Your browser does not support JavaScript!
 07 Jan 2018    16:00 WIB
Apakah Penyakit Menular Seksual Sebabkan Kanker Prostat?
Sebuah penelitian menemukan bahwa suatu penyakit menular seksual, trikomoniasis berhubungan dengan kanker prostat. Trikomoniasis disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 70% penderita trikomoniasis tidak mengetahui bahwa mereka menderita penyakit ini karena tidak adanya gejala.   Para peneliti di Amerika dan Italia menemukan bahwa parasit ini menghasilkan suatu protein yang dapat memicu terjadinya proses peradangan (inflamasi) di dalam prostat dan memicu pertumbuhan sel-sel kanker prostat. Sebuah penelitian lain di tahun 2009 menemukan bahwa pria yang memiliki antibodi terhadap Trichomonas vaginalis memiliki resiko kanker prostat agresif (kanker yang menyebar di luar prostat) 2 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak memiliki antibodi terhadap parasit ini.   Kedua penelitian ini menemukan bahwa infeksi parasit ini mungkin menyebabkan terjadinya inflamasi dan proliferasi sel, yang memicu terjadinya kanker prostat. Infeksi trikomoniasis ini dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika. Akan tetapi, karena tidak adanya gejala, maka penderita pun seringkali tidak menyadari dirinya telah terinfeksi. Beberapa pria yang mengalami infeksi trikomoniasis merasa gatal atau mengalami iritasi di bagian dalam penis, adanya rasa seperti terbakar setelah buang air kecil atau ejakulasi, dan keluarnya cairan dari dalam penis. Wanita yang mengalami infeksi trikomoniasis mengalami rasa gatal pada kemaluan, rasa terbakar atau tidak nyaman setelah buang air kecil, kemaluan tampak kemerahan, adanya luka pada kemaluan, atau keluarnya cairan dari vagina.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: newsmaxhealth
 29 Dec 2017    18:00 WIB
Baru Saja Melakukan Seks Yang Tidak Aman, Bagaimana Anda Bisa Mengetahui Apakah Mengalami Penyakit Menular Seksual Atau Tidak?
Melakukan hubungan seks yang tidak aman dapat berujung pada penyakit menular seksual, saat mulai muncul tanda aneh di kemaluan dan membuat mereka menjadi panik Kondisi ini membuat mereka bertanya-tanya apakah saya mengalami PMS?   Di bawah ini, Anda akan menemukan beberapa panduan untuk berapa lama biasanya gejala PMS muncul setelah terpapar (ini adalah masa inkubasi PMS waktu antara saat terinfeksi dan saat gejala muncul). Hal ini akan membantu seseorang lebih waspada, melakukan pemeriksaan dini dan nantinya bias mengambil tindakan yang tepat.   Masa Inkubasi PMS: Klamidia Kebanyakan orang tidak mengalami gejala saat terinfeksi klamidia, namun untuk timbul gejala maka gejala bisa muncul 1-3 minggu setelah terpapar bakteri. Perlu Anda ketahui bahwa meski tidak bergejala namun bisa mengalami komplikasi.   Gonore/ Kencing Nanah Ada beberapa orang yang mengalami kencing nanah, namun tidak mengalami gejala. Untuk pasien yang mengalami gejala, maka paling cepat muncul 2 hari setelah terpapar atau membutuhkan waktu selama satu bulan.   Sifilis Karakteristik chancre pada tahap pertama sifilis muncul rata-rata 21 hari setelah infeksi, namun dapat terjadi kapan saja antara 10-90 hari setelah terpapar bakteri.   Trikomoniasis Meskipun kebanyakan pria tidak pernah memiliki gejala trikomoniasis, namun untuk wanita biasanya muncul antara 5-28 hari setelah terpapar.   Kudis Jika Anda belum pernah menderita kudis sebelumnya, diperlukan 1-2 bulan untuk gejala muncul. Namun, jika sebelumnya Anda sudah terinfeksi, gejala mungkin muncul setelah beberapa hari terinfeksi kembali.   Kutil kelamin Kebanyakan orang yang memiliki kutil kelamin akan mengalami infeksi pertama mereka dalam waktu 3 bulan setelah infeksi awal.   