Your browser does not support JavaScript!
 05 Jan 2020    08:00 WIB
Peran Bakteri Usus Pada Penyakit Crohn
Berbagai macam bakteri yang terdapat di dalam sistem pencernaan anda mungkin memiliki peran penting pada terjadinya peradangan di usus anda. Peradangan pada usus ini sering disebut dengan penyakit Crohn. Peradangan pada penyakit Crohn diduga terjadi akibat reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan yang menyebabkan timbulnya nyeri perut, diare, perdarahan saluran cerna, penurunan berat badan, dan sebagainya. Untuk mengatasi keadaan ini, banyak penderita penyakit Crohn yang harus mengkonsumsi obat golongan steroid yang cukup kuat dalam jangka waktu lama untuk mengurangi proses peradangan tersebut, di mana obat ini dapat menyebabkan efek samping yang cukup berat. Beberapa penderita lainnya bahkan harus melalui tindakan pembedahan untuk mengangkat beberapa bagian saluran pencernaannya untuk mengurangi gejala. Terdapat banyak penelitian yang menduga bahwa bakteri yang hidup di dalam usus anda mungkin mempengaruhi terjadinya penyakit Crohn ini. Sebuah penelitian pada 1.500 orang menemukan bahwa penderita penyakit Crohn memiliki bakteri usus yang kurang beragam dibandingkan dengan orang lain yang tidak menderita penyakit ini. Sebuah penelitian lainnya yang juga menduga adanya peran bakteri usus pada penyakit Crohn membandingkan bakteri usus yang terdapat pada 447 penderita penyakit Crohn dengan berbagai bakteri yang terdapat di dalam 221 orang sehat. Para peneliti kemudian menemukan bahwa penderita penyakit Crohn sepertinya memiliki terlalu banyak bakteri pengganggu sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penderita Crohn pun memiliki lebih sedikit bakteri yang berperan untuk mengurangi peradangan dan memiliki lebih banyak bakteri yang menyebabkan peradangan. Hal menarik lainnya yang juga ditemukan pada penelitian ini adalah anak-anak yang menggunakan antibiotika untuk mengatasi penyakit Crohnnya sebelum benar-benar pasti terdiagnosa menderita penyakit Crohn memiliki campuran bakteri yang dapat menimbulkan gejala yang lebih berat. Oleh karena itu, dokter mungkin harus lebih mempertimbangkan penggunaan antibiotika pada penderita Crohn tahap awal. Dokter mungkin dapat lebih membantu penderita penyakit Crohn dengan memberikan pengobatan yang menyerupai peran bakteri "baik" seperti probiotik yang mengandung bakteri yang dapat membantu mengurangi peradangan bersamaan dengan berbagai obat-obatan yang dapat mengurangi efek bakteri "jahat" di dalam usus. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai peran bakteri dan efeknya terhadap kesehatan manusia. Sumber: npr
 12 Feb 2017    08:00 WIB
Diet Bagi Penderita Penyakit Crohn
Apa Itu Penyakit Crohn ? Penyakit Crohn dan kolitis ulserativa termasuk dalam gangguan inflamasi sistem pencernaan (inflammatory bowel disease/IBD). Kedua penyakit ini menyebabkan suatu reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap saluran pencernaan. Pada kolitis ulserativa, usus besar (colon) mengalami peradangan atau inflamasi, sedangkan usus kecil normal. Pada penyakit Crohn, usus kecil juga mengalami peradangan dan menyebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan berbagai nutrisi penting dalam makanan. Gangguan penyerapan makanan dan menurunnya nafsu makan dapat menyebabkan terjadinya malnutrisi pada penderita penyakit Crohn. Malnutrisi ini dapat disebabkan oleh: Perubahan indra pengecap Berkurangnya nafsu makan Kekurangan berbagai nutrisi penting Gangguan absorpsi makanan Diare dan kekurangan nutrisi merupakan gejala yang sering ditemukan bila penyakit Crohn mengenai usus halus. Bila usus besar juga mengalami peradangan, maka akan terjadi diare berat. Diare berat yang disertai dengan malnutrisi dapat menyebabkan berbagai gangguan lainnya, seperti anemia dan kekurangan berbagai vitamin serta mineral penting lainnya. Kekurangan nutrisi dan kesulitan menjaga berat badan normal merupakan masalah serius yang sering dialami oleh penderita penyakit Crohn, termasuk anak-anak.   Diet Bagi Penderita Penyakit Crohn Pengaturan diet bagi penderita Crohn dapat berbeda-beda, tergantung pada makanan apa yang dapat memicu atau memperburuk gejala yang ada. Menghindari makanan pemicu mengurangi berbagai gejala pencernaan yang anda alami, mulai dari perut kembung, nyeri perut, kram perut, dan diare. Selain itu, dengan menghindari makanan pemicu, anda juga memberikan waktu bagi usus anda yang meradang untuk menyembuh dan dengan demikian berbagai gangguan pencernaan yang anda alami pun akan membaik. Jika anda mengalami gangguan penyerapan makanan karena penyakit Crohn ini, maka dianjurkan untuk mengkonsumi diet tinggi kalori dan tinggi protein. Selain itu, sebaiknya anda juga berkonsultasi dengan dokter anda mengenai suplemen vitamin dan mineral yang harus anda konsumsi setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan harian tubuh.   Makanan yang Sebaiknya Dihindari Jenis makanan apa yang memicu atau memperburuk gejala berbeda bagi tiap penderita penyakit Crohn. Perhatikanlah berbagai makanan yang biasa anda konsumsi untuk mengetahui makanan mana yang dapat menyebabkan atau memperburuk gejala yang anda alami. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang biasanya dapat memicu atau memperburuk gejala yang telah ada, yaitu: Alkohol Mentega, mayonnaise, margarin, minyak lainnya Minuman bersoda Kopi, teh, coklat Berbagai produk susu Makanan yang digoreng atau berminyak Makanan tinggi serat Makanan yang menghasilkan gas, seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, dan bawang Buah dan sayuran mentah Daging merah dan babi Makanan pedas Gandum Menghindari berbagai makanan di atas mungkin dapat membantu mengurangi gejala yang anda alami. Bila sayur atau buah mentah membuat gangguan pencernaan memburuk, anda dapat mencoba memasaknya terlebih dahulu sebelum memakannya untuk mengurangi gangguan pencernaan yang anda alami. Dianjurkan agar anda mencatat setiap makanan yang anda konsumsi setiap harinya, porsinya, dan berbagai gejala yang timbul setelah mengkonsumi makanan tersebut. Catatan ini dapat membantu anda dan dokter anda menentukan makanan mana yang merupakan makanan pemicu bagi anda dan  juga dapat digunakan oleh dokter untuk menentukan apakah anda telah memperoleh protein, karbohidrat, lemak, dan kalori yang cukup setiap harinya. Menghindari berbagai makanan pemicu dapat membantu memperbaiki gejala yang anda alami, akan tetapi jangan berlebihan dalam melakukannya. Hal ini dapat membuat anda mengalami malnutrisi. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai makanan pengganti lain untuk tetap mencukupi kebutuhan tubuh dan tidak memperburuk gejala yang anda alami. Selain itu, tanyakan juga pada dokter anda mengenai suplemen apa yang sebaiknya anda konsumsi. Sebagian besar penderita penyakit Crohn mengalami kekurangan vitamin D. Pemberian vitamin D 1.000-2.000 IU setiap harinya dapat membantu mengurangi resiko kanker kolorektal. IBD dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kolorektal.   Diet Cair Beberapa penelitan menemukan bahwa makanan cair tinggi kalori dapat membantu mengurangi gejala pada penyakit Crohn. Diet atau makanan cair ini sangat membantu bila penderita penyakit ini mengalami malnutrisi dan membutuhkan nutrisi ekstra dalam waktu cepat atau bila usus penderita tidak dapat menyerap berbagai nutrisi dalam makanan dengan baik.  
 13 Dec 2014    08:00 WIB
Perawatan Tepat Bagi Penderita Crohn
Penyakit Crohn merupakan suatu keadaan di mana usus kecil anda meradang dan menyebabkan timbulnya berbagai gangguan pencernaan, termasuk diare. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat coba anda lakukan untuk tetap sehat dan terhindar dari gejala yang mengganggu.   1.      Hubungi Dokter Anda Dianjurkan agar anda berkonsultasi mengenai keadaan anda dengan dokter spesialis untuk memperoleh penanganan terbaik bagi keadaan anda. Diharapkan agar anda melakukan pemeriksaan secara teratur agar dokter anda dapat mengetahui perkembangan penyakit anda dan menyesuaikannya dengan jenis dan dosis obat yang lebih sesuai. Seberapa sering anda harus menemui dokter anda tergantung pada keparahan penyakit anda.   2.      Teratur Minum Obat Penyakit Crohn membutuhkan waktu pengobatan yang panjang. Anda sebaiknya jangan langsung menghentikan pengobatan bila gejala telah membaik tanpa terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter anda. Menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter anda dapat menyebabkan kekambuhan gejala dan lama-kelamaan timbul berbagai komplikasi, seperti penyempitan lumen usus, pembentukan fistula (suatu saluran abnormal) di usus atau organ lainnya, atau terjadinya perforasi usus (robekan pada usus yang menyebabkan isi usus keluar ke seluruh bagian perut dan menyebabkan timbulnya infeksi).   3.      Diet Tepat Tidak ada menu atau rencana diet khusus bagi penderita Crohn. Dokter biasanya menganjurkan agar penderita menghindari mengkonsumi berbagai jenis makanan yang dapat menimbulkan kekambuhan gejala, dan jenis makanan pemicu ini berbeda untuk setiap penderitanya. Peradangan pada usus halus membuat usus kesulitan menyerap berbagai nutrisi dari makanan yang anda makan. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya malnutrisi dan bahkan kekurangan berbagai multivitamin dan mineral. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memberikan suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral penting.   4.      Berhenti Merokok Berhenti merokok merupakan salah satu cara yang dapat membantu mengurangi gejala Crohn dan menjaga kesehatan anda. Merokok meningkatkan resiko penyakit Crohn dan semakin banyak anda merokok, maka semakin tinggi resiko kekambuhan. Selain itu, berhenti merokok juga dapat membantu mengurangi resiko kanker, penyakit jantung, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.   Sumber: webmd