Kecerdasan   Stress Buat Anak Kurang Cerdas Tahukah Anda bahwa stress dapat mengubah kemampuan kognitif seorang anak? Berdasarkan pada sebuah percobaan yang dilakukan pada hewan percobaan, para peneliti menemukan bahwa hewan yang mengalami stress akan meninggalkan suatu “bekas” di otak. Sayangnya, para peneliti masih belum dapat memastikan apakah “bekas” ini dapat mempengaruhi gen yang berfungsi mengatur kecerdasan atau berdampak langsung pda kemampuan perkembangan kecerdasan seorang anak. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Akan tetapi, satu hal yang pasti adalah kurangnya dukungan dan stress atau tekanan pada anak dapat berdampak buruk tidak hanya bagi keadaan mental sang anak tetapi juga pada perkembangan anak itu sendiri, termasuk pada kecerdasannya. Oleh karena itu, dukunglah anak Anda mencoba berbagai hal positif yang ia inginkan agar ia pun dapat menggali semua potensi yang ada di dalam dirinya dan menjadi yang terbaik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: tipsonlifeandlove
 15 Sep 2015    16:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 10 Sep 2015    09:00 WIB
Hal Umum ini Dapat Menghancurkan Pernikahan!
Siapa saja yang telah menikah pasti tahu bahwa kehidupan pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dijalani, apalagi bagi mereka yang telah lama menikah. Berbagai rintangan dan masalah yang terjadi di dalam kehidupan pernikahan, dapat membuat pasangan menjadi lebih dekat atau justru menjadi semakin jauh. Di bawah ini, Anda dapat melihat 6 hal yang dapat menghancurkan atau justru menyatukan sepasang suami istri.   1.      Memiliki Anak Sangat mudah bagi sepasang suami istri untuk melupakan bagaimana bahagianya mereka saat baru menikah bila mereka setiap hari harus terbangun sekitar pukul 3 pagi untuk memberikan susu pada anak mereka yang baru lahir. Anda dan pasangan bahkan mungkin sudah tidak pernah atau jarang berhubungan seks selama beberapa bulan pertama.   Bila demikian, sangatlah penting bagi Anda dan pasangan untuk membicarakan berbagai perubahan yang sedang terjadi di dalam kehidupan pernikahan Anda sekarang ini. Kehadiran anggota baru yang tentu saja membawa kebahagiaan tetapi sekaligus membuat Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi akibat kurang tidur dan mungkin juga kekurangan seks.   Bekerja samalah dengan pasangan Anda saat mengurus anak Anda yang baru saja lahir. Pilihlah tugas yang dapat Anda lakukan dan lakukanlah apa yang nyaman bagi Anda dan pasangan.   2.      Infertilitas (Mandul) Memiliki anak memang sesuatu hal yang tidak mudah, akan tetapi tidak juga memiliki momongan setelah lama menikah juga bukanlah hal yang mudah, baik bagi Anda maupun pasangan, apalagi bila kedua keluarga besar terus menanyakan hal ini. Daripada saling menyalahkan satu sama lain, akan lebih baik bila Anda mencari berbagai metode yang dapat dilakukan untuk membuat istri segera hamil. Mengadopsi seorang anak juga dapat menjadi salah satu pilihan.   3.      Perselingkuhan Perselingkuhan tentu saja merupakan tantangan terberat yang harus dilalui oleh sepasang suami istri. Siapapun pihak yang dikhianati, baik istri maupun suami, pasti tidak akan dapat dengan mudah memaafkan pihak lainnya.   Jika Anda dan pasangan memang sungguh-sungguh berniat untuk mempertahankan pernikahan Anda, ada baiknya bila Anda dan pasangan saling berdiskusi secara terbuka. Ungkapkanlah semua rasa sakit hati dan apa yang Anda rasakan pada pasangan. Dengan demikian, Anda dan pasangan pun dapat mengerti apa yang dirasakan oleh pihak lainnya dan belajar dari kesalahan tersebut.   