Your browser does not support JavaScript!
 27 Mar 2019    08:00 WIB
Berbagai Jenis Eksim Sesuai Dengan Gejalanya
Eksim atau disebut juga dengan dermatitis merupakan suatu proses inflamasi atau peradangan pada kulit. Terdapat berbagai jenis eksim, akan tetapi setiap jenis eksim tersebut biasanya menimbulkan beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Rasa gatal yang dapat sangat hebat. Sebagian besar kerusakan kulit pada penderita eksim terjadi akibat garukan Kulit bersisik Kulit kemerahan Adanya lepuhan pada kulit yang dapat pecah dan membentuk koreng atau borok Kulit pecah-pecah, yang biasa ditemukan pada keadaan berat dan seringkali terasa sangat nyeri Tergantung pada penyebabnya, eksim dapat kambuh dan menyebabkan berbagai gejala berat, akan tetapi dapat pula menjadi suatu gangguan kronik dengan gejala ringan.   Dermatitis Atopik Merupakan jenis eksim yang paling sering terjadi dan sering mengenai orang yang: Menderita asma atau alergi terhadap serbuk sari bunga Memiliki anggota keluarga yang menderita eksim, asma, atau alergi serbuk sari Gangguan pada lapisan kulit sehingga mengganggu kelembaban kulit dan memudahkan bakteri masuk ke dalamnya Dermatitis atopik biasanya mulai timbul saat bayi atau anak-anak, akan tetapi dapat pula mengenai orang dewasa. Dermatitis atopik seringkali mengenai kulit wajah, tangan, kaki, siku bagian dalam, dan lutut bagian belakang. Seiring dengan berlalunya waktu, garukan dapat membuat kulit menjadi tebal dan kemerahan. Selain itu, garukan juga dapat menimbulkan luka pada kulit yang dapat terinfeksi. Berbagai zat yang dapat mengiritasi kulit dan memperburuk gejala dermatitis atopik adalah sabun, baju berbahan kasar, berbagai zat pembersih rumah tangga. Berbagai jenis makanan, serangga, atau alergen lainnya juga dapat memperburuk gejala. Berbagai pengobatan bagi dermatitis atopik adalah: Lubrikasi atau pelembab kulit Salep steroid Obat yang berfungsi untuk menekan reaksi sistem kekebalan tubuh Antibiotika untuk mengobati infeksi Sinar ultraviolet atau psoralen   Dermatitis Kontak Terdapat dua jenis dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. Eksim jenis ini biasanya terjadi setelah zat tertentu seperti berbagai zat kimia dan terlalu sering mencuci tangan, merusak lapisan kulit. Dermatitis kontak iritan dapat terjadi setelah menyentuh iritan kuat satu kali atau paparan terhadap bahan iritan beberapa kali. Zat-zat yang dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan adalah nikel, kosmetik, dan racun ivy. Tangan merupakan bagian tubuh yang paling rentan terhadap dermatitis kontak. Setiap orang dapat menderita dermatitis kontak walaupun tidak menderita dermatitis atopik. Pengobatan bagi dermatitis kontak iritan adalah dengan pemberian pelembab dan penggunaan obat golongan steroid. Sedangkan penanganan bagi dermatitis kontak alergika adalah dengan pemberian obat golongan steroid. Antibiotika mungkin diperlukan bagi kedua jenis dermatitis kontak ini bila terjadi infeksi pada kulit. Menghindari kontak dengan iritan atau alergen merupakan langkah pencegahan yang terpenting. Penggunaan sarung tangan dapat membantu tangan berkontak dengan bahan iritan atau alergen.   Dermatitis Dishidrotik Eksim ini mengenai kaki dan tangan. Penyebabnya tidak diketahui. Gejala awalnya berupa rasa gatal berat. Dapat terbentuk lepuhan yang kemudian akan mengering dan membentuk bercak bersisik. Kadang-kadang kulit tangan atau jari menjadi pecah dan dalam. Dermatitis dishidrotik dapat menjadi kronik dan sangat nyeri. Pengobatannya berupa kompres dingin atau hangat, obat golongan steroid yang dioleskan paa kulit atau diminum, dan psoralen yang dikombinasikan dengan sinar ultraviolet A.   Dermatitis Numular Sering mengenai baik pria maupun wanita. Pada pria, gejala pertama biasanya baru timbul pada usia pertengahan 50 tahun. Pada wanita, gejala pertama biasanya mulai timbul pada saat remaja atau dewasa muda. Dermatitis numular menyebabkan timbulnya suatu bercak kemerahan berbentuk seperti koin, yang sering muncul pada kaki, punggung tangan, lengan atas, punggung bawah, dan pinggul. Penyebabnya tidak diketahui, akan tetapi terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan resiko terjadinya dermatitis ini, yaitu: Udara dingin dan kering Paparan terhadap formaldehida Paparan terhadap nikel Pengobatan bagi dermatitis numular biasanya diawali dengan perlindungan kulit terhadap garukan atau cedera lainnya. Dianjurkan agar anda mandi dengan air hangat dan gunakanlah pelembab setelah mandi. Oleskanlah salep steroid pada bercak. Obat steroid ini dapat juga diberikan melalui mulut (pil) atau suntikan. Bila terjadi infeksi, maka dokter akan memberikan antibiotika.   Neurodermatitis Penderita eksim jenis ini biasanya mengalami iritasi pada kulit yang seringkali digaruk olehnya karena kebiasaan. Neurodermatitis biasanya mengenai bagian punggung, bagian samping atau belakang leher, kemaluan, kulit kepala, pergelangan tangan dan kaki, serta bagian dalam dan belakang telinga. Pada neurodermatitis, kulit yang teriritasi dapat menebal dan terbentuk kerutan yang sangat dalam. Selain itu, juga sering terjadi infeksi pada bagian kulit yang terkena. Pengobatan utama bagi neurodermatitis adalah berhenti menggaruk. Penggunaan steroid dapat membantu mengurangi gejala. Bila neurodermatitis mengenai kulit kepala, maka diperlukan penggunaan obat steroid oral.   Dermatitis Seboroik Dermatitis seboroik atau ketombe biasanya terjadi pada kulit kepala, terutama pada bayi. Pada orang dewasa, selain kulit kepala dermatitis ini juga dapat mengenai alis mata, hidung bagian samping, bagian belakang telinga, kemaluan, dan bagian tengah dada. Dermatitis seboroik menyebabkan kulit mengelupas dalam bentuk serpihan. Hal ini dapat disebakan oleh pertumbuhan berlebihan dari jamur yang memang normal berada pada bagian kulit tersebut atau dapat pula disebabkan oleh pertumbuhan dan pengelupasan kulit kepala secara berlebihan. Pengobatan dermatitis ini sulit bagi orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh seperti pada penderita AIDS. Selain itu, pengobatannya juga tergantung pada usia penderita. Pengobatan yang dapat dilakukan berupa: Penggunaan shampo yang mengandung asam salisilat, selenium sulfat, seng pirition, atau ter Obat anti jamur atau lotion steroid yang dioleskan pada daerah kulit yang terkena   Dermatitis Stasis Eksim jenis ini dapat terjadi apabila pembuluh darah vena pada kaki bagian bawah tidak dapat mengembalikan darah ke jantung dengan benar. Dermatitis ini dapat terjadi secara tiba-tiba, dan menyebabkan kulit menjadi kering, yang lama-kelamaan dapat menyebabkan terbentuknya noda kecoklatan pada kulit. Pengobatan dermatitis stasis adalah dengan pemberian salep steroid, pelembab pada kulit, kompres pada kulit untuk menjaga kelembaban kulit, antibiotika bila terjadi infeksi, dan mengangkat kaki.   Sumber: webmd