Your browser does not support JavaScript!
 04 May 2021    10:00 WIB
7 Kalimat Untuk Mengungkapkan Rasa Cinta Pada Pasangan Anda
Mendengar dan mengatakan kata "Aku Cinta Padamu" pada masa awal berpacaran mungkin akan terasa sangat spesial dan membahagiakan bagi Anda dan pasangan. Ketiga kata tersebut jugalah yang membuat Anda dan pasangan akhirnya memutuskan untuk menikah dan membangun keluarga bersama. Akan tetapi, seiring dengan berlalunya waktu, ketiga kata tersebut mungkin tidak lagi memiliki arti seperti dulu. Namun, bukan berarti Anda tidak lagi mencintai pasangan Anda. Anda hanya menemukan berbagai cara indah lainnya untuk menyatakan rasa cinta Anda pada pasangan. Di bawah ini Anda dapat melihat 7 kalimat romantis yang ternyata juga dapat membantu Anda mengungkapkan betapa Anda sangat mencintai pasangan Anda.   1.      "Terima Kasih Untuk Semua yang Telah Kamu Lakukan Untuk Kami" Mengucapkan terima kasih dan menghargai setiap hal yang dilakukan pasangan Anda merupakan resep bagi rumah tangga yang langgeng. Buatlah pasangan Anda merasa dihargai atas semua hal yang telah dilakukannya untuk keluarga dengan mengatakan hal ini. Dengan demikian, ia pun akan merasa dicintai dan diperlukan.   2.      "Aku Semakin Mencintaimu Setiap Harinya" Tetap saling mencintai dan menjaga hubungan asmara Anda dengan suami merupakan usaha yang perlu dilakukan setiap hari dan tidak berhenti hanya dengan mengatakan "Aku cinta padamu". Dengan mengatakan kalimat di atas, Anda secara tidak langsung mengingatkan pasangan Anda bahwa Anda masih jatuh cinta padanya dan bahwa Anda masih menginginkannya. Dengan demikian, rasa cinta di antara Anda dan pasangan pun tidak akan pernah pudar.   3.      "Ayo Kita Pergi Berlibur, Hanya Kita Berdua Saja" Memberitahu pasangan Anda bahwa Anda menginginkan waktu berduaan dapat merupakan godaan terbesar baginya. Mengetahui bahwa pasangan Anda mungkin memerlukan waktu untuk berhenti sejenak dari segala rutinitasnya akan membuat mereka merasa bahwa Anda sangat perhatian terhadap kebutuhan emosional mereka.   Baca juga: Tips Efektif Untuk Menghindari Konflik   4.      "Kamu Membuatku Merasa Bahagia" Pernyataan ini mungkin akan membuat mereka merasa terkejut! Tidak peduli berapa lama waktu telah berlalu atau seberapa banyak tekanan di dalam kehidupan Anda dan pasangan, menyatakan bahwa rasa cinta yang Anda berdua miliki sudah cukup untuk membuat Anda merasa bahagia merupakan pujian tertinggi yang dapat diperolehnya.   5.      "Semua Momen yang Kulalui Bersamamu Sangat Berharga Bagiku" Di antara berbagai kesibukan Anda dalam bekerja atau mengurus anak, sangat mungkin pasangan Anda merasa bahwa dirinya bukan lagi yang nomor satu dalam kehidupan Anda. Dengan mengatakan kalimat ini, Anda menunjukkan betapa Anda sangat menghargai setiap momen yang Anda habiskan bersama pasangan dan dapat digunakan sebagai pengingat agar tidak pernah membiarkan sebuah momen bersamanya berlalu begitu saja.   6.      "Nikmatilah Waktu Bersama Teman-temanmu, Kamu Pantas Mendapatkannya" Mendukung keinginan pasangan Anda untuk pergi bersama teman-temannya secara tidak langsung memberitahu pasangan Anda bahwa Anda percaya dan menghormatinya sebagai seorang individu.    7.      "Aku Bangga Menjadi Belahan Jiwamu" Merasa insecure seringkali muncul pada sebuah hubungan asmara, bahkan di saat Anda dan pasangan telah menikah. Dengan mengatakan kalimat di atas, Anda secara tidak langsung memberitahu pasangan Anda bahwa walaupun Anda dan pasangan memiliki banyak kesulitan dalam hidup, Anda tidak pernah memiliki keinginan untuk bersenang-senang dengan orang lain.   Hal yang lebih penting dari mengatakan "Aku cinta padamu" adalah menghargai setiap hal kecil yang dilakukan Anda dan pasangan untuk satu sama lain. Perhatikan apa yang ia butuhkan, baik dalam hal kepercayaan diri atau waktu menyendiri. Hal ini merupakan cara lain untuk mengatakan "Aku cinta padamu".   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 22 Apr 2021    10:00 WIB
