Your browser does not support JavaScript!
 28 Apr 2020    16:00 WIB
5 Makanan Yang Sebaiknya Anda Buat Sendiri Daripada Beli
Makanan yang Anda beli mungkin lebih mudah untuk disajikan, namun biasanya makanan tersebut mengandung banyak bahan pengawet. Ada beberapa makanan yang sebaiknya Anda buat sendiri dibanding Anda beli untuk mendapatkan manfaat dari makanan tersebut: Oatmeal Untuk Anda yang sering mengkonsumsi oatmeal. Sebaiknya Anda membuat oatmeal Anda sendiri dibandingkan dengan makan oatmeal kemasan yang sudah jadi biasanya banyak mengandung gula dan bahan pengawet. Dengan membuat oatmeal sendiri Anda dapat menambahkan bahan yang Anda suka seperti susu tanpa lemak atau buah-buahan segar sesuai selera. Salad dressing Ada banyak salad dressing yang dijual di supermarket namun biasanya mengandung banyak bahan pengawet. Anda juga dapat membuatnya sendiri dan rasanya juga enak. Gunakan minyak zaitun ditambah dengan cuka, bawang merah yang dipotong dadu, mustard jangan lupa garam dan merica. Kocok, taruh di jar dan simpan dikulkas. Namun karena tidak mengandung pengawet maka tidak dapat bertahan lama.  Sup Saat Anda membuat sup di rumah berarti Anda tahu persis bahan-bahan apa sajakah yang dimasukkan kedalam sup tersebut. Sehingga Anda dapat memasukkan bahan yang Anda suka sesuai dengan selera Anda dan tidak menggunakan bahan pengawet pastinya.  Kentang goreng Untuk Anda yang ingin melakukan "pesta kentang". Anda bisa mengganti konsumsi kentang kemasan yang di beli di supermarket dengan kentang yang Anda buat sendiri. Anda dapat gunakan kentang yang mempunyai kualitas yang baik.  Guacamole  Mungkin Anda belum terlalu akrab dengan makanan yang satu ini. Guacamole adalah salah satu makanan dari meksiko. Anda dapat membuatnya sendiri dan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Kombinasikan alpukat dengan jeruk nipis atau lemon dan bumbui dengan garam dan merica.      Sumber: learnist 
 30 May 2018    18:00 WIB
Apakah Makanan Kaleng Lebih Baik Daripada Makanan Segar?
Selama berpuluh-puluh tahun para ahli gizi telah menganjutkan para pasiennya untuk mengkonsumsi makanan sehat yang terdiri dari banyak buah dan sayuran segar untuk meningkatkan keadaan kesehatannya.   Akan tetapi, secara mengejutkan para ahli gizi ini menemukan bahwa makanan kaleng ternyata juga memiliki cukup banyak nutrisi seperti halnya buah dan sayuran segar, bahkan beberapa jenis makanan segar dapat menjadi lebih bermanfaat bagi kesehatan manusia akibat proses pengalengan tersebut.   Berbagai penelitian menemukan bahwa buah dan sayuran segar mengandung paling banyak nutrisi segera setelah dipanen. Akan tetapi, banyak buah dan sayuran di supermarket dijual beberapa hari atau minggu setelah waktu panennya dan mungkin tidak mengandung nutrisi sebanyak saat makanan tersebut baru saja dipanen.   Akan tetapi, makanan kaleng dan makanan beku dikemas segera setelah mereka dipanen, sehingga vitamin, berbagai nutrien, dan berbagai komponen penting lainnya masih tersimpan di dalamnya. Selain itu, makanan kaleng juga memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan makanan segar. Pada beberapa keadaan, makanan kaleng juga mengandung lebih banyak vitamin dan nutrisi penting dibandingkan dengan makanan segar.   Beberapa jenis buah dan sayuran sebenarnya menjadi lebih baik saat mereka dipanaskan. Hal ini tentunya tergantung pada jenis buah dan sayuran yang diolah menjadi makanan kaleng tersebut.   Contohnya adalah tomat kalengan mengandung lebih banyak likopene (antioksidan pelawan sel kanker) dibandingkan dengan tomat segar. Jagung kalengan juga mengandung lebih banyak lutein. Selain itu, wortel kalengan juga mengandung lebih banyak beta karoten.   Berbagai penelitian juga telah menemukan bahwa banyak buah dan sayuran kalengan yang mengandung lebih banyak (atau sama banyak) nutrisi, antioksidan pelawan penyakit, dan berbagai jenis zat nutrisi lainnya dibandingkan dengan buah dan sayuran segar.     Sumber: newsmaxhealth
 24 Mar 2018    12:30 WIB
Dampak Buruk Berbagai Zat yang Ditambahkan Pada Makanan Bagi Kesehatan
Beberapa bahan kimia dan komponen lainnya yang ditambahkan pada berbagai makanan siap saji dapat membuat makanan tersebut tampak lebih menarik, baik dari warna, rasa, maupun teksturnya.  Beberapa jenis zat tersebut juga dapat menghambat pertumbuhan kuman, seperti bakteri dan jamur, yang dapat membuat makanan tersebut lebih tahan lama dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Akan tetapi, berbagai jenis zat tersebut juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari memicu terjadinya reaksi alergi dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Jenis-jenis Pengawet MakananPengawet makanan dapat dibagi menjadi beberapa kategori tergantung pada fungsinya secara keseluruhan. Beberapa jenis yang sering digunakan adalah pengawet, pemanis buatan, pewarna makanan, penguat rasa, pengemulsi, penstabil, pengatur keasaman, ragi, zat anti lengket, dan humektan (yang berfungsi untuk membantu menjaga kelembaban). Berbagai zat-zat ini biasanya disebutkan dalam label makanan, akan tetapi tanpa menyebutkan manfaat atau fungsi zat-zat tersebut. Reaksi AlergiAnda dapat mengalami reaksi alergi bila sistem kekebalan tubuh anda menganggap berbagai zat tersebut sebagai zat patogen atau penyebab penyakit. Berdasarkan sebuah penelitian di Turki pada tahun 2012, reaksi alergi karena zat-zat di dalam makanan ini dapat berkembang, terutama setelah anda berusia lebih dari 20 tahun. Beberapa reaksi alergi yang terjadi akibat zat-zat ini biasanya merupakan gejala ringan seperti iritasi kulit, gangguan pencernaan, dan beberapa gangguan pernapasan. Sebuah penelitian lainnya di tahun 2009 menemukan bahwa reaksi alergi terhadap zat yang ditambahkan ke dalam makanan ini tampak lebih sering terjadi (7% lebih sering) pada orang yang memiliki kulit sensitif atau menderita eksim. Beberapa bahan yang dapat memicu terjadinya reaksi alergi atau asma adalah monosodium glutamate (MSG), sulfit, perwarna makanan, dan pemanis buatan. Meningkatkan Resiko Terjadinya ADHDBeberapa penelitian di tahun 1994 telah berhasil menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara ADHD dan jumlah zat pengawet dan pewarna buatan yang dikonsumsi oleh seseorang. Akan tetapi, penelitian lainnya justru tidak menemukan bukti kuat yang mengatakan bahwa pengawet makanan dapat menyebabkan terjadinya ADHD. Beberapa pewarna makanan dan pengawet makanan dapat meningkatkan perilaku hiperaktif pada beberapa anak. Beberapa zat kimia yang dapat menyebabkan perilaku hiperaktif adalah sodium benzoate dan pewarna makanan (merah dan kuning). Meningkatkan Resiko Terjadinya KankerTerdapat beberapa jenis zat yang terdapat di dalam makanan seperti aspartame, saccharin, nitrit, dan benzoate yang mungkin memiliki hubungan dengan terjadinya kanker (berdasarkan sebuah penelitian pada hewan) karena zat-zat tersebut menghasilkan zat-zat karsinogenik saat dimetabolisme oleh tubuh.   Sumber: healthyeating.sfgate
 02 Aug 2016    18:00 WIB
Bagaimana Cara Menghindari Konsumsi Pemanis Buatan?
Anda mungkin pernah mendengar mengenai aspartam. Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak terdapat dalam makanan dan minuman kemasan. Konsumsi aspartam tidak baik untuk seseorang yang mempunyai alergi terhadap fenilalanin. Meski Anda tidak memiliki alergi terhadap fenilalanin. Sebaiknya Anda juga menghindari konsumsi aspartam secara berlebihan karena tidak baik untuk kesehatan.    •    Baca label makanan    •    Lewatkan bagian "nutrisi makanan" karena produk yang mengandung aspartam tidak tertulis disini.     •    Coba temukan kata-kata "mengandung fenilalanin". Apabila ada berarti produk tersebut mengandung aspartam    •    Hindari minum minuman bersodaHampir semua minuman bersoda mengandung aspartam.    •    Hindari makanan lain yang mengandung aspartam    •    Anda dapat mengganti minuman bersoda dengan minum lemon atau minum air kelapa asli    •    Kurangi mengunyah permen karet yang mengandung aspartam    •    Seduh teh Anda sendiri, jangan tambahkan pemanis buatan. Kurangi minuman botol dan kemasan lainnya, biasanya minuman tersebut juga mengandung aspartam.    •    Membeli makanan organikMakanan ini bebas dari aspartam, bahan yang bersifat karsinogen (membuat kanker), pengawet dan pestisida.    •    Mencari tahu melalui internet.Dengan cara ini dapat mengetahui apakah makanan yang Anda cari mengandung aspartam atau tidakSumber: wikihowTags: aspartam, pemanis buatan, pengawet