Your browser does not support JavaScript!
 07 Jan 2021    15:00 WIB
Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Minum Obat Kuat!
Ada beberapa kesalahan yang umum dilakukan saat meminum obat kuat sehingga para pria tidak bisa memperoleh hasil yang maksimal. Mengonsumsi lebih dari dosisnya Kebanyakan pria yang mengalami ejakulasi dini dan impotensi tentu saja ingin segera memiliki performa seksual yang lebih baik. Karena hal tersebut, tak sedikit pria yang mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi obat impotensi lebih dari dosis yang sudah ditentukan. Perlu Anda ketahui, mengonsumsi obat kuat lebih dari dosis yang ditentukan bisa membuat Anda mengalami efek samping yang berbahaya untuk tubuh. Alih-alih dapat performa seksual yang maksimal, Anda justru harus berobat karena overdosis obat kuat. Makan sebelum mengonsumsi obat kuat Dalam sebuah studi, ada 20% persen pria yang membuat kesalahan dengan menenggak obat kuat pria sesaat setelah makan. Ketahuilah bahwa ini bukan obat yang dianjurkan untuk dikonsumsi setelah makan. Obat kuat hanya dapat bekerja dengan baik ketika perut kosong. Waktu terbaik untuk mengonsumsi obat kuat adalah 2-3 jam setelah makan. Tidak menunggu beberapa saat sebelum berhubungan seks Ini juga merupakan salah satu kesalahan yang sering membuat obat kuat tidak bekerja dengan baik pada penderita disfungsi ereksi atau gangguan impoten lainnya. Para pria pengguna obat kuat terlalu terburu-buru untuk segera melakukan aktivitas seksual. Padahal obat kuat seperti viagra membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk dapat menampakkan hasil yang optimal. Khasiat dari obat impotensi ini akan semakin terlihat dalam waktu 2-3 jam. Meskipun Anda sudah menggunakan obat kuat, Anda harus tetap melakukan foreplay untuk mendapatkan ereksi yang baik. Ketika Anda bersemangat untuk melakukan aktivitas seksual, otak akan mengirim sinyal ke saraf yang terdapat di penis. Viagra dan sejenisnya tidak akan memberikan hasil jika Anda tidak melakukan aktivitas yang dapat membangkitkan gairah seksual. Selamat mencoba!Baca juga: Jenis-jenis Obat yang Dapat Mengganggu Libido Wanita
 16 Mar 2020    18:00 WIB
Kecanduan Obat Terlarang dan Gangguan Jiwa, Apa Hubungannya?
Berdasarkan pada the National Institute on Drug Abuse di Amerika, kecanduan obat-obatan terlarang merupakan salah satu jenis gangguan jiwa. Hal ini dikarenakan kecanduan dapat mengubah otak hingga ke fungsi dasarnya, yang mengubah kebutuhan dan keinginan dasar seseorang menjadi sesuatu hal yang berhubungan dengan keinginan untuk terus menggunakan obat-obatan terlarang tersebut. Akibatnya, sebagian besar pecandu memiliki perilaku kompulsif dan melakukan suatu tindakan atau hal tertentu tanpa mempertimbangkan berbagai resiko yang akan terjadi. Berdasarkan DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders), para ahli membagi gangguan penggunaan obat-obatan terlarang menjadi penyalahgunaan obat-obatan dan ketergantungan obat. Oleh karena itu, kecanduan obat-obatan sendiri sebenarnya sudah merupakan gangguan jiwa. Berdasarkan the National Alliance on Mental Illness, sekitar sepertiga penderita gangguan jiwa juga memiliki gangguan penyalahgunaan obat-obatan. Resiko ini akan meningkat hingga 50% bila gangguan jiwa yang dialami cukup berat seperti gangguan bipolar atau skizofrenia. Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar sepertiga hingga setengah pecandu alkohol dan penyalahguna obat-obatan biasanya juga memiliki gangguan jiwa lainnya. Beberapa gangguan jiwa seperti gangguan cemas dan depresi dapat tidak terdeteksi karena tertutupi oleh berbagai gejala kecanduan obat-obatan terlarang atau alkohol. Penderita gangguan cemas atau depresi seringkali menggunakan minuman beralkohol atau obat-obatan untuk mengatasi gejala yang mereka alami, tetapi justru malah menyebabkan mereka mengalami kecanduan dan memperburuk berbagai gejala yang mereka alami. Oleh karena itu, bila gejala kecanduan telah berhasil diatasi, penderita masih memerlukan pengobatan lebih lanjut untuk mengatasi gangguan cemas atau depresi yang dialami.   Sumber: alcoholrehab
 26 Jun 2015    11:00 WIB
Apa Yang Harus Dilakukan Bila Anak Anda Terlibat Obat-obatan Terlarang Dan Alkohol?
Saat Anda mengetahui anak Anda terlibat dengan obat-obatan terlarang maupun alkohol tentu akan membuat Anda kecewa. Namun jangan membiarkan rasa kecewa ini berlarut-larut dan membiarkan anak Anda, karena pada saat inilah mereka sangat membutuhkan Anda untuk untuk melewati keadaan ini. Berikut adalah hal yang harus Anda lakukan untuk membantu anak Anda: Dapatkan pengobatan yang tepat Konsultasikan hal ini dengan dokter dan tenaga medis profesional lainnya mengenai pemilihan pengobatan yang dapat dilakukan di tempat Anda. Biasanya dokter akan menekankan pada kesehatan dan efek jangka panjang dari penyalahgunaan zat terlarang tersebut.  Terlibat dalam program pengobatan  Usahakan bagi Anda untuk terlibat dalam beberapa program yang membantu mengatasi penggunaan obat-obatan terlarang. Biarkan anak Anda tahu bahwa Anda mendukungnya untuk sembuh. Mungkin butuh waktu yang lama untuk anak Anda membangun kembali kepercayaan dirinya, mampu memaafkan dirinya sendiri, mendapatkan kembali kepercayaan Anda. Namun Anda harus selalu mendukungnya.   Menerima banyak masukan Saat Anda mengalami keadaan seperti ini. Diharapkan agar Anda tetap tegar dan mampu mengatasi masalah ini. Bicaralah dengan dokter dan tenaga medis profesional lainnya. Agar Anda bisa mengetahui segala sesuatu mengenai risiko kesehatan anak Anda dan memberitahukan kepada anggota keluarga lainnya, bahwa anak Anda yang sedang mengalami masalah penggunaan obat terlarang tidak harus dijauhi namun membutuhkan banyak dukungan.  Terlibat dalam beberapa macam hobi Agar anak Anda mampu terbebas dari narkoba. Anda harus mengusahakan agar mereka terlibat dengan beberapa acara yang dapat mengidentifikasi bakat dan kemampuan Anda. Dengan cara ini anak Anda akan menemukan hobi maupun pekerjaan yang membuatnya nyaman dan bersemangat.  Sumber: webmd