Your browser does not support JavaScript!
 24 Apr 2018    18:00 WIB
Hal Yang Tidak Anda Ketahui Mengenai Orgasme
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai "garis finish"? Posisi mana yang membuat Anda cenderung mencapai klimaks? Dan apakah benar-benar mungkin untuk merasakan orgasme setiap saat melakukan hubungan intim? Kami memiliki jawaban atas semua pertanyaan terkait orgasme. Penasaran? Silahkan simak ulasan dibawah ini.   Berikut Hal Mengenai Orgasme:  Ada Lebih dari Satu Cara untuk Memiliki Happy Ending Orgasme klitoris mungkin cara yang paling terkenal untuk mencapai garis finish, tapi ini tentu bukan satu-satunya pilihan Anda. Anda juga bisa mengalami orgasme vagina, orgasme campuran, atau multiple orgasme. Cobalah semuanya. Nipplegasms Memberi Sensasi Lain Cobalah mencapai orgasme dengan memainkan putting pasangan Anda, maka ini akan memberi Anda sensasi lain dalam mencapai orgasme.   Tidak Ada Batas Waktu Untuk Foreplay Semakin banyak berciuman dan membelai yang Anda lakukan, semakin banyak aliran darah meningkat, yang membuat Anda ekstra sensitif. Diperlukan 10-20 menit stimulasi bagi wanita rata-rata untuk mencapai puncaknya namun Anda bisa melakukannya sesuka Anda dan pasangan. Seks Oral Adalah Salah Satu Cara Terbaik Untuk Melepaskan Diri Kebanyakan wanita merasa sulit untuk mendapat orgasme bila hanya dari vaginal saja, maka Anda dan pasangan bisa melakukan seks oral untuk melengkapinya. Masturbasi Ini cara termudah bagi wanita untuk mencapai orgasme. Gunakan tips ini untuk membuat sesi solo Anda berikutnya menjadi semakin panas. Orgasme Rata-rata Sekitar 20 Detik Selama 20 detik itu, Anda memiliki kontraksi berirama sekitar setiap 0,08 detik - dan Anda dapat membuat kontraksi itu lebih kuat dengan melakukan latihan Kegel. Berolahraga Bisa Membuat Hubungan Intim Anda Makin Berkesan Kegel bukan satu-satunya latihan yang mempengaruhi aktivitas bercinta, melatih otot perut jua bisa membantu Anda dan pasangan memiliki hubungan intim yang berkesan. Anda Bisa Merasakan Orgasme Saat Melahirkan Hal ini terdengar aneh, namun memang bisa terjadi karena adanya dorongan dari bayi yang mengenai organ intim yang sensitif. Ajukan ini dengan aneh-tapi-benar: Tenaga kerja benar-benar bisa memulai orgasme. (Kami menebak ini membuat sebuah ruang persalinan yang sangat canggung.) Pelajari lebih lanjut tentang orgasme paling aneh di dunia. Anda Bisa Menggunakan Fantasi Untuk Mencapai Orgasme  Tidak ada salahnya bila Anda mencoba hal yang satu ini, berfantasi juga bisa membuat Anda fokus pada diri sendiri dan mencapai orgasme. Erangan Membuat Orgasme Anda Lebih Baik Ternyata, mengendalikan suara saat  melakukan seks Anda bisa menjadi kunci orgasme yang mengagumkan. Dalam seks tantra, membuat suara bernada tinggi membawa energi seksual ke dada, tenggorokan, dan kepala Anda, sementara suara bernada rendah membawa mereka ke ... Nah, di bawah sana. Banyak Wanita Memalsukan Orgasme Studi menunjukkan bahwa 60 persen wanita telah melakukan orgasme palsu guna untuk menarik perhatian pasangan Rasa Cemas Dapat Mengganggu Anda Mendapat Mencapai Orgasme Menurut penelitian, wanita dengan stres tinggi memiliki tingkat gairah fisik yang lebih rendah daripada wanita dengan tingkat stres normal. Beberapa Wanita Tidak Bisa Mencapai Orgasme Diperkirakan 10-15 persen wanita bersifat anorgasmik, yang berarti mereka secara fisik tidak dapat mencapai garis finish. Namun jangan khawatir bila mengalami hal ini maka Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter. Doggie Style Posisi Terbaik Salah satu cara untuk mencapai orgasme adalah doggie style yang dapat merangsang G-spot (tempat yang sangat sensitif di bagian dalam dinding vagina Anda) dan klitoris Anda Orgasme Menjadi Lebih Baik Dengan Pertambahan Umur Wanita usia 80-99 tahun lebih puas secara seksual dibandingkan wanita yang lebih muda, menurut sebuah studi di The American Journal of Medicine.   Baca juga: 5 Alasan Pria Merasa Senang Saat Pasangannya Orgasme   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang     Sumber: womenshealthmag
