Your browser does not support JavaScript!
 27 Jan 2020    18:00 WIB
Mitos Tentang Osteoporosis
Osteoporosis merupakan kondisi dimana tulang lemah dan keropos. Osteoporosis sudah menjadi masalah serius yang menyerang banyak orang setiap tahunnya, terutama mereka yang berusia 50 tahun. Ada banyak mitos yang beredar seputar osteoporosis, manakah yang benar? Bagian dari proses penuaanOsteoporosis dan patah tulang mungkin lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia, dan kejadian ini tidak bisa dihindari. "Padahal ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah patah tulang," kata Sellmeyer, yang mengepalai  Johns Hopkins Metabolic Bone Center di Baltimore, Maryland. Atas tiga pilihan kesehatan yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya yaitu: mencukupkan kebutuhan  kalsium, vitamin D, dan olahraga. Hanya wanita yang bisa mengidapnyaYa dan tidak. Memang benar lebih banyak wanita ditemukan mengidap osteoporosis, tetapi bukan berarti tidak ada pria yang terkena osteoporosis. Bahkan kenyataannya satu dari lima pria berusia diatas 50 tahun di Amerika menderita osteoporosis. Dan bahkan menurut penelitian pria usia muda lebih mungkin mengalami patah tulang dibanding wanita. Tidak perlu khawatir sampai nanti usia tuaSekitar 90% masaa tulang berhenti berkembang pada usia 18 di wanita dan 20 tahun di pria menurut NIH Osteoporosis and Related Bone Diseases National Resource Center. Usia tersebut bukanlah waktu dimana seseorang memikirkan mengenai resiko patah tulang karena faktor menopause. Padahal tidak pernah ada kata terlambat untuk terus mengembangkan kepadatan tulang di usia berapapun. Bahaya yang mungkin terjadi adalah patah tulangOsteoporosis merupakan kondisi yang serius. Osteoporosis dapat menyebabkan patah tulang pinggul dan sebanyak 25% diantaranya meninggal setelah mengelami patah tulang panggul. Mengapa? Karena operasi pergantian tulang panggul dapat menyebabkan aritmia, konplikasi anestesi, pneumonia dan serangan jantung. Patah tulang hanya terjadi saat terjatuhKebanyakan orang mengalami patah tulang setelah terjatuh, tetapi terkadang tulang yang rapuh dapat dengan mudah mengalami patah. Ada banyak orang yang mengalami patah tulang secara spontan.Anda dapat merasakan tulang Anda semakin melemah Sayangnya hal ini tidaklah benar. Anda tidak akan tahu tulang Anda bermasalah sampai ANda mengalami patah tulang. Anda tidak akan merasakan tulang Anda melemah karena menurunnya kepadatan tulang.Sumber: healthline
 24 Dec 2019    11:00 WIB
Cegah Osteoporosis Dengan 6 Cara
Seiring dengan pertambahan usia ada begitu banyak penyakit yang dapat terjadi. Salah satu keadaan yang harus diperhatikan adalah Osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu keadaan dimana terjadi penurunan kepadatan tulang. Osteoporosis adalah suatu keadaan yang tak mungkin terelakkan. Namun ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko. Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan: Mengkonsumsi makanan yang sehat Tulang Anda membutuhkan berbagai nutrisi, termasuk kalsium, serta vitamin D, beberapa vitamin B dan vitamin K. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pada saat menopause, vitamin K mulai kehilangan kemampuannya untuk membantu menghasilkan protein tulang penting yang berguna untuk mengikat kalsium. Kebanyakan multivitamin tidak mengandung vitamin K, jadi cobalah untuk mengkonsumsi tiga porsi produk susu rendah lemak, sayuran hijau setiap hari. Kurangi konsumsi lemak. Mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan homosistein ??(zat kimia dalam tubuh yang dapat menurunkan kepadatan tulang) Suplemen tambahan Untuk pencegahan osteoporosis, Anda dapat mengkonsumsi suplemen tambahan yang mengandung kalsium, magnesium, vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin D, folat, vitamin B, yang dapat membantu dalam mengurangi kadar homosistein. Perhatikan obat yang Anda konsumsi Apabila Anda sering mengkonsumsi atau mendapatkan suntikan obat golongan kortikosteroid seperti prednison. Maka Anda memerlukan asupan vitamin D. Kortikosteroid menghalangi kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin tulang. Berhenti merokok dan konsumsi alkohol Merokok menggandakan risiko terjadinya patah tulang karena osteoporosis. Apabila Anda mengkonsumsi lebih dari dua gelas alkohol per hari akan meningkatkan risiko patah tulang. Menjaga berat badan yang normal Apabila Anda mempunyai berat badan yang terlalu berlebihan atau terlalu kurus ternyata juga dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis Olahraga Olahraga juga salah satu langkah untuk menunda terjadinya osteoporosis. Latihan angkat beban dan berjalan kaki. Latihan tersebut berguna untuk memperkuat tulang. Cobalah lakukan berjalan cepat selama 20 menit, angkat beban selama 15 menit dan latihan keseimbangan selama 10 menit setidaknya tiga hari dalam seminggu.   Sumber: arthritistoday
