Your browser does not support JavaScript!
 18 Feb 2019    18:00 WIB
Pacaran Lama Belum Diajak Nikah ? Ini Cara Buat Si Dia Mau Melamar Anda
Anda sudah pacaran cukup lama, usia Anda dengannya sudah cukup untuk menikah, sudah menghadiri beberapa kali acara pernikahan teman, namun dia tak kunjung melamar Anda. Apakah Anda pernah mengalami hal diatas? Bila iya, tentu sekarang Anda sedang merasa bimbang dan bertanya-tanya kapan dia akan melamar Anda, atau bahkan sudah ada desakan dari keluarga kapan dia melamar. Jangan merasa bimbang untuk Anda para wanita ada loh beberapa cara untuk membuat dia segera melamar Anda. Berikut cara yang dapat Anda ikuti: 1.      Sisipkan pembicaraan mengenai pernikahan Agar tidak terkesan berlebihan dan seakan memaksa, maka Anda bisa memulai pembicaraan yang lain, namun sisipkan pembicaraan mengenai pernikahan, seperti "teman aku baru saja menikah, terus mereka honey moon ke bali. Kalau kamu mau honeymoonnya kemana?" atau "wah si x cantik sekali dengan gaun pengantin ini, kalau aku maunya cocok ga ya pakai gaun pengantin???" Sisipan pembicaraan tentang pernikahan akan membuat dia mulai berpikir bahwa Anda memang sudah ingin menikah. 2.      Rencanakan perjalanan yang romantis Terkadang yang membuat belum melamar pasangannya, bukan berarti dia tidak menyukai pasangannya. Namun merasa belum menemukan momen yang tepat untuk melamar pasangannya. Jadi bila Anda ingin membuat dia melamar Anda, cobalah ajak kekasih Anda untuk melakukan perjalanan romantis. Rencanakan dari jauh hari, sehingga kekasih Anda memiliki waktu untuk memikirkan tempat tujuan liburan yang tepat untuk melamar. Anda tak perlu sebutkan tempatnya, biarkan dia yang memikirkannya. Meski dia tidak berniat melamar Anda, suasana romantis saat berlibur bisa membuat pikirannya mengarah untuk melamar. 3.      Perlihatkan bahwa Anda adalah calon istri ideal saat mencari pacar, mungkin pria tidak memiliki seleksi yang terlalu ketat. Namun untuk seorang istri maka dia akan memilih yang terbaik. Apabila sekarang ini Anda dan kekasih sudah melewati hari bersama-sama dengan bersenang-senang. Tunjukkanlah bahwa Anda memiliki sikap ideal untuk menjadi istri yang baik. Perlihatkan kepadanya bahwa Anda seorang wanita yang mandiri, memiliki karir yang baik namun juga bisa mengurus urusan rumah tangga seperti memasak dan memiliki sisi keibuan. Melihat sisi ideal Anda ini dijamin dia akan bersemangat untuk segera melamar Anda dan merasa Andalah yang dapat melengkapi kehidupannya. 4.      Membicarakan manfaat menikah Terkadang ada beberapa pria yang takut untuk menikah. Ketakutan akan terkekang, ketakutan akan kesulitan dalam membiayai keluarga nantinya dan mungkin banyak ketakutan lain. Oleh karena itu tidak ada salahnya bila Anda membicarakan manfaat menikah dengan kekasih, seperti dengan menikah akan membuat seseorang menjadi lebih bertanggung jawab, keuangan yang lebih stabil karena ada 2 orang yang bekerja, bisa menyimpan uang dan penggunaan dana yang lebih terarah. Terhindar dari dosa dan bisa melakukan hubungan intim yang sehat. Pembicaraan mengenai manfaat pernikahan akan membuat kekasih Anda sadar akan pentingnya sebuah pernikahan. 5.      