Your browser does not support JavaScript!
 05 Jan 2015    10:00 WIB
Bakteri Usus Ibu Dapat Membantu Menambal Kebocoran Sawar Darah Otak Bayi, Benarkah?
Pada sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus, para peneliti menemukan bahwa bakteri usus sang ibu ternyata memproduksi berbagai nutrien yang dapat membantu proses pembentukan sawar darah otak anaknya. Tahukah Anda bahwa mikroorganisme alias berbagai jenis bakteri yang hidup dan terdapat di dalam tubuh manusia ternyata berjumlah lebih banyak daripada sel-sel tubuh manusia tersebut? Bila dibandingkan, maka jumlah mikroorganisme di dalam tubuh manusia dengan jumlah sel tubuh manusia adalah 10:1. Berbagai mikroorganisme ini terdapat di mulut, kulit, dan usus. Walaupun para peneliti telah menemukan ribuan jenis bakteri yang terbukti dapat membantu berbagai fungsi tubuh manusia, akan tetapi para ahli tersebut masih belum menemukan apa sebenarnya fungsi sisa bakteri lainnya. Di antara berbagai jenis mikroorganisme tersebut, para ahli menduga bahwa bakteri usus merupakan yang terpenting. Hal ini dikarenakan bakteri usus tersebut dapat membantu proses pencernaan makanan dan membantu melatih kekuatan sistem kekebalan tubuh seseorang. Pada penelitian baru ini, para peneliti berhasil menemukan satu lagi fungsi lain dari bakteri usus tersebut yaitu membantu proses pembentukan sawar darah otak pada janin yang sedang berkembang di dalam rahim sang ibu. Sawar darah otak sebenarnya merupakan suatu kumpulan sel yang saling berhubungan yang bergabung dengan protein dan membentuk suatu lapisan pelindung di antara aliran darah dan sistem saraf. Lapisan pelindung ini berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi otak, menyingkirkan berbagai racun dari aliran darah otak, dan mengatur aliran nutrisi yang menuju ke otak. Pada penelitian ini, para peneliti yang mengamati proses perkembangan janin tikus menemukan bahwa diperlukan waktu sekitar 3 minggu bagi janin untuk bertumbuh di dalam rahim, di mana sawar darah otaknya biasa telah terbentuk di hari ke 17. Untuk memastikan apa sebenarnya kegunaan bakteri usus pada proses pembentukan sawar darah otak, maka para peneliti pun melakukan penelitian ini. Para peneliti mengembangbiakan para tikus percobaan pada suatu tempat yang benar-benar steril, alias bebas dari segala jenis kuman. Setelah beberapa waktu, maka para tikus yang dikembangbiakkan secara khusus ini (hanya memiliki sedikit bakteri usus) pun memiliki anak. Para peneliti kemudian menemukan bahwa anak-anak dari tikus tersebut hanya memiliki kadar protein pengikat sawar darah otak yang sedikit. Protein ini merupakan protein yang berfungsi untuk menyambungkan berbagai sel di dalam sawar darah otak dan membuatnya menjadi suatu lapisan. Akibatnya adalah sawar darah otak ini tidak dapat menutup sempurna dan membuat berbagai hal yang seharusnya tidak dapat masuk ke dalam otak menjadi dapat masuk ke dalam otak (bocor). Kebocoran ini pun dapat menyebabkan terjadinya kerusakan saraf di dalam otak, terutama di suatu bagian otak yang disebut dengan hipokampus, yang memiliki peranan penting dalam mengendalikan stress dan membentuk daya ingat. Bagian otak lainnya yang turut terpengaruh oleh kebocoran sawar darah otak ini adalah korteks frontal, yang berfungsi untuk mengatur proses berpikir dan membuat keputusan. Selain itu, striatum, bagian otak yang berfungsi untuk mengkoordinasikan gerakan juga terpengaruh. Berbagai gangguan ini akan terus terjadi hingga tikus memasuki masa dewasa. Akan tetapi, satu hal baik lainnya yang ditemukan para peneliti dalam penelitian ini adalah bahwa kerusakan pada sawar darah otak ini ternyata dapat diperbaiki. Transplantasi bakteri usus dari tikus sehat ke dalam tikus yang dikembangbiakkan dengan kondisi khusus ini ternyata mampu mengatasi kebocoran ini, yang tentu saja juga dapat membantu mengatasi berbagai perubahan di dalam otak. Tikus ini pun akhirnya membentuk protein pengikat baru dan menutup