Your browser does not support JavaScript!
 16 May 2020    11:00 WIB
Berbagai Penyebab Keguguran dan Janin Tidak Berkembang
Sebagian besar (60%) keguguran yang terjadi pada trimester pertama kehamilan tetap tidak diketahui penyebabnya. Para ahli menduga bahwa hal ini berhubungan dengan faktor genetika, di mana kromosom tidak berkembang dengan sebagaimana mestinya. Banyak orang mengira bahwa sesuatu hal yang baru saja terjadi seperti penyakit, jatuh, atau paparan terhadap suatu hal yang menyebabkan terjadinya keguguran. Akan tetapi, hal ini jarang sekali benar karena saat diagnosa keguguran telah ditegakkan dokter, maka bayi di dalam kandungan Anda sebenarnya telah lama meninggal. Sebenarnya ada banyak hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya keguguran dan janin tidak berkembang. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal tersebut.   Hormon Bila disebabkan oleh gangguan hormon, maka Anda mungkin akan mengalami keguguran dalam waktu kurang dari 10 minggu. Karena setelah itu, plasenta (ari-ari) akan mengambil alih produksi hormon dan kadar hormon Anda yang sedikit rendah biasanya tidak akan berpengaruh. Rendahnya kadar hormon progesteron merupakan masalah yang paling sering terjadi dan keadaan ini juga bukan merupakan hal yang mudah untuk diobati. Hal ini dikarenakan pemberian suplemen progesterone, walaupun cukup sering diberikan, tampaknya tidak terlalu membantu dan justru seringkali menyebabkan janin tidak berkembang bertahan lebih lama daripada seharusnya. Satu-satunya keadaan di mana pemberian suplemen progesteron terbukti bermanfaat adalah bila Anda menderita kelainan korpus luteum, di mana korpus luteum tidak memproduksi cukup banyak hormon yang diperlukan untuk menjaga kelangsung kehamilan. Bagi sebagian besar wanita, keadaan ini tidak terjadi setiap bulan. Gangguan dapat membaik dengan sendirinya pada pembentukan sel telur dan korpus luteum berikutnya. Hal ini akan menimbulkan masalah bila berubah menjadi hal yang permanen. Untuk mencegah terjadinya keguguran, maka pemberian progesteron sudah harus dimulai dalam waktu 48 jam setelah ovulasi. Karena bila hormon progesteron baru diberikan setelah Anda terlambat menstruasi, maka kehamilan Anda kemungkinan besar sudah tidak dapat diselamatkan. Rendahnya kadar progesteron sendiri sebenarnya merupakan gejala dari janin yang tidak berkembang dan bukanlah penyebabnya. Para dokter sering memberikan suplemen progesteron bagi para pasiennya bila kadar hormon tersebut rendah. Gangguan hormon lainnya mungkin akan terjadi bila Anda memiliki gangguan kelenjar tiroid yang tidak diobati. Anda dapat dengan mudah memeriksa fungsi kelenjar tiroid Anda melalui pemeriksaan darah dan gangguan ini pun dapat diobati.   Kelainan Kromosom Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pembuahan (penyatuan antara sel telur dan sperma) dan pembentukan embrio. Bahkan bila sel telur dan sperma memiliki kromosom yang sempurna, akan tetapi proses pembelahan awal dapat mengalami kelainan. Kelainan kromosom dapat menyebabkan sel telur yang telah dibuahi mati. Kelainan kromosom merupakan penyebab terjadinya keguguran yang paling sering, yaitu sekitar 60%. Anda dapat mengetahui apakah jabang bayi Anda benar mengalami kelainan kromosom dengan memeriksa jaringan janin yang keluar saat keguguran. Hal ini harus dilakukan SEGERA setelah jaringan keluar atau sel-sel tersebut tidak dapat bertumbuh sehingga pemeriksaan pun gagal. Jika Anda baru pertama kali mengalami keguguran, maka Anda kemungkinan besar tidak perlu melakukan pemeriksaan ini. Sangat sedikit dokter yang akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan ini dan diagnosa biasanya dilakukan tanpa melakukan pemeriksaan. Hal ini dikarenakan bahkan walaupun jaringan bayi Anda dikirim segera setelah proses kuretase selesai dilakukan, masih ada kemungkinan bahwa pemeriksaan gagal. Akan tetapi, walaupun bila keguguran Anda memang disebabkan oleh kelainan kromosom, ingatlah bahwa kemungkinan berulangnya hal ini amat sangat kecil. Resiko terjadinya hal ini akan kembali meningkat saat Anda berusia 35 tahun. Hal ini dikarenakan sel telur Anda pun telah mengalami penuaan dan kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosom akan meningkat dengan cukup drastis. Setelah usia kehamilan Anda memasuki trimester kedua, maka kemungkinan terjadinya keguguran akibat kelainan kromosm akan menurun hingga kurang dari 10%. Jika Anda mengalami keguguran berulang kali secara berturut-turut, maka kemungkinan semua keguguran tersebut disebabkan oleh kelainan kromosom sangatlah kecil, yaitu hanya sekitar 7%.   Gangguan Fisik Pada Rahim Atau Leher Rahim Beberapa wanita memiliki rahim dengan bentuk yang tidak biasanya. Sementara itu, sejumlah wanita lain memiliki leher rahim yang melemah akibat berbagai hal seperti sering melakukan tindakan kuretase atau karena ibut mereka mengkonsumsi DES saat hamil. Kedua hal ini dapat menyebabkan terjadinya persalinan dini, biasanya pada saat usia kehamilan mencapai 12-24 minggu. Gangguan pada rahim dan leher rahim ini menyebabkan sekitar 12% kasus keguguran. Hal ini dikarenakan seiring dengan pertumbuhan bayi, terutama saat bayi mengalami pertumbuhan yang cukup pesat di usia kehamilan ini (12-24 minggu), maka rahim dengan bentuk yang abnormal mungkin tidak dapat membesar sebagaimana mestinya atau leher rahim yang lemah akan mulai membuka dan menyebabkan bayi dapat keluar dari dalam rahim. Untuk mengatasinya, terdapat beberapa pengobatan yang cukup efektif, seperti tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk rahim dan penjahitan leher rahim untuk menjaganya tetap tertutup. Ingatlah bahwa keguguran akan kembali terjadi bila kedua hal ini tidak segera diobati.   Gangguan Imunitas Antibodi antifosfolipid dapat menyebabkan terbentuknya bekuan darah di dalam plasenta (ari-ari) yang menyebabkan penyumbatan atau berkurangnya aliran darah ke dalam bayi, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan janin, yang dapat berujung pada kematian janin. Untuk mencari tahu apakah Anda memiliki antibodi ini, Anda dapat melakukan pemeriksaan darah anticardiolipin. Pemeriksaan ini biasanya tidak terlalu mahal dan dapat dilakukan walaupun Anda baru pertama kali mengalami keguguran. Jika kadar antibodi dianggap terlalu tinggi sehingga dapat mempengaruhi kehamilan Anda, maka pengobatannya dapat dilakukan dengan pemberian obat pengencer darah. Pada kasus yang jarang, seorang wanita dapat mengetahui bahwa dirinya ternyata menderita lupus, yang mungkin ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun, tetapi perlu segera diobati untuk mencegah berulangnya keguguran. Walaupun gangguan kehamilan atau keguguran dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, akan tetapi seringkali bayi dapat bertahan hidup hingga melewati trimester pertama. Sekitar 10-15% kasus keguguran berulang disebabkan oleh adanya antibodi ini. Antibodi antinuclear timbul akibat adanya gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada lupus atau lupus like syndrome, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang sehat. Pengobatannya biasanya adalah dengan pemberian obat golongan kortikosteroid untuk mengatasi proses radang di dalam tubuh. Akan tetapi, terdapat beberapa efek samping yang mungkin timbul bila Anda mengkonsumsi obat golongan kortikosteroid dalam jangka waktu lama seperti pembengkakan pada tubuh dan wajah, memar pada wajah, dan rasa tidak enak badan.   Ketuban Pecah Dini dan Kelahiran Prematur Banyak kasus keguguran dimulai dengan kram perut dan berbagai gejala persalinan lainnya, akan tetapi ketuban pecah dini dan kelahiran prematur biasanya terjadi pada saat usia kehamilan Anda telah mencapai trimester kedua atau ketiga. Adanya tanda-tanda persalinan prematur biasanya diatasi dengan mengkonsumsi obat-obatan yang berfungsi untuk membuat rahim menjadi lebih rileks dan Anda biasanya akan diminta untuk bed rest, baik di rumah atau pun di rumah sakit. Walaupun demikian, kadangkala, bayi tetap lahir dan akhirnya meninggal. Keadaan ini tidak disebut sebagai keguguran tetapi lahir mati karena kehamilan telah berusia lebih dari 20 minggu. Ketuban pecah dini merupakan suatu keadaan di mana ketuban Anda telah pecah walaupun kehamilan Anda belum berusia 37 minggu. Sebagian besar wanita yang mengalami hal ini biasanaya akan diberikan terapi antibiotik dan diharuskan untuk dirawat di rumah sakit karena resiko terjadinya infeksi sangat tinggi (yang membuat bayi harus segera dilahirkan bila infeksi terjadi). Agar mampu bertahan hidup, seorang bayi harus memiliki berat badan lahir minimal 500 gram. Para ahli menduga sebagian besar kasus ketuban pecah dini disebabkan oleh infeksi atau peradangan rahim atau peradangan kantong amnion. Sayangnya, hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui bagaimana infeksi ini terjadi atau bagaimana infeksi dapat memicu terjadinya ketuban pecah dini. Pemeriksaan panggul dan infeksi jamur pada kemaluan biasanya tidak akan meningkatkan resiko terjadinya ketuban pecah dini. Karena ketuban pecah ini cenderung berulang, maka diperlukan langkah pencegahan untuk menghindari berulangnya keadaan ini di kehamilan berikutnya. Walaupun ketuban pecah dini tidak selalu dapat diobati atau dicegah, akan tetapi sebagian besar bayi biasanya dapat bertahan hidup cukup lama.   Infeksi, Usia, dan Penyakit Kronik Berbagai jenis infeksi dapat menyebabkan terjadinya keguguran. Berbagai jenis infeksi yang dimaksud adalah sifilis, mikoplasma, toksoplasmosis, AIDS, campak jerman, dan malaria. Infeksi saluran pernapasan atas, batuk pilek, dan infeksi jamur pada kemaluan (umum terjadi pada wanita hamil) biasanya tidak akan menyebabkan terjadinya keguguran. Selain berbagai penyakit di atas, ada penyakit lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran atau kelainan bawaan pada janin bila Anda baru pertama kali mengalaminya saat hamil. Penyakit tersebut adalah cacar air. Selain itu, infeksi yang menyebabkan Anda mengalami demam tinggi (38 derajat Celcius) juga harus segera diobati karena demam yang berlangsung lama mungkin dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda. Peranan usia pada kehamilan adalah pengaruh proses penuaan terhadap kromosom. Karena seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, maka sel telur dan sperma Anda pun akan bertambah. Selain kelainan kromosom, usia juga dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan lain seperti keadaan kesehatan yang buruk, menderita penyakit tertentu, atau mengalami gangguan keseimbangan hormonal yang akan membuat kehamilan Anda lebih sulit untuk dipertahankan. Berbagai resiko ini biasanya baru akan Anda temui bila Anda telah berusia lebih dari 40 tahun. Berbagai gangguan kesehatan yang dialami ibu juga dapat mengganggu kehamilannya. Menderita diabetes, gangguan jantung, dan gangguan kelenjar tiroid sebelum hamil dapat menyebabkan timbulnya berbagai komplikasi selama kehamilan berlangsung. Akan tetapi, bukan berarti Anda pasti akan mengalami keguguran bila menderita salah satu dari 3 gangguan kesehatan tersebut. Anda hanya perlu lebih berhati-hati dan memastikan obat yang Anda konsumsi dapat disesuaikan selama hamil. Selain ketiga hal di atas, kecelakaan juga dapat menyebabkan terjadinya keguguran, walaupun jarang. Hal ini dikarenakan bayi telah dilindungi dengan baik oleh kantong amnion dan cairan ketuban sehingga pukulan keras pada perut Anda pun biasanya hanya akan membuat kantong dan cairan di dalamnya berguncang sedikit. Sebagian besar bayi di dalam kandungan wanita hamil yang mengalami kecelakaan atau trauma tertentu tetap baik-baik saja.   Penyebab yang Tidak Diketahui Memang benar bahwa tidak mengetahui apa yang menyebabkan Anda mengalami keguguran merupakan suatu hal yang menakutkan dan juga traumatis. Akan tetapi, bukan berarti bahwa Anda pasti akan mengalami keguguran kembali. Anda hanya perlu berusaha untuk hamil kembali dan menikmati kehamilan Anda.   Baca juga: 7 Tanda Anda Mengalami Keguguran   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: pregnancyloss
 07 Sep 2018    16:00 WIB
Apa Arti Tendangan Janin Ketika Didalam Perut ?
Salah satu momen paling menakjubkan saat hamil adalah ketika ibu merasakan tendangan bayi di dalam kandungan. Gerakan tersebut membuat ibu yakin kalau bayi yang dikandung tumbuh baik. Ibu pun jadi merasa lebih dekat dengan janin yang ada di dalam perutnya. Gerakan pertama bayi yang juga bisa disebut 'quickening' bisa terasa saat kehamilan memasuki usia 16 minggu sampai 25 minggu. Untuk wanita yang baru pertama kali hamil, kemungkinan besar tendangan tersebut tidak akan dirasakan sampai janin berusia 25 minggu. Baru di kehamilan kedua, ibu bisa merasakan gerakan bayinya di minggu ke-13. Tendangan atau gerakan bayi ini akan lebih dirasakan ibu ketika Anda berada dalam posisi diam atau tidak banyak bergerak. Biasanya tendangan bayi akan terasa ketika ibu sedang duduk atau berbaring. Seperti apa rasanya tendangan bayi ini? Perasaan tersebut sulit digambarkan dengan kata-kata. Awalnya ibu tidak benar-benar merasakan tendangan bayinya tersebut. Baru pada tendangan kedua dan ketiga, ibu sudah terbiasa merasakannya. Dan saat kehamilan memasuki trimester kedua serta ketiga, tendangan bayi benar-benar dirasakan ibu, entah itu saat bayi menendang dengan kaki, siku ataupun tangannya. Frekuensi tendangan ini akan dirasakan ibu semakin sering seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada akhir trimester kedua dan seterusnya, tendangan bayi akan menjadi lebih kuat dan sering. Bayi cenderung bergerak di waktu-waktu tertentu, sebagai tanda penunjuk dia sedang bangun atau tertidur. Bayi biasanya aktif bergerak antara pukul 21.00 dan 01.00 dini hari, tepat di saat ibu akan tidur. Seiring bertambahnya usia kehamilan, bayi juga dapat merespon suara atau sentuhan yang didapatnya dengan gerakan. Bagaimana jika ibu tidak juga merasakan gerakan bayi hingga kehamilan memasuki usia 25 minggu? Ibu tidak perlu panik. Selama berdasarkan pemeriksaan dokter, bayi terus tumbuh, ibu akan bisa merasakan gerakannya. Ibu juga akan mengetahui kapan waktunya bayi paling aktif. Beberapa bayi secara natural memang kurang banyak bergerak. Kurangnya pergerakan bayi ini juga bisa berarti bayi sedang tidur. Ketika kandungan memasuki usia 32 minggu, bayi yang bertambah besar juga akan tidak terlalu aktif bergerak karena ruang geraknya di dalam rahim Anda semakin sempit.
 29 Aug 2018    18:00 WIB
Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Mengalami Keguguran ?
Kehilangan jabang bayi yang ada dalam kandungan memang hal yang menyakitkan. Kondisi ini terkadang bisa membuat calon ibu menjadi tertekan. Tapi bila Anda mengalami hal ini jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut karena ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk mempersiapkan kehamilan berikut. Saat seorang ibu hamil mengalami perdarahan yang keluar dari jalan lahir, kemudian melihat seperti ada jaringan tubuh, cairan, atau gumpalan darah keluar dari jalan lahir. Maka kemungkinan seorang ibu hamil mengalami keguguran. Hal ini bisa saja dialami siapa saja dan mungkin temasuk Anda. Pada saat seperti ini apa yang harus dilakukan? Segera memeriksakan diri ke dokter Dokter akan segera memeriksa diri Anda, yaitu melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk melihat kondisi janin di dalam rahim Anda. Ada baiknya bila Anda menemukan jaringan yang keluar dari jalan lahir Anda ambil dan taruh dalam wadah. Saat bertemu dengan dokter berikan kepadanya. Dokter akan memeriksa untuk menentukan apakah itu memang benar merupakan jaringan tubuh janin Dokter juga akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon-hormon Anda. Ikuti petunjuk dokter Apakah memang mengalami keguguran atau tidak? Apabila tidak terjadi keguguran maka dokter akan menyuruh Anda untuk istirahat total dan diberikan beberapa macam obat untuk menguatkan kandungan Anda. Tapi bila terjadi keguguran maka dokter akan memeriksa apakah sudah bersih berarti tidak ada perlu dilakukan tindakan. Namun, apabila terjadi keguguran tapi masih ada sisa jaringan maka perlu dilakukan tindakan. Dalam kondisi ini biasanya dokter akan memberikan pilihan apakah: Anda mengonsumsi obat-obatan untuk membantu tubuh mendorong sisa jaringan keluar. Pengobatan ini bisa dengan minum obat atau langsung pada miss V Anda. Tapi bila ada kemungkinan infeksi maka dokter akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan sisa jaringan dengan tindakan kuretase atau yang dikenal dengan kuret. Ketahui dan pahami penyebab keguguran yang sering terjadi Agar kejadian ini terjadi lagi saat Anda hamil maka Anda harus mengetahui apa penyebab keguguran seperti: Adanya kelainan genetik pada janin. Hal ini bisa karena faktor keturunan atau kelainan pada sel telur atau sperma yang membentuk si janin. Diabetes gestasional atau kencing manis pada saat hamil Terjadinya infeksi, seperti infeksi TORCH yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Risiko darah kental pada ibu hamil Hormon kehamilan yang tidak seimbang Gangguan kelenjar tiroid Gangguan pada rahim Turunkan risiko keguguran kandungan berikutnya Keguguran kandungan tidak dapat sepenuhnya dicegah, namun ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko keguguran kandungan, seperti Merokok Mengonsumsi minuman beralkohol. Menggunakan narkoba Pola makan yang buruk Bila perlu Anda bisa melakukan beberapa pemeriksaan penting seperti Tes amniocentesis yaitu tes untuk mengetahui kelainan genetik pada janin dengan memeriksa cairan ketuban atau cairan amnion Tes Chorionic Villus Sampling/CVS yaitu tes untuk mendeteksi ketidaknormalan kromosom pada janin Tes TORCH untuk mengetahui apakah ada infeksi TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Tes kekentalan darah yaitu pemeriksaan ANA dan ACA Semua pemeriksaan harus berdasarkan saran dari dokter Memulihkan kondisi Anda kembali Sangat dimengerti bahwa Anda pasti ingin segera memiliki momongan sehingga ingin segera hamil. Tapi Anda harus memulihkan kondisi tubuh Anda terlebih dahulu. Perlu Anda ketahui siklus menstruasi akan kembali normal, sehingga kemungkinan bisa hamil kembali. Jadi ada baiknya Anda menggunakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Selain memulihkan fisik, Anda juga perlu memulihkan kondisi psikologis Anda. Apabila kondisi psikologis Anda sudah siap, maka Anda tidak akan mudah stres dan siap menanti kehamilan.  Keguguran memang menyakitkan tapi Anda harus melakukan semua cara diatas agar kehamilan yang berikut lebih sehat dan aman. Baca juga: Para Ibu Hamil Jangan Depresi, Karena Anak Yang Anda Kandung Akan...   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 15 Jan 2018    08:00 WIB
Hamil 2 Bulan? Berikut Makanan yang Perlu Anda Konsumsi
Bulan kedua kehamilan dimulai saat usia kehamilan Anda mencapai 5 minggu. Banyak wanita melewati 1 bulan pertama kehamilannya tanpa tahu bahwa dirinya sedang hamil. Pada masa ini, asupan nutrisi merupakan salah satu hal yang sangat penting karena nutrisi dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Pada bulan kedua kehamilan, Anda mungkin akan mulai mengalami morning sickness, yang akan membuat Anda takut makan. Akan tetapi, Anda tetap harus makan dengan baik karena pada masa ini, sedang terjadi perkembangan saraf, otak, dan saraf tulang belakang. Selain itu, pada usia kehamilan 2 bulan, sistem sirkulasi darah akan mulai berjalan dan jantung bayi Anda akan mulai berdetak. Di bawah ini Anda dapat melihat nutrisi apa saja yang Anda perlukan untuk menjaga agar kehamilan Anda tetap sehat dan bayi Anda dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik.   Asam Folat Asam folat merupakan vitamin yang sangat penting yang harus dikonsumsi sejak beberapa minggu pertama kehamilan. Hal ini dikarenakan vitamin ini diperlukan untuk perkembangan normal dari tabung saraf bayi. Jika Anda tidak mengkonsumsi suplemen asam folat, maka resiko bayi Anda menderita kelainan saraf atau mengalami kelahiran prematur akan meningkat. Beberapa jenis makanan yang mengandung banyak asam folat adalah bayam, sereal yang sudah diperkaya oleh asam folat, dan kacang-kacangan. Idealnya, Anda harus mengkonsumsi sekitar 400 mcg asam folat setiap harinya pada bulan kedua kehamilan Anda.   Zat Besi Pada masa ini, suplai darah Anda akan meningkat untuk mendukung perkembangan bayi Anda. Bila Anda tidak mengkonsumsi cukup zat besi dari makanan Anda, maka Anda akan selalu merasa lelah dan juga akan mengalami anemia. Dianjurkan agar Anda mengkonsumsi 27 mg zat besi setiap harinya sejak saat Anda tahu bahwa Anda sedang hamil. Walaupun Anda dapat memperoleh zat besi dari makanan, akan tetapi jumlahnya biasanya tidak mencukupi. Oleh karena itu, biasanya diperlukan pemberian suplemen zat besi. Dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda sebelum mulai mengkonsumsi suplemen apapun selama hamil.   Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu ke 1-4)   Kalsium Pada bulan kedua kehamilan, tulang bayi Anda akan mulai memadat. Hal ini membutuhkan kalsium. Oleh karena itu, Anda harus mengkonsumsi sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya. Anda dapat dengan mudah mencukupi kebutuhan kalsium Anda ini melalui makanan. Beberapa makanan yang merupakan sumber kalsium adalah susu dan produknya serta sayuran berdaun hijau. Jika Anda tidak mencukupi kebutuhan kalsium Anda melalui makanan, maka tubuh Anda akan mengambil kalsium dari tulang dan gigi Anda, yang akan membuat keduanya menjadi lemah dan rapuh.   Protein Berbeda dengan anggapan banyak wanita, Anda harus mulai mengkonsumsi protein tambahan sejak Anda tahu bahwa Anda sedang hamil. Protein akan membantu memastikan tubuh Anda memberikan suplai darah yang mencukupi pada bayi Anda dan juga membantu proses perkembangan otot bayi Anda. Anda dapat mencukupi kebutuhan protein Anda dengan mengkonsumsi keju cottage rendah lemak dan ikan. Akan tetapi, pastikan Anda mengkonsumsi ikan air tawar yang tidak mengandung merkuri. Dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 75-100 gram protein setiap harinya.   Memasuki bulan kedua, konsumsilah berbagai jenis makanan segar seperti buah dan sayuran segar. Jangan mengkonsumsi makanan beku. Pastikan Anda mengkonsumsi banyak protein untuk membantu perkembangan otot bayi Anda. Selain itu, tingkatkan konsumsi kalori Anda dengan mengkonsumsi makanan bertepung daripada makanan manis. Selalu awasi makanan yang Anda makan. Jangan mengkonsumsi terlalu banyak makanan asin, berlemak, dan manis. Jika Anda mengalami morning sickness, mengkonsumsi air jahe yang terbuat dari jahe asli atau teh camomile biasanya dapat membantu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 20 Oct 2016    15:00 WIB
Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 17-20)
Minggu 17 Bayi: panjang bayi anda sekarang sekitar 11-12 cm, dengan berat sekitar 100 gram. Lemak mulai terbentuk, lemak dapat membantu metabolisme dan menjaga bayi anda tetap hangat. Paru-paru mulai mengeluarkan cairan amnion, sirkulasi, dan saluran kemih mulai berfungsi. Rambut di kepala, alis dan bulu mata bertambah banyak. Ibu: kehamilan anda mulai terlihat, terutama dengan pembesaran perut bagian bawah anda. Berat badan  anda bertambah sekiar 3-5 kg, anda juga merasakan peningkatan nafsu makan. Jangan bergerak terlalu cepat saat ingin duduk atau berdiri dari posisi tidur anda. Hal ini dapat membuat anda merasa pusing. Bergeraklah perlahan saat ingin duduk atau berdiri.   Minggu 18 Bayi: panjang bayi anda sekarang sekitar 13-14 cm, dengan berat sekitar 150 gram. Pertumbuhan sudah mulai berkurang, tetapi refleks mulai berkembang. Bayi anda sudah dapat menguap, meregangkan badan, mengerutkan dahi, dan bahkan membuat berbagai ekspresi wajah. Pengecapan mulai berkembang, bayi anda mulai dapat membedakan rasa manis dan pahit. Bayi anda dapat menjilat bibirnya, menelan, dan bahkan cegukan. Retina mulai merespon terhadap cahaya, bila anda menyorotkan sinar terang ke perut anda, bayi anda mungkin akan bergerak untuk menghindari cahaya tersebut. Ibu: rahim anda sekarang mungkin sudah berada tepat di bawah pusar anda. Anda sudah dapat merasakan pergerakan bayi anda dengan jelas. Pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan antara minggu ini hingga minggu ke 22 untuk memantau perkembangan bayi anda dan memperkirakan tanggal kelahirannya. Jantung anda sekarang harus bekerja 40-50% lebih keras untuk memenuhi kebutuhan anda dan bayi anda.   Minggu 19 Bayi: panjang bayi anda sekarang sekitar 14-15 cm, dengan berat sekitar 200 gram. Kulit sedang berkembang dan masih transparan, bayi anda tampak merah karena pembuluh darah yang terlihat di bawah kulitnya. Lapisan putih, disebut vernix mulai terbentuk. Ibu: saat ini anda mulai merasakan keluhan-keluhan lain selama kehamilan, seperti nyeri perut bawah, pusing, dada terasa terbakar, sembelit, kram di kaki, pembengkakan ringan di pergelangan kaki dan kaki, serta nyeri punggung bawah. Pelebaran pembuluh darah dapat menyebabkan terbentuknya bercak merah seperti laba-laba yang bersifat sementara pada wajah, bahu, dan tangan. Jangan terlalu lelah karena perkembangan cepat dari bayi anda yang sedang berlangsung memperberat kerja jantung, ginjal, dan paru-paru anda.   Minggu 20 Bayi: panjang bayi anda sekarang sekitar 15-16 cm, dengan berat sekitar 250 gram. Bayi anda mulai dapat mendengar suara sekarang ini, mulai dari suara perut anda, jantung anda, maupun suara-suara dari luar. Bayi anda dapat menutup telinganya atau bahkan terkejut dan lompat bila mendengar suara keras di dekat anda. Bayi anda lebih sering bergerak, berputar, dan menendang. Ibu: rahim anda telah mencapai pusar anda sekarang, perut anda semakin membesar. Terjadi peningkatan resiko terkena infeksi saluran kemih karena relaksasi otot saluran kemih. Pernapasan anda menjadi lebih dalam dan anda menjadi lebih mudah berkeringat karena peningkatan aktivitas kelenjar tiroid. Untuk mengurangi nyeri punggung bawah, duduklah dengan benar, jangan berdiri terlalu lama, dan gunakanlah bantal kecil di bawah pinggang anda waktu anda tidur.   Bulan 5 Kehamilan Rambut mulai tumbuh di kepala bayi anda dan rambut tipis, lanugo, mulai terbentuk dan menutupi seluruh tubuh bayi anda. Rambut tipis ini berfungsi untuk melindungi bayi anda dan biasanya menghilang dalam minggu pertama kehidupan bayi anda. Selain itu, kulit bayi anda juga ditutupi oleh suatu lapisan putih kental seperti keju, yang diduga berfungsi untuk melindungi kulit bayi anda dari paparan cairan amnion dalam waktu lama. Anda dapat merasakan pergerakan bayi anda karena otot telah mulai terbentuk. Pada akhir bulan kelima kehamilan, panjang bayi anda adalah sekitar 25 cm, dengan berat sekitar 250-500 gram.  Baca juga: Perkembangan Kehamilan Anda (Minggu 13-16) Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd