Your browser does not support JavaScript!
 02 Dec 2020    09:00 WIB
Bikin Anak Lebih Percaya Diri, Begini Caranya!
Anda tentunya ingin yang terbaik bagi anak anda, termasuk bagi putri anda. Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, keadaan sosial masyarakat pun memiliki standar yang berbeda dan lebih tinggi. Membuat anak anda tetap percaya diri, mandiri, dan bijaksana merupakan salah satu cara agar anak anda tetap dapat mengikuti perkembangan zaman. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan oleh para orang tua untuk membantu meningkatkan rasa percaya diri pada anak anda. Kenali Anak Anda Setiap anak memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan tingkat kepercayaan dirinya. Para ahli mengatakan bahwa beberapa anak perempuan yang percaya diri cenderung bersikap lebih sombong. Seorang ahli di Amerika mengatakan bahwa rasa percaya diri pada anak biasanya mulai menghilang saat anak memasuki usia dewasa. Pada saat anak mencapai usia pubertas, saat inilah anak mulai memperhatikan penampilannya. Berikan Perhatian Memberikan perhatian pada anak anda merupakan salah satu cara menunjukkan dukungan pada anak anda, akan tetapi jangan berlebihan. Perhatian yang berlebihan justru dapat membuat anak anda semakin tertekan. Perubahan lingkungan dan bentuk tubuh dapat menjadi hal yang sangat mempengaruhi kehidupan anak remaja anda. Ceritakanlah berbagai pengalaman anda untuk menunjukkan pada anak anda bahwa mereka bukanlah yang pertama kali mengalaminya dan bukan satu-satunya yang mengalami hal tersebut. Berikan Pujian Pujian merupakan sebuah pisau bermata dua. Bila anda melakukannya dengan tepat, maka anda dapat membuat anda lebih percaya diri dan berusaha lebih baik. Akan tetapi, bila anda melakukannya dengan kurang tepat, maka hal ini justru dapat membuat anda semakin tertekan. Jangan memfokuskan pujian anda pada bagaimana penampilan anak anda, fokuskanlah pada kinerja anak anda. Pujilah anak anda akan usaha mereka bukan pada bagaimana hasil akhirnya. Dukung Anak Anda Seringkali para remaja bersikap dan mengatakan bahwa mereka tidak memerlukan orang tuanya. Akan tetapi, justru di saat seperti inilah anak anda justru sangat memerlukan dukungan anda. Mendengarkan berbagai keluh kesah dan cerita anak anda dapat membantu anak anda dan hal ini juga dapat membangun suatu hubungan komunikasi yang lebih baik dengan anak anda. Jangan mencoba untuk memperbaiki segala sesuatunya, mendengarkan keluhan anak anda bukan berarti anda tidak membantunya. Hal ini justru mungkin menjadi bantuan terbesar bagi anak anda. Cobalah untuk lebih memahami berbagai kegiatan atau aktivitas yang disukai oleh anak anda. Hal ini membuat anak anda merasa bahwa anda menghargai apa yang mereka sukai dan dapat membuat hubungan anda dan anak anda lebih dekat. Bersabarlah Membesarkan anak agar menjadi seorang dewasa yang percaya diri dan dapat menghadapi berbagai hal merupakan suatu proses panjang, bahkan mungkin seumur hidup. Dibutuhkan kesabaran dan kerja keras lebih. sumber : webmd
 01 Dec 2020    09:00 WIB
Ini Manfaat Sering Memeluk Anak
Setiap orang tua pasti ingin melihat anak mereka sehat dan selalu bahagia, sehingga mereka akan melakukan apa saja untuk membuat mereka bahagia. Salah satu cara untuk membuat anak Anda menjadi lebih sehat dan bahagia tidak harus dengan cara yang sulit. Anda bisa memulainya dengan cara yang sangat mudah. Cara apakah itu? Caranya adalah dengan memeluknya. Cara ini sangat mudah untuk dilakukan dan tentunya sangat menyenangkan. Ketika Anda memeluk seseorang rasanya akan memberikan kekuatan, meningkatkan kesehatan- dan merangsang hormon pertumbuhan, yang sangat bermanfaat bagi anak Anda. Sebuah pelukan adalah semua yang Anda butuhkan untuk merangsang pertumbuhan anak melalui reaksi biokimia dan fisiologis dalam tubuh untuk meningkatkan kesehatan, menenangkan sistem saraf dan merangsang emosi positif. Berikut adalah manfaat dari pelukan untuk anak: 1.      