Your browser does not support JavaScript!
 02 Apr 2020    18:00 WIB
3 Gejala Yang Tidak Disadari Pada Wanita, Ternyata Adalah Penyakit Kencing Nanah
Ketika berhubungan dengan penyakit menular seksual, maka penyakit menular kedua yang paling sering terjadi adalah gonorrhea atau kencing nanah. Penyakit ini menyebar melalui seks melalui vaginal, anal, atau oral. Seseorang yang mengalami kencing nanah bisa saja tidak mengalami gejala terutama untuk wanita.   Berikut Adalah Gejala Kencing Nanah Pada Wanita Yang Sering Tidak Disadari: 1.      Nyeri Saat Buang Air Kecil Apabila Anda merasakan nyeri saat buang air kecil kemudian merasakan ada sensasi seperti ada sensasi terbakar saat buang air kecil. Hal ini bisa menjadi gejala awal dari kencing nanah 2.      Keluar Bercak Darah Saat Anda mengalami keluarnya bercak darah, dimana darah keluar bukan saat menstruasi, maka bisa dicurigai sebagai gejala dari kencing nanah. 3.      Keputihan Banyak Gejala lain yang seringkali dialami namun tidak dicurigai sebagai gejala dari kencing nanah adalah keluarnya keputihan yang banyak. Apabila Anda mengalami hal ini maka bisa jadi Anda mengalami kencing nanah. Terkadang, saat gejala muncul sangat ringan hingga tidak terdeteksi, namun saat dokter memeriksa maka bisa lebih mudah untuk mengetahuinya. Gejala ini juga mudah dibingungkan dengan infeksi yang lebih tidak berbahaya - seperti infeksi kandung kemih atau vagina. Sama seperti wasir, infeksi rektum dapat menyebabkankeluar cairan dari anus atau gatal pada anus, gerakan usus yang menyakitkan, dan bahkan pendarahan. Apabila Anda mengalami gejala ini maka sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Bila kencing nanah diabaikan atau tidak diobati dapat menyebabkan penyakit radang panggul, yang dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi saluran tuba dan menyebabkan kehamilan ektopik, nyeri panggul atau perut jangka panjang, atau kemandulan. Jadi bagaimana bila Anda ingin tahu apakah Anda menderita kencing nanah atau tidak? Anda bisa melakukan pemeriksaan tes urin, Jadi, bagaimana Anda tahu jika Anda menderita gonore? Teruji. Tes urin harus memberikan jawaban. Penanganan yang diberikan adalah pemberian antibiotik obat oral ataupun suntikan antibiotik. Selama perawatan dan tujuh hari setelahnya, Anda harus menjauhkan diri dari melakukan hubungan intim dengan pasangan, ada baiknya Anda juga mengajak pasangan untuk melakukan pemeriksaan.   Baca juga: Ingin Kehidupan Seks Anda Meningkat? Pahamilah Dengan 3 Cara Ini   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womansday
 23 Jan 2020    11:00 WIB
Efek Negatif Junkfood untuk Kesehatan
Siapa yang tidak pernah makan junk food? Hampir semua orang pernah memakan makanan yang satu ini, rasanya yang enak, gurih dan disajikan dengan menarik dapat membuat semua orang menyukainya. Namun ada berbagai efek buruk yang didapat apabila konsumsi junkfood secara berlebihan, seperti: 1. Konsumsi rutin junk food merupakan salah satu faktor yang bertanggung jawab terjadinya obesitas/ kegemukan. 2. Konsumsi minuman ringan (yang mengandung gula) telah dikaitkan dengan terjadinya berat badan yang berlebihan dan meningkatkan risiko untuk terkena kencing manis tipe 2. 3. Kolesterol tinggi akibat sering konsumsi junk food memberikan beban berlebihan kepada hati, yang akan menyebabkan kerusakan jangka panjang untuk organ penting ini. 4. Konsumsi junkfood merupakan penyebab utama terjadinya penyakit pada jantung 5. Penelitian telah menunjukkan bahwa diet tinggi lemak juga dapat merusak fungsi otak yang penting, sepert kemampuan untuk konsentrasi dan memori. 