Herpes Genital Meskipun kebanyakan orang tidak pernah tahu mereka terinfeksi, jika gejala muncul biasanya dalam dua minggu setelah terpapar virus. Beberapa orang juga akan mengalami demam.   HIV Di sebagian besar populasi yang terinfeksi, HIV tetap tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun, meskipun beberapa orang yang terinfeksi akan mengalami demam dan gejala mirip flu sekitar dua minggu setelah terpapar. Namun, karena kebanyakan orang tidak mengalami atau mengenali gejala ini, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki HIV maka harus dilakukan pemeriksaan.   Penting untuk diketahui, apabila seseorang terinfeksi HIV maka butuh waktu hingga 6 bulan baru akan terlihat positif atau negatif.  Walaupun kebanyakan orang yang terinfeksi dapat memiliki hasil positif dalam waktu 3 bulan, namun hasil kurang akurat. Pemeriksaan yang mencari langsung HIV RNA, materi genetik virus, dapat mendeteksi infeksi lebih awal namun lebih sulit ditemukan.   Hepatitis B Gejala hepatitis B biasanya muncul antara 4-6 minggu setelah infeksi. Namun, hepatitis B benar-benar dapat dicegah dengan vaksinasi.   Penting diingat bahwa terkadang PMS tidak  memberikan gejala, sehingga Anda harus cermat dalam memperhatikan kondisi tubuh Anda dan melakukan pemeriksaan dini untuk mencegah komplikasi.   Baca juga: Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womansday
 15 Dec 2017    16:00 WIB
Kenali Lebih Jauh Soal PMS (Penyakit Menular Seksual) Sebelum Terlambat
Penyakit menular seksual (PMS) adalah penyakit menular yang menyebar dari orang ke orang melalui kontak intim. PMS dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala umur dan latar belakang yang berhubungan seks, tidak masalah apakah mereka kaya atau miskin. PMS lebih dari sekedar rasa malu namun PMS merupakan masalah kesehatan yang serius. Jika tidak diobati, beberapa PMS dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti ketidaksuburan dan bahkan kematian (dalam kasus HIV / AIDS).   Bagaimana Cara PMS Menyebar? Salah satu alasan PMS menyebar adalah karena orang mengira mereka hanya bisa terinfeksi jika mereka melakukan hubungan seksual. Itu salah. Seseorang dapat terkena PMS, seperti herpes atau kutil kelamin, melalui kontak kulit-ke-kulit dengan daerah yang terinfeksi atau sakit. Mitos lain tentang PMS adalah Anda tidak bisa mendapatkannya jika Anda memiliki seks oral atau anal. Itu juga salah karena virus atau bakteri penyebab PMS bisa masuk tubuh melalui tetesan cairan dan luka kecil di mulut dan anus, serta alat kelamin. PMS juga menyebar dengan mudah karena Anda tidak tahu apakah seseorang memiliki infeksi dan beberapa orang dengan PMS bahkan tidak tahu bahwa mereka memilikinya. Orang-orang ini dalam bahaya karena dapat menularkan infeksi ke pasangan seks mereka bahkan tanpa menyadarinya.   Beberapa Hal Yang Meningkatkan Kemungkinan Seseorang Terkena PMS Adalah: Aktivitas seksual di usia muda. Semakin muda seseorang mulai berhubungan seks, semakin besar kemungkinannya terinfeksi dengan PMS. Sering Berganti Pasangan Seks. Orang yang melakukan hubungan intim dengan banyak pasangan berbeda lebih berisiko daripada mereka yang setia dengan satu pasangan. Seks tanpa pelindung. Kondom lateks adalah satu-satunya bentuk pengendalian kehamilan yang mengurangi risiko terkena PMS dan harus digunakan setiap saat. Spermisida, diafragma, dan metode pengendalian kehamilan lainnya dapat membantu mencegah kehamilan, namun tidak melindungi seseorang dari penyakit menular seksual.   Baca juga: Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: kidshealth
