Your browser does not support JavaScript!
 22 Sep 2020    13:00 WIB
Mencegah Terjadinya Kram Otot
Kram otot merupakan suatu keadaan di mana otot terasa keras, menonjol, dan menimbulkan nyeri. Terjadinya kram otot pun dapat dicegah dengan memperhatikan beberapa hal di bawah ini. Para ahli menyarankan agar anda melakukan peregangan sebelum dan setelah berolahraga, yang juga disertai dengan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berolahraga untuk mencegah kram otot akibat aktivitas fisik berat. Mengkonsumsi cairan dengan cukup sebelum, selama, dan setelah beraktivitas juga sangat penting, terutama bila aktivitas atau olahraga berlangsung lebih dari 1 jam dan menggantikan elektrolit yang kurang juga dapat membantu. Rasa lelah yang berlebihan terutama saat cuaca panas sebaiknya dihindari. Seberapa banyak cairan yang harus anda minum berbeda-beda pada setiap orang. Tujuan hidrasi adalah untuk mencegah terjadinya penurunan berat badan berlebihan (>2% berat badan). Timbanglah berat badan anda sebelum dan setelah berolahraga untuk melihat seberapa banyak cairan tubuh anda yang hilang melalui keringat. Satu liter air memiliki berat 1.125 kg. Tergantung pada lama dan beratnya olahraga, suhu dan kelembaban, berat badan dan berbagai faktor lainnya; kehilangan cairan yang anda alami dapat berkisar antara 0.4-1.8 liter setiap jamnya.   Hidrasi Sebelum Beraktivitas (Bila Diperlukan) Sebelum beraktivitas atau berolahraga, bila diperlukan, anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Konsumsilah air sebanyak 0.5 liter setiap jamnya selama beberapa jam (3-4 jam) sebelum beraktivitas atau berolahraga (pada orang dengan berat badan 90 kg) Konsumsilah minuman yang mengandung natrium dan atau cemilan asin atau makanan lainnya yang mengandung natrium untuk membantu menimbulkan rasa haus dan menahan cairan yang telah dikonsumsi tetap berada di dalam tubuh   Hidrasi Selama Beraktivitas Selama beraktivitas atau berolahraga, langkah hidrasi yang dapat anda lakukan adalah: Konsumsilah 0.4-0.8 liter air setiap jamnya, akan tetapi hal ini tergantung pada penurunan berat badan yang terjadi Hindarilah minuman manis atau yang mengandung karbohidrat lebih dari 10%. Konsumsi karbohidrat hanya direkomendasikan 1 jam setelah beraktivitas atau berolahraga Mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit (natrium dan kalium) dapat membantu menjaga keseimbangan elektrolit terutama pada saat anda belum makan, aktivitas fisik berlangsung selama lebih dari 4 jam, cuaca panas. Pada keadaan ini, mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit dapat menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat dan mencegah berbagai gangguan medis yang mungkin timbul, seperti kram otot dan hiponatremia   Hidrasi Setelah Beraktivitas Setelah beraktivitas, lakukanlah beberapa hal di bawah ini untuk mencegah terjadinya kram otot, yaitu: Minumlah 0.5 liter air untuk menggantikan setiap penurunan berat badan sebanyak 0.5 kg Mengkonsumsi minuman dan makanan yang mengandung sodium dapat membantu menstimulasi rasa haus dan membuat tubuh menahan cairan lebih lama   Selama Kehamilan Mengkonsumsi suplemen kalsium dan magnesium telah terbukti dapat mencegah terjadinya kram saat kehamilan.   Kram Distonik Kram distonik merupakan kram yang terjadi akibat penggunaan bagian tubuh secara berulang-ulang, misalnya menulis. Kram ini dapat dicegah atau diminimalisasi dengan memperhatikan faktor ergonomis, seperti penggunaan peyangga pergelangan tangan, menghindari penggunaan sandal atau sepatu hak tinggi, mengubah posisi kursi, beristirahat sejenak dari aktivitas, membuat posisi senyaman mungkin, dan menggunakan peralatan yang nyaman saat beraktivitas. Mempelajari cara untuk mengurangi ketegangan otot yang berlebihan saat beraktivitas dapat membantu mencegah terjadinya kram. Akan tetapi, terjadinya kram kadang sulit dihindari saat melakukan kegiatan yang sulit dimodifikasi seperti saat memainkan alat music.   