Your browser does not support JavaScript!
 08 Dec 2014    14:00 WIB
Turunkan Tekanan Darah Anda Dengan Berolahraga!
Tahukah Anda bahwa olahraga ternyata merupakan salah satu kunci untuk menurunkan tekanan darah Anda yang tinggi? Selain itu, berolahraga ternyata juga dapat meningkatkan efektivitas obat tekanan darah tinggi yang Anda konsumsi. Anda dapat memulai kegiatan olahraga Anda dengan menemukan berbagai aktivitas fisik yang Anda sukai dan berolahragalah selama 30 menit setiap harinya, 5 kali seminggu. Jika Anda tidak dapat pergi ke tempat fitness atau melakukan berbagai jenis olahraga, berdansa pun dapat menjadi pilihan olahraga Anda. Selain itu, yoga, panjat gunung, berkebun, dan berbagai aktivitas fisik lainnya yang mampu meningkatkan denyut jantung Anda juga dapat menjadi pilihan. Yang terpenting adalah pilihlah kegiatan yang Anda sukai karena Anda akan melakukannya cukup sering. Olahraga angkat beban atau olahraga lainnya yang berfungsi untuk melatih dan membentuk otot haruslah menjadi bagian dari rutinitas olahraga Anda. Selain mampu menurunkan lemak tubuh, olahraga ini juga dapat meningkatkan massa otot dan meningkatkan laju metabolisme tubuh Anda. Menurunkan berat badan Anda hingga 5 kg juga dapat membantu menurunkan tekanan darah Anda jika Anda memiliki berat badan berlebih. Jika Anda tidak menyukai berbagai aktivitas fisik yang membuat Anda berkeringat, maka berenang dapat menjadi pilihan Anda. Anda dapat melakukan hal ini selama 30 menit setiap harinya sebagai pengganti berbagai jenis olahraga di atas. Jadi berapa banyak olahraga yang harus Anda lakukan yang termasuk kategori cukup? Berjalan cepat selama setidaknya 30 menit setiap harinya selama 5 hari atau lebih setiap minggunya juga telah mencukupi. Hal ini dapat membuat Anda tetap terbebas dari tekanan darah tinggi (hipertensi) atau agar obat anti hipertensi yang Anda konsumsi bekerja lebih baik.     Sumber: webmd
 31 Oct 2014    16:00 WIB
Olahraga Ternyata Dapat Meningkatkan Daya Ingat, Benarkah?
Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa melakukan olahraga angkat beban setelah Anda belajar dapat membantu Anda mengingat apa yang telah Anda pelajari dengan lebih baik.  Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 46 orang dewasa muda, yang rata-rata berusia 20 tahun. Para peneliti meminta para peserta penelitian ini untuk mengamati sekitar 90 buah foto pada layar komputer. Para peneliti tidak meminta para peserta untuk mengingat foto tersebut. Para peneliti kemudian meminta para peserta ini untuk duduk pada sebuah alat angkat beban kaki (leg-extension machine). Sekitar setengah peserta penelitian melakukan sekitar 50 kali gerakan dengan usaha maksimal selama sekitar 20 menit. Sementara itu sisanya hanya duduk pada alat tersebut dan membiarkan para peneliti yang menggerakkan kaki mereka.  Selain itu, para peneliti juga mengamati bagaimana tekanan darah, denyut jantung, dan air liur para peserta penelitian untuk mengamati berbagai zat kimia yang berhubungan dengan stress. Dua hari kemudian, semua peserta penelitian diminta untuk datang kembali ke laboratorium dan diminta untuk mencari 90 buah foto yang telah mereka lihat 2 hari sebelumnya di antara 180 buah foto. Para peneliti menemukan bahwa para peserta yang tidak melakukan olahraga angkat beban hanya mengingat sekitar 50% foto, sedangkan para peserta yang melakukan olahraga angkat beban tanpa bantuan peneliti dapat mengingat foto 10% lebih banyak dibandingkan dengan peserta penelitian lainnya. Selain penelitian ini, masih terdapat beberapa penelitian lainnya yang meneliti hubungan antara kesehatan tubuh dengan kemampuan daya ingat yang lebih baik. Sebuah penelitian di Brazilia menemukan bahwa berolahraga angkat beban selama 6 bulan dapat meningkatkan fungsi otak, baik daya ingat jangka pendek maupun daya ingat jangka panjang. Sebuah penelitian lainnya juga menemukan bahwa seorang dewasa muda yang melakukan olahraga aerobik dapat memperoleh nilai yang lebih baik pada ujian daya ingat dibandingkan dengan orang yang tidak berolahraga. Mengapa olahraga berhubungan dengan daya ingat? Para peneliti menduga hal ini dikarenakan seseorang akan lebih mengingat berbagai hal terjadi bila mengalami stress akut, misalnya dengan melakukan olahraga angkat beban. Selain olahraga angkat beban; push up, squat, dan latihan pernapasan juga dapat membantu meningkatkan daya ingat.     Sumber: womenshealthmag
 14 Aug 2014    14:00 WIB
Sudah Olahraga Tetapi Berat Badan Tidak Turun Juga? Anda Mungkin Melakukan Kesalahan Ini!
