Your browser does not support JavaScript!
 22 Feb 2021    17:00 WIB
5 Penyakit yang Sering Dialami Wanita
Wanita dan pria pada dasarnya memiliki risiko yang sama terhadap suatu penyakit. Namun, adanya perbedaan fisik dan mental yang membuat beberapa penyakit lebih berisiko menyerang wanita. Selain itu, beberapa faktor seperti perbedaan hormon, tingkat stres dan gaya hidup juga dapat menjadi pemicu. Kira-kira penyakit apa saja yang sering menyerang wanita? Baca selengkapnya! Lupus Lupus merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan oleh autoimun, sehingga membuat antibodi di dalam tubuh keliru menyerang sel atau organ tubuh yang sehat. Dilansir laman organisasi Lupus, penyakit ini lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Hal ini karena pria lebih banyak memproduksi zat protein yang membuat sistem kekebalan tubuh lebih kuat atau disebut gen HLA (Human Leukocyte Antigen).  Penyakit Menular Seksual Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita karena lapisan organ intim wanita cenderung lebih lembut, tipis dan sensitif dibandingkan dengan organ intim pria. Inilah yang membuat bakteri dan virus lebih mudah menyerang dan menembus masuk ke dalam vagina. Dampaknya akan muncul berbagai macam penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore dan radang pinggul di kemudian hari. Untuk itu, jagalah selalu kebersihan dan kesehatan organ intimmu ya.  Infeksi Saluran Kemih Bentuk anatomi tubuh wanita yang berhubungan dengan saluran kencing sangatlah berbeda dengan pria. Letak saluran kencing wanita sangat dekat dengan vagina dan rectum, sehingga memiliki risiko lebih tinggi terserang bakteri. Itulah mengapa, penyakit ini lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Selain itu, sering menahan buang air kecil juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran kemih.  Kanker Tiroid Penyakit ini lebih sering menyerang wanita yang diakibatkan karena adanya perubahan hormon pada sistem reproduksi perempuan. Dikutip dari laman Women’s Health, masalah tiroid harus segera ditangani karena bisa memengaruhi hormon-hormon tubuh lainnya. Akibatnya, menstruasi menjadi tidak teratur dan sulit hamil. Depresi Penyakit ini dipicu oleh perbedaan fisiologis tubuh wanita dengan pria, tingkat stres yang tinggi atau perubahan hormon yang cukup signifikan juga meningkatkan kemungkinan depresi pada wanita. Walau tidak menutup kemungkinan kalau pria juga dapat mengalami depresi.  Itu dia enam penyakit yang lebih sering menyerang wanita. Mulai sekarang, terapkan gaya hidup sehat agar terhindar dari penyakit-penyakit di atas.  Baca juga: Waspada Penyakit HPV
 13 Jan 2021    19:00 WIB
7 Alasan Mengapa Wanita Suka Berpura-pura Orgasme
1.  Enggan Menjelaskan Mengapa Orgasme Tidak TercapaiBanyak wanita enggan menjawab pertanyaan pasangannya mengenai mengapa mereka tidak mencapai orgasme. Pada kenyataannya, bagi banyak wanita, orgasme bukanlah hal yang mudah untuk dicapai dan mereka pun tidak selalu menginginkannya, akan tetapi bukan berarti wanita tidak menyukai hubungan seksual. Oleh karena itu, daripada harus menjelaskan pada pasangannya mengapa ia tidak dapat mencapai orgasme, maka akan lebih baik bila berpura-pura mencapainya.2.  Takut Kehilangan KendaliBanyak wanita yang mencegah dirinya mencapai orgasme karena tidak ingin dirinya tampak kehilangan kendali dan terlihat jelek atau lemah atau rapuh. Wanita yang takut pasangannya melihat penampilannya yang berantakan, takut terlihat gendut, atau takut pasangannya melihat berbagai hal memalukan lainnya biasanya agak sulit membiarkan dirinya lepas kendali dan mencapai orgasme.3.  