Your browser does not support JavaScript!
 15 Sep 2020    13:00 WIB
Usai Haid Payudara Masih Nyeri, Ini Penyebabnya
Nyeri pada payudara bisa terjadi sebelum, selama ataupun setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Sumber: medhealthdaily
 29 Aug 2020    17:00 WIB
Payudara Nyeri, Apa Penyebabnya?
Payudara juga dapat terasa nyeri selama dan setelah menstruasi. Hal ini bukanlah suatu tanda kehamilan, tetapi mungkin berhubungan dengan makanan, hormon, stress, dan berbagai hal lainnya. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat membuat payudara terasa nyeri pada waktu yang berbeda daripada biasanya. Kafein, Nikotin, Metilxanthin, dan Lainnya Vasodilator, suatu bahan kimia yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah, yang akan membuat tubuh merasa stress. Karena efek inilah, rasa nyeri dan berbagai gejala tidak menyenangkan lainnya dapat menjadi lebih terasa. Jadi, jika Anda sering menggunakan obat ini, maka ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsinya. Retensi Cairan Retensi cairan akibat garam, kurang olahraga, atau menderita gangguan kesehatan tertentu dapat menyebabkan payudara menjadi lebih berat sehingga menjadi lebih sakit. Jadi, ada baiknya bila Anda mengurangi konsumsi garam. Lebih sering berolahraga juga dapat mengurangi retensi cairan. Lemak Hewani Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa lemak hewani turut berperan dalam terjadinya nyeri payudara. Akan tetapi, para ahli masih tidak mengetahui apakah lemaknya yang menjadi penyebab atau apakah hormon yang terdapat di dalamnya yang menjadi penyebab. Olahraga Olahraga berlebihan juga dapat menyebabkan nyeri payudara, terutama pada wanita yang memiliki payudara besar. Hindarilah olahraga yang menimbulkan banyak tekanan pada payudara dan gunakanlah bra khusus olahraga saat berolahraga. Kontrasepsi dan Terapi Hormonal Walaupun dapat mencegah terjadinya kehamilan, akan tetapi kontrasepsi mungkin dapat berpengaruh besar pada produksi hormon di dalam tubuh Anda. Selain itu, terapi hormonal juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri dan rasa tidak nyaman pada payudara. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami hal ini. Perubahan Kadar Hormon Pubertas, sedang haid, kehamilan, dan menopause merupakan masa-masa di mana kadar progesteron dan estrogen menjadi tidak stabil. Keadaan ini dapat menyebabkan payudara terasa nyeri. Sumber: medhealthdaily
 12 Jul 2020    11:00 WIB
Nyeri Payudara Sebelum Menstruasi, Normalkah?
Nyeri yang terjadi di payudara merupakan sesuatu yang dikeluhkan oleh wanita. Nyeri payudara paling sering terjadi pada masa sebelum menstruasi dan saat masa menstruasi. Nyeri dada juga bisa terjadi setelah masa menstruasi juga. Tetapi apakah nyeri payudara itu normal? Nyeri payudara merupakan hal normal yang terjadi pada wanita dan merupakan bagian dari  premenstrual syndrome (PMS). Sindrom pada PMS juga termasuk nyeri pada perutbawah, perubahan mood yang tiba-tiba dan kesulitan beritirahat. Pada artikel ini kita akan membahas apakah nyeri payudara itu normal dan kondisi apakah yang menyebabkan nyeri payudara ini menjadi kondisi yang serius dan berat. Fluktuasi hormonal Alasan utama mengapa tidak terjadi nyeri payudara adalah karena peningkatan sekresi dari hormon esterogen. Estrogen ini merupakan salah satu hormon yang paling penting untuk tubuh. Keluarnya hormon esterogen yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya kekakuan pada jaringan payudara, dan payudara menjadi lebih keras. Oleh karena itu tidak munculnya nyeri payudara sebelum masa menstruasi merupakan hal yang normal. Hal tersebut biasanya terjadi pada hari ke 21 siklus menstruasi. Oleh karena itu tanda ini sering sekali terjadi pada banyak wanita sebelum masuk masa menstruasi. Jika nyeri payudara yang muncul tidak terlalu berat dan mengganggu seharusnya tidak perlu membuat Anda khawatir. Mengamati Pada kebanyakan wanita, gejala nyeri payudara menjelang masa menstruasi merupakan hal sering sekali terjadi. Anda tidak perlu menjadi tegang dan khawatir mengenai nyeri payudara yang Anda alami. Kecuali nyeri payudara yang Anda alami