Your browser does not support JavaScript!
 29 Jan 2019    08:00 WIB
Mana yang Lebih Baik, Tisu Toilet Atau Air Bersih?
Anda tentunya telah familiar dengan berbagai jenis kloset bukan? Selain kloset jongkok, sekarang ini telah banyak tersedia kloset duduk dengan berbagai tipe dan bentuk.  Salah satu kesamaan di antara berbagai jenis kloset duduk yang sekarang ini banyak digunakan di mal atau rumah pribadi adalah adanya suatu bagian kloset yang berfungsi untuk menyemprotkan air untuk membersihkan alat kemaluan Anda setelah buang air kecil.  Para ahli sendiri sebenarnya telah cukup lama berdebat mengenai mana cara membersihkan vagina yang lebih baik setelah buang air kecil, dengan tisu toilet atau dengan air bersih. Banyak wanita sekarang ini lebih memilih untuk menggunakan tisu toilet dibandingkan dengan air bersih. Selain karena dianggap lebih praktis, penggunaan tisu toilet juga dirasa lebih nyaman karena tidak membuat kemaluan menjadi basah dan lembab. Walaupun demikian, membersihkan kemaluan Anda dengan air bersih juga memiliki beberapa manfaat positif seperti: Membantu menurunkan penyebaran kuman Mengurangi iritasi yang dapat terjadi akibat gesekan antara kemaluan dengan tisu toilet Membantu menjaga kebersihan daerah kemaluan sebelum dan setelah berhubungan seks   Baca juga: 5 Cara Mengatasi Berbagai Jenis Bau Tidak Sedap   Menurut para ahli, selain lebih bersih, mencuci vagina dengan air bersih setelah buang air kecil juga dapat membantu mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, terutama bagi Anda yang sangat rentan terhadap infeksi ini. Hal ini dikarenakan sebagian besar infeksi saluran kemih disebabkan oleh infeksi bakteri yang ada pada vagina. Para ahli juga menganjurkan untuk membersihkan vagina Anda dengan air bersih sebelum dan terutama setelah berhubungan seks bagi para wanita yang rentan terhadap infeksi saluran kemih. Menurut the American Congress of Obstetricians and Gynecologists, terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko seorang wanita untuk menderita infeksi saluran kemih, yaitu: Sering berhubungan seks Menderita diabetes Obesitas Penyempitan saluran kemih Jadi, kesimpulannya adalah tisu toilet masih tetap boleh digunakan, akan tetapi bila Anda ingin membuat vagina Anda menjadi lebih bersih, maka gunakanlah air bersih untuk membilasnya setelah Anda menyelesaikan urusan Anda di toilet. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.  Sumber: womenshealthmag
 07 Jan 2019    18:00 WIB
Mengontrol Kebiasaan Makan Pada Anak-Anak Obesitas
Obesitas pada anak-anak bukanlah sesuatu yang baru saat ini. Hal ini banyak terjadi pada anak-anak yang sangat menyukai makanan junk food. Mulailah mengenalkan pada anak-anak mengenai kebiasaan makan yang sehat dari rumah, karena obesitas pada anak-anak biasanya berhubungan dengan kebiasaan makan yang tidak sehat. Hal ini mencakup makanan yang salah dan makan pada waktu yang salah. Dengan mengontrol kebiasaan makan pada anak-anak akan memberikan perubahan yang besar terhadap keseluruhan kesehatan anak-anak. Jika Anda mencari ide bagaimana mengontrol kebiasaan makan pada anak-anak yang mengalami obesitas, berikut adalah beberapa tips efektif yang bisa Anda lakukan. Lebih banyak sayuran Masukkan lebih banyak sayuran pada menu makanan anak Anda dan biasakan mereka untuk memakan sayuran setiap harinya. Ingatlah untuk mengolah sayuran tersebut menjadi makanan yang menarik dan enak. Siapkan sayuran sebisa mungkin untuk membuat anak Anda mau memakannya. Pilihlah makanan yang mengandung kalori rendah Periksalah kadar kalori yang terkandung pada makanan anak Anda. Pilihlah daging tanpa lemak, daging unggas, ikan dan kacang-kacangan sebagai sumber protein. Jenis makanan tersebut akan mencukupi kebutuhan energi dari anak Anda tanpa meningkatkan berat badan anak. Minum banyak air putih Buatlah anak Anda mau meminum banyak air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan pada tubuhnya. Ini adalah salah satu metode yang penting untuk mengontrol kebiasaan makan pada anak-anak obesitas.  