Your browser does not support JavaScript!
 10 Mar 2019    16:00 WIB
Begini Pertolongan Pertama Saat Bayi Tersedak (Choking)
Anak/bayi suka memasukan benda apapun yang di temukan ke dalam mulutnya. sehingga hal ini dapat mengakibatkan si anak/bayi mengalami tersedak (Choking). Benda asing yang menyebabkan sumbatan jalan nafas (Tersedak) pada anak adalah benda cair, diikuti benda asing yang bersifat padat seperti kancing baju, mainan atau makanan padat.   Tanda anak mengalami sumbatan jalan nafas adalah menangis sambil diikuti refleks batuk untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Batuk merupakan refleks yang aman untuk mengeluarkan benda asing pada jalan nafas. Tindakan baru diberikan bila sumbatan berat dengan cara : Tindakan Back Blows.   Cara melakukan bantuan anak/bayi yang mengalami sumbatan jalan nafas berat ( Cara Back Blows ) :   1. Posisikan bayi/anak dengan posisi kepala mengarah ke bawah, supaya gaya gravitasi dapat membantu mengeluarkan benda asing.   2. Penolong berlututcatau duduk, dapat menopang Anak/bayi di pangkuannya dengan lebih aman saat melakukan tindakan.   3. Untuk bayi, topang kepala dengan menggunakan ibu jari di satu sisi rahang dan rahang yang lain menggunakan satu atau dua jari dari tangan yang sama. Jangan sampai menekan jaringan lunak di bawah rahang, karena akan menyebabkan sumbatan jalan nafas kembali. Sedangakan untuk anak berusia diatas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.   4. Lakukan 5 hentakan Back Blows secara kuat dengan menggunakan telapak tangan ditengah punggung. Tujuan tindakan tersebut untuk mengupayakan sumbatan benda asing terlepas setelah satu hentakan, bukan karena akumulasi ke-5 hentakan. 5. Bila tindakan tersebut gagal, segera bawa ke Rumah Sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan lebih lanjut
 19 Dec 2018    16:00 WIB
Tips Merawat Bayi Untuk Orang Tua Baru
Selamat untuk Sobat yang menjadi Ibu baru! Selama 9 bulan, Sobat sudah berjuang menjalani proses kehamilan demi menjaga kesehatan buah hati dan harus menjalani proses persalinan yang luar biasa dahsyatnya. Sekarang ada kehidupan baru yang akan Anda jalani, sukacita dan kebahagiaan telah hadir dalam hidup Anda dan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Memiliki bayi berarti Anda memiliki tanggung jawab yang lebih dan tentunya Anda ingin memberikan yang terbaik untuk bayi kesayangan Anda. Terlebih ini adalah pengalaman pertama Anda, kemungkinan Anda masih bingung apa yang harus dilakukan. Untuk membantu Anda dibawah ini akan diulas bagaimana cara merawat bayi yang baru lahir. Berikut adalah  tips untuk merawat bayi yang baru lahir: 1.      Menggendong bayi Anda dengan hati-hati Bayi yang baru lahir memiliki leher yang sangat lunak, dimana ototnya belum berkembang dengan baik. Otot-otot tubuhnya mulai berkembang dalam beberapa bulan pertama, tapi sampai saat itu orang tua harus selalu memastikan agar memperhatikan leher bayi dengan baik Gendongan yang tepat akan mencegah kepala bergerak tidak terkendali, hal ini dapat merusak otak bayi. Jadi saat Anda menggendong bayi, pegang bagian leher dan kepala bayi agar tidak mudah bergerak, begitu pula saat Anda menaruh bayi dikasur, selalu perhatikan bagian kepala dan leher. 2.      