9 Kalimat Mematikan yang Bisa Buat Anda dan Pasangan Berpisah!
Jika Anda telah menikah atau telah berpacaran cukup lama dengan pasangan, Anda harus belajar untuk tidak mengatakan semua hal karena kata-kata ini dapat membahayakan hubungan asmara Anda bila salah sasaran. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa kalimat "mematikan" yang sebaiknya tidak pernah Anda katakan pada pasangan Anda bila Anda ingin hubungan Anda dan pasangan tetap langgeng.   1.      "Kapan Kamu Bakal Cuci Piring? Jangan Terus Membiarkannya di Sana!" Menuduh pasangan Anda dengan menggunakan kata "tidak pernah" atau "selalu" biasanya akan berakhir sama, yaitu pertengkaran. Daripada demikian, akan lebih baik bila Anda menerima bahwa semua orang pasti pernah lupa melakukan berbagai hal di dalam hidupnya. Oleh karena itu, berikanlah kelonggaran pada pasangan Anda saat ia melupakan beberapa tugasnya sehingga Anda pun tidak mengeluarkan kata tuduhan yang tidak seharusnya ia terima.   2.      "Perilakumu Sama Saja Seperti Ibumu" Saat Anda dan pasangan bertengkar, fokuskanlah hanya pada diri Anda dan pasangan. Jangan membandingkan pasangan Anda dengan mertua Anda. Hal ini justru akan membuat pertengkaran menjadi semakin buruk.   3.      "Kamu Menganggap Dirimu Lebih Baik Daripada Orang Lain" Jangan memberikan gagasan yang salah pada pasangan Anda karena Anda tidak pernah tahu apa sebenarnya yang sedang ia rasakan atau pikirkan saat itu. Jadi jangan beritahu asumsi Anda padanya. Pernyataan ini justru dapat membuat pertengkaran Anda dan pasangan semakin sengit karena ia merasa diperlakukan dengan tidak adil. Apa yang Anda katakan menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda. Hal ini akan memberikan rasa sakit hati ganda pada pasangan Anda.   4.      "Apakah Aku Terlihat Cantik?" Berbagai pertanyaan seputar berat badan dan penampilan merupakan penyebab tersering dari pertengkaran dalam kehidupan pernikahan, sejak zaman dahulu. Kecantikan tidak akan bertahan lama, jadi jangan pernah mengkritik mereka bila mereka tidak lagi secantik dan setampan dulu. Satu hal yang perlu diingat adalah kecantikan akan menghilang seiring dengan berlalunya waktu, tetapi tidak dengan kepribadian baik yang dimilikinya.   5.      "Aku Rasa Kamu Bertambah Gemuk" Perkataan negatif mengenai penampilan pasangan Anda merupakan hal yang tabu. Jika Anda menyadari bahwa pasangan Anda mengalami peningkatan berat badan, bantu mereka kembali kurus dan sehat kembali, misalnya dengan mengajaknya berolahraga. Bukannya mengkritik mereka hingga membuat mereka menjadi depresi.     6.      "Kamu Tidak Pandai Dalam Pekerjaanmu" Memberitahu pasangan Anda bahwa mereka tidak pandai dalam pekerjaannya, baik sebagai orang tua atau karyawan atau kekasih sangatlah salah. Kata-kata ini akan terdengar lebih kejam (bagi mereka) daripada yang Anda maksudkan. Hal ini dapat benar-benar menghancurkan pasangan Anda, tidak hanya perasaannya tetapi juga jati dirinya. Pernyataan ini juga menunjukkan bahwa Anda tidak menghargai pasangan Anda dan usaha yang dilakukannya.   7.      "Aku Paling Tidak Suka Kamu Melakukan Itu (terutama di hadapan orang lain)" Menghina pasangan Anda di hadapan orang lain merupakan hal paling tabu yang tidak boleh Anda lakukan. Hal ini akan membuat mereka merasa dipermalukan. Jika Anda benar-benar mencintai pasangan Anda, maka Anda akan menghargai dan bahkan membela pasangan Anda, terutama di masa-masa sulit. Walaupun tidak tampak demikian, pasangan Anda sangat mengandalkan Anda untuk membelanya di hadapan orang lain. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus menyukai setiap hal yang dilakukan oleh pasangan Anda. Namun, bukan berarti Anda boleh menghina mereka, apalagi di hadapan orang lain.   8.      "Berhenti Merasa Seperti Itu" Apapun yang pasangan Anda rasakan adalah suatu hal yang nyata baginya, jadi Anda tidak dapat serta merta menyuruhnya untuk berhenti untuk membuat mereka merasa lebih baik. Hal ini tidak akan berpengaruh baik bagi kelangsungan pernikahan Anda.    9.      "Kamu Tidak Perlu Menungguku" Sesekali tidur pada waktu yang berbeda mungkin tidak akan mengganggu pernikahan Anda, namun bila hal ini terus terjadi, maka dapat berpotensi menimbulkan bahaya. Bila Anda dan pasangan seringkali tidak tidur di waktu yang sama, hal ini dapat berdampak buruk pada keintiman di antara Anda dan pasangan. Jadi, bila pasangan Anda ingin menunggu Anda untuk tidur bersama, biarkanlah, hal ini juga merupakan salah satu caranya untuk menunjukkan rasa cintanya pada Anda.    Baca Juga: Percaya Diri Hilang Paska Berpisah? "Bakar" Kembali Percaya Diri Anda Dengan Cara Ini Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: datingtime
 19 Apr 2021    12:00 WIB
