Your browser does not support JavaScript!
 12 Sep 2020    21:00 WIB
6 Tindakan Aman Saat Pertama Kali Berhubungan Seksual
Seks sering kali dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan bagi mereka yang belum pernah berhubungan seksual atau baru akan melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Seks bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau membuat panik. Tetepi Anda tetap harus memperhatikan detail dan keamanannya.   Berikut adalah 6 tindakan aman untuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual:1.  Anda perlu membersihkan tubuhJika Anda mempunyai rencana untuk berhubungan seksual dengan pasangan Anda, maka penting untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu misalnya dengan bercukur, waxing atau perawatan tubuh lainnya. Juga jangan lupa membersihkan tubuh dan organ intim Anda agar bersih dan wangi. 2.  Dapatkan informasi dari orang yang berpengalamanSangat penting untuk bertanya dan memperoleh informasi dari orang-orang yang Anda kenal dan sudah berpengalaman. Tanyakanlah kepada mereka semua pertanyaan yang membuat Anda bingung dan ragu. 3.  Tetap amanSeks yang aman harus menjadi prioritas utama Anda. Pastikan pasangan Anda atau Anda sendiri mempunyai kondom. Dengan penggunaan kondom akan melimitasi kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 4.  Pastikan ini adalah hal yang benar-benar Anda inginkanSebelum melakukan hubungan seksual Anda harus yakin jika memang Anda siap untuk melakukannya. Hal ini harus merupakan keputusan Anda sendiri dan tanpa paksaan dari siapapun. 5.  Tetap dalam kondisi sadarSaat Anda mabuk, Anda tidak dapat berpikir secara jelas. Itu bukanlah waktu yang baik untuk berhubungan seksual. Kapanpun Anda memutuskan untuk berhubungan, pastikan Anda dalam kondisi sadar dan aman. 6.  Cari tahu tentang metode KB alternatifSebagai seorang wanita Anda harus mengetahui secara pribadi mengenai hubungan seksual yang aman. Jika Anda mempunyai jadwal menstruasi yang tetap maka Anda bisa menggunakan metode kalender dan berhubungan seksual di masa Anda tidak subur. Pilihan lain yang bisa Anda gunakan adalah pil kb dan diafragma. Sumber: megforwomen
 07 Sep 2020    21:00 WIB
Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?
Saat seorang pria merasa gatal pada daerah kemaluannya, maka rasa gatal ini biasanya disebabkan oleh adanya bercak kemerahan akibat penyakit peradangan kulit, infeksi jamur, gigitan serangga, atau infeksi virus. Walaupun infeksi virus dan adanya kutu biasanya ditularkan melalui hubungan intim, akan tetapi gangguan kulit lainnya tidak berhubungan dengan seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab timbulnya rasa gatal pada daerah rambut kemaluan, batang penis, kepala penis, kantong zakar, dan selangkangan; baik yang ditularkan melalui hubungan seksual maupun yang tidak.   Rambut Kemaluan Beberapa hal yang dapat menyebabkan gatal pada daerah pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan) adalah: Kutu kemaluan. Kutu kemaluan biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan penderita. Gejala utamanya adalah gatal pada daerah rambut kemaluan dan adanya bercak darah atau bintik-bintik hitam pada pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu Folikulitis. Penderita biasanya lebih merasa nyeri daripada gatal Infeksi virus seperti molluscum contagiosum (merupakan salah satu penyakit menular seksual) dapat menyebab gatal hingga ke area batang penis   Batang Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada batang penis adalah: Herpes genitalis, suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV1) atau 2 (HSV2). Gejala lain yang dapat ditemukan adalah adanya lepuhan pada batang penis Lichen nitidus, yang menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil pada batang penis, yang terasa gatal. Hal ini bukanlah suatu penyakit menular seksual   Kepala Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada kepala penis adalah: Herpes genitalis. Gejala seringkali mengenai daerah kepala penis dan kulit khatan Infeksi jamur (candidiasis) pada kepala penis. Infeksi ini dapat merupakan gejala diabetes pada pria Kutil kemaluan. Kutil kemaluan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus. Kutil