Your browser does not support JavaScript!
 19 Nov 2014    14:00 WIB
Tahukah Anda Bahwa Wanita Ternyata Lebih Sulit Menerima Perceraian?
Putus cinta dan bercerai merupakan suatu hal yang sangat sulit, terutama bagi seorang wanita. Berdasarkan sebuah survei dari 131.159 orang dewasa di Amerika, para peneliti menemukan bahwa wanita yang pernah bercerai atau putus cinta memiliki keadaan hidup yang lebih buruk dan memiliki kadar stress yang lebih tinggi dibandingkan dengan pihak lainnya (pria). Sekitar 56% wanita yang mengalami putus cinta dan 47% wanita yang pernah bercerai mengatakan bahwa mereka mengalami stress setelah mengalami hal tidak menyenangkan tersebut. Dan hanya sekitar 45% pria yang mengalami putus cinta dan 40% pria yang bercerai yang mengalami stress setelah mengalami hal tidak menyenangkan tersebut. Selain itu, para wanita ini juga lebih sering mengalami ketergantungan obat tidur dibandingkan dengan pria yang mengalami hal yang sama. Sekitar sepertiga orang wanita yang bercerai melaporkan bahwa mereka mulai menggunakan obat penenang setiap harinya dibandingkan dengan hanya seperempat pria yang mengalami hal tersebut. Mengapa wanita tampaknya lebih sulit menerima perpisahan yang menyakitkan tersebut? Para ahli menduga hal ini mungkin berhubungan dengan faktor keuangan. Hal ini dikarenakan sebagian besar wanita harus menyerahkan karirnya untuk mengurus dan membesarkan anak-anaknya, sehingga mereka mungkin memiliki lebih sedikit uang sejak menikah. Kekurangan dalam hal keuangan ini dapat menambah stress yang mereka alami selain rasa sakit hati yang mereka alami. Selain itu, sulitnya mencari pekerjaan setelah bercerai juga dapat membuat stress yang dirasakan oleh para wanita ini semakin meningkat. Hal lainnya yang juga membuat seorang wanita lebih sulit menerima perceraian dibandingkan pria adalah masalah emosi atau perasaan. Sebagian besar pria lebih cepat menikah kembali setelah bercerai, beberapa pria bahkan telah memiliki pasangan lain saat proses perceraian sedang berlangsung. Para wanita yang pernah bercerai biasanya juga masih merasa terkejut saat mendengar bahwa mantan suaminya telah mulai berkencan kembali. Memiliki dukungan dari orang-orang terdekat dan sahabat-sahabat Anda dapat sangat membantu Anda melalui semua hal di atas. Selain itu, jangan ragu untuk mencari pertolongan dari teman atau keluarga atau tenaga medis professional bila Anda mengalami masalah dalam hubungan Anda dengan pasangan. Hal ini dapat mengurangi rasa kesepian Anda dan membuat Anda lebih mampu menghadapi kemungkinan terburuk.     Sumber: womenshealthmag
 08 Oct 2014    14:00 WIB
Menderita Skizofrenia Tetapi Ingin Memiliki Pasangan? Apa yang Harus Dilakukan?
Menderita skizofrenia seringkali membuat para penderitanya merasa ragu untuk memberitahu atau bahkan mulai mencari teman, apalagi pasangan. Akan tetapi, hal ini ternyata tidak berlaku bagi Penny Freese.  Freese sedang melanjutkan kuliah keseniannya di sebuah universitas di Amerika saat ia bertemu dengan seorang pria yang saat ini telah menjadi suaminya. Setelah berpacaran selama beberapa bulan, ia menyadari bahwa pasangannya tersebut selalu menghindar saat membicarakan berbagai masalah pribadi. Akhirnya, suatu hari, ia pun mulai mengkonfrontasi pasangannya tersebut dan mengatakan bahwa ia tidak jujur padanya. Pasangannya pun memberitahukan padanya bahwa ia pernah mengalami episode skizofrenia.  Walaupun pada awalnya ragu, 6 bulan kemudian mereka pun menikah dan tetap bersama hingga sekarang, 37 tahun kemudian. Freese mengatakan bahwa menjaga hubungan yang baik dan keintiman dengan pasangan dapat membantu menjaga pernikahannya hingga kini, tetapi tentu saja membutuhkan banyak usaha dari kedua belah pihak. Apakah Anda pun ingin memiliki suatu kehidupan pernikahan walaupun menderita skizofrenia? Seorang penderita skizofrenia cenderung menghindari berbagai situasi sosial, yang mengharuskannya berhubungan dengan orang lain, yang membuatnya sulit memiliki seorang teman, apalagi pasangan.  Memang bukan merupakan hal yang mudah untuk mulai berkencan saat Anda tahu Anda menderita skizofrenia. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda kembali menjalin hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda, seperti: Berkonsultasilah dengan dokter spesialis jiwa Anda untuk mengetahui obat mana yang paling tepat untuk mengatasi berbagai gejala skizofrenia yang Anda alami Berkonsultasilah dengan seorang terapis yang dapat membantu Anda menjalin suatu hubungan dengan orang lain Mulailah melakukan berbagai aktivitas yang membuat Anda harus keluar rumah dan berada di sekitar orang lain, misalnya berolahraga di tempat fitness   Kapan Harus Memberitahu Si Dia? Memberitahu si dia bahwa Anda menderita skizofrenia dapat merupakan hal yang sulit, terutama bila Anda baru memulai hubungan Anda tersebut. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus menyembunyikan keadaan Anda dari si dia. Hal ini dikarenakan walaupun dengan pengobatan yang tepat, Anda tetap mungkin masih mengalami berbagai gangguan dalam hal komunikasi atau berbagai hal lainnya yang membuat si dia menyadari ada sesuatu yang aneh pada diri Anda.  Mencari tahu kapan saat yang tepat untuk memberitahu pasangan atau teman baru Anda mengenai keadaan Anda adalah kuncinya. Akan lebih baik bila Anda memberitahu sahabat baru atau pasangan Anda tersebut beberapa bulan setelah Anda mulai berkencan, jangan terlalu cepat, tetapi juga jangan terlalu lama.     Sumber: webmd