Gagal Nikah? Gak Masalah Kok
Menikah dengan pasangan yang diinginkan pasti keinginan semua wanita. Hubungan yang serius biasanya akan dilanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi dalam suatu hubungann belum tentu berjalan dengan lancar. Ada yang hubungannya mulus dan juga ada yang gagal. Nah bila terjadi kegagalan dalam suatu hubungan itu merupakan hal yang wajar. Contohnya ketika kita sudah merencanakan pernikahan tetapi tiba-tiba pasangan kita selingkuh dengan orang lain. Lebih baik tingalkan pasanganmu dari pada harus melanjutkan ke jenjang yang lebih serius dengannya.  Memang melupakan orang yang kita cintai bukanlah hal yang mudah, tetapi jika kita paksakan hubungan yang sudah tidak bisa dilanjutkan kita hanya membuang- buang waktu dan hanya membuat luka untuk diri kita. Nah jadi bagaimana sih tips untuk cepat move on ketika gagal nikah? Simak tips dibawah ini! 1.     Jangan memendam emosi ketika kita gagal menikah, perasaan kita pasti emosi bukan? Memendam emosi itu merupakan hal yang wajar terjadi, tetapi ketika kita larut dalam rasa emosi bisa memberikan dampak negatif untuk diri kita, apa lagi ketika kita memendam emosi. Jika emosi cobalah untuk meluapkan rasa emosi, contohnya dengan cara menangis.    2.     Jangan salahkan diri sendiri Saat gagal menikah mungkin akan terpikirkan kenapa hal ini bisa terjadi, apakah kejadian ini terjadi karena kesalahan kamu atau bukan? Nah kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri karena hal yang sudah terjadi. Dengan menyalahkan diri sendiri akan mempersulit move on. Dari pada menyalahkan diri sendiri lebih baik kita mencoba bersyukur dari kejadian ini, karena lebih baik gagal menikah dibandingkan pernikahan nantinya tidak bahagia.   3.     Curhat dengan orang terdekat Rasa sedih adalah hal yang wajar dirasakan ketika gagal menikah, jangan menyimpan rasa sedih sendiri, Jika tidak dapat menahan rasa kesedihan, kamu perlu mencoba untuk menceritakan kesedihanmu dengan orang terdekat. Ketika kamu bercerita kesedihanmu pasti akan menjadi lebih berkurang. Orang terdekat pasti akan memberikan dukungan agar perasaan kita akan menjadi lebih baik lagi.   4.     Lupakan mantan Setelah kamu menceritakan keluh kesahmu kepada orang terdekat, cobalah untuk tidak mengingat mantanmu lagi. Ketika sedang bersama orang terdekat, usahakanlah jangan membahas mantanmu lagi. Dan juga jangan lupa untuk menyingkirkan barang-barang yang mengingatkan dengan mantan, contohnya foto bersama mantan. Nah dengan cara ini perlahan kamu akan melupakan mantanmu.   5.     Cari kegiatan positif Kesedihan ketika gagal menikah pasti sulit untuk dihilangkan, tetapi cobalah untuk melupakannya. Kamu perlu bangkit dari keterpurukan itu, karena hidup harus tetap berjalan. Bagaimana cara untuk bangkit dari keterpurukan tersebut? Cobalah untuk mengisi harimu dengan hal-hal yang positif, cobalah untuk keluar dari kesedihan, bersenang-senang dengan temanmu , karena kamu perlu banyak energi positif agar hidupmu kembali normal.   Baca juga: Mengalami Keraguan Sebelum Menikah? Normalkah? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang        
 15 Apr 2021    10:00 WIB
7 Hal yang Wajib Dibahas Para Pasangan Sebelum Menikah
Jika Anda dan pasangan sudah berencana untuk menikah, maka ada kemungkinan Anda dan pasangan akan bertengkar setelah hidup berumah tangga. Hal ini dikarenakan sangat mustahil Anda dan pasangan dapat selalu sepakat mengenai semua hal. Untuk menghindari pertengkaran yang berujung pada terjadinya perceraian, di bawah ini ada beberapa hal yang wajib dibahas para pasangan sebelum mereka memutuskan untuk menikah.  1.      Harapan dan Tujuan Seksual Mungkin saat Anda masih berpacaran, Anda dan pasangan selalu ingin untuk berdekatan dan bercumbu. Akan tetapi, hal ini mungkin akan mengalami perubahan setelah Anda dan pasangan menikah. Keadaan ini merupakan hal yang normal. Baik Anda maupun pasangan tidak dapat selalu sama-sama merasa bergairah. Oleh karena itu, sangat penting untuk membicarakan harapan dan tujuan seksual sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk menikah. Beritahu pasangan Anda mengenai berbagai fantasi atau kesukaan Anda. Jangan hanya berdiam diri dan berharap pasangan Anda akan tahu apa yang Anda inginkan. Anda harus memintanya!   2.      Kebiasaan Berbelanja Hal ini merupakan hal yang paling sering dipertengkarkan oleh pasangan suami istri. Uang merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, apalagi setelah Anda menikah. Jika salah satu pihak merupakan orang yang suka menabung sedangkan pihak yang lain merupakan orang yang suka berbelanja, maka diskusikanlah mengenai bagaimana Anda dan pasangan akan berkompromi mengenai kebiasaan masing-masing untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga Anda.   3.      