Your browser does not support JavaScript!
 14 Jun 2014    13:00 WIB
Memerangi Kegemukan Dengan Makanan Yang Mengandung Leptin
Banyak makanan yang diketahui dapat membantu menurunkan berat badan,  misalnya saja makan makanan yang meningkatkan suhu tubuh dapat meningkatkan laju metabolisme tubuh. Itulah kenapa lebih banyak mengonsumsi makanan tersebut bisa mempercepat penurunan berat badan. Hari ini kita akan melihat bagaimana cara hormon leptin bekerja untuk memerangi kelebihan berat badan dan obesitas. Jadi bagaimana cara meningkatkan kadar leptin didalam tubuh kita dan jenis makanan apa saja yang menjadi sumber leptin? Leptin dan penurunan berat badan: Kadar hormon leptin yang berlebihan di tubuh akan menginformasikan otak adanya kekurangan energi di sel. Inilah yang membuat pembakaran energi dilakukan lebih banyak. Ketika kadar leptin di atas normal, maka otak akan merasa tubuh kekurangan energi, sehingga memerintahkan tubuh untuk membakar energi lebih banyak, yang artinya Anda dapat membakar energi pada jumlah yang normal, makan dalam jumlah yang normal, tetap melakukan olahraga dengan kondisi biasa dan tubuh Anda akan menyimpan kalori dama jumlah yang lebih sedikit karena kalori yang masuk telah dibakar dahulu sebelum disimpan. Leptin dan obesitas:  Pada orang yang obsitas ada sinyal yang terganggu yang dikirimkan oleh otak jika Anda sudah kenyang. Oleh karena tubuh belum menerima sinyal kenyang maka tubuh akan terus mencari makanan untuk meningkatkan hormon leptin sampai maksimal. Tubuh masih berpikir bahwa mereka masih lapar dan membutuhkan asupan energi lain. Hal inilah yang menyebabkan otak meningkatkan napsu makan dan mengeluarkan endorfin yang lebih banyak sebagai hadiah setelah makan makanan berlemak dan tinggi gula. Makanan yang kaya akan leptin: Supaya kadar leptin dalam tubuh terpenuhi, konsumsilah jenis makanan yang kaya leptin, seperti: makanan tinggi protein Makanan kaya serat Sayur-sayuran berdaun hijau dan merah Buah-buahan kaya antioksidan   Sumber: healthmeup
 31 May 2014    12:30 WIB
Apakah Permen Karet Dapat Memicu Penurunan Berat Badan?
Permen karet sering dihubungkan dengan kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan gigi dan gusi. Tetapi ternyata permen karet juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan dari permen karet. Penurunan berat badan Jika Anda sudah mencoba untuk menurunkan berat badan tetapi Anda tidak mampu menahan keinginan mengunyah makanan maka permen karet dapat menjadi penyelamat Anda. Pilihlah permen karet yang memiliki kandungan kalori yang rendah, sehingga dapat menjadi kudapan yang sangat ideal. Mengunyah permen karet dapat memenuhi keinginan Anda untuk mengunyah makanan dan juga tidak akan merusak nafsu makan Anda. Pencernaan  Mengunyah permen karet juga dapat meningkatkan kinerja dari pencernaan dengan mengurangi pembentukan asam di perut. Tetapi ingat untuk mengunyah permen karet setelah Anda selesai makan siang. Permen karet bekerja dengan meningkatkan air liur yang secara otomatis akan menurunkan pembentukan asam di perut. Kesehatan mental Mengunyah permen karet ternyata bisa meningkatkan daya ingat dan telah terbukti secara ilmiah. Kebiasaan mengunyah permen karet dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan suplai oksigen ke otak. Meredakan stress Menenangkan diri dengan mengunyah permen karet dipercaya dapat mengurangi stress dan emosi negatif lainnya seperti tekanan, frustasi dan mudah marah. Kebersihan gigi dan mulut Yang terakhir, mengunyah permen karet dalam jumlah sedang akan dapat mempertahankan kesehatan gigi dan mulut.  Mengunyah permen karet akan mencegah munculnya bau mulut, infeksi dan meningkatkan produksi dari air liur. Air liur memiliki kandungan antibakteri yang dapat membuang bakteri didalam mulut.   Sumber: healthmeup
