Your browser does not support JavaScript!
 18 Oct 2018    11:00 WIB
Keluar Cairan Abnormal dari Payudara, Apa Penyebabnya ?
Bagi wanita yang tidak sedang menyusui, maka keluarnya cairan dari puting susu dapat membuatnya merasa panik. Akan tetapi, ternyata keluarnya cairan abnormal dari puting susu tidak selalu merupakan gejala kanker.   Normal atau Abnormal? Lalu cairan payudara seperti apa yang dianggap normal dan abnormal? Keluarnya darah dari puting susu pasti bukanlah suatu hal yang normal. Selain itu, keluarnya cairan hanya dari salah satu payudara dan terjadi secara spontan tanpa stimulasi  atau tidak adanya tanda-tanda iritasi juga menunjukkan bahwa cairan yang keluar bukanlah hal yang normal dan dapat merupakan gejala dari suatu penyakit yang serius. Warna cairan yang keluar biasanya tidak dapat membantu menentukan apakah cairan payudara yang keluar normal atau tidak. Hal ini dikarenakan cairan payudara normal pun dapat berwarna jernih, kuning, putih, atau hijau. Cairan payudara normal biasanya terjadi pada kedua payudara dan biasanya keluar saat payudara ditekan atau diperas. Jangan terus mencoba menekan atau memeras payudara Anda bila Anda menyadari adanya suatu cairan yang keluar dari dalam puting susu karena hal ini justru dapat memperburuk gejala. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu penyebabnya.   Apa yang Mungkin Menjadi Penyebab Keluarnya Cairan dari Puting Susu? Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan keluarnya cairan dari puting susu, yaitu kehamilan, baru saja berhenti menyusui, dan stimulasi. Kehamilan Pada awal kehamilan, beberapa orang wanita mungkin menyadari bahwa ada suatu cairan bening yang keluar dari puting susunya. Pada tahap akhir kehamilan, cairan yang keluar mungkin akan menjadi lebih cair dan berwarna putih seperti susu. Berhenti Menyusui Bahkan setelah Anda berhenti menyusui bayi Anda, Anda mungkin masih mengalami keluarnya ASI selama beberapa waktu. Stimulasi Puting susu dapat mengeluarkan cairan bila mereka distimulasi atau diperas, misalnya karena puting susu terus bergesekkan dengan bra saat sedang berolahraga.   Baca juga: Tanda Peringatan Kanker Payudara   Selain berbagai hal di atas, ada hal lain yang dapat memicu keluarnya cairan abnormal dari puting susu. Untuk menentukan penyebabnya, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan darah, analisa cairan, mammogram dan atau USG payudara, CT scan otak, dan tindakan pembedahan. Di bawah ini ada beberapa hal lain yang dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal dari puting susu. Fibrokistik Payudara Fibrokistik payudara merupakan adanya kista atau perubahan jaringan payudara yang menyebabkan terbentuknya benjolan atau penebalan pada jaringan payudara. Fibrokistik payudara bukanlah pertanda kanker. Selain dapat menyebabkan nyeri dan gatal pada payudara, fibrokistik payudara kadangkala juga dapat menyebabkan keluarnya cairan bening, putih, kuning, atau hijau dari puting susu. Galaktorea Galaktorea merupakan suatu keadaan di mana payudara wanita menghasilkan ASI walaupun ia tidak sedang menyusui. Galaktorea sebenarnya bukanlah suatu penyakit dan mungkin disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan lain, seperti: Tumor kelenjar pituitary Obat-obatan tertentu seperti obat hormonal dan obat psikotropika Beberapa jenis tanaman herbal seperti bunga lawang dan adas Hipotiroidisme Obat-obatan terlarang seperti ganja Infeksi Cairan payudara yang mengandung nanah dapat menandakan adanya infeksi di dalam payudara Anda. Keadaan ini dikenal sebagai mastitis. Mastitis biasanya terjadi pada wanita yang menyusui, tetapi juga dapat terjadi pada wanita yang tidak sedang menyusui. Gejala lain yang mungkin muncul adalah payudara terasa nyeri, tampak merah, atau teraba hangat. Ektasia Kelenjar Susu Ektasia kelenjar susu merupakan penyebab kedua tersering dari keluarnya cairan abnormal dari puting susu. Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang sudah mendekati masa menopause. Keadaan ini menyebabkan peradangan dan penyumbatan pada saluran susu yang terletak di bawah puting susu. Sumbatan dan peradangan ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi, yang menyebabkan cairan payudara berwarna kehijauan dan kental. Papilloma Intraduktus Papilloma intraduktus merupakan suatu tumor jinak di dalam kelenjar susu payudara. Saat meradang, tumor jinak ini dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal yang disertai oleh darah atau bertekstur lengket.   