Your browser does not support JavaScript!
 21 Nov 2020    09:00 WIB
Lima Fakta Micin Gak Bikin Bodoh
"Jangan banyak-banyak pakai micinnya, nanti bodoh lho!" Anda pasti sering banget denger kalimat ini ya? Apakah benar Monosodium Glutamate (MSG) alias micin bisa bikin bodoh? Yuk, kita bahas! Sebenarnya MSG aman dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Berbagai mitos tentang efek samping MSG tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat. Sehingga badan pengawasan makanan seperti US Food and Drug Administration (FDA) menggolongkan MSG sebagai bahan yang secara umum aman jika dicampurkan ke dalam makanan. Melansir BBC.com, MSG memang bisa memberikan rasa gurih pada makanan. Akan tetapi, efek negatif pada penggunaan MSG muncul karena beberapa orang memiliki alergi terhadap bahan-bahan tertentu. Sama seperti ketika seseorang mengalami alergi terhadap bulu kucing, debu, serbuk bunga, dan sebagainya. Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Prof. DR. Dr. Nurpudji A Taslim, MPH SpGK (K) memberikan penjelasannya. Menurutnya, selama ini MSG selalu menjadi kambing hitam untuk semua hal negatif yang terjadi. Seperti sakit, kanker, bahkan kebodohan. Tuduhan-tuduhan itu baginya tidaklah beralasan. Pasalnya sudah banyak penelitian yang dilakukan dan menunjukkan, bahwa MSG tidak berbahaya bagi tubuh, asalkan digunakan dalam takaran yang pas dan tidak berlebihan. "Kalau memang bikin bodoh lihat orang Jepang, mereka enggak bodoh-bodoh ya kenyataannya. Padahal mereka makan lebih banyak (MSG) dari kita, bahkan konsumsinya tiga kali lipat dari kita," kata Nurpudji seperti dikutip dari Kompas.com. Nah berikut ini ada beberapa fakta tentang micin yang dirangkum dari sasa.co.id: 1. Terbuat dari bahan alami Proses pembuatan MSG dari fermentasi tetes tebu, bukan dibuat dari zat kimia. 2.Tidak bikin bodoh Konsumsi MSG di Jepang rata-rata 2 gram per hari, tapi mereka tetap pintar-pintar. 3.Mudah larut MSG bisa larut dalam tubuh dengan mudah dan dimetabolisme dengan baik. 4.Diakui aman Keamanan MSG sudah diakui beberapa badan kesehatan seperti World Health Organization (WHO), Food and Drug Administration (FDA), Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. 5.Lebih aman dari garam Kandungan natrium MSG hanya 12% dibandingkan garam yang mencapai 36% sehingga bisa menyebabkan hipertensi. Meski tidak memberikan efek negatif namun MSG juga tidak bermanfaat bagi kesehatan. MSG hanya berfungsi untuk menambah cita rasa makanan, sehingga membantu meningkatkan selera makan. Sumber: Liputan 6 & Kompas.com
 06 Oct 2017    08:00 WIB
Ciri-Ciri Keracunan MSG
MSG, yang merupakan singkatan dari monosodium glutamat, sering ditambahkan ke berbagai makanan sebagai penyedap rasa. Meskipun paling sering digunakan dalam masakan Cina, MSG juga digunakan dalam berbagai macam masakan lainnya. Reaksi atau efek samping yang ditimbulkan oleh MSG ini disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrome atau MSG Symptom Complex. Keracunan MSG lebih sering terjadi pada orang yang sensitif terhadap zat ini. Gejala akut yang muncul berupa: Sakit kepala Mual, muntah Nyeri dada Rasa terbakar pada wajah, leher, atau bagian tubuh lainnya Berdebar-debar Sesak napas Berkeringat Lemas Kebas atau baal pada tubuh. Bengkak pada wajah atau bibir Jika Anda mengalami hal tersebut segera hubungi dokter. Gejala yang muncul umumnya ringan dan tidak membutuhkan terapi, namun kadang-kadang dapat menjadi berat tergantung jumlah MSG yang dikonsumsi dan reaksi tubuh setiap individu. Satu-satunya jalan untuk mencegah reaksi tersebut adalah dengan menghindari makanan yang mengandung MSG. Berikut adalah cara mengidentifikasi dan menangani keracunan MSG. 1. Menganalisis gejala. Periksa apakah Anda mengalami saah satu gejala-gejala yang disebutkan diatas. 2. Periksa asupan makanan. Periksa apa yang Anda makan dalam 24 jam terakhir. Jika terdapat masakan Cina, ada kemungkinan Anda mengalami keracunan MSG. 3. Hubungi dokter jika gejala memburuk. Meskipun tidak ada obat untuk keracunan MSG, dokter mungkin dapat membantu untuk mengurangi gejala. Lebih-lebih, jika Anda mengalami kesulitan bernapas atau dada sesak, segera hubungi dokter. 4. Minum banyak air. Minum banyak air akan membantu membilas MSG keluar dari tubuh. 5. Ambil pereda nyeri. Ambil ibuprofen atau analgesik jika diperlukan untuk mengatasi rasa nyeri Baca juga: Apa Yang Dilakukan Saat Anak Keracunan