Your browser does not support JavaScript!
 04 Sep 2020    17:00 WIB
Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual
Rasa sakit yang timbul saat berhubungan seksual memang tidak wajar. Kebanyakan kasus terjadi karena kurangnya lubrikasi, yang dapat dengan mudah dipecahkan dengan memperpanjang masa foreplay atau menggunakan gel lubrikan saat penetrasi. Tetapi pada beberapa kasus, rasa sakit yang timbul tidak dapat dihilangkan. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan rasa sakut saat berhubungan seksual. VaginismusVaginismus adalah kondisi yang disebabkan oleh spasme atau kekakuan pada otot vagina yang dipicu oleh ketakutan akan rasa rasit atau trauma Masalah pada ServiksSaat penetrasi maksimal, penis dapat mencapai serviks. Masalah servikal biasanya disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan rasa sakit saat bersentuhan dengan penis. Masalah dengan RahimMasalah di rahim seperti mioma juga dapat menjadi alasan timbulnya rasa sakit saat berhubungan Infeksi VaginalSemua jenis infeksi vaginal seperti infeksi jamur dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan. Trauma VaginalVagina dapat mengalami cedera karena beberapa alasan seperti robekan yang terjadi saat melahirkan atau dinding perineum yang terpotong saat melahirkan. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan tumbuhnya jaringan endometrium (jaringan dinding rahim) di organ lain di luar rahim. Penyakit Peradangan PelvisPenyakit peradangan pelvis yang mengakibatkan peradangan jaringan di daerah kemaluan yang akan terasa nyeri saat berhubungan seksual MenopauseMenopause yang menyebabkan kelembaban vagina berkurang sehingga vagina menjadi kering Masalah di OvariumMasalah di ovarium mencakup kista ovarium dan lain sebagainya Penyakit Menular SeksualInfeksi penyakit menular seksual seperti kutil pada kemaluan, herpes, atau penyakit menular seksual lainnyaSumber: healthmeup
 01 Sep 2020    17:00 WIB
Kesalahpahaman Yang Sering Terjadi Mengenai Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual
Pemeriksaan penyakit menular seksual adalah salah satu  pemeriksan yang penting. Pemeriksaan ini akan membantu mendiagnosa secara dini dan dapat dilakukan penanganan segera sehingga dapat mencegah komplikasi. Jangan merasa bodoh apabila Anda tidak terlalu mengerti masalah pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan menjadi salah paham. Agar Anda lebih tahu lebih jauh mengenai pemeriksaan tersebut, di bawah ini akan dibahas pemeriksaan PMS yang lebih spesifik.   Berikut Adalah Fakta Tentang Berbagai Jenis Pemeriksaan Untuk PMS: Banyak wanita beranggapan bahwa pap smear yang mereka dapatkan saat pemeriksan rutin tahunan juga bisa menjadi pemeriksaan PMS, padahal bukan. Tidak semua dokter secara rutin menyaring pasien mereka untuk pemeriksaan PMS, terutama jika seorang wanita berusia di atas 24 tahun. Ini berarti bahwa banyak wanita yang mengalami PMS namun tidak memiliki gejala tidak akan terdeteksi. Tes VDRL hanya tes sifilis, bukan untuk virus PMS. Pemeriksaan ini tidak akan mendeteksi HIV, HPV, herpes, atau hepatitis B. Tes HIV hanya mencari apakah mengalami infeksi HIV atau tidak. Jika dokter mengatakan bahwa Anda menderita gonore atau klamidia, jangan berasumsi bahwa Anda akan baik-baik saja setelah konsumsi antibiotik. Sayangnya, ketika pasien mendengar mereka menderita gonore atau klamidia dan hal itu dapat diobati, mereka sering menganggap bahwa itu berarti kondisi mereka mudah disembuhkan dan merasa sudah aman tidak mengalami PMS lain.   Terkadang bila Anda tidak menceritakan kondisi Anda, maka tidak semua dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap dan hanya melakukan pemeriksaan dasar, hal ini karena seperti Kita ketahui pemeriksaan untuk PMS cukup banyak. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila Anda menanyakan secara langsung apakah perlu melakukan pemeriksaan untuk PMS karena yang paling tahu kondisi tubuh Anda adalah diri Anda sendiri. Agar Anda bisa melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dan menyeluruh apabila dibutuhkan.   Baca juga: Hati-hati, Seks Bebas Akibatkan Kencing Nanah!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell
 08 Jul 2020    18:00 WIB
Hati-hati, Seks Bebas Bisa Akibatkan Kencing Nanah!
Gonorea atau penyakit kencing nanah merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada pria, penyakit ini pada umumnya menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan rasa terbakar saat buang air kecil. Gejala ini biasanya muncul 1-14 hari setelah infeksi. Akan tetapi, banyak pula penderita gonorea yang tidak menunjukkan gejala apapun. Selain menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil dan keluarnya nanah dari dalam penis, gonorea juga dapat menyebabkan terjadinya epididimitis (radang pada epididimis) dan nyeri pada daerah buah zakar serta kantong zakar. Pada sekitar 50% penderita wanita, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Setengah lainnya mungkin mengalami nyeri perut bagian bawah, nyeri vagina selama berhubungan seksual, keluarnya darah dari dalam vagina di luar masa menstruasi, atau keluarnya cairan dari dalam vagina. Pada wanita, infeksi gonorea dapat menimbulkan komplikasi serius (penyakit radang panggul) walaupun tidak menunjukkan gejala apapun. Penyebaran infeksi dapat melalui hubungan seksual oral, anal, maupun vaginal.   Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Gonorea Dengan Infeksi Jamur Pada Kemaluan?   Selain menginfeksi kemaluan, kuman penyebab kencing nanah ini juga dapat menyerang dubur (anus) dan menyebabkan keluarnya cairan dari dalam anus, gatal pada daerah sekitar anus, nyeri saat buang air besar, dan keluarnya darah saat buang air besar. Bakteri juga dapat menyerang tenggorokan dan menimbulkan nyeri tenggorokan, tetapi dapat pula tidak menimbulkan gejala apapun. Bila tidak diobati, infeksi gonorea ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bersifat permanen dan serius, baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, infeksi gonorea dapat menyebar hingga ke rahim dan saluran telur, serta menyebabkan terjadinya penyakit radang panggul. Pada penyakit radang panggul, infeksi dapat menyebabkan terbentuknya abses (kumpulan nanah) di organ dalam, nyeri panggul kronis, merusak saluran telur; yang akan berakibat pada terjadinya kemandulan serta meningkatkan resiko terjadinya kehamilan ektopik. Pada pria, selain dapat menyebabkan terjadinya epididimitis, gonorea juga dapat menyebabkan terjadinya kemandulan. Selain itu, bila tidak juga diobati kuman penyebab gonorea juga dapat masuk ke dalam darah dan menyebabkan infeksi di berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk di daerah persendian (artritis dan tenosinovitis) dan kulit (dermatitis). Bila tidak segera diobati, kedua hal ini dapat membahayakan jiwa penderitanya. Selain itu, infeksi gonorea yang tidak diobati juga dapat meningkatkan resiko tertular atau menularkan HIV, yang merupakan virus penyebab AIDS.   Sumber: seksinfo
 14 Jun 2020    11:00 WIB
Berbagai Cara Penularan Virus Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi beberapa jenis virus, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Akan tetapi, virus yang sering menyerang manusia adalah virus hepatitis A, B, dan C. Hepatitis A memiliki gejala yang mirip dengan infeksi saluran pencernaan akibat virus, yang biasanya akan menyembuh dalam waktu 1 bulan. Hepatitis B dan C timbul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan terjadinya kanker hati atau infeksi kronik yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati berat (sirosis hati). Virus hepatitis A biasanya menular melalui mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja penderita. Selain itu, anda juga dapat terinfeksi hepatitis melalui kontak dekat dengan penderita, yaitu saat mengganti popok atau melalui hubungan seksual. Sanitiasi dan higienitas yang buruk dapat meningkatkan resiko terjadinya hepatitis A. Virus hepatitis B dan C menular melalui kontak dengan darah, cairan mani, atau berbagai cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi. 1.  Makanan dan MinumanWabah hepatitis A terjadi akibat mengkonsumsi buah segar, sayuran, atau berbagai makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Cucilah buah dengan baik sebelum anda memakannya, bahkan bila anda berencana untuk mengupas kulitnya. Infeksi hepatitis A juga dapat terjadi akibat mengkonsumsi air yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Rebuslah hingga mendidih air ledeng atau air tanah sebelum mengkonsumsinya. Telah tersedia vaksin untuk virus hepatitis A, dan B.2.  Mengkonsumsi Kerang MentahKarena kerang seringkali diperoleh melalui air yang terpolusi, maka berbagai jenis kerang dan tiram mentah juga dapat menularkan virus hepatitis A.3.  Tidak Mencuci TanganVirus hepatitis A dapat bertahan hidup di luar tubuh selama beberapa bulan. Menjaga kebersihan diri dengan cara selalu mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok atau sebelum menyiapkan makanan atau makan dapat membantu mencegah penularan virus hepatitis A.4.  Darah yang Telah Terkontaminasi Oleh Virus HepatitisDarah dan berbagai cairan tubuh yang terkontaminasi oleh virus hepatitis dapat menularkan hepatitis B dan C. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses persalinan, antar pasangan seksual, atau melalui luka pada kulit. Penularan juga dapat terjadi melalui berbagai alat dokter gigi yang terkontaminasi dan alat sterilisasi yang terkontaminasi. Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah yang terkontaminasi.5.  Peralatan Tato atau TindikanSaat anda berkeinginan untuk membuat tato atau menindik bagian tubuh anda, maka pastikan alat yang digunakan telah dibersihkan sebelumnya. Hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui berbagai peralatan yang tidak disterilisasi dengan baik dan melalui penggunaan jarum suntik yang sama secara bergantian. 6.  Peralatan Pedicure, Manicure, dan Alat Potong RambutVirus hepatitis juga dapat menular melalui berbagai peralatan pedicure, manicure, dan peralatan salon lainnya, terutama bila alat tersebut berpotensi terkena dengan darah.7.  Hubungan SeksualBerhubungan seksual dengan seseorang yang menderita hepatitis B dapat menyebabkan anda tertular hepatitis B. Virus hepatitis B dapat ditularkan melalui darah, cairan vagina, atau cairan mani orang yang terinfeksi. Gunakanlah kondom berbahan lateks atau vaksinasi untuk mencegah infeksi bila pasangan seksual anda terinfeksi oleh hepatitis.8.  Menggunakan Barang yang Sama Dengan PenderitaHepatitis B dan C dapat ditularkan melalui menggunakan barang yang sama dengan penderita. Barang-barang yang seringkali menjadi tempat penularan virus hepatitis adalah sikat gigi. pisau cukur, gunting kuku, jarum, atau berbagai benda lainnya yang dapat terkontaminasi oleh darah penderita. Untuk mencegah terjadinya infeksi, maka jangan gunakan benda yang sama dengan penderita hepatitis.Sumber: medicinenet
 15 Apr 2020    18:00 WIB
Mengenal Penyakit Menular Seksual Chlamydia
Halo teman-teman, salam sehat untuk kita semua, hari ini kita berjumpa kembali dengan pembahasan baru yang menarik untuk dibahas bersama, yaitu penyakit Chlamydia. Apa itu Chlamydia? Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang umum. Ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Chlamydia trachomatis. Ini dapat menginfeksi pria dan wanita. Wanita bisa mendapatkan klamidia di leher rahim, rektum, atau tenggorokan. Pria bisa mendapatkan klamidia di uretra (di dalam penis), dubur, atau tenggorokan. Chlamydia umum terjadi di Negara A.S. dengan lebih dari 1,5 juta kasus dilaporkan setiap tahun (jumlah sebenarnya dari kasus tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi). Di antara semua kelompok umur, remaja dan dewasa muda memiliki tingkat infeksi tertinggi. Orang-orang yang beresiko terkena penyakit Chlamydia adalah: Wanita yang aktif secara seksual berusia 25 tahun ke bawah. Wanita yang lebih tua yang memiliki pasangan seks baru atau ganda, atau pasangan seks yang memiliki penyakit menular seksual. Pria yang berhubungan seks dengan pria (LGBT). Kebanyakan wanita dengan klamidia (dan sekitar setengah dari pria) tidak mengalami gejala. Karena gejalanya mungkin tidak ada, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang yang beresiko terinfeksi klamidia harus diuji. Tes tahunan untuk infeksi dianjurkan untuk orang-orang yang disebutkan di