Your browser does not support JavaScript!
 12 Dec 2019    18:00 WIB
Merokok Dapat Menghapus Kromosom Seks, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa merokok ternyata benar-benar dapat menghapus kromosom seks? Kromosom seks merupakan sejenis kromosom yang berfungsi untuk menentukan jenis kelamin dan dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Kromosom seks terdiri dari 2 jenis, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Walaupun banyak orang, terutama pria, mengira mereka akan tampak lebih keren saat merokok, akan tetapi merokok ternyata justru dapat membuat seorang pria kehilangan kromosom Y nya, yang dapat membuat mereka menjadi mandul karena berkurangnya jumlah sperma. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi, bahkan hingga 3 kali lipat, untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak merokok. Para peneliti mengatakan bahwa menghilangnya kromosom Y inilah yang mungkin merupakan salah satu penyebab mengapa pria lebih rentan menderita kanker tertentu yang terjadi akibat merokok dibandingkan dengan wanita. Kromosom Y merupakan kromosom seks yang hanya terdapat pada pria dan kromosom ini merupakan salah satu hal yang membuat pria menjadi seorang pria sesungguhnya. Kromosom Y ini juga mempengaruhi perkembangan buah zakar. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa lebih dari 6.000 orang pria dan juga memasukkan berbagai hal lain yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian seperti usia, kebiasaan olahraga, kadar kolesterol darah, tingkat pendidikan, berapa banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi, gaya hidupnya, kebiasaan merokok, dan sebagainya. Para peneliti menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak pernah merokok atau yang telah menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa menghilangnya kromosom Y ini mungkin bukanlah sesuatu hal yang permanen. Hal ini dikarenakan para peneliti menemukan bahwa hampir tidak ada perbedaan antara keadaan kromosom Y pada pria yang pernah merokok tetapi berhenti dengan seorang pria yang memang tidak pernah merokok. Seberapa banyak kromosom Y yang hilang tampaknya juga dipengaruhi oleh berapa banyak rokok yang Anda konsumsi. Hal ini berarti bahwa semakin banyak jumlah rokok yang Anda konsumsi, maka semakin banyak pula kromosom Y Anda yang hilang. Hasil penelitian ini mungkin merupakan salah satu jawaban dari pertanyaan mengapa seorang pria tampaknya memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan dengan wanita.   Sumber: healthline
 11 Nov 2019    11:00 WIB
Inilah yang Terjadi Saat Anda Berhenti Merokok
Anda ingin berhenti merokok? Jika jawabannya "iya", Anda harus mencari beberapa alasan lagi untuk menguatkan tekad Anda untuk berhenti merokok, terutama untuk alasan kesehatan. Krena tidak perduli berapa lama Anda sudah menjadi perokok, apakah itu 30 hari atau 30 tahun, tubuh Anda mampu untuk membersihkan diri dari racun-racun kimia yang sudah anda hisap dari rokok. Seperti yang Anda ketahui, merokok adalah salah satu kebiasaan yang tidak sehat dan berdampak buruk untuk tubuh Anda. Rokok dapat merusak paru-paru, tenggorokan dan mulut, dan terbukti meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan saluran pernafasan. Sayangnya, karena zat-zat adiksi yang terkandung dalam rokok, seperti misalnya nikotin, berhenti merokok akan menjadi sangat sulit untuk beberapa orang Karena kekurangan motivasi, beberapa orang dapat dengan mudah kambuh karena stres atau faktor-faktor lain dan kemudian harus memulai lagi proses berhenti merokok dari awal. Tapi untuk sebagian besar orang mungkin tidak mengerti betapa sehat hidup mereka akan jika mereka belajar  untuk berhenti merokok, untuk