6. Makanan junk food terlalu penuh dengan gula dan garam. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol, makanan ini akan memperburuk kesehatan Anda. 7. Junk food tidak mengandung nutrisi penting, meskipun jumlahnya banyak tetap saja tidak memberi energi pada Anda dan akan membuat Anda merasa lemah. 8. Gorengan memang enak, namun makanan ini sangat mengerikan. Terutama makanan yang digoreng dalam minyak lemak terhidrogenasi parsial atau trans. Minyak ini menurunkan kolesterol baik dan meningkatkan kolesterol jahat.   Sumber: ndtv
 08 Jan 2020    08:00 WIB
Komplikasi Diabetes: Pengobatan Nyeri Saraf Diabetikum
Nyeri saraf yang disebabkan oleh diabetes atau yang juga dikenal dengan nama neuropati perifer diabetikum dapat bersifat berat, konstan, dan sulit diobati. Gejala awalnya dapat berupa rasa kesemutan, yang kemudian akan diikuti oleh mati rasa dan nyeri. Untuk mengatasinya, di bawah ini ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.   Kendalikan Kadar Gula Darah Anda Hal penting pertama yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi semua komplikasi diabetes adalah dengan mengendalikan kadar gula darah Anda. Pastikan kadar gula darah Anda selalu dalam batas normal atau mendekati normal dengan mengkonsumsi obat anti diabetes. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai jenis dan dosis obat yang diperlukan.   Konsumsi Obat Anti Nyeri Untuk mengatasi nyeri, Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri. Jenis obat anti nyeri yang digunakan biasanya tergantung pada tingkat keparahan nyeri. Bila rasa nyeri tidak terlalu berat, Anda biasanya dapat mengkonsumsi: Obat golongan NSAID seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen Asetaminofen Capsaicin yang biasa ditemukan dalam bentuk koyo Lidokain krim atau gel. Lidokain merupakan obat bius yang dapat membuat area yang terasa nyeri menjadi mati rasa   Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Diabetes   Bila rasa nyeri cukup berat atau Anda tidak tahan dengan efek samping obat anti nyeri di atas, maka dokter dapat memberikan obat lainnya untuk mengatasi nyeri, seperti: Obat antidepresan Obat anti kejang Obat golongan opioid Akan tetapi, ketiga jenis obat di atas memerlukan resep dokter.   Pengobatan Lainnya Selain berbagai obat di atas, ada beberapa pengobatan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri, seperti: Tindakan pembedahan untuk menghancurkan saraf atau mengeluarkan saraf yang terjepit Memasang implan yang bertujuan untuk mengurangi nyeri Stimulasi listrik pada saraf   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 20 Dec 2019    16:00 WIB
Masalah Pada Penis Yang Harus Anda Ketahui
Penis adalah bagian tubuh yang penting untuk seorang pria. Sehingga Anda perlu melakukan perawatan untuk kesehatan penis Anda. Ada beberapa permasalahan yang terjadi pada penis. Masalah ereksi dan ejakulasi Permasalahan ereksi. Disfungsi ereksi adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Priapismus suatu keadaan dimana terjadi ereksi yang terus menerus, kejadian ini cukup jarang. Permasalahan ejakulasi, ejakulasi dini, ejakulasi tertunda, ejakulasi menyakitkan dan ejakulasi retrograde. Penyakit menular seksual Berbagai penyakit menular seksual dapat mempengaruhi kesehatan penis, termasuk kutil