 07 Dec 2017    18:00 WIB
4 Mitos Penyakit Menular Seksual Ini Terlanjur Dipercaya Namun Ternyata Salah...
Begitu banyak informasi yang salah tentang penyakit menular seksual (PMS), yang seringkali dipercaya oleh hamper kebanyakan orang. Padahal bila Anda tidak mengetahui kebenarannya maka ini bisa berbahaya bagi kesehatan Anda.   Berikut Adalah 4 Mitos Yang Salah Tentang PMS: Mitos: Jika pasangan Anda mengalami PMS, Maka Anda Bisa Melihat Gejalanya Fakta: Seringkali tidak ada tanda bahwa seseorang menderita PMS. Gejala PMS tidak selalu terlihat terlebih masih dalam tahap awal, untuk mengetahuinya maka diperlukan pemeriksaan seperti pemeriksaan darah. Orang yang mengalami PMS pun seringkali tidak menyadarinya, meski begitu orang yang memiliki PMS tetap bisa membawa dan menyebarkan infeksi. PMS yang tidak diobati dapat menambah gangguan kesehatan yang serius, seperti gangguan kesuburan atau penyakit radang panggul (PID).   Mitos: Anda dapat menghindari PMS dengan melakukan seks oral atau anal. Fakta: Saat Anda melakukan hubungan intim dengan cara oral, anal, vagina, atau bahkan sekedar kontak seksual, bisa menyebabkan penularan PMS. Virus atau bakteri penyebab PMS dapat masuk ke tubuh melalui tetesan cairan dan luka kecil yang ada di mulut dan anus, serta alat kelamin. Beberapa PMS, seperti herpes atau kutil kelamin, dapat menyebar hanya melalui kontak kulit-ke-kulit dengan daerah yang terinfeksi atau sakit.   Mitos: Begitu Anda mengalami PMS, tidak ada kemungkinan mendapatkannya lagi. Fakta: Anda bisa mengalami beberapa kali PMS Beberapa PMS adalah milik Anda seumur hidup, seperti herpes dan HIV. Yang lainnya, seperti klamidia dan gonore, bisa diobati, tapi Anda mungkin terinfeksi lagi jika Anda berhubungan seksual dengan seseorang yang memilikinya.   Mitos: Jika Anda diperiksa dan Anda bebas PMS, pasangan Anda juga tidak perlu diperiksa. Fakta: Pasangan Anda bisa mengalami PMS dan tidak mengetahuinya. Untuk mengetahui dengan pasti maka Anda dan pasangan harus melakukan pemeriksaan secara bersama.   PMS lebih dari sekedar rasa malu tapi ini adalah masalah kesehatan yang serius. Apabila tidak diobati, beberapa PMS dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti ketidaksuburan dan bahkan menyebabkan kematian. Cara terbaik untuk menghindari PMS adalah dengan setia pada pasangan Anda yang sah dan menggunakan kondom, selain itu rutin melakukan pemeriksaan diri.   Baca juga: Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: kidshealth
 11 Aug 2017    11:00 WIB
Mengenal Sifilis
Sifilis merupakan penyakit yang sangat mudah menular, yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, baik oral, vaginal, maupun anal. Kadang-kadang, penyakit ini juga dapat ditularkan melalui ciuman dalam waktu lama atau kontak langsung. Sebagian besar penularan penyakit ini terjadi melalui suatu luka terbuka yang seringkali tidak disadari baik oleh penderita maupun pasangannya. Wanita hamil yang terkena penyakit ini dapat menularkannya pada bayinya dan menyebabkan terjadinya sifilis kongenital, yang dapat menyebabkan kelainan atau bahkan kematian pada bayinya tersebut. Sifilis tidak dapat ditularkan melalui dudukan kloset, gagang pintu, kolam renang, kolam air panas, bak mandi, menggunakan baju penderita, atau alat makan.   Penyebab Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Sebelum ditemukannya antibiotika penicillin, sifilis merupakan suatu penyakit serius yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti artritis (radang sendi), kerusakan otak, dan kebutaan.   