Your browser does not support JavaScript!
 04 Feb 2018    08:00 WIB
Cara Olahraga Yang Benar untuk Orang Tua Berusia 65 Tahun Keatas
Untuk Anda yang mempunyai usia di atas 65 tahun atau Anda mempunyai orang tua yang berusia lebih dari 65 tahun. Mungkin sering bertanya apakah orang tua memang  memerlukan olahraga? Ataupun bagaimana cara melakukannya. Usia yang lebih tua bukan berarti seseorang berhenti untuk melakukan aktivitas. Olahraga merupakan hal yang penting dilakukan oleh siapa saja, termasuk orang tua. Untuk orang tua yang memiliki berat badan berlebihan, peningkatan kolesterol, gula darah, permasalahan sendi dan lain-lain, maka mereka tetap membutuhkan olahraga.   Olahraga merupakan latihan yang penting untuk menjaga keseimbangan, fleksibiltas dan pemeliharaan kesehatan tubuh.  Berikut adalah cara olahraga yang benar untuk orang tua: Mulailah dengan berjalan kaki yang ringan. Anda lebih baik melakukannya di luar dibanding di treadmill. Lakukan selama 5-15 menit.  Untuk Anda menggunakan "alat pacu jantung", Anda harus memperhatikan ketahanan Anda. Bila Anda masih kuat tambahkan waktu berjalan Anda selama 3-7 menit.  Ambil waktu satu menit untuk istirahat untuk melenturkan pergelangan kaki dan pergelangan tangan.  Lakukan latihan angkat beban. Untuk melakukan latihan angkat beban. Gunakan beban mulai dari satu hingga tiga kilogram, disesuaikan dengan kemampuan Anda dan Anda merasa nyaman saat mengangkatnya. Ingat jangan lakukan lebih dari sepuluh kali pengulangan Melakukan peregangan lengan yang lembut.  Regangkan kaki Anda sebelum kembali ke rumah Anda.  Minumlah air. Sangat penting untuk tetap terhidrasi selama latihan. Jangan memaksakan diri, saat berolahraga harus sesuai dengan kemampuan Anda Konsultasi dengan dokter sebelum Anda memulai program latihan Anda.    Sumber: wikihow
 04 Jan 2018    16:00 WIB
Mengapa Lansia Lebih Rentan Terhadap TBC?
Tuberkulosis (TBC) adalah sebuah infeksi saluran pernapasan bawah (paru-paru), yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Batuk kronik dan atau batuk darah merupakan gejala utama dari TBC. Penyakit ini sebenarnya dapat mengenai siapa saja dan usia berapa pun. Akan tetapi, karena daya tahan tubuh orang lanjut usia (lansia) sudah melemah, maka mereka pun menjadi lebih rentan terhadap infeksi TBC. Penyakit ini sebenarnya dapat disembuhkan, walaupun pengobatannya memakan waktu yang cukup lama, yaitu 6-9 bulan. TBC sendiri sebenarnya bukanlah penyakit yang mematikan. Akan tetapi, karena daya tahan tubuh yang lebih lemah, maka lansia mungkin mengalami gejala yang lebih berat dan waktu penyembuhan yang lebih lama dibandingkan mereka yang berusia lebih muda. Selain lansia, orang dengan daya tahan tubuh yang lemah seperti penderita kanker, HIV, diabetes, atau gagal ginjal tahap akhir juga lebih mudah terinfeksi oleh kuman penyebab TBC.   Baca juga: Kenali Apa Itu Tuberkulosis…   Lalu bagaimana cara mencegah terjadinya TBC pada lansia? Cara terbaik untuk mencegah infeksi TBC pada lansia adalah dengan tetap aktif, sehat, dan mengkonsumsi makanan bergizi. Infeksi TBC pada lansia dapat bersifat fatal bila penyakit tidak diketahui sejak dini. Oleh karena itu, deteksi dan pengobatan TBC sedini mungkin sangat penting bagi para lansia. Jadi, segera periksakan orang tua Anda bila mereka mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, yang disertai oleh demam dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. Bila sudah terjadi batuk darah, maka kemungkinan besar penyakit sudah memasuki tahap lanjut.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 20 Nov 2017    08:30 WIB