Membuat Mereka Bahagia Berpelukan erat dengan anak akan membantu melepaskan "hormon bahagia" atau oksitosin. Hormon ini meningkatkan ikatan yang kuat, kepercayaan, kenyamanan, keamanan dan pengabdian. Semakin lama memeluk, efek yang diberikan akan lebih baik. Bahkan ketika Anda yang sangat sibuk pastikan pelukan Anda berlangsung setidaknya 6 detik, namun pelukan yang lebih lama sekitar 20 detik akan memberikan hasil yang lebih baik. 2.      Membuat Tidur Anak Lebih Nyenyak Jika Anda memeluk anak Anda selama beberapa menit sebelum mereka tertidur, Anda dapat memastikan tidur yang lebi baik untuk dia dan diri Anda sendiri. Memeluk akan menenangkan dan memiliki efek terapi yang membantu tidur anak yang lebih nyenyak. 3.      Mengurangi Stres Hal ini berlaku untuk kedua orang tua dan anak-anak. Saat Anda merasa hidup Anda penuh dengan masalah, merasa lelah. Saat pulang kerja segeralah peluk anak Anda, maka semua rasa lelah dan beban pikiran yang menganggu akan hilang semua. Hal ini dikarenakan saat Anda memeluk anak maka kadar hormon kortisol atau hormon stres menurun sehingga Anda dan anak akan merasa lebih rileks dan  aman. 4.      Membuat Anak Menjadi Lebih Percaya Diri Sebuah pelukan dari keluarga akan meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri anak, cara ini akan membantu dia menjaga kesehatan emosional yang optimal. Sebuah pelukan akan melawan rasa kesepian, rasa tidak aman, membuat anak merasa dihargai dan dicintai. Hal ini juga mengaktifkan Solar Plexus Chakra, pusat energi yang memegang kunci untuk harga diri dan kepercayaan diri seseorang. 5.      Meningkatkan Kekebalan Tubuh Pelukan dan dekapan dari hati dapat meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatkan produksi sel darah putih dengan merangsang kelenjar thymus. Hal ini akan membantu untuk menjaga anak Anda selalu sehat dan bebas dari penyakit! 6.      Mengangkat Mood Anak Sebuah pelukan akan merangsang dopamin, yang dikenal sebagai hormon kesenangan, ditambah dengan serotonin yang mengirimkan gelombang kenikmatan secara instan dalam tubuh dan meningkatkan mood. Seorang anak yang rewel dapat dengan mudah ditangani dengan pelukan erat selama beberapa menit! 7.      Mengekspresikan Cinta Anda Mungkin Anda mungkin tidak harus selalu mengatakan "I love you" kepada anak Anda, tetapi pelukan yang diberikan merupakan cara untuk mengekspresikan cinta Anda tanpa kata-kata dan membuat anak Anda merasa dekat dengan Anda. Penelitian mengatakan bahwa keluarga yang mengekspresikan kasih sayang terhadap satu sama lain dengan beberapa cara yang 47% lebih mungkin untuk lebih akrab. 8.      Membantu Untuk Menyembuhkan Penyakit Apakah Anda tahu bahwa pelukan membantu menyembuhkan penyakit? Hal ini dikaitkan dengan pelepasan hormon oksitosin. Untuk alasan ini, orang tua dari bayi prematur didorong untuk memiliki sentuhan kulit dengan kulit untuk membantu mereka tumbuh dan berkembang. Alasan ini dianjurkan oleh para ahli yang juga menemukan bahwa seorang ibu yang baru melahirkan akan sembuh lebih cepat setelah melahirkan jika dia dekat bayinya. Betapa banyak manfaat yang didapat dari memeluk anak Anda. Jadi tunggu apa lagi segera peluk anak Anda dan dapatkan manfaatnya. Anda harus memberikan 12 pelukan dalam sehari untuk mendapat manfaat diatas. Sumber: beingtheparent
 30 Oct 2020    15:00 WIB
Anak Masih Tidur Bareng, Gimana Cara Hubungan Seksnya?