Fase Sifilis Terdapat 3 fase sifilis, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Fase Primer (Awal) Penderita sifilis fase primer biasanya memiliki satu atau beberapa luka terbuka yang menyerupai bekas gigitan serangga, berukuran besar, tidak nyeri, dan seringkali teraba keras. Luka terbuka ini biasanya terjadi pada daerah kemaluan atau di dalam atau di sekitar mulut. Luka terbuka ini biasanya mulai timbul 10-90 hari setelah terinfeksi oleh bakteri penyebab. Tanpa pengobatan, luka terbuka ini biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu 6 minggu tanpa meninggalkan jaringan parut. Fase Sekunder Fase sekunder dapat berlangsung selama 1-3 bulan dan dimulai dalam waktu 6 minggu hingga 6 bulan setelah paparan terhadap bakteri. Penderita sifilis fase sekunder biasanya memiliki bercak kemerahan berbentuk seperti koin pada telapak tangan dan kaki. Walaupun demikian, bercak dalam bentuk yang berbeda juga dapat timbul pada bagian tubuh lainnya. Bercak ini kadangkala menyerupai bercak yang disebabkan oleh penyakit lain. Pada penderita juga dapat ditemukan adanya kutil basah di daerah kemaluan, bercak putih di dalam mulut, pembengkakan kelenjar getah bening, demam, dan penurunan berat badan. Seperti halnya sifilis fase primer, sifilis fase primer akan sembuh sendiri tanpa pengobatan apapun. Fase Tersier Jika infeksi sifilis tidak juga diobati, maka sifilis dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang berat pada jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan, kebutaan, demensia (pikun), tuli, impoten, dan bahkan kematian. Kadangkala sifilis dapat memasuki suatu fase laten, di mana penderita yang telah terinfeksi oleh bakteri penyebab sifilis tidak mengalami gejala apapun (bakteri dorman di dalam tubuh).   Apakah Saya Menderita Sifilis? Sifilis dapat didiagnosa melalui pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya bakteri penyebabnya.   Pengobatan Jika anda telah terinfeksi sifilis dalam waktu kurang dari 1 tahun, pemberian 1 dosis penicillin biasanya dapat membunuh kuman. Bagi penderita yang alergi terhadap penicillin, dapat diberikan tetrasiklin atau doksisiklin. Jika anda berada pada fase lanjut sifilis, maka diperlukan pemberian beberapa dosis penicillin untuk menyembuhkan anda. Setiap penderita sifilis yang sedang berada dalam pengobatan tidak boleh melakukan hubungan seksual apapun hingga infeksi telah dipastikan sembuh. Pasangan seksual penderita sifilis juga harus diperiksa dan diobati, bila diperlukan.   Komplikasi Bila tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat dan permanen, seperti demensia, kebutaan, atau kematian.   Sifilis Pada Wanita Hamil Tergantung pada berapa lama wanita hamil tersebut telah terinfeksi oleh sifilis, bayinya dapat meninggal di dalam kandungan sebelum dilahirkan atau bayi lahir hidup namun meninggal tidak lama kemudian. Jika bayi tidak segera diobati, bayi yang terinfeksi dapat tidak menunjukkan gejala apapun dan baru timbul beberapa minggu kemudian. Gejala yang timbul dapat sangat berat. Bayi penderita sifilis yang tidak diobati dapat mengalami gangguan perkembangan, kejang, atau bahkan meninggal.   Pencegahan Untuk mengurangi resiko tertular sifilis terdapat 2 hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Hindari berhubungan seksual dengan penderita sifilis Gunakanlah kondom setiap kali berhubungan seksual   Prognosis Sifilis merupakan penyakit yang dapat disembuhkan melalui diagnosa dini dan terapi yang tepat. Jika terlambat diobati, maka sifilis dapat menyebabkan terjadinya kerusakan permanen pada jantung dan otak bahkan setelah infeksi sembuh.   Sumber: webmd
 25 Nov 2016    12:00 WIB
Berbagai Pilihan Pengobatan Herpes Genitalis