sangat berat dan tidak bisa ditoleransi maka Anda tidak harus menganggapnya serius. Efek samping Terkadang pada wanita yang sudah menikah sering mengkonsumsi pil kb untuk mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. Tetapi ketika mereka berhenti mengkonsumsinya, keseimbangan hormon menjadi kacau dengan tiba-tiba dan dapat memunculkan nyeri payudara. Hal ini merupakan kondisi yang sepenuhnya normal. Jika Anda khawatir dengan gejala ini maka Anda dapat menghubungi dokter kandungan Anda. Obesitas Berat badan berlebih dan gaya hidup yang tidak sehat dapat menimbulkan keluhan nyeri payudara. Hal ini tidak berbahaya karena penyebab utama dari nyeri payudara disebabkan oleh peningkatan berat badan. Untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan nyeri payudara ini maka Anda harus menjaga pola makan yang sehat dan menurunkan berat badan Anda. Meminum banyak air putih juga dapat menurunkan nyeri payudara yang Anda rasakan.   Perubahan menjadi wanita dewasa Nyeri payudara sangat mungkin dialami seorang gadis muda, terutama saat mulai mendapat menstruasi. Nyeri dada merupakan hal yang normal terjadi pada seorang gadis mda. Untuk itu Anda tidak harus khawatir jika mengalami nyeri payudara saat pertama kali mendapat menstruasi.   Sumber: boldsky
 14 Feb 2020    08:00 WIB
4 Jenis Olahraga Untuk Memperkencang Payudara
Payudara terasa kendur? Anda mungkin dapat melakukan sesuatu untuk mengatasinya. Dengan melatih otot dada, tidak hanya membuat payudara Anda terasa lebih kencang, tetapi juga terlihat lebih besar. Walaupun demikian, latihan atau olahraga ini tetap tidak akan membuat ukuran cup bra Anda berubah. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis olahraga yang telah terbukti dapat membuat payudara Anda menjadi lebih kencang dan terlihat lebih besar. Pastikan saja Anda menggunakan barbell dengan berat yang sesuai (jangan terlalu ringan, tetapi juga jangan terlalu berat; di mana Anda merasa bahwa Anda dapat mengulang latihan 2 kali lagi pada akhir sesi). Lakukanlah olahraga di bawah ini 2x seminggu.   Baca juga: 5 Hal yang Dapat Membuat Payudara Anda Menjadi Kendur   Dumbbell Bench Press Untuk melakukan gerakan ini, berbaringlah pada kursi datar dengan posisi terlentang, pegang barbell dengan berat yang sama pada masing-masing tangan, luruskan tangan ke atas, kemudian tarik tangan hingga berada pada sisi kanan kiri dada Anda, lalu luruskan kembali. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x untuk setiap sesinya, kemudian lanjutkan dengan gerakan push up tanpa beristirahat terlebih dahulu.   Push Up Untuk melakukan push up, pastikan tangan Anda sedikit lebih lebar daripada bahu, rapatkan kedua kaki dan angkat (jangan tempelkan lutut pada permukaan lantai). Kemudian turunkan tubuh Anda hingga hampir menyentuh permukaan lantai, lalu angkat kembali tubuh Anda ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x untuk setiap sesinya dan istirahatlah selama 90 detik, kemudian ulangi gerakan dumbbell bench press dan push up kembali, istirahat selama 90 detik, kemudian lanjutkan dengan inclined dumbbell bench press.   Inclined Dumbbell Bench Press Untuk melakukan gerakan ini, Anda membutuhkan kursi khusus yang dapat dimiringkan (sekitar 15-30 derajat) dan pastikan telapak kaki Anda menyentuh permukaan lantai. Pegang barbell pada kedua tangan Anda, lalu luruskan tangan Anda ke atas. Setelah itu, perlahan-lahan turunkan tangan hingga ke sisi kanan kiri dada, lalu kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x untuk setiap sesinya, lalu lanjutkan ke dumbbell fly tanpa beristirahat.   Dumbbell Fly Posisikan diri Anda sama seperti pada dumbbell bench press. Peganglah barbell dengan berat yang sama pada masing-masing tangan. Luruskan tangan ke atas, lalu turunkan masing-masing tangan ke kanan dan kiri hingga tangan terpentang lebar ke samping. Lalu luruskan kembali tangan ke atas. Ulangi gerakan ini sebanyak 10x, kemudian istirahat selama 90 detik. Ulangi kembali inclined dumbbell bench press dan dumbbell fly.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womensheatlhmag
 02 Jan 2020    11:00 WIB
