Your browser does not support JavaScript!
 22 Dec 2019    08:00 WIB
Cara Mengatasi Ruam Popok
Ruam popok adalah salah satu hal yang sering terjadi pada bayi. Hampir semua bayi pernah mengalami ruam popok.  Ruam popok terjadi bukan berarti bahwa Anda adalah orang tua yang lalai, namun karena bayi memiliki kulit yang sensitif. Namun bila Anda tidak mengganti popok yang kotor, hal ini juga akan memperparah ruam popok yang dialami. Bahkan pampers yang dikatakan paling mudah menyerap, tidak mampu menyerap pipis bayi Anda secara sempurna. Urin yang bercampur dengan bakteri dalam tinja akan membentuk amonia yang dapat merusak kulit.  Pengenalan makanan padat yang baru, dapat mengubah komposisi tinja atau frekuensi buang air besar. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya ruam popok.  Apa cara terbaik untuk mengatasi ruam popok?  Usahakan agar pampers anak Anda bersih dan kering. Anda harus sering kali mengganti pampers bayi Anda.  Bilas area popok dengan baik setiap kali mengganti pampers. Jangan gunakan tisu yang mengandung alkohol atau wewangian. Sebaiknya gunakan bola kapas dan air hangat untuk membersihkan daerah tersebut. Bersihkan dengan perlahan dan lembut.  Keringkan kulit bayi Anda dengan cara di tepuk bukan digosok.  Gunakan salep yang dapat melindungi kulit agar tidak teriritasi oleh urin dan kotoran. Ada beberapa salep yang dapat melindungi kulit seperti petroleum jelly, jelly nonpetroleum, produk lanolin Gunakan pampers yang lebih besar dari ukuran seharusnya dan lebih longgar untuk memberikan sirkulasi udara yang baik. Sebaiknya Anda memilih pampers yang terbaik, cari yang memang sesuai untuk kulit bayi yang sensitif dan mampu menyerap pipis dengan baik.   Ketika cuaca hangat, anak Anda dapat bermain di luar atau di sebuah ruangan dengan lantai yang mudah dibersihkan, untuk sementara tidak perlu menggunakan pampers. Paparan udara akan mempercepat penyembuhan.  Apabila ruam yang ada tidak kunjung sembuh: Mungkin Anda harus membiarkannya tidak menggunakan pampers untuk sementara waktu.  Segera konsultasikan dengan dokter spesialis anak untuk memberikan penanganan yang tepat   Sumber: babycenter