Sekarang ini sudah ada obat-obatan yang dapat mengobati infeksi herpes dan mencegah berulangnya infeksi. Akan tetapi, tidak ada obat yang dapat membunuh virus yang sudah ada di dalam tubuh. Jadi, sebenarnya penyakit herpes tidak dapat disembuhkan. Berdasarkan berbagai penelitian, ada 3 jenis obat antivirus yang dapat membantu mengobat infeksi herpes genitalis. Obat antivirus yang dimaksud adalah acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir. Acyclovir merupakan pengobatan lini pertama bagi infeksi virus, termasuk herpes. Acyclovir bekerja dengan membatasi pembelahan diri virus dan penyebaran virus ke sel-sel tubuh lain. Akan tetapi, obat ini tidak dapat mencegah kehancuran sel yang telah terinfeksi oleh virus. Valacyclovir akan dimetabolisme di dalam hati dan usus menjadi acyclovir, sehingga dapat digunakan untuk menurunkan dosis acyclovir. Famciclovir juga bekerja dengan cara menghambat pembelahan diri virus herpes.   Infeksi Pertama atau Kekambuhan Salah satu hal yang mempengaruhi pengobatan apa yang paling sesuai bagi seorang penderita herpes adalah apakah ia pernah mengalami infeksi herpes sebelumnya atau tidak. Infeksi herpes genitalis yang pertama biasanya akan menimbulkan gejala yang paling berat dan seringkali membuat penderitanya merasa tidak enak badan. Infeksi berulang biasanya tidak terlalu menyakitkan dan tidak berlangsung lama. Pengobatan biasanya diberikan secara oral. Regimen pengobatan yang mungkin digunakan untuk mengatasi infeksi herpes pertama pada orang dengan daya tahan tubuh yang normal adalah: Acyclovir 400 mg 3 kali sehari selama 7-10 hari Acyclovir 200 mg 5 kali sehari selama 7-10 hari Famciclovir 250 mg 3 kali sehari selama 7-10 hari Valacyclovir 1 g 2 kali sehari selama 7-10 hari   Sering Mengalami Kekambuhan Orang yang mengalami lebih dari 6 kali kekambuhan setiap tahunnya dan memiliki daya tahan tubuh normal mungkin harus mulai melakukan terapi supresif. Pada terapi supresif ini, penderita harus mengkonsumsi obat setiap hari untuk mengurangi frekuensi kekambuhan. Seiring dengan berlalunya waktu, frekuensi kekambuhan biasanya akan menurun. Penghentian pengobatan harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apa saja resiko dan manfaat penghentian obat harian tersebut. Bila Anda tetap memilih untuk mengkonsumsi obat hanya pada saat terjadinya kekambuhan, maka obat harus mulai dikonsumsi pada hari pertama munculnya gejala. Hal ini berarti bahwa Anda harus selalu menyediakan obat antivirus di rumah. Pengobatan biasanya diberikan secara oral. Regimen pengobatan yang biasa diberikan adalah: Acyclovir 400 mg 3 kali sehari selama 5 hari Acyclovir 800 mg 3 kali sehari selama 2 hari Acyclovir 800 mg 2 kali sehari selama 5 hari Famciclovir 125 mg 2 kali sehari selama 5 hari Famciclovir 1000 mg 2 kali sehari selama 1 hari Valacyclovir 500 mg 2 kali sehari selama 3 hari Valacyclovir 1000 mg 1 kali sehari selama 5 hari Regimen terapi supresif yang juga diberikan secara oral adalah: Acyclovir 400 mg 2 kali sehari Famciclovir 250 mg 2 kali sehari Valacyclovir 500 mg 1 kali sehari Valacyclovir 1000 mg 1 kali sehari   Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual   Bila Pasangan Menderita Herpes Bila pasangan Anda menderita herpes sedangkan Anda tidak, maka pasangan Anda mungkin harus menjalani terapi supresif berupa valacyclovir 500 mg sekali sehari untuk mencegah terjadinya penularan. Selain itu, dianjurkan untuk selalu menggunakan kondom setiap kali berhubungan intim dan jangan berhubungan intim saat terjadi kekambuhan.   Pada Orang Dengan Daya Tahan Tubuh Lemah Orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV/AIDS, leukemia, baru saja menjalani operasi transplantasi, dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami infeksi herpes berat. Virus herpes simpleks yang terdapat di dalam tubuh orang-orang ini biasanya resisten terhadap pengobatan antivirus zaman dulu atau lebih sulit diobati. Oleh karena itu, mungkin diperlukan pengobatan lain selain obat antivirus.   Pada Wanita Hamil Wanita yang mengalami infeksi herpes pada saat hamil trimester tiga atau saat melahirkan memiliki resiko yang tinggi untuk menularkan virus herpes simpleks pada bayinya. Berkonsultasilah dengan dokter kandungan Anda mengenai obat apa yang aman untuk dikonsumsi oleh wanita hamil.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: verywell