Tanda dan Gejala Kanker Payudara Pada Pria
Seperti wanita yang memiliki jaringan payudara dan kelenjar yang berkembang selama masa pubertas, pria juga memiliki jaringan payudara tetapi perkembangannya tidak lengkap dan juga tidak berkembang sebagaimana wanita. Tetapi sejumlah kecil dari jaringan payudara yang ada pada pria juga dapat menimbulkan kanker payudara. Kondisi ini memang sangat jarang terjadi, yaitu sebanyak satu dari seribu pria. Baik pada pria maupun wanita, kanker payudara sama-sama membahayakan. Artikel ini akan membahas mengenai gejala awal kanker payudara pada pria yang harus diperhatikan. Kebanyakan dari gejala ini muncul pada pria berusia 60-70 tahun, tetapi bukan tidak mungkin terjadi diusia berapapun. Berikut adalah beberapa tanda awal dari kanker payudara pada pria. Benjolan atau Massa yang tidak Terasa SakitGejala awal kanker payudara pada pria adalah terbentuknya massa atau benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit. Massa ini secara umum ada di belakang puting susu atau disekitarnya. Massa ini dapat dirasakan oleh tangan kosong. Jika Anda menemukan tanda ini sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Perdarahan Keluar dari Puting Gejala awal lain dari kanker payudara pria adalah keluarnya cairan atau darah atau cairan putih dari puting. Hal ini merupakan tanda serius yang tidak boleh diacuhkan begitu saja. Keluarnya darah dari puting payudara merupakan tanda adanya kanker berat baik untuk pria maupun wanita. Kelemahan dan KelelahanSama seperti gejala kanker lainnya, tanda awal kanker payudara pria juga termasuk kelemahan dan rasa pegal di tubuh. Sel kanker dapat bermultiplikasi dengan cepat dan menyebabkan tubuh merasa sangat lelah. Tubuh akan kehilangan energi dan mengalami penurunan metabolisme. Pegal-pegal juga dapat menjadi tanda dehidrasi. Penurunan Berat Badan dan Nafsu MakanPenurunan berat badan merupakan salah satu tanda awal dari kanker payudara pria. Tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dari makanan seperti sebelumnya. Tubuh juga kehilangan kemampuannya mencerna makanan sehingga menyebabkan penurunan nafsu makan. Tubuh tidak Berfungsi dengan BaikSering terjadi kanker payudara pada pria tidak dapat terdeteksi dan sel kanker sudah menyebar dengan cepat pada organ lain. Fungsi tubuh juga semakin berkurang dan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Sel kanker dapat menyebar pada organ seperti prostat dan hati. Baca juga : Menghidari Kanker MulutSumber: boldsky
 28 Dec 2019    18:00 WIB
Kenali Gejala Awal Kanker Payudara Pada Tubuh Kita
Kanker payudara merupakan penyakit kanker yang menyerang bagian jaringan payudara. penyakit kanker payudara ini terjadi karena adanya sel dalam jaringan payudara yang tumbuh secara tidak normal, cepat, dan ganas. kanker payudara kebanyakan menyerang kaum wanita, tetapi perlu anda ketahui bahwa pria juga mempunyai resiko terserang penyakit yang sangat mematikan ini, tetapi resiko seorang pria terserang penyakit kanker payudara lebih kecil di bandingkan dengan resiko menyerang seorang wanita. Baca juga: Empat Dokter Wanita Super Cantik  di Indonesia Beberapa faktor penyebab seseorang terkena penyakit kanker payudara diantaranya Payudara terlalu sering dipencet atau diremas, Gizi buruk yang dikonsumsi pada makanan, Terkena radiasi ionisasi sebelum atau sesudah pubertas, Faktor genetik atau ada riwayat keluarga yang mengalami penyakit kanker payudara, Merokok dan minum alcohol. Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur. Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Gejala Lainnya Yang Mungkin Ditemukan Di Bagian Tubuh: Benjolan atau massa di ketiak Nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara Keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah) Puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal Perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu) Perubahan ukuran atau bentuk payudara Kulit di sekitar puting susu bersisik Ketahui penyakit kanker payudara sedini mungkin sangatlah penting, karena semakin cepat penyakit kanker ini di ketahui, maka akan semakin mudah untuk peroses pengobatan dan penyembuhannya.