Terlalu Memanjakan Anak Tunggal Anda? Ini 5 Cara Mencegahnya
Buatlah Suatu Batasan yang Jelas Menetapkan suatu batasan dan aturan yang jelas merupakan cara yang terbaik untuk mencegah agar Anda tidak terlalu memanjakan anak tunggal Anda. Tanpa batasan yang jelas, anak Anda tidak akan tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Bila Anda hanya memiliki seorang anak, maka bukanlah suatu hal yang aneh bila Anda akan berusaha memberikan semua yang diinginkan oleh anak Anda tersebut; akan tetapi Anda pun harus ingat bahwa dunia di sekitarnya tidak dapat selalu memberikan apa yang diinginkannya.    Jangan Luluh Terhadap Permohonannya Ajarilah anak Anda bahwa ia tidak akan terus mendapatkan apa yang diinginkannya dengan cara memohon dan membujuk. Bila Anda terus luluh terhadap permohonan dan rengekkannya, maka anak Anda akan terus mengulang sikap ini untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, karena ia tahu bahwa bila ia melakukannya maka ia akan mendapatkan apapun keinginannya dari Anda. Akan tetapi, anak Anda mungkin akan mengambek atau mengamuk bila Anda berkata tidak. Jangan menyerah saat Anda melihat perilaku ini. Bila Anda menyerah, maka hal ini hanya akan mengajarkan pada anak Anda bahwa ia akan mendapatkan hal yang diinginkannya dengan cara mengamuk atau mengambek. Walaupun demikian, Anda juga harus tahu kapan harus berkata ya dan kapan harus berkata tidak. Anda harus memiliki suatu pola tertentu karena jika tidak maka hal ini hanya akan membuat anak Anda merasa bingung. Bila Anda memberikan suatu hal yang spesial, maka pastikan bahwa anak Anda tahu bahwa hal ini hanya terjadi sesekali, misalnya saat ia berulang tahun dan sebagainya.   Ajarkan Anak Anda Bertanggung Jawab Memberikan anak tunggal Anda sebuah tanggung jawab merupakan suatu cara yang baik untuk mencegahnya bersikap manja secara berlebihan. Hal ini dapat membantu anak Anda belajar bahwa hadiah ataupun penghargaan tidak didapatkan secara cuma-cuma. Mereka harus memenuhi suatu tanggung jawab tertentu terlebih dulu untuk memperoleh sesuatu.    Biarkan Anak Anda Merasa Kecewa Sesekali Membuat anak Anda merasa kecewa karena tidak mendapatkan hal yang diinginkannya mungkin akan terasa sulit, terutama bila ia merupakan anak tunggal. Akan tetapi, hal ini diperlukan karena dengan demikian ia dapat belajar bahwa ia tidak akan pernah bisa mendapatkan semua hal yang diinginkannya di dunia ini atau bahwa segala sesuatunya akan berjalan sesuai dengan keiginannya.    Ajak Anak Anda Berdiskusi Ajaklah anak Anda berdiskusi mengenai berbagai peraturan yang Anda buat dan jelaskan mengapa Anda membuatnya. Biarkan anak Anda mengutarakan pendapatnya dan kekecewaannya. Dengan demikian anak Anda dapat mengerti mengapa Anda membuat peraturan yang membuatnya frustasi tersebut dan ia mengetahui bahwa hal ini Anda lakukan demi kebaikannya.   baca juga: cara menghilangkan jerawat   Sumber: allwomenstalk
 06 Jan 2016    15:00 WIB
Menjadi Orang Tua Bahaya Bagi Kesehatan Anda, Masa Sih???
