Your browser does not support JavaScript!
 22 Apr 2020    08:00 WIB
Paru-Paru Bengkak Emphysema Karena Asap Rokok
Hai guys! Salam sehat dari Dokter.ID untuk para follower di Indonesia. Hari ini kita akan membahas tentang Emphysema. Bagi para perokok berat, siap-siap mendengarkan yah! Karena ini ada hubungannya dengan kalian. Mari kita pelajari bersama. Apa itu Emphysema? Emphysema (pembengkakan paru-paru) adalah salah satu penyakit yang terdiri dari COPD (penyakit paru obstruktif kronis). Emphysema melibatkan kerusakan bertahap pada jaringan paru-paru, khususnya penipisan dan penghancuran alveoli atau kantung udara. Mengapa Emphysema bisa terjadi? ada banyak penyebab perkembangan Emphysema. Namun, sebagian besar kasus Emphysema (COPD) di Amerika Serikat dan negara-negara lain disebabkan oleh paparan asap rokok. Meskipun genetika mungkin berperan, peradangan yang dimediasi oleh sel-sel tubuh (neutrofil, makrofag, dan limfosit) biasanya dipicu oleh paparan senyawa inflamasi, banyak di antaranya ditemukan dalam asap tembakau. Respon sistem kekebalan tubuh mengarah pada penghancuran elastin dan elemen struktural lainnya di paru-paru, yang pada akhirnya menghasilkan area di paru-paru yang tidak dapat berfungsi secara normal. Orang dengan kekurangan alpha-1 antitrypsin memiliki kondisi autosomal yang diwariskan yang menghasilkan peningkatan kerusakan elastin di paru-paru, yang mengakibatkan COPD (emphysema). Ketika iritasi dan zat asing memasuki alveoli, biasanya melalui inhalasi, proses inflamasi dimulai. Pesan kimia dikirim merekrut sel darah putih untuk menghilangkan bahan asing ini. Sel-sel ini melepaskan enzim yang menghancurkan zat ini. Biasanya, enzim-enzim ini, seringkali trypsins (protein desolving enzymes) bekerja untuk menghilangkan bahan ini. Tubuh memiliki enzim anti-trypsin yang menghancurkan trypsin ketika zat asing tidak ada lagi. Dalam kasus defisiensi alfa satu antitripsin genetik, enzim-enzim ini terus bekerja tanpa henti menghancurkan jaringan paru-paru normal yang berdekatan, menghasilkan Emphysema. Banyak dari mereka yang didiagnosis dengan Emphysema secara bertahap menurunkan berat badan dan kurus. Bagi sebagian orang, Emphysema berkembang lambat, dan bagi yang lain, Emphysema berkembang cepat. Namun, gejala Emphysema serupa dan termasuk: Batuk Tiada Henti - Juga dikenal sebagai batuk perokok, batuk persisten adalah tanda kerusakan dan iritasi pada paru-paru akibat emfisema. Desah - Ketika udara melewati saluran pernapasan bronkiolus yang sempit atau rusak (atau struktur seperti pohon), udara bergerak secara tidak normal dan menyebabkan suara siulan saat bernapas. Dada serasa tertekan - Bagi banyak orang dengan Emphysema, sesak dada atau perasaan tidak mampu bernapas sangat menakutkan dan sering diperburuk oleh kecemasan. Sesak Nafas - ini adalah perasaan bahwa bernafas membutuhkan lebih banyak usaha daripada yang biasanya diperlukan. Napas pendek bisa terjadi saat mengerahkan diri, duduk atau berbaring rata. Merokok adalah faktor risiko terbesar untuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), yang meliputi bronkitis kronis dan Emphysema. Ini meningkatkan risiko kita meningkat dan mati karena COPD. Sekitar 85 hingga 90 persen dari kasus COPD disebabkan oleh merokok. Perokok wanita hampir 13 kali lebih mungkin meninggal akibat COPD dibandingkan wanita yang tidak pernah merokok; pria perokok hampir 12 kali lebih mungkin meninggal akibat COPD dibandingkan pria yang tidak pernah merokok. Faktor risiko lain untuk COPD termasuk: Paparan polusi udara. Menghirup asap rokok bekas. Bekerja dengan bahan kimia, debu, dan asap. Kondisi genetik yang disebut defisiensi Alpha-1. Riwayat infeksi pernapasan pada anak-anak. Ada tiga jenis Emphysema morfologis; 1) centriacinar, 2) panacinar, dan 3) paraseptal. Centriacinar dimulai pada bronkiolus pernafasan dan menyebar secara perifer terutama di bagian atas paru-paru dan biasanya dikaitkan dengan merokok lama. Panacinar mendominasi di bagian bawah paru-paru dan menghancurkan jaringan alveolar dan dikaitkan dengan defisiensi antitripsin alpha-1 homozigot, suatu penyakit genetik. Emphysema paraseptal yang berlokasi di sekitar septa paru-paru atau pleura, sering dikaitkan dengan proses inflamasi, seperti infeksi paru-paru sebelumnya. Cara Menguji Emphysema ada beberapa cara: Pemeriksaan fisik akan dilakukan. Dokter akan memberi perhatian khusus pada bunyi pernapasan, bunyi jantung, dan penampilan fisik umum kita. Rontgen. Tes fungsi paru-paru. Untuk kasus genetik seperti alpha-1-antitrypsin, dokter mungkin menganjurkan tes darah untuk mengevaluasi penyakit genetik ini. Perawatan Emphysema bisa dimulai dari hal kecil, seperti: berhentilah merokok. Terapi obat. Rehabilitasi paru-paru. Terapi oksigen. Pembedahan Jika kita menderita Emphysema berat dengan kerusakan paru-paru lanjut. Vaksinasi (vaksinasi influenza, vaksin pneumokokus) ini akan membantu mengurangi eksaserbasi yang efektif. Diuretik– Jika kita memiliki komplikasi gagal jantung kanan, kita mungkin dirawat dengan tablet untuk menghilangkan kelebihan cairan. Eksaserbasi akut - Serangan akut harus ditangani dengan bronkodilator, oksigen tambahan, antibiotik, dan glukokortikoid. Anti Depresi - Karena Emphysema dapat menyebabkan kecacatan yang signifikan, tidak jarang pasien menjadi depresi. Obat konseling dan antidepresan dapat membantu kita mengatasi hal ini. Kontrol berat badan - Adalah penting bahwa kita menjaga berat badan dan nutrisi yang sehat, makan-makanan yang sehat dan bernutrisi, vitamin, banyak minum air putih dan olah raga secara teratur (ciptakan pola hidup sehat). Demikianlah pembahasan kita hari ini tentang Emphysema, pasti bermanfaat bagi kita semua, dan penting sekali punya paru-paru yang sehat, so dimulai dari berhenti merokok yah! Sampai jumpa!.
 20 Feb 2020    16:00 WIB
Buang Nikotin Dari Tubuh Anda Dengan Cara Berikut
Nikotin merupakan bahan berbahaya yang berasal dari rokok. Nikotin memiliki banyak efek negatif terhadap tubuh, seperti: Penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah Kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker esofagus Bronkitis Tekanan darah tinggi Impotensi Gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Untuk Anda yang perokok aktif maupun perokok pasif, berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu membuang nikotin dari dalam tubuh: 1.      Banyak minum air putih setiap hari Selama Anda sehat dan tidak memiliki masalah kesehatan yang mengharuskan Anda untuk membatasi asupan cairan. Maka sebaiknya Anda minum minimal 8 gelas sehari. Nikotin dan kotinin akan dibuang melalui ginjal. Dengan meningkatkan asupan cairan setiap harinya akan membantu tubuh memaksa keluar setiap limbah yang ada didalam tubuh termasuk nikotin dan kotinin. 2.      Makan makanan yang mengandung antioksidan Antioksidan adalah zat yang membantu membersihkan tubuh dari racun dengan mempercepat metabolisme. Jus buah tanpa tambahan gula merupakan sumber antioksidan. 3.      Makan makanan yang meningkatkan produksi empedu Empedu diproduksi dalam hati dan membantu untuk mendetoksifikasi tubuh Anda dan membuang nikotin. Makanan tersebut seperti bawang merah dan bawang putih. 4.      Olahraga yang teratur Apabila Anda melakukan olahraga secara teratur makan hal ini akan membantu mempercepat metabolisme tubuh Anda yang akan membantu membuang nikotin dan kotinin dari dalam tubuh.   Sumber: newhealthguide
 04 Feb 2020    08:00 WIB
Mengenal Kanker Paru dan Pencegahannya
Apa Itu Kanker Paru ? Kanker paru biasanya terjadi setelah paparan jangka panjang pada berbagai zat kimia yang dapat menyebabkan kanker. Merokok atau paparan asbes dapat merusak sel-sel paru dan menyebabkan mutasi genetik. Kerusakan pada sel selama bertahun-tahun dapat menyebabkan sel kehilangan kendali dan kemudian bertumbuh, bertambah banyak, dan terdapat di berbagai organ lainnya. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan gangguan fungsi tubuh.   Faktor Resiko Kanker Paru Jika anda tidak pernah merokok, maka anda memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker paru. Jika anda merupakan perokok, terutama pada perokok berat, maka anda memiliki resiko menderita kanker paru 30 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Sekitar 90% penderita kanker paru memiliki riwayat merokok. Selain itu, berapa lama dan seberapa banyak rokok yang telah anda konsumsi juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker paru. Berbagai faktor resiko kanker paru lainnya adalah: Paparan terhadap gas radon yang merupakan suatu gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang ditransmisikan oleh tanah dan batu Paparan terhadap asbes, terutama pada buruh yang bekerja pada pabrik asbes Memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru Perokok pasif   Kelompok Resiko Tinggi Anda dianggap beresiko tinggi menderita kanker paru bila: Berusia 55-74 tahun dengan riwayat merokok sebanyak 30 bungkus atau lebih setiap tahunnya atau telah berhenti merokok selama 15 tahun Berusia 50 tahun atau lebih dengan riwayat merokok sebanyak 20 bungkus atau lebih setiap tahunnya dan memiliki satu faktor resiko lainnya seperti radiasi dada   Pengobatan Kanker Paru Bila kanker ditemukan pada stadium dini, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian paru yang terkena. Selain tindakan pembedahan ini, kanker paru dapat ditangani dengan kemoterapi dan radiasi. Hanya sekitar 15% dari penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup, oleh karena itu deteksi dini dan menghindari berbagai faktor resiko merupakan langkah pencegahan kanker paru yang terbaik.   Pencegahan Kanker Paru Berhenti Merokok Jika anda merupakan perokok, segeralah berhenti merokok. Berdasarkan penelitian, setiap orang yang berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun dapat menurunkan resiko kematian sampai selama 15 tahun daripada orang terus merokok. Bila anda merupakan perokok, hindari mengkonsumsi suplemen yang mengandung beta karoten karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada perokok. Jika anda tidak merokok, maka hindarilah asap rokok. Hindari Paparan Radon Baik perokok atau bukan, hindarilah paparan terhadap radon. Radon dapat terbentuk pada rumah-rumah, terutama pada rumah yang sering terpapar oleh cuaca dingin. Olahraga dan Diet Sehat Berolahraga dan diet kaya sayur serta buah-buahan merupakan salah satu perubahan gaya hidup sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan anda, bahkan juga dapat membuat anda terhindar dari berbagai jenis kanker, diabetes, dan penyakit jantung.   Sumber: webmd  
 17 Jan 2020    08:00 WIB
Cara Alami Mengatasi Migrain dan Nyeri Kepala
Siapakah diantara Anda disini yang sering mengalami migrain atau nyeri kepala? Saat migraine atau nyeri kepala datang biasanya akan terasa sangat sakit dan dapat mengganggu aktivitas. Namun Anda tak perlu khawatir, karena ada beberapa tips untuk mengatasi sakit migraine dan sakit kepala, yakni:     •    Cobalah untuk kurangi stress Pekerjaan yang menumpuk di kantor dapat membuat siapa saja merasa lelah dan stress. Maka dari itu usahakan agar Sobat memiliki waktu istirahat yang cukup di rumah agar pikiran lebih rileks. Selain itu Anda dapat mencoba berdiri sesekali tiap 1 jam sambil menenangkan leher, rahang, serta bahu Anda.     •    Berolahraga secara teratur Berolahraga secara teratur minimal tiga kali seminggu dengan durasi 20 menit.     •    Melakukan rutinitas yang baik Cobalah untuk melakukan rutinitas yang baik seperti menjaga pola makan, asupan makan yang masuk ke dalam tubuh, serta waktu istirahat dengan konsisten, maka niscaya sakit migraine dan nyeri kepala akan pergi jauh-jauh.     •    Berhenti merokok Jika Anda memiliki kebiasaan merokok maka usahakan agar mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok, sebab merokok dapat memicu munculnya nyeri di kepala menjadi lebih buruk.     •    Mengetahui faktor pemicu dari nyeri kepala Dengan mengetahui penyebab dari migraine dan nyeri kepala, maka Anda dapat melakukan pencegahan di kedepannya.   Sumber: webmd
 23 Dec 2019    18:00 WIB
Ayah Perokok Berisiko Memiliki Anak Asma
Saat Anda sedang merencanakan kehamilan, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan oleh ibu sebelum kehamilan seperti seperti meningkatkan asupan asam folat dan berhenti merokok atau minum alkohol. Namun bagaimana dengan calon ayah? Sering orang berpendapat bahwa calon ayah tidak perlu melakukan perubahan pola hidup, namun ternyata menurut sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa seorang calon ayah yang merokok memiliki risiko bayi yang menderita asma.  Berdasarkan sebuah penelitian yang dipaparkan oleh European Respiratory Society (ERS) Kongres Internasional di Munich, Jerman, dan merupakan penelitian pertama yang meneliti hubungan antara kebiasaan ayah yang merokok dengan kesehatan pernapasan anak-anaknya.  Penelitian tersebut memberikan bukti bahwa sejarah orang tua yang buruk memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan masa depan anak, diterbitkan dalam jurnal Science. Penelitian yang dipimpin oleh Prof Sarah Robertson dari University of Adelaide di Australia mengatakan sebagai contoh bahwa orang tua yang obesitas/ kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko anaknya untuk terkena penyakit gangguan metabolik "Dalam 10 tahun terakhir ini komunitas ilmu pengetahuam telah serius membahas masalah ini" kata Prof Robertson, "dan hanya dalam 5 tahun terakhir bahwa kami telah mulai memahami mekanisme bagaimana hal ini terjadi."  Dia menjelaskan bahwa seseorang yang memiliki pola hidup, seperti pola makan yang buruk atau kebiasaan merokok, hal ini akan tersimpan dalam sel telur dan sperma dan akan berpengaruh pada pertumbuhan janin.  Dalam penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr Cecile Svanes dari University of Bergen di Norwegia, para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai kebiasaan merokok lebih dari 13.000 pria dan wanita.  Penelitian ini difokuskan pada beberapa pasangan yang mempunyai kebiasaan merokok sebelum terjadi kehamilan dengan kejadian asma pada anak-anak mereka dan pada pasangan yang telah menghentikan kebiasaan merokok.  Dalam penelitian tersebut di temukan bahwa seorang calon ayah yang mempunyai kebiasaan merokok sebelum terjadi kehamilan ternyata memiliki risiko lebih besar mempunyai anak yang mengalami asma non alergi. Selain itu risiko anak mengalami asma meningkat apabila calon ayah mulai merokok pada usia sebelum 15 tahun dan risiko ini semakin meningkat berdasarkan berapa lama calon ayah merokok.    Sumber: medicalnewstoday 
 12 Dec 2019    18:00 WIB
Merokok Dapat Menghapus Kromosom Seks, Benarkah?
Tahukah Anda bahwa merokok ternyata benar-benar dapat menghapus kromosom seks? Kromosom seks merupakan sejenis kromosom yang berfungsi untuk menentukan jenis kelamin dan dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Kromosom seks terdiri dari 2 jenis, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Walaupun banyak orang, terutama pria, mengira mereka akan tampak lebih keren saat merokok, akan tetapi merokok ternyata justru dapat membuat seorang pria kehilangan kromosom Y nya, yang dapat membuat mereka menjadi mandul karena berkurangnya jumlah sperma. Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi, bahkan hingga 3 kali lipat, untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak merokok. Para peneliti mengatakan bahwa menghilangnya kromosom Y inilah yang mungkin merupakan salah satu penyebab mengapa pria lebih rentan menderita kanker tertentu yang terjadi akibat merokok dibandingkan dengan wanita. Kromosom Y merupakan kromosom seks yang hanya terdapat pada pria dan kromosom ini merupakan salah satu hal yang membuat pria menjadi seorang pria sesungguhnya. Kromosom Y ini juga mempengaruhi perkembangan buah zakar. Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa lebih dari 6.000 orang pria dan juga memasukkan berbagai hal lain yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian seperti usia, kebiasaan olahraga, kadar kolesterol darah, tingkat pendidikan, berapa banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi, gaya hidupnya, kebiasaan merokok, dan sebagainya. Para peneliti menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak pernah merokok atau yang telah menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa menghilangnya kromosom Y ini mungkin bukanlah sesuatu hal yang permanen. Hal ini dikarenakan para peneliti menemukan bahwa hampir tidak ada perbedaan antara keadaan kromosom Y pada pria yang pernah merokok tetapi berhenti dengan seorang pria yang memang tidak pernah merokok. Seberapa banyak kromosom Y yang hilang tampaknya juga dipengaruhi oleh berapa banyak rokok yang Anda konsumsi. Hal ini berarti bahwa semakin banyak jumlah rokok yang Anda konsumsi, maka semakin banyak pula kromosom Y Anda yang hilang. Hasil penelitian ini mungkin merupakan salah satu jawaban dari pertanyaan mengapa seorang pria tampaknya memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan dengan wanita.   Sumber: healthline
 11 Nov 2019    11:00 WIB
Inilah yang Terjadi Saat Anda Berhenti Merokok
Anda ingin berhenti merokok? Jika jawabannya "iya", Anda harus mencari beberapa alasan lagi untuk menguatkan tekad Anda untuk berhenti merokok, terutama untuk alasan kesehatan. Krena tidak perduli berapa lama Anda sudah menjadi perokok, apakah itu 30 hari atau 30 tahun, tubuh Anda mampu untuk membersihkan diri dari racun-racun kimia yang sudah anda hisap dari rokok. Seperti yang Anda ketahui, merokok adalah salah satu kebiasaan yang tidak sehat dan berdampak buruk untuk tubuh Anda. Rokok dapat merusak paru-paru, tenggorokan dan mulut, dan terbukti meningkatkan resiko terkena penyakit jantung dan saluran pernafasan. Sayangnya, karena zat-zat adiksi yang terkandung dalam rokok, seperti misalnya nikotin, berhenti merokok akan menjadi sangat sulit untuk beberapa orang Karena kekurangan motivasi, beberapa orang dapat dengan mudah kambuh karena stres atau faktor-faktor lain dan kemudian harus memulai lagi proses berhenti merokok dari awal. Tapi untuk sebagian besar orang mungkin tidak mengerti betapa sehat hidup mereka akan jika mereka belajar  untuk berhenti merokok, untuk selamanya. Sayangnya, Anda harus mengingat bahwa ada beberapa kemunduran yang mungkin terjadi saat Anda ingin berhenti merokok, terutama 4 permasalahan ini: Pencernaan: Anda mungkin mengalami nyeri ulu hati, lambat mencerna makanan, mual dan diare. Gejala-gejala ini mungkin akan bertambah berat. Penafasan: mungkin akan terjadi penyumbatan sinus, batuk, dahak dan suara serak Syaraf : Anda mungkin akan merasa pusing, kaku atau kejang,  kesemutan di kaki dan tangan Gangguan Tidur: Anda mungkin akan mengalami insomnia Efek ini merupakan akibat langsung dari tubuh Anda yang sedang memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh merokok, dan mulai kembali merokok  hanya akan mengacaukan kembali rencana Anda untuk sehat. Jika Anda berhasil melalui masa ingin kembali merokok (yang seharusnya hanya berlangsung 3-4 minggu), Anda akan melihat perbaikan kesehatan dengan segera dan lebih lama. Untuk memberikan gambaran tentang manfaat yang akan Anda dapatkan setelah Anda berhenti merokok, American Cancer Society telah menciptakan kerangka waktu agar Anda dapat melihat keuntungan-keuntungan yang dapat Anda peroleh setelah berhenti merokok, bahkan hanya dalam waktu 20 menit berhenti merokok akan memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan Anda. Penasaran dengan apa yang terjadi dengan tubuh sejak Anda mulai berhenti merokok? 20 Menit setelah berhenti merokok Berhenti merokok akan mempengaruhi arteri dan tekanan detak jantung. Dalam waktu 20 menit setelah berhenti merokok, detak jantung dan tekanan darah Anda akan langsung menurun. 12 Jam setelah berhenti merokok Setelah 12 jam berhenti merokok, tingkat karbon monoksida pada darah akan menurun. 2 minggu hingga 3 bulan setelah berhenti merokok Sirkulasi dan fungsi paru-paru akan mulai membaik setelah berhenti merokok selama dua minggu hingga 3 bulan. 1 sampai 9 bulan setelah berhenti merokok Batuk dan napas yang pendek akan berkurang. Silia (rambut halus pada saluran pernapasan yang menggerakkan lendir keluar dari paru-paru) akan mulai berfungsi dengan normal dan semakin efektif untuk menghilangkan lendir serta membersihkan paru-paru. Hal ini juga menurunkan risiko terjadinya infeksi. 1 tahun setelah berhenti merokok Setelah berhenti merokok selama satu tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan berkurang.  5 tahun setelah berhenti merokok Jika berhasil berhenti merokok selama lima tahun, risiko terkena kanker mulut, kanker tenggorokan, laring, dan kandung kemih akan berkurang hingga 50 persen. Risiko terkena kanker serviks juga akan berkurang dan hampir menyamai risiko orang yang tak pernah merokok. Risiko terkena stroke juga menurun drastis dalam jangka waktu 2-5 tahun setelah berhenti merokok. 10 Tahun setelah berhenti merokok Setelah 10 tahun, risiko meninggal akibat kanker paru-paru akan menurun hingga 50 persen dibandingkan dengan orang yang masih merokok. Begitu juga dengan kanker laring yang menyerang kotak suara dan penyakit pankreas. 15 Tahun setelah berhenti merokok Setelah tak merokok selama 15 tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan menurun drastis dan hampir sama dengan orang yang tak pernah merokok. Menghentikan kebiasaan merokok memang sulit.  Jika Anda ingin berhenti merokok, Anda harus benar-benar tegas dan kuat, terutama bila Anda mengalami keinginan untuk kembali merokok yang kuat, atau bahkan jika Anda sedang kambuh. Pada perokok lama akan mengalami pertempuran yang kuat untuk mengalahkan kecanduannya dibanding perokok yang baru, tetapi manfaat yang akan Anda dapatkan dalam jangka pendek dan jangka panjang akan lebih berharga.   Sumber: dailyhealthpost