Your browser does not support JavaScript!
 28 Oct 2019    16:00 WIB
Gangguan Kulit Pada Reumatoid Artritis
Reumatoid artritis merupakan suatu penyakit primer pada sendi. Akan tetapi, penyakit dan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ini juga dapat menyebabkan gangguan pada kulit, seperti peningkatan sensitivitas pada sinar matahari, ruam (bercak kemerahan) kulit, dan timbulnya suatu benjolan keras pada kulit.   Nodul Reumatoid Sekitar 20% penderita reumatoid artritis juga mengalami nodul reumatoid. Nodul ini merupakan suatu benjolan jaringan yang keras, berukuran seperti kacang, yang biasa timbul pada kulit di bagian atas tulang, seperti pada siku atau pergelangan kaki. Akan tetapi, benjolan ini juga dapat timbul pada organ dalam. Bagi beberapa orang, pemberian suntikan kortikosteroid dapat membantu mengurangi ukuran nodul. Bila nodul reumatoid mengalami infeksi atau terasa nyeri, maka tindakan pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat nodul. Jarang, nodul dapat menunjukkan adanya vaskulitis reumatoid (inflamasi pembuluh darah kecil dan sedang).   Ruam dan Luka Terbuka Pada Kulit Vaskulitis sering terjadi pada penderita reumatoid artritis. Pembuluh darah yang sering terkena adalah pembuluh darah arteri yang membawa darah bagi kulit, saraf, dan berbagai organ dalam. Jika pembuluh darah kecil yang membawa suplai darah ke kulit di sekitar ujung jari dan kuku terkena, maka dapat menyebabkan timbulnya lubang pada ujung jari atau luka kecil atau kulit tampak kemerahan di sekitar kuku. Jika pembuluh darah besar yang terkena, maka dapat menyebabkan timbulnya ruam kulit yang terasa nyeri, seringkali pada kaki. Pada keadaan yang berat, luka terbuka dapat timbul akibat terjadinya infeksi.   Efek Samping Obat Kulit Tampak Kemerahan Beberapa obat-obatan reumatoid artritis yang dapat menyebabkan timbulnya ruam pada kulit adalah: DMARDs (disease modifying anti rheumatoid drugs) seperti methotrexate, leflunomide, hidroksiklorokuin, sulfasalazine, dan minoksiklin. NSAID (obat anti inflamasi non steroid), seperti ibuprofen, naproxen, diklofenak, tolmetin, dan celecoxib. Ruam kulit dapat merupakan salah tanda alergi obat, oleh karena itu segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala tersebut. Tergantung pada jenis dan keparahan ruam yang timbul, dokter mungkin akan menurunkan dosis obat atau bahkan menghentikan penggunaan obat tersebut. Kadang diperlukan pemberian kortikosteroid atau antihistamin untuk mengatasi gejala ini. Mudah Memar Beberapa obat untuk reumatoid artritis dapat meningkatkan resiko terbentunya memar. Hal ini dapat disebabkan oleh penipisan kulit atau terganggunya proses pembekuan darah. Obat-obatan tersebut adalah kortikosteroid dan aspirin. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Sinar Matahari Beberapa obat-obatan reumatoid artritis yang dapat meningkatkan sensitivitas kulit pada sinar matahari adalah: DMARD, seperti siklosporin dan methotrexate NSAID, seperti diklofenak, diflunisal, ketoprofen, naproxen, dan piroxicam Hindarilah paparan sinar matahari secara langsung saat menggunakan obat-obatan di atas, terutama pada pukul 10.00-14.00, serta hindari teknik penghitaman kulit (tanning). Gunakanlah pakaian berlengan panjang, celana panjang, topi lebar, dan krim pelindung sinar matahari dengan SPF 30 serta anti UVA dan UVB saat beraktivitas di luar ruangan.   Sumber: webmd