Tahukah Anda bahwa mengurus anak, keluarga, dan bekerja ternyata tidak hanya membuat para wanita merasa stress dan lelah tetapi juga dapat membuat usia mereka menjadi lebih pendek? Hal inilah yang mendorong para peneliti di Harvard University untuk mencari tahu apa sebenarnya hubungan antara peran ganda tersebut dengan banyaknya wanita yang meninggal sebelum berusia 75 tahun.   Baca juga: 5 Cara Merawat Anak Dengan ADHD   Pada penelitian ini, para peneliti menganalisis data riwayat pekerjaan, pernikahan, dan mengasuh anak dari sekitar 7.500 orang wanita di Amerika. Mereka kemudian menemukan bahwa resiko seorang wanita untuk meninggal di antara usia 55-75 tahun sangat bervariasi, tergantung pada riwayat pekerjaan, pernikahan, dan mengasuh anak. Wanita yang telah menikah dan memutuskan untuk kembali bekerja setelah merawat anaknya memiliki resiko kematian dini yang paling rendah, yaitu hanya sekitar 5%. Sementara itu, para ibu tunggal yang tidak pernah bekerja justru memiliki resiko kematian dini tertinggi, yaitu sekitar 12%. Resiko kematian dini pada wanita yang telah menikah tetapi tidak bekerja adalah kurang dari 7%, sedangkan bagi ibu tunggal yang bekerja, resiko kematian dini adalah sekitar 8%. Akan tetapi, para peneliti tidak menganalisis hubungan antara kematian dini pada wanita dengan berapa lama seorang wanita bekerja atau apakah mereka puas dengan kehidupannya di rumah. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang hidup paling lama merupakan para wanita yang memiliki paling banyak dukungan dari keluarga dan orang-orang di sekitarnya.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: health.harvard
 16 Jun 2014    10:00 WIB
5 Tanda Kekerasan Pada Orang Lanjut Usia
Jika Anda harus menempatkan orang tua Anda yang sudah berusia lanjut di panti jompo atau tempat penitipan atau perawatan lansia lainnya, maka penting bagi Anda untuk mengetahui berbagai tAnda adanya kekerasan pada orang tua Anda. Di bawah ini terdapat beberapa tAnda telah terjadi kekerasan pada orang tua tercinta Anda.   Adanya Luka  PenAnda terjelas adanya kekerasan pada orang tua Anda adalah Anda menemukan adanya luka atau memar-memar pada tubuh orang tua Anda. Memang, beberapa orang lanjut usia mudah jatuh dan mengalami luka atau memar, oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui penyebab timbulnya luka atau memar pada tubuh orang tua Anda.  Jika Anda menemukan banyak luka atau penyebab luka terdengar tidak masuk akal, maka hal ini dapat merupakan penAnda telah terjadi kekerasan pada orang tua Anda. Beberapa contoh luka yang dapat merupakan tAnda telah terjadinya kekerasan adalah memar, luka gores, keseleo, patah tulang, atau tAnda perlawanan lainnya. Kacamata yang rusak atau patah juga dapat merupakan penAnda.   Kurangnya Kebersihan Diri Kurangnya atau buruknya kebersihan diri orang lanjut usia dapat merupakan tAnda adanya penelantaran, terutama bila orang tua Anda tidak lagi dapat mengurus dirinya sendiri, termasuk dalam hal mandi dan berpakaian. Perhatikanlah juga kebersihan kamar tempat tinggalnya.   Bagaimana Hubangannya Dengan Pengasuhnya Perhatikanlah bagaimana hubungan orang tua Anda dengan pengasuhnya. Apakah memang orang tua Anda yang mudah marah atau mereka merasa tidak nyaman dengan pengasuhnya. Perhatikanlah apakah orang tua Anda pernah bertengkar dengan pengasuhnya. Lakukanlah kunjungan mendadak pada orang tua Anda. Dengan tidak memberitahukan kedatangan Anda, maka Anda mungkin dapat melihat berbagai hal yang tidak dapat Anda lihat sebelumnya.   Adanya Perubahan Perilaku Saat seseorang tinggal di suatu lingkungan baru, maka perubahan perilaku merupakan hal yang normal terjadi. Akan tetapi, bila Anda memperhatikan adanya perubahan besar pada perilaku maupun kepribadian orang tua Anda maka hal ini dapat merupakan tAnda yang perlu Anda khawatirkan.  Beberapa perubahan sosial yang perlu diperhatikan adalah menarik diri dari lingkungan, terlihat ketakutan, mudah dikagetkan, terlihat cemas atau gelisah, mood berubah-ubah, tampak depresi atau apatis (acuh tak acuh), kurang tidur dan atau sering mengalami mimpi buruk, dan menghindari kontak mata. Beberapa perubahan perilaku lainnya adalah kemunduran perilaku seperti kembali menghisap jempolnya.   Penelantaran TAnda lainnya adanya kekerasan pada orang tua Anda adalah penelantaran, seperti orang tua Anda sering ditinggalkan sendirian tanpa pengawasan dalam waktu yang cukup lama, tidak diperbolehkan keluar dari kamarnya atau tidak diperbolehkan turun dari ranjangnya atau ditinggalkan sendirian pada tempat umum.   Sumber: allwomenstalk