Hubungan Dengan Keluarga Anda dan pasangan dibesarkan oleh keluarga yang berbeda, dengan orang tua dan saudara yang berbeda, dan mungkin tempat tinggal yang berbeda. Jadi, baik Anda dan pasangan pun akan memiliki hubungan yang berbeda dengan anggota keluarga masing-masing. Akan tetapi, setelah Anda dan pasangan menikah bagaimana interaksi Anda dengan anggota keluarga Anda yang lain dapat menyebabkan terjadinya pertengkaran atau ketidaknyamanan. Jika Anda dan pasangan memiliki keinginan yang berbeda mengenai seberapa banyak waktu yang perlu dihabiskan bersama anggota keluarga dan seberapa banyak informasi yang boleh diketahui anggota keluarga, maka hal ini dapat menyebabkan Anda dan pasangan bertengkar. Hal ini biasanya akan menjadi lebih sulit saat anak hadir di antara Anda dan pasangan. Jadi pastikan Anda dan pasangan memiliki pemikiran yang sama dan telah menemukan jalan keluar yang sesuai bagi Anda berdua.   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk?   4.      Pembagian Kewajiban Setelah Anda menikah, pengaturan rumah Anda mungkin tidak akan sama lagi seperti saat Anda masih single. Oleh karena itu, putuskan terlebih dahulu siapa yang akan menjalankan kewajiban rumah tangga yang sama. Jika Anda merupakan orang yang sangat rapi sedangkan pasangan merupakan orang yang sangat berantakan, maka hal ini dapat menyebabkan masalah besar saat Anda dan pasangan menikah nantinya. Untuk mengatasinya, berdiskusilah dan carilah jalan keluar terbaik mengenai bagaimana nantinya setelah Anda dan pasangan menikah. Bila Anda dan pasangan tidak dapat hidup bersama, maka kemungkinan besar pernikahan Anda pun tidak akan bertahan.   5.      Keseimbangan Pekerjaan dan Keluarga Sebelum Anda dan pasangan menikah, ada baiknya bila Anda dan pasangan berdiskusi mengenai waktu kerja dan waktu keluarga. Hal ini dapat menghindari terjadinya berbagai pertengkaran tidak perlu saat salah satu pihak terlambat pulang. Pastikan pekerjaan tidak menjadi penghalang di antara Anda dan pasangan. Bicarakan juga mengenai bagaimana jika salah satu pihak ingin pindah tempat kerja ke luar kota, apakah pihak lain bersedia untuk meninggalkan pekerjaan atau keluarganya. Mencari jawaban dari setiap pertanyaan dapat membantu Anda dan pasangan di masa depan saat situasi yang sama muncul.   6.      Memiliki dan Cara Membesarkan Anak Sebelum menikah, pastikan Anda dan pasangan telah berdiskusi mengenai keinginan untuk memiliki anak. Bila Anda dan pasangan sama-sama ingin memiliki anak, maka diskusikan juga mengenai cara mendidik, mendisiplinkan, dan bagaimana cara menghadapi pertengkaran di antara anak-anak Anda.   7.      Kehidupan Pernikahan Secara Keseluruhan Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencari tahu apa sebenarnya arti pernikahan bagi Anda dan pasangan. Kedua belah pihak harus saling memberitahu apa yang ia inginkan dan harapkan dari sebuah pernikahan. Hal ini dapat membantu menentukan apakah benar Anda dan pasangan memang berjodoh atau tidak.     Baca juga: Hal Aneh yang Terjadi Pada Pria Setelah Menikah Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag    
 24 Mar 2021    10:00 WIB
Sebelum Nikah, Coba Bicarakan Hal Ini Dengan Pasangan
Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang indah, namun untuk bertahan membutuhkan sebuah perjuangan Setiap pasangan memerlukan kemampuan berkomunikasi untuk dapat terus mempertahankan hubungan. Terlebih lagi untuk Anda yang ingin menjalani hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Agar pernikahan Anda selalu langgeng atau beberapa hal yang harus Anda bicarakan dengan pasangan. Terkadang banyak pasangan yang merasa enggan untuk membicarakan hal yang sifatnya terlalu pribadi. Padahal ini penting untuk langgengnya hubungan pernikahan Anda dengan pasangan. Berikut adalah lima topik yang harus diskusikan dengan pasangan sebelum mengikat janji sehidup semati: 1.      Uang Bagaimana cara Anda berdua dalam mengelola keuangan? Siapa yang akan membayar tagihan?  Siapa yang akan mengelola keuangan? Apakah memiliki tabungan bersama? Apakah memegang uang masing-masing? Bagaimana rencana pengeluaran? Apakah akan hidup sederhana atau lebih royal? Aset apa saja yang dimiliki? Berapa gaji yang di dapat? Apakah ada pekerjaan tambahan? Uang adalah topik besar yang harus dibicarakan antar pasangan. Jangan sampai Anda berdua mengabaikan hal ini dan kemudian menyesal. Karena banyak pasangan yang bercerai karena masalah yang satu ini. 2.      