Your browser does not support JavaScript!
 13 Oct 2019    18:00 WIB
Trigliserida Jenis Lemak Yang Bermanfaat Bagi Tubuh
Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang banyak ditemukan pada makanan, baik nabati maupun hewani. Trigliserida dari produk nabati berasal dari minyak sayuran, seperti bunga matahari dan kacang, yang dapat tetap berbentuk cairan pada suhu ruangan. Trigliserida dari produk hewani berasal dari daging, susu, dan produk olahan susu. Trigliserida ini berasal dari lemak hewani, yang berbentuk padat pada suhu ruangan. Trigliserida juga diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan beberapa fungsinya, akan tetapi kadar trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Trigliserida merupakan salah satu bentuk lemak yang banyak ditemukan di dalam tubuh. Trigliserida terdiri dari 3 rantai asam lemak dan bersifat hidrofobik (tidak dapat bersatu dengan air). Karena tidak dapat bersatu dengan air, maka trigliserida harus berikatan dengan suatu protein tertentu, yaitu lipoprotein sehingga dapat berada di dalam aliran darah.Trigliserida Sebagai Cadangan Energi TubuhTrigliserida merupakan salah satu sumber energi tubuh, akan tetapi fungsi utama trigliserida adalah sebagai cadangan energi. Berbagai jenis makanan yang anda konsumsi mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Saat anda mengkonsumsi lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka tubuh akan menyimpannya sebagai trigliserida. Sel-sel lemak tubuh anda akan menyimpan trigliserida sampai tubuh anda membutuhkan energi dan dengan bantuan hormon sel-sel lemak ini akan mengubah trigliserida menjadi energi yang diperlukan oleh tubuh anda.Dampak Peningkatan Trigliserida Pada KesehatanTanpa trigliserida, tubuh anda akan kehabisan energi bila anda tidak makan terus-menerus. Akan tetapi, peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner.Variasi Kadar TrigliseridaKadar trigliserida normal adalah kurang dari 150 mg/dL. Disebut tinggi bila kadar trigliserida di dalam darah anda berada antara 200-499 mg/dL, dan sangat tinggi bila kadar trigliserida anda lebih dari 500 mg/dL. Perubahan Gaya Hidup Turunkan Kadar TrigliseridaUntuk menurunkan kadar trigliserida anda, anda dapat melakukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:•  Mengurangi jumlah konsumsi kalori anda setiap harinya, terutama bila anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas•  Kurangi konsumsi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol•  Tingkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan•  Kurangi konsumsi minuman beralkohol anda atau bila dapat, hentikan konsumsi minuman beralkohol anda (mengkonsumsi sedikit minuman beralkohol dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida)•  Berolahraga secara teratur, setidaknya 5 hari seminggu selama 30 menitSumber: healthyeating.sfgate
 10 Sep 2019    11:00 WIB
Berbagai Penyebab Meningkatnya Kadar Trigliserida
Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan dalam aliran darah anda. Saat anda mengkonsumsi terlalu banyak kalori, maka kadar trigliserida anda dapat meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Tingginya kadar trigliserida di dalam darah dapat berbahaya bagi kesehatan anda dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kadar trigliserida yang normal adalah kurang dari 150 mg/dL.1.  Berat Badan Berlebih dan ObesitasMakan dalam jumlah banyak atau berlebihan dan gaya hidup tidak sehat (jarang atau tidak berolahraga atau jarang melakukan aktivitas fisik) merupakan 2 penyebab tersering dari meningkatnya kadar trigliserida anda.Saat anda makan terlalu banyak dan menghasilkan lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori ini akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan sebagai cadangan makanan dalam tubuh, dalam bentuk lemak.2.  Menderita DiabetesPenderita diabetes dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida. Saat anda mengkonsumsi banyak karbohidrat dan kurang beraktivitas, maka kelebihan gula ini akan diubah menjadi trigliserida di dalam aliran darah.Saat kadar trigliserida sangat tinggi di dalam darah, yaitu lebih dari 500 mg/dL, maka trigliserida akan disimpan dalam berbagai organ, dan dapat menyebabkan terjadinya perlemakkan hati atau sirosis hati (pengerasan hati) atau pankreatitis akut (peradangan pankreas).3.  Mengkonsumsi Minuman BeralkoholPada beberapa orang, mengkonsumsi minuman beralkohol, bahkan dalam jumlah yang sedikit, dapat meningkatkan kadar trigliserida. Jika anda sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan memiliki kadar trigliserida yang tinggi, maka batasi konsumsi minuman beralkohol tersebut (tidak lebih dari 500 gram setiap harinya) atau bila dapat, jangan mengkonsumsinya sama sekali. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan terjadinya obesitas.PengobatanBeberapa cara untuk mencegah dan mengatasi peningkatan kadar trigliserida adalah dengan menjaga berat badan sehat, mengkonsumsi diet sehat, dan meningkatkan aktivitas fisik anda. Pilihlah makanan rendah lemak (lemak jenuh dan lemak trans) dan konsumsilah lemak sehat lebih banyak seperti pada minyak olive, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan. Salmon atau tuna mengandung asam lemak omega 3 yang telah terbukti dapat membantu mengendalikan dan mengatasi peningkatan kadar trigliserida. Jika kadar trigliserida anda lebih dari 500 mg/dL, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan untuk menurunkannya.Sumber: healthyeating.sfgate
 08 Aug 2019    16:00 WIB
Komplikasi Kehamilan Yang Mungkin Terjadi Pada Wanita Obesitas
Jika Anda sudah mengalami obesitas sebelum hamil atau mengalami peningkatan berat badan terlalu banyak saat hamil, maka Anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah seperti di bawah ini.   Diabetes Gestasional Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang hanya terjadi saat seorang wanita hamil. Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesita sebelum hamil, maka resiko terjadinya diabetes gestasional akan meningkat drastis.   Preeklampsia Preeklampsia merupakan gangguan medis berat yang dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayinya. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil.   Trombosis Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami trombosis, yaitu suatu keadaan di mana terbentuk bekuan-bekuan darah di dalam pembuluh darah. Jika Anda merokok, maka resiko Anda akan semakin tinggi.   Gangguan Tidur Apnea Gangguan tidur apnea dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat pada wanita hamil. Gangguan tidur ini juga dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur apnea pada wanita hamil.   Mundurnya Waktu Persalinan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan waktu kelahiran bayi Anda mundur, yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.   Baca juga: Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….   Kesulitan Persalinan Memiliki berat badan berlebih akan membuat persalinan normal menjadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat dilakukan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan Anda melahirkan melalui operasi Caesar.   Keguguran Saat Anda mengalami obesitas, maka resiko terjadinya keguguran pada awal kehamilan dan kematian bayi di dalam kandungan akan meningkat.   Bayi Besar Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi yang berukuran lebih besar daripada biasanya (makrosomia).   Gangguan Kronis Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan kronik seperti gangguan jantung dan diabetes pada saat ia dewasa nanti.   Kelainan Bawaan Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan saraf tulang belakang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 26 Jun 2019    18:00 WIB
Hubungan Antara Kencing Manis Dengan Perut Buncit
Dewasa ini banyak orang selalu merasa kuatir dengan penyakit kencing manis yang dianggap sebagai penyakit keturunan. Sehingga berpikir selama tidak ada riwayat keturunan penyakit kencing manis, maka seseorang tidak akan terkena penyakit kencing manis, akhirnya makan dengan sembarang dan melakukan pola hidup yang tidak sehat. Ternyata hampir 90% penyebab kencing manis disebabkan karena perubahan gaya hidup seperti seringnya mengkonsumsi makanan siap saji, minuman bersoda, kegemukan atau obesitas, kurang olahraga dan merokok. Dan hanya 10% saja yang disebabkan karena keturunan. Obesitas/kegemukan  adalah  keadaan terdapatnya timbunan  lemak yang berlebih didalam tubuh sehingga akan  membuat insulin tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh. Terutama lemak yang bertumpuk didaerah perut/ perut buncit.  Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah  ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.  Pada orang yang gemuk atau mempunyai perut buncit  lemak akan menutup reseptor insulin sehingga menurunkan sensitivitas insulin. Terlebih lemak di daerah perut yang dekat dengan organ-organ tubuh yang penting. Akibatnya gula sulit masuk kedalam  sel dan gula akan tetap berada didalam darah.  Bila hal ini terjadi terus menerus akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Kerja insulin semakin berat dan akhirnya terjadi gangguan proses kerja insulin. Lama kelamaan akan menjadi penyakit kencing manis.  Untuk itu apabila Anda seseorang yang mempunyai perut buncit, sering merokok, pola hidup yang santai, sering konsumsi makanan  junk food. Maka Anda akan berisiko menderita penyakit kencing manis. Sebelum semua terjadi ada baiknya Anda mengubah pola hidup yang sehat dan menghindari penyakit kencing manis.
 23 Jun 2019    16:00 WIB
Waspada Para Orang Tua, Anak Tubuh Gempal Risiko Impoten Saat Dewasa
Anak yang bertubuh gempal memang terlihat lebih lucu, namun bagaimana bila anak tersebut memiliki berat badan yang berlebihan alias obesitas. Anak yang memiliki berat badan berlebihan berisiko mengalami berbagai penyakit yang membahayakan mereka ketika dewasa, mulai dari impotensi dan gangguan kesuburan, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh penurunan kadar testosteron. Obesitas pada anak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik dan lingkungan. Selain itu untuk orang tua yang membiarkan anak-anak mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi, makanan olahan, minuman bersoda, minuman botol yang mengandung gula dan bahan pengawet yang tinggi dapat membuat berat badan mereka tidak terkontrol. Obesitas juga terjadi karena faktor ketidaktahuan orang tua akan berat badan yang ideal atau takut anaknya terlihat kurus juga menyebabkan mereka memberikan makanan cukup banyak sehingga anak konsumsi kalori secara berlebihan. Karena kebanyakan orang tua mengganggap bila anaknya memiliki bentuk tubuh yang gempal atau gemuk akan terlihat lucu dan sehat. Selain itu dewasa ini anak-anak tidak lagi bermain di lapangan secara aktif bersama dengan teman-temannya dan lebih sering memilih bermain game di rumah dan berselancar melalui internet. Bila anak-anak tersebut tidak diajarkan untuk berolahraga sejak dini. Hal ini akan menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memicu terganggunya proses metabolisme dalam tubuh dan mengganggu proses kerja hormon dalam tubuh. Faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya obesitas adalah riwayat keluarga yang terlebih dahulu mengidap obesitas, obat (steroid, beberapa obat gangguan kejiwaan), stress atas suatu kejadian atau perubahan (perpisahan, perceraian, pindah lingkungan, kematian, pelecehan), serta penyebab berbagai masalah emosional lainnya Seorang anak laki-laki yang mengalami obesitas dapat terjadi penurunan kadar testosteron yaitu hormon yang diproduksi di testikel dan sering juga disebut sebagai hormon pria. Jika hal tersebut tidak dicegah sejak dini, maka anak-anak tersebut berpotensi menjadi impoten dan kurang subur saat dewasa kelak. Jadi apakah Anda memiliki anak dengan berat badan berlebihan? Bila iya segeralah ubah pola makannya. Hindari obesitas pada anak dengan menciptakan pola hidup yang sehat dengan cara: Mulai dari mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan diiringi juga oleh olahraga yang rutin. Ubah kebiasaan makan (makan perlahan-lahan, yang nantinya secara rutin), mengontrol pola makan serta memilih makanan yang akan dikonsumsi (mengurangi makan makanan berlemak, hindari junk food dan fastfood) Hindari makan sambil menonton televisi atau di depan computer yang dapat memicu makan berlebihan, selain itu jangan anggap makan seperti "hadiah" saat Anda merasa lelah dan stress justru makan secara berlebihan.   Dengan menerapkan pola hidup sehat ini berat tubuh anak akan terjaga, dan kadar testosteron akan kembali normal ;)   Baca juga: 5 Cara Mencegah Terjadinya Obesitas Pada Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango
 05 Apr 2019    18:00 WIB
Kebiasaan Mendengkur Bisa Menggambarkan Kondisi Kesehatan Sebenarnya
Mendengkur mengacu pada suara ngorok yang terjadi pada saat tidur. Masalah ini umum terjadi pada siapa saja, pada kelompok usia manapun dan jenis kelamin apa saja. Mendengkur sesekali ketika tidur memang bukanlah masalah serius, walaupun cukup mengganggu bagi orang yang tidur di dekat anda. ternyata mendengkur sangat berhubungan dengan beberapa kondisi medis.   ObesitasMendengkur sering disebabkan karena adanya sumbatan di saluran nafas yang membuat aliran udara sulit lewat. Dalam kondisi obesitas, terutama dengan timbunan lemak di sekitar leher akan meningkatkan sumbatan di jalan nafas. Kondisi ini diperburuk lagi saat orang dengan obesitas berbaring terlentang, udara akan semakin terjepit dan suara ngorok akan semakin kencang.   Penyakit jantungPenelitian terbaru mengungkapkan bahwa mendengkur merupakan faktor resiko terbesar dari serangan jantung dan stroke. Penelitian tersebut melaporkan jika mengorok dapat merusak arteri karotis yang merupakan jalan darah terpenting untuk mengantar oksigen ke otak.   Asam lambungPenelitian melaporkan bahwa 75% kasus yang dilaporkan oleh mereka yang mengalami penyakit asam lambung kronis atau gastroesophageal reflux disease (GERD) juga memiliki gejala mendengkur. Hal ini terjadi karena GERD menyebabkan sumbatan jalan nafas yang menimbulkan suara ngorok.   SinusOrang-orang yang memiliki kcenderungan mengalami sinus ternyata juga cenderung mengorok saat tidur karena adanya hambatan pada sistem turbin di jalur nasal.   Sindrom tidur apneuSuara ngorok yang keras dan berkepanjangan merupakan salah satu gejala dari sindrom tidur apneu. Mereka yang menderita sindrom ini tidak akan mengetahui seberapa berat problem pernafasannya sampai seseorang mengenalinya melalui suara ngorok yang keras.   Anda ingin mengetahui tentang Sindrom tidur apneu? Silahkan baca di sini Sumber: healthmeup
 26 Mar 2019    08:00 WIB
Bagaimana Cara Mengurangi Kalori Tanpa Merasa Lapar?
Mengurangi kalori bukan berarti anda harus merasa kelaparan atau mengurangi jumlah makanan anda secara drastis. Dengan mengkonsumsi makanan yang tepat, anda dapat tetap merasa kenyang sambil mengkonsumsi lebih sedikit kalori.  Berbagai perubahan kecil seperti mengurangi konsumsi minuman manis dan makanan yang digoreng atau menghindari cemilan dapat menurunkan konsumsi kalori anda tanpa perlu merasa kelaparan. Mengurangi atau sama sekali tidak mengkonsumsi minuman bersoda dan jus buah dapat membantu mengurangi konsumsi kalori anda tanpa merasa lapar. Pada sebuah penelitian di tahun 2012, para peserta penelitian yang mengganti minuman manisnya dengan air putih dengan porsi makan yang sama mengalami penurunan berat badan hingga 2-2.5% dari berat badannya semula dalam waktu 6 bulan. Bagaimana anda memasak makanan anda juga dapat mempengaruhi jumlah makanan yang anda konsumsi, terutama makanan yang digoreng. Pilihlah makanan yang dipanggang, dibakar, direbus, dikukus, atau ditumis sebisa mungkin untuk menghindari kalori tambahan.  Langkah ketiga yang perlu anda lakukan adalah jangan lupa untuk mengkonsumsi protein dan serat yang dapat membuat anda merasa kenyang lebih lama dengan kalori yang lebih rendah. Sayuran merupakan makanan yang mengandung banyak serat dan rendah kalori. Makanan yang mengandung protein dan serat adalah daging, telur, kacang-kacangan, sayuran, gandum, sereal, dan bahkan popcorn. Hal terpenting yang perlu anda lakukan adalah makan hanya ketika anda merasa lapar. Konsumsilah cukup air putih di sepanjang hari agar anda tidak salah mengartikan rasa haus anda dengan rasa lapar. Minumlah segelas air terlebih dahulu sebelum makan untuk memastikan anda memang benar-benar merasa lapar.   Sumber: healthyeating.sfgate