Hindari junk food Salah satu hal penting yang harus orang tua lakukan adalah tidak memberikan junk food kepada anak. Junk food adalah penyebab utama yang bisa menimbulkan kegemukan. Zat tambahan dan pemberi rasa yang terkandung di junk food menjadikan junk food makanan yang tidak sehat sama sekali. Batasi gula Sangat direkomendasikan untuk membatasi asupan gula pada anak Anda. Peningkatan konsumsi gula dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak Anda. Tidak boleh menonton televisi sambil makan Ini adalah kebiasaan yang semakin berkembang di anak-anak usia dini. Makan sambil menonton televisi juga merupakan salah satu alasan mengapa anak-anak mengalami obesitas pada usia dini. Dorong anak untuk melakukan permainan yang melibatkan kekuatan fisik daripada hanya menonton televisi. Dukungan emosional Jika Anda gagal memberikan dukungan emosional pada anak Anda saat mencoba metode mengontrol makan, maka Anda tidak akan pernah sukses melakukannya. Dukungan Anda akan membuat si anak percaya diri untuk maju dan bahkan mengambil inisiatif untuk menurunkan berat badan. Jauhi minuman soda Ketertarikan terhadap minuman bersoda dan berkarbonasi seperti candu untuk anak-anak generasi sekarang. Padahal minuman ini juga sangat berperan meningkatkan berat badan. Sebaiknya Anda mulai mengganti minuman soda dengan jus yang lebih menyehatkan.   Sumber: boldsky
 22 Sep 2018    18:00 WIB
Diet Bagi Penderita Psoriasis
Sebenarnya belum ditemukan hubungan yang pasti antara makanan tertentu dan psoriasis. Berdasarkan penelitian, belum ditemukan adanya makanan tertentu yang dapat menyebabkan maupun menyembuhkan psoriasis. Akan tetapi, mengkonsumsi atau mengurangi makanan tertentu dapat membantu mengurangi berbagai gejala dan resiko psoriasis.   Obesitas Berdasarkan penelitian, penurunan berat badan dapat membantu mengurangi gejala psoriasis yang anda alami. Hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya protein TNF alfa, suatu protein yang dihasilkan oleh sel-sel lemak yang dapat memicu timbulnya gejala psoriasis. Dengan berkurangnya sel-sel lemak saat berat badan anda berkurang, maka protein ini pun ikut berkurang. TNF alfa menyebabkan terjadinya proses inflamasi di dalam tubuh anda. Beberapa obat psoriasis bekerja dengan cara menghambat kerja TNF alfa ini.   Diet Bebas Gluten Tidak ditemukan adanya hubungan antara diet bebas gluten dan perbaikan gejala psoriasis. Akan tetapi, bila anda menderita psoriasis dan penyakit seliak, maka anda mungkin merasakan beberapa gejala anda berkurang saat anda tidak lagi mengkonsumsi gluten. Penyakit seliak merupakan suatu keadaan di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan bila penderitanya mengkonsumsi gluten (suatu protein yang terdapat pada gandum).   Alkohol Beberapa pengaruh alkohol pada psoriasis adalah: Meningkatkan resiko psoriasis Memperburuk gejala psoriasis yang telah ada Menghambat kerja obat psoriasis   Vitamin dan Mineral Sebuah penelitian di Spanyol menemukan bahwa penderita psoriasis memiliki kadar vitamin D yang rendah. Vitamin D berfungsi untuk membantu kerja sistem kekebalan tubuh anda. Dengan mengkonsumsi vitamin D, maka diharapkan akan menurunkan resiko anda menderita psoriasis Minyak ikan berguna untuk meningkatkan produksi agen anti inflamasi di dalam tubuh. Walaupun tidak dapat menghilangkan berbagai gejala psoriasis, minyak ikan dapat mengurangi rasa gatal. Selain itu, suatu penelitian juga menemukan bahwa minyak ikan juga dapat membantu mengurangi berbagai efek samping obat psoriasis, seperti: Peningkatan kadar trigliserida akibat penggunaan obat retinoid. Gangguan ginjal akibat penggunaan siklosporin   Sumber: webmd