 15 Sep 2014    10:00 WIB
Berbagai Hal yang Dinilai Wanita Pada Diri Seorang Pria
Setiap wanita tentunya memiliki daftar tersendiri mengenai apa saja yang mereka inginkan pada diri seorang pria yang akan menjadi pasangan atau suaminya. Selain berbagai penampilan fisik yang menarik, terdapat beberapa hal pada kepribadian seorang pria yang akan dinilai oleh seorang wanita sebelum memutuskan untuk menikah dengannya seperti di bawah ini.   1.     Rasa Kasih Sayang Banyak wanita mengeluh bahwa pasangannya tidak atau jarang mengambil inisiatif. Para wanita ingin pasangannya menunjukkan rasa kasih sayangnya. Tunjukkanlah bahwa Anda tertarik padanya, tidak hanya secara seksual tetapi juga akan apa yang ia rasakan dan inginkan.   2.     Sikap Percaya Diri Rasa percaya diri merupakan hal yang penting. Seorang pria yang memiliki rasa percaya diri akan membuat pasangannya merasa lebih aman. Bukan hanya bagaimana cara Anda memperlakukan orang lain, akan tetapi bagaimana sikap Anda di hadapan orang lain dan pasangan Anda. Seorang pria yang percaya diri akan membuat seorang wanita merasa bahwa pasangannya tersebut lebih mampu menghadapi berbagai hal, termasuk berbagai kesulitan dalam kehidupan. Selain itu, pria yang percaya diri juga tidak akan mengeluh atau merasa depresi saat ia melakukan suatu kesalahan kecil.   3.     Kesetiaan Menjaga kesetiaan Anda terhadap pasangan dapat menjadi suatu hal yang sulit dilakukan sekarang ini. Banyaknya godaan dan umumnya perselingkuhan serta perceraian membuat kesetiaan semakin sulit ditemukan. Akan tetapi, setiap wanita menginginkan hal ini dan berharap pasangannya mampu menjaga kesetiaannya. Karena sebagian besar wanita menginginkan hubungan yang berlangsung selamanya dan mereka tentunya berharap pasangannya juga memiliki komitmen yang sama. Buktikanlah pada pasangan Anda bahwa Anda merupakan seorang pria yang setia, dapat dipercaya, dan dapat menjaga komitmen.   4.     Dapat Diandalkan atau Tidak Hanya karena Anda telah berhasil menunjukkan komitmen Anda, bukan berarti apa yang terjadi dalam hubungan Anda dan pasangan tidaklah penting. Menunjukkan pada pasangan Anda bahwa Anda selalu menetapi janji dan kata-kata yang Anda ucapkan, walaupun merupakan suatu hal yang sederhana dapat membuat hubungan Anda dan pasangan semakin kuat.   5.     Kebaikan Hati Terdapat dua jenis kebaikan hati yang tentunya diinginkan setiap orang ada pada diri pasangannya. Jenis pertama adalah kebaikan hati yang berhubungan dengan harta benda atau dengan kata lain seberapa dermawan seseorang. Apakah pasangannya mau mendonasikan uang atau benda lainnya pada orang-orang yang membutuhkan juga dapat menjadi salah satu kriteria penilaian seorang wanita saat memilih pasangan. Jenis kebaikan hati yang kedua adalah dalam hal waktu. Seorang wanita akan memperhatikan apakah Anda rela dan mau menyediakan waktu bagi orang-orang yang membutuhkan, termasuk baginya. Setiap orang, baik pria maupun wanita tentunya menginginkan seorang pasangan yang baik hati. Bila Anda bertanya pada setiap wanita atau pria mengenai apa kriteria pasangan yang diinginkannya, salah satunya pasti adalah seseorang yang baik.   6.     Apakah Anda Dapat Menjadi Seorang Ayah yang Baik? Menunjukkan bahwa Anda dapat menjadi seorang ayah yang baik nantinya merupakan salah satu hal lainnya yang juga dinilai oleh seorang wanita saat akan memilih pasangan hidupnya, terutama bila ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan ayahnya. Menjadi seorang ayah yang baik berarti Anda harus memiliki suatu kesabaran dan rasa kasih sayang, yang selain penting diberikan pada anak-anak Anda nantinya, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh pasangan Anda.   7.     Rasa Humor Sebagian besar wanita tertarik pada seorang pria yang dapat membuatnya tertawa atau setidaknya menunjukkan bahwa ia memiliki rasa humor. Jika Anda merupakan tipe pria yang tidak memiliki rasa humor, maka setidaknya tunjukkan bahwa Anda bukanlah orang yang selalu serius setiap waktu. Tunjukkanlah padanya bahwa Anda pun dapat menertawakan kesalahan kecil yang Anda lakukan. Jika Anda ingin membuat pasangan Anda tetap mencintai Anda walaupun bertahun-tahun telah berlalu, maka pastikan bahwa Anda merupakan seseorang yang percaya diri, yang dapat membuatnya tertawa, yang sayang padanya, dan yang juga dapat bersikap baik pada orang lain.     Sumber: askmen
 28 May 2014    15:00 WIB
Seperti Apa Tipe Pria yang Anda Sukai?