biasanya muncul pada kepala penis dan kulit katan, yang dapat disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari penis, yang menyebabkan gatal. Kutil juga dapat muncul pada batang penis dan rambut kemaluan Lichen planus, psoriasis, dan dermatitis seboroik berat merupakan gangguan kulit yang dapat mengenai kepala penis dan bukan merupakan suatu penyakit menular seksual   Kantong Zakar Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada kantong zakar adalah: Eksim. Eksim merupakan gangguan kulit kronik yang ditandai dengan rasa gatal, radang, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit Penyakit Paget. Penyakit Paget pada kantong zakar merupakan salah satu jenis kanker kulit yang tampak seperti eksim. Penyakit paget dicurigai jika gejala eksim tidak merespon terhadap pengobatan. Bercak kemerahan dapat timbul pada daerah selangkangan dan anus   Baca juga: Vitamin yang Dapat Membuat Mr. P Bekerja Lebih Optimal   Selangkangan Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada daerah selangkangan adalah: Infeksi jamur. Infeksi jamur biasanya terjadi akibat keringat dan penggunaan pakaian ketat. Gejalanya adalah gatal hebat pada daerah selangkangan. Kadangkala ditemukan adanya bercak kemerahan bersisik, yang biasanya bermula dari daerah lipatan kulit dan menyebar Kandidiasis. Kandidiasis juga merupakan salah satu jenis infeksi jamur. Kandidiasis dapat merupakan gejala awal dari diabetes pada pria, ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita, atau penggunaan antibiotika yang menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Infeksi ini biasanya menimbulkan rasa gatal, panas, dan nyeri pada daerah kemaluan. Kandidiasis juga sering dialami oleh wanita, terutama wanita hamil Psoriasis. Penyakit kulit kronik ini ditandai dengan bercak kemerahan bersisik dan tebal pada daerah lutut, siku, pinggang, dan kulit kepala. Gambaran psoriasis pada daerah selangkangan dapat sedikit berbeda daripada psoriasis pada bagian tubuh lainnya karena tingginya kelembaban pada daerah selangkangan. Psoriasis selangkangan biasanya tampak seperti bercak kemerahan tetapi tidak menebal dan tidak bersisik Dermatitis seboroik   Gangguan Kulit Lain yang Bisa Menimbulkan Gatal Pada Kemaluan Pria Selain berbagai hal di atas, ada beberapa gangguan kulit lain yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan seorang pria. Di bawah ini ada 2 gangguan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan pria. Skabies Skabies merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi serangga Sarcoptes scabiei. Penularannya biasanya melalui kontak kulit dengan kulit. Gejala yang biasa ditemukan adalah gatal hebat pada derah kulit yang terinfeksi, misalnya pada kantong zakar, bokong, dan penis. Bagian tubuh lain yang juga sering terkena adalah celah-celah jari, pusar, dan ketiak. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang terjadi akibat kulit berkontak dengan zat atau alergen tertentu, seperti sabun anti bakteri, air kemih, dan produk berbahan karet. Gejalanya adalah  adanya bercak kemerahan atau gatal pada daerah yang terkena. Penderita mungkin lebih merasa nyeri daripada gatal, terutama bila iritasi terjadi pada daerah kantong zakar. Dermatitis kontak akibat penggunaan kondom dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kepala penis, yang dapat menyebar hingga ke batang penis, kantong zakar, dan selangkangan.   Pencegahan Untuk mencegah dan mengatasi rasa gatal pada kemaluan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Bersihkan daerah kemaluan setiap hari dan keringkan daerah kemaluan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi jamur Ganti pakaian dalam Anda setiap hari. Bila Anda tidak mengganti pakaian dalam secara teratur, maka jamur yang terdapat di dalam sel-sel kulit mati dapat bereplikasi dan bertambah banyak, yang akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi jamur Gunakan handuk bersih Gunakan sabun mandi tanpa pewangi. Hal ini dikarenakan pewangi yang terdapat di dalam sabun dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit pada daerah kemaluan dan menyebabkan rasa gatal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 04 Sep 2020    17:00 WIB
Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual
Rasa sakit yang timbul saat berhubungan seksual memang tidak wajar. Kebanyakan kasus terjadi karena kurangnya lubrikasi, yang dapat dengan mudah dipecahkan dengan memperpanjang masa foreplay atau menggunakan gel lubrikan saat penetrasi. Tetapi pada beberapa kasus, rasa sakit yang timbul tidak dapat dihilangkan. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan rasa sakut saat berhubungan seksual. VaginismusVaginismus adalah kondisi yang disebabkan oleh spasme atau kekakuan pada otot vagina yang dipicu oleh ketakutan akan rasa rasit atau trauma Masalah pada ServiksSaat penetrasi maksimal, penis dapat mencapai serviks. Masalah servikal biasanya disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan rasa sakit saat bersentuhan dengan penis. Masalah dengan RahimMasalah di rahim seperti mioma juga dapat menjadi alasan timbulnya rasa sakit saat berhubungan Infeksi VaginalSemua jenis infeksi vaginal seperti infeksi jamur dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan. Trauma VaginalVagina dapat mengalami cedera karena beberapa alasan seperti robekan yang terjadi saat melahirkan atau dinding perineum yang terpotong saat melahirkan. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan tumbuhnya jaringan endometrium (jaringan dinding rahim) di organ lain di luar rahim. Penyakit Peradangan PelvisPenyakit peradangan pelvis yang mengakibatkan peradangan jaringan di daerah kemaluan yang akan terasa nyeri saat berhubungan seksual MenopauseMenopause yang menyebabkan kelembaban vagina berkurang sehingga vagina menjadi kering Masalah di OvariumMasalah di ovarium mencakup kista ovarium dan lain sebagainya Penyakit Menular SeksualInfeksi penyakit menular seksual seperti kutil pada kemaluan, herpes, atau penyakit menular seksual lainnyaSumber: healthmeup
 01 Sep 2020    17:00 WIB
Kesalahpahaman Yang Sering Terjadi Mengenai Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual
Pemeriksaan penyakit menular seksual adalah salah satu  pemeriksan yang penting. Pemeriksaan ini akan membantu mendiagnosa secara dini dan dapat dilakukan penanganan segera sehingga dapat mencegah komplikasi. Jangan merasa bodoh apabila Anda tidak terlalu mengerti masalah pemeriksaan penyakit menular seksual (PMS) dan menjadi salah paham. Agar Anda lebih tahu lebih jauh mengenai pemeriksaan tersebut, di bawah ini akan dibahas pemeriksaan PMS yang lebih spesifik.   Berikut Adalah Fakta Tentang Berbagai Jenis Pemeriksaan Untuk PMS: Banyak wanita beranggapan bahwa pap smear yang mereka dapatkan saat pemeriksan rutin tahunan juga bisa menjadi pemeriksaan PMS, padahal bukan. Tidak semua dokter secara rutin menyaring pasien mereka untuk pemeriksaan PMS, terutama jika seorang wanita berusia di atas 24 tahun. Ini berarti bahwa banyak wanita yang mengalami PMS namun tidak memiliki gejala tidak akan terdeteksi. Tes VDRL hanya tes sifilis, bukan untuk virus PMS. Pemeriksaan ini tidak akan mendeteksi HIV, HPV, herpes, atau hepatitis B. Tes HIV hanya mencari apakah mengalami infeksi HIV atau tidak. Jika dokter mengatakan bahwa Anda menderita gonore atau klamidia, jangan berasumsi bahwa Anda akan baik-baik saja setelah konsumsi antibiotik. Sayangnya, ketika pasien mendengar mereka menderita gonore atau klamidia dan hal itu dapat diobati, mereka sering menganggap bahwa itu berarti kondisi mereka mudah disembuhkan dan merasa sudah aman tidak mengalami PMS lain.   Terkadang bila Anda tidak menceritakan kondisi Anda, maka tidak semua dokter akan melakukan pemeriksaan lengkap dan hanya melakukan pemeriksaan dasar, hal ini karena seperti Kita ketahui pemeriksaan untuk PMS cukup banyak. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila Anda menanyakan secara langsung apakah perlu melakukan pemeriksaan untuk PMS karena yang paling tahu kondisi tubuh Anda adalah diri Anda sendiri. Agar Anda bisa melakukan pemeriksaan yang lebih lengkap dan menyeluruh apabila dibutuhkan.   Baca juga: Hati-hati, Seks Bebas Akibatkan Kencing Nanah!   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: verywell
 08 Jul 2020    18:00 WIB
Hati-hati, Seks Bebas Bisa Akibatkan Kencing Nanah!
Gonorea atau penyakit kencing nanah merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada pria, penyakit ini pada umumnya menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan rasa terbakar saat buang air kecil. Gejala ini biasanya muncul 1-14 hari setelah infeksi. Akan tetapi, banyak pula penderita gonorea yang tidak menunjukkan gejala apapun. Selain menyebabkan rasa nyeri saat buang air kecil dan keluarnya nanah dari dalam penis, gonorea juga dapat menyebabkan terjadinya epididimitis (radang pada epididimis) dan nyeri pada daerah buah zakar serta kantong zakar. Pada sekitar 50% penderita wanita, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Setengah lainnya mungkin mengalami nyeri perut bagian bawah, nyeri vagina selama berhubungan seksual, keluarnya darah dari dalam vagina di luar masa menstruasi, atau keluarnya cairan dari dalam vagina. Pada wanita, infeksi gonorea dapat menimbulkan komplikasi serius (penyakit radang panggul) walaupun tidak menunjukkan gejala apapun. Penyebaran infeksi dapat melalui hubungan seksual oral, anal, maupun vaginal.   Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Gonorea Dengan Infeksi Jamur Pada Kemaluan?   Selain menginfeksi kemaluan, kuman penyebab kencing nanah ini juga dapat menyerang dubur (anus) dan menyebabkan keluarnya cairan dari dalam anus, gatal pada daerah sekitar anus, nyeri saat buang air besar, dan keluarnya darah saat buang air besar. Bakteri juga dapat menyerang tenggorokan dan menimbulkan nyeri tenggorokan, tetapi dapat pula tidak menimbulkan gejala apapun. Bila tidak diobati, infeksi gonorea ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bersifat permanen dan serius, baik pada pria maupun wanita. Pada wanita, infeksi gonorea dapat menyebar hingga ke rahim dan saluran telur, serta menyebabkan terjadinya penyakit radang panggul. Pada penyakit radang panggul, infeksi dapat menyebabkan terbentuknya abses (kumpulan nanah) di organ dalam, nyeri panggul kronis, merusak saluran telur; yang akan berakibat pada terjadinya kemandulan serta meningkatkan resiko terjadinya kehamilan ektopik. Pada pria, selain dapat menyebabkan terjadinya epididimitis, gonorea juga dapat menyebabkan terjadinya kemandulan. Selain itu, bila tidak juga diobati kuman penyebab gonorea juga dapat masuk ke dalam darah dan menyebabkan infeksi di berbagai bagian tubuh lainnya, termasuk di daerah persendian (artritis dan tenosinovitis) dan kulit (dermatitis). Bila tidak segera diobati, kedua hal ini dapat membahayakan jiwa penderitanya. Selain itu, infeksi gonorea yang tidak diobati juga dapat meningkatkan resiko tertular atau menularkan HIV, yang merupakan virus penyebab AIDS.   Sumber: seksinfo
 14 Jun 2020    11:00 WIB
Berbagai Cara Penularan Virus Hepatitis
Hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan oleh infeksi beberapa jenis virus, yaitu virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Akan tetapi, virus yang sering menyerang manusia adalah virus hepatitis A, B, dan C. Hepatitis A memiliki gejala yang mirip dengan infeksi saluran pencernaan akibat virus, yang biasanya akan menyembuh dalam waktu 1 bulan. Hepatitis B dan C timbul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan terjadinya kanker hati atau infeksi kronik yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan hati berat (sirosis hati). Virus hepatitis A biasanya menular melalui mengkonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja penderita. Selain itu, anda juga dapat terinfeksi hepatitis melalui kontak dekat dengan penderita, yaitu saat mengganti popok atau melalui hubungan seksual. Sanitiasi dan higienitas yang buruk dapat meningkatkan resiko terjadinya hepatitis A. Virus hepatitis B dan C menular melalui kontak dengan darah, cairan mani, atau berbagai cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi. 1.  Makanan dan MinumanWabah hepatitis A terjadi akibat mengkonsumsi buah segar, sayuran, atau berbagai makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Cucilah buah dengan baik sebelum anda memakannya, bahkan bila anda berencana untuk mengupas kulitnya. Infeksi hepatitis A juga dapat terjadi akibat mengkonsumsi air yang terkontaminasi oleh virus hepatitis A. Rebuslah hingga mendidih air ledeng atau air tanah sebelum mengkonsumsinya. Telah tersedia vaksin untuk virus hepatitis A, dan B.2.  