Buat ia merasa kehilangan jika dia tidak menikahi Anda Terkadang seorang pria merasa "santai-santai" saja bila kekasihnya mau saja diajak pacaran lama. Namun bila Anda sebagai wanita bisa menunjukkan bahwa Anda adalah wanita hebat yang akan membuat pria merasa beruntung bila menikahi Anda. Dan mungkin saja ada banyak pria yang menantikan Anda untuk menjadi istrinya. Hal ini akan membuat pria seperti kebakaran jenggot dan akan merasa takut akan kehilangan. Jadi berikanlah waktu untuk kekasih Anda, bahwa Anda hanya bisa menunggu sampai waktu tertentu. Cara ini akan membuatnya segera berpikir untuk melamar Anda. Sebagai seorang wanita, wanita harus mampu menunjukkan bahwa Anda wanita yang hebat dan pantas untuk dijadikan istri. Jangan biarkan dia menggangap Anda tidak berarti. Cobalah ikuti cara diatas siapa tahu dia langsung melamar Anda. Baca juga: Pria Bukalah Mata Anda, Temukan Wanita Yang Tulus Mencintai Anda   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: wikihow
 19 Aug 2018    18:00 WIB
Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Pra Nikah
Sering orang bertanya apakah perlu melakukan pemeriksaan sebelum menjelang pernikahan. Pemeriksaan Pra Nikah atau sering disebut Medical Check Up Premarital.   Berikut adalah pembahasan mengenai MCU premarital. Manfaat pemeriksaan MCU premarital? Pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui kesehatan, terutama untuk mendeteksi adanya penyakit menular masing-masing pasangan dan keadaan yang dapat diturunkan serta mempengaruhi kesehatan janin. Dengan melakukan pemeriksaan premarital, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap masalah kesehatan terkait kesuburan dan kebugaran serta penyakit yang diturunkan. Pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan? Pemeriksaan darah lengkap Untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing pasangan secara umum. Merupakan deteksi awal adanya kemungkinan penyakit keturunan seperti Thalassemia adalah penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan biaya perawatan yang besar. Golongan darah + rhesus  Untuk mengetahui kecocokan golongan darah antara ibu dan golongan darah calon janin, yang apabila terjadi ketidakcocokan, secara alami si ibu akan menghasilkan antibodi yang menyerang darah janinnya, sehingga janin dapat mengalami kerusakan otak, jantung dan akibat fatal lainnya. Glukosa darah puasa Berguna untuk mendeteksi adanya penyakit kencing manis yang cenderung dapat diturunkan kepada janin dapat menimbulkan masalah selama persalinan. Selain itu penyakit kencing manis merupakan salah satu faktor yang mempegaruhi kesuburan Urin lengkap  Berguna untuk mengetahui adanya infeksi pada saluran kemih. HBsAg, Anti HCV Berguna untuk mengetahui adanya infeksi Hepatitis B dan Hepatitis C yang dapat ditularkan kepada pasangan melalui kotak fisik dan kepada bayi yang akan dikandung VDRL  Salah satu pemeriksaan untuk mendeteksi adanya penyakit menular seksual dan dapat mengakibatkan cacat dan kematina pada janin Pemeriksaan tambahan untuk pria (sperma analisa) Untuk mengetahui kualitas sperma (penentu kesuburan pria) Pemeriksaan tambahan untuk wanita (USG Ginekologi) Untuk mendeteksi adanya kelainan/ gangguan pada organ reprodusi wanita Kapan saat yang tepat untuk melakukan pemeriksaan MCU Premarital? Tidak ada batasan waktu yang pasti, namun pemeriksaan sebaiknya dilakukan enam bulan atau lebih sebelum pernikahan. Karena setiap pasangan punya waktu yang cukup untuk melakukan konsultasi dan memutuskan penanganan yang tepat terhadap penyakit yang diderita dan masalah yang ditemukan. 
