Your browser does not support JavaScript!
 18 Jan 2020    16:00 WIB
Manfaat Jahe untuk Kesehatan Anda
Jahe sangat dikenal karena aromanya yang sangat kuat. Jahe juga merupakan rempah-rempah yang sangat umum digunakan di Indonesia. Tetapi selain untuk menyedapkan makanan, jahejuga dapat digunakan untuk bahan obat herbal karena memiliki kandungan terapetik yang mujarab. Jahe dapat digunakan sebagai pengobatan anti muntah, anti kanker, anti inflamasi, penahan rasa sakit, antioksidan dan obat alergi. Berikut adalah kegunaan jahe untuk kesehatan: Mengurangi mual dan muntahPenelitian mengatakan jahe dapat mengobati sensasi mual, sehingga jahe banyak digunakan untuk mengatasi morning sickness, mabuk laut dan kemoterapi. Kunyahnya sepotong kecil jahe untuk mengurangi rasa mual dan rasakan perubahannya. Memperbaiki pencernaanJahe juga dapat memperbaiki penyerapan nutrisi di usus, memecah protein dan melancarkan pencernaan. Jahe juga dapat mencegah terjadinya luka di saluran pencernaan. Mengobati sakit kepalaAir perasan jahe dapat mengatasi sakit kepala. Hancurkan jahe dan rebus ke dalam air. Saring kemudian minumnya air rebusan tersebut selagi hangat. Mengobati flu dan pilekJahe merupakan bahan yang aling efektif untuk mengatasi flu dan pilek karena jahe mengandung antihistamin. Minumlah air perasan jahe yang dicampur madu untuk mengobari tenggorokan yang gatal. Anda juga dapat meminum teh jahe untuk memperlancar hidung yang tersumbat dan tenggorokan yang sakit. Meredakan nyeri menstruasiJahe dapat meredakan nyeri akibat menstruasi jika diminum saat awal menstruasi berlangsung. Jahe juga diketahui dapat mengurangi gejala kram perut dan kembung yang berhubungan dengan menstruasi.Sumber: healthmeup
 26 Sep 2019    18:00 WIB
Tips Mengatasi Mual dan Muntah Saat Hamil Muda
Mengatasi Mual saat hamil, terutama saat hamil muda, hendaknya dilakukan sebaik mungkin, walaupun mual saat hamil (morning sickness) merupakan hal yang lumrah dialami oleh wanita hamil. Kondisi ini biasanya dialami di trimester pertama dalam kehamilan, dan akan hilang dengan sendirinya saat memasuki trimester kedua dan ketiga. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual-muntah pada ibu hamil, agar tidak menimbulkan masalah pada ibu dan janinnya, serta tidak mengganggu aktivitas Anda.Mual dan muntah yang berlebihan akan membuat ibu dan janin menjadi kekurangan gizi. Maka mual dan muntah ini harus dikurangi,Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi mual ini adalah: 1. Ubah kebiasaan makan.Pada kondisi hamil awal, biasanya ibu hamil akan sulit makan karena rasa mual. Agar tak kekurangan nutrisi, jangan makan sekaligus dalam porsi yang besar, tapi cobalah untuk makan sedikit-sedikit dalam porsi kecil namun sering. "Sehingga dalam sehari bisa makan 4-5 kali sehari, dalam porsi kecil. Hal ini untuk mencegah perut kosong dan mempertahankan kestabilan kadar gula darah," tukas dokter ini.2. Konsumsi gizi seimbang.Ketika hamil, makanlah banyak makanan yang tinggi karbohidrat, dan tinggi protein. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur sebagai pelengkap gizi seimbang.3. Bergerak perlahan.Biasakan untuk bergerak perlahan, dan hindari bergerak dengan gerakan refleks dan cepat. Saat bangun pagi, jangan terburu-buru untuk bangun dan berdiri. Duduklah sebentar dan bersandar pada tempat tidur. Setelah beberapa saat, baru bergerak perlahan dan berdiri.4. Siapkan camilan.Bila merasakan mual saat bangun pagi, siapkan camilan seperti biskuit yang menjadi favorit Anda di dekat tempat tidur. Hal ini akan menghindari perut Anda kosong.5. Hindari makanan tertentu.Ketika hamil, biasanya penciuman akan menjadi lebih sensitif. "Sehingga bila ada bau tertentu akan merangsang rasa mual. Tetapi hal ini berbeda-beda setiap orangnya," tambahnya. Untuk menghindari rasa mual dan muntah, hindari makanan yang berbau tajam, rokok, dan bau yang menyengat lainnya.6. Minum jahe. Selain berfungsi sebagai penghangat badan, jahe juga berfungsi untuk meredakan rasa mual yang diderita ibu hamil. Jika merasa mual, minum saja rebusan jahe sebanyak 250-300 mg sekali minum.7. Konsumsi suplemen.Sampai sekarang, banyak suplemen yang dijual untuk mengurangi rasa mual ketika hamil. Namun, untuk mengurangi mual, konsumsilah suplemen yang mengandung vitamin B6.