Anak Berapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki? Bagaimana cara merawat mereka? Siapa yang mengurus mereka nantinya? Apakah Anda dan pasangan bergantian dalam menjaga anak? Seperti apa gaya Anda sebagai orang tua nantinya? Pendidikan apa yang akan ditempuh anak? Bagaimana cara menjaga kedisplinan anak? Apa yang akan Anda berdua lakukan bila banyak hal yang diinginkan pada anak namun tidak tercapai? Anak juga merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah memiliki penerus dalam keluarga. Anak adalah anugerah, namun bisa menjadi masalah untuk hubungan pernikahan bila tidak berjalan dengan baik. 3.      Kerja dan Karir Apakah Anda berdua akan bekerja? Jam kerja seperti apa? Apakah tidak apa-apa bila hanya Anda atau pasangan yanng bekerja? Apabila Anda atau pasangan ditawarkan kesempatan berkarir di lokasi yang jauh dari keluarga, apakah Anda akan mengikutinya? Seperti apa tingkat ambisi Anda dalam mencapai puncak karir, sama atau berbeda/ Apakah ada masalah apabila ambisi tersebut berbeda? Apabila sama, apakah akan menyebabkan persaingan di antara Anda berdua dan bagaimana Anda mengatasi hal ini? Kerja dan karir adalah bagian penting dan besar dalam hidup Anda, karena hampir kebanyakan orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, sehingga sangat penting bagi Anda berdua memahami hal ini dan hasilnya nanti untuk kehidupan Anda bersama di masa depan. 4.      Seks dan Keintiman Apakah Anda atau pasangan pernah berhubungan seks sebelumnya? Apakah seks merupakan hal yang sangat penting atau tidak? Apakah Anda atau pasangan memiliki masalah dalam fantasi seksual? Perlukan Anda dan pasangan memamerkan hubungan Anda berdua ke publik? Meski hubungan seks adalah salah satu masalah yang sering tabu untuk dibicarakan. Namun hal ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam berhubungan seks maka Anda dan pasangan dapat menyampaikan perasaan dan menunjukkan cinta kasih yang dimiliki. Sehingga Anda dan pasangan bisa mengatakan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan mengenai hubungan seks. Sehingga antar dan pasangan akan ada kejujuran dan tidak ada rasa keterpaksaan. 5.      Kebiasaan buruk Apakah Anda merokok, peminum alkohol ataukah sering berjudi? Bila iya, apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda dan pasangan? Apakah Anda atau pasangan memiliki gangguan kesehatan mental atau penyakit keturunan? Kebiasaan buruk lain apa yang sering dilakukan? Jangan menganggap remeh mengenai kebiasaan buruk karena terkadang sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan oleh seseorang. Ketika Anda memberikan begitu banyak pertanyaan pada pasangan. Usahakan untuk melakukan di tempat dan suasana yang memadai. Karena dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dan kemampuan untuk menerima kenyataan dari setiap jawaban yang ada, meski hal ini pahit. Semua pembicaraan yang Anda lakukan ini bukan untuk memicu pertengkaran namun untuk mendapatkan jawaban dan solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Baca juga: Ingin Menikah? Baca dulu Hal-hal berikut! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 19 Mar 2021    20:00 WIB
12 Jenis Seks yang Pasti Pernah Dialami Oleh Semua Orang
 Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka Anda pun akan memiliki semakin banyak pengalaman dalam hal percintaan dan tentu saja seks. Berbagai pengalaman tersebut dapat menjadi guru yang membuat Anda dapat belajar dari kesalahan. Di bawah ini Anda dapat melihat 12 jenis seks yang pasti pernah dialami oleh semua orang yang telah aktif secara seksual.  1.      Seks Pertama yang Canggung Semua orang pasti pernah mengalami jenis seks yang satu ini. Pengalaman pertama yang canggung dan bahkan mungkin memalukan tersebut merupakan langkah penting bagi kelanjutan kehidupan seksual Anda, di mana Anda dapat memperoleh banyak pelajaran berharga mengenai seks, pria, dan diri Anda sendiri.  2.      Pertama Kali Anda Tahu Apa yang Anda Lakukan Setelah Anda dan pasangan berhubungan intim beberapa kali, maka pada akhirnya Anda dan pasangan pun akan menjadi lebih ahli dan tahu apa yang Anda inginkan, apa yang Anda sukai, serta apa yang pasangan Anda sukai.  3.      Seks Tanpa Batas Seks tanpa batas merupakan seks yang terjadi saat Anda benar-benar melepaskan "kekang" dari diri Anda. Pada saat ini Anda mungkin akan mencoba berbagai hal yang belum pernah Anda coba dan membuat baik Anda maupun pasangan menjadi sangat "liar".  4.      Seks Perdamaian Anda bahkan mungkin tidak akan ingat lagi apa penyebab pertengkaran Anda dengan pasangan setelah merasakan seks yang luar biasa. Akan tetapi, berhati-hatilah agar Anda tidak menjadikannya alasan untuk bertengkar minggu depan.  5.      Seks yang Sangat Memuaskan Hingga Anda Tanpa Sadar Merusak Barang Seks jenis ini merupakan seks yang sangat memuaskan hingga Anda tidak lagi dapat mengendalikan benda apa yang Anda genggam atau tendang dan menyebabkan berbagai kerusakan di sekitar Anda.  6.      