Mengkonsumsi Kerang MentahKarena kerang seringkali diperoleh melalui air yang terpolusi, maka berbagai jenis kerang dan tiram mentah juga dapat menularkan virus hepatitis A.3.  Tidak Mencuci TanganVirus hepatitis A dapat bertahan hidup di luar tubuh selama beberapa bulan. Menjaga kebersihan diri dengan cara selalu mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, mengganti popok atau sebelum menyiapkan makanan atau makan dapat membantu mencegah penularan virus hepatitis A.4.  Darah yang Telah Terkontaminasi Oleh Virus HepatitisDarah dan berbagai cairan tubuh yang terkontaminasi oleh virus hepatitis dapat menularkan hepatitis B dan C. Infeksi juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya saat proses persalinan, antar pasangan seksual, atau melalui luka pada kulit. Penularan juga dapat terjadi melalui berbagai alat dokter gigi yang terkontaminasi dan alat sterilisasi yang terkontaminasi. Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah yang terkontaminasi.5.  Peralatan Tato atau TindikanSaat anda berkeinginan untuk membuat tato atau menindik bagian tubuh anda, maka pastikan alat yang digunakan telah dibersihkan sebelumnya. Hepatitis B dan C dapat ditularkan melalui berbagai peralatan yang tidak disterilisasi dengan baik dan melalui penggunaan jarum suntik yang sama secara bergantian. 6.  Peralatan Pedicure, Manicure, dan Alat Potong RambutVirus hepatitis juga dapat menular melalui berbagai peralatan pedicure, manicure, dan peralatan salon lainnya, terutama bila alat tersebut berpotensi terkena dengan darah.7.  Hubungan SeksualBerhubungan seksual dengan seseorang yang menderita hepatitis B dapat menyebabkan anda tertular hepatitis B. Virus hepatitis B dapat ditularkan melalui darah, cairan vagina, atau cairan mani orang yang terinfeksi. Gunakanlah kondom berbahan lateks atau vaksinasi untuk mencegah infeksi bila pasangan seksual anda terinfeksi oleh hepatitis.8.  Menggunakan Barang yang Sama Dengan PenderitaHepatitis B dan C dapat ditularkan melalui menggunakan barang yang sama dengan penderita. Barang-barang yang seringkali menjadi tempat penularan virus hepatitis adalah sikat gigi. pisau cukur, gunting kuku, jarum, atau berbagai benda lainnya yang dapat terkontaminasi oleh darah penderita. Untuk mencegah terjadinya infeksi, maka jangan gunakan benda yang sama dengan penderita hepatitis.Sumber: medicinenet
 15 Apr 2020    18:00 WIB
Mengenal Penyakit Menular Seksual Chlamydia
Halo teman-teman, salam sehat untuk kita semua, hari ini kita berjumpa kembali dengan pembahasan baru yang menarik untuk dibahas bersama, yaitu penyakit Chlamydia. Apa itu Chlamydia? Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang umum. Ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Chlamydia trachomatis. Ini dapat menginfeksi pria dan wanita. Wanita bisa mendapatkan klamidia di leher rahim, rektum, atau tenggorokan. Pria bisa mendapatkan klamidia di uretra (di dalam penis), dubur, atau tenggorokan. Chlamydia umum terjadi di Negara A.S. dengan lebih dari 1,5 juta kasus dilaporkan setiap tahun (jumlah sebenarnya dari kasus tersebut kemungkinan jauh lebih tinggi). Di antara semua kelompok umur, remaja dan dewasa muda memiliki tingkat infeksi tertinggi. Orang-orang yang beresiko terkena penyakit Chlamydia adalah: Wanita yang aktif secara seksual berusia 25 tahun ke bawah. Wanita yang lebih tua yang memiliki pasangan seks baru atau ganda, atau pasangan seks yang memiliki penyakit menular seksual. Pria yang berhubungan seks dengan pria (LGBT). Kebanyakan wanita dengan klamidia (dan sekitar setengah dari pria) tidak mengalami gejala. Karena gejalanya mungkin tidak ada, satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang yang beresiko terinfeksi klamidia harus diuji. Tes tahunan untuk infeksi dianjurkan untuk orang-orang yang disebutkan di atas. Kebanyakan orang yang memiliki klamidia tidak memiliki gejala. Jika kita memiliki gejala, gejala mungkin tidak muncul sampai beberapa minggu setelah kita berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi. Bahkan ketika klamidia tidak menimbulkan gejala, itu dapat merusak sistem reproduksi kita. dan jika kita memang memiliki gejala klamidia, gejala ini bisa memakan waktu beberapa minggu setelah infeksi muncul. Gejala umum klamidia dapat muncul pada pria dan wanita, seperti: Pada wanita: Sakit perut. Keputihan dalam jumlah besar yang