Your browser does not support JavaScript!
 12 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Itu Obesitas Sekunder?
Pada sebagian besar kasus, obesitas sebenarnya terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurang aktif, yang membuat seseorang memiliki berat badan berlebihan atau indeks massa tubuh lebih dari 25. Indeks massa tubuh sendiri dihitung dengan cara membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Obesitas sekunder adalah suatu keadaan di mana gangguan medis tertentu yang Anda derita menyebabkan Anda mengalami peningkatan berat badan. Beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas sekunder adalah: Gangguan endokrin seperti sindrom cushing, hipotiroidisme, diabetes tipe 2, pseudohipoparatiroidisme, sindrom polikistik ovarium Gangguan genetika seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Bardet-Biedel, sindrom Cohen Gangguan sistem saraf pusat seperti tumor hipotalamus, trauma atau peradangan pada bagian hipotalamus Penyebab lainnya seperti obat anti psikotik, obat anti depresan, gangguan makan, bulimia nervosa   Baca juga: Berbagai Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan Anda!   Bagaimana cara mengatasi obesitas sekunder? Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas sekunder tergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, maka menghentikan konsumsi obat biasanya dapat membantu. Akan tetapi, tidak dianjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Anda. Bila disebabkan oleh gangguan lain seperti gangguan endokrin dan gangguan sistem saraf pusat, maka pengobatan terhadap penyebabnya biasanya dapat membantu menurunkan berat badan. Dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memulai suatu diet atau regimen olahraga tertentu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine, utmb
 20 Jan 2020    08:00 WIB
Apakah Melewatkan Sarapan Dapat Sebabkan Peningkatan Berat Badan?
Apakah Anda termasuk orang yang biasa sarapan di pagi hari atau justru melewatkannya?   Banyak studi yang mengatakan bahwa sarapan di pagi hari memiliki banyak manfaat, seperti memberikan energi untuk beraktifitas di pagi hari serta membuat lebih berkonsentrasi. Memang jika Anda melewatkan sarapan perut akan terasa kelaparan sehingga Anda akan cenderung makan lebih banyak saat makan siang. Namun apakah benar melewatkan sarapan dapat menyebabkan Anda obesitas? Penelitian yang melibatkan 309 orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas berusia 20-65 tahun ini diminta secara acak untuk makan sarapan dan melewatkan makan siang. Penelitian ini juga memasukkan grup kontrol dimana orang-orang di grup tersebut diberikan informasi mengenai nutrisi tanpa instruksi spesifik mengenai sarapan. Orang-orang yang berada di grup kontrol ini terdiri dari mereka yang makan saat sarapan dan yang melewatkan makan siang. Para peneliti kemudian menganalisa efek dari makan atau melewatkan sarapan dengan penurunan berat badan. Mereka juga memeriksa bagaimana perubahan kebiasaan sarapan dapat mempengaruhi upaya menurunkan berat badan. Studi yang dipublikasikan di the American Journal of Clinical Nutrition, mengungkapkan bahwa ternyata tidak ada perbedaan dari penurunan berat badan pada grup yang makan saat sarapan dengan grup yang melewatkan sarapan. Kita harus mencoba mengerti mengapa makan atau melewatkan sarapan tidak memberikan pengaruhi nafsu makan dan metabolisme. Juga penemuan ini hanya mncakup berat badan saja dan tidak mendalami bagaimana efek kebiasaan sarapan terhadap nafsu makan, lemak tubuh dan metabolisme.     Sumber: medicinenet
 11 Jan 2020    11:00 WIB
10 Tanda Anda Mungkin Telah Mengalami Obesitas
