Your browser does not support JavaScript!
 27 Jul 2020    18:00 WIB
Cegah Gangguan Jantung Pada Penderita Diabetes Dengan Konsumsi Kayu Manis
Para ahli gizi di Amerika menemukan bahwa rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan berbagai lemak berbahaya di dalam darah, sehingga juga dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung pada penderita diabetes. Kadar trigliserida di dalam darah biasanya meningkat setelah seseorang mengkonsumsi makanan tinggi lemak, yang tentu saja dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung. Para peneliti menemukan bahwa mencampurkan sejumlah rempah-rempah yang mengandung banyak antioksidan ke dalam makanan ternyata dapat menurunkan kadar trigliserida hingga 30% dibandingkan dengan hanya mengkonsumsi makanan tersebut saja. Beberapa jenis rempah-rempah yang dimaksud di atas adalah bubuk bawang putih, rosemary, oregano, kayu manis, cengkih, paprika, kunyit, jahe, dan lada hitam. Berbagai penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kayu manis dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan berbagai jenis lemak darah lainnya. Pada penelitian ini, para peneliti menguji hasil penelitian sebelumnya tersebut dengan menyiapkan makanan pada 2 hari terpisah bagi 6 orang pria yang berusia di antara 30-65 tahun, yang memiliki berat badan berlebih tetapi dengan keadaan kesehatan yang baik. Menu makanan yang dihidangkan selama 2 hari tersebut adalah sama, yaitu terdiri dari ayam, roti, dan biskuit. Yang berbeda di antara makanan tersebut adalah para peneliti menambahkan 2 sendok makan rempah-rempah kaya antioksidan pada salah satu hari. Para peneliti kemudian mengamati para peserta penelitian selama 3 jam setelah makan dan mengambil contoh darah para peserta penelitian setiap 30 menit. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas antioksidan di dalam darah hingga 13% setelah para pria mengkonsumsi makanan yang mengandung rempah-rempah tersebut, yang dapat menurunkan resiko terjadinya gangguan jantung dan pembuluh darah serta gangguan kesehatan lainnya yang berhubungan dengan tingginya kadar lemak di dalam darah.     Sumber: newsmaxhealth
 21 Jul 2020    16:00 WIB
Apakah Diet Puasa Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Jantung?
Apakah diet puasa dapat menurunkan resiko penyakit jantung? Mungkin saja. Para peneliti memang belum dapat memastikan mengapa, tetapi kemungkinan dengan menjalankan puasa (tidak makan dan minum selama 24 jam) ternyata dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda. Sulit untuk mengatakan apa saja efek puasa untuk kesehatan jantung Anda karena ada sebagian orang yang menjalankan puasa dengan teratur dengan alasan agama. Orang-orang ini juga cenderung tidak merokok dan minum alkohol, yang juga merupakan faktor mengurangi resiko penyakit jantung. Tetapi, akan tetap terlihat bahwa mereka yang menjalankan diet puasa mempunyai kondisi jantung yang lebih baik dibanding mereka yang tidak melakukannya. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka yang berpuasa secara rutin memiliki kontrol diri untuk membatasi asupan kalori yang mereka makan dan minum dan perilaku ini dapat diartikan sebagai perubahan pola makan menjadi lebih baik saat mereka tidak melakukan puasa. Hubungan antara puasa periodik dan kondisi jantung yang lebih baik juga dapat terkait dengan cara tubuh Anda melakukan proses metabolisme kolesterol dan gula. Puasa reguler dapat menurunkan kadar LDL kolesterol atau kolesterol jahat. Puasa juga dapat memperbaiki metabolisme tubuh terhadap gula. Hal tersebut akan mengurangi resiko penambahan berat badan dan menurunkan resiko diabetes dimana keduanya merupakan faktor resiko dari penyakit jantung. Jika Anda mempertimbangkan untuk melakukan puasa periodik, maka konsultasikan dahulu dengan dokter Anda sebelum melakukannya. Dokter Anda akan mengatakan apakah berpuasa akan baik untuk Anda lakukan atau tidak dan bagaimana Anda harus melakukannya. Ingatlah bahwa dengan melakukan puasa secara teratur tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda tetapi juga meningkatkan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.   Sumber: mayoclinic