 03 Aug 2019    16:00 WIB
Berbagai Efek Samping Kemoterapi yang Perlu Diketahui
Memang benar bahwa kemoterapi dapat mengobati berbagai jenis kanker dengan cukup efektif. Akan tetapi, seperti berbagai jenis obat lainnya, kemoterapi seringkali menyebabkan terjadinya berbagai jenis efek samping.Efek samping yang terjadi dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis kanker, lokasi, jenis obat, dosis obat, dan keadaan kesehatan Anda secara keseluruhan. Mengapa Kemoterapi Menimbulkan Efek Samping?Kemoterapi bekerja pada sel-sel tubuh yang aktif. Sel-sel tubuh yang aktif adalah sel-sel yang bertumbuh dan membelah diri. Sel-sel kanker merupakan sel aktif, tetapi begitu pula dengan sel-sel tubuh yang sehat.Sel-sel tubuh sehat yang termasuk sel-sel aktif adalah sel-sel di dalam darah, mulut, saluran pencernaan, dan folikel rambut. Efek samping terjadi saat kemoterapi merusak sel-sel aktif yang sehat ini. Apakah Efek Samping Kemoterapi Bisa Diobati?Bisa. Dokter Anda biasanya akan membantu Anda mencegah atau mengobati berbagai efek samping yang timbul. Selain itu, dokter Anda mungkin akan memberikan kombinasi obat atau menggunakan cara pengobatan tertentu sehingga efek samping yang timbul pun lebih sedikit. Obat kemoterapi yang berbeda biasanya akan memiliki efek samping yang berbeda. Segera beritahu dokter Anda bila Anda mengalami efek samping. Bagi sebagian besar jenis obat kemoterapi, efek samping tidak berhubungan dengan efektivitas pengobatan. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa efek samping kemoterapi yang cukup sering ditemukan. 1.      FatigueFatigue adalah merasa lelah atau sangat lelah hampir di sepanjang hari. Fatigue merupakan efek samping kemoterapi yang paling sering ditemukan. 2.      NyeriKemoterapi kadangkala membuat penderitanya merasa kesakitan, termasuk sakit kepala, nyeri otot, nyeri perut, nyeri akibat kerusakan saraf (rasa seperti terbakar, mati rasa, atau seperti tertusuk-tusuk) yang biasa terjadi pada jari tangan dan jari kaki.Nyeri ini biasanya akan semakin berkurang seiring dengan berlalunya waktu. Akan tetapi, sejumlah orang dapat mengalami kerusakan saraf permanen. Hal ini dapat membuat seseorang kesakitan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pengobatan.Pengobata nyeri akibat kemoterapi yang biasanya diberikan oleh dokter adalah mengobati sumber nyeri, memberikan obat anti nyeri, dan menghambat sinyal nyeri dari saraf ke otak.  3.      SariawanKemoterapi dapat merusak sel-sel di bagian dalam mulut dan tenggorokan. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya sariawan yang terasa sangat nyeri di kedua bagian tubuh tersebut. Keadaan ini disebut dengan mukositis.Sariawan biasanya mulai muncul pada hari ke 5-14 paska kemoterapi. Sariawan ini dapat mengalami infeksi. Mengkonsumsi makanan sehat dan menjaga kebersihan mulut dan gigi dapat menurunkan resiko terjadinya sariawan. Sariawan ini biasanya akan menghilang seluruhnya setelah pengobatan selesai. 4.      DiareSejumlah kemoterapi dapat menyebabkan diare cair. Mencegah atau mengobati diare sejak dini dapat mencegah terjadinya dehidrasi. 5.      Mual dan MuntahKemoterapi dapat menyebabkan mual dan muntah. Terjadinya efek samping ini dan seberapa buruk gejalanya tergantung pada jenis obat dan dosis obat yang digunakan. Pemberian obat yang tepat sebelum dan setelah kemoterapi biasanya dapat mencegah terjadinya mual dan muntah. 6.      SembelitKemoterapi dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Hal ini berarti sulit atau tidak sering buang air besar. Beberapa jenis obat-obatan lain seperti obat anti nyeri juga dapat menyebabkan terjadinya sembelit. Untuk menurunkan resiko terjadinya sembelit; konsumsilah banyak air putih, makan makanan sehat, dan cukup olahraga. 