• Lutut Terasa Nyeri Jika Anda mengalami nyeri lutut dan memiliki berat badan berlebih yang sangat sulit diturunkan, maka Anda mungkin mengalami obesitas.    Nyeri Pinggang Selain obesitas, memang masih banyak penyebab lain dari nyeri pinggang. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami beberapa hal di bawah ini maka Anda mungkin mengalami obesitas. Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pinggang adalah: Baru saja terjatuh Pernah mengalami suatu kecelakaan di masa lalu Sering mengangkat barang berat Bekerja terlalu keras   Depresi Orang yang mengalami obesitas sering mengalami depresi. Hal ini juga berlaku pada orang yang mengira bahwa mereka mengalami obesitas. Anda mungkin merasa malu untuk pergi ke luar, takut bertemu dengan orang baru, dan takut akan penilaian orang lain. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya depresi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk membantu mengatasi gejala depresi yang mungkin telah Anda alami.   Sulit Berjalan Apakah Anda mengalami kesulitan saat berjalan, terutama bila Anda harus berjalan cukup jauh? Apakah Anda merasa kehabisan napas? Bagi seorang penderita obesitas, berjalan kaki dapat menjadi suatu hal yang sulit dilakukan. Hal ini karena kaki Anda akan mulai terasa nyeri dank ram.   Sulit Melakukan Aktivitas Sehari-hari Apakah Anda mulai sulit melakukan aktivitas sehari-hari? Atau mudah merasa lelah saat harus berdiri dan memasak di dapur? Jika Anda merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka Anda mungkin harus mulai menurunkan berat badan Anda.   Rasa Seperti Terbakar di Dada Banyak penderita obesitas mengalami gejala tidak enak ini hampir di setiap harinya. Jika Anda sering mengalami gejala ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda.   Bercak Kemerahan Pada Daerah Lipatan Tubuh Apakah Anda menemukan adanya bercak kemerahan pada daerah lipatan tubuh Anda. Hal ini dikarenakan panas yang terkumpul pada daerah lipatan tubuh akan menyebabkan kulit menjadi kemerahan. Bercak ini dapat terasa nyeri saat disentuh. Anda dapat mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya luka dengan mengoleskan bedak bayi pada daerah lipatan tubuh Anda.   Sesak Napas Apakah Anda sering mengalami sesak napas walaupun tidak berolahraga berat? Sesak napas merupakan salah satu tanda obesitas. Sesak napas saat berjalan dengan jarak dekat juga merupakan salah satu tanda obesitas.   Mendengkur Memiliki kebiasaan mendengkur bukan berarti Anda pasti mengalami obesitas. Akan tetapi, seorang penderita obesitas cenderung lebih sering memiliki kebiasaan ini.    Gangguan Tidur Apnea Seseorang yang menderita obesitas beresiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur apnea. Gangguan tidur apnea merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami henti napas selama beberapa waktu saat tidur. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda bila Anda mengalami gangguan ini.       Sumber: fitene
 13 Oct 2019    18:00 WIB
Trigliserida Jenis Lemak Yang Bermanfaat Bagi Tubuh
Trigliserida merupakan salah satu jenis lemak yang banyak ditemukan pada makanan, baik nabati maupun hewani. Trigliserida dari produk nabati berasal dari minyak sayuran, seperti bunga matahari dan kacang, yang dapat tetap berbentuk cairan pada suhu ruangan. Trigliserida dari produk hewani berasal dari daging, susu, dan produk olahan susu. Trigliserida ini berasal dari lemak hewani, yang berbentuk padat pada suhu ruangan. Trigliserida juga diperlukan oleh tubuh untuk menjalankan beberapa fungsinya, akan tetapi kadar trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Trigliserida merupakan salah satu bentuk lemak yang banyak ditemukan di dalam tubuh. Trigliserida terdiri dari 3 rantai asam lemak dan bersifat hidrofobik (tidak dapat bersatu dengan air). Karena tidak dapat bersatu dengan air, maka trigliserida harus berikatan dengan suatu protein tertentu, yaitu lipoprotein sehingga dapat berada di dalam aliran darah.Trigliserida Sebagai Cadangan Energi TubuhTrigliserida merupakan salah satu sumber energi tubuh, akan tetapi fungsi utama trigliserida adalah sebagai cadangan energi. Berbagai jenis makanan yang anda konsumsi mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Saat anda mengkonsumsi lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka tubuh akan menyimpannya sebagai trigliserida. Sel-sel lemak tubuh anda akan menyimpan