Merasa seks kurang afdol tanpa desahan, teriakan, dan suara berisik ranjang Anda? Akan tetapi, apa jadinya bila ruangan sebelah, yang hanya dibatasi dinding tipis, berisi mertua atau anak Anda? Anda dan pasangan hanya punya 2 pilihan, melakukan seks tanpa suara atau tidak berhubungan intim sama sekali. Seks tanpa suara bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh bersuara dan hanya boleh bercinta dengan posisi misionaris. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa cara berhubungan intim tanpa membangunkan"tetangga" Anda di sebelah. 1.      Buat Benteng Selimut Untuk meredam berbagai suara yang mungkin timbul, masuklah ke dalam selimut. Hal ini dikarenakan suara dengan frekuensi tinggi akan "tersangkut" di dalam serat-serat selimut. Sebagian besar benda lunak seperti sofa, ranjang, dan bahkan payudara wanita pun dapat menyerap sejumlah gelombang suara. Akan tetapi, bantal dan selimut merupakan penyerap suara terbaik. Akan tetapi, bukan berarti Anda boleh berteriak kencang, karena tidak semua gelombang suara dapat diserap oleh selimut Anda. 2.      Masuk ke Kamar Mandi Selain berisik, air juga akan "memotong" suara menjadi serpihan-serpihan kecil. Akan tetapi, perlu diingat bahwa air juga akan membuat suara Anda menjadi lebih rendah dan terdengar lebih keras ke seluruh ruangan. Jadi, jangan berteriak terlalu keras ya. 3.      Putar Lagu Untuk mencegah anak Anda terbangun karena mendengar "kesibukan" Anda dan pasangan di kamar sebelah, putarkanlah lagu tidur bagi anak Anda untuk menutupi suara berisik dari kamar Anda. 4.      Ganti Ranjang Anda Bila ranjang atau alas ranjang Anda sering berisik saat Anda dan pasangan berhubungan intim, maka menggantinya merupakan jalan keluar terbaik. Pilihlah alas yang berkaki dan matras yang memiliki memory foam, yang dapat membantu meredam semua suara yang akan Anda dan pasangan hasilkan. Sumber: menshealth
 06 Mar 2019    11:00 WIB
Tegas Bukan Berarti Kasar, Para Orang Tua Harus Tau Nih!
Ketegasan merupakan sikap yang diperlukan dalam berperilaku dan juga berkomunikasi. Seseorang yang memiliki sikap dan cara berkomunikasi yang tegas mampu menyampaikan perasaan dan pikiran mereka dengan sikap pantas dan langsung tepat sasaran. Memiliki ketegasan adalah hal yang sangat penting terutama dalam mendidik anak. Dengan bersikap tegas para orangtua mampu mendidik anak menjadi pribadi yang lebih baik. Namun  kebanyakan orang tua sulit membedakan antara bersikap tegas dengan kasar. Untuk membantu Anda dalam memutuskan dalam bersikap, berikut adalah perbedaan antara tegas dan kasar: Bersikap tegas Bersikap tegas adalah kemampuan untuk mengekspresikan diri dengan lebih efektif, mampu mempertahankan pendapat sendiri namun juga mampu menghargai hak dan keyakinan orang lain. Ketegasan melibatkan semua keterampilan berkomunikasi yang Anda miliki, yaitu kata-kata, tindakan, bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi wajah. Ketika seseorang berkomunikasi dengan tegas, semua unsur ini bekerja secara harmonis. Singkatnya, ketegasan adalah percaya diri tanpa menjadi agresif. Hal ini berarti Anda sebagai orang tua harus mampu membuat peraturan yang nantinya harus dituruti oleh anak Anda. Namun dalam peraturan tersebut Anda harus memperhatikan kondisi anak Anda. Berikan anak Anda kesempatan dalam menjelaskan keadaanya mengapa dia sampai menyalahi sebuah aturan. Misal suatu saat anak Anda mendapatkan nilai yang terlalu bagus, padahal sebagai orang tua selalu mengharapkan anak-anaknya memiliki prestasi di kelas. Jangan langsung memarahi dia, tanyakan terlebih dahulu berikan dia kesempatan untuk menjelaskan. Bisa saja dia memiliki nilai jelek karena guru yang mengajar kurang kompeten, tidak memberikan kisi-kisi karena tidak ikut les atau mungkin kondisi tubuhnya yang kurang