7.      Gangguan Darah Sumsum tulang merupakan suatu jaringan seperti spons yang berada di dalam tulang Anda. Sumsum tulang berfungsi untuk membentuk sel-sel darah baru. Kemoterapi biasanya akan mengganggu proses ini, sehingga Anda mungkin akan mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat kurang darah.Dokter Anda biasanya akan melakukan pemeriksaan darah rutin untuk mengetahui berapa kadar sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit di dalam darah Anda.Kekurangan sel darah merah dapat menyebabkan terjadinya anemia, dengan gejalanya berupa fatigue, pusing, dan sesak napas. Sementara itu, kekurangan sel darah putih (leukopenia) akan membuat Anda lebih mudah jatuh sakit. Kekurangan trombosit akan membuat Anda lebih mudah mengalami perdaharan dan memar daripada biasanya. Baca juga: Cara Atasi Rasa Mual Akibat Kemoterapi Sekarang ini, telah tersedia obat-obatan yang dapat mengobati berbagai jenis gangguan darah di atas dan mencegah terjadinya leukopenia pada pasien dengan resiko tinggi. Obat-obatan ini dapat membantu sumsum tulang Anda membentuk sel-sel darah baru. 8.      Gangguan Sistem SarafSejumlah obat kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan saraf. Obat ini dapat menyebabkan timbulnya beberapa gejala seperti kesemutan, rasa seperti terbakar, kelemahan atau mati rasa pada tangan, kaki, atau keduanya; otot terasa lemah, nyeri, atau mudah lelah; hilang keseimbangan, dan gemetar.Anda mungkin juga akan mengalami kaku leher, nyeri kepala, kesulitan melihat, kesulitan mendengar, atau kesulitan berjalan dengan normal. Anda akan merasa mudah jatuh. Berbagai gejala ini biasanya akan membaik saat dosis obat kemoterapi diturunkan atau dihentikan. Akan tetapi, kadangkala kerusakan yang terjadi bersifat permanen. 9.      Perubahan Cara Berpikir dan Daya IngatSejumlah orang dapat mengalami kesulitan berpikir jernih dan berkonsentrasi setelah melakukan kemoterapi.  10.  Gangguan Seksual dan Organ ReproduksiKemoterapi dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Bagi wanita, kemoterapi akan mempengaruhi kemampuannya untuk hamil. Sementara itu, bagi pria, kemoterapi akan mempengaruhi kemampuannya untuk membuat seorang wanita hamil.Selain itu, merasa lelah atau tidak enak badan karena menderita kanker atau karena kemoterapi juga dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk menikmati seks. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai efek samping yang satu ini sebelum Anda memulai kemoterapi.Kemoterapi juga dapat membahayakan jiwa janin, terutama bila kehamilan masih berusia kurang dari 3 bulan saat semua organ bayi masih dalam masa pembentukan. Jika Anda memiliki kemungkinan untuk hamil selama pengobatan, gunakanlah pil KB. Jika Anda hamil, segera beritahu dokter Anda. 11.  Hilangnya Nafsu MakanSaat melakukan kemoterapi, Anda mungkin akan makan lebih sedikit daripada biasanya, tidak merasa lapar sama sekali, atau merasa kenyang setelah makan sedikit. Jika hal ini terus berlangsung selama pengobatan, maka Anda mungkin akan mengalami penurunan berat badan dan kurang gizi. Anda juga mungkin akan mengalami penurunan massa otot dan kekuatan otot. Semua hal ini dapat mempengaruhi kemampuan Anda untuk sembuh. 12.  Rambut RontokBeberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan rambut rontok dari seluruh bagian tubuh. Hal ini mungkin terjadi secara perlahan atau sekaligus. Rambut rontok biasanya mulai terjadi setelah beberapa minggu pertama kemoterapi dan cenderung meningkat dalam waktu 1-2 bulan. Dokter Anda dapat memprediksi hal ini berdasarkan pada jenis obat dan dosis obat yang Anda terima. 