Your browser does not support JavaScript!
 09 Jul 2020    08:00 WIB
Tips Sarapan Sehat Pencegah Obesitas
1.  Pilihlah Buah SegarAnda mungkin mengkonsumsi jus buah di pagi hari baik bagi kesehatan anda. Hal ini memang benar, bila yang anda konsumsi merupakan jus buah alami dan segar, tanpa gula tambahan. Akan tetapi berbeda bila anda mengkonsumsi jus buah siap saji dalam kemasan, karena banyaknya kandungan gula yang terdapat di dalamnya. Akan lebih baik bila anda mengkonsumsi buah segar dan segelas air putih. Berbagai kandungan vitamin dan mineral serta serat di dalam buah dapat menghilangkan rasa lapar hingga waktu makan siang.2.  Pilih Menu Sarapan Anda Dengan BenarHindarilah memilih pancake atau waffle sebagai menu sarapan anda, apalagi bila keduanya disertai dengan sirup gula. Pilihlah sereal atau roti gandum dan penuhi kebutuhan protein anda melalui seporsi yogurt rendah atau bebas lemak atau daging tanpa lemak atau putih telur yang dapat membuat anda merasa kenyang lebih lama.3.  Jangan Mudah TergodaPastri, roti gulung kayu manis, dan berbagai makanan manis lainnya tentunya dapat membuat anda tergoda untuk memakannya. Akan tetapi, hindarilah mengkonsumsi berbagai makanan manis tersebut di pagi hari karena dapat membuat kadar gula darah meningkat tajam, yang kemudian akan segera turun dan membuat anda merasa lapar sehingga akhirnya mengemil sebelum waktu makan siang.4.  Periksa Apa Isi Kopi AndaKecuali anda sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan kesehatan tertentu yang membuat anda tidak boleh mengkonsumsi kopi, mengkonsumsi kopi di pagi hari dapat membuat mood anda menjadi lebih baik dan meningkatkan fungsi otak anda. Berbagai bahan tambahan yang ikut anda masukkan ke dalam kopi andalah yang mungkin membahayakan. Gula, sirup, whipped cream, dan sebagainya yang anda campurkan ke dalam kopi anda dapat meningkatkan kandungan kalori kopi anda. Kurangilah gula dan berbagai bahan lainnya atau bila memungkinkan, jangan menambahkan apapun ke dalam kopi anda. Kopi pahit tetap memiliki manfaat kafein tanpa menambahkan jumlah kalori harian anda.5.  Siapkan Cemilan Jika anda terlambat bangun atau rapat dadakan membuat anda harus segera berangkat ke kantor tanpa sempat sarapan, maka ingatlah untuk menyimpan cemilan sehat di dalam mobil atau laci meja kantor anda. Pilihlah cemilan bernutrisi tanpa atau rendah gula.6.  Sarapan Itu WajibTetaplah sarapan bahkan di saat anda tidak merasa lapar. Tidak sarapan dapat membuat metabolisme tubuh anda melambat dan membuat anda merasa lebih lapar di malam hari. Jika anda masih merasa kenyang, satu potong roti tawar gandum dan segelas teh panas dapat menjadi pilihan menu sarapan anda.7.  Konsumsi Air PutihKonsumsilah setidaknya 1 gelas air putih saat anda sarapan. Air putih yang anda konsumsi ini akan membuat anda tetap terhidarasi dan membuat anda merasa kenyang serta puas.Sumber: shape
 13 Jun 2020    16:00 WIB
Penyebab dan Jenis-Jenis Wasir
Apa Itu Wasir?Wasir atau ambeien merupakan gumpalan pembuluh darah pada rektum (bagian usus yang berhubungan dengan anus). Pembuluh darah yang menyebabkan wasir terdapat pada bagian paling bawah dari rektum, tepat di atas anus. Kadangkala, pembuluh darah ini membengkak dan dindingnya melebar, menipis, dan teriritasi oleh tinja. PenyebabPara ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab terjadinya wasir. Mereka menduga wasir terjadi akibat adanya tekanan yang sangat tinggi pada rongga perut sehingga menyebabkan pembuluh darah vena membengkak akibat terhambatnya aliran darah di dalamnya.Pembuluh darah yang membengkak ini sangat mudah teriritasi. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut dapat disebabkan oleh: •  Obesitas•  Kehamilan•  Berdiri atau duduk dalam waktu lama•  Mengedan saat BAB (buang air besar) atau BAK (buang air kecil) •  Batuk•  Bersin•  Muntah•  Menahan napas saat berolahragaSiapa yang Beresiko?Wasir dapat terjadi pada siapa saja, akan tetapi biasanya hanya menyebabkan gangguan pada sekitar 4% penduduk dunia. Wasir dapat terjadi pada pria dan wanita, dan biasanya terjadi pada orang berusia antara 45-65 tahun.Jenis WasirWasir terdiri dari dua jenis, yaitu wasir internal dan wasir eksternal. Wasir InternalWasir internal terletak pada bagian dalam dinding rektum dan tidak dapat diraba kecuali sudah sangat membesar. Wasir ini biasanya tidak menimbulkan nyeri dan biasanya disadari oleh penderitanya akibat adanya darah pada tinja. Kadangkala, wasir internal ini dapat menonjol keluar dari anus sehingga anda dapat merasakannya sebagai suatu tonjolan kulit yang basah yang tampak lebih merah muda daripada kulit sekitarnya. Wasir yang menonjol ini dapat menyebabkan nyeri karena anus dipenuhi oleh saraf nyeri. Wasir yang menonjol ini biasanya dapat masuk kembali dengan sendirinya ke dalam anus, jika tidak, maka anda dapat mendorongnya secara perlahan kembali ke dalam anus. Wasir EksternalWasir eksternal terletak tepat di bawah kulit pada daerah sekitar anus. Wasir ini dapat diraba bila sedang terjadi pembengkakan dan dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, atau darah pada tinja.Jika wasir eksternal ini menonjol keluar, maka anda dapat meraba dan melihatnya. Kadangkala, terbentuk bekuan darah di dalam wasir eksternal yang menonjol, yang dapat menyebabkan rasa nyeri hebat.Jika di dalam wasir eksternal telah terbentuk bekuan darah, maka wasir dapat berwarna ungu atau biru dan dapat berdarah. Walaupun demikian, keadaan ini tidak terlalu berbahaya, tetapi dapat terasa sangat nyeri. Wasir ini akan membaik dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Bila rasa nyeri tidak tertahankan, maka segera hubungi dokter anda untuk memperoleh penanganan secepatnya. Penanganannya adalah mengangkat bekuan darah dari dalam wasir sehingga rasa nyeri dapat dihentikan.Wasir dan MakananMakanan diduga memiliki peranan yang sangat penting sebagai penyebab dan pencegahan terjadinya wasir. Orang yang sering mengkonsumsi makanan tinggi serat biasanya lebih jarang menderita wasir. Sementara itu, orang yang lebih sering mengkonsumi berbagai makanan olahan memiliki resiko menderita wasir yang lebih tinggi. Diet rendah serat atau kurang mengkonsumsi air dapat menyebabkan terjadinya sembelit, yang dapat menyebabkan terjadinya wasir melalui 2 cara, yaitu:•  Membuat anda harus mengedan saat BAB•  Memicu terjadinya wasir karena tinja yang terbentuk cukup keras sehingga dapat mengiritasi pembuluh darah yang telah membengkakSumber: medicinenet
 10 Jun 2020    16:00 WIB
7 Penyebab Tidak Terduga Mengapa Berat Badan Anda Meningkat
Ini dia penyebab tiba-tiba berat Anda meningkat, diantaranya: 1.  Kurang TidurSalah satu penyebab peningkatan berat badan adalah kurangnya tidur. Saat anda kurang tidur, terdapat perubahan biokimia di dalam tubuh anda yang menyebabkan peningkatan rasa lapar, menyimpan lemak lebih banyak, atau bahkan membuat anda merasa tidak terlalu kenyang setelah makan. Selain itu, bila anda tidur lebih malam setiap harinya, ada kemungkinan anda ingin makan atau mengemil di malam hari yang juga dapat menyebabkan peningkatan berat badan.2.  StressSemua orang tentunya pernah mengalami rasa stress, yang sebenarnya baik bagi anda bila dalam jumlah kecil. Akan tetapi, bila anda terus-menerus mengalami stress, maka tubuh anda akan memproduksi kortisol, suatu hormon stress, yang dapat meningkatkan nafsu makan anda. Selain itu, rasa stress juga dapat membuat metabolisme tubuh anda melambat dan menyebabkan peningkatan berat badan di daerah perut.3.  Mengerjakan Banyak Hal SekaligusBanyak orang mengira bahwa mereka dapat melakukan beberapa pekerjaan dalam waktu yang bersamaan, akan tetapi hal ini tidak berlaku bagi semua orang. Beberapa orang justru tidak dapat bekerja seefektif biasanya bila harus melakukan banyak pekerjaan sekaligus. Hal ini dapat memperlambat pekerjaan anda, membuat anda melakukan banyak kesalahan, dan membuat anda stress. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengerjakan banyak hal sekaligus dapat membuat anda sulit mengendalikan diri di sekitar makanan. Hal ini karena otak anda harus bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan semua pekerjaan tersebut dan membuat anda lebih tergoda untuk mengkonsumsi berbagai jenis makanan.4.  Terobsesi Untuk Menjadi KurusSemakin anda terobsesi untuk menjadi kurus, maka anda akan merasa semakin sulit untuk mencapainya dan justru membuat anda lebih sering mengkonsumsi makanan yang tidak sehat.5.  Efek Samping Obat-obatanBila anda mengkonsumsi beberapa jenis obat-obatan seperti obat anti depresi, obat anti kejang, obat migrain, obat anti psikosis, obat anti hipertensi (beta blocker), obat anti diabetes, obat antihistamin, berbagai jenis hormon (pil KB), obat anti kanker, dan obat penurun kolesterol; maka anda mungkin dapat mengalami peningkatan berat badan akibat efek samping berbagai jenis obat-obatan tersebut.6.  Sering BerpergianSebuah penelitian menemukan bahwa orang yang berpergian lebih dari 20 hari setiap bulannya, memiliki resiko peningkatan berat badan yang lebih tinggi, yaitu hingga 92%. Konsumsilah makanan sehat, tetap berolahraga, dan cukup tidur dapat mencegah peningkatan berat badan akibat sering berpergian.7.  Kekurangan Nutrisi TertentuJika tubuh anda kekurangan nutrisi tertentu seperti vitamin D, magnesium, atau zat besi; maka hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh anda, termasuk memperlambat metabolisme tubuh anda. Menurut sebuah penelitian di Amerika, jika seseorang merasa lelah atau tidak bertenaga, maka orang tersebut cenderung mengatasinya dengan mengkonsumsi gula, kopi, atau berbagai karbohidrat sederhana lainnya yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.Sumber: allwomenstalk
 24 May 2020    11:00 WIB
Obesitas dan Hubungannya Dengan Prestasi Sekolah Anak Anda
Seiring dengan kemajuan teknologi dan berbagai kemudahan yang dihasilkannya membuat manusia lebih jarang bergerak yang mengakibatkan peningkatan obesitas, baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. Sebuah penelitian di Amerika dan Inggris menemukan bahwa ternyata obesitas tidak hanya mempengaruhi kesehatan anak anda tetapi juga prestasinya di sekolah. Keadaan ini terutama tampak pada remaja perempuan. Hubungan antara obesitas dan prestasi sekolah anak tidak begitu jelas terlihat pada remaja laki-laki. Sebuah penelitian yang dilakukan pada hampir 6.000 pelajar di Inggris membandingkan antara indeks massa tubuh pada para pelajar ini dari saat mereka berusia 11-16 tahun dengan prestasi mereka di sekolah selama waktu tersebut. Sekitar 71% pelajar ini memiliki berat badan normal dan sekitar 15% pelajar mengalami obesitas pada awal penelitian dilakukan. Para peneliti kemudian memberikan ujian akademis berupa ujian bahasa inggris, matematika, dan ilmu pengetahuan alam sebanyak 3 kali, yaitu saat mereka berusia 11, 13, dan 16 tahun. Setelah menyingkirkan berbagai faktor resiko lain seperti status sosial ekonomi, IQ, dan siklus menstruasi, para peneliti menemukan bahwa remaja perempuan yang mengalami obesitas saat berusia 11 tahun memperoleh nilai yang lebih buruk saat berusia 11, 13, dan 16 tahun dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami obesitas. Para peneliti menemukan bahwa mengalami obesitas saat berusia 11 tahun dapat menurunkan kemampuan anak dari C menjadi D saat berusia 16 tahun. Alasan mengapa obesitas dapat mempengaruhi prestasi sekolah anak anda, terutama pada remaja perempuan belum dapat dipastikan. Akan tetapi, sebuah penelitian menduga bahwa obesitas dapat mempengaruhi kesehatan mental para remaja ini. Terutama karena remaja perempuan lebih terpengaruh oleh berat badannya daripada remaja