Kram Saat Beristirahat Kram di malam hari atau kram lainnya yang terjadi saat beristirahat dapat dicegah dengan melakukan peregangan saat berolahraga, terutama sebelum tidur. Peregangan sederhana pada otot betis selama 10-15 detik dan diulang sebanyak 2-3 kali dapat sebelum tidur dapat membantu mencegah terjadinya kram di malam hari (kram nokturnal). Gerakan ini dapat diulang setiap kali anda terbangun untuk pergi ke kamar mandi dan 1-2 kali di siang hari. Jika kram nokturnal yang anda alami cukup berat dan sering berulang, penggunaan alas kaki yang berbentuk seperti papan saat tidur dapat membantu agar kaki tidak berposisi aneh saat tidur yang seringkali menyebabkan terjadinya kram. Hal penting lainnya untuk mencegah kram nokturnal adalah mengkonsumsi cukup kalsium dan magnesium. Konsumsilah kalsium setidaknya 1 gram setiap harinya dan 1.5 gram bila diperlukan, terutama pada wanita dengan atau tanpa resiko osteoporosis. Mengkonsumsi kalsium tambahan sebelum tidur juga dapat mencegah terjadinya kram. Suplemen kalsium dapat sangat bermanfaat, terutama pada orang yang memang mengalami kekurangan magnesium. Akan tetapi, pemberian suplemen magnesium ini dapat sangat berbahaya pada orang yang mengalami kesulitan pengeluaran magnesium, seperti pada penderita gagal ginjal. Penggunaan obat diuretika dosis tinggi dapat meningkatkan pengeluaran magnesium. Selain itu, mengkonsumsi terlalu banyak kalsium juga dapat meningkatkan pengeluaran magnesium. Berbagai jenis makanan yang mengandung magnesium adalah sayuran, gandum, daging, ikan, pisang, apricot, kacang-kacangan, dan kedelai. Selain itu, magnesium juga dapat ditemukan pada beberapa obat pencahar dan antasida. Kebutuhan magnesium harian adalah antara 50-100 mg. Bagilah dosis suplemen kalsium yang anda gunakan menjadi beberapa kali sehari untuk mencegah terjadinya efek samping magnesium, yaitu diare. Vitamin E juga diduga dapat membantu mengurangi terjadinya kram otot, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.   Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan Pada Lansia Orang lanjut usia yang menggunakan suplemen magnesium harus mengukur kadar magnesium secara teratur karena penurunan fungsi ginjal pada lansia dapat menyebabkan timbulnya toksisitas akibat tingginya kadar magnesium di dalam darah, walaupun dengan penggunaan suplemen magnesium dosis kecil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa para lansia seringkali mengalami kekurangan vitamin D. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan penyerapan kalsium di dalam makanan. Oleh karena itu, dibutuhkan tambahan suplemen vitamin D sebanyak 400 unit setiap harinya. Akan tetapi, jangan mengkonsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan karena dapat menyebabkan terjadinya toksisitas. Walaupun banyak obat diuretika yang menyebabkan pengeluaran kalsium dan magnesium, obat diuretika golongan hidroklorotiazid justru dapat menahan kalsium dan magnesium tetap berada di dalam tubuh. Oleh karena itu, obat ini banyak digunakan untuk mencegah terjadinya kram pada para pasien lansia yang juga menderita hipertensi (tekanan darah tinggi) dan memerlukan penggunaan obat diuretika. Efek samping diuretika lainnya yang juga perlu diperhatikan adalah penurunan kadar natrium dan kalium di dalam darah. Lansia seringkali tidak mengkonsumsi cukup cairan setiap harinya, hal ini diduga berhubungan dengan penurunan rasa haus akibat proses penuaan. Perhatikanlah konsumsi cairan, terutama bila anda juga mengkonsumsi obat diuretika. Konsumsilah setidaknya 6-8 gelas air putih setiap harinya untuk mencegah terjadinya kram akibat dehidrasi. Hindari konsumsi kopi karena kafein yang terdapat di dalam kopi dapat meningkatkan pengeluaran cairan tubuh. Penyebab pasti kram nokturnal pada lansia masih tidak diketahui. Pencegahan terbaik adalah dengan melakukan peregangan secara teratur, konsumsi cairan dengan cukup, konsumsi vitamin D, kalsium, dan vitamin E secukupnya. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen magnesium.   Obat Untuk Mencegah Kram Otot Satu-satunya obat yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya kram otot adalah isquinine. Quinine bekerja dengan cara menurunkan eksitabilitas otot-otot tubuh. Akan tetapi, quinine tidak dapat digunakan pada wanita hamil karena dapat menimbulkan kelainan kongenital pada bayi dan keguguran. Efek samping lainnya adalah timbulnya reaksi alergi, penurunan trombosit, gangguan penglihatan, dan denyut jantung tidak teratur. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum menggunakan obat ini.   Sumber: medicinenet