 18 Aug 2018    18:00 WIB
Pro dan Kontra Seputar Sunat
Pro dan kontra seputar sunat atau sirkumsisi adalah perlu atau tidaknya sunat dilakukan. Apakah manfaat dan resiko tindakan sunat. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang menyebabkan timbulnya pro dan kontra seputar sunat, yaitu: Ketidakmampuan menarik kulit khatan agar menutupi seluruh glans penis saat baru lahir bukan merupakan indikasi tindakan sunat Sunat dapat mencegah terjadinya fimosis (ketidakmampuan menarik kulit khatan agar menutupi seluruh glans penis saat mencapai usia tertentu), parafimosis (ketidakmampuan untuk mengembalikan kulit khatan ke posisinya semula dan menyebabkan nyeri), dan balanopostitis (peradangan kepala penis dan kulit khatan) Sunat meningkatkan resiko terjadinya meatitis (peradangan pada lubang penis) Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya infeksi saluran kemih Sunat dapat menurunkan resiko terjangkit penyakit menular seksual dan menurunkan resiko penularan HIV Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker serviks pada pasangan seksual anda Sunat dapat menurunkan resiko terjadinya kanker penis Tidak ada indikasi khusus yang mengharuskan anda untuk melakukan sunat pada bayi anda yang baru lahir   Sunat dari Sudut Pandang Medis Penis merupakan sebuah organ berbentuk seperti tabung atau batang dengan ujung membulat, yang disebut dengan glans penis. Kulit yang menutupi glans penis disebut dengan kulit khatan. Kulit inilah yang akan diangkat pada saat proses sunat dilakukan. Sunat pada bayi baru lahir yaitu sebelum bayi berusia 2 bulan saat ini telah banyak dilakukan oleh para orang tua dengan mempertimbangkan berbagai manfaat dan resiko sunat. Kulit khatan biasanya tidak dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis pada bayi baru lahir (sekitar 96%). Pada saat anak mencapai usia 1 tahun, kulit khatan telah dapat menutupi sebagian glans penis, dan saat anak mencapai usia 3 tahun barulah kulit khatan dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis. Hal ini berarti bahwa, kulit khatan belum berkembang secara maksimal pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, kulit khatan yang tidak dapat ditarik untuk menutupi seluruh glans penis pada bayi baru lahir bukanlah indikasi dilakukannya sunat. Berdasarkan penelitian, terjadi penurunan angka penularan HIV pada pria yang telah disunat hingga 60% dibandingkan dengan pria yang tidak disunat. Baca juga: Menguak Misteri Sebenarnya dari Sunat  Sumber: medicinenet
 04 Nov 2017    15:00 WIB
Apa Saja Kesalahan Pria Dalam Pernikahan?
Kebanyakan pria tidak suka merengek atau mengeluh, tetapi para pria seringkali membuat kesalahan yang dapat menghancurkan kehidupan pernikahannya. Bahkan, banyak pria sering mengulangi kesalahan yang sama berulang kali. Hal ini dapat membuat anda dan pasangan anda merasa stress dan pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan anda. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin pernah anda lakukan dan bagaimana cara untuk mencegahnya. Kurang Berempati Empati adalah kemampuan untuk mengetahui dan merasakan perasaan orang lain. Empati merupakan salah satu hal penting dalam setiap hubungan. Pada umumnya, wanita mempunyai kemampuan yang lebih baik dalam menunjukkan rasa empati ini daripada pria. Para pria biasanya selalu berpikir bagaimana caranya menyelesaikan suatu masalah dan bukannya mendengarkan keluhan pasangannya. Misalnya, istri anda mengeluh bahwa anda kurang perhatian, di saat ini istri anda sebenarnya ingin anda lebih mengerti bagaimana perasaannya dan bukannya mendengarkan berbagai penjelasan anda.   