 23 May 2020    11:00 WIB
Mengapa Konsumsi Daging Merah Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Penyakit Jantung?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa konsumsi daging merah mungkin dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung Anda. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa bakteri di dalam usus dapat mengubah L-carnitine, sejenis nutrisi yang terdapat di dalam daging merah, menjadi berbagai jenis zat yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis (penumpukkan lemak di dalam dinding pembuluh darah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung). Memiliki kadar L-carnitine yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Penelitian sebelumnya bahkan menemukan bahwa L-carnitine merupakan prediktor yang lebih baik untuk menemukan kemungkinan terjadinya penyakit jantung daripada kadar kolesterol di dalam darah. Akan tetapi, para peneliti juga mengingatkan bahwa L-carnitine bukanlah satu-satunya penyebab timbulnya masalah ini, akan tetapi juga bakteri di dalam usus Anda. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan resiko penyakit jantung pada orang yang sering mengkonsumsi daging merah. Untuk saat ini, para peneliti menyarankan agar para pembaca membatasi konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung L-carnitine, terutama daging merah. Selain itu, minuman energi, beberapa jenis suplemen tertentu, ikan, dan ikan juga mengandung L-carnitine, walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan daging merah.  Baca juga: Apel Mampu Cegah Serangan Jantung dan Stroke  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya Dokter sekarang. Sumber: womenshealthmag
 09 Jan 2020    16:00 WIB
Daging Merah Bisa Tingkatkan Resiko Kanker Payudara
Wanita yang banyak makan daging merah ternyata dapat meningkatkan resiko kanker payudara sampai mendekati 25%. Pernyataan ini berdasarkan penelitian selama 20 tahun dan menyertakan 89.000 wanita. Tetapi di pihak lain, dengan menggantikan konsumsi daging merah dengan kombinasi ikan, legumes, kacang dan daging unggas ternyata mampu menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 14%. "Dengan membatasi asupan daging proses dan daging merah, dan menggantinya dengan kombinasi daging unggas, ikan, legumes dan kacang sebagai sumber protein pengganti daging merah ternyata membawa keuntungan yang berhubungan dengan kanker payudara", kata Maryam Farvid, peneliti dari Harvard School of Public Health's Department of Nutrition. Dibandingkan wanita yang memakan satu porsi daging merah dalam satu minggu, wanita yang memakan 1,5 porsi daging merah setiap harinya ternyata mempunyai resiko 22% lebih tinggi terkena kanker payudara. Dan setiap tambahan porsi daging merah tampaknya akan meningkatkan resiko kanker payudara sampai 13%. Para peneliti juga mengatakan dengan mengganti daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara. Dengan mengganti satu porsi daging merah dengan daging unggas akan menurunkan resiko kanker payudara sampai 17% dan bahkan sampai 24% pada wanita usia menopause. Mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan bentuk protein lain yang lebih sehat ternyata memberikan efek signifikan untuk kesehatan secara keseluruhan. Manfaat lain yang bisa diperoleh misalnya menurunkan resiko terjadinya penyakit kronis lain seperti penyakit jantung koroner, stroke, diabetes dan berbagai jenis kanker lainnya. Diduga daging merah dapat meningkatkan resiko kanker payudara dan berbagai penyakit lainnya karena pada proses produksinya memerlukan temperatur sangat tinggi untuk memasaknya. Kemungkinan lain adalah hormon yang digunakan untuk pertumbuhan dari sapi pedaging tersebut. Tambahan bahan kimia yang dimasukkan kedalam daging merah seperti nitrat dan nitrit diduga juga berhubungan dengan peningkatan resiko kanker payudara.   Sumber: webmd
 16 Dec 2019    16:00 WIB
Satu Buah Sehari Mampu Turunkan Resiko Terjadinya Serangan Jantung
Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika, mengkonsumsi buah setiap harinya dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Pada penelitian yang mengamati sekitar setengah juta orang di dunia, para peneliti menemukan bahwa hanya dengan mengkonsumsi 1 atau 2 butir buah setiap harinya, maka resiko terjadinya serangan jantung atau stroke dapat menurun hingga 40%. Penelitian yang telah berlangsung selama 7 tahun ini menemukan bahwa orang yang selalu mengkonsumsi buah setiap harinya memiliki resiko penyakit jantung dan stroke yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan orang lainnya. Para penelitian ini, para peneliti membagi para peserta penelitian menjadi 5 kelompok, yaitu: Peserta yang tidak pernah mengkonsumsi buah Peserta yang hanya mengkonsumsi buah sesekali dalam sebulan Peserta yang mengkonsumsi buah selama 1-3 hari setiap minggunya Peserta yang mengkonsumsi buah selama 4-6 hari setiap minggunya Peserta yang mengkonsumsi buah setiap harinya Para peneliti menemukan bahwa semakin sering para peserta mengkonsumsi buah, maka semakin rendah resiko mereka untuk menderita penyakit jantung atau stroke. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya memiliki resiko menderita penyakit jantung atau serangan jantung yang lebih rendah (15% lebih rendah) dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengkonsumsi buah. Sementara itu, para peneliti juga menemukan bahwa resiko terjadinya stroke iskemik (jenis stroke yang terjadi karena adanya sumbatan pada pembuluh darah otak) menurun hingga 25% pada orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya, sedangkan resiko terjadinya stroke hemoragik (jenis stroke yang terjadi karena adanya perdarahan di dalam kepala) juga menurun hingga 40%. Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi buah setiap harinya juga memiliki tekanan darah yang lebih rendah, di mana tekanan darah sistolik lebih rendah 3.4 mmHg dan tekanan diastolik lebih rendah 4.1 mmHg. Pada penelitian ini, para peneliti tidak memeriksa apakah perbaikan keadaan kesehatan ini dipengaruhi oleh seberapa banyak buah yang dimakan oleh masing-masing peserta setiap harinya. Akan tetapi, para peneliti mencatat bahwa para peserta penelitian yang mengkonsumsi buah setiap harinya hanya mengkonsumsi 1.5 porsi buah setiap harinya. Penelitian lainnya yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa mengkonsumsi 7 porsi buah dan sayuran dapat menurunkan resiko kematian akibat berbagai penyebab hingga 42%. Penelitian lainnya yang dilakukan di Cina juga menemukan bahwa konsumsi buah dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 451.681 orang yang tidak memiliki riwayat gangguan jantung dan pembuluh darah pada awal penelitian. Setelah diamati selama 7 tahun, sekitar 19.300 peserta penelitian mengalami penyakit jantung dan 19.689 orang mengalami stroke. Para peneliti mencatat bahwa sekitar seperlima (18%) peserta penelitian mengkonsumsi buah setiap harinya dan sekitar 6.3% peserta penelitian tidak pernah mengkonsumsi buah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengkonsumsi buah segar setiap hari dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk penyakit jantung iskemik dan stroke, terutama stroke hemoragik. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa semakin banyak buah yang Anda konsumsi maka resiko Anda untuk menderita penyakit jantung dan pembuluh darah pun semakin rendah.   Sumber: telegraph
 14 Dec 2019    18:00 WIB
Perawatan Gigi Untuk Orang Dengan Penyakit Jantung
Mereka yang mengidap penyakit jantung memiliki kebutuhan khusus saat harus melakukan perawatan gigi.  Jika Anda adalah salah satu penderita penyakit jantung, dan memiliki masalah pada gigi sehingga harus mengunjungi dokter gigi, berikut adalah tips untuk Anda. Perawatan gigi setelah serangan jantung Tunggulah minimal enam bulan setelah serangan jantung sebelum melakukan pengobatan gigi apapun. Katakan kepada dokter gigi Anda apakah Anda mengkonsumsi obat antikoagulan atau tidak. Obat ini dapat menyebabkan perdarahan berat saat melakukan operasi gigi atau prosedur gigi lainnya. tanyakan pada dokter gigi Anda apakah tersedia oksigen dan nitrogliserin di klinik apabila terjadi keadaan gawat darurat.  