trigliserida sampai tubuh anda membutuhkan energi dan dengan bantuan hormon sel-sel lemak ini akan mengubah trigliserida menjadi energi yang diperlukan oleh tubuh anda.Dampak Peningkatan Trigliserida Pada KesehatanTanpa trigliserida, tubuh anda akan kehabisan energi bila anda tidak makan terus-menerus. Akan tetapi, peningkatan kadar trigliserida (hipertrigliseridemia) dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung koroner.Variasi Kadar TrigliseridaKadar trigliserida normal adalah kurang dari 150 mg/dL. Disebut tinggi bila kadar trigliserida di dalam darah anda berada antara 200-499 mg/dL, dan sangat tinggi bila kadar trigliserida anda lebih dari 500 mg/dL. Perubahan Gaya Hidup Turunkan Kadar TrigliseridaUntuk menurunkan kadar trigliserida anda, anda dapat melakukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:•  Mengurangi jumlah konsumsi kalori anda setiap harinya, terutama bila anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas•  Kurangi konsumsi lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol•  Tingkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan•  Kurangi konsumsi minuman beralkohol anda atau bila dapat, hentikan konsumsi minuman beralkohol anda (mengkonsumsi sedikit minuman beralkohol dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida)•  Berolahraga secara teratur, setidaknya 5 hari seminggu selama 30 menitSumber: healthyeating.sfgate
 10 Sep 2019    11:00 WIB
Berbagai Penyebab Meningkatnya Kadar Trigliserida
Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan dalam aliran darah anda. Saat anda mengkonsumsi terlalu banyak kalori, maka kadar trigliserida anda dapat meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Tingginya kadar trigliserida di dalam darah dapat berbahaya bagi kesehatan anda dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Kadar trigliserida yang normal adalah kurang dari 150 mg/dL.1.  Berat Badan Berlebih dan ObesitasMakan dalam jumlah banyak atau berlebihan dan gaya hidup tidak sehat (jarang atau tidak berolahraga atau jarang melakukan aktivitas fisik) merupakan 2 penyebab tersering dari meningkatnya kadar trigliserida anda.Saat anda makan terlalu banyak dan menghasilkan lebih banyak kalori dari yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kelebihan kalori ini akan diubah menjadi trigliserida dan disimpan sebagai cadangan makanan dalam tubuh, dalam bentuk lemak.2.  Menderita DiabetesPenderita diabetes dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida. Saat anda mengkonsumsi banyak karbohidrat dan kurang beraktivitas, maka kelebihan gula ini akan diubah menjadi trigliserida di dalam aliran darah.Saat kadar trigliserida sangat tinggi di dalam darah, yaitu lebih dari 500 mg/dL, maka trigliserida akan disimpan dalam berbagai organ, dan dapat menyebabkan terjadinya perlemakkan hati atau sirosis hati (pengerasan hati) atau pankreatitis akut (peradangan pankreas).3.  Mengkonsumsi Minuman BeralkoholPada beberapa orang, mengkonsumsi minuman beralkohol, bahkan dalam jumlah yang sedikit, dapat meningkatkan kadar trigliserida. Jika anda sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan memiliki kadar trigliserida yang tinggi, maka batasi konsumsi minuman beralkohol tersebut (tidak lebih dari 500 gram setiap harinya) atau bila dapat, jangan mengkonsumsinya sama sekali. Terlalu banyak mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat menyebabkan terjadinya obesitas.PengobatanBeberapa cara untuk mencegah dan mengatasi peningkatan kadar trigliserida adalah dengan menjaga berat badan sehat, mengkonsumsi diet sehat, dan meningkatkan aktivitas fisik anda. Pilihlah makanan rendah lemak (lemak jenuh dan lemak trans) dan konsumsilah lemak sehat lebih banyak seperti pada minyak olive, alpukat, kacang-kacangan, dan ikan. Salmon atau tuna mengandung asam lemak omega 3 yang telah terbukti dapat membantu mengendalikan dan mengatasi peningkatan kadar trigliserida. Jika kadar trigliserida anda lebih dari 500 mg/dL, segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pengobatan untuk menurunkannya.Sumber: healthyeating.sfgate