Membantu Bayi Anda pada saat Menyusui dengan posisi dan pelekatan yang baik Keputusan untuk menyusui bayi Anda adalah salah satu hadiah terbaik yang dapat Anda berikan untuk bayi Anda. ASI memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk memperkuat kekebalan tubuh bayi Anda. Saat menyusui, posisi dan pelekatan yang baik adalah sangat penting, karena posisi dan pelekatan yang tidak tepat dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada payudara. Pelekatan yang baik adalah saat mulut bayi mencakup seluruh puting dan areola. Dengan cara ini mulut, lidah dan bibir akan memijat agar susu keluar dari kelenjar susu Anda. Untuk mendapatkan pelekatan yang baik, pegang bayi Anda menghadap payudara Anda dan rangsang bibir bayi dengan puting Anda untuk membuat mulutnya terbuka sangat lebar. Setelah mulut terbuka lebar, membawa bayi Anda maju menuju payudara Anda. Tetap memegang payudara Anda sampai bayi Anda memiliki pemahaman yang kuat dan menyusui dengan baik. Biarkan bayi Anda menyusui dari kedua payudara - setidaknya 10 menit di setiap sisi secara bergantian. Jika Anda mengalami masalah pelekatan saat menyusui, Anda dapat menggunakan contact nipple shield atau pelindung putinuntuk membantu proses tersebut. 3.      Jangan lupakan untuk membuat bayi Anda bersendawa Udara yang masuk ke dalam lambung bayi di saat menyusui dapat mengganggu saluran pencernaan yang masih kecil. Hal ini dapat membuat bayi Anda merasa tidak nyaman dan bahkan menyebabkan nyeri kolik. Oleh karena itu, adalah penting untuk membuat bayi Anda bersendawa untuk mengeluarkan udara berlebih. Trik sederhana ini akan menjaga agar bayi Anda terhindar dari masalah saluran pencernaan: Saat membantu bayi untuk bersendawa, posisi tegak umumnya bekerja paling efektif. Tempatkan bayi Anda dalam posisi duduk, menghadap ke depan di pangkuan Anda. Pegang bayi Anda dengan satu tangan Menepuk punggung bayi Anda dengan lembut untuk mengeluarkan udara dari mulutnya Dengarkan apakah sudah ada suara bersendawa atau belum Anda juga dapat menempatkan bayi Anda secara tegak di bahu Anda dan dengan lembut menepuk punggungnya. 4.      Memandikan bayi dengan spons mandi pada awalnya Bayi yang baru lahir sebaiknya jangan dimandikan dengan air secara langsung karena masih lemah. Biasanya untuk bayi yang baru lahir, bayi dapat dimandikan dengan menggunakan spons mandi sampai tali pusat yang tersisa terlepas. Selalu ingat, saat tali pusat tetap kering, maka akan lepas lebih mudah.. Biasanya membutuhkan waktu 2-3 minggu. Bila sampai tali pusat basah, tepuk-tepuk dengan handuk lembut sampai kering. Saat menggunakan spons mandi, selalu menggunakan air hangat dan menghindari menggosok kulit lembut bayi Anda terlalu keras. Ingatlah bahwa bayi yang baru lahir tidak akan terlalu kotor. Setelah tali pusar lepas,  Anda akan dapat memandikan bayi seperti biasa. Memandikan bayi Anda beberapa kali seminggu boleh saja dilakukan selama tahun pertama. 5.      Perhatikan saat bayi tidur Meski hanya untuk tidur siang yang singkat,  selalu perhatikan posisi tidur bayi. Untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) Pastikan wajah dan kepala bayi Anda tetap terlihat saat tidur. Jauhkan selimut dan penutup lainnya dari mulut dan hidung bayi. Ada baiknya Anda membiasakan memakaikan pakaian bayi yang tepat pada saat akan tidur agar tidak tidak perlu menggunakan selimut atau penutup lainnya. Jika Anda menaruh selimut pada bayi Anda yang sedang tidur, taruh bagian bawah selimut dibawah kaki bayi dan selimut tidak lebih tinggi dari dada bayi.  Bila selimut terselip dibawah kaki atau diselipkan di ujung kasur bayi maka akan mencegah selimut meluncur ke wajah bayi Anda. 6.      Ganti popok sesering mungkin Popok yang basah bisa membuat kulit bayi Anda rentan terhadap infeksi, gatal dan ruam popok yang membuat perih. Oleh karena itu, Anda tetap perlu memeriksa popok bayi Anda dari waktu ke waktu. Mengganti popok bayi Anda sesering mungkin, dan sesegera mungkin ganti setelah buang air besar. Sebelum memakai popok baru, bersihkan kulit secara menyeluruh dan oleskan krim yang akan menjaga kelembaban kulit bayi. 7.      Gunakan hand sanitizer Bayi yang baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah dan sangat rentan terhadap infeksi. Menjadi orangtua, Anda perlu untuk melindungi bayi Anda dari infeksi dengan menjaga kebersihan. Ketika Anda menyentuh bayi Anda, Anda perlu untuk menjaga tangan Anda benar-benar bersih. Selalu mencuci tangan sebelum memegang bayi Anda, dan terutama setelah mengganti popok kotor. Bahkan, jika bayi Anda mulai menangis dan Anda tidak punya waktu untuk mencuci tangan sebelum menenangkan bayi, Anda dapat menggunakan hand sanitizer. Pastikan gunakan yang bebas alkohol. 8.      Berikan pijat tubuh Pijatan sangat penting bagi bayi yang baru lahir Anda. Cara ini akan meningkatkan kualitas tidur bayi Anda serta membuat bayi lebih rileks dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pijatan lembut bahkan mendorong pengembangan fleksibilitas dan koordinasi bayi, dan meningkatkan aliran oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh. Di atas semua itu, itu akan memperkuat ikatan antara Anda dan bayi Anda, yang memainkan peran kunci dalam membentuk dasar komunikasi penuh kasih. Memberikan pjitan seluruh tubuh pada bayi 2 atau 3 kali sehari. Pijatan bayi menenangkan dan nyaman bisa bertahan 10 sampai 30 menit. Namun, Anda harus menunggu untuk memulai memijat sampai setelah tali pusat lepas. Jika memungkinkan, biarkan bayi terkena sinar matahari pagi setelah dipijat, karena sinar matahari memberikan vitamin D, yang sangat bermanfaat untuk perkembangan tulang. 9.      Gunakan pelembab sesering mungkin Bayi baru lahir, kulit bayi Anda akan lembut dan halus. Tapi kulit bayi bisa kering dan bersisik dalam waktu singkat. Gunakan losion bayi hypoallergenic yang bebas pewangi. Anda dapat meminta dokter anak Anda untuk merekomendasikan losion untuk bayi Anda. 10.  Jangan pernah mengguncang bayi Anda Sangat berhati-hati untuk tidak mengguncang bayi Anda, saat bermain atau bahkan membangunkan bayi Anda dari tidur. Guncangan yang kasar dapat menyebabkan perdarahan di otak dan bahkan kematian. Jika Anda perlu membangunkan bayi Anda, jangan mengguncang dia. Ingat bahwa bayi Anda tidak siap untuk bermain kasar. Cobalah untuk menggelitik kaki bayi Anda atau meniup lembut pipi bayi.  Untuk mencegah guncangan berlebihan, selalu pastikan bayi Anda aman diikat dengan car seat. Bahkan ketika menggendong bayi Anda, pastikan Anda tidak melakukannya terlalu ketat, yang dapat menghambat kemampuan bayi Anda untuk bernapas dengan benar. Menjaga bayi yang baru lahir memang membutuhkan perhatian yang lebih, tapi menjaga bayi juga akan memberikan kebahagiaan yang tidak terhingga. Semoga ulasan diatas dapat bermanfaat. Baca juga: Tahap Pemeriksaan Mata Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: top10homeremedies
 20 May 2016    12:00 WIB
Tips Membangun Ikatan Antara Ayah dan Bayinya
1.      Mulailah Sedini Mungkin Sering menyanyikan lagu atau membacakan buku untuk bayi anda sejak masih berada dalam kandungan dapat membangun suatu ikatan kuat antara anda dan bayi anda bahkan sebelum ia lahir. Setelah bayi anda lahir, bayi anda akan dapat mengenali nada dan gaya suara anda. Anda juga dapat membangun ikatan dengan bayi anda dengan cara menemani pasangan anda saat pemeriksaan kehamilan rutinnya atau saat pasangan anda mengikuti senam hamil atau kelas menyusui. Lebih banyak ikut terlibat selama kehamilan dapat membuat pasangan anda merasakan dukungan anda dan membuat pasangan anda mengizinkan agar anda lebih banyak terlibat dalam mengurus anak anda nantinya sehingga ikatan yang terjalin pun dapat lebih kuat. Belajarlah untuk mengurus bayi anda bahkan sebelum bayi anda lahir. Anda dapat mempelajari hal ini melalui teman anda yang juga baru saja memiliki bayi atau menanyakannya pada perawat saat bayi anda lahir mengenai bagaimana cara mengganti popok, menenangkan bayi anda saat menangis, dan membuat bayi anda bersendawa setelah minum susu.   2.      Jangan Terlalu Khawatir Jangan beranggapan bahwa pasangan anda tentunya akan memiliki ikatan yang lebih kuat dengan bayi anda daripada anda. Selama anda menghabiskan lebih banyak waktu dengan bayi anda, maka ikatan antara anda dan bayi anda pun akan terbangun, walaupun hal ini tidak terlihat terlalu jelas pada beberapa hari pertama. Jangan menganggap bahwa anda sedang berlomba dengan pasangan anda untuk membangun suatu ikatan dengan anak anda. Sebaliknya, dukunglah pasangan anda dan bekerja samalah dengan baik sebagai suatu tim. Hal terpenting adalah agar anda menikmati peran baru anda, dukung pasangan anda, dan rileks.   3.      Jangan Takut Salah Jangan merasa takut bahwa anda akan melakukan kesalahan atau akan melukai bayi anda saat anda berusaha mengganti popoknya. Hal terburuk yang dapat terjadi saat anda mengganti popok bayi anda adalah anda terkena pipis atau tinja bayi anda. Anda hanya harus mencobanya kembali hingga anda dapat melakukannya dnegan sempurna. Anak anda dapat merasakan kasih sayang yang anda berikan padanya dan membuatnya merasa nyaman dengan anda.   4.      Sentuhlah Bayi Anda Sesering Mungkin Sentuhlah bayi anda sesering mungkin selama beberapa hari dan minggu pertama kelahirannya. Hal ini dapat mendekatkan anda dan anak anda. Sentuhlah anak anda kapan saja anda bisa, menggendongnya atau memainkan tangannya dan sebagainya. Anda pun dapat mencoba teknik kangguru ini, yaitu meletakkan bayi anda yang hanya mengenakan popok di atas dada anda. Bayi anda akan merasa nyaman saat merasakan gerakan naik turun dada anda saat anda bernapas dan saat mendengar detak jantung anda. Selain itu, hal ini juga dapat membantu menjaga suhu tubuh bayi anda tetap hangat.   5.      Bantu Pasangan Anda Walaupun anda mungkin tidak dapat membantu pasangan anda memberikan ASI secara langsung, anda mungkin dapat membantu pasangan anda memberikan susu dari botol, memandikan, memakaikan baju, dan mengganti popok bayi anda. Jangan khawatir dan berkata bahwa anda tidak dapat menenangkan anak anda yang sedang menangis. Hal ini justru lebih dapat dilakukan oleh seorang ayah daripada ibu. Bayi seringkali merasa lebih tenang saat mendengarkan suara berat, oleh karena itu bernyanyi, bersenandung, atau berbicara dengan bayi anda dapat membantu menenangkannya. Temukanlah kegiatan yang paling anda sukai saat merawat anak anda dan terus lakukan hal itu, hal ini dapat membantu terbentuknya ikatan dengan anak anda.   Sumber: webmd