Your browser does not support JavaScript!
 13 Dec 2014    08:00 WIB
Perawatan Tepat Bagi Penderita Crohn
Penyakit Crohn merupakan suatu keadaan di mana usus kecil anda meradang dan menyebabkan timbulnya berbagai gangguan pencernaan, termasuk diare. Di bawah ini terdapat beberapa tips yang dapat coba anda lakukan untuk tetap sehat dan terhindar dari gejala yang mengganggu.   1.      Hubungi Dokter Anda Dianjurkan agar anda berkonsultasi mengenai keadaan anda dengan dokter spesialis untuk memperoleh penanganan terbaik bagi keadaan anda. Diharapkan agar anda melakukan pemeriksaan secara teratur agar dokter anda dapat mengetahui perkembangan penyakit anda dan menyesuaikannya dengan jenis dan dosis obat yang lebih sesuai. Seberapa sering anda harus menemui dokter anda tergantung pada keparahan penyakit anda.   2.      Teratur Minum Obat Penyakit Crohn membutuhkan waktu pengobatan yang panjang. Anda sebaiknya jangan langsung menghentikan pengobatan bila gejala telah membaik tanpa terlebih dahulu mengkonsultasikannya dengan dokter anda. Menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter anda dapat menyebabkan kekambuhan gejala dan lama-kelamaan timbul berbagai komplikasi, seperti penyempitan lumen usus, pembentukan fistula (suatu saluran abnormal) di usus atau organ lainnya, atau terjadinya perforasi usus (robekan pada usus yang menyebabkan isi usus keluar ke seluruh bagian perut dan menyebabkan timbulnya infeksi).   3.      Diet Tepat Tidak ada menu atau rencana diet khusus bagi penderita Crohn. Dokter biasanya menganjurkan agar penderita menghindari mengkonsumi berbagai jenis makanan yang dapat menimbulkan kekambuhan gejala, dan jenis makanan pemicu ini berbeda untuk setiap penderitanya. Peradangan pada usus halus membuat usus kesulitan menyerap berbagai nutrisi dari makanan yang anda makan. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya malnutrisi dan bahkan kekurangan berbagai multivitamin dan mineral. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memberikan suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral penting.   4.      Berhenti Merokok Berhenti merokok merupakan salah satu cara yang dapat membantu mengurangi gejala Crohn dan menjaga kesehatan anda. Merokok meningkatkan resiko penyakit Crohn dan semakin banyak anda merokok, maka semakin tinggi resiko kekambuhan. Selain itu, berhenti merokok juga dapat membantu mengurangi resiko kanker, penyakit jantung, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.   Sumber: webmd    
 20 Nov 2014    13:00 WIB
Merokok Ternyata Meningkatkan Risiko Reumatoid Artritis
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor risiko yang diketahui dapat mengembangkan terjadinya Reumatoid Artritis (RA) dan merokok dapat mengurangi kemanjuran pengobatan Reumatoid Artritis (RA). Reumatoid Artritis (RA) adalah penyakit autoimun (suatu penyakit yang terjadi pada saat tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri) yang mengakibatkan peradangan dalam waktu yang lama pada sendi. Penyakit ini menyerang persendian, biasanya mengenai banyak sendi, terjadi pada sendi di kedua sisi tubuh, seperti tangan, pergelangan tangan atau lutut. Dikatakan bahwa seorang perokok 50% lebih kecil merespon pengobatan RA dibanding non perokok. Penelitian yang dipimpin oleh Saedis Saevarsdottir, MD, PhD dari Universitas Karolinska untuk mengetahui apa hubungan antara merokok dengan respon terhadap pengobatan RA, obat yang digunakan adalah metotreksat dan tumor necrosis factor (TNF) inhibitor. Peneliti Swedia menganalisis data pada lebih dari 1.430 pasien pada tahun 1996 sampai 2006. Pada kelompok tersebut, 873 menggunakan metotreksat dan 535 menggunakan memakai anti-TNFs. Dalam waktu tiga bulan menggunakan metotreksat, 36 persen non perokok