kelamin, gonore, klamidia, sifilis dan herpes genital. Tanda dan gejala umum mungkin termasuk nyeri buang air kecil, keluar cairan dari penis, dan luka atau lecet pada penis atau di daerah genital. Permasalahan dengan kulup Sebuah kondisi yang dikenal sebagai phimosis terjadi ketika kulup pada penis yang tidak disunat tidak dapat ditarik dari kepala penis. Paraphimosis terjadi ketika kulup tidak dapat dikembalikan ke posisi normal setelah ditarik. Penyakit dan kondisi lain Infeksi dapat menyebabkan ruam kemerahan dan bercak putih pada penis. Radang kepala penis (balanitis) dapat menyebabkan rasa sakit dan keluarnya cairan busuk. Penyakit Peyronie, suatu kondisi kronis yang melibatkan pengembangan jaringan parut abnormal pada jaringan di dalampenis, mungkin mengakibatkan ereksi bengkok atau menyakitkan. Kanker penis yang mungkinmulai sebagai lecet pada kulup, kepala atau batang penis dan kemudian mulai tumbuh kutil, nanah berair, namun kejadian ini cukup langka. Sumber: mayoclinic
 27 Jun 2019    18:00 WIB
10 Fakta Tentang Penyakit Silent Killer
Penyakit Silent Killer adalah penyakit yang timbul hampir tanpa adanya gejala awal namun dapat menyebabkan kematian. Penyakit pembunuh utama yang bersifat Silent Killer adalah Penyakit Jantung, Tekanan darah tinggi dan kencing manis Penyakit Silent Killer lainnya adalah kanker ginjal, kanker pankreas, hepatitis B dan hepatitis C. Penyakit Jantung adalah penyakit Silent Killer yang merupakan pembunuh nomor satu. Faktor risiko utama yang berhubungan dengan jantung adalah tekanan darah tinggi, merokok, gaya hidup tidak sehat dan gangguan kadar kolesterol. Kanker merupakan kelompok Silent Killer dan hampir menjadi kelompok pembunuh terbesar nomor dua. Perkiraan kematian dalam setahun akibat kanker adalah sekitar 6,2 juta. 1 dari 8 kematian terjadi karena kanker. Merokok merupakan faktor risiko penting untuk penyakit silent killer seperti kanker dan penyakit jantung. Merokok dapat menyebabkan 87% dari kejadian kanker paru-paru. Mesothelioma merupakan silent killer lainnya yang hampir selalu disebabkan karena  menghirup serat asbes dan saat ini tidak ada obat yang dapat mengobati kanker yang sangat mematikan ini. Mesothelioma adalah sejenis kanker langka yang terjadi pada jaringan tipis yang melapisi sebagian besar organ dalam, dapat terjadi di paru, perut dan jantung. Ada 246 juta orang dengan penyakit kencing manis di dunia dan setiap tahunnya diperkirakan sekitar 3,2 juta orang meninggal karena penyakit kencing manis dan komplikasinya.   Obstructive Sleep Apnea (OSA) atau penyumbatan aliran pernapasan selama tidur merupakan faktor risiko penyakit stroke dan kematian mendadak saat tidur. Obesitas atau kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko dan kejadian OSA. Epidemi Penyakit Silent Killer yang berpotensi menjadi ancaman bagi dunia kesehatan yaitu penyakit hati akibat Hepatitis B dan C. Hal ini akan menyebabkan terjadinya sirosis hati, kanker hati dan kematian. Kedua virus ini telah menginfeksi hampir 530 juta orang di dunia. Setiap tahun ada 3 sampai 4 juta orang yang baru terinfeksi oleh virus. Tidak ada obat atau vaksin untuk infeksi hepatitis C kronis. Sumber: medindia
 29 Mar 2019    16:00 WIB
Bangun Tidur Keringat Menetes Deras ? Ini Dia Penyebabnya