13.  Efek Samping Jangka PanjangSebagian besar efek samping di atas akan menghilang setelah pengobatan dihentikan. Akan tetapi, sejumlah efek samping akan tetap berlanjut, kambuh, atau baru timbul kemudian. Contohnya, beberapa jenis kemoterapi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jantung, paru-paru, hati, ginjal, atau sistem reproduksi. Dan sejumlah orang mungkin akan mengalami kesulitan berpikir, berkonsentrasi, dan mengingat selama beberapa bulan atau beberapa tahun paska kemoterapi.Kerusakan atau perubahan sistem saraf dapat terjadi paska pengobatan. Anak-anak yang menjalani kemoterapi mungkin akan mengalami efek samping yang akan berlangsung selama beberapa bulan atau beberapa tahun paska kemoterapi. Orang yang berhasil sembuh dari kanker juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker lagi di kemudian hari. Pentingnya Perawatan Paska KemoterapiPerawatan saat kemoterapi telah selesai sangat penting. Dokter Anda dapat membantu Anda mengatasi berbagai efek samping jangka panjang dan memperhatikan apakah ada efek samping baru (late effects) yang timbul paska kemoterapi. Dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: cancer 
 18 Jun 2019    11:00 WIB
Tips Untuk Mengatasi Serangan Mual dan Muntah
Mual dan muntah merupakan hal yang umum dialami oleh anak-anak dan biasanya tidak berbahaya. Beberapa penyebab paling sering dari terjadinya mual dan muntah adalah infeksi virus pada saluran pencernaan dan kadangkala keracunan makanan. Hubungi dokter Anda bila anak Anda baru berusia kurang dari 12 minggu, tampak sangat sakit, atau bila Anda merasa khawatir. Salah satu hal terpenting yang perlu Anda perhatikan bila anak Anda menderita mual, muntah, atau diare adalah tanda-tanda terjadinya dehidrasi. Anak-anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan dengan orang dewasa. Beberapa gejala dehidrasi yang perlu Anda perhatikan adalah: Tampak lelah atau rewel Mulut kering Air mata sedikit atau tidak ada saat menangis Kulit terasa dingin Mata tampak cekung Tidak buang air kemih sesering biasanya atau volume air kemih berkurang atau sedikit Air kemih berwarna kuning pekat Untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, usahakanlah agar anak Anda dapat minum. Bahkan jika anak Anda terus muntah, ia tetap memperoleh cairan. Anda dapat memberikan air putih, minuman energi, atau oralit. Berikanlah anak Anda minum (air putih) dengan menggunakan sendok makan dan tambahkan terus jumlahnya bila anak Anda telah dapat mengkonsumsi lebih banyak air putih dan perhatikan seberapa sering anak Anda buang air kecil. Selain mencegah dan mengatasi dehidrasi, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi serangan mual dan muntah seperti di bawah ini.  1.      Diet Cair Jika serangan mual dan muntah telah berlangsung selama beberapa jam, Anda dapat mulai memberikan diet atau makanan cair (bening) atau oralit atau minuman elektrolit selain air putih. Berbagai jenis makanan dan minuman cair seperti sup atau jus buah lebih mudah dicerna dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak Anda.  2.      Pemberian Obat-obatan Serangan muntah pada anak biasanya sembuh dalam waktu singkat, jadi akan lebih baik bila Anda menunggu selama beberapa waktu terlebih dahulu sebelum mulai memberikan obat-obatan. Tergantung pada penyebabnya, beberapa jenis obat-obatan mungkin tidak dapat membantu mengatasi mual dan muntah. Memberikan cairan yang cukup merupakan kunci yang lebih penting untuk mengatasi serangan mual dan muntah dibandingkan dengan pemberian obat-obatan. Akan tetapi, bila anak Anda mengalami muntah hebat, maka jangan ragu untuk segera menghubungi dokter.  