selamanya. Sayangnya, Anda harus mengingat bahwa ada beberapa kemunduran yang mungkin terjadi saat Anda ingin berhenti merokok, terutama 4 permasalahan ini: Pencernaan: Anda mungkin mengalami nyeri ulu hati, lambat mencerna makanan, mual dan diare. Gejala-gejala ini mungkin akan bertambah berat. Penafasan: mungkin akan terjadi penyumbatan sinus, batuk, dahak dan suara serak Syaraf : Anda mungkin akan merasa pusing, kaku atau kejang,  kesemutan di kaki dan tangan Gangguan Tidur: Anda mungkin akan mengalami insomnia Efek ini merupakan akibat langsung dari tubuh Anda yang sedang memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh merokok, dan mulai kembali merokok  hanya akan mengacaukan kembali rencana Anda untuk sehat. Jika Anda berhasil melalui masa ingin kembali merokok (yang seharusnya hanya berlangsung 3-4 minggu), Anda akan melihat perbaikan kesehatan dengan segera dan lebih lama. Untuk memberikan gambaran tentang manfaat yang akan Anda dapatkan setelah Anda berhenti merokok, American Cancer Society telah menciptakan kerangka waktu agar Anda dapat melihat keuntungan-keuntungan yang dapat Anda peroleh setelah berhenti merokok, bahkan hanya dalam waktu 20 menit berhenti merokok akan memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. Penasaran dengan apa yang terjadi dengan tubuh sejak Anda mulai berhenti merokok? 20 Menit setelah berhenti merokok Berhenti merokok akan mempengaruhi arteri dan tekanan detak jantung. Dalam waktu 20 menit setelah berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah Anda akan langsung menurun. 12 Jam setelah berhenti merokok Setelah 12 jam berhenti merokok, tingkat karbon monoksida pada darah akan menurun. 2 minggu hingga 3 bulan setelah berhenti merokok Sirkulasi dan fungsi paru-paru akan mulai membaik setelah berhenti merokok selama dua minggu hingga 3 bulan. 1 sampai 9 bulan setelah berhenti merokok Batuk dan napas yang pendek akan berkurang. Silia (rambut halus pada saluran pernapasan yang menggerakkan lendir keluar dari paru-paru) akan mulai berfungsi dengan normal dan semakin efektif untuk menghilangkan lendir serta membersihkan paru-paru. Hal ini juga menurunkan risiko terjadinya infeksi. 1 tahun setelah berhenti merokok Setelah berhenti merokok selama satu tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan berkurang.  5 tahun setelah berhenti merokok Jika berhasil berhenti merokok selama lima tahun, risiko terkena kanker mulut, kanker tenggorokan, laring, dan kandung kemih akan berkurang hingga 50 persen. Risiko terkena kanker serviks juga akan berkurang dan hampir menyamai risiko orang yang tak pernah merokok. Risiko terkena stroke juga menurun drastis dalam jangka waktu 2-5 tahun setelah berhenti merokok. 10 Tahun setelah berhenti merokok Setelah 10 tahun, risiko meninggal akibat kanker paru-paru akan menurun hingga 50 persen dibandingkan dengan orang yang masih merokok. Begitu juga dengan kanker laring yang menyerang kotak suara dan penyakit pankreas. 15 Tahun setelah berhenti merokok Setelah tak merokok selama 15 tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan menurun drastis dan hampir sama dengan orang yang tak pernah merokok. Menghentikan kebiasaan merokok memang sulit.  Jika Anda ingin berhenti merokok, Anda harus benar-benar tegas dan kuat, terutama bila Anda mengalami keinginan untuk kembali merokok yang kuat, atau bahkan jika Anda sedang kambuh. Pada perokok lama akan mengalami pertempuran yang kuat untuk mengalahkan kecanduannya dibanding perokok yang baru, tetapi manfaat yang akan Anda dapatkan dalam jangka pendek dan jangka panjang akan lebih berharga.   Sumber: dailyhealthpost
 01 Nov 2019    11:00 WIB
Berapa Lama Nikotin Bertahan Didalam Tubuh?
Nikotin adalah bahan aktif dalam produk tembakau seperti cerutu, rokok, tembakau pipa Ketika Anda merokok, nikotin akan masuk ke dalam aliran darah. Berapa lama waktu yang dibutuhkan nikotin untuk benar-benar meninggalkan tubuh tergantung beberapa faktor, seperti: Berapa banyak tembakau yang Anda gunakan Jenis tes yang dilakukan untuk mengukur tingkat nikotin Bagaimana kemampuan tubuh memetabolisme racun. Berapa lama nikotin berada di dalam tubuh? Saat seseorang menghisap nikotin maka nikotin akan masuk dalam tubuh dan akan dirubah menjadi kotinin di paru-paru sebelum keluar dari dalam tubuh melalui urin. Nikotin dan kotinin dapat dideteksi dalam darah, urin, air liur dan rambut. Nikotin dalam Darah Saat lab menguji tingkat nikotin, biasanya nikotin akan hilang dalam waktu 1-3 hari setelah Anda berhenti menggunakan tembakau. Jika lab menguji untuk tingkat kotinin, kotinin akan terus terdeteksi selama 1-10 hari setelah penggunaan terakhir tembakau. Nikotin dalam Urin Kadar nikotin dan kotinin dalam urin biasanya tidak terdeteksi dalam waktu 3-4 hari setelah berhenti menggunakan produk tembakau. Namun, bagi perokok pasif, tes urin nikotin bisa positif selama 15 sampai 20 hari. Kotinin juga bisa lebih lama untuk dibuang bila menggunakan rokok mengandung mentol Nikotin dalam air liur Tes air liur dapat mendeteksi tingkat kotinin sampai 4 hari. Nikotin di Rambut Tes folikel rambut bisa dilakukan selama berbulan-bulan setelah merokok. Hal ini sangat akurat untuk 1-3 bulan setelah Anda berhenti merokok dan nikotin dapat terdeteksi sampai satu tahun. Ini merupakan tes khusus yang digunakan bila tes lain mempunyai hasil yang kurang memuaskan Sumber: newhealthguide
 05 Oct 2019    08:00 WIB
Berbagai Kebiasaan yang Dapat Merusak Kulit Anda
Ekspresi sedih Saat anda sedih, wajah anda akan mengekspresikannya dengan cara mengerutkan alis, mengerutkan bibir, dan menegangkan otot-otot wajah. Semua hal ini dapat mengganggu kesehatan kulit anda dan mempercepat pembentukan keriput pada kulit. Tidak Memakai Pelindung Tabir Surya Pelindung tabir surya merupakan salah satu hal penting bagi pencegahan penuaan kulit akibat paparan sinar matahari. Sekitar 90% keriput pada kulit disebabkan oleh paparan sinar matahari. Oleh karena itu, gunakanlah krim pelindung tabir surya denan SPF 30 setiap harinya. Selain itu, gunakanlah pelindung tabir surya yang juga melindungi anda dari UVA dan UVB. UVA dapat menyebabkan kulit anda terbakar, sedangkan UVB dapat membuat kulit anda lebih hitam dan menyebabkan pembentukan keriput. Paparan sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB juga dapat meningkatkan resiko terkena kanker kulit. Menyukai Makanan Manis Terlalu banyak mengkonsumsi gula dapat mempercepat proses penuaan kulit anda (glikation). Gula mempengaruhi kadar kolagen dan elastin di dalam kulit anda. Kolagen dan elastin berfungsi untuk menjaga kekencangan dan kelenturan kulit anda. Dengan demikian, mengkonsumsi gula secara berlebihan dapat menyebabkan pembentukan keriput dan kulit anda lebih longgar. Kurang Tidur Saat anda tidur, kulit anda juga memperbaiki dirinya. Tidur yang kurang berarti kulit anda juga memiliki waktu yang lebih sedikit untuk memperbaiki dirinya. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya keriput dan menurunnya elastisitas kulit anda. Orang dewasa biasanya membutuhkan tidur selama sekitar 7-8 jam setiap harinya. Selain itu, posisi tidur anda juga mempengaruhi kulit anda. Tidur dengan posisi menyamping membuat wajah anda tertekan dan menyebabkan terbentuknya keriput. Gunakanlah bantal yang lembut dan tidak terlalu menekan wajah anda. Merokok Selain menyebabkan gangguan pada jantung dan paru-paru anda, merokok juga sangat buruk bagi kesehatan kulit anda. Pada saat anda menghisap rokok, maka anda menyebabkan terbentuknya keriput pada daerah di sekitar bibir anda. Merokok juga dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker kulit, membuat kulit tampak lebih pucat, dan luka lebih lambat menyembuh. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi dan terbentuknya jaringan parut, termasuk jaringan parut akibat jerawat.   sumber: webmd