 12 Sep 2020    17:00 WIB
Kaki Datar dan Hubungannya Dengan Kesehatan
Apakah Anda pernah mendengar istilah kaki datar (pes planus)? Kaki datar adalah suatu keadaan di mana lengkung kaki seseorang tampak tidak ada (rata) atau sangat rendah.   Diagnosa Kaki Datar Lalu bagaimana cara mengetahui apakah Anda memiliki kaki datar atau tidak? Kaki datar hanya dapat diketahui saat seseorang berdiri atau berjalan. Saat seseorang dengan kak datar berdiri atau berjalan, maka lengkung kakiny akan mendatar. Selain itu, kakinya mungkin akan tampak miring ke arah dalam (pronasi subtalar berlebihan). Pada anak-anak, diagnosa kaki datar baru dapat diketahui setelah mereka berusia lebih dari 10 tahun. Hal ini dikarenakan lengkung kaki anak-anak belum sepenuhnya berkembang hingga mereka berusia 10 tahun.   Mengapa Kaki Datar Bisa Terjadi? Karena ada banyak hal yang dapat menyebabkan kaki datar, maka sulit mengetahui apa penyebab pasti terjadinya kaki datar. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kaki datar adalah faktor keturunan, yang membuat otot menjadi lebih lemah atau kaku atau jaringan ikat menjadi lemah. Selain itu, kesalahan memilih alas kaki juga dapat menyebabkan terjadinya kaki datar, misalnya menggunakan sepatu yang membatasi pergerakan jari kaki, seperti sepatu hak tinggi.   Baca juga: Telapak Tangan dan Kaki Sering Basah??? Berikut Cara Mengatasinya…   Apakah Memiliki Kaki Datar Akan Menyebabkan Nyeri Kaki? Berbeda dengan anggapan banyak orang, orang yang memiliki kaki datar tidak selalu mengalami nyeri dan memiliki resiko tinggi mengalami cedera. Namun, memiliki kaki datar akan memberikan tekanan tambahan pada otot, jaringan ikat, dan persendian Anda; yang dapat menyebabkan nyeri pada telapak kaki, kaki, pinggul, dan punggung Anda saat Anda berdiri atau berjalan. Selain itu, seseorang yang memiliki kaki datar juga dapat merasa lelah atau kakinya terasa nyeri setelah berjalan atau berdiri dalam waktu lama.   Apakah Pengobatan Diperlukan? Pengobatan hanya diperlukan jika kaki datar menyebabkan timbulnya nyeri pada telapak kaki atau kaki. Jika tidak menyebabkan nyeri, maka tidak ada pengobatan yang perlu dilakukan. Akan tetapi, pada beberapa kasus yang berat, pengobatan mungkin diperlukan untuk mencegah terjadinya cedera di masa yang akan datang.   Pilihan Pengobatan Kaki Datar yang Tersedia Seperti gangguan kesehatan lain, diagnosa dan terapi sedini mungkin merupakan hal yang penting karena keluhan biasanya akan semakin memburuk seiring dengan berlalunya waktu. Pengobatan awal biasanya bukanlah tindakan pembedahan. Pengobatan pertama yang biasa dilakukan adalah olahraga peregangan betis. Hal ini bertujuan untuk menguatkan dan memanjangkan tendon Achilles dan otot betis belakang, yang memang turut berperan dalam terjadinya kaki datar. Selain itu, penggunaan alas kaki tambahan di dalam sepatu atau ortotik dapat membantu memperbaiki kaki yang datar. Tindakan pembedahan biasanya dipertimbangkan bila pengobatan lain tidak memberikan respon. Tergantung pada kondisi kaki penderita, maka ada beberapa pilihan tindakan pembedahan yang dapat dilakukan, yaitu: Memanjangkan tendon Achilles Osteotomi kalkaneus, merupakan tindakan pembedahan untuk mengubah letak tulang tumit, yang dapat meluruskan kaki Rekonstruksi tendon tertentu, misalnya tendon tibialis posterior   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 03 Jul 2020    16:00 WIB
Jari Tidak Dapat Kembali Lurus Setelah Ditekuk? Hati-hati Trigger Finger!
Trigger finger merupakan suatu kondisi menyakitkan yang menyebabkan jari tangan atau ibu jari terkunci atau tidak dapat kembali ke tempatnya semula saat ditekuk. Trigger finger terjadi saat tendon (jaringan ikat) di dalam jari atau ibu jari meradang. Tendon merupakan jaringan ikat yang menghubungkan antara otot dan tulang. Tendon dan otot pada tangan dan lengan akan menekuk dan meluruskan jari tangan dan ibu jari. Tendon biasanya dapat bergerak dengan mudah karena adanya suatu membran pelubrikasi di sekitar persendian. Membran ini disebut dengan membrane sinovium. Akan tetapi, kadangkala tendon dapat meradang dan membengkak. Iritasi dalam jangka panjang pada pembungkus tendon dapat menyebabkan terbentuknya jaringan ikat dan penebalan, yang akan mengganggu pergerakan tendon. Saat hal ini terjadi, menekuk jari atau ibu jari dapat menarik tendon yang meradang ke dalam pembungkusnya yang sempit, yang akan membuat tendon tertarik atau terjepit.   Penyebab Trigger Finger Trigger finger dapat disebabkan oleh gerakan berulang atau memaksa jari atau ibu jari melakukan suatu gerakan tertentu. Selain itu, menderita artritis reumatoid, gout, dan diabetes juga dapat menyebabkan terjadinya trigger finger. Menggenggam sesuatu benda dengan kuat dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan terjadinya trigger finger.   Siapa yang Bisa Terkena Trigger Finger? Petani, pekerja industri, dan musisi seringkali mengalami trigger finger karena mereka sering melakukan pergerakan berulang pada jari dan ibu jarinya. Bahkan para perokok juga dapat mengalami trigger finger karena menggunakan korek api secara berulang. Trigger finger lebih sering ditemukan pada wanita daripada pria dan paling sering mengenai orang yang berusia antara 40-60 tahun.   Baca juga: Ini Dia Alasan Mengapa Jari Tangan Anda Selalu Dingin…   Apa Gejala Trigger Finger? Salah satu gejala awal trigger finger yang sering ditemukan adalah rasa nyeri pada dasar jari atau ibu jari. Nyeri biasanya dirasakan pada saat menekuk atau meluruskan jari. Rasa nyeri ini biasanya akan memburuk setelah mengistirahatkan jari atau ibu jari dan saat melemaskan jari. Pada beberapa kasus, keadaan ini dapat semakin memburuk, di mana jari atau ibu jari tidak dapat menekuk atau meluruskan dirinya sendiri dan membutuhkan bantuan dari tangan lain.   Bagaimana Mendiagnosa Trigger Finger? Trigger finger biasanya didiagnosa melalui pemeriksaan fisik pada tangan dan jari-jari tangan. Pada beberapa kasus, jari dapat terlihat membengkak dan mungkin ada suatu benjolan pada persendian di dalam telapak tangan. Jari dapat terkunci pada posisi menekuk atau menjadi kaku dan sakit. Tidak diperlukan pemeriksaan foto rontgen atau pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosa trigger finger.   Bagaimana Mengobati Trigger Finger? Langkah pertama untuk mengatasi trigger finger adalah dengan mengistirahatkan jari atau ibu jari. Dokter mungkin perlu memasang bidai pada tangan untuk mencegah sendi bergerak. Jika gejala terus berlangsung, dokter mungkin akan memberikan obat anti radang seperti ibuprofen atau naproxen. Dokter juga mungkin merekomendasikan penyuntikan steroid ke dalam pembungkus tendon. Jika gejala tidak juga membaik, tindakan pembedahan mungkin perlu dilakukan.   Berapa Lama Masa Penyembuhan Trigger Finger? Waktu penyembuhan trigger finger bervariasi tergantung pada keparahan gejala. Pilihan pengobatan yang dilakukan juga akan mempengaruhi berapa lama masa penyembuhan berlangsung. Misalnya pemasangan bidai biasanya harus dilakukan selama 6 minggu. Akan tetapi, pada sebagian besar kasus, gejala trigger finger akan membaik dalam waktu beberapa minggu dengan mengistirahatkan jari dan mengkonsumsi obat anti radang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd
 06 Mar 2020    18:00 WIB
Konsumsi Protein Dengan Baik Dapat Menaikkan Berat Badan?
Hampir semua orang ingin memiliki bentuk tubuh dan berat badan yang ideal. Ada yang ingin menurunkan berat badan namun ada juga yang ingin menaikkan berat badan. Apakah saat ini Anda sedang ingin menaikkan berat badan? Salah satu cara untuk Anda menaikkan berat badan yaitu konsumsi protein Mengapa Anda membutuhkan protein? Protein dapat membantu membentuk massa otot. Anda tidak inginkan menaikkan berat badan namun hanya berisi lemak. Maka yang harus Anda lakukan: 1.      Konsumsi makanan tinggi protein Makanan tersebut seperti: telur, daging merah, makanan laut, ikan, produk kedelai, kacang-kacangan dll merupakan sumber makanan yang sangat kaya protein. Untuk tambahan ekstra, dianjurkan untuk mengkonsumsi roti gandum dengan makanan tinggi protein seperti selai kacang. 2.      Hindari makan satu jenis makanan terlalu banyak Meski protein membantu membentuk otot Anda. Namun Anda harus menyeimbangkan diet Anda dengan asupan pendukung lain yang sehat seperti buah-buahan dan sayuran. 3.      Olahraga yang teratur Apabila Anda konsumsi protein berlebih Anda tentu harus membantunya dengan melakukan olahraga yang teratur. Usahakan lakukan latihan yang dapat membentuk otot seperti angkat beban.  4.      Tidak terlalu banyak Konsumsi protein terlalu berlebihan juga dapat menyebabkan kembung, sakit perut atau kram. Anda dapat mencoba kiat diatas. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan keinginan Anda lakukan dengan baik dan konsisten. Sumber: stylecraze
 13 Feb 2020    11:00 WIB
Apakah Bentuk Perut Dapat Kembali Seperti Semula Setelah Melahirkan?
Hamil dan melahirkan dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada tubuh Anda. Beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh Anda adalah payudara menjadi lebih turun, terbentuknya stretch mark atau selulit pada perut, dan vagina Anda pun akan tampak lebih hitam. Akan tetapi, selain berbagai perubahan di atas, ada 1 lagi perubahan yang seringkali membuat para ibu baru ini merasa frustasi yaitu perut menjadi lebih besar dan kendor. Jadi, apakah mungkin bagi seorang wanita untuk kembali memiliki perut rata dan kencang seperti saat sebelum hamil dan melahirkan? Pada kenyataannya, walaupun faktor genetika dan tingkat aktivitas fisik sebelum Anda hamil juga turut berperan, akan tetapi setiap wanita yang pernah hamil dan melahirkan tetap harus menerima kenyataan bahwa pasti ada sejumlah "pelebaran" pada perut yang bersifat permanen. Sejumlah wanita mungkin akan kembali memiliki perut rata setelah hamil dan melahirkan, akan tetapi, sebagian besar wanita membutuhkan usaha yang sangat keras untuk memperoleh perut ratanya kembali atau bahkan harus menerima kenyataan bahwa perutnya tidak dapat kembali rata seperti semula. Hal ini dikarenakan dibutuhkan waktu 9 bulan untuk membuat perut Anda membesar seiring dengan pertumbuhan bayi Anda, jadi merupakan hal yang masuk akal bila perut Anda juga membutuhkan waktu yang hampir sama untuk kembali rata seperti semula. Dan hal ini pun dapat terjadi bila Anda hanya mengalami peningkatan berat badan sesuai dengan rekomendasi dokter, yaitu sekitar 12.5-15 kg selama hamil. Mengalami peningkatan berat badan lebih banyak daripada 15 kg berarti akan ada sejumlah lemak yang masih tersisa di tubuh Anda, yang sulit untuk dihilangkan. Selain itu, perut yang tetap besar dan menonjol setelah melahirkan juga dapat terjadi akibat penumpukkan kulit yang telah kehilangan elastisitasnya, yang tidak dapat diperbaiki (dikencangkan) dengan melakukan sit up. Akan tetapi, bila Anda merupakan ibu baru yang sedang berusaha mengembalikan bentuk tubuh Anda seperti semula (sebelum hamil) atau calon ibu yang khawatir bentuk tubuhnya tidak dapat kembali seperti semula paska melahirkan, maka Anda tidak perlu merasa khawatir, terutama bila Anda bukanlah seorang selebritis yang memang harus memiliki bentuk tubuh sempurna. Ingatlah bahwa yang terpenting adalah menjaga kesehatan Anda.   Baca juga: Berbagai Jenis Pemeriksaan yang Biasa Dilakukan Pada Trimester I Kehamilan   Sumber: womenshealthmag
 30 Dec 2019    18:00 WIB
Mau Perut Sixpack Tanpa Pergi ke Gym? Ini Caranya!
Sudah sukses membuat perut Anda tampak rata? Apalagi langkah selanjutnya sekarang? Ternyata tidak hanya pria yang dapat membuat perutnya menjadi sixpack, Anda juga bisa. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara praktis untuk membentuk perut menjadi sixpack tanpa harus pergi ke gym.   BICYCLE CRUNCH Untuk melakukan bicycle crunch, Anda harus berbaring di lantai dengan tubuh lurus menempel pada lantai, di mana kedua tangan ditempatkan di samping kepala, kemudian angkatlah kedua kaki sedikit ke atas, tekuk kaki kiri dan kanan secara bergantian seperti saat Anda akan mengayuh sepeda, lalu angkat kepala dan tubuh bagian atas dan arahkan siku kanan ke lutut kiri secara bergantian.   Baca Juga: 8 Olahraga Untuk Menguatkan Tulang   HIP EXTENTION Untuk melakukan hip extention, berbaringlah terlentang, kemudian tumpukan kedua kaki pada swiss ball dengan kedua tangan rileks di samping tubuh, lalu angkatlah kedua kaki secara bergantian ke atas, Ulangi hal ini sebanyak 10 kali untuk masing-masing kaki.   MOUNTAIN CLIMBER Mountain climber adalah latihan full body workout dengan melibatkan sebagian besar otot-otot tubuh dan dapat membakar lebih banyak kalori dalam waktu singkat. Caranya adalah posisikan tubuh seperti gerakan push up, dengan tangan bertumpu pada lantai dan kaki kanan ditekuk ke depan, Tukar posisi kaki kiri dan kanan dengan cepat sehingga kaki kanan lurus ke belakang dan kaki kiri ditekuk ke arah tubuh. Terus ulangi gerakan ini beberapa kali, setidaknya hingga 10 kali.   HIP RAISE Pada hip raise, berbaringlah terlentang dengan kedua tangan terbuka di samping tubuh, kemudian tekuklah lutut Anda ke arah atas, kemudian angkat pinggul Anda ke atas, tahan posisi ini selama beberapa saat, kemudian kembalilah ke posisi semula. Yang terpenting dari berbagai jenis latihan ini adalah Anda harus melakukannya secara teratur dan menjaga pola makan serta asupan protein Anda sehingga latihan ini pun sukses membentuk otot perut Anda.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur https://dokter.id/tanya-dokter"> Tanya dokter sekarang .   Sumber: bodyandhealth
 28 Oct 2019    11:00 WIB
5 Cara Membakar Lemak Lebih Banyak Saat Kelas Zumba
Jatuh cinta pada Zumba? Anda tidak sendirian, banyak orang yang menyukai aktivitas olahraga yang satu ini. Diketahui program Zumba mampu membakar kalori dengan cepat dan Anda akan merasa senang sewaktu melakukannya. Seperti yang kita ketahui Zumba memang dapat membantu membakar kalori dengan cepat. Namun bila Anda ingin dapat membakar kalori lebih banyak saat Zumba maka ada beberapa cara yang harus dilakukan, seperti: Nikmati Zumba merupakan olahraga yang menyenangkan, yang harus Anda lakukan adalah menikmati, ikuti gerakan, dengarkan musik,, bersenang-senang. Jangan terlalu kaku dan berpikir terlalu banyak. Maksimalkan gerakan lengan Anda Selama bergerak, pastikan untuk memaksimalkan gerakan lengan Anda. Hal ini akan meningkatkan pembakaran kalori dan melibatkan banyak otot lengan Anda. Naik, turun Saat instruktur Anda meragakan beberapa gerakan yang dilakukan seperti gerakan naik dan turun, maka sebaiknya Anda ikuti karena hal ini akan meningkatkan pembakaran kalori selain akan membentuk otot bokong, pinggul dan paha. Goyangkan badan Anda Pada saat Zumba, akan ada banyak gerakan yang menggoyangkan dada, bokong dan pinggul, usahakan untuk mengikutinya secara maksimal. Bergeraklah Saat Anda melakukan Zumba mungkin Anda belum mampu menguasai setiap gerakan. OK! Tidak masalah, tetap bergeraklah, usahakan selama Zumba Anda tetap bergerak agar dapat membakar banyak kalori. Apabila Anda rutin melakukan Zumba maka lama kelamaan Anda akan mampu mengikuti gerakan dengan benar dan merasa nyaman untuk melakukannya.   Sumber: shape
 03 Jul 2019    16:00 WIB
9 Pertolongan Pertama Ketika Otot Terasa Ngilu
Apakah Anda pernah mengalami otot terasa cekat-cekot? Bila iya, rasanya pasti sangat mengganggu. Otot terasa cekat-cekot atau nyeri otot bisa saja Anda alami saat melakukan aktivitas berat seperti setelah berolahraga atau aktivitas lain. Rasanya memang sangat mengganggu. Namun jangan biarkan aktivitas Anda malah akan terganggu Berikut adalah cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi nyeri otot, silahkan disimak ulasan dibawah ini: 1.      Istirahatkan otot Apabila Anda mengalami nyeri otot maka segera istirahatkan otot yang terasa nyeri selama 24-48 jam setelah latihan atau aktivitas yang menyebabkannya sakit. Setelah itu untuk sementara waktu jangan melakukan latihan berat lagi, usahakan latihan yang Anda lakukan kurang dari 50% mulai dari berat, jarak dan kecepatan latihan yang membuat otot Anda terasa sakit. Ini merupakan adalah cara terbaik untuk menghindari rasa sakit yang berlebihan. 2.      Pijat tubuh Anda Saat Anda melakukan aktivitas yang berlebihan biasanya akan terjadi robekan kecil pada serat otot Anda. Respon alami tubuh terhadap robekan ini adalah terjadinya peradangan. Pijatan membantu mengurangi jumlah sitokin yang diproduksi oleh tubuh. Sitokin ini yang menimbulkan reaksi peradangan pada tubuh. Namun Anda harus mencari terapis pijat yang memang kompeten, terapi pijat akan membuat tubuh menjadi lebih rileks, sekaligus memiliki fungsi meditatif dan menyembuhkan. 3.      Memijat sendiri Tergantung pada lokasi rasa sakit yang Anda rasakan, Anda dapat mencoba untuk memijat sendiri otot yang sakit. Gunakan kombinasi ibu jari, buku-buku jari dan telapak tangan untuk memijat lebih dalam sampai ke jaringan otot. Saat Anda sedang memijat, jangan fokus pada bagian tengah otot yang sakit. Sebaliknya fokus pada ujung otot. Tindakan ini akan membuat otot menjadi rileks lebih cepat. Jika otot yang sakit berada di sepanjang punggung dan leher, minta bantuan terapis pijat. Daerah ini berbahaya untuk dipijat tanpa latihan yang memadai. 4.      Lakukan peregangan otot Latihan ini juga akan membantu untuk mengeluarkan asam laktat dari otot-otot Anda. Melakukan peregangan setelah aktivitas berat berfungsi mencegah otot kaku dan terasa nyeri. 5.      Dinginkan otot secara tidak langsung Dokter menyarankan untuk mendinginkan otot setelah beraktivitas berat seperti berolahraga untuk mengurangi peradangan dan memberikan rasa lega yang lebih lama.Saat mendinginkan otot, cara terbaik adalah membungkus kompres es supaya tidak langsung mengenai kulit 6.      Gunakan panas Hari pertama rasa sakit otot muncul, panas dapat digunakan untuk membantu mengalirkan darah ke otot. Cara ini akan membantu proses pemulihan serta berfungsi menenangkan otot. 7.      Mandi dengan air pancuran Biarkan air hangat menyirami otot-otot Anda, membuat otot-otot menjadi lebih rileks. Gunakan air hangat dan dingin secara bergantian untuk perawatan hidroterapi sendiri. 8.      Lakukan peregangan saat mandi Berendam dengan air hangat dan gunakan sabun cair akan membantu menenangkan otot. Berendamlah kira-kira sekitar 15-25 menit untuk hasil maksimal. 9.      Gunakan obat untuk mengatasi rasa nyeri Golongan obat yang digunakan untuk mengatasi rasa nyeri adalah obat golongan NSAID, atau obat-obatan antiinflamasi non steroid seperti Ibuprofen, Naproxen atau aspirin Mudahkan cara untuk mengatasi otot yang cekat-cekot, selain cara diatas usahakan untuk minum banyak air putih terutama saat Anda berolahraga. Otot-otot Anda membutuhkan air untuk dapat berfungsi maksimal, dan tubuh Anda membutuhkan air untuk memperbaiki otot-otot Anda. jadia jangan lupa untuk minum air putih yang banyak. Baca juga: Mengapa Otot Terasa Nyeri Setelah Berolahraga? Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: stylecraze
 22 Mar 2019    11:00 WIB
Makanan Rakyat Rendah Lemak ini Percepat Pembentukan Otot?
Mungkin kamu akan terkejut dengan fakta ini. Yes, makanan yang sering kali disepelekan dan disebut "makanan rakyat" ini ternyata tinggi akan kandungan protein. Makanan Tinggi Protein merupakan nutrisi penting yang diperlukan tubuh untuk membentuk jaringan otot. Fungsi protein adalah sebagai zat pengatur hormon-hormon yang berfungsi dalam proses pencernaan. Protein juga berperan dalam menjaga keseimbangan pH asam dan basa tubuh. Karena pentingnya fungsi protein maka kita perlu mencukupi kebutuhan protein setiap harinya. Ketahui berbagai makanan dengan sumber protein tinggi: -          BAYAM Bayam mengandung glutathione, alpha lipoic acid, dan serat. Satu mangkuk bayam mengandung 41 kalori. Semua kandungan tersebut membuatnya ampuh dalam mengikat kolesterol jahat (LDL) dan membawanya ke luar dari tubuh. -          YOGURT Mengandung kalsium tinggi dan protein. Apalagi jika yoghurt tersebut diperkaya bakteri baik, sehingga kerja pencernaan menjadi lebih lancar. Biasakan untuk mengonsumsi yoghurt setiap hari. Entah dengan dikonsumsi secara langsung, dicampur buah, smoothies, atau bisa jadi tambahan untuk sup dan kari. -          IKAN Tentunya kita semua sudah tahu kalau ikan merupakan makanan tinggi protein. Tidak perlu kuatir akan kandungan lemak pada ikan. Beberapa jenis ikan, seperti gindara memiliki kadar lemak yang sangat rendah. Ikan lainnya seperti salmon dan tuna memiliki kandungan lemak yang cukup banyak, namun lemak baik Omega 3. -          SUSU RENDAH LEMAK Susu mengandung kalsium dan protein. Kalsium dan protein yang terkandung dalam makanan berbahan dasar susu (dairy food) rendah lemak ternyata dapat membantu menurunkan berat badan sekaligus menjaga massa otot. Kalsium akan membantu tubuh mengolah lemak lebih efisien dan meningkatkan tenaga. Susu yang tinggi kalsium dan rendah lemak mampu meningkatkan thermogenesis (membakar lemak) dan metabolisme. Berkat kandungan proteinnya, minum susu juga memberi rasa kenyang lebih lama ketimbang minum jus. Baca Juga: Drink More Water! Minum Air Putih Saat Bangun Tidur Bikin Tubuh Langsing Rata-rata wanita Asia dewasa berindeks massa tubuh normal (18,5 – 22,9), porsi harian yang disarankan untuk protein adalah 0,8 – 1,0 gram per kilogram berat badan, dan untuk sayuran serta buah adalah 50 – 100 gram setiap kali makan. Nah seteah mengetahui tips berikut, tunggu apalagi. Ayo konsumsi makanan kaya protein setiap hari ;)   Sumber: Dechacare
 17 Jan 2019    14:00 WIB
Penyebab dan Pencegahan Tangan Kram
Tangan lagi-lagi kram, pas tenang-tenangnya bekerja, wah merepotkan kita semua yah! Nah, sahabat setia Dokter.Id, kita semua tahu bahwa tangan merupakan bagian terpenting dalam hidup kita, karena itu ketika tangan kita sakit, otomatis semua aktifitas harian kita akan terganggu. Lalu apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi? kram tangan dapat disebabkan oleh banyak kondisi. Terlalu sering menggunakan tangan, jari, atau lengan bawah dapat menyebabkan kram dan nyeri. Dalam banyak kasus, kram tangan dapat diobati dengan pengobatan rumahan. Meskipun biasanya serangan kram tangan tidak lama , namun kram ini dapat menyebabkan nyeri otot yang hebat. Kram tangan bisa sangat tidak nyaman dan sporadis atau kronis. Ketika tangan kita kram, kita mungkin mengalami kesulitan membuat kepalan tangan atau menyatukan jari-jari kita. Kita mungkin mengalami kram di bagian lain dari tubuh kita juga. Walaupun kram tangan tidak berbahaya pada diri kita, tidak tutup kemungkinan menjadi pertanda masalah yang lebih besar ketika gejala lain hadir. Penyebab lain yang menyebabkan kram tangan juga seperti: Kekurangan magnesium. Magnesium membantu menjaga tulang yang kuat dan mengendurkan otot. Mineral ini dapat membantu mencegah kram otot, termasuk kram tangan, serta sindrom kaki gelisah dan mata berkedut. Dehidrasi. Jika kita tidak minum cukup air, kita mungkin mengalami dehidrasi. Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan air, untuk berfungsi dengan benar. Dehidrasi mempengaruhi fungsi otot dan menyebabkan kita kram. Sirkulasi yang buruk. Ketika tubuh kita kekurangan aliran darah yang cukup. Sirkulasi mengirimkan darah, nutrisi, dan oksigen ke seluruh tubuh kita. Kita mungkin merasakan masalah sirkulasi di tangan, lengan, dan kaki kita. Sindrom Lorong Karpal (adalah penyakit di pergelangan tangan karena saraf yang tertekan dan menimbulkan gejala nyeri, mati rasa, dan parestesia (kesemutan atau seperti terbakar). Sindrom tangan kaku, juga dikenal sebagai sindrom tangan kaku diabetik dan diabetes cheiroarthropathy, adalah komplikasi diabetes di mana penebalan dan waxiness tangan mulai membatasi gerakan jari-jari. Rheumatoid arthritis (RA) dapat menyebabkan kram tangan, serta kram di bagian lain dari tubuh. Penyakit autoimun ini menyerang sendi, menyebabkan peradangan yang membuat jaringan sendi menebal. Pada waktunya, sendi dapat kehilangan mobilitasnya. Penyakit ginjal, atau yang berhubungan dengan ginjal. Terjadi ketika ginjal kita tidak dapat membuang kotoran dari tubuh kita dengan cukup baik atau menjaga cairan kita seimbang. Penyakit ginjal dapat menyebabkan kram, karena ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, masalah aliran darah atau kerusakan saraf. Kram - terutama kram kaki - sering terjadi pada kita yang menderita penyakit ginjal. Ini disebabkan oleh ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, atau oleh kerusakan saraf atau masalah aliran darah. Serta beberapa kegiatan yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan kram tangan atau cedera yang berlebihan termasuk hal-hal, seperti: menulis atau mengetik untuk waktu yang lama, bermain Instrumen musik, menggunakan cengkeraman yang berlebihan pada benda-benda, seperti pena, perkakas, sekop, alat, atau smartphone, fleksi pergelangan tangan yang berlebihan, elevasi siku, ekstensi jari. Setelah mengetahui gejala dan penyebabnya, kita tidak perlu kuatir sahabat, karena ada beberapa pencegahan atau langkah pengobatan yang bisa kita lakukan. Yaitu seperti: Pengobatan rumah umum untuk kram tangan meliputi peregangan, berenang, meningkatkan asupan cairan kita, dan mengonsumsi suplemen vitamin D. Mengkonsumsi lebih banyak sayuran hijau, polong-polongan, dan biji-bijian utuh. Minumlah suplemen magnesium (atau magnesium dan kalsium). Obat-obatan yang diresepkan dokter. Peregangan yang cukup. Menghindari dehidrasi. Berlatih latihan penguatan otot. Melakukan latihan dampak rendah, seperti bersepeda, berenang, atau berjalan. Menggunakan alat-alat tangan yang benar untuk menghindari mengerahkan kekuatan yang berlebihan. Jadi pada dasarnya kram tangan tidak berbahaya atau mengancam jiwa, tapi ketika kita sudah sering mengalaminya dalam jangka waktu yang panjang, sangat mengganggu dan menimbulkan sakit ke bagian yang lain, lebih baik segera datangi dokter kita.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber : www.medicalnewstoday.com, www.healthline.com, www.everydayhealth.com