kebocoran pada sawar darah otaknya. Untuk menemukan jenis bakteri apa sebenarnya yang sangat penting dalam proses pembentukan sawar darah otak, maka para peneliti pun mengembangbiakkan tikus dengan jenis bakteri tertentu. Para peneliti kemudian menemukan 2 jenis bakteri yang dapat membantu “menambal” kebocoran pada sawar darah otak yaitu Clostridium tyrobutyricum dan Bacteroides thetaiotaomicron. Kedua jenis bakteri tersebut secara alami memproduksi suatu asam lemak rantai pendek, yang diperlukan oleh protein pengikat agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Para peneliti juga menemukan bahwa memberikan asam lemak rantai pendek tersebut secara langsung juga dapat membantu memperbaiki kebocoran pada sawar darah otak. Akan tetapi, para peneliti masih tidak dapat memastikan apakah proses ini dapat membantu memulihkan sel-sel saraf yang telah rusak di dalam otak. Berdasarkan hasil penelitian ini, para peneliti pun memberikan peringatan khusus pada wanita hamil yang ingin mengkonsumsi antibiotika. Dianjurkan agar mereka berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah antibiotika yang mereka gunakan dapat mempengaruhi bakteri usus. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa bakteri usus dapat mempengaruhi permeabilitas sawar darah otak di sepanjang hidup. Selain itu, efek ini mungkin juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti komposisi dan variasi bakteri usus seseorang. Oleh karena itu, beberapa hal yang juga mempengaruhi komposisi bakteri usus seseorang seperti makanan yang dikonsumsi, olahraga, dan aktivitas sosial mungkin juga turut berperan dalam kemampuan permeabilitas sawar darah otak.     Sumber: healthline
 14 Oct 2014    14:00 WIB
Meningkatnya Kejadian Alzheimer
Kehilangan ingatan mengenai orang yang kita cintai merupakan salah satu hal yang menakutkan. Namun ternyata lebih dari 5 juta orang di Amerika Utara menderita penyakit Alzheimer. Angka ini diperkirakan akan meningkat sampai hampir 4 kali pada tahun 2050. Alzheimer bukanlah sebuah penyakit menular, melainkan merupakan suatu keadaan dimana terjadi kematian sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Ingatan yang mulai menurun di tahun-tahun awal penyakit perlahan akan berkembang menjadi masalah serius dan terjadi gangguan memori, bahasa dan penalaran abstrak sampai akhirnya akan terjadi keadaan dimana otak tidak mampu berfungsi. Meskipun telah dilakukan penelitian yang luas, baik bagaimana cara mengetahui penyebab dan obat yang digunakan untuk menangani penyakit Alzheimer tetap sulit untuk dipahami.  Para ahli berteori bahwa ada kombinasi yang rumit antara genetika, lingkungan, dan faktor gaya hidup menyebabkan terjadinya penurunan kognitif, meskipun mereka masih berusaha mencari tahu bagaimana hal itu terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.  Meskipun tidak ada jawaban pasti untuk menangani misteri Alzheimer, namun menurut Randolph Schiffer, MD , direktur Cleveland Clinic Lou Ruvo Pusat Kesehatan Otak tetap disarankan untuk melakukan pola hidup yang sehat, konsumsi makanan sehat, suplemen untuk memberikan tubuh yang sehat yang diharapkan berpengaruh pada kesehatan sel otak.  “Selain itu perlu menambahkan aktivitas fisik, mental dan interaksi sosial” kata Randolph Sumber: everydayhealth
 30 Sep 2014    10:00 WIB
Cara Untuk Meningkatkan Memori
Pikiran manusia adalah hal yang luar biasa. Dalam banyak hal kita bisa menganggapnya sebagai “komputer super” yang asli. Salah satu kemampuannya adalah mengenai memori/ ingatan. Ingatan/ memori adalah sebuah fungsi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Namun ada beberapa hal yang dapat menumpulkan memori Anda. Berikut adalah cara untuk meningkatkan kembali memori Anda sehingga dapat berfungsi secara maksimal:   Hindari stress Depresi, stress dan kecemasan semua hal ini bertanggung jawab pada penurunan kualitas memori seseorang. Menemukan cara yang sehat untuk meredakan stres atau depresi tidak hanya dirasakan sebagai dorongan kualitas hidup, tetapi juga dapat memberikan peningkatan memori. Beberapa metode yang dapat dilakukan seperti meditasi, yoga atau bahkan menghabiskan waktu bersantai dengan hewan peliharaan.  “Biarkan” aliran darah mengalir Saat Anda melakukan olahraga, hal ini tidak hanya baik untuk tubuh Anda. Namun juga dapat mempengaruhi memori jangka panjang dan pendek. Dengan bergerak Anda menjaga agar aliran darah dalam tubuh Anda mengalir. Lakukan dengan konsisten maka kemungkinan memori yang buruk akan diganti dengan pikiran yang lebih “muda” dan kurang rentan terhadap kelupaan.  Olahraga kardiovaskular adalah olahraga yang paling memberikan manfaat, seperti berjalan, berenang, naik sepeda.  Suplemen tambahan Saat ini banyak suplemen yang mengklaim obatnya sebagai cara terbaik untuk memperbaiki atau meningkatkan memori Anda. Namun untuk saat ini suplemen diet yang telah lulus uji adalah Gingko biloba. Konsumsi sekitar 120 mg perhari merupakan dosis awal yang baik.  Melakukan permainan otak Permainan otak seperti teka-teki kata, Sudoku dan teka-teki silang tidak hanya cara yang menyenangkan untuk menghabiskan waktu namun juga dapat melatih untuk memperbaiki memori Anda.  Makanlah Lebih Banyak Ikan dan Kacang-kacangan Membuat beberapa perbaikan diet sederhana adalah cara yang pasti untuk meningkatkan daya ingat. Seberapa banyak? Makan satu porsi kacang-kacangan (seperti kacang-kacangan atau lentil) sehari dan empat hari konsumsi ikan dalam seminggu. Lemak sehat yang terkandung dalam ikan seperti salmon, mackerel adalah yang terbaik.  Tidur yang cukup Istirahat yang kurang dapat memiliki dampak buruk pada ingatan kita dan fungsi mental penting lainnya. Apabila Anda tidak tidur dengan baik dalam satu malam maka Anda membutuhkan waktu hingga tiga hari untuk memulihkannya. Apabila Anda ingin meningkatkan memori Anda maka usahakan agar tidur terlelap selama delapan jam. Pastikan kamar Anda dingin, gelap dan bebas dari gangguan seperti televisi atau musik bermain ketika saatnya untuk tidur.  Lakukan hal diatas secara konsisten, jangan heran jika Anda merasa terlahir kembali! Sumber: lifezap
 19 Sep 2014    13:00 WIB
Lahir Tanpa Otak, Seorang Anak Berhasil Bertahan Hingga Berusia 12 Tahun
Dilahirkan pada malam natal tahun 2001 di Lousiana, Amerika, Trevor Judge Waltrip, akhirnya meninggal saat ia berusia 12 tahun. Trevor dilahirkan dalam keadaan yang unik. Ia hanya memiliki batang otak dan hidranencephali, yaitu suatu kondisi yang sangat jarang terjadi di mana tidak terdapat kedua hemisfer otak (otak kanan dan kiri) dan otak hanya terdiri dari sebuah kantong yang berisi cairan serebrospinal (cairan otak).Karena Trevor memiliki batang otak, maka ia pun dapat bernapas tanpa bantuan alat bantu napas, merespon terhadap berbagai stimulus, dan mengendalikan denyut jantungnya. Akan tetapi, ia tidak dapat melihat atau berkomunikasi secara verbal (tidak dapat berbicara).Sang ibu mengatakan, walaupun tidak dapat melihat dan berbicara, Trevor merupakan seorang anak yang sangat sensitif dan tidak suka bila ditinggal sendirian. Para dokter yang menangani Trevor terkejut saat mengetahui bahwa Trevor dapat bertahan selama 17 bulan saat baru dilahirkan. Hal ini dikarenakan para dokter bahkan tidak yakin mengenai apakah Trevor dapat bertahan selama 12 minggu.Menurut departemen kesehatan Amerika, tidak ada pengobatan khusus yang dapat mengobati keadaan Trevor. Beberapa gejala yang dapat dialami oleh anak yang menderita gangguan ini adalah kejang, gangguan pertumbuhan, kelumpuhan, dan gangguan intelektual.Dengan bantuan NGT (selang makan) dan beberapa orang terapis yang membantu menstimulasi otot dan sendinya, Trevor dapat bertahan hidup hingga berusia 12 tahun. Ibunya mengatakan bahwa Trevor bahkan dapat mengalami peningkatan berat badan dan memiliki sekitar 15 gigi.Sumber: foxnewsTags: otak, anak
 17 Sep 2014    10:00 WIB
Apa yang Terjadi Pada Otak Anda Saat Depresi?
Depresi sebenarnya suatu gangguan kesehatan yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Depresi merupakan suatu sindrom yang terjadi akibat gangguan berbagai proses yang terjadi di dalam otak. Karena otak setiap orang berbeda-beda, maka penyebab terjadinya depresi pun dapat berbeda-beda pada setiap orang. Di bawah ini terdapat berbagai proses yang terjadi di dalam otak seorang penderita depresi. Para peneliti menemukan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak menderita gangguan depresi, otak seorang penderita depresi seringkali menunjukkan peningkatan aktivitas di bagian otak yang memproses emosi, amigdala. Amigdala akan tampak sangat aktif pada seorang penderita depresi. Berbagai penelitian lainnya menduga bahwa peningkatan aktivitas amigdala ini terjadi akibat adanya perubahan emosi seperti rasa marah, sedih, dan takut. Selain itu, ada pula penelitian yang meneliti mengenai hubungan depresi dengan talamus, suatu bagian otak yang berfungsi untuk mengatur respon Anda terhadap suatu rangsangan sensorik. Pada penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa pada orang yang menderita gangguan depresi tertentu, talamus mungkin dapat memicu timbulnya suatu perasaan tidak menyenangkan untuk merespon suatu rangsangan sensorik. Saat Anda mengalami depresi, kemampuan Anda untuk berpikir, belajar, dan mengingat suatu informasi juga akan ikut terganggu. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menemukan adanya suatu hubungan antara depresi dan penurunan kemampuan seseorang untuk mengingat suatu informasi baru. Hal ini dikarenakan depresi dapat memicu peningkatan produksi hormon stress, kortisol, yang dapat merusak atau membuat bagian otak tertentu menjadi lebih kecil dengan cara menghambat pembentukan sel saraf dan jaringan saraf baru. Para peneliti juga menemukan bahwa suatu bagian otak yang disebut dengan hipokampus, yang berperanan penting dalam proses belajar dan daya ingat jangka panjang, mengalami pengecilan antara 9-13% pada seorang wanita yang pernah menderita depresi. Sebuah penelitian lainnya yang dilakukan di Swedia juga menemukan bahwa kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi terhadap suatu keadaan baru dapat mengalami perubahan pada seorang penderita depresi kronik. Berbagai perubahan ini dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan seseorang untuk belajar dan memproses suatu informasi baru. Beberapa penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa orang yang pernah menderita depresi berulang kali dapat mengalami gangguan dalam membuat rencana, membuat keputusan, dan menentukan prioritas serta mengalami kesulitan dalam belajar dan mengingat sesuatu informasi baru. Berdasarkan berbagai penelitian tersebut, berbagai gangguan yang terjadi di atas merupakan akibat dari terhentinya atau terhambatnya pertumbuhan sel saraf baru dan mengecilnya bagian otak tertentu akibat hormon stress. Berbagai penelitian lainnya juga menduga adanya hubungan antara depresi dengan demensia (pikun) dan penyakit Alzheimer. Berbagai pengobatan depresi seperti obat-obatan dan atau terapi dapat membantu para penderita depresi untuk mengatasi gangguan depresi dan berbagai dampak negatif yang terjadi akibat depresi.   Sumber: shape