 22 Sep 2019    18:00 WIB
5 Cara Minuman Bersoda Membunuh Anda!
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa minuman bersoda yang manis dapat memperpendek umur seseorang karena dapat memperpendek telomer, kapsul yang berfungsi untuk melindungi DNA. Di bawah ini terdapat 5 gangguan kesehatan yang ternyata berhubungan dengan minuman bersoda.  1.      Osteoporosis Asam fosfat yang membuat minuman bersoda terasa asam dapat membuat kalsium terlepas dari dalam tulang. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda (terutama cola) memiliki kepadatan tulang yang lebih rendah di daerah panggul, yang membuat mereka lebih rentan terhadap patah tulang, terutama saat mereka sudah berusia lanjut. Selain itu, beberapa penelitian lainnya juga telah menemukan adanya hubungan antara patah tulang dan banyaknya minuman bersoda yang dikonsumsi oleh para anak remaja perempuan.  2.      Penyakit Alzheimer Para peneliti di Australia menemukan bahwa berbagai jenis minuman manis dapat menyebabkan perubahan pada otak yang mirip dengan yang terjadi pada berbagai jenis penyakit, termasuk penyakit Alzheimer. Pada sebuah penelitian, para peneliti memberi tikus percobaan air gula yang memiliki kadar gula yang sama dengan minuman bersoda. Setelah melakukan hal ini selama 26 hari, para peneliti menemukan adanya perubahan pada otak tikus percobaan, terutama di bagian otak yang berfungsi untuk membuat keputusan, yang tidak ditemukan pada tikus yang hanya mengkonsumsi air putih. Beberapa perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah perubahan pada 290 jenis protein yang berbeda dan perubahan perilaku seperti perilaku hiperaktif. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa diet tinggi fruktosa (sejenis gula) dapat mengganggu daya ingat para tikus percobaan.  3.      Diabetes Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 355 ml minuman bersoda setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita diabetes tipe 2 yaitu hingga 18% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi 1 botol cola setiap harinya memiliki resiko yang lebih tinggi, yaitu hingga 2 kali lipat untuk menderita diabetes tipe 2 dibandingkan dengan wanita yang mengkonsumsi minuman bersoda kurang dari 1 botol per bulan. Para peneliti menduga bahwa tingginya kadar sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa, yang dapat ditemukan pada sebagian besar minuman bersoda, dapat menyebabkan terjadinya berbagai perubahan di dalam tubuh yang berakibat pada terjadinya diabetes tipe 2.  4.      Kerusakan Gigi Selain banyaknya gula yang terdapat di dalam minuman bersoda, asam fosfat dan atau asam sitrat yang terdapat di dalam minuman bersoda ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan gigi. Hal ini dikarenakan kedua asam tersebut dapat menyebabkan perubahan pH air liur dan membuat email gigi tererosi. Sebuah penelitian menemukan bahwa walaupun jus buah dapat membahayakan kesehatan gigi Anda, minuman bersoda ternyata lebih kuat 10 kali lipat dibandingkan jus buah.  5.      Penyakit Jantung Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi 355 ml minuman manis setiap harinya dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 29% serta dimulainya kerusakan jantung dan pembuluh darah di usia dini. Sebuah penelitian lainnya di Sidney menemukan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi setidaknya 1 botol minuman bersoda setiap harinya mengalami penyempitan pembuluh darah di bagian belakang mata, yang merupakan pertanda adanya peningkatan resiko terjadinya tekanan darah tinggi dan gangguan jantung. Sebuah penelitian lainnya di Amerika menemukan bahwa mengkonsumsi banyak sirup jagung yang mengandung banyak fruktosa juga dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yaitu hingga 87%. Sementara itu, penelitian lainnya menemukan bahwa orang yang mengkonsumsi 1 botol atau lebih minuman bersoda setiap harinya cenderung memiliki kadar trigliserida darah yang lebih tinggi yaitu hingga 25% dan kadar kolesterol jahat yang lebih tinggi, yaitu hingga 32%.  Baca juga: Minuman Bersoda dan Kafein Tingkatkan Resiko Osteoporosis Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang  Sumber: newsmaxhealth
 19 Jul 2019    16:00 WIB
Benarkah Penurunan Berat Badan Menyebabkan Osteoporosis?
Penurunan Berat Badan dan OsteoporosisTahukah anda bahwa penurunan berat badan juga dapat meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis? Para ahli telah mengetahui bahwa seorang wanita yang menderita anoreksia (suatu gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan normal), yang sangat membatasi jumlah asupannya dalam jangka waktu lama, memiliki resiko menderita osteoporosis yang lebih tinggi. Gangguan makan ini mempengaruhi hormon yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulang. Selain itu, kurangnya asupan makanan menyebabkan penderita anoreksia juga mengalami kekurangan berbagai nutrisi penting seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tulangnya.Kapan Diet Meningkatkan Resiko Osteoporosis?Cara terbaik untuk melindungi tulang anda saat anda berusaha menurunkan berat badan anda adalah dengan melakukan olahraga secara teratur dan mengkonsumsi makanan sehat. Bila anda bersikeras untuk melakukan diet ketat karena ingin segera menurunkan berat badan anda dalam waktu singkat, maka pastikan bahwa anda mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D saat melakukannya. Resiko osteoporosis akan meningkat pada orang yang berusaha untuk selalu mempertahankan berat badannya pada batas normal atau bahkan kurang, yaitu bila indeks massa tubuh anda bernilai 18.5 atau kurang. Saat berat badan anda terlalu rendah hingga indeks massa tubuh anda di bawah normal (kurang dari 18), maka kepadatan tulang anda pun akan ikut terpengaruh. Akan tetapi, bukan berarti bahwa orang yang memiliki indeks massa tubuh normal juga memiliki kepadatan tulang yang normal. Banyak orang dengan indeks massa tubuh normal juga memiliki kepadatan tulang yang rendah.Efek Diet Ketat Pada TulangWalaupun anda bukanlah seseorang yang kurus, diet ketat dalam waktu lama dapat mempengaruhi kesehatan tulang anda. Jika anda hanya mengkonsumsi 800-900 kalori setiap harinya selama 6 bulan atau lebih, maka hal ini akan berdampak buruk bagi tulang anda. Untuk menjaga kesehatan tulang dan jaringan tubuh, anda memerlukan setidaknya 1.200 kalori setiap harinya. Jika jumlah kalori yang anda konsumsi setiap harinya kurang dari 1.200 kalori dan dalam waktu yang cukup lama, maka tulang anda mungkin sudah mengalami kerusakan.Cara Turunkan Berat Badan Tanpa OsteoporosisLakukanlah diet seimbang dan sehat untuk menurunkan berat badan anda. Jangan melakukan diet ketat yang mungkin membuat anda hanya dapat mengkonsumsi buah. Kalaupun anda tetap ingin melakukan diet ketat, perhatikanlah konsumsi kalsium dan vitamin D anda agar tetap mencukupi kebutuhan tulang anda. Apapun jenis diet anda, konsumsilah setidaknya 1.000 mg kalsium dan 400-800 IU vitamin D setiap harinya bila anda berusia di bawah 50 tahun. Jika anda berusia 50 tahun atau lebih, konsumsilah 1.200 mg kalsium dan 800-1.000 IU vitamin D setiap harinya. Di bawah ini terdapat beberapa jenis makanan yang mengandung cukup banyak kalsium dan rendah kalori, seperti:•    Susu rendah lemak dan produknya•    Sayuran hijau•    Sereal gandum yang telah diperkaya dengan kalsium•    Jus buah yang diperkaya dengan kalsium•    Suplemen kalsium dan vitamin DSumber: webmd
 21 Mar 2019    18:00 WIB
Berjalan Kaki Mampu Melancarkan Sirkulasi Darah
Mungkin Anda sering disarankan untuk melakukan olahraga, namun tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Untuk itu Anda dapat melakukan olahraga yang mudah, murah dan menyenangkan yaitu berjalan. Berikut manfaat yang Anda dapatkan dari berjalan kaki: Meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh Sehingga berjalan kaki tidak hanya baik untuk Anda namun juga untuk seseorang yang mempunyai penyakit jantung karena dapat membantu menurunkan tekanan darah dan memperkuat otot jantung. Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Colorado dan Universitas Tennessee menemukan bahwa wanita yang berjalan kaki sebanyak 1-2 mil dalam sehari dapat menurunkan tekanan darah hampir 11 poin dalam waktu 24 minggu. Wanita yang berjalan kaki selama 30 menit sehari dapat mengurangi risiko stroke sekitar 20-40% tergantung kecepatan mereka berjalan, menurut para peneliti di Universitas Harvard. Berjalan kaki menurunkan risiko patah tulang Penelitian menunjukkan yang dilakukan sebuah rumah sakit di Boston bahwa wanita paska menopause yang berjalan kaki sekitar 30 menit sehari akan mengurangi risiko patah tulang pinggul sebesar 40 persen. Berjalan kaki adalah olahraga yang memperpanjang umur Berdasarkan sebuah penelitian terbaru dari Universitas Kedokteran Michigan mengatakan bahwa orang-orang yang berolahraga sekitar 35 persen mempunyai usia lebih panjang sekitar delapan tahun dibanding rekannya yang tidak melakukan jalan kaki. Berjalan kaki mendukung sendi dan tulang Berjalan kaki juga membantu mencegah terjadinya osteoporosis dan osteoartritis menurut Michael A. Schwartz, MD, seorang dokter ortopedi di New York. Berjalan meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot Anda Salah satu manfaat dari berjalan kaki juga mampu meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas otot Anda. Sumber: arthritistoday
 04 Feb 2019    11:00 WIB
Semangkuk Sayur Bayam Mampu Jauhkan Tubuh Dari Osteoporosis
Gejala osteoporosis atau pengeroposan tulang menjadi salah satu hal yang ditakuti oleh setiap orang. Jika tetap juga kita abaikan, bukan tidak mungkin gejala pengeroposan tulang akan menghampirimu. Berikut makanan relatif murah & mudah didapat, yang akan membantu memperkuat tulang: SAYUR BAYAM Inilah salah satu jenis sayuran yang berperan besar menjaga kesehatan tulang. Bayam mengandung sejumlah besar kalsium untuk menutrisi tulang. Dalam satu mangkuk bayam masak terkandung hampir 25% dari kebutuhan kalsium harian. TELUR Telur merupakan salah satu makanan yang dianjurkan untuk menyuplai kebutuhan nutrisi tulang. Ini dikarenakan, kuning telur mengandung 6%  kebutuhan vitamin D harianmu. BAWANG MERAH & BAWANG PUTIH Kedua bumbu dapur tersebut tidak hanya membuat masakan lebih nikmat. Kandungan zat belerang didalamnya juga ikut membantu menjaga kesehatan tulang. SARDEN Ikan sarden mengandung vitamin D serta kalsium yang membantu menjaga kesehatan tulang dari waktu ke waktu. SUSU Susu mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang mulai dari kalsium, vitamin D, protein, kalium serta fosfor. BUAH-BUAHAN Buah-buahan yang dimaksud yaitu tomat, pepaya, jeruk serta pisang merupakan berbagai makanan yang mengandung potassium yang sangat baik dalam mencukupi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tulang. Demikian beberapa makanan yang dapat menjaga kesehatan Tulang. Semoga bermanfaat! Baca juga: Cegah Osteoporosis Dengan 6 Cara Sumber: Cara Sehat
 25 Jan 2019    18:00 WIB
Waspada! Kurang Gizi Bisa Bikin Anda Menderita Gangguan Kesehatan
Cukup makan atau bahkan makan berlebihan bukan jaminan bahwa anda telah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh anda. Anda masih dapat mengalami kekurangan gizi (malnutrisi) bila anda tidak memilih menu makanan anda dengan baik. Seperti halnya kelebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan, kekurangan gizi pun dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.   Beberapa jenis gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat malnutrisi dapat anda lihat di bawah ini:1.  Melemahnya Sistem Kekebalan TubuhNutrisi yang tidak adekuat (kurang) dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh anda dan membuat luka sulit menyembuh; terutama pada orang lanjut usia. Mengkonsumsi vitamin A, vitamin B kompleks, dan seng dalam jumlah cukup dapat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh anda tetap kuat. Walaupun diet sehat dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anda, anda dapat berkonsultasi dengan dokter anda mengenai apakah anda perlu mengkonsumsi suplemen untuk mencegah terjadinya defisiensi nutrisi. 2.  AnemiaAnemia dapat terjadi akibat kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12 dalam diet anda. Anemia dapat menyebabkan penderitanya merasa sangat lelah, pusing, kepala terasa melayang, mudah marah, dan merasa kedinginan. Orang-orang yang beresiko tinggi untuk mengalami anemia adalah orang yang menderita gangguan daerah, wanita yang mengeluarkan banyak darah saat menstruasi, wanita hamil, dan orang yang mengalami kekurangan gizi. Anemia biasanya dapat diatasi dengan pemberian suplemen nutrisi yang anda butuhkan. 3.  Penyakit JantungMenurut sebuah penelitian di tahun 2011, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan terjadinya penyakit jantung. Dianjurkan agar setiap wanita dan pria yang berusia kurang dari 71 tahun mengkonsumsi setidaknya 15 mcg vitamin D setiap harinya. Sementara itu, orang dewasa yang berusia lebih dari 71 tahun dianjurkan untuk mengkonsumsi setidaknya 20 mcg vitamin D setiap harinya. 4.  OsteoporosisOsteoporosis atau menurunnya kepadatan tulang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Hal ini terjadi akibat kurangnya konsumsi kalsium atau gangguan penyerapan kalsium di dalam tubuh anda. Orang-orang yang beresiko mengalami osteoporosis adalah wanita paska menopause, wanita yang mengalami gangguan makan (anoreksia), orang yang jarang mengkonsumsi susu dan produk olahannya, dan vegetarian. Sebenarnya anda tidak perlu mengkonsumsi susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian anda. Sekarang ini telah tersedia berbagai jenis makanan yang telah diperkaya dengan kalsium dan suplemen kalsium. Sumber: healthyeating.sfgate
 13 Dec 2018    11:00 WIB
Kenali Gejala Osteoporosis
Halo sahabat, kalau mendengar kata Osteoporosis, pasti langsung muncul di benak kita, penyakit ini hanya menyerang para manula, eitsss!!! Belum tentu! maka itu hari ini kita akan membahas detail tentang Osteoporosis. Apa itu osteoporosis? Yang pasti namanya berasal dari bahasa Latin, yang berarti "tulang berpori." Osteoporosis adalah penyakit tulang yang terjadi ketika tubuh kehilangan terlalu banyak tulang, dan membuat tulang menjadi kecil, atau keduanya. Akibatnya, tulang menjadi lemah dan mudah pecah atau retak ketika kita jatuh, bahkan ketika kita bersin atau jika mengalami benjolan kecil. Hal ini terjadi dalam kasus Osteoporosis yang sangat parah. Jika dilihat melalui mikroskop, kita bisa lihat bahwa, tulang yang sehat tampak seperti sarang lebah. Ketika osteoporosis terjadi, lubang dan ruang pada tulang yang menyerupai sarang lebah ini jauh lebih besar. Tulang yang mengalami osteoporosis telah kehilangan kepadatan tulang dan mengandung struktur jaringan abnormal. Ketika tulang menjadi kurang padat, tulang jadi melemah dan cenderung mudah patah. Jika kita berusia 50 tahun atau lebih dan pernah mengalami patah tulang, ada baiknya kita menjalani cek atau tes kepadatan tulang di rumah sakit. Apa saja gejala-gejala osteoporosis? Meskipun tulang kita biasanya sangat kuat, tulang-tulang itu terdiri atas jaringan hidup yang terus-menerus rusak dan terbangun kembali. Seiring bertambahnya usia, tulang tua dapat rusak lebih cepat daripada pembentukan tulang baru. Ini menyebabkan tulang kita berlobang dan menjadi lebih rapuh. Ketika penyakit menjadi lebih parah, gejala yang dialami akan lebih banyak. Mengobati osteoporosis pada tahap awal adalah cara terbaik untuk mencegah beberapa konsekuensi yang lebih serius, seperti kehilangan tinggi badan atau patah tulang. Sayangnya gejala Osteoporosis tidak terlihat pada tahap awal. Seringkali orang tidak tahu bahwa mereka memiliki tulang yang lemah (Osteoporosis) sampai mengalami masalah patah pinggul, tulang belakang, atau pergelangan tangan. Beberapa tanda dan gejala Osteoporosis tidak hanya menyerang tulang, namun juga menyerang hal-hal ini: Gusi surut: Gusi kita dapat surut jika rahang kita kehilangan tulang. Untuk masalah ini kita perlu mengunjungi dokter gigi untuk memeriksa kekeroposan tulang di rahang.   Kekuatan cengkraman tangan menjadi lemah: Dalam sebuah penelitian terhadap wanita pascamenopause dan kepadatan mineral tulang secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa kekuatan cengkraman tangan adalah faktor fisik yang paling penting. Kekuatan cengkeraman yang baik, dapat menurunkan risiko kita terjatuh.     Kuku yang lemah dan rapuh: Kekuatan kuku dapat menandakan kesehatan tulang. Tetapi kita juga harus mempertimbangkan faktor-faktor luar seperti berenang, berkebun, dan latihan lain yang dapat memengaruhi kuku kita. Jika kita memiliki riwayat keluarga yang mengalami Osteoporosis, ada baiknya menjalani tes kepadatan tulang. Kita juga perlu mengenal tanda atau gejala osteoporosis tahap selanjutnya. Ketika tulang semakin memburuk secara signifikan, kita mungkin mulai mengalami gejala yang lebih jelas, seperti: Hilangnya tinggi badan, tekanan akibat jatuh dan mengenai tulang belakang, dapat menyebabkan hilangnya tinggi badan. Ini adalah salah satu gejala osteoporosis yang paling nyata.   Menderita sakit akibat jatuh dan mengalami patah tulang adalah salah satu tanda paling umum dari tulang yang rapuh.   Sakit punggung atau leher. Osteoporosis dapat menyebabkan fraktur (retak) tulang belakang. Fraktur ini bisa sangat menyakitkan karena vertebra (tulang punggung) yang tidak kokoh, mungkin mencubit saraf yang memancar keluar dari sumsum tulang belakang. Gejala nyerinya dapat berkisar dari nyeri ringan hingga nyeri yang melemahkan (menyakitkan).   Badan menjadi bungkuk. Keadaan ini dikenal sebagai Kifosis (yaitu penyakit kelainan pada tulang belakang yang menyebabkan tubuh penderita melengkung ke depan melebihi batas normal atau bungkuk). Kifosis dapat menimbulkan rasa lelah serta rasa nyeri dan kaku pada punggung dan leher, bahkan mempengaruhi pernafasan kita, akibat adanya tekanan, yang menghalangi masuknya saluran udara yang kita hirup, menuju paru-paru kita. Sumber : www.healthline.com
 17 Sep 2018    08:00 WIB
Makanan Berbahaya yang Dapat Membuat Tulang Menjadi Rapuh!!
Memang benar diperlukan kombinasi antara kalsium dan vitamin D untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Osteoporosis merupakan suatu keadaan di mana tulang sangat rapuh (mudah patah) karena menurunnya kepadatan tulang. Selain vitamin dan mineral, ada hal lain yang juga penting untuk menjaga kesehatan dan kepadatan tulang Anda. Hal lain yang dimaksud di sini adalah makanan! Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa jenis makanan yang perlu Anda hindari untuk mencegah terjadinya osteoporosis.   Garam Tahukah Anda bahwa garam ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan tulang Anda? Para peneliti telah menemukan bahwa wanita yang telah memasuki masa menopause dan mengkonsumsi banyak garam akan mengalami penurunan kepadatan tulang yang lebih parah dibandingkan dengan wanita lain yang seumuran dengannya. Hal ini dikarenakan garam akan mengikat kalsium di dalam tulang, yang bila berlangsung lama akan membuat tulang menjadi rapuh. Untuk setiap 2.300 mg garam (anjuran konsumsi harian garam) yang Anda konsumsi, maka sekitar 40 mg kalsium akan dikeluarkan di dalam air kemih. Oleh karena itu, mengkonsumsi cukup kalsium dan vitamin D setiap harinya dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang akibat konsumsi garam. Orang dewasa yang berusia 50 tahun atau kurang membutuhkan sekitar 1.000 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 3 gelas susu atau 720 ml susu). Sedangkan untuk orang yang berusia lebih dari 50 tahun, mereka memerlukan sekitar 1.200 mg kalsium setiap harinya (setara dengan 3.5 gelas susu). Untuk vitamin D, orang yang berusia 50 tahun atau kurang membutuhkan sekitar 200 IU vitamin D, orang yang berusia 51-70 tahun membutuhkan sekitar 400 IU vitamin D, dan orang yang telah berusia lebih dari 70 tahun membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D. Beberapa jenis makanan olahan yang mengandung banyak sekali garam adalah: Daging olahan seperti ham dan sosis Makanan siap saji seperti pizza, burger, taco, dan kentang goreng Makanan olahan seperti berbagai jenis makanan beku Makanan kalengan, sayuran kalengan, dan jus buah Makanan panggang seperti roti dan sereal sarapan pagi Bila Anda tidak dapat menurunkan konsumsi garam harian Anda, maka tingkatkanlah konsumsi makanan yang mengandung banyak kalium seperti pisang, tomat, dan jus jeruk karena dapat membantu mengurangi kehilangan kalsium.   Minuman Bersoda Banyak minuman bersoda mengandung asam fosfor, yang sebenarnya dapat meningkatkan pengeluaran kalsium dari dalam tubuh melalui air kemih dan hampir semua jenis minuman bersoda tidak atau hanya sedikit mengandung kalsium. Hal ini tentu saja akan meningkatkan resiko terjadinya osteoporosis.   Kafein Seperti halnya minuman bersoda, minuman berkafein juga akan "menarik" kalsium keluar dari dalam tulang Anda. Anda akan kehilangan sekitar 6 mg kalsium untuk setiap 100 mg minuman berkafein yang Anda konsumsi. Memang tidak banyak, akan tetapi hal ini tetap saja berbahaya bagi Anda yang tidak memperoleh cukup kalsium setiap harinya. Walaupun teh juga mengandung kafein, akan tetapi berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh tampaknya tidak membahayakan tulang dan justru membantu membuat kepadatan tulang tetap terjaga pada orang-orang lanjut usia. Para ahli menduga hal ini dikarenakan teh juga mengandung komponen lainnya yang dapat melindungi tulang.   Baca juga: Ini Dia Penyebab Osteoporosis Pada Pria   Kedelai Walaupun berbagai jenis produk kedelai seperti edamame, tahu, tempe, dan susu kacang mengandung banyak protein yang baik bagi pertumbuhan tulang, akan tetapi kedelai juga mengandung suatu zat yang dapat mengganggu penyerapan kalsium. Oksalat yang terdapat di dalam kedelai akan berikatan dengan kalsium sehingga kalsium pun tidak dapat digunakan oleh tubuh. Masalah baru akan muncul bila Anda mengkonsumsi banyak kedelai tetapi tidak mengkonsumsi banyak kalsium. Berbagai penelitian menemukan hasil yang bervariasi mengenai kedelai. Beberapa penelitian kecil menemukan bahwa kedelai dapat mengganggu kepadatan tulang, sementara penelitian lainnya menemukan bahwa jenis kedelai yang tepat (isoflavon genistein dan daidzein), kedelai justru dapat membantu menjaga kekuatan tulang. Jadi, pastikan Anda mengkonsumsi cukup atau bahkan banyak kalsium setiap harinya untuk mencegah terjadinya penurunan kepadatan tulang. Sekarang ini telah tersedia berbagai jenis minuman susu kacang yang telah diperkaya oleh kalsium. Akan tetapi, jangan sampai Anda tertipu! Menurut para ahli, kalsium di dalam susu kacang dan berbagai jenis minuman lainnya akan tertinggal di dasar pembungkus dan tidak dapat kembali "masuk" ke dalam minuman tersebut, walaupun Anda telah mengocok minuman tersebut. Jika menu makanan Anda mengandung banyak kedelai di dalamnya, pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 1.000 mg kalsium setiap harinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: webmd