Your browser does not support JavaScript!
 30 Jul 2020    18:00 WIB
Apa Penyebab Nyeri Pada Epigastrium ( Ulu Hati)?
Hai guys! Para follower setia Dokter.ID! kita berjumpa lagi dengan pembahasan masalah kesehatan yang bernama Epigastrium (penyakit ulu hati). Banyak orang bilang ini karena kita terserang penyakit maag, maka kenalah ulu hati kita ikut diserang, namun perlu diketahui penyebab Epigastrium bukan karena sakit maag saja. Biar jelas yuk! Kita bahas bersama. Nyeri perut epigastrik adalah keluhan utama yang umum yang mungkin timbul dari berbagai penyebab. Epigastrium adalah area perut tengah yang terletak di bawah sternum (tulang dada) dan di atas umbilikus (pusar). Atau lebih jelasnya secara anatomi, epigastrium (atau wilayah epigastrium) adalah daerah tengah atas perut. Itu terletak di antara margin kosta dan bidang subkostal. Epigastrium adalah salah satu dari sembilan daerah perut, bersama dengan hipokondria kanan dan kiri, daerah lateral kanan dan kiri (daerah lumbar atau panggul), daerah inguinal kanan dan kiri (atau fossae), dan daerah pusar dan pubis. Pada dasarnya nyeri epigastrik adalah gejala umum dari sakit perut, yang bisa disebabkan oleh masalah pencernaan jangka panjang atau hanya gangguan pencernaan sesekali. Berikut adalah beberapa penyebab nyeri epigastrium: 1. Gangguan pencernaan. Biasanya keadaan nyeri epigastrium karena gangguan pencernaan, dirasakan tepat di bawah tulang rusuk dan umumnya tidak memprihatinkan. Gangguan pencernaan biasanya terjadi setelah makan (ketika kita salah makan). Ketika seseorang makan sesuatu, perut menghasilkan asam untuk mencerna makanan. Terkadang, asam ini dapat mengiritasi lapisan sistem pencernaan. Gangguan pencernaan dapat menyebabkan gejala seperti: bersendawa, perut kembung, merasa kenyang sebelum makan atau walau porsi makan sedikit, mual. 2. Refluks asam dan GERD. Refluks asam terjadi ketika asam lambung yang digunakan dalam pencernaan akan dicadangkan di pipa makanan (esofagus). Refluks asam biasanya menyebabkan rasa sakit di dada dan tenggorokan, yang umumnya dikenal sebagai mulas. Perasaan ini bisa menyertai nyeri epigastrium atau dirasakan dengan sendirinya. Gejala umum lain dari refluks asam meliputi: gangguan pencernaan, terbakar atau sakit dada, Perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan atau dada, rasa asam atau seperti muntah di mulut, sakit tenggorokan atau suara serak yang persisten, batuk terus menerus. Refluks asam yang sedang berlangsung dapat merusak pipa makanan dan dapat menyebabkan penyakit refluks gastroesofageal, atau GERD. 3. Makan berlebihan. Perut kita sangat fleksibel. Namun, makan lebih dari yang diperlukan menyebabkan perut mengembang melebihi kapasitas normalnya. Jika perut membesar secara signifikan, itu dapat memberi tekanan pada organ-organ di sekitar perut dan menyebabkan nyeri epigastrium. Makan berlebihan juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan, refluks asam, dan mulas. 4. Intoleransi laktosa. Intoleransi laktosa dapat menjadi penyebab lain nyeri epigastrium. Kita yang tidak toleran laktosa mengalami kesulitan memecah laktosa, gula yang ditemukan dalam susu dan produk susu lainnya. Untuk orang-orang dengan intoleransi laktosa, makan susu dapat menyebabkan nyeri epigastrik dan gejala lainnya, termasuk: sakit perut, kram dan kembung, gas, mual atau muntah, diare. 5. Minum alkohol. Minum terlalu banyak alkohol sekaligus atau kelebihan alkohol dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut. Peradangan ini dapat menyebabkan nyeri epigastrium dan masalah pencernaan lainnya. 6. Esofagitis atau gastritis. Esofagitis adalah peradangan pada lapisan pipa makanan. Gastritis adalah radang selaput perut. Esofagitis dan gastritis dapat disebabkan oleh refluks asam, infeksi, dan iritasi dari obat-obatan tertentu. Beberapa gangguan sistem kekebalan tubuh juga dapat menyebabkan peradangan. Jika peradangan ini tidak diobati, itu dapat membuat jaringan parut atau perdarahan. Gejala umum lainnya termasuk: rasa asam atau seperti muntah di mulut, batuk terus menerus, terbakar di dada dan tenggorokan, kesulitan menelan, mual, muntah atau muntah darah, nutrisi buruk. 7. Hiatal hernia. Hernia hiatal terjadi ketika bagian perut mendorong ke atas melalui diafragma dan masuk ke dada. Ini mungkin karena kecelakaan atau otot-otot diafragma yang melemah. Selain nyeri epigastrium, gejala umum hernia hiatal lainnya termasuk: sakit tenggorokan, iritasi atau gatal-gatal di tenggorokan, kesulitan menelan, gas atau bersendawa sangat keras, ketidaknyamanan dada, Hernia hiatal biasanya menyerang orang tua dan mungkin tidak menyebabkan nyeri epigastrik pada setiap kasus. 8. Penyakit tukak lambung. Penyakit tukak peptik adalah ketika lapisan lambung atau usus kecil telah rusak oleh infeksi bakteri atau dengan terlalu banyak menggunakan obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Gejala penyakit tukak lambung dapat meliputi nyeri epigastrium dan tanda-tanda perdarahan internal, seperti sakit perut, kelelahan, dan sesak napas. 9. Gangguan kandung empedu. Masalah dengan kantong empedu juga dapat menyebabkan nyeri epigastrium. Batu empedu mungkin menghalangi pembukaan kantong empedu, atau kantong empedu mungkin meradang. Gejala kandung empedu spesifik dapat meliputi: Nyeri hebat di dekat sisi kanan atas lambung setelah makan, tinja berwarna tanah liat, penyakit kuning atau kulit menguning, kehilangan selera makan, gas dan kembung. 10. Kehamilan. Sangat umum untuk merasakan nyeri epigastrium ringan selama kehamilan. Ini biasanya disebabkan oleh refluks asam atau tekanan pada perut dari rahim yang mengembang. Perubahan kadar hormon sepanjang kehamilan juga dapat memperburuk refluks asam dan nyeri epigastrium. Nyeri epigastrium yang parah atau persisten selama kehamilan dapat menjadi tanda kondisi yang lebih serius. Untuk mendiagnosa penyakit Epigastrium, bisa dilakukan beberapa hal, seperti: tes pencitraan, seperti sinar-X, ultrasonografi, atau endoskopi. tes urin untuk memeriksa infeksi atau gangguan kandung kemih. tes darah. tes jantung. Perawatan untuk nyeri epigastrik tergantung pada penyebabnya. Jika rasa sakit kita adalah akibat dari diet atau makan berlebihan, kita harus mengubah diet atau gaya hidup kita. termasuk olah raga teratur, mengkonsumsi jahe, suplemen vitamin B untuk meringankan gejala mual dan muntah. Dan jika Epigastrium yang kita alami karena obat-obatan. Dokter mungkin merekomendasikan antasid atau bahkan obat penghambat asam untuk menghilangkan rasa sakit kita. Jika kondisi yang mendasarinya seperti GERD, Barrett's esophagus, atau penyakit tukak lambung yang menjadi penyebab rasa sakit epigastrium kita, kita mungkin memerlukan antibiotik serta perawatan jangka panjang untuk mengelola kondisi ini. Yang pasti ketika kita mengalami Epigastrium dan sudah sangat mengganggu, segeralah pergi ke dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan perawatan. Demikianlah penjelasan Epigastrium pada hari ini. Salam sehat untuk kita semua dan sampai jumpa. Sumber : www.sciencedirect.com, www.healthline.com, patient.info, www.cancertherapyadvisor.com, www.medicalnewstoday.com, en.wikipedia.org
 24 Nov 2019    16:00 WIB
Mengenal Manfaat Dan Efek Samping Dari Antasida
Antasida merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk meredakan berbagai masalah pencernaan. Tetapi jika problem pencernaan yang Anda alami bertambah serius, maka Anda akan memerlukan pengobatan tambahan. Antasida digunakan untuk apa?Antasida mampu mengobati masalah keasaman lambung dengan menetralisir asam hialuronik didalam lambung atau mencegah sekresi dari asam lambung. Antasida dapat digunakan untuk mengobati:•  Nyeri ulu hati•  Gangguan pencernaan•  Gejala refluks asam lambung Tindakan apa yang harus saya sadari sebelum menggunakan Antasida?Antasida mempunyai efek laxative atau efek konstipasi. Antasida juga dapat menyebabkan alkalosis, yaitu kondisi yang menyebabkan hanya sedikit asam lambung yang bisa berfungsi dengan baik didalam tubuh. Bagaimana saya dapat menggunakan antasida?Antasida hanya bisa digunakan secara oral, biasanya dalam bentuk tablet atau bentuk cair. Efek samping yang bisa ditimbulkan dari konsumsi antasida?Beberapa orang melaporkan mengalami reaksi alergi saat mengkonsumsi antasida. Antasida juga bisa meningkatkan gejala perut sensitif saat memakan makanan tertentu dan sangat terkait dengan kemungkinan patah tulang.Penggunaan antasida yang berlebihan dapat menyebabkan overdosis dari kalsium karbonat dan magnesium yang merupakan bahan utama dari antasida. Dimana sebaiknya saya menyimpan antasida?Simpanlah antasida di tempat yang sejuk, kering atau pada suhu ruangan. Informasi tambahan•  Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda memiliki gejala refluks asam lambung atau tukak lambung. Antasida hanya dapat meredakan gejala dari refluks asam lambung dan tukak lambung tetapi tidak dapat mengobati secara keseluruhan. Dokter Anda akan memberikan Anda pengobatan lain untuk penyakit tersebut.•  Beberapa gejala serangan jantung bisa menyerupai nyeri ulu hati dan nyeri lambung. Jika Anda berpikir Anda mengalami serangan jantung maka jangan tunda lagi, segera temui tenaga kesehatan terdekat dengan Anda.•  Ketahuilah obat-obatan yang Anda konsumsi. Obat dengan golongan  H2-receptor blocker juga dapat mengurangi produksi dari asam lambung dan obat dari golongan proton-pump inhibiting (PPI)  dapat memblok produksi asam lambung.•  Hati-hati terhadap interaksi obat. Antasida dapat berinteraksi dengan obat dari golongan tetrasiklik dan amfetamin.Sumber: heathline
 27 Jul 2019    11:00 WIB
Sakit di Ulu Hati? Ternyata Stress Bisa Jadi Penyebabnya
Mual dan nyeri ulu hati dapat disebabkan oleh berbagai hal. Infeksi oleh bakteri dan virus merupakan penyebab utama terjadinya mual dan muntah. Selain faktor fisik, faktor psikologis pun memegangn peranan. Cemas, stress, dan bahkan senang juga dapat menyebabkan timbulnya nyeri ulu hati. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan timbulnya keluhan nyeri ulu hati adalah: Kecemasan sosial seperti pada saat anda pertama kali masuk kerja atau sekolah Rasa cemas saat anda harus menjadi pembicara di suatu acara atau rapat kantor Rasa stress atau takut yang dapat disebabkan oleh masalah keuangan, masalah di kantor, masalah dengan pasangan Merasa terlalu gembira pun dapat menyebabkan gangguan pada perut anda, seperti saat anda hendak menikah, lulus kuliah, atau bahkan berlibur   Emosi dan Efeknya Pada Tubuh Anda Emosi apapun yang anda rasakan, baik senang, sedih, marah, stress, bahagia, atau takut dapat membuat tubuh berespon secara berbeda-beda dan dapat terjadi secara tiba-tiba serta dalam waktu singkat. Contohnya di saat anda marah maka anda akan merasa berdebar-debar, peningkatan tekanan darah, dan pengeluaran adrenalin, demikian juga dengan sistem pencernaan anda. Seorang ahli mengatakan bahwa emosi berlebihan dapat menyebabkan tubuh anda bekerja secara berlebihan dan dengan demikian menyebabkan terjadinya gangguan sistem pencernaan, seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, dan diare.   Apa yang Dapat Saya Lakukan ? Segera periksakan diri anda ke dokter bila anda atau anak anda sering mengalami gangguan pencernaan seperti nyeri ulu hati atau mual untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi virus atau bakteri, refluks asam lambung, intoleransi laktosa, dan sembelit yang biasanya menyebabkan timbulnya nyeri ulu hati dan muntah pada anak-anak. Pada anak-anak yang lebih besar, nyeri ulu hati atau muntah juga dapat disebabkan oleh adanya rasa cemas atau stress seperti pada orang dewasa. Untuk itu, anda perlu memperhatikan kapan nyeri ulu hati timbul. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengatasi timbulnya nyeri ulu hati akibat stress atau cemas, yaitu: Tarik napas dalam-dalam Olahraga ringan seperti berjalan atau merenggangkan tubuh dapat membantu mengurangi stress pada tubuh anda dan mengurangi rasa senang yang berlebihan Meditasi juga dapat membantu anda merasa lebih tenang dan relaks Beristirahat sejenak dari pekerjaan atau kesibukan anda dapat membantu mengatasi rasa stress. Lakukanlah berbagai hal yang anda sukai seperti menonton televisi, membaca, atau bermain Menyemangati diri anda dengan berpikir positif dapat mengurangi rasa cemas Hubungi keluarga atau teman atau pasangan anda untuk mendapatkan dukungan Tidur siang dan waktu tidur yang cukup di malam hari juga dapat membuat tubuh anda terasa lebih relaks dan mengurangi stress Bila gejala memburuk, maka anda atau anak anda mungkin memerlukan pertolongan medis. Pertolongan medis ini dapat berupa pemberian cairan yang cukup, obat-obatan, atau perubahan gaya hidup. Penuhi Kebutuhan Cairan Anda Bila stress atau cemas membuat anda atau anak anda mual dan muntah, maka pemberian cairan merupakan suatu hal yang sangat penting. Tunggulah sekitar 30-60 menit setelah muntah sebelum mencoba memakan atau meminum apapun. Jangan paksakan diri anda atau anak anda untuk meminum banyak cairan sekaligus. Hal ini justru akan menimbulkan rasa mual dan akhirnya muntah. Minumlah air sedikit-sedikit tetapi sering, satu sendok makan setiap kalinya. Hindari mengkonsumsi makanan padat hingga 6 jam setelah muntah. Makanan dan Minuman Untuk Mengurangi Mual Banyak orang mengatakan bahwa teh atau jahe dapat mengatasi rasa tidak nyaman pada perut anda serta mengurangi rasa mual. Ketahuilah makanan atau minuman apa yang dapat meredakan rasa mual atau nyeri ulu hati pada anda dan anak anda. Obat-obatan Tanyakan pada dokter anda mengenai obat-obatan apa yang dapat anda gunakan untuk mengatasi mual dan nyeri ulu hati. Hindari Mencium Bau-bauan Berbagai bau-bauan kuat seperti bau masakan, asap rokok, dan parfum dapat membuat anda merasa lebih mual atau bahkan muntah. Menghindari bau-bauan ini dapat membantu mencegah muntah di saat anda mual. Perubahan Gaya Hidup Sembelit atau konstipasi dapat merupakan salah satu gejala stress baik pada anak maupun dewasa. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya tingkatkan konsumsi serat anda. Diare pun dapat merupakan gejala stress baik pada anak maupun dewasa. Pemberian probiotik dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut anda.   Sumber: webmd