Cairan Payudara dan Hubungannya Dengan Kanker Payudara Walaupun sebagian besar cairan payudara merupakan hal yang normal atau disebabkan oleh suatu tumor jinak; akan tetapi cairan payudara juga dapat merupakan gejala dari kanker payudara. Kemungkinan ini akan menjadi lebih besar bila keluarnya cairan disertai oleh adanya benjolan atau suatu massa di dalam payudara atau pernah ditemukan adanya suatu keabnormalan pada hasil pemeriksaan mamografi. Salah satu jenis kanker payudara yang dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal dari puting susu adalah karsinoma intraduktal. Kanker ini berkembang di dalam kelenjar susu payudara, yang berada di bawah puting susu. Kanker langka lainnya yang juga dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal dari puting susu adalah penyakit Paget pada payudara. Kanker ini berkembang di dalam kelenjar susu payudara dan menyebar ke puting susu. Kanker ini dapat menyebabkan puting susu dan daerah sekitarnya berdarah atau mengeluarkan cairan. Kanker ini biasanya terjadi bersamaan dengan jenis kanker payudara lain.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 30 Sep 2018    11:00 WIB
Ini Dia Penyebab Payudara Tetap Nyeri Setelah Haid Selesai
Payudara seringkali terasa nyeri sebelum masa menstruasi Anda. Hal ini biasanya terjadi akibat pembengkakan pada payudara, yang akan meningkatkan berat dan ukuran payudara. Dan karena pembesaran payudara ini, maka Anda payudara Anda pun akan terasa nyeri. Keadaan ini dapat merupakan tanda bahwa telah terjadi ovulasi. Selain itu, keadaan ini juga sering terjadi selama kehamilan akibat tingginya kadar hormon kehamilan, yaitu progesterone. Payudara juga dapat terasa nyeri selama dan setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya.   Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya.   Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan.   Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab.   Susu dan Produknya Seperti halnya lemak hewani, hubungan antara nyeri payudara dan susu masih belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga kandungan lemak di dalam susu dan produknyalah yang menjadi penyebab nyeri payudara, atau mungkin juga dikarenakan oleh hormon dan zat kimia yang terdapat di dalamnya.   Baca juga: Variasi Payudara Berdasarkan Usia   Olahraga Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri payudara, terutama pada wanita yang memiliki payudara besar. Hindarilah olahraga yang menimbulkan banyak tekanan pada payudara dan gunakanlah bra khusus olahraga saat berolahraga.   Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini.   Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri.   Stress Selain dapat membuat Anda sulit tidur, stress juga dapat menyebabkan payudara Anda terasa nyeri. Oleh karena itu, ada baiknya bila Anda mengurangi stress.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 14 Sep 2018    18:00 WIB
Membuat Payudara Wanita Lebih Kencang Dengan Gerakan Sederhana
Payudara merupakan salah satu anggota tubuh kebanggaan wanita. Selain penting untuk fungsi reproduksi, payudara juga berfungsi sebagai simbol feminitas. Namun terkadang faktor gravitasi dan usia membuat payudara kehilangan keseksiannya Berikut adalah cara menyenangkan untuk mendapatkan keindahan payudara kembali: Menurunkan berat badan Berat badan yang berlebih juga dapat membuat payudara kehilangan keindahannya. Oleh karena itu apabila Anda ingin mendapatkan kembali bentuk payudara yang indah, singkirkan lemak di tubuh dengan cara yang sehat. Push-up Beberapa jenis olahraga mampu membantu Anda untuk mendapatkan bentuk payudara yang kencang. Salah satunya adalah dengan melakukan push-up. Setidaknya sediakan waktu 20-25 menit untuk melakukan push-up. Mendorong dinding Berdirilah dalam posisi mendorong dinding dengan tangan lurus dan kaki terbuka sejauh satu paha satu sama lain. Condongkan tubuh ke depan perlahan-lahan sambil memeluk siku sampai mencium dinding. Lalu dorong tubuh ke posisi semula secara perlahan. Ulangi latihan ini minimal 10 kali. Tarik napas dalam-dalam selagi Anda mencondongkan tubuh ke arah dinding dan keluarkan napas pelan-pelan selagi mengangkat tubuh. Mengepalkan tangan Duduklah bersilang kaki dengan punggung lurus, tekuk lengan di depan dada dengan satu tangan mengepal dan tangan lain menekapnya. Dorongkan satu sama lain sehingga Anda merasakan regangan pada otot-otot dada. Gantilah tangan yang mengepal dan ulangi pada sisi yang lain. Lakukan masing-masing lima kali pada setiap lengan. Yoga Yoga juga merupakan salah satu cara yang baik untuk menjaga agar tubuh selalu tetap bugar. Ada beberapa gerakan dalam yoga yang mampu membantu mengurangi lemak di payudara dan dapat membuat payudara Anda tetap kencang. Kenakan ukuran bra yang benar Bra juga dapat mempengaruhi bentuk payudara Anda. Ukuran bra yang salah dapat membuat bentuk bra menjadi tidak seksi. Oleh karena itu kenakan bra dengan ukuran yang benar dan rawatlah bra Anda dengan baik. Bentuk payudara yang indah dapat menambah tingkat kepercayaan diri seorang wanita. Oleh karena itu jaga keindahan dan kesehatan payudara Anda dengan contoh cara di atas.   Sumber: merdeka