atas. Kebanyakan orang yang memiliki klamidia tidak memiliki gejala. Jika kita memiliki gejala, gejala mungkin tidak muncul sampai beberapa minggu setelah kita berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi. Bahkan ketika klamidia tidak menimbulkan gejala, itu dapat merusak sistem reproduksi kita. dan jika kita memang memiliki gejala klamidia, gejala ini bisa memakan waktu beberapa minggu setelah infeksi muncul. Gejala umum klamidia dapat muncul pada pria dan wanita, seperti: Pada wanita: Sakit perut. Keputihan dalam jumlah besar yang berbau busuk dan berwarna kuning. Perdarahan di antara periode mens. Demam ringan. Hubungan seksual yang menyakitkan, dan perdarahan setelah hubungan seksual. Sensai terbakar ketika buang air kecil. Pembengkakan di vagina atau di sekitar anus. Perlu buang air kecil lebih sering atau tidak nyaman dengan buang air kecil. Nyeri dubur. Infeksi rektum. Pada pria: Rasa sakit dan terbakar ketika buang air kecil. Infeksi Rektum. Nanah atau cairan encer / seperti susu dari penis. Testis bengkak atau lunak. Rasa sakit, keputihan dan / atau pendarahan di sekitar anus. Nyeri dubur. Jika klamidia menginfeksi mata kita, kita mungkin mengalami kemerahan dan gatal. Kadang infeksi klamidia di tenggorokan menyebabkan rasa sakit, tetapi jarang terjadi. Skrining dan diagnosis klamidia relatif sederhana. Tes meliputi: Tes urin. Pengambilan sampel cairan vagina dengan batang kapas (papsmear). Perlu diketahui bahwa cara untuk mengurangi risiko terkena penyakit Chlamydia, meliputi: Menggunakan kondom selama setiap hubungan seksual. Membatasi jumlah pasangan seks (jangan bergonta-ganti pasangan). Menjalani cek kesehatan rutin. (papsmear,dll). Pengobatan untuk penyakit Chlamydia adalah, dengan perawatan antibiotik bernama (azitromisin dan doksisiklin) yang efektif dalam mengobati klamidia. Dan ketika kita menjalani perawatan perlu diketahui beberapa poin penting tentang perawatan apa pun: Pasien harus minum semua obat sesuai petunjuk. Semua pasangan harus diperiksa dan dirawat. Orang yang terinfeksi tidak boleh berhubungan seks sampai dia dan pasangannya atau pasangannya dirawat dan disembuhkan. Orang yang menunjukkan gejala setelah perawatan harus diuji kembali dengan kultur. Wanita harus diuji ulang tiga hingga empat bulan setelah perawatan karena tingkat infeksi ulang yang jauh lebih tinggi dari pada pria. Dan sebagai catatan kecil, karena gejala klamidia mirip dengan gejala gonore, dan karena seseorang dapat terinfeksi keduanya, dokter kadang-kadang akan melanjutkan dan mengobati orang dengan klamidia untuk kedua infeksi (klamidia dan gonore). Ingat, pasangan harus diperiksa untuk infeksi dan dirawat juga untuk menghindari infeksi ulang. Jadi sahabat, demikianlah info lengkap tentang penyakit menular seksual Chlamydia. Jika ada yang mengalami gejala di atas disarankan segera pergi ke dokter untuk dicek. Salam sehat!   Sumber : www.ashasexualhealth.org, medlineplus.gov, www.cdc.gov, www.plannedparenthood.org, www.medicalnewstoday.com, helloclue.com, www.healthline.com, www.mayoclinic.org, 
 29 Feb 2020    18:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gonorea Dengan Infeksi Jamur Pada Kemaluan?
Berhubungan seksual dapat menyebabkan terjadinya berbagai jenis infeksi. Gonorea dan infeksi jamur pada kemaluan merupakan jenis penyakit menular seksual yang paling sering terjadi selain sifilis dan herpes.   Gonorea Gonorea merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada pria, penyakit ini pada umumnya menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan rasa terbakar saat buang air kecil. Pada sekitar 50% penderita wanita, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Setengah lainnya mungkin mengalami nyeri perut bawah, nyeri vagina selama berhubungan seksual, atau keluarnya cairan dari dalam vagina.  Jika tidak diobati, penyakit ini dapat ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan terjadinya epididimitis pada pria dan radang panggul kronik pada wanita atau bahkan menyebabkan septikemia (masuknya bakteri ke dalam darah) yang dapat mengenai sendi dan katup jantung. Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1 minggu setelah infeksi bakteri, baik pada pria maupun wanita. Penyebaran infeksi dapat melalui hubungan seksual oral, anal, maupun vaginal.   Infeksi Jamur Pada Kemaluan Infeksi jamur pada kemaluan atau kandidiasis atau moniliasis disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Penyakit ini dapat mengenai kulit, lidah, dan berbagai bagian tubuh lainnya; tetapi biasanya sangat sering ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pelindung dengan penderita. Infeksi jamur ini dapat menyebabkan terjadinya vaginitis pada wanita, dengan gejala berupa kulit kemaluan terasa gatal dan sangat merah, rasa terbakar atau adanya luka pada daerah sekitar vagina, dan keluarnya cairan berwarna putih seperti kapas dari vagina. Cairan ini biasanya bersifat kental.  Pada pria, gejala infeksi jamur dapat berupa adanya bercak kemerahan dan luka yang terasa nyeri pada kepala penis, yang disertai dengan rasa gatal hebat dan rasa terbakar. Kandidiasis dapat mengenai mukosa anus, kerongkongan, dan kuku, yang dapat menyebabkan beberapa gejala berat, termasuk kesulitan menelan makanan. Jika tidak diobati, jamur dapat terus menyebar ke berbagai sistem organ lainnya dan menyebabkan terjadinya fungemia (terdapatnya jamur di dalam darah).   Sumber: differencebetween
 01 Sep 2019    11:00 WIB
Gonore Penyakit Menular Seksual yang Menyerang Pria dan Wanita
Gonore adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang dapat disebarkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang sudah terinfeksi. Penyakit menular seksual ini dapat terjadi baik pada wanita maupun pada pria. Infeksi ini dapat menyebar dengan mudahnya terutama sering terjadi pada mereka yang memiliki banyak pasangan seksual. Wanita hamil yang terinfeksi gonore dapat menularkan infeksi ini ke bayinya saat proses kelahiran bayi. Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri yang merupakan penyebab dari gonore ini dapat dengan mudah memperbanyak diri di membran mukus tubuh. Bakteri ini dapat tumbuh dengan subur didaerah yang hangat, lembab, sehingga ia dapat tumbuh subur di saluran reproduksi termasuk di mulut rahim, rahim dan di indung telur pada wanita. Sedangkan pada pria bakteri ini biasanya hidup di saluran kencing. Pada beberapa kasus bakteri ini bahkan bisa tumbuh di mulut, tenggorokan dan anus. Gejala gonore pada wanita:    •    Keputihan yang berwarna kuning atau keabuan     •    Nyeri perut bawah atau nyeri panggul    •    Sensasi seperti terbakar saat berkemih    •    Konjungtivitis    •    Keluar darah saat melakukan hubungan seksual    •    Pembengkakan di daerah vulva    •    Sensasi terbakar di tenggorokan Gejala gonore pada pria    •    Keluarnya cairan putih kekuningan dari penis    •    Sensasi terbakar saat berkemih    •    Sensasi terbakar di tenggorokan    •    Nyeri dan pembengkakan di testis    •    Pembengkakan kelenjar di tenggorokan Jika Anda mengalami gejala-gejala diatas, segera konsultasikan kepada dokter Anda agar gonore dapat diobati secara tepat dan cepat. Tetapi jika dibiarkan gonore dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan permanen baik untuk pria maupun wanita.Sumber: healthmeup
 22 Jun 2019    08:00 WIB
Seks Oral Penyebab Utama Terinfeksi Penyakit Gonore
Halo sahabat setia Dokter.ID! kita kembali lagi dengan pembahasan artikel menarik tentang penyakit seksual yang menular, penyakit umum ini bernama Gonore. Apa itu Gonore? Gonore adalah penyakit menular seksual (PMS). Ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonore berpindah dari orang ke orang melalui seks oral, anal, atau vaginal tanpa kondom. Orang dengan banyak pasangan seksual atau mereka yang tidak menggunakan kondom memiliki risiko infeksi terbesar. Perlindungan terbaik terhadap infeksi adalah pantang berhubungan seks bebas, monogami (seks dengan hanya satu pasangan), dan penggunaan kondom yang tepat. infeksi juga termasuk penyalahgunaan alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya penggunaan obat intravena (lewat pembuluh darah). Waktu yang tepat kapan gonore mulai tidak dapat dipastikan. Catatan awal penyakit ini ditemukan sejak 1161 ketika parlemen Inggris memberlakukan undang-undang untuk memastikan bahwa penyebaran infeksi berkurang dan diatasi. Ini menunjukkan besarnya masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh infeksi ini. Namun, bahkan saat itu penyebab infeksi tidak diketahui. Ini diikuti oleh hukum yang sama pada tahun 1256 di Perancis pada masa pemerintahan Louis IX. Gejala infeksi diamati ketika tentara salib mengepung Acre. Setelah Paus Bonifasius mensekulerkan praktik kedokteran, para dokter mulai mengobati pria biasa serta pelacur untuk infeksi ini. Pada tahun 1879, seorang dokter Jerman bernama Albert Ludwig Sigesmund Neisser menemukan patogen gonore pada tahun 1879. Dengan demikian, strain bakteri ini dinamai untuk penemuannya. Neisser mempelajari kedokteran dan konsentrasinya pada penyakit menular seksual dan kusta. Selain itu, ia memperoleh bukti eksperimental tentang patogen gonore selama dua tahun bekerja sebagai asisten dokter kulit Oskar Simon.    Secara umum, gonore adalah penyakit di seluruh dunia, dan tingkat serangan tertinggi terjadi pada pria dan wanita berusia antara 15 dan 29 tahun. Perkiraan global kejadian gonore adalah 62 juta orang yang terinfeksi setiap tahunnya. Pada tahun 1999, diperkirakan ada 62,5 juta kasus gonore yang mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Kira-kira antara 1995 dan 1999, gonore memiliki peningkatan kejadian yang signifikan terjadi di Eropa Timur, dengan tingkat tertinggi di Estonia, Rusia dan Belarus. Setiap tahun sekitar 650.000 orang di Amerika Serikat terinfeksi gonore. Pada tahun 1999, tingkat infeksi gonore yang dilaporkan adalah 132,2 per 100.000 orang. Diperkirakan ada 650.000 kasus gonore, yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Pada tahun 2006, 358.366 kasus gonore dilaporkan di Amerika Serikat. Di antara 50 negara bagian, Idaho, Iowa, Louisiana, Mississippi, North Dakota, dan Texas memiliki peningkatan tahunan lebih besar dari 10% pada gonore dari tahun 1996 hingga 1998. Dari 1997 hingga 1998, tingkat gonore meningkat 10,5% di antara wanita dan 7,4% di antara pria. Gejala Gonore mempengaruhi saluran genital. Tanda dan gejala infeksi gonore pada pria meliputi: Buang air kecil yang menyakitkan. Pengeluaran seperti nanah dari ujung penis. Nyeri atau bengkak di satu testis. Tanda dan gejala infeksi gonore pada wanita meliputi: Peningkatan keputihan Buang air kecil yang menyakitkan Pendarahan vagina antar periode, seperti setelah hubungan intim vagina Hubungan seksual yang menyakitkan Nyeri perut atau panggul  Gejala Gonore di tempat lain bisa mempengaruhi bagian-bagian tubuh ini: Dubur. Tanda-tanda dan gejala-gejala termasuk gatal-gatal anus, keluarnya nanah dari dubur, bercak darah merah terang pada jaringan toilet dan harus tegang selama buang air besar. Mata. Gonore dapat memengaruhi mata kita seperti nyeri mata, kepekaan terhadap cahaya, dan keluarnya cairan seperti nanah dari satu atau kedua mata. Tenggorokan. Tanda dan gejala infeksi tenggorokan mungkin termasuk sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Sendi. Jika satu atau lebih sendi terinfeksi oleh bakteri (artritis septik), sendi yang terkena mungkin terasa hangat, merah, bengkak, dan sangat nyeri, terutama ketika kita memindahkan sendi yang terkena. Ada banyak komplikasi potensial yang serius, yang menyoroti perlunya diagnosis dan pengobatan cepat jika gejalanya terjadi. Pada wanita, gonore dapat menyebabkan komplikasi: penyakit radang panggul, suatu kondisi yang dapat menyebabkan abses. nyeri panggul kronis. infertilitas. kehamilan ektopik - kehamilan di mana embrio menempel di luar Rahim. Pada pria, infeksi gonore dapat menyebabkan komplikasi: epididymitis - radang epididimis, yang mengontrol produksi sperma. infertilitas. Baik pria maupun wanita berisiko terkena infeksi gonokokus yang mengancam jiwa ketika gonore tidak diobati. Jenis infeksi ini sering ditandai oleh: demam. radang sendi. tenosynovitis - peradangan dan pembengkakan di sekitar tendon. infeksi