merespon dengan baik pengobatan tersebut dan hanya sekitar 27 persen orang perokok merespon pengobatan dengan baik. Untuk yang menggunakan inhibitor TNF, seperti infliximab, atau Remicade, dan etanercept, atau Enbrel, sekitar 43 persen orang non perokok merespon dengan baik pengobatannya dan hanya 29 persen orang perokok yang merespon dengan baik. Kami juga mengevaluasi berapa banyak rokok yang dihisap, merokok dengan jenis rokok apa, dalam mempengaruhi respon si perokok dalam penelitian ini”, kata Dr Saevarsdottir. Alasan lain untuk menghentikan kebiasaan merokok bahwa seorang mantan perokok juga merespon dengan baik perawatan RA dibandingkan yang masih merokok. Dr Saevarsdottir mengatakan semoga informasi yang didapat dari penelitian ini dapat mendorong pasien RA untuk menghentikan kebiasaan merokok. Sumber: arthritistoday
 02 Oct 2014    11:00 WIB
Pasangan Kembar Yang Di Teliti Menunjukkan Merokok Membuat Seseorang Terlihat Lebih Tua
Seperti yang Anda ketahui merokok memberikan banyak efek buruk untuk wajah, paru-paru, jantung Anda dan berbagai bagian tubuh lainnya. Dalam sebuah penelitian yang terbaru yang dilakukan pada pasangan kembar ternyata menunjukkan seseorang terlihat lebih tua karena merokok.  Dalam penelitian tersebut,  yang dilakukan pada saat Festival tahunan, Twins Days di Cleveland, Ohio (Merupakan pertemuan kembar tahunan terbesar di dunia). Ada 79 pasangan kembar identik. Dilakukan pembandingan wajah si kembar, dimana salah satu pasangan kembar tersebut merokok selama lima tahun atau lebih. Para peneliti mengidentifikasi beberapa tanda penuaan pada wajah salah satu pasangan kembar yang merokok, akan terlihat kelopak mata atas yang merokok terlihat menurun dibanding dengan yang tidak merokok, selain itu mereka yang merokok memiliki lebih banyak keriput di daerah mulut. Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Plastic and Reconstructive Surgery.  “Merokok mengurangi aliran oksigen ke kulit selain itu juga menurunkan sirkulasi darah, sehingga dapat menyebabkan keriput dan kulit tampak lebih tua”, kata Dr Bahman Guyuron, ahli bedah plastik di Cleveland, Ohio, dan pemimpin utama dalam penelitian tersebut.  Sebuah pemikiran yang timbul, mengapa ancaman kanker, penyakit jantung dan penyakit paru-paru tidak membuat seseorang berhenti merokok, mengapa kita tidak mencoba memberi tahu dampak efek samping merokok terhadap kulit. Namun apabila Anda seorang perokok, penelitian ini bukan untuk membuat Anda merasa lebih buruk. Namun penelitian ini bertujuan untuk memberitahukan efek samping dari merokok. Bahkan dalam penelitian tersebut didapatkan si kembar yang merokok hanya selama lima tahun dibanding saudara kembar yang tidak merokok menunjukkan perbedaan wajah yang cukup signifikan.  "Kami memberitahu kepada orang-orang, segera setelah mereka berhenti merokok, perbaikan tidak hanya terjadi pada kulit mereka, tetapi juga paru-paru dan hati mereka” kata Dr Robin Ashinoff, direktur medis bedah dermatologi di Universitas Kedokteran Hackensack di New Jersey. Sumber: today
 16 Jun 2014    16:00 WIB
Berbagai Hal yang Harus Anda Ketahui Sebelum Berhenti Merokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang sulit dihentikan karena merokok memang menyebabkan kecanduan. Oleh karena itu, berhenti merokok pun dapat terasa sangat sulit seperti halnya seorang pecandu sulit menghentikan keinginannya untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum Anda menghentikan kebiasaan merokok Anda.   Ketahui Berbagai Gangguan Kesehatan yang Anda Miliki Mulailah usaha Anda untuk berhenti merokok dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan rontgen dada. Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru. Foto rontgen dada diperlukan untuk menentukan keparahan kerusakan paru akibat telah merokok selama bertahun-tahun.    