Your browser does not support JavaScript!
 05 Apr 2021    13:00 WIB
Mengapa Berhenti Merokok Baik Bagi Kesehatan?
Banyak orang tentunya telah mengetahui berbagai dampak negatif dari merokok bagi kesehatan, seperti bau mulut, gigi menjadi kuning, timbulnya noda pada jari tangan dan bibir, timbulnya bintik hitam pada kulit, kerutan, kanker paru, emfisema, gangguan kesuburan, gangguan jantung, dan stroke. Rokok dibuat dari daun tembakau kering yang mengandung nikotin. Dalam proses pembuatannya, rokok pun ditambahkan beberapa zat kimia seperti ammonia, tar, timah, sianida, coklat, kopi, dan mentol untuk membuat rokok terasa lebih nikmat. Rokok mengandung sekitar 7.000 zat kimia, di mana 60 di antaranya merupakan zat karsinogen (penyebab kanker).   Merokok, Kehamilan, dan Kesuburan Merokok dan tembakau sendiri dapat mengganggu organ reproduksi dan kesuburan sang perokok. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pria yang merokok memiliki jumlah sperma yang lebih rendah dan sperma perokok seringkali memiliki bentuk abnormal yang membuatnya lebih sulit bergerak, sehingga lebih sulit membuahi sel telur. Selain itu, para peneliti menduga merokok dapat mempengaruhi DNA sperma, yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan perkembangan dan kesehatan fisik anak. Wanita hamil yang merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada janin di dalam kandungannya. Ibu yang merokok beresiko lebih tinggi untuk melahirkan secara prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Bayi yang dilahirkan oleh ibu perokok juga beresiko lebih tinggi untuk mengalami sudden infant death syndrome (SIDS).   Merokok dan Resiko Terkena Suatu Penyakit Salah satu penyebab kematian utama di Amerika, baik pada pria maupun wanita adalah gangguan jantung. Merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya gangguan jantung hingga 2-4 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Hal ini juga berlaku bagi stroke. Merokok dapat membuat pembuluh darah menyempit, yang dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah di dalam tubuh Anda dan meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri perifer, di mana terjadi penyumbatan pembuluh darah besar pada tangan dan kaki. Penyakit arteri perifer ini dapat menyebabkan timbulnya nyeri, kelemahan otot, dan bahkan kematian otot. Selain itu, merokok juga dapat merusak jaringan paru-paru dan saluran pernapasan seseorang. Hal ini tentu saja akan meningkatkan resiko terjadinya gangguan saluran pernapasan. Pada manusia, resiko terjadinya kanker paru-paru akan meningkat hingga 23 kali lipat bila ia merokok. Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering terjadi pada wanita dan merokok dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru hingga 13 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Sebagian besar perokok biasanya juga akan mengalami penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), seperti bronkitis atau emfisema; yang akan membuat saluran pernapasan menyempit sehingga membuat udara lebih sulit keluar masuk ke dalam paru-paru, yang akan menyebabkan penderita kesulitan bernapas.   Merokok dan Kematian Merokok sebenarnya tidak hanya menyebabkan kematian pada para perokok aktif tetapi juga pada para perokok pasif. Perokok pasif adalah orang-orang yang tidak pernah merokok sepanjang hidupnya tetapi hanya menghirup asap rokok dari lingkungan sekitarnya. Menurut AHA (American Heart Association), setiap tahunnya rokok dapat menyebabkan kematian jutaan perokok pasif. Masih menurut AHA, perokok biasanya meninggal 13-14 tahun lebih cepat bila dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok. Menurut CDC, sekitar 443.000 orang dewasa meninggal setiap tahunnya akibat penyakit atau komplikasi yang terjadi karena merokok. Tidak pernah ada kata terlambat untuk berhenti merokok! Di saat Anda berhenti merokok, maka resiko Anda terhadap berbagai penyakit dan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan merokok pun akan menurun. Menurut American Cancer Society, setahun setelah Anda berhenti merokok, maka resiko Anda untuk terkena gangguan jantung pun akan menurun hingga setengahnya. 15 tahun kemudian, resiko Anda untuk terkena gangguan jantung pun akan sama rendahnya dengan orang yang tidak pernah merokok di sepanjang hidupnya, begitu pula halnya dengan resiko stroke.   Sumber: healthline
 31 Mar 2021    18:00 WIB
Cara Alami Untuk Meningkatkan Libido
Libido atau dorongan seks akan dimulai pada masa pubertas. Karena berbagai alasan libido dapat menurun, seperti faktor penuaan, stres, beberapa penyakit, penggunaan obat-obatan dan efek samping dari obat. Berikut adalah cara alami untuk meningkatkan libido: Langkah 1 Lakukan olahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Olahraga akan membantu menurunkan berat badan, meningkatkan massa otot Anda, meningkatkan produksi hormon testosteron (untuk pria), meningkatkan mood Anda dan meningkatkan citra akan diri Anda. Dengan olahraga akan meningkatkan sirkulasi darah ke organ seksual Anda. Langkah 2 Lakukan beberapa latihan relaksasi. Jika mengurangnya dorongan seks adalah karena stres, maka ikut serta dalam beberapa kegiatan menenangkan dapat membantu mengurangi stres. Seperti yoga, Tai-chi, Pilates, meditasi pernapasan dan menikmati alam. Langkah 3 Mencoba beberapa tanaman herbal yang bermanfaat. Seperti yohimbe, ginkgo biloba, ginseng. Langkah 4 Bereksperimenlah saat Anda akan melakukan hubungan seksual. Rasa bosan akan menurunkan libido seseorang. Anda bisa mencoba gaya baru, tempat yang baru untuk meningkatkan gairah seks Anda. Langkah 5 Meningkatkan libido Anda dengan beberapa makanan, seperti tiram, pisang, buah ara, bawang putih, alpukat, almond, cokelat dan seledri. Makanan ini membantu memproduksi hormon seksual dan meningkatkan stamina Langkah 6 Buang rokok Anda. Merokok dapat merusak paru-paru Anda dan menurunkan gairah seks. Ketika Anda merokok, oksigen yang diperlukan untuk sirkulasi darah berkurang. Hal ini akan  mempengaruhi semua area tubuh termasuk organ seksual. Sumber: livestrong
 02 Mar 2021    10:00 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Kematian Bayi di Dalam Kandungan
Kematian bayi di dalam kandungan dapat terjadi pada siapa saja, bahkan pada wanita yang tidak memiliki faktor resiko apapun, tanpa gejala apapun. Wanita yang beresiko tinggi adalah wanita yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi sebelum hamil atau selama hamil. Wanita yang memiliki resiko tinggi harus memperoleh pengawasan yang lebih dan harus memperhatikan pergerakan bayinya beberapa kali sehari setiap harinya, terutama bila kehamilan telah berusia lebih dari 26 minggu. Segera hubungi dokter anda bila tendangan atau gerakan bayi anda berkurang. Bila bayi anda meninggal di dalam kandungan (lahir mati), maka anda sebaiknya menunggu selama beberapa saat sebelum berusaha untuk kembali hamil. Beberapa wanita yang kembali hamil pada 12 bulan pertama setelah mengalami keadaan ini menderita gangguan cemas dan depresi berat, yang terjadi selama kehamilan hingga 1 tahun setelah persalinan. Tergantung pada penyebabnya, kehamilan anda berikutnya mungkin merupakan kehamilan yang beresiko tinggi. Kesempatan anda untuk memperoleh bayi yang sehat akan meningkat bila anda menjaga kesehatan anda sebelum hamil dan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur dan sedini mungkin. Dengan demikian, bidan atau dokter anda dapat memeriksa riwayat kesehatan anda dan melakukan pengobatan sedini mungkin terhadap berbagai gangguan yang anda alami. Beberapa hal yang dapat membantu anda untuk menjaga kesehatan diri dan bayi anda selama kehamilan adalah:•  Lakukanlah kegiatan olahraga yang sesuai dengan anda dan konsumsilah diet sehat. Dianjurkan agar anda mengkonsumsi 400 mcg asam folat setiap harinya sebelum hamil hingga kehamilan anda berusia 12 minggu. Berkonsultasilah dengan dokter anda mengenai berapa dosis asam folat yang anda butuhkan•  Jangan merokok•  Jangan mengkonsumsi alkohol•  Jangan mengkonsumsi obat-obatan atau suplemen apapun sebelum berkonsultasi dengan dokter anda•  Jangan berhenti mengkonsumsi obat-obatan yang telah anda konsumsi sebelum berkonsultasi dengan dokter anda•  Hindari berbagai makanan mentah atau setengah matang •  Jangan berada terlalu dekat dengan orang yang sedang sakitSumber: webmd
 27 Nov 2020    09:00 WIB
Faktor Usia Bisa Mempengaruhi Kesuburan Pria
Usia dan Kesuburan Sama seperti wanita, pria pun memiliki masa suburnya sendiri. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa dengan semakin bertambahnya usia, maka pria pun mengalami penurunan kesuburan seperti halnya wanita. Hal ini berbeda dengan anggapan sebagian besar orang bahwa pria dapat memiliki anak pada usia berapa pun. Sebuah penelitian menemukan bahwa kemungkinan seorang pria untuk memperoleh anak atau menyebabkan kehamilan pada pasangannya menurun hingga 11% setiap tahunnya. Selain itu, kemungkinan terjadinya keguguran atau kematian janin di dalam kandungan juga meningkat seiring dengan semakin bertambahnya usia sang ayah. Sebuah penelitian di Perancis menemukan bahwa angka keguguran meningkat hingga 17% bila sang ayah berusia 34 tahun, dan meningkat menjadi 20% bila sang ayah berusia antara 35-39 tahun, dan mencapai 32% bila sang ayah berusia 44 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian di Jerman, sperma pun mengalami perubahan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Jumlah, kecepatan bergerak, dan struktur sperma pun mengalami penurunan seiring dengan semakin bertambahnya usia anda. Gaya hidup anda pun dapat mempengaruhi kesuburan anda. Gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya waktu tidur, stress yang cukup tinggi, dan diet tidak sehat serta tidak teratur dapat mempengaruhi kesehatan anda dan juga kesuburan anda. Pengaruhnya Pada Bayi Anda Sperma yang telah mengalami perubahan akibat penuaan pun dapat mempengaruhi kesehatan anak anda. Seperti halnya wanita, setelah pria mencapai usia tertentu, maka resiko anak-anaknya menderita kelainan genetika juga meningkat. Selain itu, anak anda pun memiliki resiko menderita skizofrenia (suatu kelainan jiwa) yang lebih tinggi daripada anak yang lahir saat anda masih muda. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria yang berusia 45-49 tahun beresiko memiliki anak yang menderita skizofrenia hingga dua kali lipat dibandingkan dengan pria yang berusia 25 tahun atau lebih muda. Resiko ini meningkat hingga 3 kali lipat bila sang ayah berusia lebih dari 50 tahun. Apa yang Dapat Dilakukan? Memperbaiki gaya hidup anda dapat memperlambat penurunan kesuburan yang sedang terjadi. Bila anda ingin tetap subur seperti masa muda anda, maka terdapat beberapa hal yang dapat anda lakukan, yaitu: Jaga berat badan anda Jangan menggunakan obat-obatan terlarang Berhenti merokok Menjaga kadar kolesterol darah anda Sebuah penelitian telah menemukan adanya hubungan antara tingginya kadar kolesterol dengan disfungsi ereksi. Sumber: webmd
 23 Oct 2020    09:00 WIB
5 Rahasia Gigi Putih Cemerlang
Seiring dengan semakin bertambahnya usia Anda, mengkonsumsi makanan atau minuman tertentu dapat membuat gigi Anda menjadi berwarna kuning atau keabuan. Lalu bagaimana cara gigi tampak bersih dan putih? Simak tipsnya berikut ini: 1.      Pemutih Gigi Terdapat berbagai jenis pemutih gigi, mulai dari pasta gigi dengan pemutih hingga strip pemutih. Sebagian besar zat penghilang noda ini mengandung sedikit pemutih dan zat abrasif seperti dalam pasta gigi. Baking soda yang dicampur dengan jus lemon, menggigit makanan seperti apel, pir, dan wortel diduga dapat menjaga gigi anda tetap putih. Strawberi juga diduga mengandung zat yang dapat mengangkat noda dan vitamin C yang dapat mengangkat plak. Permen karet tanpa gula dapat merangsang pengeluaran air liur untuk membersihkan gigi dan menetralisir asam di dalam makanan. Perlu diingat bahwa semua pemutih gigi yang tersedia hanya berefek pada gigi asli Anda. Jadi berhati-hatilah menggunakannya apabila Anda menggunakan gigi palsu, karena dapat membuat warna gigi Anda tidak seragam. Menggunakan terlalu banyak pemutih gigi dapat membuat gigi Anda terlihat transparan dan tampak keabuan atau kebiruan. Jadi konsultasilah dahulu dengan dokter gigi sebelum mencoba pemutih gigi. 2.      Jangan Merokok Salah satu penyebab tersering dan terburuk yang dapat mengubah warna gigi adalah rokok. Gigi dapat berubah menjadi kecoklatan dan kuning, baik dengan merokok atau mengunyah tembakau. Selain itu, mengkonsumsi tembakau juga meningkatkan resiko terjadinya berbagai jenis kanker, bau mulut, dan penyakit gusi lainnya. 3.      Menghindari Minuman Tertentu Minuman yang paling sering mengubah warna gigi adalah kopi, teh, minuman soda berwarna gelap, dan berbagai jenis jus buah, terutama yang berwarna gelap. Jika suatu makanan atau minuman dapat menodai baju Anda maka makanan dan minuman tersebut juga dapat menodai gigi Anda. Minuman lainnya yang juga dapat mengubah warna gigi adalah anggur merah, jus cranberry, dan jus anggur. Tapi, bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsi berbagai minuman ini, Anda hanya harus ingat untuk membersihkan mulut dengan berkumur dan menyikat gigi setelah mengkonsumsi berbagai jenis minuman di atas. Minuman manis dan asam juga tidak baik bagi kesehatan gigi Anda. Minuman asam dapat mengikis lapisan enamel Anda. 4.      Menghindari Makanan Tertentu Berbagai jenis makanan yang baik bagi kesehatan Anda, tetapi dapat mengubah warna gigi Anda adalah bluberri, blackberry, dan kismis. Bukan berarti Anda tidak boleh mengkonsumsinya lagi, Anda hanya harus membersihkan mulut dengan berkumur dan menyikat gigi segera setelah mengkonsumsi makanan tersebut. 5.      Obat-obatan Beberapa jenis zat yang dapat mengubah warna gigi Anda adalah: Obat kumur yang mengandung klorheksidin atau setilpiridinium klorida Antibiotika tetrasiklin yang dapat membuat gigi yang masih berkembang menjadi keabuan Obat yang mengandung zat besi Fluride bila digunakan secara berlebihan Beberapa jenis obat anti histamin, anti psikotik, dan anti hipertensi Berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda menggunakan pemutih gigi apapun dan atau jika berbagai pemutih gigi yang Anda gunakan tidak efektif. Periksakanlah keadaan gigi Anda secara teratur pada dokter gigi setiap 6 bulan sekali.   Sumber: webmd  
 21 Oct 2020    17:00 WIB
Terbangun Tiba-tiba karena Nyeri Kepala
Jika Anda sering terbangun tiba-tiba karena nyeri kepala yang hebat, kemungkinan Anda mengalami nyeri kepala cluster. Nyeri kepala cluster merupakan jenis nyeri kepala yang dapat kembali berulang setelah beberapa waktu. Penderita nyeri kepala cluster dapat mengalami 1-3 kali serangan setiap harinya selama serangan berlangsung. Serangan nyeri kepala cluster ini dapat berlangsung selama 2 minggu hingga 3 bulan. Penderita nyeri kepala cluster biasanya mengalami serangan pada waktu yang sama setiap tahunnya, misalnya di awal, pertengahan, atau akhir tahun. Nyeri kepala cluster biasanya dapat membuat seseorang terbangun dari tidur setelah 1-2 jam tertidur. Serangan di malam hari ini dapat lebih berat daripada serangan di siang hari. Serangan nyeri kepala cluster diduga berhubungan dengan irama sirkardian (irama yang mengatur waktu tidur dan bangun seseorang). Serangan nyeri kepala cluster dapat lebih berat daripada serangan migrain. Nyeri kepala cluster dapat menghilang selama beberapa bulan atau tahun, dan akan kembali terjadi lagi. Siapa yang Beresiko? Nyeri kepala cluster merupakan jenis nyeri kepala yang paling jarang terjadi, biasanya mulai terjadi pada usia 30 tahun dan lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Penyebab Penyebab nyeri kepala cluster tidak diketahui. Akan tetapi, nyeri kepala ini terjadi saat saraf di dasar otak (refleks autonom trigeminal) teraktivasi. Saraf trigeminal merupakan saraf utama pada wajah yang mengatur sensasi, termasuk sensasi panas atau nyeri. Saraf trigeminal yang teraktivasi menyebabkan timbulnya nyeri pada mata yang sering ditemukan bersamaan dengan nyeri kepala cluster. Saraf trigeminal juga menstimulasi kumpulan saraf lainnya yang menyebabkan mata berair, mata merah, hidung tersumbat, atau hidung meler saat serangan nyeri kepala cluster terjadi. Aktivasi saraf trigeminal ini diduga berasal dari hipotalamus, yang juga berfungsi untuk mengatur irama sirkardian manusia. Hal ini ditemukan melalui pemeriksaan penunjang yang menunjukkan adanya aktivitas atau stimulasi hipotalamus saat serangan cluster berlangsung. Nyeri kepala cluster tidak disebabkan oleh adanya gangguan otak lainnya, seperti tumor atau aneurisma. Pemicu Serangan Pergantian musim merupakan pemicu nyeri kepala cluster yang paling sering ditemukan, di mana serangan sering terjadi saat musim semi atau gugur. Karena serangan nyeri kepala cluster yang sering ditemukan pada musim tertentu, nyeri kepala cluster sering salah terdiagnosa sebagai bentuk alergi atau stress akibat pekerjaan. Nyeri kepala cluster yang berhubungan dengan pergantian musim ini kemungkinan besar disebabkan oleh stimulasi atau aktivasi hipotalamus. Selain pergantian musiim, nyeri kepala cluster juga sering ditemukan pada perokok berat dan peminum alkohol berat. Selama serangan nyeri kepala cluster berlangsung, penderita menjadi sangat sensitif terhadap alkohol dan nikotin, sehingga mengkonsumsi alkohol dalam jumlah kecil pun dapat memicu serangan nyeri kepala. Selama periode bebas gejala, penderita dapat mengkonsumsi alkohol dapat memicu terjadinya nyeri kepala. Gejala Serangan nyeri kepala cluster biasanya mencapai puncaknya dalam waktu 5-10 menit setelah serangan dimulai. Setiap serangan biasanya memiliki gejala yang hampir sama dan hanya sedikit berbeda dari serangan sebelum atau setelahnya. Jenis Nyeri Nyeri kepala cluster hampir selalu hanya mengenai satu sisi kepala dan selama periode nyeri kepala, rasa nyeri ini tetap terjadi pada sisi kepala yang sama. Bahkan pada saat terjadi serangan nyeri kepala cluster berikutnya, sisi kepala yang terkena pun biasanya tetap sama dan jarang berpindah ke sisi kepala lainnya. Intensitas Nyeri Nyeri kepala yang terjadi saat serangan nyeri kepala cluster terjadi biasanya amat sangat berat yang seringkali digambarkan sebagai perasaan terbakar atau tertusuk-tusuk. Nyeri kepala ini dapat terjadi secara terus-menerus atau berdenyut. Karena nyeri yang terjadi sangat berat, pada saat serangan berlangsung penderita biasanya tidak dapat duduk diam dan biasanya berjalan mondar-mandir. Lokasi Nyeri Nyeri biasanya dirasakan di belakang salah satu mata atau di dalam mata, dan tidak mengenai mata lainnya. Nyeri dapat menjalar ke dahi, pelipis, hidung, pipi, atau rahang atas sisi yang terkena. Kulit kepala dapat terasa nyeri dan denyutan nadi di kulit kepala seringkali dapat diraba. Lama Nyeri Nyeri kepala cluster biasanya berlangsung selama 30-90 menit atau 15 menit hingga 3 jam. Nyeri kepala ini kemudian akan menghilang dan kembali terjadi beberapa waktu kemudian. Biasanya, di antara serangan nyeri kepala ini, penderita mengalami masa bebas nyeri kepala. Frekuensi Nyeri Sebagian besar penderita mengalami 1-3 serangan selama 1 hari saat masa serangan. Nyeri kepala biasanya terjadi sangat teratur, bahkan pada waktu yang sama setiap harinya dan seringkali membuat penderitanya terbangun dari tidur pada waktu yang sama setiap malamnya. Sekitar 80-90% penderita nyeri kepala cluster mengalami serangan nyeri kepala yang terjadi selama 7 hari hingga 1 tahun, yang diselingi oleh periode bebas nyeri kepala selama 14 hari atau lebih. Pada sekitar 20% penderita nyeri kepala cluster, terjadi serangan nyeri kepala kronik, di mana periode bebas nyeri kurang dari 14 hari setiap tahunnya. Nyeri kepala cluster biasanya tidak disertai oleh gejala mual atau muntah. Mual dan muntah dapat terjadi pada penderita nyeri kepala cluster yang juga mengalami serangan migrain. Kapan Serangan Nyeri Kepala Cluster Terjadi? Walaupun serangan nyeri kepala cluster terjadi secara tiba-tiba, akan tetapi terdapat beberapa tanda yang menandakan bahwa serangan nyeri kepala akan segera terjadi. Tanda-tanda tersebut adalah: Rasa tidak nyaman pada satu sisi kepala atau perasaan terbakar ringan pada salah satu sisi kepala Mata pada sisi kepala yang terkena dapat membengkak atau terasa berat. Pupil dapat mengecil dan konjungtiva (bagian dalam kelopak mata) memerah Hidung tersumbat atau meler dan mata berair pada mata di sisi kepala yang terkena Keringat berlebihan Salah satu sisi wajah memerah Peningkatan sensitivitas terhadap cahaya   Pengobatan Menghentikan Serangan Pengobatan utama pada saat serangan berlangsung adalah pemberian obat golongan triptan dan bantuan napas melalui masker oksigen selama 20 menit. Obat lainnya dalah obat golongan ergotamine dan lidokain intranasal (melalui hidung). Mencegah Serangan Obat pencegah serangan bertujuan untuk memperpendek periode serangan nyeri kepala dan menurunkan intensitas nyeri kepala yang terjadi. Semua penderita nyeri kepala cluster harus mengkonsumsi obat pencegah serangan kecuali bila periode serangan berlangsung kurang dari 2 minggu. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk mencegah serangan nyeri kepala cluster adalah verapamil, lithium, natrium divalproat, prednisone (hanya diberikan dalam jangka pendek), dan ergotamine tartrate. Tindakan Pembedahan Tindakan pembedahan dilakukan pada penderita nyeri kepala cluster kronik yang tidak mengalami perbaikan dengan tindakan pengobatan lainnya. Tindakan ini bertujuan untuk menghambat aktivasi saraf trigeminal. Konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter anda sebelum melakukan pengobatan apapun.   Sumber: webmd
 08 Sep 2020    13:00 WIB
Mengenal Kanker Paru dan Pencegahannya
Apa Itu Kanker Paru ? Kanker paru biasanya terjadi setelah paparan jangka panjang pada berbagai zat kimia yang dapat menyebabkan kanker. Merokok atau paparan asbes dapat merusak sel-sel paru dan menyebabkan mutasi genetik. Kerusakan pada sel selama bertahun-tahun dapat menyebabkan sel kehilangan kendali dan kemudian bertumbuh, bertambah banyak, dan terdapat di berbagai organ lainnya. Pada akhirnya hal ini akan menyebabkan gangguan fungsi tubuh.   Faktor Resiko Kanker Paru Jika anda tidak pernah merokok, maka anda memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker paru. Jika anda merupakan perokok, terutama pada perokok berat, maka anda memiliki resiko menderita kanker paru 30 kali lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok. Sekitar 90% penderita kanker paru memiliki riwayat merokok. Selain itu, berapa lama dan seberapa banyak rokok yang telah anda konsumsi juga mempengaruhi resiko terjadinya kanker paru. Berbagai faktor resiko kanker paru lainnya adalah: Paparan terhadap gas radon yang merupakan suatu gas radioaktif yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang ditransmisikan oleh tanah dan batu Paparan terhadap asbes, terutama pada buruh yang bekerja pada pabrik asbes Memiliki anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru Perokok pasif   Kelompok Resiko Tinggi Anda dianggap beresiko tinggi menderita kanker paru bila: Berusia 55-74 tahun dengan riwayat merokok sebanyak 30 bungkus atau lebih setiap tahunnya atau telah berhenti merokok selama 15 tahun Berusia 50 tahun atau lebih dengan riwayat merokok sebanyak 20 bungkus atau lebih setiap tahunnya dan memiliki satu faktor resiko lainnya seperti radiasi dada   Pengobatan Kanker Paru Bila kanker ditemukan pada stadium dini, maka dapat dilakukan tindakan pembedahan untuk mengangkat bagian paru yang terkena. Selain tindakan pembedahan ini, kanker paru dapat ditangani dengan kemoterapi dan radiasi. Hanya sekitar 15% dari penderita kanker paru yang dapat bertahan hidup, oleh karena itu deteksi dini dan menghindari berbagai faktor resiko merupakan langkah pencegahan kanker paru yang terbaik.   Pencegahan Kanker Paru Berhenti Merokok Jika anda merupakan perokok, segeralah berhenti merokok. Berdasarkan penelitian, setiap orang yang berhenti merokok sebelum berusia 50 tahun dapat menurunkan resiko kematian sampai selama 15 tahun daripada orang terus merokok. Bila anda merupakan perokok, hindari mengkonsumsi suplemen yang mengandung beta karoten karena hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker paru pada perokok. Jika anda tidak merokok, maka hindarilah asap rokok. Hindari Paparan Radon Baik perokok atau bukan, hindarilah paparan terhadap radon. Radon dapat terbentuk pada rumah-rumah, terutama pada rumah yang sering terpapar oleh cuaca dingin. Olahraga dan Diet Sehat Berolahraga dan diet kaya sayur serta buah-buahan merupakan salah satu perubahan gaya hidup sehat yang dapat membantu menjaga kesehatan anda, bahkan juga dapat membuat anda terhindar dari berbagai jenis kanker, diabetes, dan penyakit jantung.   Sumber: webmd  
 05 Aug 2020    11:00 WIB
Mengapa Berat Badan Meningkat Saat Berhenti Merokok?
Berhenti merokok merupakan tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa Anda, tetapi beberapa orang tampak enggan untuk berhenti merokok karena kemungkinan akan mengalami peningkatan berat badan. Hal ini merupakan hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di International Journal of Clinical Practice. Peneliti dari  the Penn State College of Medicine menganalisa 186 perokok yang tengah menjalani terapi untuk berhenti merokok (yang diindikasikan dengan partisipasinya didalam sesi terapi studi) dan 102 perokok yang tidak menjalani terapi (diindikasikan dari ketidaktertarikan mereka untuk menghadiri terapi). Semua perokok yang terlibat dalam penelitian ini merokok minimal lima batang rokok setiap harinya. Para peneliti kemudian menanyakan para peserta tentang masalah yang mungkin mereka miliki saat akan berhenti merokok dan peningkatan berat badan yang mereka alami saat menjalani proses berhenti merokok. Para peneliti juga menanyakan apakah para peserta merasa takut akan peningkatan berat badan di kemudian hari saat mereka sudah berhenti merokok. Para peneliti mengungkapkan sekitar separuh dari peserta mengalami rasa takut akan peningkatan berat badan yang diperoleh akibat berhenti merokok. Dan diantara mereka yang memiliki kepeduan akan berat abdan akan menghindari terapi untuk berhenti merokok. Peningkatan berat badan sudah lama dihubungkan dengan berhenti merokok. Pada penelitian yang diadakan oleh the British Medical Journal pada tahun 2012 menunjukkan bahwa mantan perokok bisa mengalami peningkatan berat badan sampai 5 Kg setelah mereka berhenti merokok. Para peneliti menyimpulkan penyebab dari peningkatan berat badan tersebut mungkin karena kemampuan dari nikotin untuk memberi tahu sel otak untuk berhenti makan karena sudah merasa kenyang. Walaupun proses berhenti merokok itu akan diikuti peningkatan berat badan, tetap saja tindakan tersebut dapat menurunkan resiko serangan jantung dan stroke dibandingkan mereka yang tetap merokok.Sumber: huffingtonpost