Bingung mengapa selama beberapa hari terakhir Anda selalu terbangun dengan baju basah kuyup padahal Anda tidak melakukan sesuatu hal yang membuat Anda dapat berkeringat deras? Menurut sebuah penelitian, berkeringat di malam hari merupakan suatu hal yang sangat sering terjadi. Akan tetapi, apakah hal ini merupakan hal yang normal terjadi atau ada gangguan kesehatan lain yang menyebabkannya?   Perubahan Kadar Hormonal Pada wanita, penyebab tersering dari berkeringat di malam hari adalah rendahnya kadar hormon estrogen atau kadar hormon estrogen yang sedang berfluktuasi. Perubahan kadar hormonal ini biasanya terjadi pada wanita yang baru saja melahirkan, mengkonsumsi pil KB, sedang memasuki masa perimenopause, dan telah memasuki masa menopause. Berbagai keadaan di atas dapat memicu seorang wanita berkeringat di malam hari, baik ringan maupun sangat ekstrim hingga pakaiannya basah kuyup di malam hari. Bila Anda terus saja berkeringat di malam hari, maka hal ini dapat membuat kelenjar adrenal Anda "stress", yang justru akan membuat Anda merasa sangat lelah, mengalami depresi, dan bahkan mengalami peningkatan berat badan. Untuk mengatasinya, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan seorang dokter spesialis kandungan. Terapi hormon biasanya dapat membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.   Baca juga: 8 Penyebab Timbulnya Keringat dan Cara Mengatasinya   Obat-obatan Obat-obatan merupakan penyebab lain dari keringat pada malam hari. Sekitar 22% orang yang mengkonsumsi obat anti depresi berkeringat di malam hari.   Kadar Gula Darah Rendah Kadar gula darah yang rendah juga dapat membuat tubuh Anda menghasilkan lebih banyak keringat daripada biasanya. Keadaan ini biasanya ditemukan pada orang-orang yang mengkonsumsi insulin atau obat anti diabetes oral. Bila Anda mengalami hal ini, segera periksakan diri ke dokter Anda sehingga dokter dapat mengatur kembali dosis obat Anda atau mengganti jenis obat yang digunakan sehingga kadar gula darah Anda tidak terlalu rendah di malam hari dan membuat Anda berkeringat deras.   Hiperhidrosis Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana tubuh Anda memproduksi lebih banyak keringat daripada seharusnya walaupun tidak ditemukan penyebab medis tertentu. Penderita biasanya berkeringat lebih banyak hanya di beberapa bagian tubuhnya sementara bagian tubuh lainnya kering. Beberapa bagian tubuh yang biasanya lebih banyak berkeringat adalah telapak tangan, telapak kaki, ketiak, dan kepala. Akan tetapi, hiperhidrosis tidak hanya terjadi di malam hari. Keringat berlebih ini biasanya terjadi di sepanjang hari.   Infeksi Penyebab lain yang lebih serius dari keringat malam hari adalah adanya infeksi atau penyakit lain seperti infeksi bakteri, tuberkulosis, HIV, leukemia, dan kanker (terutama limfoma atau kanker kelenjar getah bening). Bila disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan tersebut, selain keringat di malam hari, penderita biasanya juga akan mengalami penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas dan demam.   Apa yang Dapat Anda Lakukan Untuk Mencegah Berkeringat di Malam Hari? Mulailah dengan menyesuaikan suhu kamar tidur Anda, gunakan pakaian tidur yang lebih tipis, dan hindari berbagai jenis pemicu keringat seperti makanan pedas dan minuman beralkohol. Selain itu, mengatasi stress biasanya juga dapat membantu mengurangi keparahan keringat. Akan tetapi, bila Anda terus saja berkeringat di malam hari atau ada gejala lain yang menyertainya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 11 Jan 2019    16:00 WIB
Waspada, Penyakit “Ringan” Ternyata Juga Bisa Berbahaya!