kulit. Mereka yang terinfeksi gonore juga berisiko lebih tinggi tertular HIV atau, jika sudah HIV positif, menyebarkan HIV selain gonore. Komplikasi lebih lanjut dari infeksi gonore dapat terjadi pada wanita hamil selama persalinan; infeksi dapat ditularkan kepada anak. Gonore yang ditularkan kepada bayi dapat menyebabkan infeksi sendi, kebutaan, atau infeksi darah yang mengancam jiwa. Juga, wanita yang terinfeksi berada pada risiko yang meningkat untuk persalinan prematur atau lahir mati jika tidak dirawat. Banyak orang yang tidak tahu mereka mengalami perdarahan karena mereka tidak memiliki tanda atau gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kita menderita gonore adalah dengan melakukan tes urin yang cepat dan mudah. Dan cara lain dengan mengambil swab (kapas penyeka) yang diambil dari daerah yang terinfeksi dan dibawa ke lab untuk diuji. Gonore dapat diobati dan disembuhkan dengan suntikan antibiotik tunggal. Kita bisa mendapatkan gonore lagi bahkan setelah sembuh di masa lalu. Karena itu setialah terhadap satu pasangan saja dan hindari seks bebas, untung keterangan lebih lanjut bisa hubungi pakar kesehatan dan dokter kami. Salam sehat dan sampai jumpa dengan topik menarik lainnya.   Sumber : www.livescience.com, www.medicalnewstoday.com, www.mayoclinic.org, www.healthline.com, www.plannedparenthood.org, www.news-medical.net
 13 Jun 2019    11:00 WIB
Bahayanya Penyakit Seks Menular Mycoplasma genitalium
Halo sahabat setia Dokter.ID! salam sehat untuk kita semua, kembali lagi dengan pembahasan menarik tentang salah satu penyakit seksual menular yang cukup berbahaya, bernama Mycoplasma Genitalium. Mycoplasma Genitalium adalah anggota dari mycoplasmas genital. Mycoplasma genitalium (MG) merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan sexually transmitted diseases (STD), baik pada pria maupun wanita. Mycoplasma genitalium (MG) adalah bakteri yang menginfeksi uretra, leher rahim dan anus. Kita dapat tertular penyakit ini, dari melakukan hubungan seks dengan seseorang yang memilikinya. Bahkan jika sekalipun kita tidak melakukan "semua jalan" dengan seks vaginal (penetrasi), kita tetap dapat bisa terkena penyakit MG melalui sentuhan atau gesekan seksual. Para ilmuwan telah mengetahui tentang bakteri ini sejak 1980-an, tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa lebih dari 1 dari 100 orang dewasa mungkin mengidapnya. Penyakit MG tidak selalu menyebabkan gejala, jadi mungkin ketika kita terkena penyakit ini, kita tidak menyadarinya. Pada pria, gejalanya adalah: Debit berair dari penis kita. Rasa terbakar, menyengat, atau sakit saat kita buang air kecil (radang uretra / uretritis). Gejala untuk wanita adalah: Debit dari vagina kita. Rasa sakit saat berhubungan seks. Pendarahan setelah berhubungan seks. Rasa sakit di daerah panggul kita di bawah pusar. Keputihan yang tidak normal. Nyeri saat buang air kecil. Tanpa pengobatan yang memadai, infeksi serviks dapat menyebar ke tuba Fallopii (tabung yang mengarah dari ovarium ke rahim) dan menyebabkan penyakit radang panggul (PID). Ini mungkin tanpa gejala, tetapi mungkin ada: Demam. Sakit perut. Dan jika tidak diobati, PID (pelvic inflammatory disease)dapat menyebabkan jaringan parut tuba Fallopii dan kehamilan ektopik atau tuba (dalam tuba Fallopii) atau akhirnya infertilitas. Dan waktu antara terinfeksi dan mengembangkan gejala, biasanya sekitar 2 hingga 35 hari. Tidak ada tes khusus untuk MG. Jadi biasanya dokter akan melakukan tes amplifikasi asam nukleat (NAAT). Untuk tes ini, kita mungkin harus memberikan sampel kencing kita. Dokter mungkin juga menggunakan swab untuk mengambil sampel dari vagina, leher rahim, atau uretra kita. MG bisa menjadi masalah rumit untuk diobati. Antibiotik umum seperti penisilin membunuh bakteri dengan merusak dinding sel kuman. Tetapi bakteri MG tidak memiliki dinding sel, jadi obat ini tidak bekerja dengan baik. Biasanya dokter akan memberikan azithromycin (Zithromax, Zmax) terlebih dahulu. Jika itu tidak berhasil, dokter mungkin memberi kita moxifloxacin (Avelox). Dokter kita mungkin juga