3.      Jahe Jahe telah digunakan selama beribu-ribu tahun untuk mengurangi rasa nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut. Para peneliti menduga bahwa berbagai zat kimia yang terdapat di dalam jahe dapat membantu mengatasi gangguan pada lambung dan usus, begitu juga otak dan sistem saraf yang mengendalikan rasa mual. Walaupun belum terbukti mampu meredakan mual dan muntah pada anak-anak, akan tetapi juga patut dicoba. Jahe aman diberikan pada anak yang berusia lebih dari 2 tahun.  4.      Akupresur Akupresur merupakan suatu prosedur di mana dilakukan penekanan pada titik-titik tertentu pada bagian tubuh untuk mengubah sesuatu hal di bagian tubuh lainnya, seperti halnya akupuntur. Untuk mengurangi rasa mual dan muntah, Anda dapat menggunakan jari tengah dan jari telunjuk Anda pada bagian tengah pergelangan tangan bagian dalam, di antara 2 tendon besar.   Kapan Hubungi Dokter Segera hubungi dokter anak Anda atau segera cari pertolongan medis bila anak Anda mengalami beberapa hal di bawah ini, yaitu: Berusia kurang dari 12 minggu dan muntah lebih dari 1 kali. Menunjukkan tanda-tanda dehidrasi atau mencurigai bahwa anak Anda mengkonsumsi racun Tampak bingung atau mengalami demam tinggi, nyeri kepala, kaku kuduk, nyeri perut, atau terdapat bercak kemerahan pada kulit Ada daerah atau cairan empedu pada muntahannya atau bila Anda menduga anak Anda mungkin mengalami usus buntu Sulit dibangunkan atau tampak sakit atau telah muntah selama lebih dari 8 jam atau jika Anda merasa khawatir     Sumber: webmd
 09 May 2019    18:00 WIB
Hubungan Nyeri Kepala, Migrain, dan Mual
Migrain merupakan jenis nyeri kepala yang paling sering menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain migrain, terdapat berbagai gangguan kesehatan lainnya yang juga menimbulkan rasa nyeri kepala dan mual atau muntah, seperti flu, meningitis (radang selaput otak), dan nyeri kepala cluster.   Flu Virus yang sering menyebabkan terjadinya flu juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri kepala dan mual. Nyeri kepala dan rasa mual yang anda alami dapat bervariasi dari ringan hingga berat. Berbeda dengan migrain, flu dapat disertai dengan berbagai gejala infeksi virus lainnya, seperti hidung meler, diare, menggigil, nyeri otot, dan demam.   Meningitis Nyeri kepala hebat yang disertai dengan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya dan adanya rasa mual tampak seperti suatu serangan migrain klasik. Akan tetapi, bila gejala di atas juga disertai dengan kekakuan pada leher, baik dengan atau tanpa demam, maka anda mungkin mengalami meningitis. Segera hubungi dokter anda untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   Nyeri Kepala Cluster Rasa mual seringkali merupakan pembeda antara serangan migrain dengan nyeri kepala biasa. Akan tetapi, nyeri kepala cluster juga dapat menyebabkan timbulnya rasa mual. Selain itu, nyeri kepala cluster biasanya terjadi secara berulang, sangat menyiksa, terjadi pada salah satu sisi kepala, dan seringkali membuat mata berair serta nyeri.   Migrain dan Mual Hubungan antara terjadinya migrain dan timbulnya rasa mual di saat yang bersamaan masih tidak diketahui dengan jelas. Akan tetapi, banyak ahli beranggapan bahwa serangan migrain terjadi akibat saraf-saraf tertentu di otak mengirimkan suatu sinyal pada pembuluh darah otak untuk melebar. Selain itu, perubahan kadar estrogen juga diduga dapat menyebabkan timbulnya serangan migrain. Hal ini mungkin merupakan penyebab mengapa migrain lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Penurunan kadar serotonin juga dapat menyebabkan pembuluh darah di permukaan otak melebar dan menyebabkan terjadinya serangan migrain. Orang yang memiliki kadar serotonin yang rendah biasanya lebih sering mengalami serangan migrain, mual, dan mabuk saat berkendara.   