Kurangnya Komunikasi dan Diskusi Membeli suatu barang mahal atau mewah seperti mobil tanpa terlebih dahulu mendiskusikannya dengan istri anda merupakan suatu kesalahan besar. Bahkan, berdasarkan suatu survei, wanita menganggap hal ini sebagai kesalahan tersering kedua setelah ketidaksetiaan yang seringkali menyebabkan perceraian. Banyak pria merasa bahwa mereka adalah kepala keluarga dan mereka berhak memutuskan segala sesuatunya tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu dengan pasangannya, sedangkan wanita seringkali merasa tidak dihargai bila anda melakukan hal ini. Memang benar pria adalah kepala keluarga, akan tetapi itu bukan berarti istri anda adalah bawahan anda yang harus menuruti semua kemauan suaminya. Istri anda adalah partner anda, dan tentu anda ingat pepatah yang mengatakan bahwa" di balik pria yang sukses terdapat istri yang hebat".   Kurangnya Kepuasan Dalam suatu pernikahan yang harmonis, tidak dapat dipungkiri bahwa kepuasan pasangan anda merupakan salah satu hal yang sangat penting. Banyak pria yang lupa bahwa wanita membutuhkan lebih dari sekedar sentuhan atau ciuman untuk membuat mereka terangsang. Anda mungkin merasa cukup, tetapi istri anda mungkin merasa kurang. Kurangnya kesadaran atau lupa tentang hal ini dapat menjadi suatu masalah yang serius dalam hubungan anda dengan istri anda. Perhatian yang anda berikan kepada istri anda akan membuat istri anda merasa dicintai dan dibutuhkan. Hal ini dapat lebih mudah membuat istri anda merasa terangsang. Berhubungan seksual dengan istri anda dapat membuat anda merasa lebih dekat dengan istri anda, tetapi istri anda juga membutuhkan perhatian anda untuk tetap merasa dekat dengan anda.   Kurang Mendengarkan Satu lagi kekurangan pria adalah kurang mau mendengarkan cerita atau keluhan istri anda. Mendengarkan tidak berarti anda hanya diam atau mengangguk saat mendengarkan cerita istri anda. Istri anda ingin agar anda juga menanggapinya, bukan dengan memberikan berbagai penyelesaian yang dapat dilakukan, yang memang juga diperlukan, tetapi istri anda mengharapkan anda juga dapat lebih tertarik, berempati, dan peduli dengan hal yang sedang ia ceritakan.   Kurang Terbuka Mengungkapkan bagaimana perasaan anda kepada pasangan anda bukanlah suatu hal yang memalukan dan tidak diperbolehkan. Banyak pria yang merasa malu atau takut dianggap lemah bila menangis atau mengakui ketakutannya di hadapan pasangannya. Akan tetapi, perlu anda ketahui bahwa wanita dapat lebih menghargai dan menyayangi anda bila anda mau bersikap terbuka kepadanya. Wanita tidak akan menganggap anda lemah bila anda merasa takut atau menangis di hadapan mereka, mereka dapat merasa bahwa anda mempercayai mereka dan membutuhkan mereka. Hal ini dapat membuat anda dan istri anda mempunyai hubungan yang lebih dekat dan intim.   Merasa Berkuasa Menjadi pria bukan berarti anda lebih berkuasa. Akan tetapi, banyak pria yang tidak mengerti hal ini. Banyak pria yang berusaha mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan menjadi diktator. Bila anda melakukan hal ini, istri anda dapat pergi meninggalkan anda. Anda tidak perlu menjadi diktator untuk mendapatkan apa yang anda inginkan dan dihargai. Bila anda menghargai, menyayangi, dan memperhatikan istri anda, maka istri anda juga akan melakukan hal yang sama kepada anda. Suatu pernikahan merupakan suatu hubungan timbal balik seumur hidup antara suami dan istri, maka perlakukanlah istri anda sebagaimana anda ingin diperlakukan, dengan demikian pernikahan yang harmonis bukan tidak mungkin terwujud. Tidak ada hubungan yang tidak melalui kesulitan dan pertengkaran, akan tetapi bagaimana hubungan tersebut dapat terus bertahan tergantung pada bagaimana kita bersikap dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.