fit pada saat ujian. Berikan kesempatan untuknya menunjukkan bahwa dia mampu mendapat nilai yang baik pada ujian berikut. Sikap kasar Dalam sikap kasar tidak ada rasa menghormati terhadap orang lain seperti menghormati perasaan, keyakinan, dan juga pandangan mereka. Seseorang yang kasar cenderung akan bersikap sarkastis, marah, kejam. Saat bersikap kasar biasanya disertai dengan teriakan, bahasa ofensif, ancaman, gerakan mengintimidasi seperti menunjuk atau bahkan mendorong. Dalam kondisi ini, biasanya orang tua berkata kasar pada anak, tidak segan memukul dan melakukan hal buruk lain seperti tidak memberi makan malam atau memotong uang jajan. Anda memang boleh memberikan sedikit hukuman bila anak Anda berbuat salah namun bukan menyiksanya. Sikap kasar yang terlalu berlebihan dapat merusak mental anak, sehingga anak cenderung menjadi pribadi yang rentan akan depresi, menjadi pendiam atau mungkin menjadi seorang pemberontak. Perhatikan bahwa orang tua tegas selalu dapat mengendalikan kemarahan mereka. Saat anak berbuat salah, dapat dimengerti kenapa Anda merasa ingin marah. Namun sekali lagi orangtua yang tegas mampu menghargai perasaan anak. Berusahalah untuk mengendalikan kemarahan Anda, berikan dia kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Orang tua yang tegas mampu mengkritik sikap anak namun tidak menjatuhkan mental anak. Cara orang tua dalam mendidik yang tegas namun jauh dari kasar akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang lebih baik. Karakter anak yang terbentuk adalah tergantung bagaimana  orang tua mendidik dan membimbing anak. Baca juga: Ingin Anak Lebih Cerdas? Coba Tips Berikut Ini! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: lifehack
 04 Jan 2018    16:00 WIB
Mengapa Lansia Lebih Rentan Terhadap TBC?
Tuberkulosis (TBC) adalah sebuah infeksi saluran pernapasan bawah (paru-paru), yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Batuk kronik dan atau batuk darah merupakan gejala utama dari TBC. Penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja dan usia berapa pun. Akan tetapi, karena daya tahan tubuh orang lanjut usia (lansia) sudah melemah, maka mereka pun menjadi lebih rentan terhadap infeksi TBC. Penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan, walaupun pengobatannya memakan waktu yang cukup lama, yaitu 6-9 bulan. TBC sendiri sebenarnya bukanlah penyakit yang mematikan. Akan tetapi, karena daya tahan tubuh yang lebih lemah, maka lansia mungkin mengalami gejala yang lebih berat dan waktu penyembuhan yang lebih lama dibandingkan mereka yang berusia lebih muda. Selain lansia, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah seperti penderita kanker, HIV, diabetes, atau gagal ginjal tahap akhir juga lebih mudah terinfeksi oleh kuman penyebab TBC.   Baca juga: Kenali Apa Itu Tuberkulosis…   Lalu bagaimana cara mencegah terjadinya TBC pada lansia? Cara terbaik untuk mencegah infeksi TBC pada lansia adalah dengan tetap aktif, sehat, dan mengkonsumsi makanan bergizi. Infeksi TBC pada lansia dapat bersifat fatal bila penyakit tidak diketahui sejak dini. Oleh karena itu, deteksi dan pengobatan TBC sedini mungkin sangat penting bagi para lansia. Jadi, segera periksakan orang tua Anda bila mereka mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, yang disertai oleh demam dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Bila sudah terjadi batuk darah, maka kemungkinan besar penyakit sudah memasuki tahap lanjut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 17 Nov 2017    11:30 WIB
Tanda-Tanda Orang Tua Anda Berpengaruh Buruk Bagi Anda