 28 Aug 2018    16:00 WIB
Waspada! Pria Juga Bisa Terkena Kanker Payudara
Walaupun jarang sekali ada pria yang didiagnosa menderita kanker payudara, akan tetapi bukan berarti mereka tidak mungkin menderita kanker yang satu. Pria juga dapat menderita kanker payudara lho! Hal ini dikarenakan pria juga memiliki jaringan payudara. Beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria adalah mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan keduanya dapat meningkatkan kadar hormon wanita, yaitu estrogen, di dalam tubuh pria. Kadar hormon yang abnormal inilah yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada pria.   Baca juga: Pilihan Terapi Kanker Payudara Stadium 0   Gejala Kanker Payudara Pada Pria Kanker payudara stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah adanya benjolan yang tidak nyeri pada payudara atau ketiak. Saat benjolan ini semakin berkembang, maka dapat terjadi perubahan bentuk dan struktur payudara. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pria untuk segera memeriksakan dirinya bila mereka menemukan adanya benjolan pada payudaranya. Selain benjolan, beberapa gejala kanker payudara lain yang dapat ditemukan pada pria adalah: Keluarnya cairan dari puting susu Puting susu terasa gatal Puting susu tampak kemerahan dan bersisik Puting susu tertarik ke dalam Kulit payudara tampak mengkerut Perubahan ukuran dan bentuk payudara Kulit payudara tampak seperti kulit jeruk   Kanker Payudara Lebih Mudah Dideteksi Pada Pria Daripada Wanita Karena ukuran payudara pria yang lebih kecil, maka adanya benjolan pada payudara pria biasanya dapat lebih mudah disadari. Akan tetapi, banyak pria yang sering tidak menghiraukan berbagai gejala kanker payudara di atas. Apalagi, para dokter yang memeriksa juga seringkali tidak menduga adanya benjolan pada payudara pria sebagai sebuah sel kanker. Selain itu, pada sebagian besar kasus, kanker payudara yang diderita oleh para pria adalah kanker payudara yang cukup ganas (sub tipe luminal B), yang dapat sangat berbahaya bila terlambat didiagnosa. Oleh karena itu, segera periksakan diri Anda bila Anda menemukan adanya benjolan pada payudara Anda. Memang benar bahwa resiko terjadinya kanker payudara akan meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara, dan memiliki gaya hidup yang tidak sehat. Akan tetapi, langkah terpenting untuk mengatasi kanker payudara adalah mendeteksinya sedini mungkin dengan cara mengetahui bagaimana keadaan payudara Anda yang normal dan tahu kapan harus mencari pertolongan medis.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: sheknows
 25 Aug 2018    18:00 WIB
Membaca Sikap dan Mengetahui Pasangan yang Cocok Berdasarkan Bentuk Payudara
Tahukah Anda bahwa bentuk payudara seorang wanita ternyata juga dapat menjelaskan seperti apa kepribadian yang dimilikinya? Di bawah ini, Anda dapat melihat beberapa bentuk payudara wanita dan bagaimana kepribadiannya.   SWOOPING BREAST Wanita dengan payudara naik ke atas cenderung memilih pria yang sesuai dengan kriterianya. Karena sekali ia jatuh cinta, maka ia akan setia pada pasangannya. Ia bahkan tidak keberatan jika sang suami memintanya menjadi seorang ibu rumah tangga penuh waktu dan merawat anak-anaknya di rumah. Pria ideal bagi wanita ini adalah pria yang punya rasa humor tinggi dan mempunyai kepribadian terbuka. Untuk memilih pasangan hidup, wanita ini tidak akan menilai dari harta, tetapi latar belakang keluarga si lelaki.   PAYUDARA BESAR (SWELLING BREAST) Wanita pemilik payudara besar memiliki pemikiran luas, rendah hati, baik hati, dan falsafah hidupnya adalah kehidupan ini pendek. Ia juga merupakan seorang wanita yang mudah memaafkan orang lain yang bersalah terhadapnya. Akan tetapi, ia juga tidak suka bila kebebasannya dikekang, sehingga ia pun selalu mendukung kebebasan dan kemandirian. Karena kepribadian dan sikapnya yang hangat, ramah, dan terbuka; maka wanita jenis ini pun mudah bergaul dengan pria. Anda akan terlibat dalam percakapan akrab meski baru mengenalnya.   