Siapa yang Sering Mengalami Mual dan Migrain? Wanita dan orang yang sering mengalami mabuk saat berkendara lebih sering mengalami serangan migrain dan merasa mual. Sekitar 5-20% populasi mengalami mabuk saat berkendara dan sekitar 50% penderita migrain mengalami mabuk saat berkendara.   Jenis Migrain dan Hubungannya Dengan Rasa Mual Beberapa jenis migrain lebih sering menyebabkan timbulnya rasa mual atau bahkan muntah. Migrain Dengan atau Tanpa Aura (Suatu Penglihatan atau Efek Visual yang Terjadi Sebelum Serangan) Migrain tanpa aura lebih sering terjadi dan dapat menyebabkan timbulnya nyeri kepala hebat, gangguan penglihatan, vertigo, peningkatan sensitivitas terhadap cahaya, dan mual. Orang yang mengalami migrain dengan aura biasanya mengalami suatu tanda peringatan (aura) sekitar 20 menit sampai 1 jam sebelum nyeri kepala dimulai. Tanda peringatan ini dapat berupa gangguan penglihatan dan rasa pusing. Migrain Perut Sebagian besar migraine menyebabkan timbulnya nyeri kepala, akan tetapi pada kasus yang jarang, anak-anak dapat mengalami serangan migrain yang menyebabkan nyeri perut. Saat hal ini terjadi, anak dapat merasa mual atau bahkan muntah serta hilangnya nafsu makan. Anak yang mengalami serangan migrain perut biasanya akan kembali mengalami serangan ini saat dewasa nanti. Vertigo Paroksismal Benign Migrain jenis ini paling sering dialami oleh balita. Saat migrain terjadi, balita akan tampak kehilangan keseimbangan dan tidak dapat kembali berjalan. Hal ini dapat membuat anda muntah. Serangan ini biasanya akan mereda setelah beberapa menit atau beberapa jam kemudian.   Pilihan Terapi Bagi Migrain dan Mual Perubahan Gaya Hidup Stress merupakan pemicu tersering dari timbulnya migrain, termasuk migrain yang disertai oleh rasa mual. Mengurangi dan mengatasi stress dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan. Berhenti merokok dan menghindari berbagai jenis makanan yang dapat memicu terjadinya migraine seperti coklat dan alkohol dapat membantu mengurangi terjadinya serangan migrain yang disertai dengan rasa mual. Obat-obatan Beberapa jenis obat-obatan yang dapat diberikan pada penderita migrain adalah obat untuk mencegah terjadinya migrain, obat untuk menghentikan migrain saat serangan berlangsung, dan obat untuk meredakan berbagai gejala migrain. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat apapun untuk mengatasi serangan migrain yang anda alami. Terapi Lainnya Akupuntur telah terbukti dapat mengurangi terjadinya migrain dan mengurangi rasa mual.   Sumber: webmd  
 12 Apr 2019    08:00 WIB
Kenali Gejala Serangan Jantung Pada Wanita
Sebagian besar orang mengetahui gejala serangan jantung sebagai nyeri dada, sesak napas, dan mual. Akan tetapi, berbagai gejala tersebut lebih sering dialami oleh pria. Pada wanita, gejala serangan jantung dapat berbeda berupa nyeri pada payudara kiri anda yang menjalar ke lengan kiri dan kemudian ke bahu dan punggung anda. Selain itu, dapat pula disertai dengan mual, muntah, keringat dingin, dan nyeri dada. Karena gejala yang tidak khusus inilah, serangan jantung pada wanita seringkali terabaikan dan tidak terdiagnosa. Gejala serangan jantung yang biasa ditemukan adalah dada terasa tertekan atau nyeri dada seperti diremas atau ditusuk-tusuk pada bagian tengah dada atau pada dada sebelah kiri. Pada wanita, seringkali