Apakah masa kecil Anda tidak membahagiakan karena perilaku atau sikap orang tua Anda? Bila ya, Anda mungkin memiliki orang tua yang "beracun". Di bawah ini Anda dapat melihat berbagai tanda yang menunjukkan bahwa orang tua Anda adalah "racun" bagi kehidupan Anda.   Orang Tua Tidak Menganggap Anda Berharga Apakah orang tua Anda sering mengatakan bahwa Anda adalah anak yang tidak berharga? Bila ya, maka hal ini merupakan tanda pasti bahwa orang tua Anda memang "racun" bagi Anda. Terus diberitahu Anda tidak mampu tentu saja akan membuat Anda gagal dan tidak bahagia. Bila Anda mengalami hal ini, berkonsultasi dengan seorang psikolog atau psikiater dapat membantu.   Orang Tua Tidak Mempedulikan Perasaan Anda Sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memikirkan kebutuhan Anda, termasuk perasaan Anda. Hal ini dapat sangat mempengaruhi keadaan emosional Anda. Bila orang tua Anda tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Anda, maka hal ini merupakan tanda bahwa orang tua Anda memang adalah "racun" bagi Anda.   Anda Sering Mengalami Kekerasan Fisik dan Atau Verbal Kekerasan apapun dalam rumah tangga bukanlah sesuatu hal yang boleh ditoleransi, apalagi bila hal ini dilakukan oleh orang tua Anda.   Baca juga: 7 Jenis Kekerasan Orang Tua Terhadap Anak   Orang Tua Tidak Ingin Anda Mandiri Menjadi seseorang yang mandiri merupakan pelajaran penting dalam hidup. Akan tetapi, ada beberapa orang tua yang membuat anak-anaknya hampir mustahil mencapai kemandirian. Orang tua yang "beracun" biasanya tidak akan memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk mengalami berbagai hal yang mereka inginkan, yang justru dapat merusak kehidupan anaknya.   Orang Tua Menganggap Bahwa Perasaannya Lebih Penting Daripada Anda Orang tua yang "beracun" biasanya juga akan memprioritaskan perasaannya dibandingkan perasaan anak-anaknya. Hal ini dapat berarti bencana bagi anak-anaknya, karena anak-anaknya terpaksa harus mengorbankan kebahagiaan mereka sendiri untuk memastikan agar orang tuanya baik-baiknya saja. Saat orang tua Anda merasa kesal, maka Anda pun akan merasa kesal. Keadaan ini bukanlah hubungan orang tua-anak yang sehat.   Anda dan Orang Tua Sangat Saling Bergantung Saat 2 orang terlalu bergantung satu sama lain, maka mereka pun akan kehilangan jati dirinya. Memaksa Anda untuk selalu menuruti keinginan orang tua Anda bukanlah hal yang baik dan sehat. Untuk mengatasi hal ini, Anda perlu menentukan batasan dengan tegas.   Orang Tua Selalu Meremehkan Anda Semua orang di dunia ini pasti selalu berusaha untuk mencari pengakuan dari orang lain, terutama dari orang tuanya. Anda tentunya ingin dipuji dan diakui oleh orang tua Anda. Saat Anda tidak mendapatkan pengakuan ini, Anda tentunya akan merasa sangat kecewa, apalagi bila hal ini berasal dari orang tua Anda. Anak-anak yang tidak pernah dipuji dan diakui oleh orang tuanya akan selalu merasa bahwa ia tidak layak diperhatikan dan akan selalu berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari orang tua atau dari orang-orang di sekelilingnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: cheatsheet
 31 Aug 2017    15:00 WIB
Kepergok Anak Saat Sedang Bercinta??? Berikut Cara Mengatasinya…
  Kepergok saat sedang bercinta oleh anaknya yang masih kecil merupakan mimpi buruk bagi setiap orang tua. Bila Anda pernah mengalaminya, maka Anda dan pasangan bukanlah satu-satunya orang tua yang pernah mengalami hal tidak menyenangkan ini. Di luar sana ternyata ada banyak sekali pasangan orang tua yang mengalami hal serupa. Untuk menghadapi dan mencegah terjadinya situasi tidak menyenangkan tersebut, di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.   Tetap Tenang Mendengar suara pintu kamar Anda berputar terbuka? Segera selimuti tubuh Anda, tetapi jangan tampak panik. Jika Anda tampak panik, maka anak Anda pun dapat merasakan ada sesuatu hal yang salah. Oleh karena itu, bersikaplah tenang dan tutupi bagian pribadi Anda dengan selimut dan tersenyumlah.   Tunggu Apa Reaksi Anak Anda Tentu saja ada kesempatan di mana anak Anda tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang Anda lakukan. Jadi, sebelum Anda mulai menyiapkan sejuta alasan baginya, tunggu dan lihatlah bagaimana reaksinya. Mungkin ia hanya merasa lapar dan ingin minta dibuatkan makanan.   Karanglah Suatu Cerita Bercinta dapat terlihat dan terdengar menakutkan atau agresif bagi seseorang yang tidak tahu apa sebenarnya itu. Jadi, Anda perlu memberitahu anak Anda bahwa Anda dan pasangan hanya sedang bersenang-senang. Misalnya, Anda sedang menggelitiki ibunya atau sedang melakukan suatu jenis olahraga atau berburu harta karun di bawah tubuh ibunya dan sebagainya.   Jelaskan Mengapa Anda Tidak Mengenakan Pakaian Apapun Anda mungkin harus lebih kreatif untuk yang satu ini. Jika anak Anda secara tidak sengaja melihat bagian pribadi tubuh Anda atau merasa penasaran mengapa Anda dan pasangan tidak mengenakan pakaian, penting sekali memberitahu mereka informasi yang dapat ia cerna. Misalnya, kami baru saja selesai bermain dan ayah mau mandi, makanya ia tidak mengenakan pakaian.   Tunggu Anak Anda Berlari Pergi Jika anak Anda sudah cukup besar untuk mengerti apa itu seks, maka ada kemungkinan ia akan berlari keluar dari dalam kamar Anda, bahkan sebelum Anda sempat mengenakan kembali pakaian dalam Anda. Dengan kata lain, ia tahu apa yang sedang Anda dan pasangan lakukan dan ia mungkin merasa sama malunya dengan Anda. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Anda tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi pada anak Anda. Panggillah anak Anda dan berikanlah penjelasan sederhana mengenai apa yang terjadi semalam. Misalnya seks hanya boleh dilakukan oleh 2 orang dewasa.   Kunci Pintu Kamar Anda Tips yang satu ini adalah cara terbaik untuk mencegah anak Anda masuk ke dalam kamar tidur Anda saat Anda dan pasangan sedang "sibuk". Ingatlah untuk selalu mengunci pintu kamar Anda setiap kali Anda dan pasangan berhubungan intim.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: menshealth
 29 Nov 2016    18:00 WIB
6 Hal yang Membuat Anda Dijauhi Oleh Anak
  Saat orang tua ditanya mengenai hal apa yang paling dikhawatirkan mereka mengenai hubungannya dengan anak-anak mereka, maka sebagian besar dari para orang tua tersebut pasti akan menjawab kurangnya waktu bersama, komunikasi kurang, tidak merasa dibutuhkan atau diinginkan kecuali saat anaknya memerlukan sesuatu, dan tidak mengerti mengapa anak-anaknya tidak bisa dekat dengannya. Adanya jarak di antara orang tua dengan anak-anaknya sebenarnya dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti pola asuh orang tua dan perceraian. Perceraian yang terjadi pada saat anak masih kecil atau setelah anak cukup besar akan berdampak sangat besar pada hubungan antara anak dengan orang tua, apalagi bila salah satu orang tua membuat anaknya membenci pihak lain. Selain keadaan lingkungan, berbagai hal yang Anda lakukan sebagai orang tua juga dapat membuat anak-anak Anda menjauh dari Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa "gejala" yang menunjukkan bahwa hubungan di antara Anda dan anak Anda tidak dekat: Anak Anda jarang sekali menelepon Anda terlebih dahulu dan bila Anda menelepon mereka, mereka mungkin akan lama membalas telepon Anda Anda sulit membuat janji temu dengan anak Anda, tetapi tidak demikian halnya dengan teman-temannya Anak Anda tidak banyak bercerita mengenai kehidupannya Anak Anda tidak mendengarkan tanggapan Anda mengenai kehidupannya Mereka tidak selalu ada untuk Anda dan bahkan merasa malu atau terganggu dengan berbagai permasalahan yang Anda hadapi dan justru menjauhi Anda Anak Anda memberikan julukan pada Anda yang sebenarnya merupakan suatu sindiran dan bukan pujian Jika Anda mengalami salah satu keadaan di atas, maka segeralah bertindak. Perbaiki hubungan Anda dengan anak Anda dengan mencari tahu apakah Anda melakukan kesalahan yang membuat mereka menjauhi Anda. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang Anda lakukan yang dapat membuat anak-anak Anda menjauhi Anda.   Terlalu Sering Menelepon Apakah Anda sering menelepon atau mengirimkan pesan singkat pada anak Anda hingga Anda dapat dikategorikan sebagai seorang penguntit? Jika Anda ingin berkomunikasi dengan lebih efektif dengan anak Anda, ada baiknya bila Anda bertanya pada anak Anda kapan waktu yang paling tepat bagi mereka untuk menerima telepon atau pesan singkat Anda, kemudian hargailah permintaan mereka.   Terlalu Perhitungan Soal Waktu Apakah Anda selalu mencatat seberapa sering anak Anda berpergian bersama Anda dibandingkan dengan orang lain? Bila ya, segera hentikan kebiasaan buruk tersebut! Beberapa orang anak memang lebih suka berpergian dengan teman atau pasangan atau istri/suami serta anaknya dibandingkan dengan Anda. Dan hal ini bukan berarti anak Anda tidak menyukai Anda. Jadi, bila Anda ingin menghabiskan waktu bersama anak Anda, rencanakanlah suatu reuni kecil sehingga mereka pun termotivasi untuk datang.   Baca juga: Tips Agar Anak  Mau Makanan Sehat   Terlalu Ikut Campur Apakah Anda terlalu ingin tahu mengenai urusan atau kehidupan anak-anak Anda? Anak-anak Anda mungkin enggan memberitahu Anda karena Anda terlalu banyak bertanya atau memberikan nasehat yang tidak diminta. Jadi, bila anak Anda memberitahu Anda bahwa ia baru saja mencoba melamar ke suatu perusahaan baru, jangan langsung menginterogasinya mengenai apa kelebihannya, berapa jam kerjanya, dan tanggung jawab apa saja yang harus ia jalankan. Anggaplah anak Anda akan memberitahu Anda bila ia diterima dan bila ia tidak memberikan kabar lain setelah sejangka waktu, bertanyalah secara singkat padanya mengenai bagaimana kabar lamarannya tersebut.   Sering Mengkritik, Bukannya Mendukung Apakah nasehat Anda benar-benar bertujuan untuk mendukung anak Anda dan bukannya mengkritiknya secara tersembunyi? Semua anak membutuhkan dukungan orang tuanya, tidak peduli berapa usia mereka. Jadi, bila Anda ingin memuji anak Anda, pujilah dan hargai usaha anak Anda dengan tulus. Tunjukkan dan katakana betapa Anda bangga terhadap pencapaian mereka dalam kehidupan, baik dalam mengurus anak atau bekerja. Simpan komentar negatif Anda.   Terlalu Bergantung Pada Anak Banyak orang tua berharap agar anaknya membalas mereka dengan cara yang sama, misalkan karena Anda telah mencurahkan seluruh waktu dan perhatian Anda pada anak Anda, maka Anda pun mengharapkan hal yang sama dari anak Anda. Akan tetapi, perlu Anda ingat bahwa mereka adalah anak Anda bukan pasangan Anda. Jadi, "sembuhkanlah" diri Anda dari obsesi Anda sebagai orang tua dan mulailah mencari kesibukan lainnya selain menjadi orang tua.   Selalu Berkata "Ya" Jangan selalu menuruti apa yang anak Anda inginkan atau minta. Anda boleh-boleh saja menolak permintaan yang Anda tidak ingin lakukan atau tidak bisa Anda lakukan tanpa perlu merasa bersalah. Akan tetapi, Anda harus dapat membedakan kapan anak Anda menelepon karena mereka memang benar-benar sedang membutuhkan pertolongan Anda atau karena mereka hanya menginginkan sesuatu dari Anda. Jika anak Anda hanya menghubungi Anda saat ia membutuhkan bantuan, maka gunakan permintaannya tersebut sebagai ajang "pertukaran", dengan mengatakan "Aku senang melakukannya (atau maaf Aku tidak bisa melakukannya sekarang). Tetapi, Aku juga ingin menghabiskan waktu bersamamu dan keluargamu karena kadangkala Aku merasa bahwa Aku hanya bertemu denganmu saat Kamu membutuhkan bantuanku." Selain itu, lebih baik berkata tidak daripada berkata ya tetapi merasa sebal setelahnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: nextavenue