Apakah Anda lebih menyukai pria yang berpenampilan rapi atau berantakan? Walaupun hal ini mungkin diakibatkan oleh perbedaan selera setiap wanita, akan tetapi lingkungan Anda ternyata turut berperan dalam selera Anda yang satu ini. Sebuah penelitian menemukan bahwa seorang wanita akan merasa lebih tertarik pada pria yang memiliki janggut atau kumis bila ia jarang melihat pria seperti itu, dan sebaliknya, yaitu lebih tertarik pada pria tanpa kumis atau pun janggut bila ia jarang melihat pria seperti itu.Para peneliti di Australia melakukan sebuah suvei online pada sekitar 1.400 wanita heteroseksual maupun biseksual dan 213 pria heteroseksual mengenai pria mana yang lebih menarik melalui sebuah foto.Pada penelitian ini, foto para pria terbagi menjadi 4 yaitu tanpa kumis atau janggut, saat kumis atau janggut baru mulai tumbuh, saat kumis atau janggut sudah tumbuh agak lebat, dan saat kumis atau janggut sudah tumbuh dengan sangat lebat.Survei ini menemukan bahwa baik pria mupun wanita mengatakan bahwa pria yang memiliki kumis atau janggut, banyak maupun sedikit lebih menarik bila semuanya merupakan minoritas. Dan sebaliknya, mereka lebih menyukai pria yang tidak memiliki kumis atau janggut bila terdapat lebih banyak foto pria yang berjanggut atau berkumis.Akan tetapi, survei ini juga menemukan satu hal menarik lainnya yaitu walaupun pria yang tidak berjanggut atau berkumis merupakan kelompok minoritas, baik pria maupun wanita tetap lebih menyukai pria yang memiliki kumis atau janggut.Para peneliti menduga bahwa janggut atau kumis akan tampak lebih menarik bagi seorang wanita bila jarang terdapat pria seperti ini dalam kehidupannya atau pada lingkungan tempat tinggalnya dan sebaliknya.Sumber: womenshealthmag
 28 May 2014    14:00 WIB
Penampilan Seperti Apa yang Membuat Pria Merasa Tertarik?
Berdasarkan sebuah penelitian, baik pria maupun wanita merasa seorang wanita lebih menarik saat mereka hanya mengenakan sedikit riasan wajah. Pada penelitian ini, para peneliti meminta 44 orang wanita untuk menjadi model sebuah pemotretan. Para peneliti menyediakan berbagai jenis riasan wajah dan meminta para wanita ini untuk mendAndani diri mereka seperti saat mereka akan pergi berkencan. Para peneliti kemudian memfoto para wanita sebelum dan setelah mereka mengenakan riasan wajah.Melalui berbagai jenis foto ini, para peneliti kemudian membuat sekitar 21 foto wanita yang berbeda dengan jumlah riasan yang berbeda-beda dan meminta 44 orang lainnya, yang terdiri dari 22 orang pria dan 22 orang wanita untuk menilainya.Para peneliti kemudian meminta ke 44 orang ini untuk memilih foto wanita mana yang menurut mereka paling menarik bagi dirinya sendiri dan mana yang menurut mereka paling menarik bagi seorang pria serta mana yang menurut mereka paling menarik bagi seorang wanita.Para peneliti kemudian menemukan bahwa para wanita lebih memilih foto wanita dengan riasan yang sedikit lebih tebal daripada yang dipilih oleh para pria. Satu hal yang menarik adalah ke 44 orang yang dimintai pendapatnya ini menyatakan bahwa semua model mengenakan terlalu banyak riasan wajah. Banyak wanita mengira bahwa pria lebih menyukai wanita yang mengenakan riasan wajah yang tebal, akan tetapi penelitian ini justru menemukan hal yang sebaliknya. Jadi semakin sedikit riasan wajah yang Anda kenakan, maka semakin menarik penampilan Anda bagi seorang pria. Sumber: womenshealthmag