 03 Nov 2016    11:00 WIB
3 Fakta Penting Mengenai Orgasme Pria!
Ingin membuat suami Anda selalu puas setiap kali selesai berhubungan intim dengan Anda? Bila ya, maka beberapa fakta penting mengenai orgasme pria di bawah ini mungkin dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda tersebut.   Baca juga: Sulit Orgasme? Coba Tips Ini!   Fakta: Frenulum Merupakan Bagian Penis yang Paling Sensitif Tahukah Anda bahwa pemicu utama dari terjadinya ejakulasi adalah frenulum? Frenulum merupakan suatu area di bagian bawah kepala penis, yang mengandung banyak sekali saraf tepi. Untuk membuat suami Anda mencapai orgasme, mainkanlah lidah Anda di sekitar frenulum dengan perlahan, dan kemudian hisaplah kepala penisnya.   Fakta: Pria Bisa Merasakan Kontraksi Ototnya Saat Ejakulasi Saat seorang pria berejakulasi, ia dapat merasakan kontraksi otot yang sangat kuat dan suatu dorongan dari dalam prostatnya. Untuk menambahkan rasa nikmatnya, tekanlah bagian kulit di belakang buah zakarnya, yaitu di daerah perineum, area kulit di antara buah zakar dan dubur.   Fakta: Orgasme Dimulai di Dalam Otak, Sedangkan Ejakulasi Merupakan Refleks Saraf Tulang Belakang Bagi sejumlah pria, orgasme biasanya terjadi sebelum ejakulasi pertama terjadi. Akan tetapi bagi beberapa orang pria lain, orgasme justru terjadi setelah ejakulasi. Untuk membantu pasangan Anda mencapai orgasme, kencangkanlah otot-otot dasar panggul Anda secara ritmik untuk menekan pangkal penisnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: womenshealthmag
 01 Nov 2016    15:00 WIB
Berapa Lama Setelah Orgasme Anda Dapat Memulainya Kembali?
Setelah berhasil mengeluarkan senjata-senjata kecil Anda, Anda mungkin sudah bersiap untuk tidur, akan tetapi apa jadinya bila istri justru meminta jatah tambahan? Berbeda dengan wanita, seorang pria membutuhkan waktu sejenak untuk "beristirahat" sebelum dapat kembali berhubungan intim. Kecuali bila Anda merupakan seorang anak remaja, maka sebagian besar pria biasanya membutuhkan waktu setidaknya 1-2 jam sebelum ia dapat kembali berereksi dan berejakulasi.   Baca juga: Tips Mengubah Seks "Biasa" Menjadi Luar Biasa   Sebenarnya tidak ada data pasti mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan seorang pria untuk dapat kembali berhubungan intim setelah sukses mencapai orgasme dan berejakulasi. Akan tetapi, menurut sebuah penelitian, para pria membutuhkan waktu antara 30 menit hingga 24 jam di antara ereksi dan ejakulasi. Lama waktu ini biasanya bertambah seiring dengan semakin bertambahnya usia seorang pria. Hingga saat ini para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab seorang pria membutuhkan waktu ‘istirahat" di antara ejakulasinya. Akan tetapi, mereka menduga hal ini berhubungan dengan peningkatan kadar hormon prolaktin, yang dapat menghambat terjadinya orgasme dan ejakulasi, paska seorang pria berhubungan intim. Selain itu, gaya hidup tertentu juga turut berperan. Mengkonsumsi minuman beralkohol atau sering bermasturbasi dapat membuat lama waktu "istirahat" ini semakin panjang. Jika Anda membutuhkan waktu lebih lama dari 24 jam untuk kembali dapat berhubungan intim, maka dianjurkan agar Anda segera memeriksakan diri ke seorang dokter. Ia dapat membantu Anda menemukan apa sebenarnya penyebab gangguan seksual yang Anda alami dan pengobatan apa yang paling tepat untuk mengatasinya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 17 Jan 2016    08:00 WIB
Ini Dia Penyakit Setelah Orgasme Langsung Flu