fokus pada perawatan kondisi lain yang dapat disebabkan oleh MG, seperti uretritis, PID, atau servisitis. Dan perlu diketahui, ketika seseorang terkena atau tertular penyakit ini, dan dalam tahap (proses) pemulihan, kita tidak boleh melakukan hubungan seks terlebih dahulu atau harus menggunakan kondom 100% ketika ingin melakukan hubungan seksual, baiknya tunggu pulih dengan sempurna dan  kita atau pasangan kita perlu melakukan tes MG negative. Dan bagaimana cara kita tercegah terkena penyakit menular seksual ini, ada beberapa cara, yaitu dengan: Menggunakan kondom untuk hubungan seks vaginal dan anal. Mikoplasma harus diobati dengan antibiotik. Antibiotik dapat berupa dosis tunggal atau dengan penggunaan yang lebih lama. Tentu saja Kursus pengobatan berulang mungkin diperlukan. Penting agar kita menghindari seks selama 7 hari setelah memulai perawatan. Ini untuk mencegah kita menginfeksi orang lain (jangan melakukan seks sebelum pengobatan antibiotik selesai). Lakukan seks yang lebih aman. Tes tindak lanjut harus dilakukan untuk memastikan bahwa pengobatan telah membersihkan infeksi. Semua pasangan seksual perlu dihubungi, diuji, dan, jika diindikasikan, diobati. Bahkan jika pasangan tidak memiliki gejala, mereka mungkin dapat menularkan infeksi ke pasangan seksual lainnya. Demikian pembahasan kita tentang penyakit menular mycoplasma genitalium, jika ada yang mengalami gejala di atas silahkan segera berkonsultasi dengan dokter.   Sumber : stipu.nsw.gov.au, www.webmd.com, www.mshc.org.au, www.sahealth.sa.gov.au
 07 Jun 2019    08:00 WIB
Apakah Janggut dan Kumis Dapat Menularkan Penyakit Menular Seksual?
Tahukah Anda bahwa rambut wajah seorang pria seperti janggut dan kumis ternyata dapat menjadi tempat bersembunyi para kuman berbahaya? Walaupun resiko penularan kuman dari rambut wajah cukup kecil, akan tetapi janggut dan kumis dapat menjadi tempat persembunyian dari virus herpes, infeksi jamur, atau bahkan bakteri staphylococcus yang berbahaya.   Baca juga: Kenali Berbagai Gejala Penyakit Menular Seksual   Jika seseorang melakukan kontak langsung dengan berbagai jenis kuman di atas, maka orang tersebut dapat mengalami berbagai gangguan kulit. Hal ini dikarenakan rambut wajah tersebut dapat memerangkap keringat, cairan tubuh, dan bahkan sedikit sisa makanan. Selain itu, adanya rambut wajah yang tebal tersebut dapat menutupi berbagai gejala gangguan kulit yang dapat menular, yang sebenarnya tidak berhubungan dengan janggut atau kumis itu sendiri. Beberapa gangguan kulit yang gejalanya dapat tertutupi oleh janggut atau kumis adalah kulit kemerahan akibat infeksi jamur atau herpes. Bila seorang pria tidak menyadari dirinya sedang menderita gangguan kulit ini, maka ia dapat menularkan gangguan kulit ini pada pasangannya tanpa ia sadari. Beberapa gangguan kulit lainnya yang dapat tertutupi oleh adanya janggut atau kumis adalah kulit dan infeksi bakteri pada kulit (impetigo) yang dapat menyebabkan terbentuknya luka terbuka berwarna kemerahan. Janggut atau kumis yang kasar juga dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan kemerahan pada kulit pasangan saat bergesekkan dengan wajah pasangannya tersebut, yang dapat memicu terbentuknya benjolan kemerahan atau luka lecet pada wajah pasangannya tersebut. Akan tetapi, bila Anda tidak berhasil membujuk pasangan Anda untuk mencukur kumis atau janggutnya tersebut, maka masih terdapat beberapa cara untuk membantu mencegah Anda tertular gangguan kulit yang ia alami. Cara pertama adalah mintalah si dia untuk membersihkan daerah kumis atau janggutnya dengan menggunakan sabun saat mandi, setidaknya 1 kali setiap hari dan periksalah kebersihan kumis atau janggutnya tersebut secara teratur, terutama setelah makan untuk memastikan tidak ada sisa makanan atau kotoran yang masih menempel padanya. Cara kedua adalah sebelum Anda melakukan kontak langsung, periksalah keadaan kulit di sekitar dan di bawah kumis atau janggut tersebut; pastikan kulit berada dalam keadaan sehat, tidak tampak kemerahan, tidak ada benjolan, atau lepuhan pada kulit.   Sumber: womenshealthmag