Takut Hamil atau Tertular Penyakit Menular SeksualJika pasangan anda takut hamil atau takut tertular penyakit menular seksual, maka kedua hal ini dapat membuatnya sulit memusatkan perhatian pada apa yang sedang dirasakannya, apalagi mencapai orgasme. Pasangan anda membutuhkan sedikit waktu dan lingkungan yang membuatnya merasa aman sehingga dapat membuatnya merasa rileks dan menikmati hubungan seksual tanpa rasa takut. Selain itu, dengan memastikan bahwa anda tidak menderita penyakit menular seksual apapun mungkin dapat membuat pasangan anda merasa lebih tenang dan menikmati hubungan seksualnya dengan anda.4.  Tidak Tahu Bagaimana Cara Mencapai OrgasmeBerbeda dengan pria, para wanita biasanya tidak tahu seperti apa rasa orgasme, apalagi bagaimana cara mencapainya. 5.  Merasa BersalahKadangkala, wanita merasa malu atau takut atau tidak nyaman untuk memberitahukan pada pasangannya mengenai apa yang dapat membuat mereka mencapai orgasme. Tergantung pada bagaimana ia dibesarkan, wanita mungkin akan merasa sangat bersalah atau merasa tidak nyaman saat mencapai orgasme (karena kesenangan yang dirasakannya).6.  Kurangnya StimulasiStimulasi dapat berupa stimulasi mental, fisik, emosional, dan seksual. Bila seorang wanita tidak mendapat stimulasi yang cukup, baik karena ia tidak sedang menginginkan seks atau karena terlalu lelah atau karena berbagai hal lainnya, maka akan lebih mudah bila ia berpura-pura mencapai orgasme untuk segera menyelesaikan hubungan seksnya. 7.  Ingin Cepat SelesaiKurangnya waktu dan rasa lelah akibat kesibukan bekerja, mengurus anak, dan mengurus rumah dapat membuat wanita kekurangan waktu untuk memperhatikan dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia mungkin akan berpura-pura mencapai orgasme agar semuanya cepat selesai.Apa yang Harus Dilakukan?Bila anda ingin memastikan bahwa pasangan anda benar-benar mencapai orgasme, maka hal pertama yang harus anda lakukan adalah perhatikan apa yang membuatnya merasa puas atau mencapai orgasme. Bila anda merasa ragu-ragu atau tidak yakin, jangan malu atau ragu untuk bertanya. Jangan samakan pasangan anda dengan wanita yang anda lihat di dalam film porno. Setiap wanita berbeda, termasuk dalam hal apa yang dapat membuatnya bergairah dan mencapai orgasme. Oleh karena itu, jangan kaget saat pasangan anda tidak mencapai orgasme saat anda melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan pria di dalam film porno yang anda tonton. Wanita membutuhkan lebih dari rangsangan seksual untuk membuatnya merasa bergairah dan mencapai orgasme. Bantuan anda, perhatian anda, rasa cinta dan sayang anda, penerimaan anda terhadapnya apa adanya juga mempengaruhi. Satu hal penting yang perlu diingat adalah jangan merasa anda telah mengetahui segalanya. Baca juga: Orgasme, Cara Asik Bikin Makin CantikSumber: askmen
 11 Jan 2021    15:00 WIB
Waspada Penyakit HPV
HPV atau Human Papilloma Virus, adalah penyakit menular seksual paling umum yang sering menyebabkan kutil kelamin. Sayangnya, gejala seringkali tak terasa sehingga penderita tidak tahu saat ia telah terjangkiti. Ada beberapa macam jenis virus HPV yang wajib diwaspadai. Beberapa memang tidak membahayakan karena bisa diobati dengan cepat, terutama yang berupa kutil kulit luar. Namun jika ia tumbuh di dalam rahim, maka lambat laun pertumbuhannya bisa menyebabkan kanker serviks. Tak hanya itu, HPV yang bercokol di dalam tubuh juga bisa mengakibatkan kanker penis, kanker vagina, kanker vulva, kanker anus, kanker mulut, hingga kanker tenggorokan. Berikut adalah beberapa jenis kutil yang segera bisa Anda perhatikan dan waspadai: Kutil Biasa yang berupa benjolan bulat kasar. Kutil Plantar yang berbentuk rata dengan lubang di tengahnya di mana kadang disertai dengan titik-titik hitam. Kutil Datar yang berbentuk seperti bekas cakaran di kulit yang berwarna cokelat, kekuningan, atau bahkan merah muda. Kutil Filiform yang berupa bintil daging tumbuh dengan warna yang sama seperti warna kulit, dan Kutil Periungual yang biasa tumbuh di kaki atau tangan dengan permukaan pecah-pecah seperti kembang kol. Kontak seksual yang menyebabkan HPV berpindah dari penular kepada yang tertular adalah ketika terjadi sentuhan antara kulit dengan kulit baik secara anal, oral, atau vaginal. So, tak selamanya seks oral itu aman. Untuk mendeteksi secara dini, Anda bisa lakukan pengecekan ke dokter kulit dan kelamin jika menemukan tanda-tanda kutil yang tumbuh di sekitar genital. Namun akan lebih baiknya, lakukan vaksinasi khusus HPV yang dianjurkan pada wanita usia 10 - 26 tahun yaitu vaksinasi Cervarix, Gardasil, serta Gardasil 9 yang bisa mencegah kutil kelamin serta kanker serviks. "Penularan HPV 85 persen melalui hubungan seksual, tetapi 10-15 persen bukan seksual, bisa dari tangan, handuk, atau pakaian," ujar Prof. Dr.dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI dari Indonesian Working Group on HPV. Berikut adalah cara-cara pencegahannya 1. Menggunakan kondom tiap kali berhubungan seks 2. Pastikan Anda dan pasangan terbebas dari virus HPV 3. Tidak berganti-ganti pasangan 4. Hindari menyentuh kutil secara langsung 5. Menjaga kebersihan area sekitar kelamin (terutama jika Anda sering berenang di kolam renang umum, dan 6. Hindari bergantian memakai barang-barang pribadi seperti celana dalam, pisau cukur, atau bahkan gunting kuku. Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual
 06 Jan 2021    17:00 WIB
Kenali Gejala Kencing Nanah, Salah Satu Penyakit Menular Seksual
Kencing nanah adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling sering terjadi, penyakit ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Lalu, bagaimana Anda mengetahui jika Anda mengidap kencing nanah? Gejala pada wanita Bagi wanita, hal utama yang terkena adalah serviks. Namun, seperti yang disebutkan di atas, kencing nanah bisa menyebar ke rahim dan tuba falopi jika tidak diobati. Seringkali wanita tidak mengalami gejala yang dapat dikenali. Jika memang demikian, maka dapat menimbulkan keluhan: Pendarahan abnormal, perdarahan setelah melakukan hubungan intim Menstruasi yang lebih berat Sensasi terbakar saat buang air kecil Keputihan Iritasi pada daerah luar miss V Perut bagian bawah terasa sakit Pembengkakan pada vulva Gejala pada pria Buang air kecil terasa sakit atau perih Keluarnya cairan tidak normal berwarna putih, kuning, atau hijau dari Mr. P Rasa sakit pada testis Radang atau pembengkakan pada kulup. Pada infeksi kencing nanah yang tidak diobati, bakteri dapat menyebar ke saluran reproduksi sehingga menyebabkan gangguan kesehatan. Apabila melakukan seks oral atau seks anal maka pria dan wanita juga bisa terkena infeksi di tenggorokan, dubur, dan mata. Berikut Efek Bila Kencing Nanah Tidak Diatasi Hal yang paling umum terjadi dari kencing nanah yang tidak diobati adalah penyakit radang panggul (PID) yaitu  infeksi serius pada saluran reproduksi wanita. Gonococcal PID sering muncul segera setelah menstruasi, ini menyebabkan jaringan parut terbentuk di tuba falopi. Jika tuba falopi sebagian terluka, sel telur yang dibuahi mungkin tidak bisa masuk ke dalam rahim. Jika ini terjadi, embrio dapat ditanamkan di dalam tuba yang menyebabkan kehamilan tuba (ektopik). Komplikasi serius ini bisa mengakibatkan keguguran dan bisa menyebabkan kematian ibu. Meski kasus yang jarang, kencing nanah yang tidak diobati dapat menyebar melalui darah ke persendian. Hal ini bisa menyebabkan radang sendi, yang sangat serius. Jika Anda terinfeksi kencing nanah, risiko infeksi HIV meningkat. HIV, human immunodeficiency virus, menyebabkan AIDS. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mencegah diri terkena kencing nanah atau diobati lebih awal jika Anda sudah terinfeksi. Apa yang Saya Lakukan Jika Didiagnosis dengan Kencing nanah Kencing nanah bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Penting untuk mengambil semua obat yang diresepkan untuk menyembuhkan kencing nanah. Obat Anda seharusnya tidak dibagikan dengan siapa pun. Anda harus tahu, bagaimanapun, bahwa meskipun pengobatan akan menghentikan infeksi, tidak akan memperbaiki kerusakan permanen yang telah dilakukan oleh penyakit ini. Ketahanan antimikroba pada kencing nanah semakin meningkat, dan keberhasilan pengobatan kencing nanah menjadi semakin sulit. Jika gejala Anda berlanjut lebih dari beberapa hari setelah menerima perawatan, Anda harus kembali ke dokter agar bisa dievaluasi ulang dan mungkin diberi pengobatan alternatif. Baca juga: Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual Sumber: verywell
 17 Nov 2020    13:00 WIB
Heboh Artis Hiperseks! Apa Saja Cirinya?
Pasangan artis Ajun Perwira dan Jennifer Jill bikin heboh publik dengan pengakuan Ajun yang menyebut Jennifer sebagai orang yang kecanduan seks alias hiperseks. Bagaimana seseorang digolongkan menjadi hiperseks? Berikut bahasannya. Pada dasarnya hubungan seksual merupakan kebutuhan alami manusia. Namun apabila kegiatan itu dilakukan secara berlebihan tentu akan membawa efek negatif, karena dapat menjadikan seseorang menjadi pencandu seks atau disebut dengan HIPERSEKS. CIRI-CIRI HIPERSEKS - Ketidakmampuan menahan dorongan seksual (Hubungan seks, masturbasi hingga menonton film porno) - Merasa selalu terdorong untuk melakukan aktivitas seks tertentu - Menghabiskan waktu dan tenaga yang berlebihan hanya untuk memuaskan gairah seksualnya - Ketika dorongan seksualnya tidak terpenuhi, timbul perasaan cemas, tertekan, gelisah, bahkan bisa berperilaku agresif - Menggunakan aktivitas seksual sebagai pelarian dari masalah seperti kesepian, depresi, stres, dan cemas. Pengidap hiperseks, baik pria ataupun wanita biasanya tidak menyadari bahwa dirinya menderita gangguan ini. Sebaiknya orang terdekat dapat membantu membawanya ke dokter atau psikolog untuk memeriksa apakah orang tersebut hiperseks atau sekedar memiliki libido tinggi. PERBEDAAN HIPERSEKS DAN LIBIDO TINGGI Hiperseks dan libido tinggi seringkali dianggap merupakan hal yang sama, padahal ada perbedaan di antara keduanya, yaitu: - Pengidap hiperseks umumnya tidak dapat mengendalikan dorongan atau perilaku seksualnya - Pengidap hiperseks akan tetap melakukan aktivitas seks meskipun berbahaya atau membawa efek negatif, misalnya tertular infeksi penyakit menular seksual, membuat skandal seks bahkan terlibat hukum - Sementara orang yang memiliki libido tinggi memang memiliki ketertarikan seks kepada orang lain, namun bukan hanya itu yang menjadi fokusnya. CARA MENANGANI HIPERSEKS Penderita hiperseks memerlukan kombinasi psikoterapi, obat-obatan dan terapi dalam kelompok (support). Tujuan dari penanganan ini adalah membantu pengidap hiperseks supaya mampu mengendalikan dorongan seksual dan mengurangi perilaku seksual yang berlebihan.
 05 Oct 2020    11:00 WIB
Kenali Gejala Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual merupakan suatu kumpulan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dengan seseorang yang telah terinfeksi. Beberapa jenis penyakit yang termasuk penyakit menular seksual adalah herpes genitalis, HPV, klamidia, hepatitis B, gonorrhea, sifilis, dan HIV/AIDS. Gejala Penyakit menular seksual biasanya tidak menunjukkan gejala, terutama pada wanita. Pada wanita, gejala biasanya baru tampak setelah penyakit menimbulkan komplikasi serius. Beberapa gejala penyakit menular seksual yang sering ditemukan adalah: Keluarnya cairan abnormal dari penis, uretra, vagina, atau anus. Cairan ini dapat berwarna putih, kuning, hijau, atau abu-abu. Cairan ini dapat disertai oleh darah dan dapat atau tidak berbau Rasa gatal atau iritasi pada kemaluan dan atau anus Bercak kemerahan atau lepuhan atau luka terbuka atau benjolan pada atau di sekitar kemaluan, anus, atau mulut Rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil Pembesaran kelenjar getah bening kemaluan Rasa nyeri pada kemaluan atau perut bagian bawah Keluar darah dari dalam vagina Nyeri atau pembengkakan pada buah zakar Pembengkakan atau kemerahan pada vagina Penurunan berat badan Tinja lunak atau lembek Berkeringat di malam hari Nyeri otot atau sendi, demam, dan menggigil Nyeri saat berhubungan seksual Perdarahan dari vagina selain menstruasi Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami berbagai gejala di atas. Jangan berhubungan seksual dengan siapapun hingga anda berkonsultasi dengan dokter anda. Bila pasangan anda menderita penyakit menular seksual, segera hubungi dokter anda walaupun anda tidak mengalami gejala di atas untuk memastikan apakah anda tertular atau tidak. Penyakit menular seksual merupakan suatu penyakit yang sangat mudah menular dan dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan kematian bila tidak segera diobati. Sumber: webmd
 24 Sep 2020    17:00 WIB
Pentingnya Melakukan Cek Penyakit Menular Seksual
Skrining PMS adalah sesuatu yang setiap orang butuhkan setidaknya sekali dalam hidup mereka, dan kebanyakan orang perlu melakukan pemeriksaan secara teratur. Karena PMS memiliki banyak risiko, sayangnya banyak orang yang kurang perhatian dan tidak melakukan pemeriksaan. Berikut Alasan Mengapa Harus Melakukan Pemeriksaan PMS: 1.      Karena PMS Bisa Menular Meski Tidak Melakukan Hubungan Intim Hanya karena Anda tidak pernah berhubungan seks tidak berarti Anda tidak dapat memiliki PMS. Sejumlah PMS dapat menyebar melalui kontak kulit-ke-kulit, kondisi menular seksual lainnya, seperti herpes oral. 2.      Karena Komplikasi Yang Bisa Ditimbulkan Apabila seseorang mengalami PMS dan tidak diobati maka bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Komplikasi yang timbul seperti gangguan kesuburan yang membuat Anda dan pasangan sulit untuk mendapat momongan. Kemudian komplikasi lain adalah saat Anda atau pasangan Anda hamil yang bisa menyebabkan masalah sepert keguguran, bayi yang lahir dengan berat badan yang rendah dan berisiko menularkan ke anak. 3.      Karena Khawatir Lebih Menakutkan Daripada Mengetahui Didiagnosis PMS memang tidak menyenangkan. Namun, saat Anda merasa was-was memikirikan apakah Anda mengalaminya atau tidak. Hal ini juga sangat tidak menyenangkan malah semakin terasa menakutkan. Dengan melakukan pemeriksaan Anda jadi tahu apakah memang benar terinfeksi atau tidak dan bisa secepatnya mengambil tindakan. 4.      Karena Anda Melindungi Diri dan Pasangan Anda Dengan pemeriksaan dini akan membantu menjaga diri Anda dari kemungkinan komplikasi dan membantu Anda dalam melindungi pasangan Anda. Apabila memang Anda mengalami infeksi dan pasangan Anda tidak maka dengan cara ini akan membantu Anda untuk menghindari mereka terinfeksi. Semua pemeriksaan dini meski terasa begitu menakutkan namun lebih baik, karena Anda bisa melakukan penanganan yang lebih cepat dan penyakit lebih mudah dikendalikan atau disembuhkan. Baca juga: Penyakit Menular Seksual Mengakibatkan Kemandulan? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: verywell
 12 Sep 2020    21:00 WIB
6 Tindakan Aman Saat Pertama Kali Berhubungan Seksual
Seks sering kali dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan bagi mereka yang belum pernah berhubungan seksual atau baru akan melakukan hubungan seksual untuk pertama kalinya. Seks bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau membuat panik. Tetepi Anda tetap harus memperhatikan detail dan keamanannya.   Berikut adalah 6 tindakan aman untuk mereka yang belum pernah berhubungan seksual:1.  Anda perlu membersihkan tubuhJika Anda mempunyai rencana untuk berhubungan seksual dengan pasangan Anda, maka penting untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu misalnya dengan bercukur, waxing atau perawatan tubuh lainnya. Juga jangan lupa membersihkan tubuh dan organ intim Anda agar bersih dan wangi. 2.  Dapatkan informasi dari orang yang berpengalamanSangat penting untuk bertanya dan memperoleh informasi dari orang-orang yang Anda kenal dan sudah berpengalaman. Tanyakanlah kepada mereka semua pertanyaan yang membuat Anda bingung dan ragu. 3.  Tetap amanSeks yang aman harus menjadi prioritas utama Anda. Pastikan pasangan Anda atau Anda sendiri mempunyai kondom. Dengan penggunaan kondom akan melimitasi kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. 4.  Pastikan ini adalah hal yang benar-benar Anda inginkanSebelum melakukan hubungan seksual Anda harus yakin jika memang Anda siap untuk melakukannya. Hal ini harus merupakan keputusan Anda sendiri dan tanpa paksaan dari siapapun. 5.  Tetap dalam kondisi sadarSaat Anda mabuk, Anda tidak dapat berpikir secara jelas. Itu bukanlah waktu yang baik untuk berhubungan seksual. Kapanpun Anda memutuskan untuk berhubungan, pastikan Anda dalam kondisi sadar dan aman. 6.  Cari tahu tentang metode KB alternatifSebagai seorang wanita Anda harus mengetahui secara pribadi mengenai hubungan seksual yang aman. Jika Anda mempunyai jadwal menstruasi yang tetap maka Anda bisa menggunakan metode kalender dan berhubungan seksual di masa Anda tidak subur. Pilihan lain yang bisa Anda gunakan adalah pil kb dan diafragma. Sumber: megforwomen
 07 Sep 2020    21:00 WIB
Gatal Pada Mr. P, Apakah Selalu Berarti Penyakit Menular Seksual?
Saat seorang pria merasa gatal pada daerah kemaluannya, maka rasa gatal ini biasanya disebabkan oleh adanya bercak kemerahan akibat penyakit peradangan kulit, infeksi jamur, gigitan serangga, atau infeksi virus. Walaupun infeksi virus dan adanya kutu biasanya ditularkan melalui hubungan intim, akan tetapi gangguan kulit lainnya tidak berhubungan dengan seks. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa penyebab timbulnya rasa gatal pada daerah rambut kemaluan, batang penis, kepala penis, kantong zakar, dan selangkangan; baik yang ditularkan melalui hubungan seksual maupun yang tidak.   Rambut Kemaluan Beberapa hal yang dapat menyebabkan gatal pada daerah pubis (tempat tumbuhnya rambut kemaluan) adalah: Kutu kemaluan. Kutu kemaluan biasanya ditularkan melalui kontak seksual dengan penderita. Gejala utamanya adalah gatal pada daerah rambut kemaluan dan adanya bercak darah atau bintik-bintik hitam pada pakaian dalam yang merupakan kotoran kutu Folikulitis. Penderita biasanya lebih merasa nyeri daripada gatal Infeksi virus seperti molluscum contagiosum (merupakan salah satu penyakit menular seksual) dapat menyebab gatal hingga ke area batang penis   Batang Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada batang penis adalah: Herpes genitalis, suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks 1 (HSV1) atau 2 (HSV2). Gejala lain yang dapat ditemukan adalah adanya lepuhan pada batang penis Lichen nitidus, yang menyebabkan timbulnya benjolan-benjolan kecil pada batang penis, yang terasa gatal. Hal ini bukanlah suatu penyakit menular seksual   Kepala Penis Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya gatal pada kepala penis adalah: Herpes genitalis. Gejala seringkali mengenai daerah kepala penis dan kulit khatan Infeksi jamur (candidiasis) pada kepala penis. Infeksi ini dapat merupakan gejala diabetes pada pria Kutil kemaluan. Kutil kemaluan merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus. Kutil biasanya muncul pada kepala penis dan kulit katan, yang dapat disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari penis, yang menyebabkan gatal. Kutil juga dapat muncul pada batang penis dan rambut kemaluan Lichen planus, psoriasis, dan dermatitis seboroik berat merupakan gangguan kulit yang dapat mengenai kepala penis dan bukan merupakan suatu penyakit menular seksual   Kantong Zakar Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada kantong zakar adalah: Eksim. Eksim merupakan gangguan kulit kronik yang ditandai dengan rasa gatal, radang, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit Penyakit Paget. Penyakit Paget pada kantong zakar merupakan salah satu jenis kanker kulit yang tampak seperti eksim. Penyakit paget dicurigai jika gejala eksim tidak merespon terhadap pengobatan. Bercak kemerahan dapat timbul pada daerah selangkangan dan anus   Baca juga: Vitamin yang Dapat Membuat Mr. P Bekerja Lebih Optimal   Selangkangan Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya rasa gatal pada daerah selangkangan adalah: Infeksi jamur. Infeksi jamur biasanya terjadi akibat keringat dan penggunaan pakaian ketat. Gejalanya adalah gatal hebat pada daerah selangkangan. Kadangkala ditemukan adanya bercak kemerahan bersisik, yang biasanya bermula dari daerah lipatan kulit dan menyebar Kandidiasis. Kandidiasis juga merupakan salah satu jenis infeksi jamur. Kandidiasis dapat merupakan gejala awal dari diabetes pada pria, ditularkan melalui hubungan seksual dengan penderita, atau penggunaan antibiotika yang menyebabkan gangguan keseimbangan bakteri. Infeksi ini biasanya menimbulkan rasa gatal, panas, dan nyeri pada daerah kemaluan. Kandidiasis juga sering dialami oleh wanita, terutama wanita hamil Psoriasis. Penyakit kulit kronik ini ditandai dengan bercak kemerahan bersisik dan tebal pada daerah lutut, siku, pinggang, dan kulit kepala. Gambaran psoriasis pada daerah selangkangan dapat sedikit berbeda daripada psoriasis pada bagian tubuh lainnya karena tingginya