Seks di Pagi Hari, Penyebab Anda Terlambat Kerja Seks di pagi hari tidak hanya dapat membuat Anda terlambat kerja, tetapi juga dapat membuat mood Anda sangat baik di sepanjang hari lho.  7.      Seks Penyesalan Baik bagi Anda yang suka berpetualang atau tidak, hampir sebagian besar orang pasti pernah mengalami seks penyesalan, di mana mereka tidak percaya mereka melakukannya, misalnya berhubungan intim di tempat umum, atau menggunakan seks toys, atau threesomes.   Baca juga: Ukuran Penis dan Hubungannya Dengan Kepuasan Seksual Seorang Wanita  8.      Seks Percobaan yang Gagal Setiap pasangan pasti ingin mencoba gaya bercinta atau posisi bercinta baru, di mana mereka mungkin akan terluka saat melakukannya. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak boleh mencobanya. Dengan mencobanya, Anda mungkin akan menemukan posisi bercinta baru yang sangat luar biasa atau menertawai diri Anda sendiri dan pasangan karena gagal.  9.      Seks yang Sangat Berisik Hubungan intim Anda bersama pasangan sangat "panas" malam ini hingga membuat tetangga marah? Jangan khawatir, hampir semua orang pernah mengalaminya. Satu-satunya resiko adalah tetangga Anda akan melihat Anda dengan pandangan yang berbeda di esok hari.  10.  Seks Perpisahan Jenis seks yang satu ini biasanya terjadi saat pasangan Anda harus bertugas cukup lama di luar kota atau Anda akan berpisah dengan pasangan.  11.  Seks Tanpa Usaha Memang benar bahwa seks yang nikmat membutuhkan kerja sama yang baik di antara Anda dan pasangan, akan tetapi setidaknya sekali dalam hidup Anda, Anda mungkin ingin merasakan seks nikmat tanpa perlu berusaha. Pastikan saja Anda "membalas" pasangan Anda.  12.  Seks Penuh Cinta Saat Anda dan pasangan baru saja menikah, maka rasa cinta yang ada akan terasa begitu besar, hingga rasanya Anda dan pasangan tidak dapat dipisahkan. Selain itu, saat Anda dan pasangan begitu saling mencintai, Anda berdua biasanya akan lebih sering berhubungan intim.     Sumber: womenshealthmag
 19 Mar 2021    10:00 WIB
Kenapa Saya Ditinggal Pasangan Saya?
Saat Anda jatuh cinta pada seseorang, Anda tentu ingin selalu bersama dengannya apapun yang terjadi. Akan tetapi, pada beberapa orang, pria khususnya, mereka dapat meninggalkan wanita yang dicintainya karena berbagai alasan. Di bawah ini Anda dapat melihat 6 alasan mengapa seorang pria meninggalkan wanita yang sebenarnya sangat dicintainya.   1.      Seks Kadangkala, suatu hubungan asmara yang tampaknya baik-baik saja dapat berakhir hanya karena seks. Bila salah satu atau kedua belah pihak merasa bahwa hubungan seks yang diperolehnya dari pasangannya tidak sehebat yang diharapkannya, maka ia mungkin akan memutuskan untuk meninggalkan pasangannya tersebut, walaupun sebenarnya ia sangat menyukainya.   2.      Ia Ingin Berhubungan Intim Dengan Orang Lain Mungkin kehidupan seksual Anda dan pasangan baik-baik saja. Akan tetapi, ia mungkin ingin mencoba melakukannya bersama dengan orang lain. Mengapa demikian? Hingga saat ini, para peneliti masih tidak mengetahui secara pasti mengapa seorang pria selalu berkeinginan untuk berhubungan seks dengan wanita lain, walaupun sebenarnya ia mencintai pasangannya saat ini.   3.      Temannya Tidak Menyukai Anda Tahukah Anda bahwa teman-temannya ternyata memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan asmara Anda dengannya? Bila pasangan Anda merupakan seseorang yang mudah dipengaruhi, maka ia pun mungkin akan merasa bahwa apa yang dikatakan oleh temannya, misalnya saat temannya mengatakan bahwa ia bisa memperoleh pasangan yang lebih baik dari Anda, adalah benar.   Baca juga: 6 Cara Sederhana Untuk Membuat Si Dia Tetap Tertarik Pada Anda   4.      Ibunya Tidak Menyukai Anda Salah satu hal yang dapat membuat seorang pria meninggalkan wanita yang dicintainya adalah karena ibunya tidak menyukai pilihannya tersebut. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam bersikap dan berkata-kata saat Anda bertemu dengan orang tuanya nanti, karena hal ini mungkin akan menentukan masa depan hubungan asmara Anda dengan si dia.   5.      Atasannya Memaksa Ia Untuk Melakukannya Bagi beberapa orang pria, karirnya merupakan segalanya baginya. Jadi, bila ia harus memilih di antara Anda dan karirnya, maka ia pun akan langsung menjatuhkan pilihannya pada pekerjaannya tersebut. Akan lebih baik bagi Anda bila Anda tidak berhubungan dengan pria jenis ini.   6.      Ia Tidak Dapat Menjalin Hubungan Asmara Jarak Jauh Tidak semua orang dikaruniai kemampuan untuk menjalin hubungan asmara jarak jauh. Oleh karena itu, bila pasangan Anda tampaknya merupakan seseorang yang sulit menjalin hubungan jarak jauh, akan lebih baik bila Anda mengikutinya pindah atau bila hal tersebut tidak memungkinkan, berpisah mungkin adalah jalan yang terbaik bagi Anda dan pasangan.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 15 Mar 2021    10:00 WIB