Mulailah Berolahraga Sebagian besar dokter menganjurkan orang yang ingin berhenti merokok untuk memulai suatu kegiatan olahraga. Hal ini dikarenakan olahraga dapat memicu pelepasan endorfin dan dopamin. Berhenti merokok dapat membuat Anda memiliki banyak energi untuk berolahraga.    Atur dan Rencanakan Menu Makanan Anda Mengkonsumsi diet sehat merupakan salah satu bagian penting dari menjaga kebiasaan baik. Sebagian besar perokok akan mengganti rokoknya dengan sesuatu yang manis seperti permen. Hal ini tidak dapat membantu Anda berhenti merokok, justru dapat membuat Anda mengalami depresi. Konsumsilah makanan sehat dan seimbang yang terdiri dari protein, buah-buahan, dan sayuran.   Sibukkan Tangan Anda Dengan Berbagai Kegiatan Saat Anda berhenti merokok, Anda akan mudah mengalami frustasi. Perokok yang telah terbiasa merokok setiap harinya seringkali secara tidak sadar akan menggerakkan tangannya ke bibirnya seperti saat merokok. Untuk mengatasi hal ini, sibukkanlah tangan Anda dengan cara melakukan berbagai kegiatan lainnya. Hal ini juga dapat membantu mengurangi rasa frustasi yang Anda rasakan.   Jauhi Para Perokok Sangat sulit bagi seorang perokok untuk berhenti merokok bila ada anggota keluarga atau teman kerja atau orang lain di lingkungan sekitarnya yang masih merokok. Sebagian besar produk yang dapat membantu seorang perokok berhenti merokok dirancang untuk membuat seorang perokok menjadi sakit saat menghirup asap rokok.    Ganti Rokok Anda Dengan Buah-buahan Sebagian besar perokok memerlukan pengganti rokok dalam usahanya untuk berhenti merokok. Daripada mengkonsumsi banyak permen, gantilah keinginan merokok Anda dengan mengemil buah-buahan.    Berhenti Merokok Memperbaiki Indra Penciuman dan Perasa Anda Setelah Anda berhenti merokok, maka makanan pun akan terasa lebih enak. Hal ini dikarenakan berhenti merokok dapat memperbaiki indra perasa dan penciuman Anda. Anda akan mulai merasakan manfaat ini pada 2 minggu pertama setelah berhenti merokok.   Sumber: allwomenstalk
 10 May 2014    14:00 WIB
Apa Penyebab Dari Nyeri Kronik?
Nyeri, walaupun bukanlah hal yang menyenangkan, tetapi merupakan cara tubuh Anda memperingatkan ada sesuatu yang salah. Rasa kaku, kesemutan, merupakan tanda bahwa otot Anda mengalami kerusakan syaraf atau telah bekerja terlalu berat. Nyeri yang berkepanjangan (paling tidak berlangsung minimal tiga bulan atau lebih) dianggap sebagai nyeri kronik. Nyeri kronik dapat menyerang berbagai bagian tubuh, terutama di bagian bawah tubuh dan rentang sakit bisa dari ringan sampai berat. Nyeri dapat bersifat tajam, tumpul, sensasi seperti terbakar, gatal atau ditandai dengan kekakuan. Nyeri yang ditimbulkan oleh cedera atau trauma adalah hal yang lumrah, tetapi nyeri yang bersifat kronik dapat mengganggu kehidupan Anda sehari-hari dan juga pekerjaan Anda. Nyeri kronik dapat merusak emosi dan fisik Anda. rasa stress yang Anda alami bahkan dapat memperlemah sistem imunitas tubuh Anda dan dapat menyebabkan infeksi, kelelahan dan depresi.Pemicu dari nyeri kronik Sebanyak satu dari tiga orang di Amerika mengalami nyeri kronik, yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan tahunan. Akar penyebab dari nyeri kronis bisa berupa:•  Kimia: jika keseimbangan kimiawi di otak Anda terganggu maka Anda bisa merasakan nyeri yang berlangsung lama•  Neurogenik: jenis nyeri ini dapat dihasilkan oleh kerusakan sistem syaraf pusat yang menyebabkan gangguan pada syaraf pengatur nyeri•  Psikogenik: nyeri ini dapat dipicu oleh gangguan emosional dan masalah mental•  Psikologis: nyeri ini ditimbulkan karena gangguan personalistas atau masalah kejiwaan yang bermanifestasi menjadi nyeri secara fisik•  Tidak teridentifikasi: saat tes yang dilakukan tidak dapat memastikan penyebab pasti dari nyeri maka dokter akan menggolongkannya ke dalam nyeri yang tidak dapat diidentifikasi. Faktor resiko dari nyeri kronikDengan mengetahui penyebab dari nyeri kronis yang Anda rasakan maka Anda dapat mengatasi dan mencegah munculnya nyeri. Berbagai penyebab dari nyeri adalah:•  Usia: nyeri kronis memang bukanlah sesuatu yang normal terjadi, tetapi beberapa penyakit seperti arthritis dan diabetes dapat menyebabkan munculnya berbagai nyeri kronis karena gangguan sendi dan kerusakan nervus•  Kondisi kesehatan: fibromialgia, depresi atau gangguan kecemasan, cedera sendi, amputasi kaki dan operasi dapat menimbulkan nyeri yang bersifat kronik.•  Sistem imunitas: sistem imunitas yang melemah dapat menimbulkan berbagai ganguan seperti infeksi dan penyakit lainnya.•  Merokok: merokok dapat menyebabkan nyeri kronik dan menghambat penyerapan obat yang digunakan untuk meredakan sakit tersebut.•  Diet dan gaya hidup: memakan junk food, gaya hidup tidak sehat, mengkonsumsi alkohol dan kebiasaan tidak sehat lainnya dapat menyebabkan timbulnya nyeri kronik.Sumber: healthline
 09 May 2014    11:00 WIB
Berbagai Fakta Mengenai Rokok Elektronik
Rokok elektronik atau E-cigarettes diperkenalkan sebagai produk nikotin yang lebih aman dan lebih murah. Rokok elektronik terlihat dan terasa seperti rokok biasa tetapi tidak seperti rokok biasa, rokok elektronik dikabarkan tidak memiliki bahaya seperti rokok biasa. Pada suatu penelitian, hampir 70% perokok mengungkapkan bahwa mereka mempertimbangkan untuk berhenti merokok dan lebih dari 42% mengatakan mereka sudah berusaha untuk berhenti sejak tahun lalu. Saat ini semakin banyaknya orang yang mencoba rokok elektronik ini dan menjadikan rokok elektronik sebagai pengganti rokok biasa yang lebih nyaman. Sebelum Anda juga memutuskan untuk memilih produk ini, berikut adalah fakta mengenai rokok elektronik yang harus Anda ketahui.•  Rokok elektronik sama sekali tidak sama dengan rokok yang biasa Anda gunakan. Dengan bahasa yang lebih mudah rokok elektronik ini adalah suatu nikotin vaporiser. Alat ini memerlukan batere sebagai sumber tenaganya, yang akan menghangatkan cairan nikotin didalamnya dan mengubah cairan itu menjadi berbentuk asap yang dapat Anda hirup.•  Tidak diperlukan api seperti pada rokok biasa untuk menghidupkannya. Selain dari nikotin, produk ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya lainnya seperti karbon dioksida atau tar yang biasanya terdapat di rokok biasa.•  Rokok elektronik tidak akan membahayakan lingkungan disekitar perokok, karena tidak ada asap yang dihasilkan saat Anda menghirupnya.•  Cairan yang ada didalam rokok elektronik ini merupakan kombinasi dari nikotin dan zat perasa seperti permen karet atau semangka, media penyampur dan beberapa zat tambahan lainnya. jumlah nikotin tergantung pada cartridge yang terinstal pada alat tersebut.•  Walaupun rokok elektronik ini tidak sepenuhnya bebas nikotin, tetapi nikotin yang dihasilkan mempengaruhi lingkungan pada level yang rendah dan tidak mempunyai efek samping apapun.•  Rokok elektronik tidaklah sepenuhnya aman seperti yang sudah diiklankan. Beberapa produk rokok elektronik mengandung bahan berbahaya yang toksik dan bersifat karsinogenik, yang dapat mematikan. Jadi bacalah dengan baik bahan yang terkandung dalam rokok elektronik sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya.•  Banyak badan kesehatan yang tidak menyetujui penggunaan rokok elektronik sebagai alternatif pengganti rokok biasa karena belum ada konfirmasi mengenai efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan.•  Rokok elektronik tidak dijual secara perorangan. Contol gratis dan penjualan menggunakan mesin sangat dilarang.Sumber: healthmeup