kelembaban pada daerah selangkangan. Psoriasis selangkangan biasanya tampak seperti bercak kemerahan tetapi tidak menebal dan tidak bersisik Dermatitis seboroik   Gangguan Kulit Lain yang Bisa Menimbulkan Gatal Pada Kemaluan Pria Selain berbagai hal di atas, ada beberapa gangguan kulit lain yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan seorang pria. Di bawah ini ada 2 gangguan kulit yang dapat menimbulkan rasa gatal pada kemaluan pria. Skabies Skabies merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh infeksi serangga Sarcoptes scabiei. Penularannya biasanya melalui kontak kulit dengan kulit. Gejala yang biasa ditemukan adalah gatal hebat pada derah kulit yang terinfeksi, misalnya pada kantong zakar, bokong, dan penis. Bagian tubuh lain yang juga sering terkena adalah celah-celah jari, pusar, dan ketiak. Dermatitis Kontak Dermatitis kontak merupakan iritasi kulit yang terjadi akibat kulit berkontak dengan zat atau alergen tertentu, seperti sabun anti bakteri, air kemih, dan produk berbahan karet. Gejalanya adalah  adanya bercak kemerahan atau gatal pada daerah yang terkena. Penderita mungkin lebih merasa nyeri daripada gatal, terutama bila iritasi terjadi pada daerah kantong zakar. Dermatitis kontak akibat penggunaan kondom dapat menimbulkan bercak merah gatal pada kepala penis, yang dapat menyebar hingga ke batang penis, kantong zakar, dan selangkangan.   Pencegahan Untuk mencegah dan mengatasi rasa gatal pada kemaluan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Bersihkan daerah kemaluan setiap hari dan keringkan daerah kemaluan dengan benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi jamur Ganti pakaian dalam Anda setiap hari. Bila Anda tidak mengganti pakaian dalam secara teratur, maka jamur yang terdapat di dalam sel-sel kulit mati dapat bereplikasi dan bertambah banyak, yang akhirnya menyebabkan terjadinya infeksi jamur Gunakan handuk bersih Gunakan sabun mandi tanpa pewangi. Hal ini dikarenakan pewangi yang terdapat di dalam sabun dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit pada daerah kemaluan dan menyebabkan rasa gatal   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 04 Sep 2020    17:00 WIB
Penyebab Timbulnya Rasa Sakit Saat Berhubungan Seksual
Rasa sakit yang timbul saat berhubungan seksual memang tidak wajar. Kebanyakan kasus terjadi karena kurangnya lubrikasi, yang dapat dengan mudah dipecahkan dengan memperpanjang masa foreplay atau menggunakan gel lubrikan saat penetrasi. Tetapi pada beberapa kasus, rasa sakit yang timbul tidak dapat dihilangkan. Berikut adalah beberapa alasan yang menyebabkan rasa sakut saat berhubungan seksual. VaginismusVaginismus adalah kondisi yang disebabkan oleh spasme atau kekakuan pada otot vagina yang dipicu oleh ketakutan akan rasa rasit atau trauma Masalah pada ServiksSaat penetrasi maksimal, penis dapat mencapai serviks. Masalah servikal biasanya disebabkan oleh infeksi dan dapat menimbulkan rasa sakit saat bersentuhan dengan penis. Masalah dengan RahimMasalah di rahim seperti mioma juga dapat menjadi alasan timbulnya rasa sakit saat berhubungan Infeksi VaginalSemua jenis infeksi vaginal seperti infeksi jamur dapat menyebabkan nyeri saat berhubungan. Trauma VaginalVagina dapat mengalami cedera karena beberapa alasan seperti robekan yang terjadi saat melahirkan atau dinding perineum yang terpotong saat melahirkan. Endometriosis Endometriosis adalah keadaan tumbuhnya jaringan endometrium (jaringan dinding rahim) di organ lain di luar rahim. Penyakit Peradangan PelvisPenyakit peradangan pelvis yang mengakibatkan peradangan jaringan di daerah kemaluan yang akan terasa nyeri saat berhubungan seksual MenopauseMenopause yang menyebabkan kelembaban vagina berkurang sehingga vagina menjadi kering Masalah di OvariumMasalah di ovarium mencakup kista ovarium dan lain sebagainya Penyakit Menular SeksualInfeksi penyakit menular seksual seperti kutil pada kemaluan, herpes, atau penyakit menular seksual lainnyaSumber: healthmeup