laki-laki. Obesitas dapat menyebabkan anak menjadi tidak percaya diri, tidak menyukai penampilannya, dan bahkan merasa depresi yang membuatnya sering bolos sekolah yang pada akhirnya membuat prestasi belajarnya di sekolah pun menjadi lebih buruk. Obesitas dan prestasi sekolah anak anda juga mungkin memiliki hubungan timbal balik. Prestasi belajar yang buruk juga memiliki peranan dalam terjadinya obesitas, misalnya saat anak anda mendapat nilai ujian yang jelek, maka ia mungkin makan lebih banyak untuk membuatnya merasa lebih baik. Gangguan tidur yang terjadi pada remaja yang mengalami obesitas juga dapat mempengaruhi prestasi anak di sekolah dan juga mempengaruhi fungsi otaknya. Waktu tidur yang kurang dapat membuatnya merasa mengantuk di kelas dan sulit berkonsentrasi. Hal terbaik untuk mencegah gangguan prestasi di sekolah ini adalah dengan mengatasi berbagai penyebab obesitas.Sumber: npr
 26 Apr 2020    18:00 WIB
Macam-macam Makanan Yang Mengandung Serat Tinggi
Diet tinggi serat dan rendah lemak jenuh sangat baik untuk seseorang yang mengalami obesitas atau berat badan yang berlebihan, mengidap penyakit jantung dan kencing manis. Bila Anda konsumsi makanan yang berserat tinggi akan akan membantu sistem pencernaan untuk bekerja dengan lebih baik dan efisien. Berikut adalah makanan yang tinggi serat: Jagung Jagung merupakan sumber serat yang fantastis dan satu buah jagung mengandung sekitar 2 gram serat. Kacang Kacang-kacangan juga merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh. Makan secangkir kacang maka Anda akan mendapatkan serat yang Anda butuhkan. Gandum utuh Untuk Anda yang mungkin sedang bosan konsumsi buah-buahan dan sayuran, Anda masih bisa mendapatkan serat dari gandum utuh. Carilah makanan yang berasal dari gandum utuh seperti roti gandum. Beras merah Beras merah adalah bahan makanan pokok yang tinggi serat. Beras merah dapat memberikan serat sekitar 3,5 gram. Selain itu menurut Universitas Harvard, dengan mengkonsumsi beras merah Anda dapat menurunkan risiko terjadinya penyakit kencing manis sekitar 11% Alpukat Alpukat juga merupakan salah satu sumber serat, dua sendok makan alpukat mengandung 2 gram serat. Apel Apel akan menyediakan 4,4 gram serat dalam asupan harian Anda. Pir Pir mengandung serat sebanyak 5,5 gram. Raspberry Selain sebagai sumber serat, selain itu raspberry juga merupakan sumber antioksidan. Brokoli Brokoli mengandung 5,1 gram serat dan mempunyai sifat antioksidan dan membantu melawan kanker dan penyakit lainnya. Almond Selain rasanya yang enak ternyata kacang almond mengandung 3 gram serat.   Sumber: newhealthguide
 25 Mar 2020    16:00 WIB
Penyebab, Gejala dan Pengobatan Batu Empedu
Apakah batu empedu itu?Batu Empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Apakah penyebab dari batu empedu?Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor resikonya adalah : •  usia lanjut•  kegemukan (obesitas) •  diet tinggi lemak•  faktor keturunan. Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan diluar empedu. Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu. Apa saja gejala dari batu empedu? Bergantung pada ukuran dan jumlah batu empedu yang terbentuk serta lokasinya, keparahan gejala dapat beragam. Gejala-gejala ini dapat mencakup:•  Nyeri berat di daerah perut atas•  Sakit kuning (terjadi ketika terjadi penyumbatan dalam waktu lama)•  Demam (jika timbul komplikasi)•  Muntah-muntah Apa saja pengobatan untuk batu empedu?Jika tidak ditemukan gejala, maka tidak perlu dilakukan pengobatan. Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak. Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan, maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi).Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi. Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. Batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius, karena itu harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Apakah tindakan pencegahan untuk batu empedu?Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol, sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani. Ingin mengetahui lebih dalam tentang batu empedu? Silahkan baca di siniSumber: cek gejala penyakit
 08 Mar 2020    08:00 WIB
Konsumsi Mie Instan Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya
Apabila Anda masih mempertimbangkan makan mie instan untuk makan siang, maka Anda harus mengetahui mengenai sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa seorang wanita yang mengkonsumsi mie instan secara berlebihan memiliki risiko lebih besar yang signifikan akan terkena sindrom metabolik dibanding mereka yang konsumsi mie instan lebih sedikit. Seorang wanita yang makan mie instan lebih dari dua kali dalam seminggu sekitar 68 persen lebih mungkin mengalami sindrom metabolik – sekumpulan gejala seperti obesitas sentral (lemak berlebihan di daerah perut), tekanan darah tinggi, peningkatan kadar gula darah, trigliserida meningkat, dan rendahnya tingkat kolesterol HDL. Memiliki tiga atau lebih gejala diatas akan meningkatkan risiko terkena diabetes (kencing manis) dan penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Penelitian terakhir juga menganalisis asupan gizi secara keseluruhan antara mereka yang konsumsi mie instan dan tidak konsumsi mie instan. Dan hasilnya seperti yang mungkin Anda duga, bahwa konsumsi mie instan memberikan kontribusi yang kecil untuk diet yang sehat. Mereka yang konsumsi mie instan memiliki asupan nutrisi penting yang lebih rendah seperti protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, niasin, dan vitamin C dibandingkan dengan mereka yang tidak konsumsi mie instan. Mereka yang konsumi mie instan juga memiliki asupan energi, lemak tidak sehat dan natrium yang berlebihan (hanya satu bungkus mengandung 2.700 miligram sodium). Sumber: articlesmercola
 12 Feb 2020    11:00 WIB
Apa Itu Obesitas Sekunder?
Pada sebagian besar kasus, obesitas sebenarnya terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurang aktif, yang membuat seseorang memiliki berat badan berlebihan atau indeks massa tubuh lebih dari 25. Indeks massa tubuh sendiri dihitung dengan cara membagi berat badan (dalam kg) dengan tinggi badan kuadrat (dalam meter). Obesitas sekunder adalah suatu keadaan di mana gangguan medis tertentu yang Anda derita menyebabkan Anda mengalami peningkatan berat badan. Beberapa gangguan medis yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas sekunder adalah: Gangguan endokrin seperti sindrom cushing, hipotiroidisme, diabetes tipe 2, pseudohipoparatiroidisme, sindrom polikistik ovarium Gangguan genetika seperti sindrom Prader-Willi, sindrom Bardet-Biedel, sindrom Cohen Gangguan sistem saraf pusat seperti tumor hipotalamus, trauma atau peradangan pada bagian hipotalamus Penyebab lainnya seperti obat anti psikotik, obat anti depresan, gangguan makan, bulimia nervosa   Baca juga: Berbagai Bahaya Obesitas Bagi Kesehatan Anda!   Bagaimana cara mengatasi obesitas sekunder? Pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi obesitas sekunder tergantung pada penyebabnya. Bila disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, maka menghentikan konsumsi obat biasanya dapat membantu. Akan tetapi, tidak dianjurkan untuk menghentikan konsumsi obat tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan Anda. Bila disebabkan oleh gangguan lain seperti gangguan endokrin dan gangguan sistem saraf pusat, maka pengobatan terhadap penyebabnya biasanya dapat membantu menurunkan berat badan. Dianjurkan agar Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum memulai suatu diet atau regimen olahraga tertentu.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: hopkinsmedicine, utmb
 20 Jan 2020    08:00 WIB
Apakah Melewatkan Sarapan Dapat Sebabkan Peningkatan Berat Badan?
Apakah Anda termasuk orang yang biasa sarapan di pagi hari atau justru melewatkannya?   Banyak studi yang mengatakan bahwa sarapan di pagi hari memiliki banyak manfaat, seperti memberikan energi untuk beraktifitas di pagi hari serta membuat lebih berkonsentrasi. Memang jika Anda melewatkan sarapan perut akan terasa kelaparan sehingga Anda akan cenderung makan lebih banyak saat makan siang. Namun apakah benar melewatkan sarapan dapat menyebabkan Anda obesitas? Penelitian yang melibatkan 309 orang dewasa yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas berusia 20-65 tahun ini diminta secara acak untuk makan sarapan dan melewatkan makan siang. Penelitian ini juga memasukkan grup kontrol dimana orang-orang di grup tersebut diberikan informasi mengenai nutrisi tanpa instruksi spesifik mengenai sarapan. Orang-orang yang berada di grup kontrol ini terdiri dari mereka yang makan saat sarapan dan yang melewatkan makan siang. Para peneliti kemudian menganalisa efek dari makan atau melewatkan sarapan dengan penurunan berat badan. Mereka juga memeriksa bagaimana perubahan kebiasaan sarapan dapat mempengaruhi upaya menurunkan berat badan. Studi yang dipublikasikan di the American Journal of Clinical Nutrition, mengungkapkan bahwa ternyata tidak ada perbedaan dari penurunan berat badan pada grup yang makan saat sarapan dengan grup yang melewatkan sarapan. Kita harus mencoba mengerti mengapa makan atau melewatkan sarapan tidak memberikan pengaruhi nafsu makan dan metabolisme. Juga penemuan ini hanya mncakup berat badan saja dan tidak mendalami bagaimana efek kebiasaan sarapan terhadap nafsu makan, lemak tubuh dan metabolisme.     Sumber: medicinenet
 11 Jan 2020    11:00 WIB
10 Tanda Anda Mungkin Telah Mengalami Obesitas
• Lutut Terasa Nyeri Jika Anda mengalami nyeri lutut dan memiliki berat badan berlebih yang sangat sulit diturunkan, maka Anda mungkin mengalami obesitas.    Nyeri Pinggang Selain obesitas, memang masih banyak penyebab lain dari nyeri pinggang. Akan tetapi, bila Anda tidak mengalami beberapa hal di bawah ini maka Anda mungkin mengalami obesitas. Beberapa hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya nyeri pinggang adalah: Baru saja terjatuh Pernah mengalami suatu kecelakaan di masa lalu Sering mengangkat barang berat Bekerja terlalu keras   Depresi Orang yang mengalami obesitas sering mengalami depresi. Hal ini juga berlaku pada orang yang mengira bahwa mereka mengalami obesitas. Anda mungkin merasa malu untuk pergi ke luar, takut bertemu dengan orang baru, dan takut akan penilaian orang lain. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya depresi. Berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk membantu mengatasi gejala depresi yang mungkin telah Anda alami.   Sulit Berjalan Apakah Anda mengalami kesulitan saat berjalan, terutama bila Anda harus berjalan cukup jauh? Apakah Anda merasa kehabisan napas? Bagi seorang penderita obesitas, berjalan kaki dapat menjadi suatu hal yang sulit dilakukan. Hal ini karena kaki Anda akan mulai terasa nyeri dank ram.   Sulit Melakukan Aktivitas Sehari-hari Apakah Anda mulai sulit melakukan aktivitas sehari-hari? Atau mudah merasa lelah saat harus berdiri dan memasak di dapur? Jika Anda merasa kesulitan melakukan kegiatan sehari-hari yang biasanya dapat dengan mudah Anda lakukan, maka Anda mungkin harus mulai menurunkan berat badan Anda.   Rasa Seperti Terbakar di Dada Banyak penderita obesitas mengalami gejala tidak enak ini hampir di setiap harinya. Jika Anda sering mengalami gejala ini, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda.   Bercak Kemerahan Pada Daerah Lipatan Tubuh Apakah Anda menemukan adanya bercak kemerahan pada daerah lipatan tubuh Anda. Hal ini dikarenakan panas yang terkumpul pada daerah lipatan tubuh akan menyebabkan kulit menjadi kemerahan. Bercak ini dapat terasa nyeri saat disentuh. Anda dapat mengurangi nyeri dan mencegah terjadinya luka dengan mengoleskan bedak bayi pada daerah lipatan tubuh Anda.   Sesak Napas Apakah Anda sering mengalami sesak napas walaupun tidak berolahraga berat? Sesak napas merupakan salah satu tanda obesitas. Sesak napas saat berjalan dengan jarak dekat juga merupakan salah satu tanda obesitas.   Mendengkur Memiliki kebiasaan mendengkur bukan berarti Anda pasti mengalami obesitas. Akan tetapi, seorang penderita obesitas cenderung lebih sering memiliki kebiasaan ini.    Gangguan Tidur Apnea Seseorang yang menderita obesitas beresiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan tidur apnea. Gangguan tidur apnea merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami henti napas selama beberapa waktu saat tidur. Berkonsultasilah segera dengan dokter Anda bila Anda mengalami gangguan ini.       Sumber: fitene