 14 Apr 2014    14:00 WIB
Penyebab dan Gejala Diabetes Tipe 1
Apa Itu Diabetes Tipe 1?Diabetes tipe 1 biasanya dimulai sejak masa kanak-kanak, akan tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa (usia 30-40 tahun). Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat membuat insulin yang berfungsi untuk membantu sel-sel tubuh mengubah gula menjadi energi sehingga terjadi penumpukkan gula di dalam darah yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang dapat membahayakan jiwa penderitanya. Penderita diabetes tipe 1 harus menggunakan suatu jenis insulin seumur hidupnya.PenyebabPara ahli masih tidak mengetahui mengapa sistem kekebalan tubuh seseorang menyerang sel-sel penghasil insulinnya. Para ahli menduga adanya kelainan genetika dan berbagai faktor lingkungan seperti infeksi virus atau berbagai hal yang berhubungan dengan makanan atau kehamilan mungkin ikut berperan dalam meningkatkan resiko terjadinya diabetes tipe 1. Siapa yang Beresiko?Walaupun diabetes tipe 1 dapat mengenai semua umur, akan tetapi sekitar dua pertiga kasus mengenai orang berusia kurang dari 19 tahun, yaitu pada awal masa kanak-kanak dan saat memasuki usia pubertas. Diabetes tipe 1 dapat mengenai pria dan wanita, dan lebih sering terjadi pada rasa Kaukasia.Beda Diabetes Tipe 1 dan 2Pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas (sel beta) yang berfungsi untuk menghasilkan insulin. Sementara itu, pada diabetes tipe 2, sel-sel pankreas ini tidak diserang oleh sistem kekebalan tubuh dan tetap dapat memproduksi insulin secara normal, akan tetapi, karena berbagai alasan, penderita diabetes tipe 2 tidak dapat menggunakan insulin yang ada dengan efektif. Penderita diabetes tipe 1 memiliki gejala yang sama dengan penderita diabetes tipe 2, akan tetapi gejala biasanya terjadi lebih awal atau lebih cepat pada penderita diabetes tipe 2.Tanda Awal Terjadinya Diabetes Tipe 1Diabetes tipe 1 memiliki gejala yang sama dengan diabetes tipe 2. Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba. Beberapa gejala diabetes tipe 1 adalah:•  Sering buang air kecil (polyuria)•  Mengkonsumsi air putih lebih banyak karena rasa haus yang berlebihan (polidipsi)•  Merasa sangat lapar (polifagia)•  Mulut terasa kering•  Bau mulut seperti wangi buah•  Merasa sangat lelah•  Penurunan berat badan Penurunan Berat BadanKarena penderita tidak dapat menggunakan gula di dalam darah (sehingga kadar gula darah tetap tinggi), maka tubuh akan memetabolisme lemak untuk memperoleh energi, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan tanpa usaha apapun, penderita bahkan biasanya mengalami peningkatan nafsu makan. Karena terjadi gangguan metabolisme glukosa (gula), maka penderita biasanya akan merasa tidak bertenaga dan mengantuk untuk waktu yang lama. Gangguan KulitGangguan metabolisme glukosa pada penderita diabetes tipe 1 dapat menyebabkan berbagai gangguan lainnya seperti peningkatan resiko terjadinya infeksi bakteri, infeksi jamur, dan berbagai gangguan kulit yang membuat kulit terasa gatal dan kering. Selain itu, gangguan sirkulasi darah pada kulit pun sering terjadi. Wanita penderita diabetes tipe 1 beresiko untuk mengalami infeksi jamur pada vagina. Sementara itu, bayi yang menderita diabetes tipe 1 dapat mengalami diaper rash (bercak kemerahan pada kulit bayi pada daerah yang tertutupi oleh popok atau pampers) berat karena infeksi jamur pada kulit. Diaper rash ini dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti perut dan kaki. Berbagai Gejala LainnyaPenderita diabetes tipe 1 yang tidak memperoleh pengobatan dapat mengalami berbagai gejala yang lebih berat seperti penglihatan kabur, mati rasa atau kesemutan pada anggota gerak (terutama kaki), penurunan kesadaran, dan koma diabetikum. Selain itu, penderita juga dapat mengalami hipoglikemia, yaitu suatu keadaan di mana kadar gula darah penderita sangat rendah, yang terjadi secara tiba-tiba.Sumber: medicinenet