 21 Aug 2015    20:00 WIB
Memperbesar Penis & Cegah Ejakulasi dini Secara Alami dengan Akupuntur
Penis bukanlah hanya sekedar daging berpipa yang berfungsi untuk buang air kecil saja, Saluran kencing (urethra) ini biasanya berlubang diujung glans (ujung penis). Ada dua bibir kecil yang mengelilingi lubang urethra, bibir ini penuh dengan ujung syaraf yang melindungi urethra yang sangat peka dari benda asing agar tidak dapat masuk ke saluran urethra, meski pada saat bercinta kepekaan ini begitu sangat menggairahkan. Glans adalah bagian penis yang paling peka, karena bagian inilah ujung tombak dalam bercinta. Cincin korona dan frenulum, yaitu semacam pita kulit antara glans dan batang penis merupakan bagian yang sangat penting dalam merangsang ejakulasi pada titik tertentu didalam vagina. Banyak pria yang mengakui bahwa frenulum (segitiga tepat dibawah glans) lebih peka lagi daripada glans itu sendiri, sehingga pada bagian inilah yang kebanyakan membuat pria tergila-gila pada saat seks oral.Kebanyakan pria, setelah orgasme tidak mau glansnya disentuh karena sangat peka dan biasanya jika disentuh akan menimbulkan rasa ngilu (kecuali pada pria yang tidak disunat, karena glansnya terlindung oleh kulit luar).Disepanjang batang penis, urethra dikelilingi oleh jaringan spons bernama corpus spongiosum. Pada saat pria bergairah, arteri-arteri kecil mengalirkan darah kedalam corpus spongiosum tersebut, berbarengan dengan peregangan otot vena yang dialiri otot darah dari penis, hal inilah yang membuat pria mengalami ereksi (tegang).Secara fisiologis, sebetulnya ada dua penyebab disfungsi ereksi pada pria yaitu adanya kebocoran vena dan penyempitan pembuluh arteri akibat adanya endapan lemak. Pada saat pria mengalami penuaan, maka pasokan darah kedalam area penis bisa menurun karena makin banyaknya endapan lemak didalam pembuluh-pembuluh arteri. Konsekuensinya serat-serat otot didalam penis yang tugasnya mengatur agar darah mengalir melalui pembuluh darah mulai berubah menjadi jaringan penghubung. Padahal jika semakin banyak jaringan penghubung, maka dapat dipastikan akan sulit untuk mendapatkan ereksi, hingga akhirnya tidak bisa ereksi sama sekali.Bahkan pada penis dengan arteri bersih tampaknya aliran darah normal saja juga tidak cukup untuk membuat jaringan ini tetap sehat. Karena itulah pria sering mendapat ereksi spontan ketika tidur (frekuensi terbanyak pada pagi hari), karena tubuh memberi oksigen tambahan melalui aliran darah ke penis.Penis jika mengalami ereksi akan terpancang jauh kedalam tubuh, akarnya saja bisa mencapai dasar kelenjar prostat kearah anus (ini adalah jaringan yang sangat peka dan sangat nikmat jika dirangsang), baik melalui skrotum maupun perineum (daerah antara skrotum dan anus). Bagi sebagian orang membahas dan mendiskusikan fungsi dan anatomi penis masih sulit dilakukan karena terkesan tabu dan sebagai sesuatu yang bersifat pribadi di depan umum. Padahal fungsi penis sangat luas, tanpa penis mustahil manusia bias berkembang biak. Kebanyakan dari kaum pria mempunyai masalah yang sama dalam urusan seks: ukuran penis yang kurang memuaskan, ejakulasi dini, dan disfungsi ereksi. Kondisi ini sering kali merontokkan kepercayaan diri sebagai seorang pria.Kalau anda menanyakan soal ukuran penis kepada istri anda, mungkin dia akan menjawab: "ukuran itu tidak penting sayang..." Tapi survey telah membuktikan bahwa sebagian besar wanita menginginkan penis yang lebih besar. Hasil wawancara dengan beberapa wanita juga menunjukkan bahwa wanita merasa lebih puas dengan pria berpenis besar.Jawaban istri anda bahwa ukuran itu tidak penting merupakan bentuk pengertiannya terhadap anda, dia hanya tidak ingin membebani pikiran anda. Tapi jauh di dalam hati, anda juga tahu bahwa dalam hubungan seks ukuran penis itu tidak bisa diabaikan bukan..?Sebagai seorang suami yang baik, kita tentu sangat ingin memuaskan istri. Kita ingin melihat istri kita tersenyum sumringah penuh kepuasan setelah menyelesaikan senggama. Tapi bagaimana bisa, kalau ukuran penis anda mungil dan terjadi ejakulasi secara dini.Bukan anda saja yang frustrasi dengan kondisi ini, tapi istri anda pun tentu menyimpan rasa kecewa, keadaan seperti ini harus segera diatasi, karena kalau tidak akan mengancam keharmonisan rumah tangga yang telah dengan susah payah anda bina. Tidak sedikit perkawinan yang akhirnya kandas gara-gara urusan ranjang. Peneliti Turki menguji teori pada pria yang melaporkan hanya mampu bertahan selama 2 menit atau kurang di tempat tidur. Pria memiliki delapan sesi akupunktur dalam waktu satu bulan. Pada akhir studi selama 4 minggu, mereka dilakukan akupunktur ternyata mampu menahan 30 detik lebih lama, daripada mereka yang diberikan akupunktur pura-pura dengan cara jarum tidak dimasukkan dengan benar.Didem Sunay MD dan rekan-rekannya di Departemen Pelatihan dan Penelitian Kesehatan Ankara Rumah Sakit di Ankara, Turki, melakukan penelitian terhadap pasien secara acak yang diberikan paroxetine 20 mg / hari, dan akupunktur atau plasebo akupunktur. Setiap kelompok terdiri 30 pasien. Peneliti mengevaluasi ejakulasi dini dengan cara mengukur ejakulasi intravaginal latency kali (IELTS) menggunakan alat PE Diagnostic Tool (PEDT). IELTS ditentukan dengan jalan menggunakan stopwatch.Skor PEDT Median paroxetine, akupunktur dengan kelompok plasebo adalah 17,0, 16,0 dan 15,5, masing-masing sebelum pengobatan, dan skor PEDT 10,5, 11,0 dan 16,0 setelah pengobatan. Penelitian menemukan, paroxetine-akupunktur dan plasebo akupunktur ternyata meningkatkan IELTS dengan 82,7, 65,7 dan 33,1 detik. Tingkat keterlambatan ejakulasi disebabkan oleh paroxetine, dan bisa dikatakan lebih besar dari akupunktur.Namun, hasil penelitian terbaru ini akan menunjukkan bahwa akupunktur ternyata lebih efektif daripada plasebo akupunktur. Hasil ini tampaknya membantah hipotesis bahwa manfaat akupunktur untuk ED adalah karena efek plasebo. Meskipun akupunktur kurang efektif dibandingkan penggunaan paroxetine, yang secara signifikan memiliki efek menunda ejakulasi lebih kuat daripada plasebo. Dan ini tampaknya akan menjadi pilihan alternatif yang layak untuk obat atau perawatan lain dari ED.“Rendah serotonin dan suasana hati akan mengatur neurotransmiter – adalah salah satu penyebab ejakulasi dini,” jelas Daniel Hsu, Dokter Akupuntur dan Pengobatan Oriental, yang tidak berafiliasi dengan penelitian ini.“Akupunktur merangsang saraf, akhirnya meningkatkan serotonin di otak, yang mungkin meningkatkan kontrol ejakulasi.”Dalam hal membesarkan penis, akupuntur dapat berfungsi secara lokal untuk merangsang otot – otot dinding penis sehingga massa otot dan kontraksi serta aliran darah dari dan menuju penis dapat tercapai sempurna secara INSTAN dan KONSTAN. Selain itu juga efek endorphin yang dihasilkan oleh akupuntur dapat membuat relaksasi sempurna dalam hal psikosomatis seseorang sehingga penyebab disfungsi ereksi yang disebabkan oleh organic maupun psikosomatis dapat sekaligus teratasi.Terapi akupuntur untuk DE terdiri atas 4 - 6 kali kedatangan dengan jarak waktu 2-3 kali seminggu. "Untuk orang normal, tanpa hipertensi, jantung, atau penyakit lain, biasanya setelah 1 sampai 3 kali terapi, atau maksimal 6 kali kedatangan, sudah tampak perbaikan. Akan tetapi agar kita hati-hati memilih terapis. Pasalnya, ada saja praktisi yang melakukan akupuntur di titik-titik yang tak karuan.