Satu hal lainnya yang juga penting adalah jangan bertindak berdasarkan amarah Anda. Jika Anda merupakan pihak yang berselingkuh, maka berikanlah waktu pada pasangan Anda untuk menata hatinya kembali. Sementara itu, bila Anda merupakan pasangan yang dikhianati, maka cobalah untuk mencari tahu apa yang sebenarnya Anda inginkan, apakah Anda memang tetap ingin bersama pasangan Anda saat ini atau tidak. Pikirkanlah segala sesuatu dengan kepala dingin sehingga Anda pun tidak salah mengambil keputusan dan menyesalinya kemudian.   Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Seseorang Berselingkuh?   4.      Penyakit Berat Saat Anda menderita suatu penyakit berat, maka Anda pun dapat melihat sisi lain dari pasangan Anda, bagaimana dukungannya terhadap Anda, yang mungkin tidak pernah Anda sadari sebelumnya saat Anda masih sehat.   5.      Menjaga Orang Sakit Merawat orang tua yang sedang sakit bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini dapat menguras waktu, tenaga, dan uang yang dapat membuat Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi. Seperti halnya merawat anggota baru keluarga Anda, jadilah tim yang kompak dengan pasangan dan laluilah hal ini bersama.   6.      Kehilangan Pekerjaan atau Kesulitan Keuangan Anda mungkin akan merasa sangat tergoda untuk menyalahkan pasangan Anda bila ia kehilangan pekerjaannya atau baru saja melakukan investasi buruk sehingga membuat keluarga kecil Anda berada dalam kesulitan keuangan. Akan tetapi, yang paling penting saat ini bukanlah saling menyalahkan satu sama lain. Daripada membuang-buang tenaga dan waktu Anda untuk menyalahkan orang lain, akan lebih baik bila Anda dan pasangan bekerja sama untuk membangun kembali keadaan keuangan keluarga yang sedang menurun.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 03 Sep 2015    18:00 WIB
Ciuman Menurut Pria Versus Ciuman Menurut Wanita. Hayo, Apa Bedanya?
Hampir sebagian besar orang, baik pria maupun wanita, tentunya sudah mengetahui bahwa ciuman merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa sayang Anda pada pasangan sekaligus berfungsi sebagai lem yang dapat mempererat hubungan Anda dan pasangan.   Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata seorang pria dan wanita memiliki pandangan yang berbeda mengenai ciuman? Berdasarkan pada sebuah penelitian yang dilakukan di Albright College, Pennsylvania, para peneliti menemukan bahwa pria dan wanita ternyata memiliki persepsi yang berbeda mengenai setiap ciuman yang pernah dilakukannya.   Bagi seorang wanita, ciuman biasanya merupakan suatu cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang dan ikatan emosional yang dimilikinya dengan pasangannya. Akan tetapi, bagi seorang pria, selain sebagai cara untuk menunjukkan rasa sayangnya, ciuman juga merupakan jembatan untuk menuju hubungan seks.   Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa walaupun pria dan wanita memiliki persepsi yang berbeda mengenai ciuman, akan tetapi baik pria maupun wanita sama-sama menganggap bahwa ciuman merupakan suatu hal yang sangat penting dan merupakan suatu cara untuk membangun keintiman dengan pasangannya.   Baca Juga: Kapan Saat yang Tepat Untuk Mencium Pasangan Anda?   Hal lainnya yang juga ditemukan oleh para peneliti melalui tersebut adalah baik pria maupun wanita dapat kehilangan rasa ketertarikan dengan pasangannya bila mereka memiliki pengalaman yang buruk dengan pasangannya tersebut saat berciuman. Sejumlah wanita bahkan dapat memutuskan pasangannya karena si dia tidak dapat mencium mereka sesuai dengan yang mereka harapkan.   Jadi, apapun arti ciuman bagi Anda, apakah untuk menunjukkan rasa kasih sayang atau karena Anda sedang bergairah, ciuman tetap merupakan suatu hal yang penting untuk menjaga keintiman dan kemesraan di antara Anda dan pasangan.