 16 Apr 2017    08:00 WIB
Pesta Pernikahan Gambarkan Kehidupan Pernikahan Anda Lho!
Pada zaman sekarang ini, bisnis pernikahan tampaknya sedang maju. Pesta pernikahan saat ini tampaknya semakin hari semakin mahal saja, mulai dari biaya fotografer yang cukup tinggi hingga biaya sewa tempat acara yang sangat mahal. Akan tetapi, apakah semua kemewahan tersebut benar-benar diperlukan? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di the University of Virginia, para peneliti menemukan bahwa semakin mewah dan semakin formal pesta pernikahan sepasang kekasih, maka pasangan tersebut pun cenderung akan hidup lebih bahagia ke depannya dibandingkan dengan pasangan yang hanya melangsungkan sebuah pesta pernikahan sederhana. Pada penelitian ini, para peneliti mengamati sekitar 418 pasangan suami istri yang baru saja menikah dan menganalisa hubungan antara bagaimana pesta pernikahan mereka dengan kualitas pernikahan mereka. Hal pertama yang ditemukan oleh para peneliti adalah semakin besar dan mewah pesta pernikahannya, maka pasangan pengantin baru itu pun semakin bahagia. Hampir sebagian pasangan yang mengundang lebih dari 150 orang tamu mengatakan bahwa mereka bahagia dengan kehidupan pernikahan mereka. Hal ini berbeda dengan pasangan yang melangsungkan pesta pernikahan yang lebih sederhana dengan hanya mengundang sekitar 51-149 orang tamu, di mana hanya sekitar 37% pasangan tersebut mengaku bahagia dengan pernikahannya. Sementara itu, pada pasangan yang hanya mengundang 50 orang tamu atau kurang pada pesta pernikahannya, para peneliti menemukan bahwa hanya 31% di antara pasangan tersebut yang merasa cukup bahagia dengan pernikahannya. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa semakin formal pesta pernikahan yang dilakukan oleh sepasang kekasih, maka mereka pun merasa semakin bahagia seiring dengan berlalunya waktu. Yang dimaksud dengan formal di sini adalah bukan pernikahan yang tak direstui alias kawin lari atau hanya mencatatkan pernikahan di catatan sipil tanpa melangsungkan pesta. Mengapa demikian? Para peneliti menduga hal ini dikarenakan pasangan kekasih tersebut secara tidak sadar ingin membuktikan bahwa kehidupan pernikahan mereka sama hebat dan romantisnya dengan pesta pernikahan yang telah mereka gelar sebelumnya. Akan tetapi, bukan berarti Anda harus melangsungkan suatu pesta pernikahan besar dan mewah bila Anda ingin rumah tangga Anda awet. Hal ini dikarenakan adanya beberapa keterbatasan di dalam penelitian ini, diantaranya adalah jumlah peserta penelitian yang kecil dan hasil penelitian ini hanya menemukan adanya hubungan antara pesta pernikahan dan kualitas pernikahan, bukan hubungan sebab akibat.   Baca juga: Apa Hubungan Antara Cincin Pertunangan Dengan Kehidupan Pernikahan Anda?   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: womenshealthmag
 21 Sep 2016    15:00 WIB
Menikah Membuat Jantung Anda Lebih Sehat
Ternyata pernikahan tidak hanya mempengaruhi keadaan mental atau psikologis anda, tetapi juga kesehatan tubuh anda, terutama jantung anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa memiliki pasangan (menikah) dapat menurunkan resiko terjadinya penyakit jantung sebanyak 5%. Orang yang telah menikah memiliki seseorang yang dapat membantu mereka untuk memiliki diet yang lebih sehat dan seimbang, makan secara teratur, berolahraga secara teratur, membantu menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol. Pasangan anda dapat menjadi penghibur bagi setiap tekanan dan stress dalam kehidupan anda. Walaupun pertengkaran pasti pernah terjadi pada setiap pasangan, akan tetapi mengetahui bahwa anda memiliki orang yang memperhatikan dan mengkhawatirkan anda dapat membuat anda merasa lebih baik. Pasangan anda pun dapat membantu mengingatkan berbagai pemeriksaan kesehatan dan janji temu dengan dokter anda. Selain itu, pasangan anda pun dapat menyadari ada sesuatu yang salah pada diri anda, bahkan sebelum anda menyadari ada yang salah pada diri anda. Hubungan antara pernikahan dan menurunnya resiko penyakit jantung dan pembuluh darah terutama terlihat saat anda berusia kurang dari 50 tahun. Akan tetapi, hal ini juga tergantung pada siapa yang anda nikahi. Hal ini berarti tidak semua orang yang telah menikah dapat memperoleh manfaat ini. Pasangan yang bahagia akan kehadiran masing-masing akan memiliki kesehatan mental dan fisik yang lebih baik dibandingkan dengan pasangan lainnya yang tidak terlalu bahagia. Selain itu, pernikahan yang baik dan bahagia pun dapat membantu menjaga kesehatan anda di masa tua. Baca juga: Kabar Gembira, Sikap Saling Mencintai Akan Membuat Jantung Makin Sehat!!! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarangSumber: aol
 02 Nov 2015    20:00 WIB
9 Tanda Si Dia Adalah Sang “Mr. Right”
Orang tua Anda telah meminta Anda untuk segera menikah, tetapi Anda masih bingung apakah si dia memang orang yang tepat bagi Anda? Bila ya, maka cobalah lihat 9 tanda di bawah ini yang menunjukkan apakah pasangan Anda memang merupakan orang yang tepat bagi Anda.   1.      Ia Tidak Marah Saat Anda Memberitahu Jumlah Hutang Anda Saat Anda memberitahu si dia bahwa Anda telah terlibat suatu masalah besar, misalkan Anda ternyata memiliki banyak hutang kartu kredit dan si dia tidak menjauh, diam, atau bahkan marah; maka hal ini menunjukkan bahwa ia merupakan seseorang yang cukup dewasa dan berpikiran terbuka. Kedua hal ini sangatlah penting bila Anda sedang mencari seorang pria untuk dijadikan suami. Seorang pria yang ingin Anda jadikan suami adalah seseorang yang dapat menerima semua masalah yang sedang Anda hadapi dan selalu ada di samping Anda.   2.      Ia Memperbolehkan Anda Pergi Bersama Teman-teman Wanita Anda Hal lainnya yang merupakan pertanda bahwa si dia adalah orang yang tepat bagi Anda adalah Anda tidak pernah merasa bersalah saat Anda berpergian bersama teman-teman Anda karena si dia juga mendukung Anda untuk melakukan hal ini.   Baca juga: Tips Mengatasi Pertengkaran Dalam Pernikahan   3.      Ia Selalu Mencari Tahu Hal Baru Tentang Anda Anda telah menjalin hubungan asmara cukup lama dengannya, tetapi setiap kali Anda bertemu dengannya, si dia dan Anda tetap memiliki banyak hal untuk dibicarakan. Si dia tentunya telah mengetahui berbagai hal yang Anda sukai dan tidak Anda sukai, akan tetapi si dia tetap saja berusaha untuk mencari tahu berbagai hal mengenai diri Anda, seperti apa impian Anda dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa si dia masih terus berusaha untuk lebih mengenal dan memahami diri Anda.   4.      Ia Mau Berbaur Dengan Teman-teman Anda Saat si dia dan Anda memutuskan untuk melanjutkan hubungan asmara Anda ke tingkat yang lebih lanjut, maka baik Anda maupun pasangan harus sama-sama belajar untuk berbaur dan berteman dengan sahabat masing-masing.   5.      Ia Dapat Diajak Berbicara Walaupun Sedang Bertengkar Jika Anda berencana untuk menghabiskan sisa hidup Anda bersama dengan si dia, pastikan ia merupakan orang yang tetap dapat diajak berdiskusi, di saat sulit sekalipun. Artinya adalah carilah seseorang yang tidak akan pergi meninggalkan Anda saat Anda dan si dia sedang menghadapi suatu masalah. Hal ini menunjukkan bahwa si dia dapat memegang komitmennya dan telah cukup dewasa, kedua hal ini merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan pernikahan. Jadi, bila pasangan Anda tetap ada di samping Anda dan berusaha menyelesaikan permasalahan yang ada di antara kalian, serta tidak kabur atau menyendiri atau malah mematikan telepon genggamnya; maka si dia adalah orang yang tepat untuk diajak menikah.   6.      Ia Mau Diajak Menonton Film “Wanita” Sebuah penelitian menemukan bahwa saat sepasang kekasih atau suami istri menonton suatu film komedi romantis bersama, maka mereka biasanya memiliki hubungan yang kuat. Para peneliti menemukan bahwa pasangan yang menonton film komedi romantis bersama dan membahasnya justru lebih jarang bercerai dibandingkan pasangan lain yang tidak melakukannya.   7.      Ia Sangat Mendukung Kesetiaan Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang yang pernah berselingkuh memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kembali berselingkuh, yaitu hingga 3.5 kali lipat. Hal ini bukan berarti pasangan yang pernah berselingkuh tidak cukup layak untuk dinikahi, tetapi hal ini berarti bahwa Anda dan pasangan harus membicarakan mengenai masalah kesetiaan ini dengan lebih serius.   8.      Semua Temannya Telah Menikah Jika Anda sering pergi ke berbagai acara pernikahan teman-temannya, maka hal ini dapat berarti bahwa si dia mungkin juga telah memikirkan hal yang sama. Jika semua teman-temannya telah menikah, maka hal ini dapat membantu menghilangkan rasa takut dari dalam dirinya.   9.      Anda Merasa Dialah “Mr. Right” Anda Anda mungkin telah membaca berbagai hal di atas, tetapi hal yang paling menentukan sebenarnya adalah insting Anda sendiri. Berdasarkan pada sebuah penelitian, bila Anda merasa bahwa si dia adalah orangnya, maka hal ini dapat menunjukkan betapa kuat jalinan hubungan asmara antara Anda dengan si dia.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang .   Sumber: womenshealthmag
 28 Oct 2015    09:00 WIB
Sebelum Nikah, Coba Bicarakan Hal Ini Dengan Pasangan
Jatuh cinta adalah sebuah perasaan yang indah, namun untuk bertahan membutuhkan sebuah perjuangan Setiap pasangan memerlukan kemampuan berkomunikasi untuk dapat terus mempertahankan hubungan. Terlebih lagi untuk Anda yang ingin menjalani hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan. Agar pernikahan Anda selalu langgeng atau beberapa hal yang harus Anda bicarakan dengan pasangan. Terkadang banyak pasangan yang merasa enggan untuk membicarakan hal yang sifatnya terlalu pribadi. Padahal ini penting untuk langgengnya hubungan pernikahan Anda dengan pasangan. Berikut adalah lima topik yang harus diskusikan dengan pasangan sebelum mengikat janji sehidup semati: 1.      Uang Bagaimana cara Anda berdua dalam mengelola keuangan? Siapa yang akan membayar tagihan?  