 22 Aug 2019    11:00 WIB
Penyebab dan Jenis-Jenis Wasir
Apa Itu Wasir?Wasir atau ambeien merupakan gumpalan pembuluh darah pada rektum (bagian usus yang berhubungan dengan anus). Pembuluh darah yang menyebabkan wasir terdapat pada bagian paling bawah dari rektum, tepat di atas anus. Kadangkala, pembuluh darah ini membengkak dan dindingnya melebar, menipis, dan teriritasi oleh tinja. PenyebabPara ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab terjadinya wasir. Mereka menduga wasir terjadi akibat adanya tekanan yang sangat tinggi pada rongga perut sehingga menyebabkan pembuluh darah vena membengkak akibat terhambatnya aliran darah di dalamnya.Pembuluh darah yang membengkak ini sangat mudah teriritasi. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut dapat disebabkan oleh: •  Obesitas•  Kehamilan•  Berdiri atau duduk dalam waktu lama•  Mengedan saat BAB (buang air besar) atau BAK (buang air kecil) •  Batuk•  Bersin•  Muntah•  Menahan napas saat berolahragaSiapa yang Beresiko?Wasir dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi biasanya hanya menyebabkan gangguan pada sekitar 4% penduduk dunia. Wasir dapat terjadi pada pria dan wanita, dan biasanya terjadi pada orang berusia antara 45-65 tahun.Jenis WasirWasir terdiri dari dua jenis, yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Wasir InternalWasir internal terletak pada bagian dalam dinding rektum dan tidak dapat diraba kecuali sudah sangat membesar. Wasir ini biasanya tidak menimbulkan nyeri dan biasanya disadari oleh penderitanya akibat adanya darah pada tinja. Kadangkala, wasir internal ini dapat menonjol keluar dari anus sehingga anda dapat merasakannya sebagai suatu tonjolan kulit yang basah yang tampak lebih merah muda daripada kulit sekitarnya. Wasir yang menonjol ini dapat menyebabkan nyeri karena anus dipenuhi oleh saraf nyeri. Wasir yang menonjol ini biasanya dapat masuk kembali dengan sendirinya ke dalam anus, jika tidak, maka anda dapat mendorongnya secara perlahan kembali ke dalam anus. Wasir EksternalWasir eksternal terletak tepat di bawah kulit pada daerah sekitar anus. Wasir ini dapat diraba bila sedang terjadi pembengkakan dan dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, atau darah pada tinja.Jika wasir eksternal ini menonjol keluar, maka anda dapat meraba dan melihatnya. Kadangkala, terbentuk bekuan darah di dalam wasir eksternal yang menonjol, yang dapat menyebabkan rasa nyeri hebat.Jika di dalam wasir eksternal telah terbentuk bekuan darah, maka wasir dapat berwarna ungu atau biru dan dapat berdarah. Walaupun demikian, keadaan ini tidak terlalu berbahaya, tetapi dapat terasa sangat nyeri. Wasir ini akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Bila rasa nyeri tidak tertahankan, maka segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya. Penanganannya adalah mengangkat bekuan darah dari dalam wasir sehingga rasa nyeri dapat dihentikan.Wasir dan MakananMakanan diduga memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyebab dan pencegahan terjadinya wasir. Orang yang sering mengkonsumsi makanan tinggi serat biasanya lebih jarang menderita wasir. Sementara itu, orang yang lebih sering mengkonsumi berbagai makanan olahan memiliki resiko menderita wasir yang lebih tinggi. Diet rendah serat atau kurang mengkonsumsi air dapat menyebabkan terjadinya sembelit, yang dapat menyebabkan terjadinya wasir melalui 2 cara, yaitu:•  Membuat anda harus mengedan saat BAB•  Memicu terjadinya wasir karena tinja yang terbentuk cukup keras sehingga dapat mengiritasi pembuluh darah yang telah membengkakSumber: medicinenet
 08 Aug 2019    16:00 WIB
Komplikasi Kehamilan Yang Mungkin Terjadi Pada Wanita Obesitas
Jika Anda sudah mengalami obesitas sebelum hamil atau mengalami peningkatan berat badan terlalu banyak saat hamil, maka Anda memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai komplikasi kehamilan. Berbagai komplikasi kehamilan yang dapat terjadi adalah seperti di bawah ini.   Diabetes Gestasional Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang hanya terjadi saat seorang wanita hamil. Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesita sebelum hamil, maka resiko terjadinya diabetes gestasional akan meningkat drastis.   Preeklampsia Preeklampsia merupakan gangguan medis berat yang dapat menyebabkan komplikasi berat dan bahkan dapat berakibat fatal bagi ibu dan bayinya. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia pada wanita hamil.   Trombosis Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami trombosis, yaitu suatu keadaan di mana terbentuk bekuan-bekuan darah di dalam pembuluh darah. Jika Anda merokok, maka resiko Anda akan semakin tinggi.   Gangguan Tidur Apnea Gangguan tidur apnea dapat menyebabkan gangguan kesehatan berat pada wanita hamil. Gangguan tidur ini juga dapat menyebabkan terjadinya preeklampsia. Obesitas akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan tidur apnea pada wanita hamil.   Mundurnya Waktu Persalinan Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan waktu kelahiran bayi Anda mundur, yang dapat membahayakan kesehatan bayi Anda.   Baca juga: Menderita Diabetes Saat Hamil? Atasi Dengan Ini….   Kesulitan Persalinan Memiliki berat badan berlebih akan membuat persalinan normal menjadi lebih sulit atau bahkan tidak dapat dilakukan. Hal ini tentu saja akan meningkatkan kemungkinan Anda melahirkan melalui operasi Caesar.   Keguguran Saat Anda mengalami obesitas, maka resiko terjadinya keguguran pada awal kehamilan dan kematian bayi di dalam kandungan akan meningkat.   Bayi Besar Wanita yang mengalami obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi yang berukuran lebih besar daripada biasanya (makrosomia).   Gangguan Kronis Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang menderita obesitas memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan kronik seperti gangguan jantung dan diabetes pada saat ia dewasa nanti.   Kelainan Bawaan Wanita yang mengalami obesitas juga memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan kelainan bawaan seperti kelainan saraf tulang belakang.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: momjunction
 26 Jun 2019    18:00 WIB
Hubungan Antara Kencing Manis Dengan Perut Buncit
Dewasa ini banyak orang selalu merasa kuatir dengan penyakit kencing manis yang dianggap sebagai penyakit keturunan. Sehingga berpikir selama tidak ada riwayat keturunan penyakit kencing manis, maka seseorang tidak akan terkena penyakit kencing manis, akhirnya makan dengan sembarang dan melakukan pola hidup yang tidak sehat. Ternyata hampir 90% penyebab kencing manis disebabkan karena perubahan gaya hidup seperti seringnya mengkonsumsi makanan siap saji, minuman bersoda, kegemukan atau obesitas, kurang olahraga dan merokok. Dan hanya 10% saja yang disebabkan karena keturunan. Obesitas/kegemukan  adalah  keadaan terdapatnya timbunan  lemak yang berlebih didalam tubuh sehingga akan  membuat insulin tidak dapat masuk ke dalam sel tubuh. Terutama lemak yang bertumpuk didaerah perut/ perut buncit.  Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah  ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi.  Pada orang yang gemuk atau mempunyai perut buncit  lemak akan menutup reseptor insulin sehingga menurunkan sensitivitas insulin. Terlebih lemak di daerah perut yang dekat dengan organ-organ tubuh yang penting. Akibatnya gula sulit masuk kedalam  sel dan gula akan tetap berada didalam darah.  Bila hal ini terjadi terus menerus akan menyebabkan peningkatan kadar gula darah di dalam tubuh. Kerja insulin semakin berat dan akhirnya terjadi gangguan proses kerja insulin. Lama kelamaan akan menjadi penyakit kencing manis.  Untuk itu apabila Anda seseorang yang mempunyai perut buncit, sering merokok, pola hidup yang santai, sering konsumsi makanan  junk food. Maka Anda akan berisiko menderita penyakit kencing manis. Sebelum semua terjadi ada baiknya Anda mengubah pola hidup yang sehat dan menghindari penyakit kencing manis.
 23 Jun 2019    16:00 WIB
Waspada Para Orang Tua, Anak Tubuh Gempal Risiko Impoten Saat Dewasa
Anak yang bertubuh gempal memang terlihat lebih lucu, namun bagaimana bila anak tersebut memiliki berat badan yang berlebihan alias obesitas. Anak yang memiliki berat badan berlebihan berisiko mengalami berbagai penyakit yang membahayakan mereka ketika dewasa, mulai dari impotensi dan gangguan kesuburan, dan berbagai penyakit berbahaya lainnya yang disebabkan oleh penurunan kadar testosteron. Obesitas pada anak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti genetik dan lingkungan. Selain itu untuk orang tua yang membiarkan anak-anak mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi, makanan olahan, minuman bersoda, minuman botol yang mengandung gula dan bahan pengawet yang tinggi dapat membuat berat badan mereka tidak terkontrol. Obesitas juga terjadi karena faktor ketidaktahuan orang tua akan berat badan yang ideal atau takut anaknya terlihat kurus juga menyebabkan mereka memberikan makanan cukup banyak sehingga anak konsumsi kalori secara berlebihan. Karena kebanyakan orang tua mengganggap bila anaknya memiliki bentuk tubuh yang gempal atau gemuk akan terlihat lucu dan sehat. Selain itu dewasa ini anak-anak tidak lagi bermain di lapangan secara aktif bersama dengan teman-temannya dan lebih sering memilih bermain game di rumah dan berselancar melalui internet. Bila anak-anak tersebut tidak diajarkan untuk berolahraga sejak dini. Hal ini akan menyebabkan penumpukan lemak jahat dan memicu terganggunya proses metabolisme dalam tubuh dan mengganggu proses kerja hormon dalam tubuh. Faktor lainnya yang mempengaruhi terjadinya obesitas adalah riwayat keluarga yang terlebih dahulu mengidap obesitas, obat (steroid, beberapa obat gangguan kejiwaan), stress atas suatu kejadian atau perubahan (perpisahan, perceraian, pindah lingkungan, kematian, pelecehan), serta penyebab berbagai masalah emosional lainnya Seorang anak laki-laki yang mengalami obesitas dapat terjadi penurunan kadar testosteron yaitu hormon yang diproduksi di testikel dan sering juga disebut sebagai hormon pria. Jika hal tersebut tidak dicegah sejak dini, maka anak-anak tersebut berpotensi menjadi impoten dan kurang subur saat dewasa kelak. Jadi apakah Anda memiliki anak dengan berat badan berlebihan? Bila iya segeralah ubah pola makannya. Hindari obesitas pada anak dengan menciptakan pola hidup yang sehat dengan cara: Mulai dari mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan diiringi juga oleh olahraga yang rutin. Ubah kebiasaan makan (makan perlahan-lahan, yang nantinya secara rutin), mengontrol pola makan serta memilih makanan yang akan dikonsumsi (mengurangi makan makanan berlemak, hindari junk food dan fastfood) Hindari makan sambil menonton televisi atau di depan computer yang dapat memicu makan berlebihan, selain itu jangan anggap makan seperti "hadiah" saat Anda merasa lelah dan stress justru makan secara berlebihan.   Dengan menerapkan pola hidup sehat ini berat tubuh anak akan terjaga, dan kadar testosteron akan kembali normal ;)   Baca juga: 5 Cara Mencegah Terjadinya Obesitas Pada Anak Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango