Your browser does not support JavaScript!
 06 Dec 2019    08:00 WIB
Serba-Serbi Seputar Operasi Mata, Vitrektomi
Vitrektomi merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat cairan mata, vitreus, yang ada di mata bagian tengah. Operasi ini biasanya dilakukan untuk mengatasi lepasnya retina dari dinding belakang mata (ablasio retina). Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan cairan vitreus sehingga dokter spesialis mata dapat melihat bagian belakang mata dengan lebih jelas. Selain itu, vitrektomi juga dilakukan untuk membuang darah di dalam cairan vitreus (vitreus hemoragik) yang tidak dapat diserap sendiri oleh tubuh. Saat vitrektomi, dokter akan memasukkan suatu instrumen kecil ke dalam mata, memotong lapisan mata, dan mengeluarkan cairan vitreus. Setelah cairan vitreus dikeluarkan, dokter akan mengobati kerusakan retina dengan laser (fotokoagulasi), memotong atau mengangkat jaringan parut di dalam retina, mengembalikan retina yang telah lepas, atau memperbaiki robekan atau lubang yang ada di dalam retina atau makula. Untuk mengatasi ablasio retina, pada akhir operasi, dokter biasanya akan menyuntikkan minyak silikon atau gelembung udara ke dalam mata untuk menekan retina ke dinding belakang mata. Karena minyak silikon ini tidak dapat diserap oleh tubuh, maka diperlukan tindakan operasi kedua untuk mengeluarkannya setelah retina yang lepas telah kembali ke tempatnya semula. Perlu diingat bahwa vitrektomi hanya dapat dilakukan oleh seorang dokter spesialis mata yang memang khusus menangani berbagai masalah pada retina.   Kapan Vitrektomi Perlu Dilakukan? Vitrektomi biasanya dilakukan untuk: Memperbaiki atau mencegah terjadinya ablasio retina, terutama bila telah mengancam makula Memperbaiki robekan yang sangat besar di dalam retina Mengurangi penurunan ketajaman penglihatan yang disebabkan oleh perdarahan di dalam cairan vitreus, terutama bila perdarahan yang terjadi cukup berat atau bila darah tidak menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan Mengobati retinopati proliferatif berat yang menyebabkan terbentuknya jaringan ikat parah atau bila pertumbuhan pembuluh darah baru pada permukaan retina (neovaskularisasi) terus berlanjut walaupun telah dilakukan terapi laser berulang kali Dokter biasanya akan lebih memilih untuk menggunakan minyak silikon karena minyak silikon tidak terlalu sering bergerak di dalam mata seperti halnya gelembung gas. Penggunaan minyak silikon akan mempermudah proses penyembuhan paska operasi terutama pada orang lanjut usia, anak-anak kecil, dan siapa pun yang sulit mempertahankan posisi kepala atau matanya dalam posisi tertentu. Vitrektomi telah terbukti dapat memperbaiki ketajaman penglihatan pada banyak orang yang menderita vitreus hemoragik berat. Selain itu, secara keseluruhan tindakan pembedahan juga dapat mengembalikan sebagian fungsi penglihatan yang hilang akibat ablasio retina dan mungkin dapat mencegah terjadinya ablasio retina berikutnya. Vitrektomi biasanya memberikan hasil yang memuaskan, terutama bila ablasio tidak mengenai pusat retina (makula).   Apa Resiko Vitrektomi? Vitrektomi dapat meningkatkan tekanan di dalam mata, terutama pada orang yang menderita glaukoma. Selain itu, terdapat beberapa hal lain yang juga dapat terjadi akibat tindakan vitrektomi, seperti: Perdarahan di dalam cairan vitreus Ablasio retina Edema kornea, penumpukkan cairan di kornea Infeksi di dalam mata (endoftalmitis) Katarak       Hal Apa yang Mungkin Terjadi Paska Operasi Setelah vitrektomi, Anda mungkin harus dirawat inap selama 1 hari di rumah sakit, akan tetapi pada beberapa kasus Anda mungkin diperbolehkan rawat jalan. Tindakan operasi sendiri biasanya berlangsung selama 2-3 jam. Dokter mata Anda biasanya akan menentukan apakah tindakan pembedahan dapat dilakukan dengan anestesi lokal (bius lokal) atau anestesi umum (bius umum). Dokter biasanya akan meminta Anda untuk tidur dengan posisi tertentu selama beberapa waktu. Hal ini bertujuan agar gelembung udara atau minyak silikon dapat menekan bagian retina yang terlepas dengan tepat. Segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami beberapa komplikasi di bawah ini, yaitu: Ketajaman penglihatan menurun Rasa nyeri meningkat Mata tampak semakin merah Sekeliling mata tampak bengkak Keluar cairan abnormal dari dalam mata Kembali melihat floater (benda melayang), kilatan cahaya, atau perubahan lapang pandang   Apa yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Operasi? Salah satu tujuan utama dari vitrektomi adalah untuk menyingkirkan darah dari dalam mata bagian tengah (vitreus hemoragik). Akan tetapi, saat vitreus hemoragik terjadi, beberapa orang dokter mata mungkin akan menganjurkan Anda untuk menunggul selama beberapa bulan atau bahkan 1 tahun untuk melihat apakah darah di dalam cairan vitreus dapat menghilang dengan sendirinya atau tidak sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi yang memiliki resiko. Akan tetapi, bila perdarahan ini menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan yang berat atau mengganggu pengobatan retinopati berat, maka tindakan operasi biasanya dilakukan lebih cepat. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa efek jangka panjangnya akan lebih baik bila tindakan vitrektomi dilakukan sedini mungkin (pada kasus ini). Untuk mengatasi ablasio retina, sebenarnya terdapat beberapa pilihan operasi lainnya selain vitrektomi; tergantung dari penyebab, lokasi, dan tipe ablasio retina yang terjadi. Selain itu, adanya gangguan mata lainnya juga turut menentukan apakah tindakan vitrektomi memang merupakan pilihan terapi yang paling tepat. Anda mungkin membutuhkan lebih dari 1 kali operasi untuk mengembalikan retina ke tempatnya semula bila jaringan parut dari tindakan operasi sebelumnya tumbuh pada permukaan retina Anda.  Baca juga: Fakta Menarik Seputar "Benda Melayang" Pada Lapang Pandang Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 10 Sep 2017    15:00 WIB
Pemeriksaan Mata Menggunakan Smartphone
Saat ini memang sudah tersedia mesin yang digunakan para dokter ahli mata untuk memeriksa bagian luar dan dalam mata. Permasalahannya adalah alat tersebut sangat besar, berat dan mahal sehingga sulit untuk negara-negara ketiga untuk membelinya. Para peneliti di Stanford University telah menciptakan alat menggunakan tehnologi iphone, sehingga semua orang dan dimana saja dapat menggunakannya. Alat ini dinamakan EyeGo. Diciptakan oleh seorang asisten rofesor Dr. Robert Chang dan seorang residen Dr. David Myung, prototipe dari EyeGo sebenarnya berasal dari barang-barang yang bisa dengan mudah diperoleh dari internet, sehingga terciptalah alat dengan harga yang murah. Tetapi saat EyeGo sudah sempurna, EyeGo dapat melakukan scan pada mata dan dapat dicetak denga print 3D dengan mudah. EyeGo didesain agar bisa ditempelkan pada bagian belakan smartphone , menggunakan 2 jenis adaptor yang memungkinkan camera menangkap foto close-up dari bagian luar mata, juga menangkap bagian dalam retina mata melalui sinar yang terpantul dari bola mata. Diharapkan alat ini dapat dijual dengan harga kurang dari $90, dan karena ukurannya yang kecil sehingga mudah untuk masuk ke tas dokter, diletakkan di ambulans atau ruang IGD. Yang diperlukan hanya sebuah smartphone dan orang yang berpengalaman dalam menganalisis gambar yang diambil. Tetapi dengan adanya koneksi selular yang sudah sangat baik saat ini, foto yang dihasilkan dapat dikirim ke dokter di seluruh dunia jika tidak ada dokter yang mampu mendiagnosa si pasien pada posisi tersebut. Kesimpulannya, alat ini tetap bergantung pada kecanggihan smartphone dan juga lebih penting lagi pada kemampuan sang dokter untuk melakukan interpretasi. Baca juga: 7 Cara Menjaga Mata Tetap Sehat Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: gizmodo