Your browser does not support JavaScript!
 02 Sep 2015    09:00 WIB
Say No To Kanker Payudara Dengan Makanan ini!
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada seorang wanita, walaupun bukan berarti para pria tidak dapat mengalaminya. Seperti halnya wanita, seorang pria pun juga dapat mengalami kanker payudara, hanya saja resikonya jauh lebih kecil. Selain memiliki pola hidup yang sehat dan berolahraga secara teratur, ternyata mengkonsumsi beberapa jenis makanan tertentu juga dapat membantu mencegah terjadinya kanker payudara. Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   OATMEAL Selain dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), mengkonsumsi oatmeal ternyata juga dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya diabetes. Tidak hanya itu, menurut sebuah penelitian, mengkonsumsi oatmeal ternyata juga dapat membantu melindungi tubuh terhadap serangan kanker payudara.   LEMAK IKAN (OMEGA 3) Beberapa jenis ikan seperti tuna dan salmon mengandung asam lemak omega 3 yang telah diketahui dapat membantu menghambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, tuna dan salmon juga merupakan salah satu sumber alami vitamin D, yang juga telah terbukti dapat membantu menurunkan resiko terjadinya kanker payudara.   TEH HIJAU Menurut sebuah penelitian, seseorang yang mengkonsumsi 3-4 cangkir teh hijau setiap harinya memiliki resiko kanker payudara yang lebih rendah. Hal ini dikarenakan teh hijau mengandung banyak antioksidan yang memang telah terbukti dapat menurunkan resiko terjadinya kanker payudara dan kanker ovarium (kanker indung telur).   BUAH DAN SAYURAN Beberapa jenis buah dan sayuran diduga dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh karena mengandung banyak antioksidan alami. Beberapa jenis buah tersebut adalah strawberi, kiwi, jeruk, anggur merah, dan blueberi. Sedangkan beberapa jenis sayuran yang diduga dapat membantu mencegah pembentukan sel kanker di dalam tubuh adalah brokoli, kembang kol, dan kubis.   Baca Juga: 8 Hal yang Dapat Meningkatkan Resiko Terjadinya Kanker Payudara   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: allwomenstalk
 08 Aug 2015    20:00 WIB
Variasi Payudara Berdasarkan Usia
Payudara merupakan salah satu bagian dari tubuh yang menjadi kebanggaan tiap wanita.Mempunyai payudara yang indah akan berdampak positif secara psikologis terhadap pemiliknya. Payudara mempunyai peranan penting dalam aktifitas manusia, jika wanita tersebut adalah seorang ibu maka dari payudara itulah dia memberikan susu dan asupan protein kepada anaknya. Lain halnya lagi jika payudara yang dilihat dari sudut pandang pria. Karena payudara merupakan salah satu daya tarik yang mengagumkan dalam hal urusan seks. Tahukah anda bahwa perubahan payudaranya yang besar, kecil atau terlihat kendur akan terjadi berdasarkan usia perempuan. Saat masih produktif perempuan khawatir mengenai ukuran dan bentuk payudaranya, sedangkan setelah menopause lebih memikirkan mengenai risiko kanker payudara. Payudara sendiri tidak mengandung otot, melainkan terdiri dari jaringan ikat, jaringan lemak dan jaringan padat yang meliputi kelenjar penghasil susu disebut dengan lobulus dan saluran untuk mengalirkan susu. Ada beberapa panduan dalam menjaga payudara sehat berdasarkan usia seseorang, yaitu: Payudara saat usia 30-an Saat memasuki usia ini, hormon seperti estrogen akan membantu menjaga bentuk payudara agar tetap kuat. Tapi seiring waktu, payudara akan menjadi kurang berkelenjar dan berlemak serta tidak ada banyak cara untuk mencegah payudara kendur. Para ahli menyarankan untuk menggunakan bra olahraga selama jogging untuk mencegah pemantulan dan peregangan ligamen, serta menggunakan ukuran bra yang tepat. Masalah payudara yang muncul di usia ini adalah tumor jinak (bukan kanker), nyeri payudara (fibrocystic breast disease), kista dan gumpalan yang bukan kanker. Untuk mengurangi rasa nyeri di payudara, perempuan sebaiknya menghindari atau membatasi asupan kafein dari berbagai sumber makanan dan minuman. Sedangkan kabar tentang menyusui bisa membuat payudara mengendur hanyalah mitos belaka. Payudara saat usia 40-an Secara progresif pada usia 40-an tahun jaringan kelenjarnya lebih sedikit dibanding usia sebelumnya dan memiliki banyak lemak. Masalah yang paling umum pada usia ini adalah kista, meskipun bukan kanker tapi kondisi ini bisa menyakitkan. Selain itu perubahan seperti atypical ductal hyperplasia mulai terjadi di dekade ini, dan sel-sel abnormal pada saluran susu dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara. Satu dari 68 perempuan berusia 40-49 tahun memiliki kemungkinan terkena kanker payudara. Karenanya para ahli mulai menyarankan perempuan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan payudaranya baik melalui Sadari (periksa payudara sendiri) atau mammografi. Payudara saat usia 50-an Setelah menopause, payudara tidak hanya menjadi berlemak tapi juga menyusut karena tidak memerlukan kelenjar penghasil susu lagi. Selain itu pada usia ini kelenjar di payudara kehilangan pengaruh hormonalnya yang membuat payudara mengendur, kurang lembut serta kurang padat. Jika benjol yang hilang timbul saat menstruasi tidak berbahaya, maka benjolan yang muncul saat menopause perlu diwaspadai. Karena ada kemungkinan sebagai tanda kanker payudara. Umumnya dokter akan lebih mudah mendeteksi kanker payudara pada perempuan yang lebih tua, karena kepadatan payudara yang menurun dan tingginya jumlah lemak sehingga meningkatkan kepekaan mammogram. Untuk mencegahnya para ahli menyarankan perempuan untuk tetap menjaga berat badannya agar terkontrol dengan baik, karena kemungkinan kanker payudara setelah menopause lebih tinggi terjadi pada perempuan kelebihan berat badan dan obesitas. Serta rajin meemriksakan payudara setiap tahunnya.   Sumber : webmd
 26 Feb 2015    14:00 WIB
Cara Membuat Payudara Terlihat Lebih Besar
Semua wanita ingin memiliki bentuk tubuh yang ideal. Salah satu hal yang diinginkan wanita adalah menginginkan memiliki bentuk payudara yang lebih besar. Namun bagaimana untuk yang memiliki payudara kecil. Anda tidak perlu berkecil hati ataupun berpikiran untuk melakukan operasi. Seperti yang kita ketahui melakukan operasi memiliki beberapa faktor risiko. Lebih baik Anda menggunakan cara yang aman seperti dibawah ini! Berikut adalah cara bagaimana membuat payudara terlihat lebih besar: Jaga postur tubuh Anda Dengan menjaga postur tubuh Anda tetap tegak akan membuat payudara Anda akan terlihat lebih besar. Anda bisa menggunakan cermin dan berdiri menyamping. Pertahankan postur tubuh yang lurus mulai dari daun telinga Anda melalui bahu Anda, pinggul, lutut, ke tengah pergelangan kaki Anda. Dengan postur tubuh seperti ini Anda akan terlihat lebih ramping dan memiliki payudara yang lebih besar. Lakukan latihan untuk mempertahankan postur tubuh yang baik Usahakan untuk terus melakukan latihan untuk mempertahankan postur tubuh yang baik. Bila Anda terus menerus melakukan postur tubuh ini, maka hal ini akan membangun "memori otot" sehingga secara tidak sadar dan secara alami Anda akan menjaga postur tubuh yang benar tanpa kelelahan. Melakukan olahraga untuk membentuk otot dada bagian atas Anda bisa melakukan olahraga rutin seperti push-up. Minimal lakukan 15 x push-up dalam sehari. Fokus pada pinggang Anda Bila Anda melakukan olahraga yang membantu membentuk otot di sekitar pinggang dan tulang rusuk akan membuat payudara Anda terlihat lebih besar. Cobalah yoga dan pilates yang dapat membantu Anda membakar kalori sekaligus memperkuat otot inti Anda. Perhatikan bahwa kehilangan berat badan dapat membuat payudara Anda lebih kecil. Jadi, idealnya adalah membentuk pinggang Anda, bukan menurunkan berat badan. Sumber: wikihow
 14 Jan 2015    10:00 WIB
Bagaimana Payudara Anda Dapat Mempengaruhi Mood Anda?
Berdasarkan sebuah penelitian baru, para peneliti menemukan bahwa seorang wanita muda yang memiliki payudara yang asimetris (payudara yang satu berukuran lebih kecil dibandingkan dengan payudara lainnya) dapat mengalami dampak negatif dari hal tersebut yaitu pada kesehatan mental dan emosionalnya. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati peserta penelitian yang terdiri dari para perempuan yang berusia di antara 12-21 tahun. Pada awal penelitian, para peneliti telah meminta setiap peserta penelitian untuk diperiksa oleh seorang dokter bedah plastik. Dari pemeriksaan tersebut, para peneliti menemukan bahwa sekitar 59 orang peserta penelitian memiliki ukuran payudara yang asimetris (berbeda satu ukuran cup), 160 orang lainnya mengalami makromastia (pertumbuhan jaringan payudara yang berlebihan pada kedua payudara), dan 142 orang lainnya memiliki ukuran payudara normal. Para ahli mengatakan bahwa merupakan hal yang normal bagi seorang wanita untuk memiliki sedikit perbedaan pada ukuran, bentuk, dan posisi kedua payudaranya. Akan tetapi, perbedaan yang cukup besar dapat sangat mempengaruhi keadaan emosional wanita tersebut. Para peneliti kemudian melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana keadaan kesehatan para peserta penelitian, rasa percaya diri, dan bagaimana kebiasaan makan mereka. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang memiliki ukuran payudara asimetris dan makromastia memiliki nilai yang buruk dalam pemeriksaan fungsi emosional, kesehatan mental, rasa percaya diri, pola makan, serta perilaku. Selain itu, para peserta penelitian dengan ukuran payudara asimetris memiliki nilai yang sangat rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (peserta penelitian dengan ukuran payudara normal) dalam hal keadaan kesehatan secara menyeluruh, interaksi sosial, dan keadaan emosional. Para peneliti juga menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengalami makromastia memiliki nilai yang lebih buruk dibandingkan dengan peserta penelitian yang memiliki ukuran payudara asimetris dalam hal fungsi fisik, rasa nyeri, vitalitas, interaksi sosial, dan kesehatan mental. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka para peneliti pun menyimpulkan bahwa tidak samanya ukuran kedua payudara seorang wanita ternyata tidak hanya merupakan suatu masalah kosmetik tetapi juga mempengaruhi rasa percaya diri para wanita tersebut. Melakukan konseling dengan tenaga professional mungkin dapat membantu mengembalikan rasa percaya diri para wanita tersebut.     Sumber: womenshealthmag
 05 Jan 2015    14:00 WIB
Perubahan Payudara Seiring Dengan Semakin Bertambahnya Usia Seorang Wanita
Seperti halnya banyak wanita yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada vaginanya seiring dengan semakin bertambahnya usia, payudara pun akan mengalami berbagai perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita. Perubahan yang terjadi pada payudara dapat bervariasi mulai dari penampilan hingga bagaimana perabaannya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda mengetahui sejak dini berbagai perubahan pada payudara yang akan dialami oleh setiap wanita sehingga kelainan apapun yang terjadi pada payudara dapat dideteksi sedini mungkin.   Usia 20 Tahun Ukuran payudara Anda dapat berubah-ubah karena berbagai hal pada usia 20 tahunan ini. Ukuran payudara Anda akan berubah tergantung pada berat badan Anda. Jadi setiap kali Anda mengalami peningkatan atau penurunan berat badan, maka ukuran payudara Anda pun akan berubah. Selain itu, saat Anda hamil, maka payudara Anda pun akan membesar seiring dengan peningkatan berat badan dan persiapan untuk menyusui. Setelah fase menyusui selesai, maka payudara Anda pun akan kembali mengalami perubahan, yaitu menjadi lebih kecil atau lebih besar daripada sebelum Anda hamil. Kehamilan juga dapat membuat puting susu dan daerah di sekitarnya menjadi lebih gelap dan puting susu pun menjadi lebih besar. Puting susu akan kembali seperti sebelum melahirkan setelah proses persalinan selesai. Selain berbagai perubahan di atas, pada usia 20 tahunan, Anda mungkin dapat merasakan adanya suatu benjolan pada payudara Anda. Benjolan tersebut mungkin merupakan suatu jaringan fibrokistik, yang merupakan hal yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 20 tahunan. Benjolan ini merupakan benjolan jinak yang terdapat di salah satu atau kedua payudara. Akibat perubahan pada siklus menstrualnya, wanita pada usia 20 tahunan juga dapat mengalami pembengkakan payudara karena perubahan kadar hormonal seperti kadar hormon estrogen. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda khawatir akan benjolan yang terdapat di payudara Anda.   Usia 30 Tahun Setelah Anda memiliki beberapa orang anak, maka kulit payudara Anda pun dapat mulai mengendur karena peningkatan dan penurunan berat badan berulang. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya stretch mark atau payudara tampak turun.   Usia 40 Tahun Saat memasuki usia 40 tahun, menopause juga akan menyebabkan berbagai perubahan pada payudara Anda karena indung telur (ovarium) tidak lagi memproduksi estrogen sebanyak biasanya. Pada saat ini, payudara Anda pun akan mengalami perubahan di mana jaringan payudara akan digantikan oleh lemak, yang tentu saja akan terasa lebih lunak sehingga membuat payudara Anda tidak terasa sekencang dulu. Akan tetapi, karena proses perubahan ini tidak langsung terjadi secara menyeluruh, maka Anda mungkin merasakan adanya suatu benjolan pada bagian tertentu payudara Anda karena lemak menumpuk di sana. Jika benjolan ini terasa lunak seperti cuping hidung Anda, maka hal ini berarti benjolan tersebut bukanlah suatu benjolan berbahaya. Akan tetapi, bila benjolan ini terasa lebih keras seperti batang hidung Anda, maka Anda harus segera memeriksakan diri. Akan lebih baik bila Anda melakukan pemeriksaan payudara Anda secara teratur, baik pemeriksaan sendiri (sadari) atau pemeriksaan mamografi. Dengan demikian, Anda pun dapat mengetahui berbagai perubahan yang terjadi pada payudara Anda sedini mungkin.     Sumber: womenshealthmag
 03 Oct 2014    11:00 WIB
Berbagai Fakta Unik Mengenai Payudara
• Menggunakan Bra Dengan Ukuran yang Salah Sekitar 85% wanita menggunakan bra dengan ukuran yang salah. Untuk menentukan ukuran bra yang sesuai dengan payudara Anda, maka ukurlah lingkar dada Anda dengan sebuah pita ukur.   Sebagian Besar Wanita Tidak Menyukai Payudaranya Berdasarkan sebuah penelitian, sekitar 70% wanita tidak menyukai payudaranya.   Stimulasi Payudara Dapat Membuat Seorang Wanita Bergairah Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2006, sekitar 82% wanita mengatakan bahwa stimulasi payudara dapat membuat seorang wanita merasa bergairah, bahkan mencapai orgasme.   Payudara Terasa Nyeri Saat Berolahraga Merupakan Hal yang Normal Berdasarkan pada sebuah penelitian di Inggris, 1 di antara 3 orang pelari maraton mengalami nyeri payudara saat berolahraga. Untuk mengurangi rasa nyeri ini, gunakanlah bra yang memang dirancang secara khusus untuk berolahraga (sport bra). Hal ini dikarenakan payudara Anda akan bergerak sangat banyak saat Anda berolahraga yang dapat memicu timbulnya rasa nyeri.   Saudara Kembar Memiliki Payudara yang Berbeda Jangankan saudara kembar, ukuran payudara Anda pun tidak akan sama antara payudara kanan dan kiri. Salah satunya biasanya berukuran sedikit lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya.   Banyak Wanita Ingin Membuat Payudaranya Menjadi Lebih Besar Berdasarkan sebuah data di tahun 2012, tindakan operasi plastik untuk membesarkan payudara merupakan salah satu tindakan bedah kosmetik yang paling banyak dilakukan. Di Amerika, sekitar 286.000 orang wanita melakukan tindakan pembedahan ini untuk membesarkan payudaranya.     Sumber: womenshealthmag
 26 Sep 2014    09:00 WIB
7 Alasan Mengapa Payudara Anda Terasa Nyeri
Anda Sedang Mengalami Sindrom Premenstrual Salah satu penyebab tersering dari nyeri payudara adalah perubahan kadar hormonal yang terjadi akibat akan datangnya menstruasi Anda. Perubahan kadar hormonal normal ini biasanya membuat payudara menjadi membengkak dan nyeri beberapa hari sebelum menstruasi dimulai.  Nyeri payudara akibat perubahan kadar hormonal ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah menstruasi Anda selesai. Mengkonsumsi pil KB mungkin dapat membantu mengatasi nyeri payudara ini, karena pil KB dapat mencegah terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari dalam indung telur) sehingga kadar hormon estrogen pun tetap stabil.    Meningkatkan Intensitas Olahraga Anda Apakah Anda baru saja melakukan banyak push up atau mengangkat lebih banyak beban daripada biasanya saat fitness? Hal ini mungkin dapat membuat payudara Anda terasa nyeri, yang disebabkan oleh tertariknya otot dada di bawah payudara Anda. Melakukan kompres hangat dan mengkonsumsi obat anti nyeri dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada payudara Anda.   Tertariknya Otot Dada Akibat Aktivitas Fisik Berat Apakah Anda baru saja memindahkan perabotan rumah Anda atau mengangkat sebuah tas berat? Hal ini juga dapat membuat otot dada Anda tertarik dan menimbulkan nyeri pada daerah payudara.    Ukuran Bra yang Anda Gunakan Tidak Sesuai Menggunakan bra dengan ukuran yang tidak sesuai dapat berdampak buruk pada payudara Anda. Jika bra yang Anda gunakan terlalu ketat atau terlalu kecil, maka kawat pada bagian bawah bra Anda dapat menekan payudara Anda dan membuat payudara Anda terasa nyeri. Selain itu, bila payudara Anda tidak disanggah dengan baik, maka gerakan naik turun payudara Anda sepanjang hari juga dapat membuat payudara Anda terasa nyeri.   Tidak Menggunakan Bra yang Tepat Saat Berolahraga Jika Anda memiliki payudara yang cukup besar, maka menggunakan bra yang tepat untuk menyangganya dengan baik merupakan hal yang penting, terutama saat berolahraga.    Menderita Gangguan Kesehatan Tertentu Jika Anda memiliki benjolan pada payudara Anda dan benjolan tersebut didiagnosa sebagai suatu fibrokistik jaringan payudara, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri payudara setiap kali Anda akan mengalami menstruasi. Benjolan ini bukanlah suatu keganasan, akan tetapi sangat sensitif terhadap perubahan kadar hormonal.   Mengkonsumsi Terlalu Banyak Kafein Walaupun kopi dan teh tidak dapat menyebabkan nyeri pada payudara secara langsung, akan tetapi beberapa penelitian menemukan bahwa mengurangi konsumsi kafein Anda setiap harinya dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang Anda alami, terutama bila Anda menderita fibrokistik jaringan payudara. Nyeri pada payudara biasanya bukanlah merupakan suatu tanda adanya gangguan berat, akan tetapi bila rasa nyeri ini terus berlangsung selama beberapa hari atau semakin berat, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan seorang dokter.     Sumber: womenshealthmag