Saat Anda menderita flu atau batuk, Anda mungkin menganggapnya sebagai penyakit "ringan" yang akan sembuh dengan sendirinya bila Anda cukup beristirahat. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata penyakit yang oleh banyak orang dianggap sebagai penyakit "ringan" ini juga dapat berbahaya bagi kesehatan? Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai jenis penyakit yang dianggap "ringan" tetapi ternyata dapat menjadi berbahaya.   Flu dan Batuk Flu dan batuk merupakan penyakit "ringan" yang paling sering dialami oleh banyak orang. Flu disebabkan oleh infeksi virus yang biasanya berlangsung selama 2-3 minggu. Jika Anda mengalami batuk yang cukup berat, hidung meler, dan nyeri sendi; maka pengobatan biasanya tidak diperlukan, atau cukup mengkonsumsi obat batuk dan flu saja. Akan tetapi, bila Anda terus merasa lelah atau merasa akan pingsan saat flu, maka segera periksakan diri Anda ke seornag dokter. Bila Anda juga mengalami muntah, dada terasa seperti tertekan, bingung, nyeri dada, dan demam yang tidak kunjung sembuh; maka segera periksakan diri Anda ke seorang dokter karena gejala ini bukanlah gejala flu biasa. Selain itu, bila gejala flu semakin memburuk atau batuk berlangsng selama lebih dari 10 hari, segera periksakan diri Anda ke dokter.   Radang Tenggorokan Radang tenggorokan biasanya terjadi bersamaan dengan flu akibat banyaknya lendir di dalam saluran pernapasan atau akibat suatu alergi. Radang tenggorokan juga dapat disebabkan oleh kelembaban udara yang rendah, merokok, polusi udaran, berteriak, atau bernapas melalui mulut karena hidung tersumbat. Bila radang tenggorokan Anda juga disertai oleh pembesaran amandel, demam, atau membuat Anda sulit tidur di malam hari; segera periksakan diri ke seorang dokter. Pemberian antibiotik biasanya dapat mengatasi gejala.   Baca juga: 8 Penyakit Mematikan yang Berhasil Diatasi Dengan Vaksin!!!   Flu Perut Flu perut memang merupakan penyakit yang sering diderita oleh anak-anak, akan tetapi penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja, pada usia berapa pun. Gejala biasanya hanya berlangsung selama 24-48 jam. Gejala yang sering ditemukan adalah mual, muntah, dan diare yang dapat membuat Anda mengalami dehidrasi berat. Seperti halnya flu biasa, flu perut juga tidak dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Segera periksakan diri ke seorang dokter bila Anda mengalami demam tinggi, ada darah di dalam tinja, dehidrasi hingga tidak ada air kemih yang diproduksi, atau perut nyeri dan membesar.   Infeksi Telinga Atau Nyeri Telinga Infeksi telinga merupakan infeksi yang sering terjadi karena perubaha ketinggian dan perubahan cuaca. Infeksi telinga juga seringkali merupakan akibat dari infeksi sinus atau flu, yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian antibiotik. Akan tetapi, bila nyeri telinga berlangsung selama lebih dari 2 minggu atau disertai oleh keluarnya cairan abnormal dari dalam telinga atau gangguan pendengaran atau demam, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Bronkitis   Bronkitis memiliki gejala yang mirip seperti pilek tetapi lebih berat. Akan tetapi, berbeda dengan anggapan banyak orang, Anda tidak selalu membutuhkan antibiotik untuk mengatasi bronkitis karena bronkitis biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-3 minggu. Akan tetapi, bila gejala berlangsung selama 1 bulan atau lebih; maka antibiotik dan steroid biasanya diperlukan. Gejala bronkitis yang sering ditemukan adalah rasa tidak nyaman pada dada, batuk, merasa amat sangat lelah, dan demam ringan. Gejala berbahaya yang dapat ditemukan adalah mengi, sesak napas, perubahan warna lendir, dan kurang tidur akibat batuk atau mengi. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami gejala berbahaya ini.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 09 Dec 2018    11:00 WIB
6 Macam Gejala Penyakit Yang Tidak Boleh Didiamkan
Hai Sobat Sehat, kita kembali lagi dan kali ini dengan pembahasan yang lebih menarik. Yaitu tentang 6 gejala yang tidak boleh didiamkan. Tapi sebaiknya kita kenali dulu definisi dari gejala. gejala adalah pengindikasian keberadaan suatu penyakit atau gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, berbentuk tanda-tanda atau ciri-ciri penyakit dan dapat dirasakan. Contohnya seperti pusing, mual atau nyeri di bagian tubuh, dll. Sebagian besar dari kita mungkin tahu bahwa jika kita mengalami nyeri dada atau kelemahan mendadak, pusing, atau perubahan penglihatan, disaat itulah kita perlu pergi ke ruang gawat darurat secepat mungkin. Tapi bagaimana kita membedakan tanda dan gejala ini, sebagai hal yang berbahaya atau bukan. Karena kebanyakan dari kita biasanya lambat untuk merespon dan berpikir bahwa ini adalah hal yang normal atau lumrah, ada kalanya kita berpikir gejala itu muncul karena kita sudah berumur (tua), atau karena sedang datang bulan, atau karena kecapean (body mood) dan tapi bagaimana jika itu adalah tanda menuju penyakit beresiko atau tahap awal penyakit kritis yang perlu segera ditangani. Berikut adalah 6 gejala yang tidak boleh kita abaikan: 1. Kehilangan berat badan yang tak terduga. Jika kita mengalami penurunan berat badan, apalagi bukan karena melakukan diet, puasa ataupun olah raga teratur, itu perlu diselidiki, terutama jika berat badan turun menjadi 10 atau 15 kilogram dalam jangka waktu yang singkat. Biasanya berat badan kita naik seiring bertambahnya usia, jadi penurunan berat badan yang tidak normal, bisa menjadi pertanda masalah serius. Salah satunya adalah gejala penyakit kanker, tiroid, celiac, dan infeksi seperti HIV atau hepatitis C.   2. Tahi lalat yang berubah warna. Jangan pernah mengabaikan tahi lalat yang berubah warna, bentuk, atau ukuran. Pastikan untuk memeriksa kulit seluruh tubuh kita dengan dokter kulit setiap tahunnya. Kanker kulit adalah kanker yang paling umum, jadi jangan membuat kesalahan dengan menganggap setiap titik hanyalah bintik belaka.   3. Tidur yang berlebihan. Cukup tidur merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan tubuh kita, tapi jangan berlebihan, apalagi  jika kita tidur lebih dari 9 jam sehari, itu bisa menjadi tanda depresi, peradangan kronis, atau bahkan sklerosis ganda (kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang, yang merusak mielin dan akson). Jika kita sering selalu lelah, mudah kantuk, tidur di siang hari, dan kelebihan berat badan, tidur berlebihan mungkin menjadi bagian dari kondisi yang disebut narkolepsi atau serangan tidur. (Gejala khas narkolepsi ada empat, yaitu hipersomnia, lumpuh tidur, halusinasi hipnagogic dan katapleksi).   4. Batuk terus-menerus. Jika kita mengalami batuk yang terus-menerus, lebih dari 2 bulan, dan tidak kunjung membaik, kita harus segera ke dokter. Batuk terus-menerus tidak hanya menjengkelkan, dan membuat kita susah tidur, tapi juga bisa menular ke orang lain atau keluarga tercinta kita, melalui udara atau air liur kita, bahkan alat makan yang tercampur, tetapi juga merupakan tanda dari tubuh kita, bahwa ada sesuatu yang tidak benar - mungkin asma, penyakit refluks asam, atau gejala penyakit paru-paru.   5. Nyeri perut di bagian kanan bawah. Perut kram sering dialami semua orang, tetapi nyeri perut yang berada di lokasi tertentu - terutama daerah kanan bawah - perlu diperiksa segera, apalagi jika berlangsung selama lebih dari beberapa hari atau bersifat intens. Itu kemungkinan kita mengalami radang usus atau (appendicitis), rasanya seperti sakit yang menggerogoti dan menyayat-nyayat isi perut kita, hal ini tidak boleh dianggap remeh dan  berpikir itu hanya gangguan pencernaan biasa. Karena skenario terburuk akan kita alami, seperti usus buntu pecah, ini bisa menyebabkan kematian.   6. Nyeri kronis. Merupakan nyeri yang menetap dan tidak pernah benar-benar hilang. Nyeri kronis juga biasanya sudah mengganggu saraf sehingga saraf akan menjadi lebih sensitif dari sebelumnya. Perlu diketahui bahwa rasa sakit setiap hari, yang berlangsung selama lebih dari 12 minggu dianggap kronis. Ini keadaan yang tidak normal pada seseorang. Ketika mengalami hal ini, kita perlu segera pergi ke dokter untuk didiagnosa.   Jadi sahabat, tubuh kita adalah komunikator yang hebat, sering memberi tahu kita apa yang salah, jadi jika kita mengalami 6 gejala di atas, jangan ada kata menunda atau berlambat-lambat di kamus kita, segera ambil tindakan medis di rumah sakit terdekat atau kunjungi dokter terdekat.   Sumber : blogs.webmd.com
 16 Jun 2018    11:00 WIB
Waspadai Penyakit Yang Muncul Setelah Lebaran
Lebaran merupakan hari kemenangan, setelah umat muslim selama satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa. Saat-saat yang menyenangkan bertemu dengan sanak saudara dan saat Anda disuguhkan makanan  khas lebaran yang sangat nikmat. Anda harus waspada pada keadaan seperti ini.  Saat Anda berpuasa terjadi perubahan metabolisme dalam tubuh Anda, namun saat berlebaran dan Anda mengkonsumsi makanan terlalu banyak. Hal ini akan membuat "kaget" tubuh Anda, sehingga terjadi perubahan metabolisme yang secara tiba-tiba. Hal ini dapat menimbulkan beberapa penyakit.  Penyakit apa sajakah yang dapat timbul?   Maag Makanan yang sering disajikan biasanya adalah makanan yang pedas dan bersantan. Apabila Anda mengkonsumsi secara berlebihan dan terburu-buru, hal ini bisa menyebabkan maag Anda kambuh.   Diare Makanan tersebut biasanya terdari berbagai macam  bumbu yang dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan seperti diare   Radang tenggorokan Makanan yang terdiri dari berbagai macam bumbu yang kuat dapat memicu terjadinya radang tenggorokan   Kenaikan kadar gula darah, kolesterol dan asam urat Saat Anda makan secara berlebihan ini akan menyebabkan lonjakan kadar gula darah, kolesterol, asam urat dalam tubuh yang akan meningkatkan terjadinya penyakit kencing manis, kolesterol, asam urat meningkat.   Kecapean dan kelelahan Hal ini juga dapat terjadi, karena aktivitas yang terlalu banyak selain berkunjung ke rumah saudara dan mungkin melakukan perjalanan mudik    
 14 Mar 2018    08:00 WIB
10 Penyakit yang Menimbulkan Rasa Nyeri Paling Hebat
Anda mungkin mengira bahwa melahirkan merupakan penyebab nyeri yang paling menyakitkan. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ternyata ada beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat menimbulkan rasa nyeri yang lebih hebat daripada melahirkan? Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja gangguan kesehatan tersebut, mulai dari yang rasa nyerinya paling ringan hingga ke yang paling berat.   Nyeri Paska Operasi Apapun tujuan operasi Anda, resiko terjadinya kerusakan saraf tetaplah ada. Bila hal ini terjadi, maka Anda dapat mengalami nyeri konstan.   Batu Ginjal Walaupun berukuran sangat kecil, akan tetapi batu ginjal dapat membuat area pinggang, perut bawah, dan kemaluan terasa sangat sakit. Biasanya setelah batu ginjal berhasil keluar, maka rasa nyeri pun akan menghilang dengan sendirinya.   