Your browser does not support JavaScript!
 24 Nov 2016    11:00 WIB
6 Hal yang Harus Diketahui Setiap Pria Sebelum Menikah!
Pada zaman modern sekarang ini, banyak orang, baik pria maupun wanita, memutuskan untuk menunda pernikahannya karena merasa belum siap atau belum menemukan pasangan yang sesuai dengan harapan. Akan tetapi, bagi Anda para pria lajang yang akan segera menikah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menikah untuk memudahkan Anda beradaptasi dengan kehidupan pernikahan Anda nantinya. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 hal yang perlu diketahui para pria yang akan segera melepas masa lajangnya.   Hidup Bersama Anda Lebih Sulit dari yang Anda Kira Saat Anda masih lajang, Anda biasanya tidak akan menyadari betapa sulitnya harus hidup bersama Anda, mengapa demikian? Hal ini dikarenakan teman dekat atau pacar Anda merupakan seseorang yang dapat dengan mudah Anda tinggalkan saat mulai menimbulkan masalah. Akan tetapi, saat Anda akhirnya memutuskan untuk menikah, maka istri Anda akan memberitahu dengan terus terang bahwa Anda sangat berantakan, bahwa lelucon Anda tidak lucu, atau bahwa Anda sering melanggar janji. Pada tahap ini, Anda harus memilih antara terus hidup dalam penyangkalan atau berusaha untuk berubah. Apapun pilihan Anda, istri Anda hanya berusaha untuk memberitahu yang sebenarnya pada Anda karena ia mencintai Anda. Dengan demikian, Anda pun akhirnya akan mendapatkan obat pahit yang mungkin memang Anda perlukan sedari dulu.   Tidak Peduli Seberapa Baik Istri Anda, Ia Juga Memiliki Masalah Ada suatu kebohongan besar di dalam masyarakat yang seringkali juga dipercayai oleh para pria yaitu bila Anda berhasil menemukan wanita cantik dan mudah dihadapi, maka Anda akan menikah dengan seseorang yang tidak memiliki masalah besar. Akan tetapi, pada kenyataan anggapan ini salah besar. Perasaan insecure dan emosi yang dialami istri Anda akan sama besarnya seperti Anda, tetapi ia mungkin akan menyelesaikan permasalahan yang dimilikinya dengan cara yang berbeda dengan Anda. Tergantung pada seberapa besar perbedaan kepribadian istri Anda dengan Anda, maka caranya menyelesaikan masalah mungkin akan membuat Anda merasa bingung. Akan tetapi, anggaplah hal ini sebagai sarana untuk terus mendapatkan ilmu baru.   Peran Istri Tidak Sama Dengan Peran Ibu Anda Bagaimanapun hubungan Anda dengan ibu Anda, jangan pernah mengharapkan hal yang sama akan terjadi di antara Anda dengan istri Anda. Jika Anda telah memilih seorang istri yang baik, biarkan ia menjadi istri yang baik dengan caranya sendiri. Ia mungkin tidak memiliki semua kelebihan (atau kekurangan) yang dimiliki oleh ibu Anda, akan tetapi ingatlah bahwa ia memang bukan ibu Anda, ia adalah istri Anda.   Baca juga: Mengapa Pria Sebaiknya Jangan Terlambat Menikah?   Pastikan Hanya Istrilah Pemuas Nafsu Anda Anda mungkin tidak akan pernah benar-benar berselingkuh dari istri Anda, akan tetapi melihat wanita cantik dan merasa bergairah karenanya kemudian melakukan masturbasi juga bukan hal yang baik untuk dilakukan. Temukanlah kepuasan pada istri Anda melalui hubungan intim yang sesungguhnya.   Anak-anak Bukanlah Penghancur Pernikahan, Mereka Justru Adalah Sebuah Berkat Memiliki anak tidak harus berarti hubungan Anda dengan istri menjadi dingin karena kesibukan masing-masing. Tetaplah pergi berkencan dengan istri Anda walaupun Anda telah memiliki anak.   Berdoalah Bersama Istri Bisa Perkuat Hubungan Anda Dengannya Selain keintiman fisik, keintiman rohani dengan istri juga dapat membantu membuat hubungan Anda dan istri menjadi semakin erat. Oleh karena itu, berdoa bersama istri dapat membuat hubungan Anda dan istri semakin kuat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: foxnews
 11 Nov 2016    11:00 WIB
15 Tanda Pacar Anda Merupakan Calon Istri yang Tepat!
Bingung mengenai apakah Anda sudah benar memilih pasangan hidup Anda sebelum melanjutkan hubungan asmara Anda dengan pasangan ke langkah selanjutnya? Bila ya, maka 15 tanda di bawah ini mungkin dapat membantu Anda menemukan jawaban yang Anda cari. 1.      Ia Suka "Menyombongkan" AndaIa suka sekali menyombongkan Anda di hadapan teman-temannya, rekan kerjanya, bahkan semua orang karena ia merasa bangga pada Anda dan merasa bahwa Anda merupakan orang terkeren yang pernah ia temui. Teman-temannya bahkan akan mengetahui berbagai hal mengenai diri Anda sebelum bertemu dengan Anda. Intinya, Anda seperti artis pujaannya, yang ia kencani. 2.      Dapat Berlibur Bersama dan Jarang BertengkarJika Anda dapat "bertahan hidup" di sebuah tempat liburan menyebalkan tanpa terus bertengkar, maka Anda dan si dia memiliki sesuatu yang istimewa.  3.      Anda Memergokinya Sering Memandangi AndaHal ini berarti bahwa si dia benar-benar merasa bahwa Anda merupakan manusia paling seksi dan dengan senang hati akan memberitahu Anda. 4.      Memiliki Pandangan Hidup yang SamaBaik Anda maupun pasangan sama-sama mengingini jenis hubungan yang sama, Anda dan pasangan sama-sama memiliki pandangan yang sama mengenai anak, dan tujuan hidup Anda dan pasangan pun sama. 5.      Perhatian Pada Teman-teman AndaSi dia tahu semua nama teman-teman Anda dan benar-benar peduli terhadap mereka, bahkan ingin mereka merasa bahagia juga. 6.      Anda Tidak Pernah Ingin Mengeluh Mengenai Pasangan AndaSering mendengar teman-teman Anda mengeluh mengenai pacarnya masing-masing tetapi Anda tidak merasa tergoda untuk melakukannya juga dan malah ingin memuji pasangan Anda? Bila ya, maka jangan ungkapkan hal ini di hadapan teman-teman Anda saat itu juga. 7.      Ia Merupakan Pendukung Terbesar AndaIa percaya bahwa Anda dapat melakukan semua hal bahkan di saat Anda sendiri tidak yakin Anda mampu karena ia sangat mempercayai Anda, bahkan di saat Anda sedang merasa terpuruk, karena ia percaya bahwa Anda adalah sebuah keajaiban. 8.      Merasa Nyaman Merencanakan Masa Depan BersamanyaAnda dapat memesan tiket konser atau merencanakan liburan beberapa bulan sebelumnya tanpa merasa khawatir si dia akan memutuskan Anda atau apakah Anda akan memutuskannya sebelum waktu tersebut karena Anda benar-benar mempercayai pasangan Anda dan ia telah menjadi bagian dari masa depan Anda. Baca juga: Ingin Mendapatkan Maaf Dari Pacar Anda? Coba Cara Ini… 9.      Mau Saling BerkorbanBaik Anda maupun pasangan sama-sama mau berkorban untuk satu sama lain. Si dia bahkan tidak akan pernah mengungkit hal tersebut karena ia merasa senang saat Anda merasa bahagia dan Anda pun merasakan hal yang sama. 10.  Ia Tidak Mencoba Mengubah AndaIa mengetahui semua keburukan dan keanehan yang Anda lakukan saat Anda tidur, bangun, lelah, dan bahkan saat Anda marah; tetapi ia tetap dapat menerimanya walaupun Anda sendiri tidak yakin ada orang lain yang dapat melakukannya. 11.  Teman-teman Anda Benar-benar Ikut Bahagia Untuk AndaSetelah menemani Anda pada semua masa putus cinta Anda, teman-teman Anda mungkin akan merasa sangat lega karena Anda akhirnya bersama dengan seseorang yang benar-benar cocok bagi Anda.  12.  Anda Dapat Mengatakan Apapun PadanyaTidak peduli Anda sedang merasa cemas, khawatir, gugup, atau takut; Anda dapat memberitahu semua hal pada si dia dan ia tidak akan menghakimi Anda.  13.  Ia Merupakan Orang Pertama yang Ingin Anda Beritahu Mengenai Sesuatu HalSebelum bersama dengan si dia, mungkin Anda hanya akan memberitahu teman baik Anda, akan tetapi sekarang ini Anda lebih ingin memberitahu si dia daripada teman Anda mengenai berbagai hal yang baru saja Anda alami. 14.  Ia Menerima Kekurangan AndaIa tahu semua kekurangan Anda, misalnya malas mandi dan senang makan kue. Tidak hanya dapat menerima semuanya, tetapi kadangkala ia juga membelikan kue kesukaan Anda tersebut. 15.  Anda Ingin MelindunginyaWalaupun si dia benar-benar tidak membutuhkan perlindungan Anda, tetapi Anda selalu merasa ingin melindunginya. Hal ini dikarenakan Anda benar-benar mencintainya. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: apexlista
 10 Nov 2016    18:00 WIB
Ini Dia Cara Bertengkar yang ADIL Setelah Menikah
Semua pasangan yang sudah menikah pasti pernah bertengkar. Hal ini merupakan hal yang normal. Akan tetapi, bagaimana cara Anda dan pasangan bertengkarlah yang sangat menentukan bisa tidaknya kehidupan rumah tangga Anda bertahan hingga maut memisahkan. Bertengkar dengan adil sambil masih saling menghormati satu sama lain merupakan kemampuan penting yang harus dipelajari oleh setiap pasangan yang telah menikah. Jika dilakukan dengan cara yang benar, pertengkaran yang sehat dan adil justru dapat membuat ikatan pernikahan Anda dan pasangan menjadi lebih kuat.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   Cara bertengkar yang adil setelah Anda dan pasangan menikah adalah: Jangan terus menahan rasa kesal Anda hingga Anda "meledak" dan bertengkar hebat dengan pasangan. Hal ini bukanlah pertengkaran yang adil dalam pernikahan Jika Anda sedang marah pada pasangan Anda karena sesuatu hal dan tidak pernah memberitahu atau membahasnya dengan pasangan Anda dalam waktu 48 jam, maka lupakanlah. Jika tidak, pertengkaran yang terjadi bukanlah pertengkaran yang adil Jika pasangan Anda tidak ingin langsung membahas permasalahan yang timbul, buatlah perjanjian dengannya dalam waktu 24 jam berikutnya untuk bertengkar dengan adil. Masih merasa kesal saat tidur boleh-boleh saja karena Anda tetap butuh tidur. Pastikan saja masalah yang ada diselesaikan besok Tidur dalam keadaan marah dapat memberikan kedua belah pihak cukup waktu untuk berpikir jernih, tidur, dan melanjutkan pertengkaran di keesokan hari. Selain itu, ada beberapa hal lain yang perlu Anda dan pasangan ketahui mengenai cara bertengkar yang adil seperti: Bertengkar dengan adil berarti Anda dan pasangan tahu apa permasalahannya dan kedua belah pihak hanya membahas masalah tersebut (tidak melebar ke hal lain) Jadikan pertengkaran Anda hanya di antara Anda dan pasangan. Jangan bawa pihak ketiga ikut masuk, baik itu ibu Anda, ibu mertua Anda, teman baik Anda, atau pun anak Anda Bertengkar dengan adil berarti kedua belah pihak tidak membahas masa lalu Bertengkar dengan adil berarti kedua belah pihak tidak saling menggunakan kata-kata kasar dan mengatai Benar-benar saling mendengarkan satu sama lain selama Anda bertengkar, termasuk memperhatikan bahasa tubuh dan jangan alihkan pandangan mata Anda dari pasangan saat berbicara Jangan menginterupsi pasangan Anda saat ia sedang berbicara Jangan saling menuduh dan saling menyalahkan Cobalah menggunakan kata "Aku" daripada kata "Kamu" Jika Anda dan pasangan sama-sama tidak marah besar, cobalah untuk berpegangan tangan sambil berbicara Jangan malu untuk meminta maaf dan jangan ragu untuk memaafkan Walaupun mungkin terasa sulit dan berat bagi Anda untuk memaafkan pasangan Anda, akan tetapi tidak memaafkan akan berpengaruh lebih buruk pada kesehatan emosional dan fisik Anda dan pernikahan Anda. Selain itu, ingatlah pertengkaran yang terjadi bukan bertujuan untuk menjadikan Anda sebagai pemenang tetapi untuk mempertahankan pernikahan Anda. Jadi, jangan keraskan hati Anda dan belajarlah untuk berkompromi. Saat bertengkar dengan pasangan, jangan pernah gunakan kata "tidak pernah" dan "selalu" saat mengungkapkan suatu pernyataan. Jangan berteriak, membentak, atau mengancam pasangan Anda. Hal penting lainnya yang Anda dan pasangan butuhkan untuk dapat bertengkar dengan adil adalah keinginan untuk menempatkan kelanggengan kehidupan pernikahan di urutan pertama, keinginan untuk memaafkan, kemampuan untuk mendengar, sikap saling menghormati satu sama lain, dan mengetahui kapan harus meminta maaf.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: about
 09 Nov 2016    12:00 WIB
9 Kalimat Mematikan yang Bisa Buat Anda dan Pasangan Berpisah!
Jika Anda telah menikah atau telah berpacaran cukup lama dengan pasangan, Anda harus belajar untuk tidak mengatakan semua hal karena kata-kata ini dapat membahayakan hubungan asmara Anda bila salah sasaran. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kalimat "mematikan" yang sebaiknya tidak pernah Anda katakan pada pasangan Anda bila Anda ingin hubungan Anda dan pasangan tetap langgeng.   1.      "Kapan Kamu Bakal Cuci Piring? Jangan Terus Membiarkannya di Sana!" Menuduh pasangan Anda dengan menggunakan kata "tidak pernah" atau "selalu" biasanya akan berakhir sama, yaitu pertengkaran. Daripada demikian, akan lebih baik bila Anda menerima bahwa semua orang pasti pernah lupa melakukan berbagai hal di dalam hidupnya. Oleh karena itu, berikanlah kelonggaran pada pasangan Anda saat ia melupakan beberapa tugasnya sehingga Anda pun tidak mengeluarkan kata tuduhan yang tidak seharusnya ia terima.   2.      "Perilakumu Sama Saja Seperti Ibumu" Saat Anda dan pasangan bertengkar, fokuskanlah hanya pada diri Anda dan pasangan. Jangan membandingkan pasangan Anda dengan mertua Anda. Hal ini justru akan membuat pertengkaran menjadi semakin buruk.   3.      "Kamu Menganggap Dirimu Lebih Baik Daripada Orang Lain" Jangan memberikan gagasan yang salah pada pasangan Anda karena Anda tidak pernah tahu apa sebenarnya yang sedang ia rasakan atau pikirkan saat itu. Jadi jangan beritahu asumsi Anda padanya. Pernyataan ini justru dapat membuat pertengkaran Anda dan pasangan semakin sengit karena ia merasa diperlakukan dengan tidak adil. Apa yang Anda katakan menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda. Hal ini akan memberikan rasa sakit hati ganda pada pasangan Anda.   4.      "Apakah Aku Terlihat Cantik?" Berbagai pertanyaan seputar berat badan dan penampilan merupakan penyebab tersering dari pertengkaran dalam kehidupan pernikahan, sejak zaman dahulu. Kecantikan tidak akan bertahan lama, jadi jangan pernah mengkritik mereka bila mereka tidak lagi secantik dan setampan dulu. Satu hal yang perlu diingat adalah kecantikan akan menghilang seiring dengan berlalunya waktu, tetapi tidak dengan kepribadian baik yang dimilikinya.   5.      "Aku Rasa Kamu Bertambah Gemuk" Perkataan negatif mengenai penampilan pasangan Anda merupakan hal yang tabu. Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda mengalami peningkatan berat badan, bantu mereka kembali kurus dan sehat kembali, misalnya dengan mengajaknya berolahraga. Bukannya mengkritik mereka hingga membuat mereka menjadi depresi.   Baca juga: Obati Patah Hati Dengan Mengkonsumsi Empat Makanan Ini   6.      "Kamu Tidak Pandai Dalam Pekerjaanmu" Memberitahu pasangan Anda bahwa mereka tidak pandai dalam pekerjaannya, baik sebagai orang tua atau karyawan atau kekasih sangatlah salah. Kata-kata ini akan terdengar lebih kejam (bagi mereka) daripada yang Anda maksudkan. Hal ini dapat benar-benar menghancurkan pasangan Anda, tidak hanya perasaannya tetapi juga jati dirinya. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda dan usaha yang dilakukannya.   7.      "Aku Paling Tidak Suka Kamu Melakukan Itu (terutama di hadapan orang lain)" Menghina pasangan Anda di hadapan orang lain merupakan hal paling tabu yang tidak boleh Anda lakukan. Hal ini akan membuat mereka merasa dipermalukan. Jika Anda benar-benar mencintai pasangan Anda, maka Anda akan menghargai dan bahkan membela pasangan Anda, terutama di masa-masa sulit. Walaupun tidak tampak demikian, pasangan Anda sangat mengandalkan Anda untuk membelanya di hadapan orang lain. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus menyukai setiap hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Namun, bukan berarti Anda boleh menghina mereka, apalagi di hadapan orang lain.   8.      "Berhenti Merasa Seperti Itu" Apapun yang pasangan Anda rasakan adalah suatu hal yang nyata baginya, jadi Anda tidak dapat serta merta menyuruhnya untuk berhenti untuk membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini tidak akan berpengaruh baik bagi kelangsungan pernikahan Anda.   9.      "Kamu Tidak Perlu Menungguku" Sesekali tidur pada waktu yang berbeda mungkin tidak akan mengganggu pernikahan Anda, namun bila hal ini terus terjadi, maka dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Bila Anda dan pasangan seringkali tidak tidur di waktu yang sama, hal ini dapat berdampak buruk pada keintiman di antara Anda dan pasangan. Jadi, bila pasangan Anda ingin menunggu Anda untuk tidur bersama, biarkanlah, hal ini juga merupakan salah satu caranya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: datingtime
 09 Nov 2016    11:00 WIB
12 Jenis Seks yang Pasti Pernah Dialami Oleh Semua Orang
 Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka Anda pun akan memiliki semakin banyak pengalaman dalam hal percintaan dan tentu saja seks. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi guru yang membuat Anda dapat belajar dari kesalahan. Di bawah ini Anda dapat melihat 12 jenis seks yang pasti pernah dialami oleh semua orang yang telah aktif secara seksual.   1.      Seks Pertama yang Canggung Semua orang pasti pernah mengalami jenis seks yang satu ini. Pengalaman pertama yang canggung dan bahkan mungkin memalukan tersebut merupakan langkah penting bagi kelanjutan kehidupan seksual Anda, di mana Anda dapat memperoleh banyak pelajaran berharga mengenai seks, pria, dan diri Anda sendiri.   2.      Pertama Kali Anda Tahu Apa yang Anda Lakukan Setelah Anda dan pasangan berhubungan intim beberapa kali, maka pada akhirnya Anda dan pasangan pun akan menjadi lebih ahli dan tahu apa yang Anda inginkan, apa yang Anda sukai, serta apa yang pasangan Anda sukai.   3.      Seks Tanpa Batas Seks tanpa batas merupakan seks yang terjadi saat Anda benar-benar melepaskan "kekang" dari diri Anda. Pada saat ini Anda mungkin akan mencoba berbagai hal yang belum pernah Anda coba dan membuat baik Anda maupun pasangan menjadi sangat "liar".   4.      Seks Perdamaian Anda bahkan mungkin tidak akan ingat lagi apa penyebab pertengkaran Anda dengan pasangan setelah merasakan seks yang luar biasa. Akan tetapi, berhati-hatilah agar Anda tidak menjadikannya alasan untuk bertengkar minggu depan.   5.      Seks yang Sangat Memuaskan Hingga Anda Tanpa Sadar Merusak Barang Seks jenis ini merupakan seks yang sangat memuaskan hingga Anda tidak lagi dapat mengendalikan benda apa yang Anda genggam atau tendang dan menyebabkan berbagai kerusakan di sekitar Anda.   6.      Seks di Pagi Hari, Penyebab Anda Terlambat Kerja Seks di pagi hari tidak hanya dapat membuat Anda terlambat kerja, tetapi juga dapat membuat mood Anda sangat baik di sepanjang hari lho.   7.      Seks Penyesalan Baik bagi Anda yang suka berpetualang atau tidak, hampir sebagian besar orang pasti pernah mengalami seks penyesalan, di mana mereka tidak percaya mereka melakukannya, misalnya berhubungan intim di tempat umum, atau menggunakan seks toys, atau threesomes.   Baca juga: Ukuran Penis dan Hubungannya Dengan Kepuasan Seksual Seorang Wanita   8.      Seks Percobaan yang Gagal Setiap pasangan pasti ingin mencoba gaya bercinta atau posisi bercinta baru, di mana mereka mungkin akan terluka saat melakukannya. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh mencobanya. Dengan mencobanya, Anda mungkin akan menemukan posisi bercinta baru yang sangat luar biasa atau menertawai diri Anda sendiri dan pasangan karena gagal.   9.      Seks yang Sangat Berisik Hubungan intim Anda bersama pasangan sangat "panas" malam ini hingga membuat tetangga marah? Jangan khawatir, hampir semua orang pernah mengalaminya. Satu-satunya resiko adalah tetangga Anda akan melihat Anda dengan pandangan yang berbeda di esok hari.   10.  Seks Perpisahan Jenis seks yang satu ini biasanya terjadi saat pasangan Anda harus bertugas cukup lama di luar kota atau Anda akan berpisah dengan pasangan.   11.  Seks Tanpa Usaha Memang benar bahwa seks yang nikmat membutuhkan kerja sama yang baik di antara Anda dan pasangan, akan tetapi setidaknya sekali dalam hidup Anda, Anda mungkin ingin merasakan seks nikmat tanpa perlu berusaha. Pastikan saja Anda "membalas" pasangan Anda.   12.  Seks Penuh Cinta Saat Anda dan pasangan baru saja menikah, maka rasa cinta yang ada akan terasa begitu besar, hingga rasanya Anda dan pasangan tidak dapat dipisahkan. Selain itu, saat Anda dan pasangan begitu saling mencintai, Anda berdua biasanya akan lebih sering berhubungan intim.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 07 Nov 2016    18:00 WIB
7 Hal yang Wajib Dibahas Para Pasangan Sebelum Menikah
Jika Anda dan pasangan sudah berencana untuk menikah, maka ada kemungkinan Anda dan pasangan akan bertengkar setelah hidup berumah tangga. Hal ini dikarenakan sangat mustahil Anda dan pasangan dapat selalu sepakat mengenai semua hal. Untuk menghindari pertengkaran yang berujung pada terjadinya perceraian, di bawah ini ada beberapa hal yang wajib dibahas para pasangan sebelum mereka memutuskan untuk menikah.   1.      Harapan dan Tujuan Seksual Mungkin saat Anda masih berpacaran, Anda dan pasangan selalu ingin untuk berdekatan dan bercumbu. Akan tetapi, hal ini mungkin akan mengalami perubahan setelah Anda dan pasangan menikah. Keadaan ini merupakan hal yang normal. Baik Anda maupun pasangan tidak dapat selalu sama-sama merasa bergairah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membicarakan harapan dan tujuan seksual sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah. Beritahu pasangan Anda mengenai berbagai fantasi atau kesukaan Anda. Jangan hanya berdiam diri dan berharap pasangan Anda akan tahu apa yang Anda inginkan. Anda harus memintanya!   2.      Kebiasaan Berbelanja Hal ini merupakan hal yang paling sering dipertengkarkan oleh pasangan suami istri. Uang merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, apalagi setelah Anda menikah. Jika salah satu pihak merupakan orang yang suka menabung sedangkan pihak yang lain merupakan orang yang suka berbelanja, maka diskusikanlah mengenai bagaimana Anda dan pasangan akan berkompromi mengenai kebiasaan masing-masing untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga Anda.   3.      Hubungan Dengan Keluarga Anda dan pasangan dibesarkan oleh keluarga yang berbeda, dengan orang tua dan saudara yang berbeda, dan mungkin tempat tinggal yang berbeda. Jadi, baik Anda dan pasangan pun akan memiliki hubungan yang berbeda dengan anggota keluarga masing-masing. Akan tetapi, setelah Anda dan pasangan menikah bagaimana interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran atau ketidaknyamanan. Jika Anda dan pasangan memiliki keinginan yang berbeda mengenai seberapa banyak waktu yang perlu dihabiskan bersama anggota keluarga dan seberapa banyak informasi yang boleh diketahui anggota keluarga, maka hal ini dapat menyebabkan Anda dan pasangan bertengkar. Hal ini biasanya akan menjadi lebih sulit saat anak hadir di antara Anda dan pasangan. Jadi pastikan Anda dan pasangan memiliki pemikiran yang sama dan telah menemukan jalan keluar yang sesuai bagi Anda berdua.   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk?   4.      Pembagian Kewajiban Setelah Anda menikah, pengaturan rumah Anda mungkin tidak akan sama lagi seperti saat Anda masih single. Oleh karena itu, putuskan terlebih dahulu siapa yang akan menjalankan kewajiban rumah tangga yang sama. Jika Anda merupakan orang yang sangat rapi sedangkan pasangan merupakan orang yang sangat berantakan, maka hal ini dapat menyebabkan masalah besar saat Anda dan pasangan menikah nantinya. Untuk mengatasinya, berdiskusilah dan carilah jalan keluar terbaik mengenai bagaimana nantinya setelah Anda dan pasangan menikah. Bila Anda dan pasangan tidak dapat hidup bersama, maka kemungkinan besar pernikahan Anda pun tidak akan bertahan.   5.      Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga Sebelum Anda dan pasangan menikah, ada baiknya bila Anda dan pasangan berdiskusi mengenai waktu kerja dan waktu keluarga. Hal ini dapat menghindari terjadinya berbagai pertengkaran tidak perlu saat salah satu pihak terlambat pulang. Pastikan pekerjaan tidak menjadi penghalang di antara Anda dan pasangan. Bicarakan juga mengenai bagaimana jika salah satu pihak ingin pindah tempat kerja ke luar kota, apakah pihak lain bersedia untuk meninggalkan pekerjaan atau keluarganya. Mencari jawaban dari setiap pertanyaan dapat membantu Anda dan pasangan di masa depan saat situasi yang sama muncul.   6.      Memiliki dan Cara Membesarkan Anak Sebelum menikah, pastikan Anda dan pasangan telah berdiskusi mengenai keinginan untuk memiliki anak. Bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memiliki anak, maka diskusikan juga mengenai cara mendidik, mendisiplinkan, dan bagaimana cara menghadapi pertengkaran di antara anak-anak Anda.   7.      Kehidupan Pernikahan Secara Keseluruhan Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apa sebenarnya arti pernikahan bagi Anda dan pasangan. Kedua belah pihak harus saling memberitahu apa yang ia inginkan dan harapkan dari sebuah pernikahan. Hal ini dapat membantu menentukan apakah benar Anda dan pasangan memang berjodoh atau tidak.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag    
 06 Nov 2016    08:00 WIB
Kadar Gula Darah Rendah Buat Anda Sering Bertengkar Dengan Pasangan, Benarkah?
Rasa lapar dapat membuat anda menjadi mudah marah. Glukosa atau gula merupakan hal yang diperlukan untuk mengendalikan diri anda. Kemarahan adalah emosi yang paling sulit dikendalikan oleh sebagian besar orang. Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dan emosi. Para peneliti melakukan pengamatan pada 107 pasangan yang telah menikah selama 3 minggu. Setiap malamnya, para peneliti akan mengukur kadar gula darah setiap pasangan dan meminta setiap pasangan untuk menusukkan jarum ke sebuah boneka yang melambangkan pasangannya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana perasaan masing-masing pasangan. Semakin banyak jarum yang ditusukkan maka hal ini berarti semakin besar kemarahan yang dirasakan terhadap pasangannya.Walaupun menggunakan metode yang cukup unik, para peneliti kemudian menemukan bahwa semakin rendah kadar gula darah mereka, maka semakin banyak jarum yang ditusukkan pada boneka tersebut. Bahkan, orang yang memiliki kadar gula terendah menusukkan jarum 2 kali lebih banyak daripada orang yang memiliki kadar gula darah tertinggi. Penelitian ini juga menemukan bahwa pasangan tampak rukun pada sebagian besar waktu, yaitu sekitar 70% dari waktu dalam 1 hari. Alasan mengapa makanan berhubungan dengan emosi sebenarnya cukup sederhana. Hal ini dikarenakan otak anda yang walaupun berukuran kecil, mengkonsumsi sekitar 20% dari total kalori harian anda.Walaupun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara emosi dan kadar gula darah anda dan tentu saja tanpa menggunakan boneka untuk menunjukkan tingkat kemarahan anda terhadap pasangan.Sumber: foxnews
 01 Nov 2016    08:00 WIB
5 Penyebab Mengapa Seorang Wanita Menggugat Cerai Suaminya…
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa wanita cenderung lebih sering menggugat cerai pasangannya dibandingkan para pria. Ingin tahu apa penyebabnya? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa alasan langsung dari para wanita mengenai mengapa mereka mengakhiri pernikahannya.   1.      Masalah Tidak Juga Bisa Teratasi, Walaupun Telah Mencoba Berbagai Cara "Aku tahu bahwa pernikahanku tidak lagi dapat diselamatkan saat masalah terus saja bermunculan tidak peduli seberapa banyak kami berusaha meredamnya. Kami telah mencoba melakukan konseling; bersama dan terpisah; berkencan, berpergian bersama anak atau hanya berduaan, berbicara dan membuat jurnal, tetapi tidak ada satu pun yang berhasil. Yang ada hanya banyak sekali rasa sakit hati dan perasaan bersalah, bahkan anak-anak kami pun akhirnya menyadari apa yang terjadi, walaupun kami telah berusaha untuk menyembunyikannya. Pernikahan kami perlahan membusk dari dalam, dan anak-anak kami terpaksa melihat kehancurannya. Untungnya, setelah banyak berusaha dan sakit hati, kami akhirnya berhasil mengesampingkan perasaan pribadi kami dan mulai bekerja sama dengan baik sebagai orang tua di sebagian besar kesempatan. Sekarang ini, anak-anak kami dapat melihat kami berdua hampir setiap hari dan mereka juga dapat melihat kedua orang tua yang bahagia yagn berusaha bekerja sama demi kepentingan mereka." --- Kasey Ferris   2.      Tidak Dapat Menjadi Diri Sendiri di Depan Pasangannya "Sebenarnya tidak ada momen khusus yang dapat kupikirkan yang membuatku ingin meninggalkan pernikahanku. Akhir pernikahanku datang secara perlahan padaku, seiring dengan pertengkaran dan ketidakbahagiaan yang menumpuk selama bertahun-tahun, hingga akhirnya Aku tersadar bahwa setiap kali Aku menjadi diriku sendiri, maka kami pun bertengkar. Aku ingin memiliki kebebasan untuk menjadi diriku sendiri tanpa perlu merasa bahwa kepribadiankulah yang menjadi penyebab hancurnya pernikahan kami. Setelah Aku mengetahui bahwa hal ini merupakan penyebab dari sebagian besar pertengkaran kami, Aku tahu Aku tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan kami karena Aku tidak lagi ingin atau dapat berhenti mengejar impian dan keinginanku." --- Danielle Porter   Baca juga: Ini Dia Tanda Berakhirnya Pernikahan Anda!   3.      Kehidupan Pernikahannya Tidak Lagi Sehat atau Produktif "Momenku datang saat Aku akhirnya dapat menerima kenyataan bahwa semua kebohongan dan rasa sakit hati merupakan tanda jelas dari tidak sehatnya hubungan asmara yang kujalani bersama dengan suamiku. Momen ini datang pada hari ulang tahunku setelah Aku merayakan ulang tahunku bersama dengan sejumlah teman dan Aku menemukan bahwa suamiku kembali berselingkuh. Pada saat itulah air mata sakit hatiku akhirnya berubah menjadi air mata kedamaian. Untuk pertama kalinya, Aku tahu bahwa Aku boleh mengakhiri pernikahanku. Keputusanku ini bukanlah didasarkan pada rasa marah atau benci. Bukan juga berdasarkan pada apa yang sudah diperbuatnya terhadapku, tetapi karena ia akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya di hadapanku, dan Aku tahu bahwa suamiku tidak lagi berpengaruh baik bagi hidupku. Aku akhirnya memilih untuk menerima kenyataan dan menemukan kedamaian di dalam hatiku karena Aku tahu bahwa Aku telah mencoba semua yang bisa kulakukan untuk mempertahankan pernikahanku selama bertahun-tahun. Aku tidak pernah berkeinginan untuk berpikir mengenai "bagaimana jika" dan Aku bersyukur karena hingga saat ini Aku tidak pernah merasakan penyesalan." --- Rachel Scott   4.      Tidak Ada Lagi Rasa Cinta "Aku sudah merasa sangat jengkel dengan semua perilaku tidak menghormati yang ia lakukan, akan tetapi ternyata bukan perilakunya tersebut yang membuatku mengambil keputusan akhir. Justru sikapkulah yang membuatku menyadari bahwa Aku harus mengakhiri pernikahanku. Hal ini terjadi pada salah satu dari banyaknya pertengkaran kami, Aku mendengar hinaan dan kejijikan dalam suaraku sendiri, Aku pun tahu bahwa sudah saatnya bagiku untuk pergi. Sebagai pasangan, kami tentu sering bertengkar, pasangan mana yang tidak? Akan tetapi, bahkan pada saat Aku merasa sangat frustasi dan marah, Aku masih dapat mendengar adanya rasa sayang dan cinta dalam suaraku. Jadi, saat Aku tahu tidak ada lagi keduanya dalam suaraku saat kami bertengkar, Aku tahu bahwa Aku sudah tidak dapat kembali lagi padanya." --- Soozi Baggs   5.      Tidak Menyukai Kehidupannya Saat Ini "Setelah 11 tahun menikah, Aku memutuskan untuk pergi saat Aku menyadari bahwa Aku bukan lagi diriku. Pada saat itu, kami tinggi di Eropa dan Aku telah kehilangan jati dirku. Aku menggunakan nama belakang Belanda kepunyaan suamiku. Aku pun berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang sangat berbeda dengan yang kuketahui dan Aku bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena Aku tidak bisa berbicara bahasa Belanda dengan lancar dan tidak semua orang di sana dapat berbicara bahasa inggris. Momenku datang tepatnya di tengah malam, saat Aku berbaring tidak bisa tidur di samping suamiku yang sedang mendengkur, seperti yang sering kualami sebelumnya. Aku akhirnya membiarkan kata-kata yang telah kutekan cukup lama untuk timbul ke permukaan: "Aku benci kehidupanku". Ini terjadi 4 tahun yang lalu. Aku telah pindah kembali ke Australia dengan putri-putriku dan mantan suamiku tetap tinggal di Belanda. Kami tetap berkomunikasi setiap malam, ia pun sering datang ke sini atau putri kami yang pergi ke Belanda. Mantan suamiku tetap menjadi teman baikku. Aku hanya tidak mau lagi menjadi istrinya." --- Melanie Sheppard   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: huffingtonpost
 21 Sep 2016    15:00 WIB
Menikah Membuat Jantung Anda Lebih Sehat
Ternyata pernikahan tidak hanya mempengaruhi keadaan mental atau psikologis anda, tetapi juga kesehatan tubuh anda, terutama jantung anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa memiliki pasangan (menikah) dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung sebanyak 5%. Orang yang telah menikah memiliki seseorang yang dapat membantu mereka untuk memiliki diet yang lebih sehat dan seimbang, makan secara teratur, berolahraga secara teratur, membantu menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Pasangan anda dapat menjadi penghibur bagi setiap tekanan dan stress dalam kehidupan anda. Walaupun pertengkaran pasti pernah terjadi pada setiap pasangan, akan tetapi mengetahui bahwa anda memiliki orang yang memperhatikan dan mengkhawatirkan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Pasangan anda pun dapat membantu mengingatkan berbagai pemeriksaan kesehatan dan janji temu dengan dokter anda. Selain itu, pasangan anda pun dapat menyadari ada sesuatu yang salah pada diri anda, bahkan sebelum anda menyadari ada yang salah pada diri anda. Hubungan antara pernikahan dan menurunnya resiko penyakit jantung dan pembuluh darah terutama terlihat saat anda berusia kurang dari 50 tahun. Akan tetapi, hal ini juga tergantung pada siapa yang anda nikahi. Hal ini berarti tidak semua orang yang telah menikah dapat memperoleh manfaat ini. Pasangan yang bahagia akan kehadiran masing-masing akan memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan pasangan lainnya yang tidak terlalu bahagia. Selain itu, pernikahan yang baik dan bahagia pun dapat membantu menjaga kesehatan anda di masa tua. Baca juga: Kabar Gembira, Sikap Saling Mencintai Akan Membuat Jantung Makin Sehat!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: aol
 22 Jul 2016    15:00 WIB
Si Dia Tidak Mau Menceritakan Masalahnya? Coba Tips Ini!
Bingung mengenai apa yang harus Anda lakukan untuk membuat pasangan Anda yang tertutup agar mau menceritakan permasalahan apa yang sebenarnya sedang ia hadapi? Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tips yang dapat membantu Anda mengorek rahasia tersebut langsung dari mulut pasangan Anda. Baca juga: Apa Sebenarnya Penyebab Seseorang Berselingkuh?  1.      Dukung Dia dan Jangan MemaksaSetiap pria merasa bahwa seorang pria haruslah kuat dan harus dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Bila pasangan Anda merupakan tipe pria tertutup dan tidak mau menceritakan permasalahan yang sedang dialaminya pada Anda, maka Anda hanya perlu mengatakan bahwa, "Jika kamu perlu teman bicara, Aku ada d sini." Anda tidak perlu membantu menawarkan jalan keluar atau memaksanya untuk menceritakan permasalahannya pada Anda. Ia justru akan merasa tertekan dan terkungkung. Sekitar 99% kasus, ia akan melewati masa sulitnya tersebut dengan sendirinya dan sekitar 1% kasus, ia akan menceritakan permasalahannya pada Anda dengan sukarela. 2.      Beritahu Dia Saat Ia MenyebalkanApakah Anda harus mendiamkannya saat ia menjadi sangat menyebalkan karena permasalahan yang sedang dihadapinya? Jawabannya adalah Tidak! Anda harus memberitahunya bahwa Anda memang mencintainya tetapi ia sangat menyebalkan belakangan ini. Hal ini akan membantu mengingatkannya bahwa bila segala sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginannya bukan berarti ia dapat bersikap seenaknya. 3.      Bersikap Jujur PadanyaSuami Anda mengeluh tentang berat badannya yang terus bertambah dan merasa kesal karenanya, tetapi juga tidak melakukan apapun untuk menurunkan berat badannya. Lalu apa yang harus Anda lakukan untuk menyemangatinya tanpa terdengar seperti menghina?Jika memungkinkan, akan lebih baik bila Anda berkata jujur pada suami Anda. Jika tidak, cobalah untuk berolahraga terlebih dahulu sehingga suami Anda pun dengan sendirinya akan mengikuti Anda berolahraga. Menurut sebuah penelitian yang dilakukan di John Hopkins, sekitar 70% orang pria akan berolahraga saat melihat istrinya berolahraga. 4.      Semangati DiaApa yang harus Anda lakukan bila suami Anda kehilangan rasa percaya dirinya karena gajinya lebih kecil daripada Anda atau saat ia kehilangan pekerjaannya? Untuk membantunya mengatasi hal ini, semangatilah dia dengan menantangnya untuk tetap berpikir positif dan bahwa hilangnya pekerjaan atau lebih rendahnya gaji yang ia hasilkan merupakan suatu kesempatan baginya untuk kembali mencari jati dirinya yang sebenarnya dan bahwa setiap waktu yang ia habiskan dengan bersedih sangatlah berharga karena hidup hanya satu kali dan apa yang terjadi padanya akan mempengaruhi seluruh anggota keluarga Anda. 5.      Berhubungan Seks DengannyaApakah berhubungan seks benar-benar dapat menyelesaikan semua masalah? Jawabannya adalah Ya, untuk sekitar 30 menit. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: womenshealthmag