 02 Oct 2019    11:00 WIB
Tips Mengatasi Kecanduan Merokok
Rokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling sulit dihilangkan. Dibutuhkan tekad dan kemauan yang kuat untuk menghentikan kebiasaan ini. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang mungkin dapat membantu anda menghentikan kebiasaan merokok anda, walaupun memang sulit.   Tunggu Setiap kali anda merasa ingin merokok, katakanlah pada diri anda untuk menunggu selama 10 menit dan lakukanlah hal lainnya. Hal ini pada akhirnya akan membuat anda melupakan keinginan anda tersebut. Lakukan dan ulangilah hal ini sesering mungkin.   Jangan Tergoda Buanglah jauh-jauh pikiran bahwa anda hanya akan merokok satu batang saja. Bila anda tergoda dan akhirnya mulai merokok, maka akan sangat sulit bagi anda untuk berhenti. Dari satu batang rokok, anda dapat meneruskannya menjadi beberapa batang hingga satu bungkus, yang pada akhirnya membuat anda kembali merokok.   Kenali Pemicu Anda Setiap orang mempunyai kebiasaan yang berbeda mengenai kapan mereka biasa merokok. Bila anda terbiasa merokok setelah makan atau saat menonton televisi, maka pada saat-saat inilah anda akan merasakan keinginan yang kuat dan sulit ditahan untuk merokok. Pada saat-saat seperti ini, sebaiknya anda melakukan hal lainnya. Setelah makan, anda dapat mengunyah permen untuk menghentikannya. Saat menonton televisi, anda dapat menggantikan kebiasaan merokok anda dengan mengisap permen atau memakan buah-buahan.   Olahraga Berolahraga dan tetap menyibukkan diri anda dapat membuat anda melupakan keinginan anda untuk merokok. Berolahragalah selama 30 menit setiap harinya, hal ini dapat membantu anda mengurangi keinginan merokok. Bila anda tidak menyukai olahraga, anda dapat melakukan kegiatan lain yang anda sukai, seperti membaca, menulis, menjahit, atau hal lainnya yang dapat membuat anda sibuk sepanjang hari dan melupakan keinginan anda untuk merokok.   Terapi Pengganti Nikotin Saat ini telah banyak obat dan berbagai hal lainnya yang dapat digunakan sebagai pengganti nikotin pada rokok yang membuat anda merasa terus ingin merokok. Berbagai jenis koyo nikotin atau permen dapat digunakan sebagai pengganti rokok.   Kunyahlah Sesuatu Mengunyah permen karet atau menghisap permen dapat membantu anda di saat keinginan untuk merokok terasa sangat kuat. Untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan diperlukan kesadaran perokok akan akibat buruk dari rokok bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Selain itu, diperlukan dukungan keluarga dan orang-orang terdekat untuk terus menyemangati dan mendukung perokok untuk menghentikan kebiasaannya. Setiap kali anda berhasil melawan keinginan untuk merokok, maka semakin cepat anda dapat menghentikan kebiasaan merokok tersebut. Baca juga: Tips Membantu Remaja Berhenti Merokok Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang sumber: webmd
 11 Jul 2019    11:00 WIB
Hal-hal Yang Membuat Flu Semakin Memburuk