Pria ideal bagi wanita ini adalah pria yang juga menjunjung tinggi kebebasan dan memiliki gaya hidup aktif. Wanita jenis ini biasanya menginginkan seorang pria yang bertanggung jawab dan dapat diajak berdiskusi saat ada masalah.   PAYUDARA KECIL Wanita dengan payudara kecil biasanya memiliki sifat yang terbuka, mampu memahami orang lain, dan sabar, sehingga membuat wanita ini dikenal sebagai orang baik hati dan penolong. Wanita dengan payudara demikian bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang baik bagi anak-anaknya.   Pasangan yang cocok bagi wanita ini adalah pria yang punya pekerjaan tetap. Hal ini dikarenakan wanita ini tidak tahan menghadapi stress berkepanjangan. Jika mengalami stress maka ia akan mudah jatuh sakit.   Baca Juga: Posisi Tidur dan Kepribadian Anda   WIDENING BREAST Wanita dengan bentuk payudara melebar merupakan seorang wanita yang dapat merasa bosan bila diharuskan untuk selalu mendampingi pasangannya ke mana pun pasangannya tersebut pergi. Hal ini dikarenakan ia merupakan seorang wanita yang mandiri. Sayangnya, wanita dengan payudara jenis ini juga merupakan seorang wanita yang cerewet dan suka membesar-besarkan masalah, walaupun mereka tidak enggan untuk membantu orang yang membutuhkan. Wanita ini selalu jujur dan berterus terang mengenai perasaannya.   Pria yang merupakan anak sulung tidak cocok dengan wanita ini karena anak pertama cenderung memiliki keinginan untuk mengatur segala sesuatu. Bagi wanita ini, pernikahan bukanlah suatu hal yang menyenangkan, akan tetapi bila ia pada akhirnya menikah juga, dengan anehnya ia akan segera berubah.   SAGGING BREAST Wanita dengan bentuk payudara turun merupakan seorang wanita yang tidak kenal kata menyerah. Hobinya adalah membaca dan sangat tertarik pada seni. Ia cenderung selalu mengikuti kata hatinya.   Pria yang ideal bagi wanita ini adalah seseorang yang dapat mengerti dan menerima dirinya apa adanya. Hal ini dikarenakan wanita dengan bentuk payudara ini cenderung sombong, egois, dan suka melakukan sesuatu seenaknya.   PAYUDARA SNOOPY (AREOLA BESAR) Wanita dengan bentuk payudara snoopy biasanya merupakan seorang wanita tomboy. Perilaku tomboy ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia wanita tersebut, terutama setelah mereka memasuki masa remaja (mereka akan menjadi lebih feminim).   Ia tidak suka dipaksa atau dikekang oleh orang lain. Karena ia memiliki gengsi dan harga diri yang tinggi maka terkadang sulit baginya untuk bersikap rendah hati. Ia suka membandingkan teman-temannya dengan temannya yang lain. Pria ideal bagi wanita ini adalah seseorang yang dapat dipercaya dan selalu ada di sampingnya di saat sedih maupun senang.   PLUMP BREAST Wanita dengan payudara jenis ini tidak pernah memiliki hubungan asmara yang serius. Kadangkala, ia tidak perduli dengan perasaan orang lain. Akan tetapi, saat ia telah memutuskan untuk berkomitmen, maka ia akan sangat menyayangi keluarga pasangannya tersebut dan berusaha untuk memenuhi semua persyaratan yang diinginkan oleh pasangan dan keluarganya. Wanita ini mungkin terlihat seperti seorang wanita yang baik dan bertanggung jawab, akan tetapi sebenarnya ia merupakan seorang wanita pemarah. Pria ideal bagi wanita dengan bentuk payudara ini adalah seorang pria macho dan menawan.   CONSTRICTED BREAST Wanita yang memiliki bentuk payudara seperti ini sangat menghargai kebebasan dan sangat teoritis. Ia seringkali bertengkar dengan dirinya sendiri dan orang lain, akan tetapi juga dapat dengan mudah menemukan jalan keluar dari masalah yang ia miliki. Ia sangat berbakat di bidang seni sepert dekorasi interior dan kerajinan tangan, memasak, dan memelihara hewan. Walaupun cukup keras kepala, tetapi wanita dengan bentuk payudara constricted biasanya juga merupakan seseorang yang hangat, penuh kasih sayang, dan dapat dipercaya.   Pria ideal bagi wanita ini adalah seorang pria yang gesit dan pendiam. Hal ini dikarenakan mereka lebih suka seseorang yang sedikit berbicara dan banyak bekerja.   DADA RATA (PECTUS CARINATUM BREAST/DOWN BREAST) Wanita dengan bentuk payudara ini biasanya sangat sensitif. Ia akan merasa dikhianati bila ia tidak mendapatkan cukup perhatian yang ia inginkan. Wanita ini sangat polos dan biasanya tidak berpengalaman dalam hal seks, akan tetapi hal ini biasanya akan membaik setelah ia menikah. Setelah menikah, wanita ini biasanya akan menjadi seorang istri yang baik, yang akan menyambut suaminya saat pulang kerja. Pria ideal bagi wanita ini adalah seseorang yang suka mengatur, penuh semangat, dan tegas.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: daily, onhealth
 12 Aug 2018    08:00 WIB
Wow Ternyata Kimchi Mengandung 5 Manfaat Untuk Kesehatan!
Berikut ini adalah kabar baik bagi semua pecinta Kimchi dan juga orang-orang yang belum mendengar tentang Kimchi agar mau untuk mencobanya. Kimchi tidak hanya lezat dan yummy tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Kimchi berasal dari Korea dan merupakan makanan favorit yang dimakan hampir setiap hari. Kimchi dibuat dari kubis, bawang putih dan sayuran lainnya yang difermentasi dalam botol tertutup. Karena Anda tidak membutuhkan bahan tertentu untuk membuat Kimchi, Anda dapat menyimpannya dan melakukan fermentasi dalam botol kaca di rumah. Cara membuatnya juga sederhana. Dan selain rasanya yang enak, kimchi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan Anda. Berikut ini adalah manfaat kesehatan dari kimchi: 1.      Merupakan sumber probiotikKarena Kimchi adalah makanan yang difermentasi maka menjadi sumber probiotik yang sangat baik. Probiotik menjaga tubuh Anda tetap sehat dan membantu melawan semua infeksi. Selain itu kimchi juga dilengkapi dengan vitamin dan mineral seperti vitamin A, B, zat besi, kalsium dan Selenium. Vitamin dan mineral ini membantu memperlancar aliran darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda dan juga pertumbuhan otot. 2.      Jika dimakan setiap hari bahkan dapat membantu menurunkan tekanan darah AndaBahan-bahan yang ada di dalam kimchi selain kubis adalah bawang putih. Bawang putih mengandung Allicin dan Selenium. Allicin dan Selenium baik dalam membantu menurunkan kadar kolesterol dan mencegah penumpukan lemak di dinding pembuluh darah. Karena aliran darah juga membaik, kadar kolesterol dan tekanan darah Anda menurun. Kemungkinan stroke dan penyakit jantung akan menjadi lebih rendah. 3.      Membantu menurunkan berat badanKimchi juga membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Karena kandungan lactobacillus yang merupakan bakteri baik akan menurunkan nafsu makan Anda. Sehingga membantu mengurangi kadar gula darah Anda. Selain itu kandungan serat yang tinggi akan membantu menunda lapar. 4.      Memiliki antioksidan yang tinggi dan melindungi tubuh Anda dari radikal bebasBahan-bahan lain seperti jahe, merica dan bawang putih mendukung sistem kekebalan tubuh dan mencegah Anda mengalami flu. 5.      Merupakan makanan pelawan kankerKandungan antioksidan dan flavonoid yang membantu dalam melawan kanker, terutama kanker saluran pencernaan.Kimchi memang bisa disebut makanan super Kimchi karena merupakan makanan rendah kalori, penuh dengan serat yang membantu menjaga pencernaan Anda dan membuat kerja pencernaan lebih cepat dan lebih mudah, menyembuhkan banyak penyakit dalam tubuh Anda dan umumnya baik untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Selain itu rasanya juga sangat lezat. Tapi perlu diingat ada baiknya juga tidak makan dalam jumlah berlebihan karena terlalu banyak makan makanan fermentasi juga dapat menyebabkan kanker lambung. Baca juga: 7 Sayuran Yang Membuat Cantik Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: boldsky
 10 Aug 2018    18:00 WIB
Mau Gedein Payudara ? Pikir-pikir Dulu Deh
Sebagian besar wanita mungkin ingin memiliki payudara yang besar. Memang ada yang mengalami perubahan dalam hidup atau karir mereka setelah membesarkan payudara mereka. Bisa juga dengan alasan lain seperti ingin tampil lebih seksi untuk pasangan mereka. Namun, ada juga yang sebaliknya payudara gede membuat mereka merasa berat karena tekanan yang ditimbulkan di punggung dan ingin mengecilkannya. Apapun alasan atau motivasi kita melakukan perubahan pada ukuran payudara, kita perlu mengambil keputusan berdasarkan informasi yang jelas dan konsekuensi jangka panjangnya. Untuk sobat yang terpikir mau gedein payudaranya bisa menyimak artikel ini 1.            Implant payudara tidak bertahan selama-lamanya                 Sobat jangan berpikir bahwa sekali implant untuk membesarkan payudara setelah itu dipakai terus selamanya. Seorang ahli bedah plastik bernama Nolan S. Karp, MD mengatakan bahwa kebanyakan perusahaan implant menjamin produk mereka selama 10 tahun. Namun menurut dia implant biasanya bisa bertahan setidaknya 15 tahun. Jadi dari sini sobat bisa perlu mempertimbangkan dari sisi usia juga. Ini dikarenakan setelah 10 hingga 15 tahun kemudian akan menjalani operasi lagi. Selain itu setiap tahun perlu memeriksakan ke dokter bedah untuk memastikan bahwa implant tersebut masih kuat dan utuh. 2.            Pengecilan payudara bertahan lama                 Seberapa lama hasil dari pengecilan ini tergantung pada payudara tersebut. Menurut dokter Karp berdasarkan pengalamannya melakukan lebih dari 2.000 operasi pengecilan payudara, 99% jaringan tidak akan tumbuh kembali. Namun ada pengecualian besar menurut Juliana Hansen, MD yang merupakan seorang professor dan kepala bedah plastik dan rekonstruktif di Oregon Health & Science University. Dia mengatakan bahwa jika berat badan seorang bertambah setelah melakukan operasi, maka bisa dimungkinkan munculnya lebih banyak jaringan lemak di payudara. Itulah sebabnya dokter Hansen menyarankan untuk melakukan operasi pengecilan payudara saat berat badan kita stabil. 3.            Jenis implant payudara                 Ada yang menempatkan implant kosong ke dalam payudara kita kemudian dokter bedah akan mengisinya dengan cairan garam steril atau yang disebut sebagai saline. Sedangkan jenis lainnya adalah implant silikon yang tentu isinya adalah gel silikon. Sedangkan implant silikon juga memiliki beberapa jenis. Ada yang lembut. Ada yang "form-stable" yang disebut juga "gummy bear" karena tetap menjaga bentuknya sekalipun wadah atau cakangnya rusak. "Form-stable" lebih penuh di bagian bawah sehingga payudara bisa kelihatan lebih alami. Mereka yang melakukan operasi pembesaran payudara akan merasakan payudaranya kaku atau sakit selama 5 hari dan juga tidak bisa melakukan aktifitas fisik untuk beberapa minggu. Jadi sobat yang ingin gedein payudara perlu mempertimbangkan dampak jangka panjangnya. Selain itu sobat perlu pastikan bahwa dokter bedah yang melakukan memiliki sertifikasi dan juga pengalaman dalam bedah payudara. Sebelum melakukan juga perlu konsultasi dengan dokter tersebut untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai tipe dan cara implant sesuai dengan anatomi payudara.  Baiklah sobat, semoga bermanfaat dan tetap sehat.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.webmd.com
 19 Mar 2018    12:30 WIB
Tips Mengatasi Nyeri Payudara Saat Hamil
Saat hamil, Anda tidak dapat terhindar dari nyeri pada payudara. Hal ini dikarenakan jaringan payudara Anda sedang mengalami perubahan sebagai persiapan untuk pembentukan ASI. Untuk membantu mengurangi "penderitaan" Anda, di bawah ini ada beberapa tips yang dapat membantu mengurangi nyeri pada payudara saat hamil.   Pilih Bra yang Tepat Selama hamil, pastikan Anda memilih bra yang tepat sehingga payudara Anda memiliki penyanggah yang baik. Perhatikan juga ukuran bra yang Anda gunakan, karena biasanya akan terjadi perubahan ukuran bra yang cukup signifikan selama hamil. Intinya adalah segera beli bra baru setiap kali Anda merasa membutuhkannya. Jika payudara Anda terlalu berat atau besar, gunakanlah sports bra (bra olahraga) atau bra yang memiliki busa. Bra jenis ini biasanya lebih sesuai dan terasa lebih nyaman.   Kurangi Konsumsi Garam Entah Anda percaya atau tidak, mengurangi konsumsi garam dapat sangat membantu mengurangi nyeri pada payudara. Hal ini dikarenakan garam bersifat menahan air, yang membuat payudara Anda semakin berat dan nyeri.   Minum Banyak Air Putih Minum air putih juga dapat membantu mengurangi nyeri. Tidak hanya dapat membantu mengeluarkan kelebihan cairan dari dalam tubuh, minum banyak air putih juga dapat membuat Anda merasa lebih ringan dan segar.   Baca juga: Mengapa Kaki Wanita Hamil Sering Membengkak???   Tetap Aktif Saat hamil, sebagian besar wanita biasanya akan mengurangi aktivitas fisiknya. Akan tetapi, untuk membantu mengurangi nyeri payudara, bergerak justru membantu. Berjalan santai selama 30 menit atau melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan dapat membantu. Dengan tetap aktif, maka aliran darah di dalam tubuh Anda pun akan menjadi lebih baik.   Kompres Panas Atau Dingin Mengkompres payudara Anda dengan kompres dingin atau panas juga dapat membantu mengurangi nyeri. Pilihlah jenis kompres mana yang lebih Anda sukai.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 16 Mar 2018    11:00 WIB
4 Alasan Mengapa Payudara Terasa Nyeri Saat Hamil
Sebelum Anda dapat menikmati masa-masa menyenangkan sebagai seorang ibu, Anda harus mengalami beberapa jenis nyeri selama hamil. Salah satu jenis nyeri yang dirasa cukup menyiksa dan akan dialami oleh semua ibu hamil adalah nyeri pada payudara. Mengapa payudara terasa nyeri saat hamil? Nyeri pada payudara sebenarnya merupakan tanda paling awal dari kehamilan dan merupakan hal yang normal terjadi. Beberapa orang wanita juga dapat mengalami hal ini saat mereka akan menstruasi atau selama menstruasi. Nyeri pada payudara terutama dirasakan pada 3 bulan pertama kehamilan Anda. Pada masa ini, payudara biasanya teraba keras, membengkak, nyeri, dan sensitif. Nyeri pada payudara biasanya mulai dirasakan saat usia kehamilan Anda sudah mencapai 5-6 minggu. Rasa nyeri ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan semakin membesarnya usia kehamilan Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja hal yang paling sering menyebabkan terjadinya nyeri pada payudara saat hamil.   Terjadinya Perubahan Jaringan Payudara Perubahan jaringan payudara ini merupakan penyebab paling sering dari nyeri pada payudara saat hamil. Pada saat hamil, akan terbentuk kista-kista kecil pada jaringan fibrosa payudara, yang kemudian akan terisi oleh cairan dan membengkak. Hal inilah yang membuat payudara terasa nyeri.   Ketidakseimbangan Kadar Hormon di Dalam Tubuh Saat hamil, tubuh akan mengalami berbagai perubahan untuk mendukung perkembangan bayi di dalam kandungan Anda. Hal ini akan menyebabkan perubahan mendadak pada kadar berbagai hormon di dalam tubuh Anda, terutama kadar estrogen, yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pada payudara.   Baca juga: Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Hamil 3 Bulan   Keluarnya ASI Salah satu keluhan yang paling dijumpai pada ibu hamil adalah keluarnya ASI sebelum melahirkan. Hal ini biasanya terjadi saat kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga. Kebocoran ASI ini sebenarnya terjadi karena payudara sudah mulai memproduksi kolostrum. Cairan ini biasanya keluar saat Anda memijat payudara atau saat Anda merasa bergairah dan merupakan penyebab tersering dari terjadinya nyeri payudara, terutama pada tahap akhir kehamilan.   Perubahan Ukuran Payudara Saat hamil, sel pembentuk ASI dan kelenjar susu akan mulai terbentuk. Hal ini akan membuat ukuran payudara Anda membesar. Pembesaran payudara ini akan tetap berlangsung hingga 3 bulan pertama paska melahirkan. Akibatnya, ukuran bra Anda mungkin akan bertambah sekitar 1 cup. Pembesaran payudara inilah yang membuat payudara terasa sakit.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 10 Jan 2018    16:00 WIB
Berbagai Gejala Kanker Payudara yang Perlu Diwaspadai
Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering menyebabkan kematian pada wanita di seluruh dunia. Wanita pada usia berapa pun dapat menderita kanker payudara dan hingga saat ini para ahli belum menemukan penyebab pastinya. Akan tetapi, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada seorang wanita, yaitu: Usia. Semakin tua usia seorang wanita, maka semakin tinggi pula resiko kanker payudaranya Ada anggota keluarga yang menderita kanker payudara Obesitas Gaya hidup tidak aktif Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan Terpapar oleh radiasi Melakukan terapi sulih hormon saat menopause Menstruasi dimulai pada usia dini Memiliki anak pada usia tua Tidak memiliki anak Walaupun kanker payudara lebih sering ditemukan pada wanita, akan tetapi pria sebenarnya juga dapat menderita kanker payudara. Karena pengobatan dan peluang kesembuhan kanker payudara tergantung pada seberapa cepat kanker dideteksi, maka mengetahui apa saja gejala kanker payudara sangatlah penting. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa gejala kanker payudara yang perlu Anda waspadai.   Adanya Benjolan Pada Payudara Atau Ketiak Menemukan adanya benjolan pada payudara atau ketiak dapat merupakan gejala pertama yang Anda temukan. Benjolan biasanya teraba keras dan tidak nyeri, walaupun ada beberapa benjolan yang terasa nyeri. Benjolan pada ketiak dapat terasa keras, padat, dan tidak dapat digerakkan. Namun, Anda tidak perlu panik saat menemukan adanya benjolan pada payudara atau ketiak, karena tidak semua benjolan tersebut adalah gejaal kanker. Kadangkala, perubahan kadar hormonal di dalam tubuh, infeksi payudara, dan kerusakan jaringan lemak payudara juga dapat menyebabkan terbentuknya benjolan. Untuk memastikannya, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Payudara Tampak Merah Atau Membengkak Saat payudara terasa sakit, sebagian besar wanita mengira bahwa hal ini berhubungan dengan gejala premenstrual (PMS). Dan saat payudara terasa panas atau tampak merah, maka mereka pun biasa curiga bahwa hal ini disebabkan oleh infeksi. Akan tetapi, sebenarnya payudara yang membengkak atau tampak merah juga dapat merupakan gejala dari kanker payudara. Tumor yang terletak di bawah jaringan payudara dapat mendorong jaringan, yang akan membuat payudara membengkak dan terasa sakit. Pada beberapa kasus, pembengkakan lebih terlihat di daerah ketiak atau di bawah tulang selangka. Segera periksakan diri Anda ke seorang dokter bila Anda mengalami hal ini.   Keluarnya Cairan Abnormal dari Puting Susu Keluarnya cairan dari puting susu walaupun Anda tidak menekan atau menyentuh payudara Anda merupakan tanda bahaya. Bila Anda tidak sedang dalam masa menyusui, maka keluarnya cairan abnormal dari payudara dapat merupakan gejala dari kanker payudara. Saat tumor tumbuh pada kelenjar susu, tepat di bawah atau sekitar puting susu, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan infeksi, yang akan menyebabkan keluarnya cairan abnormal dari puting susu. Jika cairan yang keluar tampak jernih atau berdarah, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter untuk mencari tahu penyebabnya.   Nyeri Pada Payudara Atau Area Dada Jika Anda mengalami nyeri tajam menusuk atau nyeri pada payudara atau area dada, maka hal ini bukanlah pertanda baik. Nyeri tajam yang hilang timbul atau sensasi listrik ringan dari satu payudara ke payudara lainnya dapat merupakan gejala dari kanker payudara. Tumor yang terletak di belakang puting susu atau di dalam salah satu kelenjar susu seringkali menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Hal lain yang dapat menyebabkan nyeri pada payudara adalah perubahan kadar hormonal di dalam tubuh, penggunaan pil KB, ukuran bra yang tidak sesuai, dan stress.   Baca juga: Didiagnosa Menderita Kanker Payudara??? Ada 5 Hal yang Harus Anda Lakukan   Perubahan Bentuk Payudara Perubahan apapun pada bentuk atau ukuran payudara Anda merupakan suatu hal yang perlu Anda khawatirkan. Anda juga perlu memperhatikan adanya lekukan atau kulit payudara yang tampak tertarik ke dalam atau bentuk payudara yang tidak simetris. Tumor yang tumbuh di jaringan payudara bagian dalam dapat menyebabkan perubahan bentuk atau ukuran payudara.   Puting Susu Menjadi Lebih Sensitif Perubahan pada bentuk atau sensitivitas puting susu juga dapat merupakan gejala dari kanker payudara. Seringkali tumor terletak tepat di bawah puting susu dan menyebabkannya mengalami perubahan bentuk atau rasa. Puting susu dapat tampak tertarik ke dalam, datar, atau berlekuk-lekuk dan mungkin juga menjadi lebih sensitif. Penyebab lain dari perubahan bentuk dan rasa pada putting susu adalah mastitis.   Payudara Terasa Gatal Rasa gatal tanpa penyebab yang jelas pada payudara juga dapat merupakan gejala dari kanker payudara, walaupun sangat jarang. Kanker yang menyebabkan gejala ini adalah kanker payudara inflamatori. Karena adanya tumor, kulit di atasnya akan tampak merah, meradang, nyeri, dan gatal. Rasa gatal ini dapat menjadi sangat hebat dan membuat Anda ingin menggaruknya. Tidak peduli apapun yang Anda lakukan, Anda tampaknya tidak dapat meredakan rasa gatal.   Nyeri Pada Punggung Atas, Bahu, dan Leher Saat sel kanker sudah menyebar ke tulang belakang, maka hal ini dapat menyebabkan nyeri pada punggung atas, bahu, dan leher tanpa penyebab yang jelas. Banyak penderita menyalahartikan nyerinya sebagai nyeri otot biasa. Akan tetapi, nyeri yang disebabkan oleh kanker biasanya tidak akan membaik dengan peregangan otot atau perubahan posisi tubuh.   Tips Untuk Menurunkan Resiko Kanker Payudara Untuk menurunkan resiko terjadinya kanker payudara, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Lakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) setiap 2 bulan sekali Jaga berat badan tetap ideal Berolahragalah secara teratur, setidaknya selama 30 menit selama 5 hari dalam seminggu Tidur yang cukup Jangan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan Hindari paparan terhadap zat kimia yang dapat menyebabkan kanker Susui bayi Anda Batasi terapi hormon paska menopause   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: top10homeremedies