5 Tempat Di Mana Pertengkaran Pasangan Paling Sering Terjadi
Tahukah Anda bahwa ada beberapa situasi dan tempat yang tampaknya seringkali memicu terjadinya pertengkaran di antara pasangan kekasih atau suami istri. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja situasi dan di mana tempat tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.  1.      Saat Berpergian BersamaKurang tidur karena sibuk berkemas, naik pesawat, merasa pegal karena tempat duduk yang sempit, dan harus memutuskan apa yang harus dilakukan setiap harinya. Keempat hal ini tentunya dapat membuat pasangan mana pun bertengkar.Saat Anda berpergian, maka rutinitas harian Anda dan pasangan pun akan sama-sama terganggu sehingga Anda dan pasangan sama-sama hanya memiliki sedikit "kendali" terhadap segala sesuatu yang terjadi. Jadi, bila ada sedikit saja sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan rencana Anda, maka Anda pun cenderung akan menyalahkan orang lain dan pasangan Anda merupakan sasaran empuk saat itu.Akan tetapi, sikap saling menyalahkan ini tidak akan menyelesaikan masalah Anda. Akan lebih baik bila Anda memfokuskan perhatian dan pikiran Anda pada masalah yang Anda hadapi. Oleh karena itu, beritahukanlah pada pasangan Anda saat Anda merasa kesal akan sesuatu hal dan carilah jalan keluarnya bersama. Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan 2.      Saat Pergi Makan BersamaSaat Anda pergi makan bersama dengan pasangan bahagia lainnya dan pasangan Anda melakukan atau mengatakan sesuatu hal yang tidak Anda sukai, maka Anda pun tidak dapat menegurnya secara langsung di hadapan semua orang.Mengapa pasangan Anda melakukan hal tersebut? Hal ini mungkin dikarenakan ia sedang mencoba melucu atau sedang mencoba berbicara dengan Anda mengenai sesuatu hal yang ia tahu akan membuat Anda marah (ia merasa lebih aman saat ada banyak orang di sekitarnya sehingga Anda tidak dapat langsung marah padanya).Jadi, lain kali bila pasangan Anda mengatakan atau melakukan sesuatu hal yang membuat Anda merasa kesal, tahanlah keinginan Anda untuk langsung menegurnya, tarik napas dalam, dan fokuslah pada diri Anda sendiri. Beritahukanlah apa yang Anda rasakan pada pasangan Anda saat Anda telah berduaan dengannya di rumah. 3.      Di Tempat PestaTahukah Anda bahwa acara pesta dapat memicu timbulnya sisi kompetitif pada sejumlah pasangan, yang membuat mereka seringkali bertengkar. Melihat pasangan lainnya yang sedang dimabuk asmara dapat membuat sejumlah pasangan membandingkan hubungan asmaranya dengan pasangan lainnya.Memang benar saat pasangan Anda tidak bertindak atau berperilaku sesuai dengan harapan Anda, maka hal ini tentu saja akan membuat Anda merasa sedih dan marah. Jadi, apa yang harus Anda lakukan? Tarik napas dalam-dalam dan bertanyalah pada diri Anda sendiri apa yang Anda inginkan untuk terjadi pada 5 menit ke depan. Dengan demikian, Anda biasanya akan menyadari bahwa Anda tidak ingin bertengkar dengan pasangan Anda, apalagi di acara pesta orang lain.Jadi, fokuskan perhatian Anda pada acara yang sedang Anda hadiri dan nikmatilah pesta tersebut. Bahaslah semua permasalahan Anda dengan pasangan nanti setelah Anda memiliki waktu pribadi berduaan. 4.      Di Dalam MobilKemacetan lalu lintas biasanya merupakan situasi lainnya yang seringkali membuat sejumlah pasangan bertengkar. Hal ini biasanya dikarenakan Anda dan pasangan sama-sama merasa frustasi akan kemacetan yang Anda hadapi dan melampiaskannya pada pasangan.Jadi, apa yang harus dilakukan? Beritahukanlah apa yang Anda rasakan pada pasangan Anda (tanpa menyalahkannya karena memilih jalan tersebut misalnya) kemudian bertanyalah pada pasangan Anda apa yang ia rasakan.Selain itu, humor juga dapat membantu. Jika Anda dan pasangan tidak sedang dikejar waktu, maka berhenti dan menghabiskan waktu sebentar di tempat nongkrong terdekat juga dapat membantu menghilangkan rasa bosan dan kesal akibat macet. 5.      Di Dekat Mertua atau Ipar AndaBagi sejumlah pasangan, berada di sekitar anggota keluarga pasangannya dapat membuat mereka bertengkar, baik dikarenakan oleh ibu mertua yang selalu mengkritik setiap hal atau karena adik ipar yang terlalu terus terang. Apapun komentar dan pendapat pihak ketiga yang ikut masuk ke dalam hubungan Anda dan pasangan biasanya justru dapat memicu terjadinya pertengkaran.Akan lebih baik, bila Anda menjauhkan diri dari berbagai hal dan orang yang dapat membuat Anda atau pasangan merasa stress dan memicu terjadinya pertengkaran. Selain itu, membiarkan pasangan Anda "curhat" mengenai apa yang ia rasakan juga dapat membantu membuatnya merasa didengarkan, diperhatikan, dan membuat Anda dapat mengetahui apa yang sedang ia pikirkan dan rasakan. Jadilah seorang pendengar yang baik dan tanyakan sejak kapan ia merasa demikian. Intinya adalah jangan saling menyalahkan satu sama lain. Carilah jalan keluar terbaik bagi permasalahan Anda dan pasangan bersama-sama.  Sumber: womenshealthmag