1. Tidak Cukup Berusaha Jika Anda tidak pernah berolahraga sebelumnya dan secara keseluruhan tidak aktif, maka berolahraga dapat benar-benar membuat suatu perbedaan. Akan tetapi, jika Anda telah sering berolahraga, maka tubuh Anda akan menjadi terbiasa sehingga olahraga yang Anda lakukan tampaknya tidak membantu proses penurunan berat badan Anda. Hal ini bukan berarti Anda harus berhenti melakukan olahraga yang telah Anda lakukan saat ini, Anda hanya harus berusaha lebih lagi. Lakukanlah olahraga lainnya yang berbeda dari rutinitas olahraga Anda. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan intensitas atau lama olahraga sehingga tubuh Anda pun harus berusaha kembali dan membakar lebih banyak kalori. 2. Tidak Teratur Berolahraga Tidak berolahraga secara teratur dapat membuat usaha Anda menjadi sia-sia karena tubuh Anda tidak cukup tertantang untuk berusaha lebih keras dan membakar lebih banyak kalori. Jika Anda tidak mempunyai banyak waktu untuk berolahraga karena berbagai kesibukan Anda, Anda dapat menyisihkan setidaknya 30 menit setiap harinya untuk berolahraga. Berjalan kaki pun dapat menjadi salah satu pilihan olahraga bila Anda tidak dapat pergi ke gym atau melakukan olahraga lainnya karena terlalu sibuk. 3. Terlalu Banyak Melakukan Aerobik Terlalu banyak melakukan olahraga aerobik justru dapat membuat usaha Anda untuk menurunkan berat badan menjadi sia-sia. Bila Anda terlalu lama berolahraga aerobik, maka tubuh Anda akan melepaskan hormon stress yaitu kortisol. Hal ini dapat membuat tubuh Anda merasa stress. Rasa stress ini biasanya dapat dikurangi dengan mengkonsumsi karbohidrat. Hal ini dapat membuat Anda mengkonsumsi terlalu banyak karbohidrat dan meningkatkan berat badan. Selain itu, hormon stress juga cenderung meningkatkan penyimpanan lemak, terutama di daerah perut. Tidak hanya olahraga dengan intensitas sedang yang dilakukan dalam waktu lama yang dapat membantu membakar kelebihan kalori Anda. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat juga dapat meningkatkan laju metabolisme. 4. Makan Makanan Tinggi Kalori Setelah Berolahraga Hal yang satu ini merupakah kesalahan yang paling sering terjadi pada orang yang sedang berusaha menurunkan berat badan dengan berolahraga yaitu mengkonsumsi makanan tinggi kalori setelah berolahraga sebagai hadiah karena Anda telah berolahraga hari ini. Anda memang memerlukan karbohidrat setelah berolahraga untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon stress, terutama bila sebagian besar olahraga Anda terdiri dari aerobik. Akan tetapi mengkonsumsi terlalu banyak gula dan makanan tinggi kalori justru dapat membuat berat badan Anda meningkat. 5. Tidak Berdiet Walaupun Anda telah berolahraga, Anda juga tetap harus membatasi apa yang Anda makan dan berapa jumlahnya. Berolahraga tidak dapat membantu Anda menurunkan berat badan bila Anda tidak berdiet juga. Apa yang Anda kapan dan kapan Anda makan turut berperan penting dalam proses penurunan berat badan Anda. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, kombinasikan olahraga Anda dengan diet sehat dan seimbang yang memang dikhususkan untuk menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan diet merupakan faktor penting dalam proses penurunan berat badan. Bagaimana diet Anda tentunya tergantung pada seberapa banyak berat badan yang ingin Anda kurangi. Akan tetapi, pastikan Anda juga tidak mengkonsumsi terlalu sedikit kalori jika Anda juga berolahraga karena hal ini dapat mengganggu keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan. 6. Berat Badan Tidak Berkurang Tetapi Ukuran Baju Berubah Anda mungkin merasa bingung mengapa berat badan Anda tidak turun tetapi pakaian Anda terasa lebih longgar. Hal ini dikarenakan otot lebih berat daripada lemak. Jadi Anda mungkin tidak mengalami penurunan berat badan akan tetapi pakaian Anda terasa lebih nyaman dipakai. Hal ini terjadi karena massa otot Anda bertambah dan massa lemak Anda berkurang. 