 30 Aug 2015    16:00 WIB
4 Rahasia Memperoleh Pernikahan yang Menakjubkan
Bukanlah usaha keras anda yang dapat mengubah kehidupan pernikahan anda, tetapi perubahan dalam perilaku dan cara anda bersikap terhadap pasangan andalah yang justru dapat mengubah kehidupan pernikahan anda dari biasa menjadi luar biasa.   1.      Mengerti Keinginan Anda dan Pasangan Penyebab utama perceraian bukanlah pertengkaran antar pasangan, masalah komunikasi, atau ketidakmampuan memuaskan hasrat seksual pasangan anda, tetapi rasa frustasi yang terjadi akibat perbedaan antara harapan anda dengan sikap pasangan anda. Hal ini dapat sangat merusak suatu kehidupan pernikahan. Untuk mengatasi rasa frustasi ini, anda dan pasangan anda sebaiknya saling memberitahukan mengenai apa yang anda atau pasangan anda inginkan dari pasangan masing-masing. Dengan demikian, anda dan pasangan anda dapat mengetahui dan mengerti apa yang diinginkan oleh pasangannya. Ingatlah untuk selalu menanyakan hal ini setidaknya setahun sekali pada pasangan anda, karena perubahan gaya hidup, permasalahan yang terjadi, atau tekanan dalam kehidupan anda dan pasangan anda dapat menimbulkan suatu harapan baru.   2.      Tunjukkanlah Rasa Cinta Anda Seorang suami yang memiliki istri yang menunjukkan rasa cintanya pada suaminya, baik melalui kata-kata atau bahasa tubuh yang membuatnya merasa dihargai, dihormati, dan dicintai lebih sering mengatakan bahwa pernikahan mereka adalah pernikahan yang bahagia. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan pria mungkin membutuhkan lebih banyak perhatian dan lebih butuh diyakinkan oleh pasangannya bahwa ia mencintainya. Pujian dan perhatian yang anda berikan pada suami anda dapat membuatnya bahagia dan bahkan membalas rasa cinta anda dengan lebih mencintai anda.   3.      Sediakan Waktu Untuk Berkomunikasi Berkencan tetap diperlukan bahkan setelah anda menikah selama bertahun-tahun dengan suami anda. Menikmati sabtu malam dengan suami anda dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan dan kemesraan hubungan anda dan pasangan anda. Akan tetapi, bila anda atau pasangan anda tidak memiliki waktu yang cukup untuk berkencan, maka 10 menit berbincang-bincang dengan pasangan anda mengenai berbagai hal yang anda alami dapat membantu. Hindarilah perbincangan tentang anak-anak, tanggung jawab, atau pekerjaan rumah tangga. Tidak perlu melakukan perbincangan berat untuk lebih mengenal diri pasangan anda. Membicarakan mengenai imajinasi anda seperti bila anda atau pasangan anda dapat memilih kekuatan super yang apa yang inginkan, maka apakah yang akan anda atau pasangan anda pilih dapat membuat anda lebih mengerti pasangan anda dan kembali menguatkan hubungan anda dan pasangan anda. Ingatlah bahwa hal atau kegiatan apapun yang membuat anda dapat mengetahui 1 hal baru tentang pasangan anda dapat membuat hubungan anda dan pasangan anda lebih dekat dan mesra.   4.      Fokuslah Pada Hal-hal Positif Cara terbaik untuk memperoleh kehidupan pernikahan yang menakjubkan bukanlah memperbaiki apa yang salah, tetapi menambahkan dan mengingat berbagai hal positif dalam kehidupan pernikahan anda. Hal positif ini dapat memperbaiki mood dan memotivasi anda dan pasangan untuk meneruskan pernikahan. Akan tetapi, bukan berarti anda tidak dapat membicarakan mengenai berbagai hal buruk atau negatif lainnya dalam kehidupan pernikahan anda. Seimbangkanlah hal positif dengan hal negatif dan tetap hormati dan cintai pasangan anda, dengan demikian hal ini dapat mengubah pernikahan anda dari biasa saja menjadi sebuah pernikahan yang luar biasa.   Sumber: redbookmag