Tekanan darah tinggi (hipertensi) Beberapa jenis obat tekanan darah tinggi dapat menyebabkan mulut kering dan mengubah indera perasa Anda. Calcium channel blockers biasanya menyebabkan jaringan pada gusi membengkak dan tumbuh secara berlebihan, menyebabkan kesulitan dalam mengunyah. Jika Anda mengalami masalah pertumbuhan gusi yang berlebihan, dokter gigi Anda akan memberikan instruksi detail mengenai cara membersihkan gigi dan mungkin akan meminta Anda datang beberapa kali lagi untuk prosedur membersihkan gigi. Pada beberapa kasus, bedah gusi dapat menghilangkan jaringan gusi yang berlebihan, disebut gingivectomy. Hal tersebut dilakukan jika memang diperlukan. Jika tindakan dokter Anda memerlukan anestesi, tanyakan pada dokter Anda apakah obat anestesi yang digunakan mengandung epinefrin atau tidak. Epinefrin merupakan zat tambahan yang biasa digunakan pada obat anestesi lokal. Penggunaan epinefrin pada penderita darah tinggi dapat menghasilkan perubahan jantung dan pembuluh darah, termasuk perubahan yang berbahaya pada tekanan darah, nyeri dada, serangan jantung dan gangguan irama jantung sehingga harus digunakan lebih hati-hati. Stroke Jika Anda pernah mengalami stroke di masa lalu, katakan pada dokter gigi Anda apakah Anda mengkonsumsi obat antikoagulan atau tidak. Seperti yang dikatakan diatas, obat antikoagulan dapat menyebabkan perdarahan hebat. Jika penyakit stroke menyebabkan gangguan pada produksi air liur, dokter Anda akan merekomendasikan penggunaan air liur buatan. Jika stroke mempengaruhi wajah, lidah atau tangan yang dominan Anda gunakan, maka dokter Anda akan merekomendasikan penggunaan gel flouride yang, sikat gigi modifikasi atau tehnik membersihkan dengan benang gigi untuk memudahkan Anda membersihkan gigi.   Sumber: webmd
 07 Oct 2019    08:00 WIB
Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung
Apa Perbedaan Serangan Jantung dan Henti Jantung ? Serangan jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung tidak dapat menjalankan fungsinya dengan normal karena gangguan pada otot jantung atau pembuluh darah jantung. Sedangkan henti jantung merupakan suatu keadaan di mana jantung berhenti berdetak yang disebabkan oleh kelainan irama jantung. Penyebab serangan jantung biasanya adalah gangguan aliran darah ke dalam jantung yang menyebabkan jantung kekurangan oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkannya dan mengakibatkan kerusakan otot jantung. Gangguan aliran darah tersebut dapat disebabkan oleh adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner jantung. Henti jantung disebabkan oleh gangguan impuls listrik pada jantung yang juga berfungsi untuk mengatur kerja jantung. Gangguan impuls listrik pada jantung ini menyebabkan jantung berdenyut secara tidak teratur (aritmia) yang menyebabkan gangguan fungsi pompa jantung. Serangan jantung yang tidak segera ditangani juga dapat menyebabkan terjadinya henti jantung.   Pencegahan Pencegahan utama serangan jantung dan henti jantung adalah mencegah terbentuknya bekuan darah dan plak pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh aterosklerosis. Beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mencegah pembentukan plak adalah: Olahraga selama setidaknya 30 menit selama 5 hari dalam satu minggu Diet rendah lemak jenuh dan konsumsi banyak sayur dan buah-buahan Bila berat badan anda berlebih, kurangi berat badan anda Jangan merokok Kurangi dan atasi stress Kontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol anda   Kapan Hubungi Dokter Serangan jantung atau henti jantung memerlukan penanganan medis segera. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Nyeri atar rasa tertekan atau rasa tidak nyaman pada dada Nyeri yang menjalar ke tangan, bahu, leher, atau rahang Sesak napas Keringat dingin atau berkeringat Mual Denyut jantung meningkat disertai dengan rasa mual atau pusing Pingsan Baca juga: Penyakit Jantung Dan Infeksi di Lapisan Pembungkus Jantung (Perikarditis)  Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 14 Sep 2019    08:00 WIB
Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri?