 26 Aug 2018    11:00 WIB
Waspada Beberapa Faktor Penyebab Terjadinya Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan anda mengalami reaksi berlebihan terhadap suatu bahan tertentu (alergen) yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"). Terjadinya serangan asma dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari jenis kelamin sampai pada kehamilan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang merupakan faktor resiko terjadinya asma.   Jenis Kelamin Pada anak-anak, asma lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Penyebab hal ini tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi beberapa ahli menemukan bahwa ukuran saluran pernapasan anak laki-laki lebih kecil daripada anak perempuan. Hal ini dapat merupakan salah satu penyebab timbulnya mengi setelah flu atau infeksi virus lainnya. Akan tetapi seiring dengan semakin bertambahnya usia anak, maka resiko terjadinya asma antara pria dan wanita menjadi sama. Pada usia 40 tahun, wanita memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi daripada pria   Riwayat Keluarga Asma merupakan salah satu penyakit yang diturunkan dalam keluarga (herediter). Jika salah satu orang tua anda menderita asma, maka anda memiliki resiko 3-6 kali lebih tinggi untuk menderita asma daripada anak yang kedua orang tuanya tidak menderita asma.   Hiperaktivitas Saluran Pernapasan Memiliki saluran pernapasan yang bereaksi berlebihan terhadap bahan-bahan tertentu (alergen) merupakan salah satu faktor resiko asma. Pada penderita asma, saluran pernapasan menjadi hiperaktif dan meradang saat terpapar oleh alergen atau udara dingin. Tidak semua orang dengan saluran pernapasan yang hiperaktif menderita asma, akan tetapi saluran pernapasan yang hiperaktif dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Alergi Atopi merupakan suatu reaksi alergi pada berbagai bagian tubuh yang bahkan tidak bersentuhan dengan alergen atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat atopi adalah eksim (dermatitis atopik), rhinitis alergika, konjungtivitis alergika, dan asma. Beberapa alergen seperti bulu binatang, berbagai serangga, dan jamur dapat menyebabkan timbulnya suatu reaksi alergi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Lingkungan Berbagai polusi udara, baik yang berasal dari asap rokok, jamur, atau berbagai zat berbahaya lainnya dapat menimbulkan suatu reaksi alergi dan asma. Polusi udara, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, udara dingin, dan kelembaban udara yang tinggi merupakan pemicu terjadinya serangan asma. Ozon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan timbulnya batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan serangan asma. Cuaca dingin dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan meningkatkan produksi lendir pada saluran pernapasan. Peningkatan kelembaban udarah juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan pada beberapa orang tertentu.   Asap Rokok Merokok saat usia remaja atau dewasa muda dapat meningkatkan resiko anda menderita asma. Selain itu, paparan terhadap asap rokok pada bayi atau anak-anak juga dapat meningkatkan resiko bayi atau anak tersebut untuk menderita asma di kemudian hari.   Obesitas Berdasarkan penelitian, asma lebih sering terjadi pada orang dewasa dan anak yang mengalami obesitas (kegemukan). Serangan asma pada penderita asma yang juga mengalami obesitas seringkali lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan lebih banyak pengobatan.   Kehamilan Merokok selama hamil dapat menyebabkan penurunan fungsi paru pada bayi yang anda kandung. Selain itu, bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur) juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma di kemudian hari.   Sumber: webmd
 10 May 2018    13:00 WIB
Lemak Menumpuk Pada Perut? Cari Tahu Apa Bahayanya!
Tahukah Anda bahwa orang dengan berat badan normal ternyata memiliki resiko kematian yang lebih tinggi daripada orang yang mengalami obesitas? Hal ini dapat terjadi bila mereka memiliki perut yang besar.   Banyak orang tentunya sudah mengetahui bahwa obesitas sentral (lemak terutama menumpuk pada daerah perut) dapat berbahaya, akan tetapi para peneliti pada penelitian ini menemukan bahwa distribusi lemak di dalam tubuh juga sangat penting, bahkan pada orang yang memiliki berat badan normal.   Orang dengan berat badan normal yang memiliki perut buncit (karena lemak menumpuk pada bagian perut) memiliki resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang dianggap mengalami obesitas berdasarkan penghitungan indeks massa tubuh. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 12.875 orang yang berusia 18 tahun atau lebih di Amerika.   Beberapa hal yang diukur dalam penelitian ini adalah tinggi badan, berat badan, lingkar perut, lingkar pinggul, status sosial ekonomi, hasil pemeriksaan fisik, dan hasil pemeriksaan laboratorium para peserta penelitian.   Para peneliti kemudian membagi para peserta penelitian menjadi 3 kelompok berdasarkan BMI (indeks massa tubuh), yaitu normal, berat badan berlebih, dan obesitas. Selain itu, peneliti juga membagi peserta penelitian menjadi 2 kelompok berdasarkan pada perbandingan antara lingkar perut dan lingkar panggul pada pria dan wanita.   Para peserta penelitian rata-rata berusia 44 tahun, di mana sekitar 47.4% nya adalah seorang pria. Para peneliti melakukan pengamatan selama sekitar 14 tahun dan menemukan bahwa 2.562 orang di antara para peserta penelitian telah meninggal, di mana 1.138 kematian yang terjadi berhubungan dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.   Para peserta penelitian yang memiliki indeks massa tubuh normal tetapi mengalami obesitas sentral memiliki resiko kematian tertinggi, baik yang disebabkan oleh gangguan jantung dan pembuluh darah maupun oleh berbagai penyebab lainnya.   Resiko terjadinya kematian akibat gangguan jantung dan pembuluh darah pada peserta penelitian yang mengalami obesitas sentral 2.75 kali lebih tinggi dibandingkan dengan para peserta penelitian lainnya yang memiliki indeks massa tubuh normal dan tidak mengalami obesitas sentral.   Selain itu, resiko terjadinya kematian akibat berbagai penyebab juga lebih tinggi pada peserta penelitian yang mengalami obesitas sentral, yaitu 2.08 lebih tinggi dibandingkan peserta lainnya yang memiliki indeks massa tubuh normal dan tidak mengalami obesitas sentral.     Sumber: healthmeup
 18 Feb 2018    16:00 WIB
Apa Yang Harus Anda Lakukan Bila Anak Anda Obesitas?
Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek negatif untuk kesehatan. Terlalu sering konsumsi junk food, terlalu sering main game atau komputer dan jarang beraktivitas akan menyebabkan terjadinya obesitas pada anak. Obesitas pada anak akan berpotensi menjadi beberapa penyakit seperti penyakit kencing manis, penyakit jantung dan obesitas sampai dewasa.   Apa yang harus kita lakukan apabila memiliki anak yang mengalami obesitas: Kurangi untuk mengkonsumsi makanan junk food Makanan junk food adalah salah penyebab utama terjadinya obesitas. Kurangi konsumsi junk food, minuman bersoda, minuman kemasan, makanan ringan, mie instan. Apabila mau makan junk food ajarkan mereka hanya boleh dimakan seminggu sekali. Kurangi makanan berminyak Hal ini mungkin akan memerlukan waktu yang lama dan butuh kesabaran. Mengenalkan makanan sehat kepada mereka Sebaiknya Anda sekarang lebih sering membuat makanan yang dimasak sendiri dan disajikan secara menarik agar mereka lebih menyukai untuk makan makanan tersebut. Mengenalkan pola makanan yang bervariasi Pada awalnya Anda boleh memberikan makanan kombinasi seperti sayuran yang dicampur dengan daging. Karena memulai pola makanan yang hanya berisi sayuran akan sangat membosankan bagi mereka. Ajarkan pentingnya melakukan pola hidup sehat Ajarkan keuntungan mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga sehingga membuat mereka sadar bahwa semua yang dilakukan adalah demi kebaikan mereka. Cara yang satu ini memang tidak mudah namun bisa diajarkan secara perlahan. Makan-makanan sehat sepenuhnya Setelah mereka terbiasa dengan mengkonsumsi makan-makanan sehat yang mungkin dicampur dengan daging. Sekarang ubah secara penuh pola makanan yang sehat. Minum air putih Ajarkan anak untuk banyak minum air putih, untuk membuatnya kenyang lebih lama Berikan sarapan yang sehat Ajarkan anak untuk konsumsi sarapan sehat seperti oatmeal dengan susu tanpa lemak, buah-buahan dengan susu tanpa lemak. Kurangi main game atau komputer dirumah Selain itu jangan dibiasakan untuk anak saat bermain game sambil mencemil makanan ringan Kenalkan dengan olahraga Untuk olahraga pertama Anda dapat mengikutkan anak Anda dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti klub tari, berenang. Agar anak Anda dapat berolahraga sambil bersenang-senang dengan kawan-kawannya. Ajak anak Anda untuk jalan cepat disekitar rumah waktu disore hari. Selain itu Anda juga bisa bersepeda bersama keluarga pada hari libur. Untuk olahraga yang baik minimal dilakukan 30 menit 3 kali dalam seminggu,sebaiknya Anda ajarkan secara perlahan. Jangan sampai menimbulkan kebosanan. Mengajak mereka menemui dokter Dokter akan memberikan saran bagaimana perawatan yang tepat untuk mereka. Cek gula darah Anda dan anak-anak Anda. Apabila kelahiran bayi diatas 4 kg, kemungkinan bisa terkena penyakit kencing manis. Sebaiknya Anda periksa gula darah puasa dan 2 jam setelah makan, sebelumnya Anda puasa selama 10-12 jam. Untuk anak Anda apabila belum mampu puasa sarankan untuk periksa gula darah sewaktu terlebih dahulu.   Mengatasi obesitas pada anak membutuhkan usaha yang dilakukan secara konsisten dan butuh kesabaran.
 27 Jan 2018    10:00 WIB
Dampak Negatif Makanan Siap Saji Bagi Kesehatan
Tingginya kandungan lemak, kolesterol, garam, dan gula serta rendahnya kadar vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi penting lainnya membuat makanan siap saji berdampak buruk bagi kesehatan anda. Sebuah penelitian di Amerika menunjukkan bahwa makanan siap saji dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting dan menyebabkan peningkatan berat badan. Memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat mempengaruhi keadaan kesehatan anda secara menyeluruh, bahkan dapat membuat umur anda lebih pendek. AterosklerosisMakanan siap saji mengandung banyak kolesterol dan garam, yang dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan jantung dan pembuluh darah. The U.S. Centers for Disease Control and Prevention menemukan adanya hubungan langsung antara jumlah natrium (garam) yang anda konsumsi dan tekanan darah anda. Mengkonsumsi terlalu banyak kolesterol dapat menyebabkan terbentuknya plak lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya stroke, serangan jantung, dan kematian. Konsumsilah diet sehat seperti gandum, buah-buahan, dan sayuran yang dapat membantu menghindari berbagai gangguan kesehatan akibat aterosklerosis. DiabetesBerbagai jenis makanan siap saji mengandung banyak gula dan bila anda terlalu sering mengkonsumsinya, maka hal ini dapat berdampak negatif pada kadar gula darah anda, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya diabetes. Untuk mengurangi resiko terjadinya diabetes, the American Heart Association (AHA) menyarankan agar anda mengganti minuman bersoda anda dengan air putih, susu rendah lemak, atau diet soda. ObesitasMakanan siap saji mengandung banyak lemak dan kalori. Hal ini dapat membuat berat badan anda meningkat, bahkan menyebabkan terjadinya obesitas. Obesitas dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, diabetes, berbagai jenis kanker, sindrom tidur apneu, dan asma. Selain itu, radang sendi dan komplikasi kehamilan juga lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas. Sumber: livestrong
 25 Jan 2018    18:00 WIB
Dampak Buruk Mengkonsumsi Makanan Rendah Nutrisi
Mengkonsumsi diet sehat dapat menjadi sangat berat dan merepotkan bagi sebagian besar orang, terutama bila anda telah terlalu sibuk dan lelah bekerja untuk memasak makanan. Pada sisi lain, makanan siap saji atau berbagai jenis makanan olahan lainnya dapat dimasak dengan cepat dan memiliki rasa yang cukup enak, akan tetapi dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh anda. Di bawah ini terdapat beberapa dampak buruk dari kekurangan berbagai nutrisi penting tersebut. Peningkatan Berat BadanAnda akan mengalami peningkatan berat badan bila anda mengkonsumsi lebih banyak kalori daripada yang anda keluarkan. Kentang goreng, berbagai jenis makanan ringan, hamburger, pizza, atau ayam goreng dapat menyebabkan anda kekurangan berbagai nutrisi penting. Semua jenis makanan ini memiliki kalori yang tinggi tetapi sedikit nutrisi. Kekurangan Berbagai Nutrisi PentingDiet yang buruk mungkin dapat mencukupi kebutuhan protein dan lemak harian anda, akan tetapi tidak demikian dengan berbagai nutrisi penting lainnya yang juga diperlukan oleh tubuh anda. Anda dapat mengalami kekurangan kalsium, zat besi, vitamin D, dan asam folat yang banyak terdapat pada buah dan sayuran. Anda juga mungkin akan kekurangan asam lemak omega 3 rantai panjang, seperti asam dokosaheksanoid (DHA) dan asam eikosapentaenoat (EPA) yang dapat membantu menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung. Omega 3 banyak terdapat di dalam ikan dan kerang. Tekanan Darah TinggiDiet tinggi natrium (garam) merupakan salah satu faktor resiko terjadinya tekanan darah tinggi, yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Makanan olahan, makanan siap saji, dan junk food cenderung mengandung banyak natrium. Diet tinggi kalium dapat membantu menurunkan tekanan darah anda, akan tetapi diet yang buruk mungkin hanya mengandung sedikit kalium. Kalium banyak ditemukan pada sayuran, buah-buahan, dan susu serta produk olahannya. Peningkatan Kadar KolesterolTerdapat berbagai jenis makanan yang dapat mempengaruhi kadar kolesterol anda, yang tentunya juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Makanan siap saji, makanan olahan, dan junk food mengandung banyak lemak jenuh, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Selain itu, kurangnya konsumsi buah dan sayuran juga dapat menyebabkan anda kekurangan serat, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan resiko penyakit jantung. Sumber: healthyeating.sfgate
 06 Dec 2017    11:30 WIB
Memiliki Tubuh Gemuk? Hati-hati Dengan Jenis Kanker Yang Bisa Mengintai Hidup Anda
Kelebihan berat badan atau obesitas ternyata meningkatkan risiko kanker bahkan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, menurut review terbaru. Para peneliti-kelompok kerja yang diselenggarakan oleh International Agency for Research on Cancer memeriksa lebih dari 1.000 kasus dan menemukan bahwa obesitas meningkatkan risiko terhadap 13 jenis kanker, lebih banyak 8 jenis seperti diperkirakan sebelumnya. Bahkan, sekitar 9% dari semua jenis kanker berhubungan obesitas, menurut temuan kelompok, yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine. Untuk itu Kita perlu mengetahui jenis kanker apa saja yang mungkin bisa dialami oleh orang yang memiliki berat badan berlebih.   Berikut adalah jenis kanker tersebut: 1.      Perut Kelebihan lemak tubuh dapat menyebabkan peradangan kronis, terutama di saluran pencernaan,. Hubungan antara kanker perut dan obesitas rasanya memang tidak mengejutkan. Peradangan kronis yang dapat dipicu oleh obesitas dapat menyebabkan iritasi berlebihan akibat asam lambung yang kemudian bisa menyebabkan kanker. 2.      Hati Obesitas dapat menyebabkan perubahan pada organ hati yang terlihat seperti efek dari alkoholisme. Memiliki mekanisme seperti sirosis yang berujung pada kanker. Bukan alkohol yang menyebabkan kerusakan tersebut, perubahan ini disebabkan karena perlemakan pada hati  yang disebut penyakit hati berlemak non-alkohol 3.      Kandung empedu Obesitas meningkatkan risiko seseorang mengalami penumpukan batu empedu. Biasanya orang yang memiliki berat badan berlebih memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Penumpukan kolesterol dapat menyebabkan peradangan di kandung empedu, dan menyebabkan terbentuknya batu empedu. Kondisi ini tampaknya meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kandung empedu. 4.      Pankreas Obesitas atau penumpukan lemak dapat menyebabkan mengganggu produksi insulin. Produksi insulin yang terganggu, dapat mengganggu proses metabolisme pankreas dan akhirnya dapat menyebabkan peningkatan risiko kanker 5.      Indung telur Sel-sel lemak memproduksi estrogen yang berlebih. Estrogen adalah hormon yang baik untuk wanita karena akan melindungi wanita dari berbagai penyakit misal penyakit jantung. Tapi apabila kadarnya berlebihan maka akan meningkatkan risiko kanker seperti kanker payudara, kanker indung telur. 6.      Meningioma Banyak dari tumor ini, yang tumbuh dari meninges, jaringan tipis yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang, sebenarnya bukan kanker, menurut American Brain Tumor Association. Hormon ekstra yang dihasilkan oleh sel-sel lemak memainkan peran. 7.      Kelenjar gondok Sekali lagi, produksi hormon kemungkinan terlibat di sini, menurut sebuah studi dalam Journal of International Medical Research 2012. Tapi dengan berat badan yang berlebihan, tiroid sendiri mengalami peningkatan ukuran. Semakin besar tiroid, semakin banyak kesempatan sel bermutasi dan menjadi kanker. 8.      Multiple myeloma Penelitian menunjukkan peradangan kronis di sini. Obesitas mungkin merangsang proses inflamasi, yang menyebabkan tingginya pergantian dari sel-sel sumsum tulang, Pergantian sel yang lebih berarti lebih banyak kesempatan untuk mengalami mutasi ke kanker darah. Semakin berat tubuh seseorang, maka risiko kanker di atas akan meningkat. Oleh karena itu perlunya untuk menjaga agar berat badan tetap stabil dengan mengonsumsi makanan sehat dan olahraga teratur.   Baca juga: Menikah Membuat Anda Gemuk   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: prevention
 29 Jul 2017    08:00 WIB
Bagaimana Mengurangi 500 Kalori Setiap Hari Tanpa Disadari?
Mengurangi 500 kalori setiap harinya dapat menurunkan berat badan Anda sebesar 500 gram setiap minggunya. Menghindari berbagai jenis makanan tinggi kalori dan memilih makanan rendah kalori serta mengkonsumsi makanan bergizi dapat membantu menurunkan berat badan Anda yang berlebih. Melakukan beberapa perubahan kecil dapat membantu menurunkan berat badan Anda tanpa berpengaruh besar pada gaya hidup Anda.Mengurangi Konsumsi Minuman BerkaloriSalah satu cara sederhana dan efektif untuk mengurangi kalori Anda tanpa Anda sadari adalah dengan mengurangi konsumsi berbagai jenis minuman manis. Gantilah minuman manis seperti jus jeruk Anda dengan air putih, teh tawar, atau kopi hitam. Minuman beralkohol juga mengandung banyak kalori, oleh karena itu pilihlah bir dengan kalori rendah.Batasi Konsumsi Makanan yang DigorengMengurangi konsumsi lemak dapat membantu mengurangi jumlah kalori secara keseluruhan. Satu sendok teh minyak mengandung sekitar 100 kalori. Pilihlah berbagai jenis makanan yang dipanggang, dikukus, direbus, atau ditumis daripada makanan yang digoreng. Hal ini dapat mengurangi beberapa ratus kalori.Ganti Daging Dengan SayuranGantilah atau kurangi konsumsi daging atau keju Anda dengan berbagai jenis sayuran. Sayuran mengandung serat dan air yang dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Hal ini bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mengkonsumsi minuman manis atau makanan yang digoreng, Anda hanya perlu mengurangi konsumsinya. Sumber: healthyeating.sfgate