 10 Apr 2014    16:00 WIB
Tips Untuk Menurunkan Kadar Trigliserida
Cara utama untuk mengatasi kadar trigliserida yang tinggi adalah dengan mengkonsumsi diet sehat dan berolahraga secara teratur. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat membantu menjaga kadar trigliserida anda. 1.  Berolahraga Secara TeraturJika anda memiliki kondisi kesehatan yang cukup baik, maka salah satu cara terbaik untuk menurunkan kadar trigliserida adalah dengan berolahraga secara teratur. Pilihlah olahraga yang membuat jantung anda berdetak lebih cepat.Berolahragalah selama setidaknya 30 menit setiap harinya atau 5 hari seminggu. Anda tidak perlu bergabung ke tempat fitness untuk berolahraga. Berjalan cepat setiap harinya merupakan salah satu jenis olahraga.2.  Kurangi Konsumsi Lemak Kurangilah konsumsi lemak jenuh, lemak trans, dan koelsterol di dalam menu makanan anda untuk menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol di dalam tubuh anda. Lemak jenuh ini biasanya ditemukan dalam berbagai produk hewani, seperti daging dan produk olahan susu.Kurangi konsumsi lemak total dalam menu makanan anda. Batasi konsumsi lemak anda hingga hanya mencakup sekitar 30% dari total kalori yang anda konsumsi. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir dan sirup. Batasi juga konsumsi berbagai makanan yang dipanggang yang dibuat dari tepung dan gula. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks seperti gandum, beras coklat, dan sayuran.Konsumsilah 25-30 gram serat setiap harinya. Serat ini dapat diperoleh melalui buah-buahan, sayuran, dan gandum.3.  Turunkan Berat BadanPenurunan berat badan sebesar 5-10% dapat menurunkan kadar trigliserida anda. Turunkan berat badan anda jika anda memiliki berat badan berlebih. Mintalah dokter anda untuk mengukur indeks massa tubuh anda. Orang dengan berat badan sehat biasanya memiliki kadar trigliserida yang normal.Lemak yang terdapat pada bagian perut merupakan lemak yang berhubungan dengan peningkatan kadar trigliserida. 4.  Hindari Konsumsi Minuman BeralkoholMengkonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol lebih dari 1 gelas (wanita) atau 2 gelas (pria) setiap harinya dapat meningkatkan kadar trigliserida anda. Tanyakanlah pada dokter anda mengenai berapa banyak minuman beralkohol yang boleh anda konsumsi.5.  Tingkatkan Konsumsi Omega 3Konsumsilah berbagai jenis makanan sumber asam lemak omega 3 yang dapat membantu menurunkan kadar trigliserida. Berbagai jenis makanan tersebut adalah ikan salmon, tuna, mackerel, dan sardin. 6.  Penggunaan Obat-obatanPada beberapa orang yang memiliki kadar trigliserida yang tinggi, penggunaan obat-obatan mungkin diperlukan, terutama bila perubahan pola makan dan kebiasaan olahraga tidak dapat menurunkan kadar trigliserida anda. Beberapa obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar trigliserida adalah obat golongan fibrat, asam nikotinat (niasin/vitamin B3), omega 3 dosis tinggi (harus berada di bawah pengawasan dokter).Obat golongan fibrat dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dan memperbaiki kadar kolesterol LDL dan HDL.Vitamin B3 dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL serta trigliserida saat dikonsumsi dalam dosis tinggi (lebih tinggi dari kebutuhan harian), tetapi harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Mengendalikan tekanan darah tinggi dan menghentikan kebiasaan merokok dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Sumber: urmc.rochester, webmd