Jantung merupakan organ yang harus bekerja paling keras pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, berolahraga sangat penting untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda sehingga ia dapat menjalankan fungsinya (memompa darah ke seluruh tubuh) dengan baik. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, 2 ruangan di sebelah kanan  dan 2 ruangan di sebelah kiri. Dua ruangan di bagian atas disebut dengan atrium dan 2 ruangan di bagian bawah disebut dengan ventrikel. Setiap sisi jantung memiliki fungsinya masing-masing. Jantung sebelah kanan berfungsi untuk menerima darah (darah dengan kadar oksigen rendah) dari seluruh tubuh (atrium kanan). Ventrikel kanan jantung kemudian akan memompa darah ini ke dalam paru-paru. Dari paru-paru darah (darah dengan kadar oksigen tinggi) kembali masuk ke dalam jantung (atrium kiri) kemudian menuju ke ventrikel kiri untuk dipompakan ke seluruh bagian tubuh.   Gagal Jantung Kiri Jantung sebelah kiri berfungsi untuk menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompakan darah tersebut ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan ukuran jantung bagian kiri lebih besar daripada ukuran jantung bagian kanan.  Gagal jantung kiri terjadi ketika jantung tidak memiliki cukup tenaga atau tekanan untuk memompa darah kembali ke seluruh tubuh. Keadaan ini disebut dengan kegagalan sistolik. Kegagalan diastolik terjadi ketika ventrikel kiri tidak dapat berelaksasi di antara denyut jantung sehingga ventrikel kiri tidak terisi cukup banyak darah. Baik kegagalan sistolik maupun diastolik menyebabkan darah yang dipompakan dari jantung menjadi berkurang dan darah kembali ke dalam paru-paru.   Gagal Jantung Kanan Jantung bagian kanan berfungsi untuk menerima darah rendah oksigen dari seluruh tubuh dan memompanya ke dalam paru-paru. Gagal jantung kanan biasanya terjadi akibat gagal jantung kiri. Hal ini dikarenakan jika ventrikel kiri jantung gagal memompa darah ke seluruh tubuh, maka darah di dalamnya akan kembali ke dalam paru-paru dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan pada jantung bagian kanan dan menyebabkan terjadinya gagal jantung kanan. Baca juga: Apa Perbedaan Antara Gagal Jantung Kanan dan Gagal Jantung Kiri? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: differencebetween
 01 Aug 2019    18:00 WIB
Seberapa Dampak Buruk Garam Bagi Kesehatan ?
Mengkonsumsi banyak garam (natrium) dapat berdampak negatif bagi kesehatan anda, yaitu menyebabkan peningkatan tekanan darah dan berbagai komplikasi jantung. Akan tetapi, konsumsi natrium dalam jumlah sedang (sesuai rekomendasi ahli keseahtan) justru dapat berdampak positif bagi kesehatan anda, yaitu membuat tubuh anda berfungsi sebagaimana mestinya. Jumlah natrium yang boleh anda konsumsi berbeda-beda setiap harinya, tergantung pada berbagai keadaan kesehatan anda.Dampak PositifNatrium membantu otot dan saraf anda bekerja sebagaimana  mestinya dengan cara membantu kontraksi otot dan transmisi impuls saraf. Selain itu, natrium juga membantu mengatur tekanan dan volume darah. Mengkonsumsi natrium dalam jumlah yang sesuai dapat membantu mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh anda dan menjaga pH darah anda.Dampak NegatifMengkonsumsi terlalu banyak natrium (garam) di dalam menu makanan anda dapat menyebabkan berbagai efek samping berbahaya dan berat. Misalnya saat ginjal (berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar natrium) tidak dapat mengeluarkan natrium dari dalam tubuh, maka natrium akan mulai menumpuk di dalam darah. Terlalu banyak natrium di dalam darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukkan cairan di dalam tubuh orang-orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, atau penyakit ginjal. Berbagai keadaan ini menyebabkan ginjal semakin sulit menjaga keseimbangan kadar natrium.Terlalu banyak garam menyebabkan air tertahan di dalam tubuh sehingga terjadi peningkatkan volume darah dan menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah, yang meningkatkan tekanan pada pembuluh darah. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung, gagal jantung, atau stroke.Berapa Banyak Garam yang Boleh Dikonsumsi Setiap Harinya?Garam dapur mengandung natrium (40%). Satu sendok teh garam mengandung sekitar 2.300 mg natrium, yang merupakan jumlah garam maksimal yang boleh dikonsumsi oleh orang dewasa sehat setiap harinya. Orang yang menderita tekanan darah tinggi harus membatasi jumlah konsumsi natrium hingga 1.500 mg setiap harinya. Orang yang menderita gagal jantung kongestif, sirosis hati, dan penyakit ginjal mungkin hanya diperbolehkan mengkonsumsi lebih sedikit natrium. Para ahli mengatakan bahwa orang yang berusia lebih dari 51 tahun cenderung lebih mudah mengalami berbagai efek samping dari natrium seperti pengerasan pembuluh darah akibat penuaan, yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi.Sumber: healthyeating.sfgate