Siapa yang akan mengelola keuangan? Apakah memiliki tabungan bersama? Apakah memegang uang masing-masing? Bagaimana rencana pengeluaran? Apakah akan hidup sederhana atau lebih royal? Aset apa saja yang dimiliki? Berapa gaji yang di dapat? Apakah ada pekerjaan tambahan? Uang adalah topik besar yang harus dibicarakan antar pasangan. Jangan sampai Anda berdua mengabaikan hal ini dan kemudian menyesal. Karena banyak pasangan yang bercerai karena masalah yang satu ini. 2.      Anak Berapa banyak anak yang ingin Anda berdua miliki? Bagaimana cara merawat mereka? Siapa yang mengurus mereka nantinya? Apakah Anda dan pasangan bergantian dalam menjaga anak? Seperti apa gaya Anda sebagai orang tua nantinya? Pendidikan apa yang akan ditempuh anak? Bagaimana cara menjaga kedisplinan anak? Apa yang akan Anda berdua lakukan bila banyak hal yang diinginkan pada anak namun tidak tercapai? Anak juga merupakan hal yang penting untuk dibahas, karena salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah memiliki penerus dalam keluarga. Anak adalah anugerah, namun bisa menjadi masalah untuk hubungan pernikahan bila tidak berjalan dengan baik. 3.      Kerja dan Karir Apakah Anda berdua akan bekerja? Jam kerja seperti apa? Apakah tidak apa-apa bila hanya Anda atau pasangan yanng bekerja? Apabila Anda atau pasangan ditawarkan kesempatan berkarir di lokasi yang jauh dari keluarga, apakah Anda akan mengikutinya? Seperti apa tingkat ambisi Anda dalam mencapai puncak karir, sama atau berbeda/ Apakah ada masalah apabila ambisi tersebut berbeda? Apabila sama, apakah akan menyebabkan persaingan di antara Anda berdua dan bagaimana Anda mengatasi hal ini? Kerja dan karir adalah bagian penting dan besar dalam hidup Anda, karena hampir kebanyakan orang menghabiskan waktunya di tempat kerja, sehingga sangat penting bagi Anda berdua memahami hal ini dan hasilnya nanti untuk kehidupan Anda bersama di masa depan. 4.      Seks dan Keintiman Apakah Anda atau pasangan pernah berhubungan seks sebelumnya? Apakah seks merupakan hal yang sangat penting atau tidak? Apakah Anda atau pasangan memiliki masalah dalam fantasi seksual? Perlukan Anda dan pasangan memamerkan hubungan Anda berdua ke publik? Meski hubungan seks adalah salah satu masalah yang sering tabu untuk dibicarakan. Namun hal ini merupakan hal yang sangat penting. Dalam berhubungan seks maka Anda dan pasangan dapat menyampaikan perasaan dan menunjukkan cinta kasih yang dimiliki. Sehingga Anda dan pasangan bisa mengatakan apa yang diinginkan dan tidak diinginkan mengenai hubungan seks. Sehingga antar dan pasangan akan ada kejujuran dan tidak ada rasa keterpaksaan. 5.      Kebiasaan buruk Apakah Anda merokok, peminum alkohol ataukah sering berjudi? Bila iya, apakah hal ini menjadi masalah untuk Anda dan pasangan? Apakah Anda atau pasangan memiliki gangguan kesehatan mental atau penyakit keturunan? Kebiasaan buruk lain apa yang sering dilakukan? Jangan menganggap remeh mengenai kebiasaan buruk karena terkadang sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah sejak lama dilakukan oleh seseorang. Ketika Anda memberikan begitu banyak pertanyaan pada pasangan. Usahakan untuk melakukan di tempat dan suasana yang memadai. Karena dalam hal ini dibutuhkan kejujuran dan kemampuan untuk menerima kenyataan dari setiap jawaban yang ada, meski hal ini pahit. Semua pembicaraan yang Anda lakukan ini bukan untuk memicu pertengkaran namun untuk mendapatkan jawaban dan solusi yang terbaik untuk Anda dan pasangan. Baca juga: Ingin Menikah? Baca dulu Hal-hal berikut! Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: yourtango