Kebanyakan dari kita mempunyai mitos-mitos yang salah mengenai flu.  Anda tidak akan membuat flu anda semakin buruk hanya karena anda keluar dengan kepala yang basah atau karena kamar anda berangin. Tapi ada beberapa mitos yang benar. Ketika anda sakit, ada beberapa hal yang umumnya anda lakukan yang justru akan membuat anda bertambah sakit. Berikut ini hal-hal yang dapat memperburuk flu anda : -  Bepura-pura tidak sakit Berpura-pura sedang sakit tidak akan berhasil, anda tidak dapat mengabaikan flu begitusaja. Anda perlu beristirahat. Tubuh anda membutuhkan energy lebih untuk melawan infeksi. Jika anda tetap memaksakan untuk beraktifitas saat anda sedang batuk atau bahkan demam, maka anda hanya akan membuat tubuh anda kelelahan dan flu anda semakin memburuk. -  Tidur tidak cukup Tidur yang cukup adalah kunci untuk mendapatkan sistem imunitas yang sehat. Salah satu studi menunjukkan jika anda tidur kurang dari 7 jam sehari, maka anda tiga kali lebih rentan terkena flu disbanding orang yang tidur 7 jam sehari. Jika gejala-gejala flu membuat anda sulit tidur dan terjaga sepanjang  malam, cobalah tidur lebih awal atau tidur siang. Anda memerlukan istirahat ekstra, kapan saja anda bisa. -  Mendapat stress Ternyata stress dapat membuat anda lebih mudah terkena flu. Bekerja lewat waktu, peningkatan level dari hormon stress dapat mencegah sistem imunitas bekerja secara normal. -  Minum terlalu sedikit Anda membutuhkan banyak minum ketika sedang sakit. Karena air akan membantu mengencerkan dahak dan melancarkan aliran sinus. Cairan apapun akan sangat membantu. Air putih, jus buah, the hangat dan sup. Bahkan susu juga baik, bertolak belakang dengan mitos yang selama ini ada, jika susu akan memperburuk lender dan dahak. -  Minum alkohol Minum alkohol terlalu banyak akan menyebabkan anda dehidrasi dan memperburuk gejala-gejala flu anda. Dehidrasi juga akan menekan sistem imunitas dan alkohol juga beresiko berinteraksi dengan obat flu yang anda minum. -  Menggunakan decongestan berlebihan Hati-hati dalam menggunakan decongestan spray. Obat ini terlihat bekerja dengan baik pada awalnya, tetapi jika anda menggunakanya lebih dari 3 hari, hidung anda akan tersumbat lebih buruk saat anda menghentikan penggunaan decongestan tersebut. -  Merokok Perokok lebih sering terkena flu dibanding orang yang tidak merokok. Perokok juga sering mendapat flu yang berat dan sembuh dalam waktu yang lebih lama. Merokok dapat merusak sel-sel di paru-paru, sehingga mempersulit proses penyembuhan flu. Jika anda menderita flu, jangan merokok ! hindari juga berada di lingkungan perokok. Baca juga: Apa pengaruh menggunaka masker saat flu? Sumber : webmd 
 17 Apr 2019    08:00 WIB
Berbagai Terapi Untuk Bekuan Darah (DVT)
Terdapat beberapa cara untuk mengobati trombosis vena dalam (DVT), mulai dari obat pengencer darah, penggunaan stoking, dan filter vena cava.   Obat Antikoagulan Obat pengecer darah atau antikoagulan dapat mencegah bekuan darah yang telah anda semakin membesar atau terlepas dari dinding pembuluh darah dan masuk ke dalam paru-paru, jantung, atau otak. Selain itu, obat ini juga dapat mencegah pembentukan bekuan darah. Obat antikoagulan biasanya diberikan melalui suntikan saat pertama kali karena kerjanya lebih cepat daripada yang diminum melalui mulut. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi obat antikoagulan apapun dan periksakan diri anda secara teratur untuk memastikan bahwa dosis yang anda gunakan sudah tepat. Salah satu obat antikoagulan yang sering digunakan adalah warfarin. Walaupun harganya tidak terlalu mahal, tetapi obat ini berinteraksi dengan berbagai jenis makanan dan obat-obatan lainnya sehingga penggunanya harus berhati-hati terhadap makanan dan obat-obatan. Terdapat obat antikoagulan yang lebih baru tidak berinteraksi dengan makanan dan tidak membutuhkan pemeriksaan darah rutin, yaitu eliquis, pradaxa, dan xarelto. Salah satu efek samping terbesar dari obat antikoagulan adalah resiko perdarahan. Bahkan luka kecil pun dapat menyebabkan perdarahan. Segera hubungi dokter anda bila perdarahan tidak berhenti atau bila anda terjatuh atau membentur sesuatu. Anda biasanya harus mengkonsumsi obat antikoagulan ini selama 3 bulan atau lebih atau bahkan seumur hidup anda. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai berapa lama dan dosis obat yang anda perlukan.   Stoking Kompresi Selain obat antikoagulan, dokter biasanya juga akan menyarankan agar anda mengenakan stoking kompresi. Stoking ini digunakan mulai dari tumir hingga bagian atas atau bawah lutut anda. Stoking ini dapat membantu mengurangi nyeri, pembengkakan pada kaki, dan mencegah pembentukan bekuan darah lainnya. Terdapat 3 jenis stoking kompresi, yaitu: Support pantyhose yang memberikan tekanan paling sedikit Stoking yang dijual bebas memberikan tekanan yang lebih besar daripada support pantyhose Stoking kompresi khusus yang memberikan tekanan terbesar Anda mungkin harus menggunakan stoking kompresi ini selama 2 tahun atau lebih setelah terdiagnosa menderita DVT. Berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda mengenai jenis stoking mana yang sesuai untuk anda.   Filter Vena Cava Jika obat antikoagulan tidak dapat menghentikan pembentukan bekuan darah atau bila anda tidak dapat menggunakan obat antikoagulan, maka anda dapat menggunakan filter vena cava. Filter ini dimasukkan melalui pembuluh darah vena besar di perut untuk menangkap bekuan darah sebelum bekuan darah ini mengalir masuk ke dalam paru-paru anda. Filter ini berbentuk seperti saringan kecil sehingga darah dapat melewatinya, tetapi bekuan darh tidak dapat.   Pencegahan DVT Selain penggunaan stoking kompresi, terdapat beberapa cara lain untuk mencegah terjadinya DVT, yaitu: Turunkan berat badan anda bila berat badan anda berlebih Berhenti merokok Jika anda harus duduk dalam waktu lama, maka usahakanlah untuk berjalan-jalan setiap 1 atau 2 jam Jika anda duduk lama dan tidak dapat berjalan-jalan, maka tekuklah betis dan bagian bawah kaki anda sehingga sirkulasi darah di kaki anda tetap lancar  Baca juga: Tekanan Darah Tinggi dan Gangguan Fungsi Seksual Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber: webmd
 26 Oct 2018    16:00 WIB
Perawatan Dirumah Untuk Bibir Gelap Karena Merokok
Rokok mengandung nikotin, yang merupakan bahan dalam rokok yang menyebabkan bibir menjadi lebih gelap.  Hal pertama yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kembali kilau merah muda bibir Anda atau mengurangi warna bibir yang menggelap adalah dengan menghentikan kebiasaan merokok. Selain Anda dapat melakukan perawatan. Berikut adalah perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah: Berri Buah berri seperti raspberri ataupun stroberi juga dapat digunakan untuk menyingkirkan masalah bibir hitam. Campurkan madu, buah berri dengan lidah buaya kemudian aduk sampai merata. Oleskan campuran tersebut di bibir Anda, diamkan selama 5 menit, kemudian cuci dengan bersih. Buah berri diketahui mengandung vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan untuk menjaga bibir yang alami dan sehat. Gliserin, madu dan air jeruk nipis Anda dapat membuat campuran air jeruk nipis, madu dan gliserin. Kemudian oleskan setiap malam sebelum tidur. Campuran ini akan mampu membuat bibir Anda bersinar dan menghilangkan kerutan pada bibir Anda yang disebabkan oleh rokok. Delima dan stroberi Gunakan campuran buah delima dan stroberi, kemudian oleskan di bibir Anda dan diamkan selama 20 menit kemudian cuci dengan bersih. Campuran ini merupakan perawatan di rumah yang dapat memberikan warna merah muda alami pada bibir Anda dan mengurangi warna gelap pada bibir Anda. Minyak almond dan minyak kelapa Gunakan campuran minyak almond dan minyak kelapa sambil memijat bibir Anda dengan lembut setiap hari. Hal ini tidak hanya akan melembapkan bibir Anda, tetapi juga menyembuhkan bibir perokok yang gelap dan secara alami membuat bibir Anda merah muda kembali Buah bit Potong sepotong buah bit, kemudian oleskan pada bibir. Hal ini berguna untuk mengurangi warna gelap pada bibir perokok Sumber: newhealthguide
 26 Aug 2018    11:00 WIB
Waspada Beberapa Faktor Penyebab Terjadinya Asma
Asma merupakan suatu keadaan di mana saluran pernapasan anda mengalami reaksi berlebihan terhadap suatu bahan tertentu (alergen) yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan dapat menimbulkan berbagai gejala seperti batuk, sesak napas, dan mengi (suara napas berbunyi "ngik-ngik"). Terjadinya serangan asma dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari jenis kelamin sampai pada kehamilan. Di bawah ini terdapat beberapa hal yang merupakan faktor resiko terjadinya asma.   Jenis Kelamin Pada anak-anak, asma lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Penyebab hal ini tidak diketahui dengan jelas, akan tetapi beberapa ahli menemukan bahwa ukuran saluran pernapasan anak laki-laki lebih kecil daripada anak perempuan. Hal ini dapat merupakan salah satu penyebab timbulnya mengi setelah flu atau infeksi virus lainnya. Akan tetapi seiring dengan semakin bertambahnya usia anak, maka resiko terjadinya asma antara pria dan wanita menjadi sama. Pada usia 40 tahun, wanita memiliki resiko menderita asma yang lebih tinggi daripada pria   Riwayat Keluarga Asma merupakan salah satu penyakit yang diturunkan dalam keluarga (herediter). Jika salah satu orang tua anda menderita asma, maka anda memiliki resiko 3-6 kali lebih tinggi untuk menderita asma daripada anak yang kedua orang tuanya tidak menderita asma.   Hiperaktivitas Saluran Pernapasan Memiliki saluran pernapasan yang bereaksi berlebihan terhadap bahan-bahan tertentu (alergen) merupakan salah satu faktor resiko asma. Pada penderita asma, saluran pernapasan menjadi hiperaktif dan meradang saat terpapar oleh alergen atau udara dingin. Tidak semua orang dengan saluran pernapasan yang hiperaktif menderita asma, akan tetapi saluran pernapasan yang hiperaktif dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Alergi Atopi merupakan suatu reaksi alergi pada berbagai bagian tubuh yang bahkan tidak bersentuhan dengan alergen atau zat yang menyebabkan timbulnya reaksi alergi. Beberapa penyakit yang dapat timbul akibat atopi adalah eksim (dermatitis atopik), rhinitis alergika, konjungtivitis alergika, dan asma. Beberapa alergen seperti bulu binatang, berbagai serangga, dan jamur dapat menyebabkan timbulnya suatu reaksi alergi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan resiko terjadinya asma.   Lingkungan Berbagai polusi udara, baik yang berasal dari asap rokok, jamur, atau berbagai zat berbahaya lainnya dapat menimbulkan suatu reaksi alergi dan asma. Polusi udara, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon, udara dingin, dan kelembaban udara yang tinggi merupakan pemicu terjadinya serangan asma. Ozon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan timbulnya batuk, sesak napas, mengi, nyeri dada, dan serangan asma. Cuaca dingin dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan meningkatkan produksi lendir pada saluran pernapasan. Peningkatan kelembaban udarah juga dapat menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan pada beberapa orang tertentu.   Asap Rokok Merokok saat usia remaja atau dewasa muda dapat meningkatkan resiko anda menderita asma. Selain itu, paparan terhadap asap rokok pada bayi atau anak-anak juga dapat meningkatkan resiko bayi atau anak tersebut untuk menderita asma di kemudian hari.   Obesitas Berdasarkan penelitian, asma lebih sering terjadi pada orang dewasa dan anak yang mengalami obesitas (kegemukan). Serangan asma pada penderita asma yang juga mengalami obesitas seringkali lebih sulit dikendalikan dan membutuhkan lebih banyak pengobatan.   Kehamilan Merokok selama hamil dapat menyebabkan penurunan fungsi paru pada bayi yang anda kandung. Selain itu, bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur) juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk menderita asma di kemudian hari.   Sumber: webmd