Your browser does not support JavaScript!
 07 Aug 2017    12:00 WIB
Efek Dopamin Pada Otak Anda
Dopamin merupakan suatu neurotransmiter yang dibentuk oleh tubuh anda melalui asam amino tirosin, yang banyak ditemukan pada berbagai makanan kaya protein seperti daging dan keju. Dopamin merupakan molekul penting untuk membentuk epinefrin (adrenalin) dan norepinefrin (noradrenalin). Otak dan sistem saraf membutuhkan neurotransmiter untuk menyampaikan pesan dalam bentuk impuls listrik ke seluruh bagian tubuh, untuk mengatur berbagai fungsi tubuh. Fungsi DopaminDopamin berfungsi untuk mengatur berbagai fungsi otak dan tubuh anda, seperti:•  Mengatur aliran darah di dalam pembuluh darah•  Mengatur kebiasaan makan•  Berperan dalam proses belajar dan fungsi kognitif•  Berperan dalam perilaku seseorang•  Mengatur aktivitas motorik (pergerakkan)•  Mengatur pengeluaran hormon dari kelenjar pituitari•  Membantu kerja sistem saraf autonomEfek Dopamin Pada OtakDopamin dapat mempengaruhi berbagai area di dalam otak anda. Pada daerah mesolimbik, dopamin diduga berperan dalam membentuk motivasi dan kecanduan yang diakibatkan oleh hadiah atau kesenangan yang didapatkan. Pada daerah mesokortikal, dopamin berhubungan dengan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan emosi dan motivasi. Pada nigrostriatal, dopamin berfungsi untuk mengatur dan menstimulasi aktivitas motorik. Pada tuberoinfundibular, dopamin berfungsi untuk mengatur pelepasan hormon kelenjar pituitari.Efek dari Rendahnya Kadar DopaminApakah mood anda sering berubah-ubah akhir-akhir ini? Anda mungkin sedang mengalami penurunan kadar dopamin. Kadar dopamin yang rendah dapat menyebabkan beberapa gejala seperti: •  Mood sering berubah-ubah•  Sulit berkonsentrasi atau memfokuskan pikiran anda•  Insomnia atau sulit tidur•  Merasa lelah•  Merasa cemas•  Makan secara berlebihan yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan Selain itu, degenerasi sel-sel yang berfungsi untuk menghasilkan dopamin atau adanya gangguan dalam sistem neurotransmiter dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan neurologis dan kejiwaan. Penyakit Parkinson merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh degenerasi sel-sel saraf penghasil dopamin di daerah nigrostriatal. Bila terjadi gangguan fungsi atau produksi dopamine di daerah mesokortikal dan mesolimbic, maka dapat terjadi skizofrenia, depresi, dan gangguan cemas.Dopamin dan Hubungannya Dengan KecanduanPara ahli menduga bahwa obat-obatan psikoaktif dapat menimbulkan efek euforia (rasa senang berlebihan) karena merangsang pelepasan dopamin. Pelepasan dopamin dapat menimbulkan perasaan senang dan menyebabkan seseorang kembali ingin merasakan perasaan tersebut (kecanduan). Sumber: top10homeremedies, livestrong
 28 Feb 2017    15:00 WIB
Apa yang Anda Makan Mempengaruhi Fungsi Gen Anak Anda
Berdasarkan sebuah penelitian, apa yang anda makan, bahkan sebelum proses pembuahan dapat mempengaruhi fungsi gen anak anda secara permanen. Gen anak-anak memang diperoleh secara langsung melalui kedua orang tuanya, setengah dari ibu dan setengah lagi dari ayah. Untuk menjalankan fungsinya, DNA memerlukan beberapa nutrisi penting seperti asam folat, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, kolin, dan metionin. Berbagai penelitian pada hewan telah menunjukkan bahwa lingkungan sebelum pembuahan terjadi dapat menyebabkan terjadinya perubahan pada keturunannya. Sebuah penelitian lain di tahun 2003 menemukan bahwa apa yang dikonsumsi oleh tikus betina yang hamil dapat mengubah warna bulu anaknya secara permanen melalui perubahan pada DNA. Akan tetapi, penelitian ini masih belum dapat memastikan apakah efek ini juga dapat terjadi pada manusia. Pada penelitian lainnya, para peneliti mengamati para penduduk asli di Gambia, di mana penduduknya hanya mengkonsumsi  makanan yang ditanamnya sendiri. Perubahan musim pun memiliki pengaruh yang besar bagi perubahan pola makan para penduduk ini di saat musim hujan dan musim kemarau. Setelah melalui proses seleksi pada lebih dari 2.000 wanita, para peneliti mengamati para wanita yang hamil pada saat puncak musim hujan (84 wanita) dan pada puncak musim kemarau (83 wanita). Dengan mengukur konsentrasi nutrisi di dalam darah ibu hamil dan kemudian menganalisis darah dan folikel rambut bayi mereka yang berusia 2-8 bulan, para peneliti menemukan bahwa apa yang dimakan oleh ibu hamil saat pembuahan terjadi memiliki pengaruh signifikan terhadap DNA anaknya. Para peneliti menemukan bahwa para bayi yang merupakan hasil pembuahan pada musim hujan mengalami perubahan pada DNA (perubahan terjadi pada kelompok metil di dalam 6 gen yang dipelajari oleh para peneliti). Perubahan ini telah terbukti memiliki hubungan dengan kadar berbagai nutrisi yang terdapat di dalam darah ibu hamil. Hubungan kuat ditemukan pada 2 jenis komponen khusus yaitu homosistein dan sistein. Selain itu, indeks massa tubuh sang ibu hamil ternyata juga memberikan pengaruh tambahan terhadap perubahan DNA ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nutrisi ibu hamil pada masa pembuahan terjadi dapat mengubah interpretasi genetic anaknya, yang memiliki efek jangka panjang. Para peneliti menduga bahwa perubahan DNA ini terjadi akibat kekurangan berbagai nutrisi penting dan dapat menyebabkan terjadinya suatu penyakit. Sumber: news-medical
 26 Dec 2016    08:00 WIB
Pentingnya Nutrisi Bagi Fungsi Otak Anda
Nutrisi dapat mempengaruhi berbagai hal dalam kehidupan anda. Diet sehat dapat memberikan anda energi yang cukup untuk mendukung kehidupan anda yang aktif, melindungi anda dari berbagai infeksi, dan membuat anda tampak lebih cantik. Selain itu, makanan sehat juga dapat memberikan dampak positif bagi pikiran anda dengan cara menutrisi sel-sel otak anda sehingga meningkatkan fungsi kognitif (daya ingat, kemampuan belajar, dan menganalisis) otak anda. Mencukupi kebutuhan nutrisi melalui makanan anda dapat membantu fungsi kognitif anda, sedangkan kekurangan nutrisi akibat diet tidak sehat dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif otak anda.Lemak dan ProteinMengkonsumsi cukup lemak dan protein dapat membantu menjaga fungsi kognitif anda. Protein merupakan sumber asam amino, termasuk tirosin dan triptofan yang digunakan oleh tubuh untuk memproduksi neurotransmiter yang diperlukan oleh otak untuk menjalankan fungsi kognitifnya. Lemak sehat seperti asam lemak omega 3 dan lemak tidak jenuh pada ikan dan kacang-kacangan juga dapat membantu fungsi kognitif anda. Rendahnya kadar lemak sehat di dalam tubuh anda dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif dan terjadinya berbagai gangguan saraf seperti depresi.VitaminBerbagai jenis vitamin B seperti vitamin B3, B6, dan B12 diperlukan oleh tubuh anda untuk mengubah triptofan menjadi neurotransmiter. Vitamin B12 juga berguna agar sel-sel otak anda tetap terlindungi oleh mielin, suatu zat lemak yang membantu komunikasi antar sel-sel saraf. Vitamin C dan E juga dapat membantu menjaga fungsi kognitif anda seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Kedua vitamin ini dapat membantu mencegah terjadinya demensia (pikun), yang menyebabkan penurunan daya ingat dan perubahan kepribadian.MineralNatrium, kalium, dan kalsium merupakan berbagai jenis mineral yang diperlukan oleh sel-sel otak anda untuk memproduksi impuls saraf yang berfungsi untuk menghantarkan pesan di antara sel-sel saraf. Magnesium juga berperan dalam menjaga fungsi kognitif anda seperti halnya vitamin B12. Magnesium berfungsi untuk membantu menjaga lapisan mielin sel-sel saraf dan mengaktivasi enzim-enzim yang diperlukan oleh otak anda untuk menghasilkan energi. Konsumsilah diet sehat dan seimbang untuk menjaga fungsi kognitif anda.Sumber: healthyeating.sfgate
 10 Dec 2016    08:00 WIB
Selama 24 Tahun, Seorang Wanita Hidup Tanpa Otak Kecil dan Tidak Menyadarinya
Para dokter di Cina telah dikejutkan dengan sebuah fakta bahwa seorang wanita muda dapat hidup dengan normal selama lebih dari 20 tahun walaupun tidak memiliki sebuah bagian penting dari otaknya. Kondisi aneh yang dialami oleh seorang wanita berusia 24 tahun ini diketahui saat ia pergi ke dokter dengan keluhan mual dan muntah selama 1 bulan. Wanita ini juga mengatakan bahwa ia selalu merasa pusing seumur hidupnya. Selain itu, ia mengatakan bahwa ia juga tidak dapat berjalan hingga ia berusia 4 tahun dan tidak pernah dapat berjalan dengan normal dan stabil. Saat para dokter melakukan pemeriksaan CT scan dan MRI pada otak wanita tersebut, mereka menemukan bahwa ia tidak memiliki serebelum (otak kecil), yaitu suatu bagian otak yang sangat penting untuk mengatur cara berjalan dan pergerakan seseorang.  Pada pemeriksaan radiologi tersebut, para dokter menemukan bahwa daerah yang seharusnya terisi dengan serebelum justru diisi dengan cairan otak (cairan serebrospinal) dan sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda adanya suatu jaringan otak, yang menunjukkan bahwa wanita tersebut memang sama sekali tidak memiliki serebelum. Serebelum merupakan bagian otak yang berfungsi untuk mengatur koordinasi dan gerak tubuh seseorang, misalnya seperti gerakan mulut dan lidah yang diperlukan saat seseorang berbicara.  Orang yang mengalami gangguan pada bagian otak ini biasanya mengalami gangguan gerak tubuh. Akan tetapi, wanita berusia 24 tahun ini hanya mengalami gangguan motorik ringan hingga sedang dan hanya sedikit cadel.  Para ahli menduga hal ini dikarenakan otak yang masih muda cenderung lebih fleksibel dan lebih mudah beradaptasi terhadap berbagai kelainan yang terjadi di dalamnya.  Saat seseorang dilahirkan dengan suatu kelainan otak atau mengalami kelainan otak saat masih berusia sangat muda, maka sisa bagian otak yang lainnya pun akan berusaha untuk membentuk suatu hubungan untuk mengkompensasi kehilangan atau kelainan tersebut. Kemampuan menakjubkan dari otak ini diduga akan semakin berkurang seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang, maka kemampuan otaknya untuk menghadapi kerusakan pun akan semakin terbatas. Walaupun kasus ini bukanlah kasus pertama di mana seseorang dilahirkan tanpa suatu bagian otak, akan tetapi kasus ini merupakan kasus pertama di mana penderitanya tidak mengalami gangguan mental berat atau gangguan motorik berat atau bahkan dapat bertahan hidup begitu lama.       Sumber: foxnews
 16 Nov 2016    08:00 WIB
Mengapa Bicara Anda Terkadang Menjadi Gagap?
  Pernahkah Anda merasa kesulitan mengucapkan kata-kata yang ingin Anda ucapkan alias tergagap saat berbicara? Hal ini biasanya terjadi pada saat yang paling tidak Anda duga. Gagap terjadi bukan karena Anda tiba-tiba lupa bagaimana caranya menyusun suatu kalimat, gagap terjadi karena pusat kendali berbicara Anda mengalami sedikit gangguan sistem alias eror. Hal ini dapat terjadi karena otak Anda harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus saat Anda berbicara. Tidak hanya harus menyusun berbagai kata yang berbeda, otak Anda juga harus mengkoordinasikan gerakan mulut, lidah, bibir, dan pita suara agar Anda dapat mengucapkan kata-kata atau kalimat yang ingin Anda ucapkan. Masalah yang terjadi adalah kadangkala otak Anda bergerak lebih cepat daripada mulut Anda, terutama bila Anda sedang berbicara dengan cukup cepat, akibatnya kata-kata yang ingin Anda ucapkan pun menjadi berantakan. Keadaan ini dapat bertambah parah bila Anda merasa cemas mengenai bagaimana penampilan atau suara Anda saat Anda berbicara, yang biasa terjadi bila Anda sedang berbicara di hadapan banyak orang. Keadaan ini dapat membuat lidah Anda lebih sering "tersandung" saat berbicara.   Baca juga: 8 Jenis Kanker yang Paling Sering Ditemukan Pada Anak   Untuk menghentikan keadaan memalukan ini, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan seperti di bawah ini.   Perlambat Kecepatan Bicara Anda Gugup buat Anda berbicara semakin cepat? Bila ya, cobalah tenangkan diri Anda karena semakin cepat Anda berbicara, maka semakin sering lidah Anda akan "tersandung". Perlambat kecepatan berbicara Anda, bayangkan Anda sedang membaca sebuah teks pidato. Dengan demikian, otak dan mulut Anda pun dapat bergerak dengan kecepatan yang sama. Selain itu, sesekali berhenti sejenak saat berbicara juga membuat Anda lebih terhubung dengan para penonton di sekitar Anda.   Ubah Gaya Berbicara Anda Para ahli menemukan bahwa beberapa orang Amerika yang mengalami gagap hebat atau gangguan berbicara yang cukup berat dapat mengatasi gangguan mereka tersebut dengan berbicara menggunakan aksen Inggris atau menaikkan atau menurunkan intonasi suaranya. Hal ini dikarenakan saat Anda berbicara dengan gaya yang berbeda daripada gaya Anda yang biasanya, maka perhatian Anda pun akan lebih terfokuskan pada bagaimana cara Anda berbicara daripada pada apa yang akan Anda bicarakan. Dengan demikian, lidah Anda pun lebih jarang "tersandung" saat berbicara. Untuk mencegah otak Anda bekerja lebih cepat daripada mulut Anda, bicaralah dengan jelas dan perlahan.   Tingkatkan Rasa Percaya Diri Yakin orang lain juga mendengar suara Anda yang terbata-bata? Belum tentu. Kalau pun orang lain mendengar Anda terbata-bata saat berbicara, hal ini pun bukanlah sesuatu hal yang abnormal. Hal ini sering terjadi dan semua orang pun pernah mengalaminya. Jadi, mereka mungkin tidak akan terlalu memperhatikan atau bahkan menyadari bahwa lidah Anda sempat "tersandung" tadi.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 15 Nov 2016    18:00 WIB
Mengapa Tidur di Hotel Tidak Senyaman Tidur di Rumah Sendiri???
Tidak peduli seberapa mewah hotel Anda, Anda tetap saja akan mengalami kesulitan untuk tidur. Sebuah penelitian baru dari Brown University menunjukkan bahwa tidur di tempat baru akan membuat kepala Anda terasa pusing saat bangun. Para ahli menemukan bahwa saat seseorang tidur di tempat baru yang tidak dikenalnya, maka otaknya menunjukkan gelombang asimetrik, di mana salah satu bagian otak tetap "terbangun" sementara bagian otak lainnya "tertidur". Dengan bantuan alat pemeriksaan yang canggih, para ahli menemukan bahwa otak kiri sering mengalami interupsi, yang membuat Anda keluar dari tidur nyenyak tanpa benar-benar terbangun, dan memiliki respon yang lebih besar terhadap suara saat tidur (Anda lebih mudah terbangun saat mendengar suara). Hal ini tentu saja dapat membuat tidur nyenyak Anda terganggu, membuat Anda merasa tidak segar saat terbangun di keesokan hari.   Baca juga: Tips Untuk Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Kanker   Memang benar bahwa Anda merasa sangat mengantuk, akan tetapi sebenarnya otak Anda sedang membantu Anda lho! Otak Anda yang menjadi sangat "siaga" ini sebenarnya hampir mirip dengan seorang penjaga malam yang ingin melindungi Anda. Jadi, bila ada suatu ancaman tertentu di tempat yang tidak Anda kenal tersebut, otak Anda pun dapat merespon dengan lebih cepat karena ia memang tidak "tidur" nyenyak. Untuk mengurangi tingkat "kewaspadaan" otak, Anda dapat "membohonginya" dengan membawa sejumlah benda yang familiar saat berpergian, seperti selimut atau bantal. Hal ini akan membuat otak Anda dapat beristirahat dengan lebih baik. Jika Anda harus benar-benar segar, pertimbangkanlah untuk pergi 1-2 hari lebih awal dari hari H. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan "kewaspadaan" otak ini biasanya hanya terjadi selama semalam.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 30 Apr 2015    20:00 WIB
Berapa Lama Waktu Tidur Yang Efektif?
Setiap orang, rata-rata akan tidur selama 24 tahun sepanjang hidupnya. Selama beberapa tahun belakangan, penelitian seputar tidur telah banyak dilakukan oleh ilmuwan untuk menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan, misalnya: berapa lama waktu yang ideal untuk tidur, bagaimana tidur bisa berdampak pada kita, dan mengapa banyak fenomena terjadi saat tidur.   APA YANG TERJADI PADA OTAK KETIKA KURANG TIDUR? Pada kenyataannya, orang yang tidur hanya 4 jam juga bisa sesegar dan seaktif seperti orang yang tidur selama 7,5 jam. Hal itu juga dikuatkan oleh penelitian yang menyatakan bahwa, “orang kurang tidur pada kenyataannya bisa memberikan dampak yang sama persis seperti seseorang yang tidak kurang tidur, ketika keesokan paginya.” Temuan utama ini menemukan bahwa otak pada orang yang kurang tidur bisa bekerja normal kadang-kadang, tapi sebentar-sebentar akan mengalami fenomena yang mirip dengan mati listrik. Jadi, orang yang hanya tidur 4 jam masih bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan sadar dengan apa yang dikatakannya.  Masalahnya terletak pada, ketika sesorang kurang tidur ia tidak memiliki kemampuan otak  untuk mengarahkan fokus setelah mereka kehilangan perhatian. Bahkan lebih buruknya lagi, orang kurang tidur tidak sadar akan penurunan dalam kinerjanya. “Orang kurang tidur mungkin tidak tahu pekerjaannya terganggu. Pada periode untuk menormalkan fungsi otak, mereka hanya bisa memberikan rasa aman palsu pada kompetensi dan keamanan. Pada kenyataannya, inkonsistensi otak bisa memiliki konsekuensi yang membahayakan,” ujar Saper. Mitos tidur 8-9 jam ini memang sudah menyebar luas. Namun, secara ilmiah mitos ini tidak pernah dibuktikan. Dalam penelitian Kripke, ia menemukan bahwa “orang yang tidur antara 6,5 jam dan 7,5 jam setiap malam memiliki umur yang paling lama, lebih bahagia dan paling produktif. Menariknya lagi, ternyata tidur lebih lama dari 7,5 jam justru akan berdampak kurang baik bagi kesehatan”. Demikian info, bagimu yang terlalu sering begadang, atau terlalu banyak tidur informasi berikut mungkin dapat membantumu mengatur waktu tidur yang efektif. Jangan keseringan ngebo ya ;P Baca juga : Laba-Laba Bermukim di Perut Dylan selama Tiga Hari   Sumber: Info Kesehatan
 28 Apr 2015    09:00 WIB
Otak Pria Ternyata Lebih Besar dari Wanita
Otak manusia sebagai organ paling kompleks di alam semesta, karena segala hal yang diciptakan manusia berasal dari otaknya, sehingga dapat dikatakan bahwa otak adalah fitur paling menakjubkan dalam tubuh. Otak sebagai pusat komando sistem saraf dan  melayani manusia dengan kemampuan fisik dan kognitif. Ketahui berbafai fakta menarik tentang itak ini: SEL OTAK BEREGENERASI Pada awalnya orang-orang beranggapan, bahwa sel otak tidak beregenerasi. Tapi, selama satu dekade belakangan, diketahui bahwa sel otak dapat memperbaiki dirinya sendiri. Baca Juga: Orang yang Sedang Jatuh Cinta Semakin Sehat Jasmani dan Rohaninnya OTAK MENGKONSUMSI SEBAGIAN BESAR ENERGI TUBUH Walaupun hanya memiliki berat sebesar 2% dari semua berat badan, otak membutuhkan 15% dari keluaran jantung dan 20% dari total asupan oksigen ke dalam tubuh. Lebih menarik lagi, sejumlah besar oksigen ini masih dibutuhkan ketika otak berisitirahat, dan masih belum diketahui juga jawaban atas pertanyaan, mengapa kebutuhan ini tetap ada. OTAK TIDAK MERASA SAKIT Mengapa orang bisa operasi otak tanpa dibius? Otak tidak memiliki reseptor sakit, sehingga tidak dapat merasakan sakit sama sekali! Sakit kepala bukan karena adanya rangsangan terhadap reseptor di otak, tapi di selaput otak, yang disebut durameter. Durameter inilah yang merasakan sakit pada saat kita pusing. OTAK TELAH TUMBUH SEMPRURNA SEJAK BERUSIA 7 TAHUN Otak ternyata telah tumbuh sebanyak 95% dari ukuran penuhnya ketika kita berusia 7 tahun. Perkembangan ini mungkin menjawab pertanyaan mengapa energi yang masuk ke otak pada saat usia 2 tahun telah membutuhkan energi sebesar otak orang dewasa. OTAK PRIA LEBIH BESAR DARI OTAK WANITA Otak pria lebih besar daripada otak wanita. Tapi, bukan berarti bahwa ada keuntungan tertentu bagi mereka yang punya otak lebih besar. Perbedaan ini muncul malah karena perkembangan tertentu di daerah tertentu, misalnya wanita punya hippocampus yang lebih besar, yang ada kaitannya dengan bau dan ingatan.     Sumber: Dokter Sehat
 23 Apr 2015    09:00 WIB
Hindari Stress! FYI Stress Membuat Kita Menjadi Pelupa
Orang yang kerap stres dan emosional mengalami kemunduran daya ingat atau dimensia. Tahukah Kamu Ternyata berpikiran positif tak hanya membuat hari-hari kita jadi lebih indah. Tapi juga menstimulus otak untuk mengolah informasi lebih baik, sehingga dalam jangka panjang otak akan selalu dalam kondisi fit.   Penelitian yang dilakukan pada 2007 menemukan bahwa responden yang selalu mengelilingi dirinya dengan energi positif mampu menekan risiko kemunduran fungsi kognitif otak hingga 60 persen. Sementara responden yang kerap stres dan emosional mengalami kemunduran daya ingat atau dimensia.   Thomas Crook, PhD, ahli pencegahan gangguan memori ini bercerita, setiap orang pasti memiliki peristiwa-peristiwa yang menguras emosi. Mulai dari kegagalan, kekecewaan, atau bahkan penghianatan. Ini adalah sumber-sumber stres emosi yang bisa mempengaruhi kerja otak.   “Kita boleh saja bersedih, namun reaksi kita untuk kembali optimis dan semangat adalah reward bagi otak sehingga fungsi kerjanya tak menurun,” paparnya. Crook mengajak kita untuk sesegera mungkin mengeluarkan stres emosional dari dalam kepala. Proses tersebut menurut Crook akan membuat otak kita memutar memori-memori yang dapat mengembalikan semangat. Oleh tubuh akan diartikan dengan mengeluarkan hormon endorfin untuk memberikan sensasi rasa bahagia dalam diri. Baca Juga: Hindari Kesalahan Gaya Hidup Pengundang Penyakit Mematikan ini   Itu mengapa para ahli saraf percaya, kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan stres adalah cara untuk melindungi jaringan-jaringan otak. Sebab emosi adalah pemicu bagi banyak area di dalam otak, mulai dari memori, kemampuan berpikir logis, hingga kemampuan berekspresi.   Jadi setiap kali stres menghadang, cobalah untuk berpikir positif agar otak pengendali emosi kita dapat memprogram ulang mood positif. Dengan begitu, kita bisa mengembalikan kesadaran fungsi otak akibat respons tubuh yang bekerja kembali normal. Ingat, jika tetap ingin otak bekerja maksimal, jangan mau lama-lama menyimpan emosi negatif dalam diri.   Sumber: Health & Care