 17 Feb 2021    17:00 WIB
5 Tanda Pernikahan Sehat
Sebenarnya bagaimana sih tanda pernikahan yang sehat itu? Pada dasarnya tergantung bagaimana Anda melihatnya. Standar pernikahan yang sehat bisa jadi tidak sama untuk semua pasangan suami istri, karena setiap pasangan memiliki kebutuhan yang berbeda. Kebutuhan spesifik seperti komunikasi, seks, kasih sayang dan sebagainya dapat berubah seiring jalannya waktu. Seperti dikutip dari Healthline, hubungan yang sehat adalah istilah luas karena apa yang membuat suatu hubungan berkembang tergantung pada kebutuhan pasangan itu sendiri. Tapi, disini ada 5 tanda yang bisa menjadi indikasi bahwa pernikahan yang sedang Anda dan pasangan jalani adalah hubungan pernikahan yang sehat. Simak yuk! Saling Percaya Kepercayaan melibatkan kejujuran dan integritas. Jika Anda dan pasangan saling percaya, maka akan merasa aman dan nyaman karena masing-masing tahu tidak akan menyakiti baik fisik ataupun emosi. Komunikasi Pernikahan yang sehat apabila suami dan istri dapat dengan mudah berkomunikasi dan berdiskusi tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup. Anda dan pasangan merasa nyaman membicarakan apapun. Sekalipun Anda dan pasangan memiliki cara pandang yang berbeda, namun masing-masing akan tetap mendengarkan tanpa menghakimi dan kemudian membagi perspektif yang dia miliki. Intinya, komunikasi harus berjalan dua arah ya. Nyaman Berbagi Tugas Rumah Tangga Seringkali perbedaan gender menjadi panduan dalam berbagi tugas di rumah. Mentang-mentang laki-laki, lantas pekerjaan mencuci baju otomatis jadi pekerjaan istri. Karena sudah ada suami mencari nafkah, maka istri yang mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Sudah bukan jamannya lagi, sih, berpikir seperti ini. Berbagi tugas berarti meringankan pekerjaan masing-masing pasangan terutama ketika Anda memilih tidak punya ART di rumah.  Keintiman Fisik Nggak melulu soal hubungan seks. Walaupun hubungan pernikahan tentu nggak lepas dari hal tersebut dan tetap penting. Tapi keintiman fisik juga melibatkan kecupan di kening, peluk hangat, dan mengelus rambut. Apa pun jenis keintiman yang dibagi, hubungan dan ikatan fisik itu penting. Bercanda dan tertawa bersama Kalau Anda bisa bercanda dan tertawa bersama, itu pertanda baik. Apalagi pas mood lagi sama-sama enak. Terkadang tantangan atau kesusahan hidup dapat memengaruhi salah satu atau bahkan kedunya sehingga sangat mungkin faktor-faktor ini jadi mengubah nada bicara kita. Namun, bisa berbagi momen ringan yang membantu meredakan ketegangan, meski sebentar, memperkuat hubungan suami istri bahkan di masa sulit. Baca juga: Hal-hal Yang Perlu Dihindari Dalam Pernikahan Sumber: Mommies Daily
 05 Feb 2021    17:00 WIB
Jelang Pernikahan, Hindari Konsumsi Makanan Ini Ya!
Junkfood Seperti yang diketahui burger, hotdog dan kentang goreng memiliki nilai kalori yang cukup tinggi dan dapat menyebabkan kenaikan pada berat badan. Soda Usai melakukan banyak kegiatan, hindari minuman bersoda. Ganti dengan minuman seperti jus buah dan air putih yang jelas lebih sehat. Produk Susu Perlu Anda ketahui, beberapa jenis susu dan keju sulit untuk dicerna tubuh dan menyebabkan kembung karena gas. Bahkan keju dan yoghurt dapat menyebabkan penambahan berat badan. Gantilah dengan susu dan keju yang rendah lemak Pemanis buatan Anda pecinta permen? Hindari cemilan yang satu ini. Permen dapat merusak gigi yang menyebabkan terjadinya bau mulut. Kafein Sama seperti susu, menjelang hari pernikahan hindarilah minuman berkafein seperti kopi. Kafein dapat mengurangi kadar air dalam tubuh yang menyebabkan Anda tampak lesu. Asin Hindari menaburkan garam pada makanan secara berlebih. Makanan asin meningkatkan tekanan darah dan juga menyebabkan dehidrasi. Pasta Makanan seperti spageti memanglah sangat lezat. Tapi, menyantapnya secara berlebih akan menyebabkan kembung dan gas. Karena pada dasarnya pasta ini terbuat dari tepung. Pencuci Mulut Puding, kue dan jenis makanan pencuci mulut lainnya memang dapat menggoda siapapun, termasuk Anda. Tetapi pemanis buatan dan kalori yang tinggi di dalamnya dapat menyebabkan penambahan berat badan. Kacang-kacangan Perlu Anda ketahui, beberapa jenis kacang mengandung beberapa jenis gula yang sulit untuk dicerna yang akan membuat Anda kembung.