Nyeri Pinggang Kronik Seperti halnya katarak, semua orang pasti akan mengalami nyeri pinggang pada suatu saat dalam kehidupan. Sebagian besar penderita biasanya akan mengalami kesembuhan total, namun sebagian kecilnya akan mengalami nyeri pinggang kronik yang dapat sangat mengganggu kehidupannya sehari-hari. Seberapa parah nyeri pinggang yang terjadi tergantung pada seberapa parah cedera yang terjadi. Terapi fisik untuk menguatkan otot perut merupakan pengobatan paling efektif untuk mengatasi nyeri pinggang.   Neuropati Perifer Neuropati perifer merupakan gangguan kesehatan yang biasanya disebabkan oleh diabetes. Neuropati perifer terjadi akibat kerusakan pada ujung-ujung saraf pada jari kaki, jari tangan, dan tangan. Penderita mungkin akan merasakan nyeri seperti tertusuk-tusuk. Obat anti kejang dapat membantu meredakan peradangan pada saraf yang rusak, akan tetapi penderita juga harus berolahraga secara teratur untuk memperbaiki sirkulasi darah.   Nyeri Akibat Kanker Baik karena kanker itu sendiri atau efek samping kemoterapi, rasa nyeri akibat kanker stadium lanjut sangatlah berat. Beberapa jenis kanker yang menimbulkan nyeri yang paling menyiksa adalah kanker pankreas, kanker otak,  dan sarkoma.   Neuralgia Paska Herpes Herpes zoster sebenarnya disebabkan oleh virus yang menyebabkan terjadinya cacar air. Saat daya tahan tubuh penderita menurun, maka virus yang sebelumnya dorman (tidak aktif) pada otak dan saraf tulang belakang akan kembali aktif. Penderita biasanya akan merasa sangat nyeri pada daerah tubuh yang terkena dan nyeri akan menghilang dengan sendirinya setelah penyakit membaik. Namun, pada beberapa kasus, rasa nyeri tetap ada.   Baca juga: Berbagai Penyakit yang Tidak Menunjukkan Gejala   Neuralgia Trigeminal Infeksi, tumor, dan gangguan kesehatan lain dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada saraf trigeminal, yang berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari wajah ke otak. Penderita biasanya merasa wajahnya sangat panas dan sakit seolah-olah wajahnya sedang terbakar. Rasa nyeri biasanya sangat menyiksa dan pada beberapa kasus, rasa nyeri ini dapat terjadi setiap beberapa menit sekali dan paling sering mengenai wajah sebelah kanan. Untuk mengatasinya, biasanya diberikan obat anti kejang.   Sistitis Interstitial Sistitis interstitial atau peradangan kandung kemih biasanya terjadi akibat infeksi. Penderita biasanya mengalami nyeri perut bawah dan nyeri saat BAK. Penderita biasanya juga menjadi lebih sering BAK. Pada kasus ekstrim, penderita dapat BAK sebanyak 60x sehari. Terapi fisik, stimulasi saraf, dan obat-obatan anti radang dapat membantu mengatasi gejala.   Sindrom Nyeri Kompleks Regional Sindrom nyeri kompleks regional ini biasanya terjadi pada salah satu anggota gerak paska cedera, misalnya pergelangan kaki terkilir atau patah tulang lengan. Rasa nyeri dan pembengkakan biasanya bermula pada suatu area kecil, yang kemudian akan menjalar ke seluruh anggota gerak. Hingga saat ini para ahli masih tidak dapat memastikan apa sebenarnya penyebab sindrom ini dan mengapa wanita lebih sering mengalaminya daripada pria. Kombinasi antara terapi rehabilitasi, obat-obatan, dan stimulasi saraf dapat membantu mengurangi nyeri.   Nyeri Kepala Cluster Nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara mendadak, di mana nyeri cukup tajam dan biasanya terjadi pada sekitar salah satu mata atau salah satu sisi kepala. Satu serangan (episode) nyeri kepala cluster dapat berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan. Hingga saat ini para ahli juga masih belum mengetahui apa sebenarnya penyebab terjadinya nyeri kepala yang sangat menyiksa ini. Steroid, penghambat kanal kalsium, dan obat anti kejang dapat membantu mengurangi nyeri. Nyeri kepala ini lebih sering mengenai pria daripada wanita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: prevention