 01 Dec 2019    08:00 WIB
Payudara Sakit, Karena Menstruasi Atau Bukan?
Pada wanita, seringkali sulit dibedakan apakah keluhan nyeri pada payudara disebabkan oleh perubahan kadar hormonal akibat menstruasi (nyeri siklik) atau karena hal lainnya (non siklik). Di bawah ini Anda dapat melihat perbedaan gejala antara nyeri payudara yang berhubungan dengan siklus menstruasi dan yang bukan.   Nyeri Payudara Siklik Nyeri payudara siklik biasanya berhubungan dengan siklus menstruasi. Nyeri ini terutama terjadi pada akhir masa pubertas dan awal masa menopause. Walaupun demikian, nyeri ini dapat mengenai wanita pada usia berapa pun. Nyeri payudara siklik biasanya berupa: Nyeri dapat tajam maupun tumpul dengan intensitas yang bervariasi, dari hampir tidak terasa hingga sangat nyeri Selain nyeri, payudara juga dapat terasa kesemutan, tertekan, panas, atau mati rasa Nyeri dapat mengenai suatu bagian payudara, seluruh payudara, tulang rusuk, ketiak, bahu, atau bagian dada lainnya selain payudara Intensitas nyeri biasanya berkurang seiring dengan berlalunya siklus menstruasi. Jika gejala tidak juga membaik, maka hal ini dapat merupakan tanda dari suatu gangguan yang lebih serius   Nyeri Payudara Non Siklik Nyeri payudara non siklik biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tidak memiliki jadwal tertentu. Nyeri ini merupakan nyeri umum yang tidak berhubungan dengan siklus menstruasi. Nyeri payudara non siklik dapat disebabkan oleh trauma, olahraga, tindakan pembedahan, penumpukkan cairan, dan sebagainya. Nyeri payudara non siklik biasanya berlangsung sementara atau ringan. Akan tetapi, bila payudara terasa panas seperti terbakar atau nyeri tidak juga menghilang atau gejala semakin memburuk, segera periksakan diri Anda ke seorang dokter.   Baca juga: Ini Dia Penyebab Payudara Tetap Nyeri Setelah Haid Selesai   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: medhealthdaily
 20 Sep 2019    18:00 WIB
Berapa Ukuran Bra yang Tepat ? Berikut Cara Mengukurnya
Apakah Anda sudah menggunakan ukuran bra yang tepat bagi payudara Anda? Sekitar 80-85% wanita menggunakan ukuran bra yang salah dan ukuran bra Anda dapat berubah-ubah di sepanjang hidup Anda. Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, tubuh Anda juga akan mengalami perubahan, terutama saat Anda hamil dan menyusui. Kedua hal ini dapat mempengaruhi ukuran bra Anda. Oleh karena itu, dianjurkan agar Anda mengukur bra Anda setiap tahun atau selama Anda hamil atau menyusui. Bila Anda merasa bra yang biasa Anda gunakan sudah tidak nyaman lagi, maka hal ini berarti bahwa sudah saaatnya Anda mengganti bra Anda.   Baca juga: 3 Tanda Anda Menggunakan Bra yang Salah   Jika Anda sulit menentukan apakah Anda sudah menggunakan bra dengan ukuran yang tepat atau belum, di bawah ini Anda dapat melihat beberapa tanda ukuran bra yang Anda gunakan sekarang sudah tidak tepat: Bra tertarik ke atas atau turun ke bawah Tampak bekas tali bra pada tubuh saat melepas bra di malam hari Payudara tampak menonjol ke luar (baik dari samping atau depan) Bra sudah terasa sangat tidak nyaman   Cara Mengukur Ukuran Bra yang Tepat: Langkah Pertama Langkah pertama adalah gunakanlah bra yang tidak berbusa dan siapkan tali pengukur. Sumber gambar: http://www.penningtons.com   Langkah Kedua Langkah kedua adalah untuk menentukan ukuran lingkar dada. Caranya adalah ukurlah lingkaran dada Anda dengan meletakkan tali pengukur tepat di bawah payudara Anda (di bawah bra). Kemudian bulatkan hasil pengukuran ke angka terdekat, misalnya Anda mendapatkan ukuran 30 ¼ inchi, maka dibulatkan menjadi 31, kemudian tambahkan 5. Jadi ukuran lingkar dada Anda adalah 36. Bila hasil pengukuran menunjukkan angka genap, misalnya 30, maka tambahkan 4. Jadi ukuran lingkar dada Anda adalah 34. Sumber gambar: http://www.penningtons.com   Langkah Ketiga Langkah ketiga adalah untuk menentukan ukuran cup bra Anda. Caranya adalah letakkan tali pengukur pada ujung terbesar payudara Anda, biasanya pada puting susu, kemudian bulatkan angka ke angka terdekat, misalnya 38. Kemudian kurangilah ukuran cup bra dengan ukuran lingkar dada, misalnya 38 dikurangi 36, jadi selisihnya adalah 2. Lalu lihatlah tabel di bawah ini untuk mengetahui ukuran cup bra Anda. Perbedaan Lingkar Dada-Cup 0 1 2 3 4 5 6 7 Ukuran Cup AA A B C D DD DDD, F G Jadi, bila selisihnya adalah 2, maka ukuran cup payudara Anda adalah B, maka ukuran bra Anda adalah 36B.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenitely
 28 Aug 2019    08:00 WIB
Komplikasi Apa Yang Diakibatkan Pecahnya Implan Payudara Silikon ?
Pecahnya implan payudara silikon dapat menyebabkan rasa sakit pada payudara dan perubahan bentuk dari payudara. Pecahnya implan payudara silikon secara tidak terduga dapat menyebabkan kanker payudara, masalah reproduksi atau penyakit jaringan ikat, seperti artritis reumatoid (rematik sendi) Saat implan payudara silikon dimasukkan di dalam tubuh Anda, implan tersebut akan dikelilingi jaringan fibrosa/jaringan ikat. Ketika implan tersebut pecah, hal tersebut tidak dapat diketahui secara langsung karena silikon tersebut terjebak di dalam jaringan ikat, sehingga hal ini disebut sebagai "Silent Rupture". Pecahnya implan payudara dapat menyebabkan jaringan ikat sekitar payudara meradang. Selain itu dapat terbentuk jaringan parut. Hal ini akan menyebabkan: Nyeri atau bengkak pada payudara yang terkena Perubahan ukuran dan bentuk dari payudara Benjolan pada payudara yang terkena Terjadinya pelunakan atau pengerasan payudara yang terkena Apabila Anda memiliki implan payudara silikon dan menduga bahwa implan tersebut pecah, segera konsultasikan hal ini dengan dokter Anda. Dokter akan melakukan Tes Pencitraan seperti MRI Payudara untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Apabila Anda memiliki "Silent Rupture" dan tidak mempunyai gejala, maka pengobatan yang bisa dilakukan terserah pada Anda. Pada beberapa wanita akan menunggu dan melihat reaksi yang akan terjadi, namun ada juga yang lebih memilih untuk mengeluarkan dan mengganti implan tersebut. Tanyakan kepada dokter Anda untuk membantu menimbang baik dan buruk dari kedua pilihan tersebut. Pada keadaan implan payudara silikon yang pecah dan menimbulkan gejala, dokter akan merekomendasikan untuk melakukan operasi pengangkatan implan tersebut, dan dapat langsung dimasukkan implan yang baru apabila hal itu diinginkan. Jika Anda memutuskan bahwa Anda tidak ingin implan payudara lagi, implan dapat dikeluarkan setiap saat. Anda mungkin perlu mengangkat payudara atau operasi korektif lainnya untuk membantu payudara Anda mempertahankan penampilan estetis.  Apabila seseorang memutuskan untuk tidak lagi menggunakan implan payudara, implan ini dapat diangkat kapan saja. Namun perlu dilakukan operasi pengangkatan implan dan operasi perbaikan untuk mempertahankan keindahan bentuk payudara. Perlu diingat bahwa implan payudara tidak dijamin untuk seumur hidup Bahkan, FDA (Food and Drug Administration) merekomendasikan untuk melakukan MRI payudara secara rutin. Hal ini perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya "Silent Rupture". Tiga tahun pertama setelah implan tersebut dimasukkan dalam tubuh dan diulang setiap dua tahun sekali setelahnya.  Terjadi perdebatan mengenai pemeriksaan rutin MRI Payudara karena hal ini akan memakan biaya yang mahal dan bisa menyebabkan dilakukan operasi yang tidak perlu. Konsultasikan hal ini dengan dokter Anda untuk menentukan tindakan yang terbaik untuk Anda. Sumber : Mayoclinic 
 04 Jul 2019    16:00 WIB
5 Hal yang Dapat Membuat Payudara Menjadi Kendur
Memiliki anak, menyusui, dan bertambahnya usia dapat membuat elastisitas kolagen, suatu jaringan ikat yang berada di bawah kulit; hilang dan membuat payudara Anda tampak "turun" atau menjadi kendur. Selain itu, payudara yang kendur juga dapat disebabkan oleh faktor genetika. Jadi, bila ibu Anda mengalaminya, maka Anda pun mungkin akan mengalaminya. Sebuah penelitian baru di Amerika menemukan bahwa ternyata jaringan payudara menua 2-3 tahun lebih cepat dibandingkan dengan sisa tubuh Anda. Oleh karena itu, Anda mungkin harus berhenti melakukan beberapa hal yang dapat mempercepat proses pengenduran payudara seperti yang disebutkan di bawah ini. 1. Diet Sangat Ketat Mengalami penurunan dan peningkatan berat badan sebanyak 2.5-5 kg berulang kali mungkin tidak akan terlalu berpengaruh pada payudara Anda, akan tetapi bagaimana bila Anda mengalami penurunan dan peningkatan berat badan hingga 15 kg? Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah bahwa setiap kali Anda mengalami peningkatan atau penurunan berat badan, maka jaringan payudara Anda akan menjadi lebih kendur. 2. Merokok Setiap kali Anda merokok, berapa pun banyaknya maka rokok dapat menyebabkan kulit Anda menjadi lebih lemah dan lebih tua dengan cara menurunkan suplai darah pada permukaan kulit tersebut. 3. Tidak Menggunakan Tabir Surya Paparan sinar UV pada kulit yang tidak dilindungi oleh tabir surya dapat menyebabkan terbentuknya kerutan prematur. Hal ini juga berlaku bagi kulit payudara Anda. Paparan sinar UV dapat membuat payudara Anda menjadi lebih kendur karena menyebabkan kerusakan jaringan kolagen dan kulit pada payudara. 4. Menggunakan Jenis Bra yang Salah Tidak menggunakan bra yang tepat merupakan salah satu penyebab utama mengapa payudara menjadi kendur. Selain itu, semakin banyak payudara Anda bergerak naik turun, maka tekanan pada kulit dan jaringan kolagen pada payudara Anda pun akan semakin meningkat. 5. Olahraga Tertentu Walaupun masih sedikit penelitian yang meneliti mengenai apa sebenarnya efek olahraga pada payudara wanita, akan tetapi beberapa orang ahli mengatakan bahwa olahraga yang membuat payudara terus bergerak naik turun misalnya saat Anda berlari dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan kolagen di payudara. Sumber: womenshealthmag