Your browser does not support JavaScript!
 14 Jan 2015    10:00 WIB
Bagaimana Payudara Anda Dapat Mempengaruhi Mood Anda?
Berdasarkan sebuah penelitian baru, para peneliti menemukan bahwa seorang wanita muda yang memiliki payudara yang asimetris (payudara yang satu berukuran lebih kecil dibandingkan dengan payudara lainnya) dapat mengalami dampak negatif dari hal tersebut yaitu pada kesehatan mental dan emosionalnya. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati peserta penelitian yang terdiri dari para perempuan yang berusia di antara 12-21 tahun. Pada awal penelitian, para peneliti telah meminta setiap peserta penelitian untuk diperiksa oleh seorang dokter bedah plastik. Dari pemeriksaan tersebut, para peneliti menemukan bahwa sekitar 59 orang peserta penelitian memiliki ukuran payudara yang asimetris (berbeda satu ukuran cup), 160 orang lainnya mengalami makromastia (pertumbuhan jaringan payudara yang berlebihan pada kedua payudara), dan 142 orang lainnya memiliki ukuran payudara normal. Para ahli mengatakan bahwa merupakan hal yang normal bagi seorang wanita untuk memiliki sedikit perbedaan pada ukuran, bentuk, dan posisi kedua payudaranya. Akan tetapi, perbedaan yang cukup besar dapat sangat mempengaruhi keadaan emosional wanita tersebut. Para peneliti kemudian melakukan beberapa pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana keadaan kesehatan para peserta penelitian, rasa percaya diri, dan bagaimana kebiasaan makan mereka. Para peneliti menemukan bahwa para peserta penelitian yang memiliki ukuran payudara asimetris dan makromastia memiliki nilai yang buruk dalam pemeriksaan fungsi emosional, kesehatan mental, rasa percaya diri, pola makan, serta perilaku. Selain itu, para peserta penelitian dengan ukuran payudara asimetris memiliki nilai yang sangat rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (peserta penelitian dengan ukuran payudara normal) dalam hal keadaan kesehatan secara menyeluruh, interaksi sosial, dan keadaan emosional. Para peneliti juga menemukan bahwa para peserta penelitian yang mengalami makromastia memiliki nilai yang lebih buruk dibandingkan dengan peserta penelitian yang memiliki ukuran payudara asimetris dalam hal fungsi fisik, rasa nyeri, vitalitas, interaksi sosial, dan kesehatan mental. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka para peneliti pun menyimpulkan bahwa tidak samanya ukuran kedua payudara seorang wanita ternyata tidak hanya merupakan suatu masalah kosmetik tetapi juga mempengaruhi rasa percaya diri para wanita tersebut. Melakukan konseling dengan tenaga professional mungkin dapat membantu mengembalikan rasa percaya diri para wanita tersebut.     Sumber: womenshealthmag
 05 Jan 2015    14:00 WIB
Perubahan Payudara Seiring Dengan Semakin Bertambahnya Usia Seorang Wanita
Seperti halnya banyak wanita yang tidak mengetahui apa yang terjadi pada vaginanya seiring dengan semakin bertambahnya usia, payudara pun akan mengalami berbagai perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang wanita. Perubahan yang terjadi pada payudara dapat bervariasi mulai dari penampilan hingga bagaimana perabaannya. Oleh karena itu, akan lebih baik bila Anda mengetahui sejak dini berbagai perubahan pada payudara yang akan dialami oleh setiap wanita sehingga kelainan apapun yang terjadi pada payudara dapat dideteksi sedini mungkin.   Usia 20 Tahun Ukuran payudara Anda dapat berubah-ubah karena berbagai hal pada usia 20 tahunan ini. Ukuran payudara Anda akan berubah tergantung pada berat badan Anda. Jadi setiap kali Anda mengalami peningkatan atau penurunan berat badan, maka ukuran payudara Anda pun akan berubah. Selain itu, saat Anda hamil, maka payudara Anda pun akan membesar seiring dengan peningkatan berat badan dan persiapan untuk menyusui. Setelah fase menyusui selesai, maka payudara Anda pun akan kembali mengalami perubahan, yaitu menjadi lebih kecil atau lebih besar daripada sebelum Anda hamil. Kehamilan juga dapat membuat puting susu dan daerah di sekitarnya menjadi lebih gelap dan puting susu pun menjadi lebih besar. Puting susu akan kembali seperti sebelum melahirkan setelah proses persalinan selesai. Selain berbagai perubahan di atas, pada usia 20 tahunan, Anda mungkin dapat merasakan adanya suatu benjolan pada payudara Anda. Benjolan tersebut mungkin merupakan suatu jaringan fibrokistik, yang merupakan hal yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 20 tahunan. Benjolan ini merupakan benjolan jinak yang terdapat di salah satu atau kedua payudara. Akibat perubahan pada siklus menstrualnya, wanita pada usia 20 tahunan juga dapat mengalami pembengkakan payudara karena perubahan kadar hormonal seperti kadar hormon estrogen. Berkonsultasilah dengan dokter Anda bila Anda khawatir akan benjolan yang terdapat di payudara Anda.   Usia 30 Tahun Setelah Anda memiliki beberapa orang anak, maka kulit payudara Anda pun dapat mulai mengendur karena peningkatan dan penurunan berat badan berulang. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya stretch mark atau payudara tampak turun.   Usia 40 Tahun Saat memasuki usia 40 tahun, menopause juga akan menyebabkan berbagai perubahan pada payudara Anda karena indung telur (ovarium) tidak lagi memproduksi estrogen sebanyak biasanya. Pada saat ini, payudara Anda pun akan mengalami perubahan di mana jaringan payudara akan digantikan oleh lemak, yang tentu saja akan terasa lebih lunak sehingga membuat payudara Anda tidak terasa sekencang dulu. Akan tetapi, karena proses perubahan ini tidak langsung terjadi secara menyeluruh, maka Anda mungkin merasakan adanya suatu benjolan pada bagian tertentu payudara Anda karena lemak menumpuk di sana. Jika benjolan ini terasa lunak seperti cuping hidung Anda, maka hal ini berarti benjolan tersebut bukanlah suatu benjolan berbahaya. Akan tetapi, bila benjolan ini terasa lebih keras seperti batang hidung Anda, maka Anda harus segera memeriksakan diri. Akan lebih baik bila Anda melakukan pemeriksaan payudara Anda secara teratur, baik pemeriksaan sendiri (sadari) atau pemeriksaan mamografi. Dengan demikian, Anda pun dapat mengetahui berbagai perubahan yang terjadi pada payudara Anda sedini mungkin.     Sumber: womenshealthmag
 03 Oct 2014    11:00 WIB
Berbagai Fakta Unik Mengenai Payudara
• Menggunakan Bra Dengan Ukuran yang Salah Sekitar 85% wanita menggunakan bra dengan ukuran yang salah. Untuk menentukan ukuran bra yang sesuai dengan payudara Anda, maka ukurlah lingkar dada Anda dengan sebuah pita ukur.   Sebagian Besar Wanita Tidak Menyukai Payudaranya Berdasarkan sebuah penelitian, sekitar 70% wanita tidak menyukai payudaranya.   Stimulasi Payudara Dapat Membuat Seorang Wanita Bergairah Berdasarkan sebuah penelitian di tahun 2006, sekitar 82% wanita mengatakan bahwa stimulasi payudara dapat membuat seorang wanita merasa bergairah, bahkan mencapai orgasme.   Payudara Terasa Nyeri Saat Berolahraga Merupakan Hal yang Normal Berdasarkan pada sebuah penelitian di Inggris, 1 di antara 3 orang pelari maraton mengalami nyeri payudara saat berolahraga. Untuk mengurangi rasa nyeri ini, gunakanlah bra yang memang dirancang secara khusus untuk berolahraga (sport bra). Hal ini dikarenakan payudara Anda akan bergerak sangat banyak saat Anda berolahraga yang dapat memicu timbulnya rasa nyeri.   Saudara Kembar Memiliki Payudara yang Berbeda Jangankan saudara kembar, ukuran payudara Anda pun tidak akan sama antara payudara kanan dan kiri. Salah satunya biasanya berukuran sedikit lebih besar dibandingkan dengan yang lainnya.   Banyak Wanita Ingin Membuat Payudaranya Menjadi Lebih Besar Berdasarkan sebuah data di tahun 2012, tindakan operasi plastik untuk membesarkan payudara merupakan salah satu tindakan bedah kosmetik yang paling banyak dilakukan. Di Amerika, sekitar 286.000 orang wanita melakukan tindakan pembedahan ini untuk membesarkan payudaranya.     Sumber: womenshealthmag
 26 Sep 2014    09:00 WIB
7 Alasan Mengapa Payudara Anda Terasa Nyeri
Anda Sedang Mengalami Sindrom Premenstrual Salah satu penyebab tersering dari nyeri payudara adalah perubahan kadar hormonal yang terjadi akibat akan datangnya menstruasi Anda. Perubahan kadar hormonal normal ini biasanya membuat payudara menjadi membengkak dan nyeri beberapa hari sebelum menstruasi dimulai.  Nyeri payudara akibat perubahan kadar hormonal ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya setelah menstruasi Anda selesai. Mengkonsumsi pil KB mungkin dapat membantu mengatasi nyeri payudara ini, karena pil KB dapat mencegah terjadinya ovulasi (terlepasnya sel telur dari dalam indung telur) sehingga kadar hormon estrogen pun tetap stabil.    Meningkatkan Intensitas Olahraga Anda Apakah Anda baru saja melakukan banyak push up atau mengangkat lebih banyak beban daripada biasanya saat fitness? Hal ini mungkin dapat membuat payudara Anda terasa nyeri, yang disebabkan oleh tertariknya otot dada di bawah payudara Anda. Melakukan kompres hangat dan mengkonsumsi obat anti nyeri dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada payudara Anda.   Tertariknya Otot Dada Akibat Aktivitas Fisik Berat Apakah Anda baru saja memindahkan perabotan rumah Anda atau mengangkat sebuah tas berat? Hal ini juga dapat membuat otot dada Anda tertarik dan menimbulkan nyeri pada daerah payudara.    Ukuran Bra yang Anda Gunakan Tidak Sesuai Menggunakan bra dengan ukuran yang tidak sesuai dapat berdampak buruk pada payudara Anda. Jika bra yang Anda gunakan terlalu ketat atau terlalu kecil, maka kawat pada bagian bawah bra Anda dapat menekan payudara Anda dan membuat payudara Anda terasa nyeri. Selain itu, bila payudara Anda tidak disanggah dengan baik, maka gerakan naik turun payudara Anda sepanjang hari juga dapat membuat payudara Anda terasa nyeri.   Tidak Menggunakan Bra yang Tepat Saat Berolahraga Jika Anda memiliki payudara yang cukup besar, maka menggunakan bra yang tepat untuk menyangganya dengan baik merupakan hal yang penting, terutama saat berolahraga.    Menderita Gangguan Kesehatan Tertentu Jika Anda memiliki benjolan pada payudara Anda dan benjolan tersebut didiagnosa sebagai suatu fibrokistik jaringan payudara, maka Anda mungkin akan mengalami nyeri payudara setiap kali Anda akan mengalami menstruasi. Benjolan ini bukanlah suatu keganasan, akan tetapi sangat sensitif terhadap perubahan kadar hormonal.   Mengkonsumsi Terlalu Banyak Kafein Walaupun kopi dan teh tidak dapat menyebabkan nyeri pada payudara secara langsung, akan tetapi beberapa penelitian menemukan bahwa mengurangi konsumsi kafein Anda setiap harinya dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang Anda alami, terutama bila Anda menderita fibrokistik jaringan payudara. Nyeri pada payudara biasanya bukanlah merupakan suatu tanda adanya gangguan berat, akan tetapi bila rasa nyeri ini terus berlangsung selama beberapa hari atau semakin berat, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan seorang dokter.     Sumber: womenshealthmag
 16 Sep 2014    09:00 WIB
Berbagai Penyebab Nyeri Payudara
Payudara adalah aset wanita yang sangat berharga. Sehingga Anda harus selalu menjaga kesehatan payudara. Mungkin Anda pernah merasakan nyeri pada payudara. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada payudara: Infeksi payudara (mastitis) adalah suatu infeksi pada jaringan payudara. Pada infeksi yang berat atau tidak diobati, dapat terbentuk abses payudara (penimbunan nanah di dalam payudara). Mastalgia adalah rasa nyeri di payudara. Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok: 1. Mastalgia siklik : berhubungan dengan menstruasi 2. Mastalgia non-siklik : tidak berhubungan dengan menstruasi dan bisa berasal dari payudara maupun struktur di sekitar payudara (misalnya otot atau persendian) Penyakit Paget pada payudara paling sering terjadi pada wanita berusia di atas 50 tahun. Kebanyakan wanita dengan penyakit Paget memiliki kanker payudara pada saluran susu. Penyakit Payudara Fibrokistik adalah suatu keadaan dimana jaringan payudara terasa berbenjol dan dapat menyebabkan nyeri. Sindroma Premenstruasi (PMS/Premenstrual Syndrome) adalah sekelompok gejala fisik dan psikologis yang dimulai beberapa hari sebelum menstruasi dan biasanya berakhir beberapa jam setelah periode menstruasi dimulai. Kanker Payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara. Sehingga bila Anda merasakan nyeri pada payudara, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan secara langsung kepada dokter dan melakukan pemeriksaan penunjang seperti USG payudara.