Seorang ilmuwan di Belanda mengatakan telah ditemukan suatu sindrom misterius yang menyebabkan seorang jatuh sakit setelah mengalami orgasme. Penyakit yang dihasilkan dapat bervariasi, tetapi paling sering berupa influensa. Sindrom ini dikenal dengan nama Post Orgasmic Illness Syndrome atau POIS dan telah didokumentasikan sejak tahun 2002. Pria yang terkena POIS akan merasakan gejala-gejala mirip flu, misalnya demam, hidung berair, badan pegal-pegal dan mata terasa seperti terbakar setelah mereka mengalami ejakulasi. Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama 1 minggu. Diduga POIS disebabkan oleh alergi terhadap semen yang dikeluarkan pria tersebut saat ejakulasi dan pengobatan yang dapat dilakukan dikenal dengan nama hyposensitization therapy dapat mengurangi gejala-gejala yang terjadi. Walaupun sudah didokumentasikan sejak tahun 2002, Post Orgasmic Illness Syndrome tidak dikenal luas oleh para dokter keluarga dan para ahli mengatakan pria penderita POIS juga merasa malu untuk menceritakan tentang gejala yang dialami dan juga merasa bingung tentang apa yang terjadi pada tubuhnya. Sindrom ini sendiri juga sangat jarang terjadi dan kebanyakan pria yang terkena sindrom ini kebanyakan tidak menyadari kondisinya sehingga tidak mencari pengobatan dokter. Pada Studi ini, sebanyak 45 pria Belanda didiagnosa terkena POIS. Mereka tidak merasa sakit saat mereka melakukan masturbasi tanpa ejakulasi, tetapi saat cairan semen keluar dari testis, mereka langsung merasa sakit dan terkadang hanya dalam waktu beberapa menit sejak keluarnya semen.33 orang diantara mereka setuju untuk melakukan tes alergi standar yaitu skin-prick allergy test dengan menggunakan cairan semen mereka sendiri dan sudah diencerkan. 29 orang dari mereka atau sebanyak 88% mendapat hasil positif yang mengindikasikan respon autoimun atau reaksi alergi. Pada studi berikutnya, tim peneliti yang sama memutuskan untuk melakukan pengobatan terhadap 2 sukarelawan dengan menggunakan hyposensitization therapy, yang merupakan tehnik mengobati alergi dan sudah dikenal luas. Terapi ini menggunakan cara mengekspose tubuh dengan zat alergen dalam waktu beberapa tahun. Dalam terapi POIS, sukarelawan diberikan suntikan berisi cairan semen mereka sendiri di bawah kulit. Pada awalnya cairan semen diencerkan sampai sangat encer, makin hari tingkat keenceran semen makin dikurangi. Hasilnya setelah menjalani pengobatan selama 3 tahun, para sukarelawan tersebut mengalami penurunan gejala POIS secara signifikan. Memang pengobatan ini memerlukan waktu yang sangat lama. Begitupun penyakit-penyakit sama yang disebabkan oelh reaksi alergi. Terkadang memerlukan waktu selama 5 tahun untuk mengobati penyakit alergi.Sumber: reuters
 10 May 2014    14:30 WIB
Mengenal Klitoris Lebih Baik Lagi
Bagi Anda yang mungkin belum tahu, minggu ini adalah minggu the International Clitoris Awareness Week, yang dimulai dari 5 Mei sampai 11 Mei. Apakah Anda tahu bahwa klitoris adalah satu-satunya organ manusia yang yang tujuan utamanya adalah untuk memberikan kenikmatan? Ada banyak fakta penting mengenai klitoris yang selama ini tidak terlalu diperhatikan. •  Untuk mengetahui lokasi dimana klitoris berada, seorang wanita  dapat menggunakan kaca tangan atau dengan membuka kaki dan meletakkan kada didepannya. Klitoris tampak sebagai bagian kecil berukuran sebiji kacang yang tersembunyi di bagian dalam labia.•  Klitoris yang mungkin terlihat ketika Anda membuka kaki hanyalah bagian dari tudung klitoris. Bagian lain dari klitoris tersembunyi di belakan tudung tersebut dan berukuran sekitar empat inchi•  Walaupun klitoris bertambah besar ukurannya, tetapi tidak akan mengalami penuaan setelah mencapai kematangannya. Hal tersebut mengingatkan bahwa itulah puncak dari kedewasaan seksual dalam kehidupan wanita.•  Klitoris bisa juga mengeras. Inilah sebabnya mengapa klitoris bisa tampak membengkak saat terangsang. Setelah mengalami klimaks atau tenang, klitoris akan kembali ke ukuran normal.  •  Klitoris mempunyai 8.000 ujung syaraf sensorik yang dua kali lebih banyak jumlahnya dibandingkan yang ada ada ujung penis.•  Kebanyakan kasus, stimulasi dari klitoris dapat menghasilkan orgasme.Sumber: healthmeup