Your browser does not support JavaScript!
 01 Jan 2019    11:00 WIB
Kenali 6 gejala medis yang berbahaya (part 1)
Tubuh Anda mengeluarkan sinyal-sinyal untuk memperingatkan anda jika tubuh anda bermasalah. Terkadang tanda-tanda yang dikeluarkan bukanlah suatu hal yang serius. Contohnya, sebagian besar gejala sakit kepala berasal dari stress, kurang tidur, dehidrasi, mata lelah, kekurangan kafein dan gejala-gejala sepele lainnya.   Tetapi sakit kepala yang menyerang tiba-tiba dan menusuk kepala dapat berarti adanya perdarahan di otak. Mampu mengenal gejala-gejala serius dan menghubungi Unit Gawat Darurat secepatnya dapat menyelamatkan hidup anda.   Pada artikel ini gejala akan kami pisahkan menjadi 2 bagian. Berikut ini adalah  gejala penting yang harus anda ketahui 1. Kelemahan tangan atau kaki, kesemutan, rasa kebas, kebingungan, pusing, penglihatan ganda, bicara pelo, sulit berkata-kata, kelemahan terutama pada satu sisi tubuh atau satu sisi wajah. Tanda-tanda diatas merupakan tanda serangan stroke, dimana pembuluh darah arteri yang mengalirkan oksigen ke otak mengalami hambatan atau pecah, menyebabkan kematian jaringan otak Gejala-gejala yang muncul tergantung dari area otak yang terkena. Jika Pembuluh darah besar yang tersumbat, maka akan mengenai area otak yang luas, sehingga akan menyebabkan kelumpuhan salah satu sisi tubuh dan kehilangan fungsi-fungsi tubuh lainnya seperti berbicara dan mengerti pembicaraan. Jika pembuluh darah kecil yang terkena, kelumpuhan terbatas hanya pada tangan atau kaki atau hanya kelumpuhan di wajah Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut, hubungi Gawat Darurat segera untuk mendapat tindakan gawat darurat seperti melarutkan sumbatan di pembuluh darah, tindakan ini perlu dilakukan dalam 3 jam setelah gejala dimulai, tetapi pengobatan yang terbaru mempunyai rentang waktu yang lebih lama. Time is brain. Waktu berperan penting dalam penanganan stroke. Semakin cepat pengobatan berpotensial menghentikan kematian jaringan otak sebelum terjadi kematian otak permanen 2. Nyeri dada. Nyeri menjalar ke tangan, rahang atau leher, keringat dingin, rasa lelah yang ekstrim, mual, muntah, merasa akan pingsan, sesak nafas Gejala-gejala diatas adalah tanda dari serangan jantung. Jika anda mengalami gejala-gejala diatas segera hubungi Gawat Darurat. Mengunyah tablet aspirin sangat disarankan untuk mencegah kerusakan otot jantung ketika terjadi serangan jantung. Tetapi harus diketahui apakah ada alergi terhadap aspirin atau tidak. Tidak setiap orang yang mengalami serangan jantung merasakan nyeri dada atau tekanan atau terasa penuh. Beberapa orang, terutama wanita, orang lanjut usia dan penderita diabetes tidak merasakan nyeri dada dalam serangan jantung. Penting untuk kita mewaspadai serangan jantung tanpa nyeri dada, gejala-gejala meliputi kelemahan, nyeri kepala mendadak, berdebar-debar, sesak nafas, berkeringat dingin, mual dan muntah. 3. Kelemahan dan nyeri pada kaki bawah, nyeri dada, nafas pendek-pendek, muntah darah, batuk darah Gejala-gejala diatas berpotensi menunjukkan adanya bekuan darah di kaki anda, terutama jika tanda-tanda muncul setelah anda duduk dalam waktu yang cukup lama, misalnya dalam perjalanan jauh menggunakan pesawat. Gejala ini juga bisa muncul saat bedrest lama setelah tindakan operasi. Darah seperti berada di kolam saat anda sedang duduk atau berbaring dalam jangka waktu yang lama, berlawanan keadaannya saat anda berdiri atau berjalan. Jika bekuan darah terbentuk di kaki anda, betis anda akan membengkak, terasa nyeri dan terasa kenyal saat disentuh. Jika anda tiba-tiba anda mengalami nyeri dada atau sesak nafas, kemungkinan besar ada bekuan darah yang pecah dan berjalan sesuai aliran darah hingga sampai ke paru-paru. Ini merupakan kondisiyang mengancam jiwa, jadi jika anda mengalami gejala-gejala diatas, jangan tunda untuk menghubungi gawat darurat segera. Sumber : webmd