7. Baru Mulai Berolahraga Sebelum mulai mempertanyakan mengapa dengan berolahraga berat badan Anda tidak juga turun, Anda harus mengingat terlebih dahulu berapa lama Anda telah mulai berolahraga secara teratur. Jangan mengharapkan berat badan Anda akan langsung turun setelah berolahraga selama 1-2 minggu. Diperlukan waktu sekitar 2-4 minggu di mana olahraga mulai menunjukkan hasilnya. Selain itu, terdapat berbagai hal lainnya yang dapat mempengaruhi proses penurunan berat badan Anda seperti apakah Anda menderita obesitas dan apakah Anda telah terbiasa berolahraga sebelumnya. Bersabarlah dan Anda pun akan melihat hasil kerja keras Anda. 8. Menderita Gangguan Kesehatan Tertentu Jika Anda telah melakukan semuanya dengan benar (diet dan olahraga teratur), tetapi berat badan Anda tidak juga turun, dianjurkan agar Anda berkonsultasi dengan dokter Anda. Terdapat beberapa gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi berat badan Anda seperti gangguan kelenjar tiroid dan gangguan keseimbangan hormonal (menopause). Selain itu, kesulitan penurunan berat badan ini juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu, kekurangan vitamin tertentu, dehidrasi yang membuat tubuh menahan lebih banyak cairan, atau berbagai gangguan lainnya. Sumber: caloriesecrets
 30 Jul 2014    14:00 WIB
ADHD Pada Orang Dewasa dan Hubungannya Dengan Olahraga
ADHD tidak hanya dapat mengenai anak-anak, tetapi juga orang dewasa. ADHD pada orang dewasa membuat mereka kesulitan memusatkan perhatian, mengerjakan tugasnya, dan mengendalikan emosi mereka. Pengobatan ADHD pada orang dewasa hampir sama dengan pengobatan ADHD pada anak-anak. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan olahraga. Olahraga dapat memperbaiki kemampuan berpikir dan mengurangi gejala ADHD.   Otak dan Olahraga Selain untuk menghilangkan lemak dan membentuk otot, olahraga juga dapat membuat otak berfungsi dengan lebih baik. Saat anda berolahraga, otak anda menghasilkan suatu neurotransmiter, dopamin, yang dapat membantu anda memusatkan perhatian dan berpikir lebih jernih. Penderita ADHD seringkali memiliki kadar dopamin otak yang lebih rendah daripada orang normal. Obat-obat stimulan yang diberikan bagi penderita ADHD dewasa bekerja dengan cara meningkatkan kadar dopamin pada otak. Efek ini kurang lebih sama dengan efek dari berolahraga. Olahraga bahkan dapat menurunkan dosis obat yang diperlukan.   Keuntungan Olahraga Bagi Penderita ADHD Keuntungan olahraga atau fitness bagi penderita ADHD adalah: Mengurangi stress dan kecemasan Membantu mengatur denyut jantung dan mengurangi perilaku impulsif Memperbaiki daya ingat Memperbaiki kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan mengingat hal-hal detail Meningkatkan kadar faktor neurotropik otak, yang berfungsi untuk belajar dan mengingat. Kadar protein ini biasanya rendah pada penderita ADHD   Keuntungan Lainnya dari Olahraga Selain membantu mengurangi gejala ADHD, olahraga juga mempunyai keuntungan lainnya, yaitu: Menjaga berat badan. Suatu survei menunjukkan bahwa banyak penderita ADHD yang mengalami obesitas Menurunkan resiko terkena penyakit jantung, diabetes, dan berbagai jenis kanker Menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol dalam batas normal Menguatkan tulang anda Meningkatkan rasa percaya diri dan memperbaiki mood anda   Berapa Lama Anda Sebaiknya Berolahraga ? Para ahli kesehatan berpendapat bahwa sebaiknya anda melakukan olahraga dengan intensitas sedang selama 150 menit setiap minggunya. Berarti sekitar 30 menit selama 5 hari setiap minggunya. Bila anda melakukan olahraga dengan intensitas yang lebih berat, seperti berlari atau aerobik, waktu yang diperlukan dapat hanya sekitar 75 menit setiap minggunya. Olahraga yang boleh anda lakukan tidak dibatasi. Anda dapat melakukan berbagai jenis olahraga yang anda sukai, seperti lari, bersepeda, aerobik, angkat beban, atau mengikuti berbagai kelas di tempat fitness anda. Anda juga dapat menggabungkan dan memvariasikan jenis olahraga yang anda lakukan agar anda tidak cepat merasa bosan. Berkeringat dan meningkatnya denyut jantung anda selam berolahraga merupakan tanda bahwa anda telah berolahraga dengan benar. Bila anda merasa bosan atau kurang termotivasi berolahraga sendirian, ajaklah teman atau keluarga anda untuk menemani anda, dengan demikian anda tetap dapat rutin berolahraga setiap minggunya.