ditemukan gejala serangan jantung yang berbeda dari biasanya, walaupun wanita juga dapat mengalami gejala serangan jantung seperti di atas. Beberapa gejala serangan jantung yang berbeda dan dapat ditemukan pada wanita adalah: Sesak napas Badan terasa lemah Rasa lelah yang tidak biasa Mual Pusing Rasa tidak nyaman pada dada bagian bawah Rasa tidak nyaman pada ulu hati atau perut bagian atas Nyeri punggung atas Karena berbagai gejala di atas mirip dengan gejala gangguan pencernaan atau nyeri sendi, maka wanita seringkali tidak menduga dirinya sedang mengalami serangan jantung dan hanya menganggapnya sebagai gangguan pencernaan, radang sendi, atau bahkan stress. Bahkan saat merasa sesak napas, wanita biasanya hanya menganggapnya sebagai akibat kelelahan atau kurangnya olahraga atau bekerja secara berlebihan. Segera hubungi dokter anda bila anda mengalami gejala atau nyeri yang tidak biasanya di bagian dada, punggung, atau lambung anda. Semakin lama pengobatan untuk membuka sumbatan pada pembuluh darah jantung anda, maka kerusakan yang terjadi pada otot jantung anda dapat semakin besar dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung. Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Olahraga Untuk Pengidap Penyakit Jantung Manula Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: webmd
 11 Sep 2018    11:00 WIB
Atasi Mual Akibat Kemoterapi
Terjadinya mual dan muntah akibat penggunaan obat kemoterapi sekarang ini telah jarang karena ditemukannya berbagai obat anti kanker yang baru dan adanya berbagai obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi efek samping atau mencegah terjadinya efek samping ini. Efek obat berbeda-beda pada setiap orang, anda mungkin membutuhkan lebih dari satu macam obat untuk mengatasi rasa mual atau muntah yang anda alami akibat kemoterapi. Segera beritahu dokter anda bila anda merasa sangat mual atau muntah lebih dari satu hari atau muntah terus-menerus hingga tidak dapat mengkonsumsi air atau makanan apapun. Muntah terus-menerus dapat membuat anda mengalami dehidrasi. Dehidrasi merupakan suatu keadaan di mana berbagai jaringan tubuh mengalami kehilangan cairan secara berlebihan dan dapat menyebabkan gangguan pada kinerja berbagai organ tubuh anda. Dehidrasi ini dapat menyebabkan gangguan yang berat jika tidak segera diatasi.   Tips Mengatasi Rasa Mual Berberapa hal yang dapat anda lakukan saat anda merasa mual adalah: Makanlah dalam porsi kecil dan sering karena rasa mual seringkali semakin memburuk bila lambung anda kosong Makanlah secara perlahan dan kunyahlah makanan anda dengan baik Makanlah makanan yang dingin atau sama dengan suhu ruangan. Bau dari makanan yang panas atau hangat dapat membuat anda merasa semakin mual Hindari makanan pedas atau makanan berlemak karena makanan jenis ini lebih sulit dicerna Beristirahatlah setelah makan, dengan posisi kepala lebih tinggi daripada kaki anda Bila anda merasa mual setiap kali terbangun di pagi hari, sediakanlah sebungkus biskuit sebagai cemilan sebelum tidur dan saat bangun tidur atau makanlah makanan tinggi protein, seperti daging tanpa lemak atau keju sebelum tidur karena protein lebih lama terdapat di dalam lambung anda Minumlah air atau cairan lainnya berlainan dengan waktu makan Minumlah air sebanyak 6-8 gelas setiap harinya untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Pilihlah minuman yang dingin seperti air putih atau jus buah atau berbagai minuman dingin lainnya Makanlah lebih banyak saat anda tidak merasa mual Beritahu dokter anda bila anda merasa mual sebelum kemoterapi dimulai atau bila anda muntah terus-menerus dan membuat anda tidak dapat mengkonsumsi apapun, baik cairan maupun makanan Minumlah obat anti mual anda tepat waktu   Efek Mual atau Muntah Bagi Kesehatan Anda Saat muntah, tubuh anda dapat kehilangan banyak air dan nutrisi penting. Jika anda muntah lebih dari 3 kali sehari dan anda tidak dapat mengkonsumsi cairan yang cukup, maka anda dapat mengalami dehidrasi.   Kapan Hubungi Dokter? Segera hubungi dokter adna bila anda muntah terus-menerus dan mengalami beberapa gejala dehidrasi di bawah ini, yaitu: Air kemih berwarna gelap Jumlah air kemih sedikit Denyut jantung cepat Nyeri kepala Pusing saat berdiri Wajah kemerahan dan kulit terasa kering Lidah kotor dengan pinggir berwarna kemerahan Mudah marah dan merasa bingung Muntah yang berlangsung terus-menerus dapat membuat obat anti kanker yang anda gunakan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Jika anda muntah terus-menerus, maka dokter anda mungkin akan menghentikan pemberiant obat kemoterapi selama beberapa waktu. Dokter juga dapat memberikan cairan melalui pembuluh darah (infus) untuk mengembalikan nutrisi dan tenaga bagi tubuh anda. Baca juga: Vitamin C bantu kemoteraphi  Sumber: webmd  
 29 Jun 2018    13:00 WIB
Tanda Awal Usus Buntu
Radang usus buntu atau istilah medisnya appendicitis adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada jaringan usus buntu atau appendiks. Jaringan appendiks adalah kantung kecil jaringan yang memanjang dari usus besar pada sisi sebelah kanan bawah perut, yang dapat diangkat dengan mudah tanpa menyebabkan efek samping pada tubuh. Appendisitis terjadi ketika terdapat penyumbatan di lumen appendiks (lubang tempat untuk masuk kedalam jaringan appendiks) menyebabkan jaringan appendiks terisi oleh lendir dan hal ini membuat jaringan appendiks lebih rentan terkena infeksi bakteri yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan dari jaringan appendiks. Appendisitis memerlukan penanganan medis yang segera, karena apabila terlambat dapat menyebabkan appendiks ini pecah dan menyebarkan bakteri dan terjadi infeksi di seluruh daerah perut, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berbahaya. Ada 3 tipe appendisitis: Akut Kronis appendisitis perforata. Tanda-tanda awal dari usus buntu adalah nyeri di perut bagian bawah. Namun selain gejala tersebut, kenali gejala lain dari penyakit usus buntu Nyeri di pusar Tanda awal dari radang usus buntu adalah rasa nyeri atau ketidaknyamanan di daerah pusar. Nyeri ini kemudian menjalar hingga ke perut kanan bagian bawah. Rasa sakit perut yang sangat menyiksa Rasa sakit yang dirasakan pada awal hanya berupa rasa sakit yang ringan dan kemudian akan bertahap menjadi rasa sakit yang berat dan menyiksa. Hal ini bisa terjadi dalam beberapa jam dan dapat mengganggu aktivitas Anda. Salah satu tanda khas usus buntu adalah nyeri perut kanan bawah yang tidak tertahankan, bahkan terkadang sampai menimbulkan keringat dingin. Demam Radang usus buntu biasanya diawali dengan demam ringan dan sakit perut. Apabila penyakit ini semakin bertambah, maka demam akan naik. Mual dan muntah Gejala lain dari pecahnya usus buntu adalah mual yang diikuti dengan muntah. Diare Dalam banyak kasus, sakit perut diikuti dengan diare ringan. Apabila Anda juga mengalami hal ini, segera kunjungi dokter. Kembung Kembung dan gas di perut mungkin adalah gejala yang tidak berat. Namun apabila kembung disertai dengan rasa sakit luar biasa di perut bagian bawah, berkonsultasilah dengan dokter. Itulah tanda-tanda awal penyakit usus buntu. Apabila Anda merasakan tanda tersebut, segera kunjungi dokter.  Baca juga: Pengobatan Untuk Usus Buntu Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: merdeka