berbau busuk dan berwarna kuning. Perdarahan di antara periode mens. Demam ringan. Hubungan seksual yang menyakitkan, dan perdarahan setelah hubungan seksual. Sensai terbakar ketika buang air kecil. Pembengkakan di vagina atau di sekitar anus. Perlu buang air kecil lebih sering atau tidak nyaman dengan buang air kecil. Nyeri dubur. Infeksi rektum. Pada pria: Rasa sakit dan terbakar ketika buang air kecil. Infeksi Rektum. Nanah atau cairan encer / seperti susu dari penis. Testis bengkak atau lunak. Rasa sakit, keputihan dan / atau pendarahan di sekitar anus. Nyeri dubur. Jika klamidia menginfeksi mata kita, kita mungkin mengalami kemerahan dan gatal. Kadang infeksi klamidia di tenggorokan menyebabkan rasa sakit, tetapi jarang terjadi. Skrining dan diagnosis klamidia relatif sederhana. Tes meliputi: Tes urin. Pengambilan sampel cairan vagina dengan batang kapas (papsmear). Perlu diketahui bahwa cara untuk mengurangi risiko terkena penyakit Chlamydia, meliputi: Menggunakan kondom selama setiap hubungan seksual. Membatasi jumlah pasangan seks (jangan bergonta-ganti pasangan). Menjalani cek kesehatan rutin. (papsmear,dll). Pengobatan untuk penyakit Chlamydia adalah, dengan perawatan antibiotik bernama (azitromisin dan doksisiklin) yang efektif dalam mengobati klamidia. Dan ketika kita menjalani perawatan perlu diketahui beberapa poin penting tentang perawatan apa pun: Pasien harus minum semua obat sesuai petunjuk. Semua pasangan harus diperiksa dan dirawat. Orang yang terinfeksi tidak boleh berhubungan seks sampai dia dan pasangannya atau pasangannya dirawat dan disembuhkan. Orang yang menunjukkan gejala setelah perawatan harus diuji kembali dengan kultur. Wanita harus diuji ulang tiga hingga empat bulan setelah perawatan karena tingkat infeksi ulang yang jauh lebih tinggi dari pada pria. Dan sebagai catatan kecil, karena gejala klamidia mirip dengan gejala gonore, dan karena seseorang dapat terinfeksi keduanya, dokter kadang-kadang akan melanjutkan dan mengobati orang dengan klamidia untuk kedua infeksi (klamidia dan gonore). Ingat, pasangan harus diperiksa untuk infeksi dan dirawat juga untuk menghindari infeksi ulang. Jadi sahabat, demikianlah info lengkap tentang penyakit menular seksual Chlamydia. Jika ada yang mengalami gejala di atas disarankan segera pergi ke dokter untuk dicek. Salam sehat!   Sumber : www.ashasexualhealth.org, medlineplus.gov, www.cdc.gov, www.plannedparenthood.org, www.medicalnewstoday.com, helloclue.com, www.healthline.com, www.mayoclinic.org, 
 29 Feb 2020    18:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gonorea Dengan Infeksi Jamur Pada Kemaluan?
Berhubungan seksual dapat menyebabkan terjadinya berbagai jenis infeksi. Gonorea dan infeksi jamur pada kemaluan merupakan jenis penyakit menular seksual yang paling sering terjadi selain sifilis dan herpes.   Gonorea Gonorea merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Pada pria, penyakit ini pada umumnya menyebabkan keluarnya cairan dari penis dan rasa terbakar saat buang air kecil. Pada sekitar 50% penderita wanita, penyakit ini biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Setengah lainnya mungkin mengalami nyeri perut bawah, nyeri vagina selama berhubungan seksual, atau keluarnya cairan dari dalam vagina.  Jika tidak diobati, penyakit ini dapat ke bagian tubuh lainnya dan menyebabkan terjadinya epididimitis pada pria dan radang panggul kronik pada wanita atau bahkan menyebabkan septikemia (masuknya bakteri ke dalam darah) yang dapat mengenai sendi dan katup jantung. Gejala biasanya mulai timbul dalam waktu 1 minggu setelah infeksi bakteri, baik pada pria maupun wanita. Penyebaran infeksi dapat melalui hubungan seksual oral, anal, maupun vaginal.   Infeksi Jamur Pada Kemaluan Infeksi jamur pada kemaluan atau kandidiasis atau moniliasis disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Penyakit ini dapat mengenai kulit, lidah, dan berbagai bagian tubuh lainnya; tetapi biasanya sangat sering ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pelindung dengan penderita. Infeksi jamur ini dapat menyebabkan terjadinya vaginitis pada wanita, dengan gejala berupa kulit kemaluan terasa gatal dan sangat merah, rasa terbakar atau adanya luka pada daerah sekitar vagina, dan keluarnya cairan berwarna putih seperti kapas dari vagina. Cairan ini biasanya bersifat kental.  Pada pria, gejala infeksi jamur dapat berupa adanya bercak kemerahan dan luka yang terasa nyeri pada kepala penis, yang disertai dengan rasa gatal hebat dan rasa terbakar. Kandidiasis dapat mengenai mukosa anus, kerongkongan, dan kuku, yang dapat menyebabkan beberapa gejala berat, termasuk kesulitan menelan makanan. Jika tidak diobati, jamur dapat terus menyebar ke berbagai sistem organ lainnya dan menyebabkan terjadinya fungemia (terdapatnya jamur di dalam darah).   Sumber: differencebetween
 01 Sep 2019    11:00 WIB
Gonore Penyakit Menular Seksual yang Menyerang Pria dan Wanita
Gonore adalah salah satu jenis penyakit menular seksual yang dapat disebarkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang sudah terinfeksi. Penyakit menular seksual ini dapat terjadi baik pada wanita maupun pada pria. Infeksi ini dapat menyebar dengan mudahnya terutama sering terjadi pada mereka yang memiliki banyak pasangan seksual. Wanita hamil yang terinfeksi gonore dapat menularkan infeksi ini ke bayinya saat proses kelahiran bayi. Neisseria gonorrhoeae merupakan bakteri yang merupakan penyebab dari gonore ini dapat dengan mudah memperbanyak diri di membran mukus tubuh. Bakteri ini dapat tumbuh dengan subur didaerah yang hangat, lembab, sehingga ia dapat tumbuh subur di saluran reproduksi termasuk di mulut rahim, rahim dan di indung telur pada wanita. Sedangkan pada pria bakteri ini biasanya hidup di saluran kencing. Pada beberapa kasus bakteri ini bahkan bisa tumbuh di mulut, tenggorokan dan anus. Gejala gonore pada wanita:    •    Keputihan yang berwarna kuning atau keabuan     •    Nyeri perut bawah atau nyeri panggul    •    Sensasi seperti terbakar saat berkemih    •    Konjungtivitis    •    Keluar darah saat melakukan hubungan seksual    •    Pembengkakan di daerah vulva    •    Sensasi terbakar di tenggorokan Gejala gonore pada pria    •    Keluarnya cairan putih kekuningan dari penis    •    Sensasi terbakar saat berkemih    •    Sensasi terbakar di tenggorokan    •    Nyeri dan pembengkakan di testis    •    Pembengkakan kelenjar di tenggorokan Jika Anda mengalami gejala-gejala diatas, segera konsultasikan kepada dokter Anda agar gonore dapat diobati secara tepat dan cepat. Tetapi jika dibiarkan gonore dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan permanen baik untuk pria maupun wanita.Sumber: healthmeup
 22 Jun 2019    08:00 WIB
Seks Oral Penyebab Utama Terinfeksi Penyakit Gonore
Halo sahabat setia Dokter.ID! kita kembali lagi dengan pembahasan artikel menarik tentang penyakit seksual yang menular, penyakit umum ini bernama Gonore. Apa itu Gonore? Gonore adalah penyakit menular seksual (PMS). Ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonore berpindah dari orang ke orang melalui seks oral, anal, atau vaginal tanpa kondom. Orang dengan banyak pasangan seksual atau mereka yang tidak menggunakan kondom memiliki risiko infeksi terbesar. Perlindungan terbaik terhadap infeksi adalah pantang berhubungan seks bebas, monogami (seks dengan hanya satu pasangan), dan penggunaan kondom yang tepat. infeksi juga termasuk penyalahgunaan alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya penggunaan obat intravena (lewat pembuluh darah). Waktu yang tepat kapan gonore mulai tidak dapat dipastikan. Catatan awal penyakit ini ditemukan sejak 1161 ketika parlemen Inggris memberlakukan undang-undang untuk memastikan bahwa penyebaran infeksi berkurang dan diatasi. Ini menunjukkan besarnya masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh infeksi ini. Namun, bahkan saat itu penyebab infeksi tidak diketahui. Ini diikuti oleh hukum yang sama pada tahun 1256 di Perancis pada masa pemerintahan Louis IX. Gejala infeksi diamati ketika tentara salib mengepung Acre. Setelah Paus Bonifasius mensekulerkan praktik kedokteran, para dokter mulai mengobati pria biasa serta pelacur untuk infeksi ini. Pada tahun 1879, seorang dokter Jerman bernama Albert Ludwig Sigesmund Neisser menemukan patogen gonore pada tahun 1879. Dengan demikian, strain bakteri ini dinamai untuk penemuannya. Neisser mempelajari kedokteran dan konsentrasinya pada penyakit menular seksual dan kusta. Selain itu, ia memperoleh bukti eksperimental tentang patogen gonore selama dua tahun bekerja sebagai asisten dokter kulit Oskar Simon.    Secara umum, gonore adalah penyakit di seluruh dunia, dan tingkat serangan tertinggi terjadi pada pria dan wanita berusia antara 15 dan 29 tahun. Perkiraan global kejadian gonore adalah 62 juta orang yang terinfeksi setiap tahunnya. Pada tahun 1999, diperkirakan ada 62,5 juta kasus gonore yang mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Kira-kira antara 1995 dan 1999, gonore memiliki peningkatan kejadian yang signifikan terjadi di Eropa Timur, dengan tingkat tertinggi di Estonia, Rusia dan Belarus. Setiap tahun sekitar 650.000 orang di Amerika Serikat terinfeksi gonore. Pada tahun 1999, tingkat infeksi gonore yang dilaporkan adalah 132,2 per 100.000 orang. Diperkirakan ada 650.000 kasus gonore, yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, terjadi setiap tahun di Amerika Serikat. Pada tahun 2006, 358.366 kasus gonore dilaporkan di Amerika Serikat. Di antara 50 negara bagian, Idaho, Iowa, Louisiana, Mississippi, North Dakota, dan Texas memiliki peningkatan tahunan lebih besar dari 10% pada gonore dari tahun 1996 hingga 1998. Dari 1997 hingga 1998, tingkat gonore meningkat 10,5% di antara wanita dan 7,4% di antara pria. Gejala Gonore mempengaruhi saluran genital. Tanda dan gejala infeksi gonore pada pria meliputi: Buang air kecil yang menyakitkan. Pengeluaran seperti nanah dari ujung penis. Nyeri atau bengkak di satu testis. Tanda dan gejala infeksi gonore pada wanita meliputi: Peningkatan keputihan Buang air kecil yang menyakitkan Pendarahan vagina antar periode, seperti setelah hubungan intim vagina Hubungan seksual yang menyakitkan Nyeri perut atau panggul  Gejala Gonore di tempat lain bisa mempengaruhi bagian-bagian tubuh ini: Dubur. Tanda-tanda dan gejala-gejala termasuk gatal-gatal anus, keluarnya nanah dari dubur, bercak darah merah terang pada jaringan toilet dan harus tegang selama buang air besar. Mata. Gonore dapat memengaruhi mata kita seperti nyeri mata, kepekaan terhadap cahaya, dan keluarnya cairan seperti nanah dari satu atau kedua mata. Tenggorokan. Tanda dan gejala infeksi tenggorokan mungkin termasuk sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Sendi. Jika satu atau lebih sendi terinfeksi oleh bakteri (artritis septik), sendi yang terkena mungkin terasa hangat, merah, bengkak, dan sangat nyeri, terutama ketika kita memindahkan sendi yang terkena. Ada banyak komplikasi potensial yang serius, yang menyoroti perlunya diagnosis dan pengobatan cepat jika gejalanya terjadi. Pada wanita, gonore dapat menyebabkan komplikasi: penyakit radang panggul, suatu kondisi yang dapat menyebabkan abses. nyeri panggul kronis. infertilitas. kehamilan ektopik - kehamilan di mana embrio menempel di luar Rahim. Pada pria, infeksi gonore dapat menyebabkan komplikasi: epididymitis - radang epididimis, yang mengontrol produksi sperma. infertilitas. Baik pria maupun wanita berisiko terkena infeksi gonokokus yang mengancam jiwa ketika gonore tidak diobati. Jenis infeksi ini sering ditandai oleh: demam. radang sendi. tenosynovitis - peradangan dan pembengkakan di sekitar tendon. infeksi kulit. Mereka yang terinfeksi gonore juga berisiko lebih tinggi tertular HIV atau, jika sudah HIV positif, menyebarkan HIV selain gonore. Komplikasi lebih lanjut dari infeksi gonore dapat terjadi pada wanita hamil selama persalinan; infeksi dapat ditularkan kepada anak. Gonore yang ditularkan kepada bayi dapat menyebabkan infeksi sendi, kebutaan, atau infeksi darah yang mengancam jiwa. Juga, wanita yang terinfeksi berada pada risiko yang meningkat untuk persalinan prematur atau lahir mati jika tidak dirawat. Banyak orang yang tidak tahu mereka mengalami perdarahan karena mereka tidak memiliki tanda atau gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kita menderita gonore adalah dengan melakukan tes urin yang cepat dan mudah. Dan cara lain dengan mengambil swab (kapas penyeka) yang diambil dari daerah yang terinfeksi dan dibawa ke lab untuk diuji. Gonore dapat diobati dan disembuhkan dengan suntikan antibiotik tunggal. Kita bisa mendapatkan gonore lagi bahkan setelah sembuh di masa lalu. Karena itu setialah terhadap satu pasangan saja dan hindari seks bebas, untung keterangan lebih lanjut bisa hubungi pakar kesehatan dan dokter kami. Salam sehat dan sampai jumpa dengan topik menarik lainnya.   Sumber : www.livescience.com, www.medicalnewstoday.com, www.mayoclinic.org, www.healthline.com, www.plannedparenthood.org, www.news-medical.net