 28 Jul 2019    08:00 WIB
6 Makanan Enak Tapi Musuh Bebuyutan Jantung
Siapa yang tidak suka makan makanan yang enak, rasanya yang gurih mampu menggugah selera Anda. Makanan yang enak biasanya akan membuat Anda ketagihan dan ingin terus tambah dan tambah. Namun Anda harus berhati-hati karena makanan-makanan yang enak tersebut memang bersahabat dengan lidah tapi tidak dengan kesehatan tubuh Anda. Dewasa ini makin banyak penyakit yang dialami karena pengaruh makanan yang tidak sehat seperti kencing manis, gangguan ginjal, hati dan yang paling sering penyakit jantung. Karena penyebab kematian di Indonesia paling banyak adalah penyakit jantung. Maka akan dibahas mengenai makanan enak namun merusak kinerja jantung Anda. Untuk mencegah agar Anda tidak terserang penyakit seperti penyakit jantung, salah satunya cara adalah harus mengurangi makanan perusak jantung tersebut. Berikut ini adalah 6 jenis makanan yang enak tapi tanpa sadar merusak jantung Anda: 1.      Sosis Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini, entah dibakar atau digoreng rasanya memang enak. Mudah dibuat bahkan ada yang siap untuk dimakan langsung. Namun Anda harus berhati-hati dengan makanan yang satu ini. Sosis mengandung lemak jenuh, natrium berlebih, dan bumbu yang tidak sehat. Apabila Anda mengkonsumsi sosis terlalu banyak, maka bahan-bahan yang berbahaya dalam sosis akan merusak jantung. Sehingga jantung mudah lelah dan mudah terkena penyakit. 2.      Minuman bersoda Sambil makan sosis biasanya ditemani dengan minuman soda, rasanya yang menggoda dan menggugah selera. Terlebih saat udara sedang panas, pasti rasanya sangat menyegarkan. Namun harus Anda ketahui minuman bersoda mengandung zat pemanis buatan, pewarna serta pengawet. Semua zat itu berbahaya bagi tubuh. Konsumsi soda berlebihan dapat mengganggu kesehatan jantung, makin lama jantung akan semakin melemah. 3.      Pop corn Pop corn merupakan camilan wajib saat menonton film. Rasanya sangat menyenangkan saat menonton film kesukaan kemudian ditemani camilan yang satu ini. Kandungan perfluorooctanoic acid (PFOA) dalam makanan kemasan seperti popcorn yang dimasak dalam microwave dapat memicu penyakit jantung. 4.      Kentang goreng Makanan yang juga menggoda selera yaitu kentang goreng. Makanan yang satu ini memiliki rasa yang enak dan gurih membuat semua orang menyukainya dan merasa ketagihan. Namun perlu Anda ketahui bahwa kentang goreng mengandung lemak jenuh dan natrium yang juga bisa memicu menurunnya kesehatan jantung. Jika dikonsumsi secara berlebihan dan terus-menerus, kesehatan jantung Anda akan terancam. Terlebih biasanya orang Indonesia mempunyai kebiasaan mengonsumsi kentang goreng dengan nasi sehingga Anda terlalu banyak konsumsi karbohdirat yang memicu penyakit kencing manis. 5.      Pizza Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Rasanya yang enak terlebih bila dimakan saat panas ditambah dengan irisan keju membuat makanan ini menjadi makanan favorit semua orang. Namun perlu Anda ketahui bahwa sepotong irisan pizza mengandung 9,8 gram lemak dengan 4,4 gram lemak jenuh, dan 551 mg natrium. Maka dapat dipastikan bahan-bahan tersebut akan merusak jantung, apalagi biasaya orang masih merasa kurang bila hanya makan satu iris pizza. 6.      Pasta atau Spaghetti Bila makan pizza maka menu pendampingnya adalah pasta atau spaghetti. Namun tahukah Anda bahwa pasta yang dihidangkan secara cepat saji direstoran mengandung 1430 kalori, 81 gram lemak dan 41 gram lemak jenuh dan 4540 natrium. Bisa dibayangkan berapa banyak bahan-bahan jahat yang masuk dalam tubuh Anda, saat mengonsumsi sepiring pasta. Makanan yang disebutkan diatas memang makanan enak yang bisa menggoyang lidah Anda. Namun perlu Anda perhatikan, bahwa makanan tersebut dapat mengancam kesehatan jantung Anda. Bila merasa sayang dengan jantung Anda, maka mulai sekarang batasi konsumsi makanan tersebut... Baca juga: Ketahui Empat Gejala Awal Jantung yang Tidak Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky