Your browser does not support JavaScript!
 18 Jul 2018    13:00 WIB
Ingin ASI Melimpah ? Berikut Makanan Yang Harus Dikonsumsi Dan Dihindari!
ASI adalah asupan yang terpenting dan terbaik untuk bayi Anda, tidak ada satupun susu formula yang dapat menyamai kemampuan dari ASI. Jadi tidak heran bila para ibu hamil sudah bertekad sejak awal untuk memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan, atau bahkan sampai 2 tahun. Agar ASI yang Anda miliki melimpah ruah dan baik untuk bayi tentu dipengaruhi beberapa hal salah satunya adalah makanan yang Anda makan. Makan dengan baik ketika Anda menyusui adalah cara untuk mendapatkan berbagai makanan bergizi. Dan karena makanan yang bervariasi akan memberikan perubahan rasa dan bau pada ASI Anda. Berikut adalah pola makan yang baik saat menyusui: Protein: 3 porsi Kalsium: 5 porsi (atau sekitar 1.500 mg sangat penting karena menyusui menarik cadangan kalsium Anda) Makanan kaya besi: 1 porsi atau lebih Vitamin C: 2 porsi Sayuran berdaun hijau dan buah berwarna kuning: 3-4 porsi Buah-buahan dan sayuran lainnya: 1 porsi atau lebih Biji-bijian dan karbohidrat kompleks: 3 porsi atau lebih Makanan tinggi lemak: Jumlah kecil (Anda tidak perlu sebanyak yang Anda perlukan selama masa kehamilan) Asam lemak omega-3: 2-3 porsi per minggu, untuk mempromosikan pertumbuhan otak bayi seperti ikan rendah merkuri yaitu salmon liar dan sarden, Anda juga bisa konsumsi telur yang sudah diperkaya DHA dan asam lemak omega-3. Vitamin prenatal: setiap hari Makanan yang harus dihindari saat menyusui: Kafein yang berlebihan: Satu atau dua cangkir kopi, teh atau soda sehari tidak akan mempengaruhi bayi Anda. Namun bila lebih dari itu dapat menyebabkan Anda dan bayi merasa gelisah, mudah tersinggung dan sulit tidur. Selain itu konsumsi kafein berlebihan telah dikaitkan dengan kolik dan peningkatan asam lambung pada beberapa bayi. Ikan tinggi merkuri: pedoman EPA yang sama mengenai konsumsi ikan yang berlaku untuk wanita hamil juga berlaku untuk wanita menyusui: hindari ikan yang tinggi merkuri termasuk hiu, tilefish dan makarel, dan batasi tuna ke kaleng putih, 6 ons per minggu. Susu tinggi lemak dan daging: Pada daging bukan tidak mungkin mengandung pestisida dan bahan kimia yang berbahaya. Setiap kali Anda akan konsumsi susu l tinggi lemak, unggas dan daging, pertimbangkan untuk memilih yang organik, karena produsen tidak menggunakan antibiotik, hormon pertumbuhan, pestisida atau bahan kimia lainnya. Makanan olahan: Sebagai aturan umum, periksa label dan mencoba untuk menghindari makanan olahan yang mengandung bahan aditif. Makanan mentah: seperti ikan mentah (termasuk sushi dan tiram), keju lunak, telur setengah matang, mayonaise. Berapa banyak air yang Anda minum selama masa menyusui? Usahakan untuk minum 8 gelas setiap hari - terutama di minggu-minggu awal setelah melahirkan karena akan membantu tubuh Anda cepat pulih. Untuk memastikan Anda mendapatkan cukup, cairan usahakan untuk minum secangkir air pada setiap sesi menyusui. Perlu diingat pasokan ASI Anda tidak akan terpengaruh kecuali Anda mengalami dehidrasi yang serius, tetapi urin Anda akan menjadi lebih gelap dan pekat. Tidak minum yang cukup dapat membuat Anda mengalami masalah kesehatan termasuk infeksi saluran kemih (ISK), sembelit dan kelelahan. Makanan adalah hal yang penting pada saat menyusui, semoga dengan mengikuti pola makan diatas maka ASI Anda akan melimpah dan menyehatkan bayi Anda. Baca juga: Berapa Banyak Minyak Ikan Yang Harus Dikonsumsi Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang Sumber:whattoexpect
 07 Jul 2018    08:00 WIB
10 Makanan Yang Baik Untuk Ibu Menyusui
Ada banyak manfaat yang didapat dari menyusui bukan hanya untuk bayi namun juga untuk ibu yang menyusui. Oleh karena itu sebuah gaya hidup sehat dan makanan yang mempunyai gizi seimbang sangat penting bagi Anda. Berikut adalah makanan yang baik untuk para ibu yang menyusui: 1.      Sayuran hijau Bayam, brokoli dan adalah sayuran berdaun hijau lainnya merupakan gudang vitamin A, Vitamin C dan zat besi. Sayuran hijau merupakan makanan yang baik untuk ibu menyusui dan penting bagi pertumbuhan bayi. Sayuran ini juga rendah kalori, sumber kalsium yang sangat baik dan sehat, sumber antioksidan yang penting bagi Anda dan bayi Anda. 2.      Buah-buahan Buah-buahan merupakan sumber antioksidan, vitamin dan mineral. Vitamin C membantu dalam penyembuhan luka. Oleh karena itu disarankan untuk meningkatkan asupan buah seperti jeruk, tomat, dll dalam diet Anda. Buah-buahan seperti apel dan pisang membantu untuk meningkatkan tingkat energi dalam tubuh dan membantu tetap sehat. 3.      Telur Telur adalah sumber protein dan kaya akan vitamin D. Sehingga membantu perkembangan pertumbuhan dan penguatan tulang dan otot bayi Anda 4.      Air putih Untuk memastikan produksi susu yang tepat dan mempertahankan tingkat energi yang memadai dalam tubuh Anda, Anda perlu untuk tetap terhidrasi dengan baik. 5.      Sereal gandum Sereal gandum seperti oatmeal, beras merah, barley, dll, kaya sumber nutrisi penting seperti protein, vitamin, zat besi dan mineral lainnya. Sehingga membantu menyediakan energi dan stamina untuk Anda. Selain itu juga membantu dalam pertumbuhan secara keseluruhan dan perkembangan bayi Anda. 6.      Produk susu rendah lemak Produk susu rendah lemak seperti susu, yogurt, dll selain sebagai sumber yang kaya vitamin B dan D, produk susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik. Kalsium diperlukan untuk pengembangan struktur tulang bayi Anda. 7.      Daging tanpa lemak Daging tanpa lemak dari ikan dan ayam kaya akan nutrisi penting. Menyediakan DHA dan asam lemak esensial untuk Anda dan membantu dalam mengembangkan sistem saraf bayi Anda dan meningkatkan pertumbuhan secara keseluruhan. Semua nutrisi lain yang hadir dalam daging tanpa lemak mendorong pemulihan dan memberi manfaat bagi ibu yang baru melahirkan. 8.      Bawang putih Bawang putih mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda dan meningkatkan laktasi. Anti mikroba dan sifat antioksidan yang dimiliki oleh bawang putih membantu melawan infeksi dan meningkatkan pasokan susu dalam tubuh Anda. 9.      Wortel Wortel yang diperkaya dengan karbohidrat dan kalium, yang keduanya membantu meningkatkan energi dan stamina pada ibu menyusui. Wortel juga memiliki sifat antioksidan 10.  Kacang-kacangan Kacang-kacangan merupakan sumber yang kaya protein dan kadar besi. Buncis, kacang polong, kacang tanah, kacang merah, dan kacang hitam adalah contoh kacang-kacangan yang baik. Sumber: momjunction
 26 Feb 2018    08:00 WIB
Ibu Menyusui Adalah Wanita Yang Beruntung! Ini Loh Manfaat Dari Menyusui Untuk Anda dan Bayi Yang Baru Lahir
Menjadi seorang ibu adalah salah satu bagian paling penting dari kehidupan seorang wanita, mengingat dia harus merawat keduanya, dirinya sendiri dan kesehatan anaknya yang baru lahir. Begitu bayi memasuki dunia baru, bayi itu tumbuh besar dan tergantung pada susu ibunya sebagai sumber makanan dalam beberapa bulan pertama. Menyusui adalah makanan yang paling utama yang diberikan pada bayi sampai mulai memberi makan makanan padat. Menurut para ahli, ibu harus dengan paksa menyusui bayi mereka selama enam bulan pertama dan kemudian mengenalkannya ke makanan padat. Tidak ada makanan yang bisa menggantikan susu ibu karena ini merupakan sumber nutrisi unik untuk bayi. ASI mengandung campuran vitamin, protein dan lemak yang sempurna. Menyusui tidak hanya penting untuk kesehatan bayi, tapi juga manfaat sehat bagi ibu. Menurut sebuah penelitian, menyusui memiliki potensi untuk mengurangi risiko kencing manisTemuan tersebut mengungkapkan bahwa menyusui dapat mengubah metabolisme ibu berpotensi mengalami kencing manis.   Berikut Manfaat Menyusui: Baik Untuk Pencernaan Bayi Bayi yang disusui umumnya jarang mengalami sembelit karena susu ibu mudah dicerna dan tidak meluangkan waktu untuk bertahan dalam sistem pencernaan. Masalah Gigi pada Bayi ASI mengandung jumlah kalsium yang baik yang membantu menjaga gigi anak tetap kuat saat tumbuh. Gerakan mengisap juga membantu menjaga pertumbuhan gigi. Bayi Lebih Kuat Terhadap Infeksi ASI memiliki sifat anti bakteri yang membantu membangun kekebalan bayi, yang membuat mereka lebih kuat terhadap infeksi. Menurunkan Berat Badan Ibu Saat menyusui, ibu cenderung kehilangan kalori, yang selanjutnya membantu mereka menurunkan berat badan. Dikatakan bahwa dibutuhkan sekitar 20 kalori untuk menghasilkan 29 ml ASI. Mengurangi Resiko Kanker pada Ibu Para ahli telah menghubungkan menyusui dengan risiko kanker endometrium yang lebih rendah. Menyusui dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara pada wanita. Meningkatkan Ikatan Antara Ibu dengan Anak Menyusui adalah ikatan terdekat yang dimiliki orang tua dengan keturunan mereka. Sang ibu menjanjikan semua nutrisi dan perawatannya, baik di dalam maupun di luar rahim. Melihat semua manfaat menyusui, maka sebagai seorang ibu Anda harus berusaha untuk memberikan ASI kepada anak. Namun bila memang ASI Anda tidak keluar maka Anda juga tidak perlu khawatir yang terpenting Anda menjaga asupan bayi dengan susu formula yang tepat.   Baca juga: Mengalami Kencing Manis Bukan Berarti Hidup Anda Berakhir, Ini Anjuran Yang Dapat Diikuti Agar Selalu Sehat   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: NDTV
 05 Dec 2017    08:00 WIB
Asupan Omega-3 Yang Terkandung Dalam ASI Dapat Turunkan Risiko Kencing Manis
Semua ibu di dunia pantas bersyukur atas karunia yang diberikan oleh TUHAN karena ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Semua kandungan dalam ASI bisa bermanfaat untuk bayi dan ibu yang menyusui juga akan terjaga kesehatannya misal terhindar dari risiko kanker payudara. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai manfaat dari asupan omega-3 yang mampu menurunkan risiko diabetes tipe 1. Penyakit kencing manis adalah salah satu penyakit yang jumlahnya semakin meningkat. Kencing manis ada 2 tipe. Diabetes Tipe 1 adalah kencing manis yang disebabkan karena adanya kelainan autoimun, di mana sel kekebalan tubuh sendiri menyerang sel beta. Sel beta bertanggung jawab untuk memproduksi insulin, yang diperlukan untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Oleh karena itu, pada diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat memproduksi insulin, dan pasien dengan kondisi ini harus mendapatkan suntikan insulin dari luar untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Diabetes Tipe 2 adalah kondisi kencing manis yang disebabkan karena pola makan tidak teratur sehingga membuat insulin "malas bekerja" dan akhirnya mengalami peningkatan kadar gula darah dan mengalami kencing manis. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia mempelajari hubungan antara tingkat serum omega-3 dan autoimunitas. Tim Institut kesehatan di Helsinki, Finlandia yang bertugas menyelidiki apakah asupan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 dari ibu apakah dapat membantu mencegah diabetes tipe 1 pada bayi.. Lemak omega-3 adalah subtipe lemak tak jenuh ganda - yaitu jenis lemak "baik" - dan paling banyak ditemukan pada ikan dan minyak ikan, meskipun juga dapat ditemukan pada kacang-kacangan, sayuran berdaun, dan minyak nabati lainnya. Para peneliti memeriksa 7.782 bayi berusia antara 3-24 bulan yang memiliki risiko genetik terkena diabetes tipe 1. Mereka memantau autoantibodi sel pulau mereka, kemudian diambil sampel darahnya secara teratur. Sampel darah juga diambil sampai usia 15 tahun. Pulau pankreas adalah kelompok sel yang mengandung sel beta penghasil insulin. Para periset juga menggunakan kuesioner makanan dan buku harian untuk melacak penggunaan susu formula dan ASI yang merupakan dua sumber utama asam lemak untuk bayi. Hasilnya menunjukkan bahwa komponen dalam ASI terutama asam lemak mempengaruhi autoimunitas sehingga tercipta kekebalan tubuh yang lebih matang dibandingkan dengan pemberian susu formula dan kadar asam omega-3 dalam serum yang tinggi berkorelasi dengan risiko autoimunitas insulin yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan asupan omega 3 melalui ASI menurunkan risiko gangguan autoimunitas insulin penyebab diabetes Tipe 1. Jadi untuk membantu mencegah terjadinya diabetes Tipe 1 pada anak adalah dengan memberikan ASI. Melihat banyaknya manfaat dari ASI, sebagai ibu Anda harus berusaha untuk memberikan ASI yang merupakan asupan yang terbaik untuk bayi Anda.   Baca juga: 6 Alasan Mengapa Pria Juga Mau Melakukan Seks Oral   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter Kami di fitur Tanya dokter sekarang   Sumber: medicalnewstoday
 29 Nov 2017    16:00 WIB
Manfaat ASI Bagi Para Bayi
Anda tentunya sudah mengetahui bahwa ASI sangat baik bagi kesehatan bayi Anda. Akan tetapi, tahukah Anda apa saja sebenarnya manfaat ASI bagi kesehatan bayi Anda? Di bawah ini Anda dapat melihat apa saja manfaat ASI bagi kesehatan bayi Anda.   Baca juga: Berapa Banyak Kalori yang Terbakar Saat Menyusui?   Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Bayi Anda ASI mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral dengan porsi yang tepat, yang diperlukan untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi Anda. Bahkan ASI itu sebenarnya merupakan susu yang khusus dibuat untuk bayi Anda dan komposisinya pun akan berubah-ubah sesuai dengan usia bayi Anda. Misalnya, hingga 10 hari pertama paska melahirkan, tubuh Anda akan memproduksi ASI tipe pertama, yaitu cairan kekuningan yang disebut dengan kolostrum. Kolostrum mengandung banyak antibodi, vitamin larut lemak, dan mineral yang dapat membantu melindungi bayi Anda dari infeksi bakteri dan berbagai penyakit hingga daya tahan tubuhnya berkembang dengan sempurna.   Mudah Dicerna Oleh Bayi ASI dapat dicerna dengan mudah oleh bayi Anda dan lebih jarang menyebabkannya mengalami sembelit atau diare dibandingkan susu formula bayi.   Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Bayi Bayi Anda akan mendapatkan antibodi Anda melalui ASI dan kolostrum. ASI juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh bayi Anda dan mengurangi resiko terjadinya infeksi saluran pernapasan, flu perut, diare, obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, dan membuat bayi memiliki kadar kolesterol yang lebih rendah pada masa dewasa nanti.   Mencegah Terjadinya Alergi Bayi yang diberikan ASI lebih jarang terpapar oleh berbagai alergen seperti protein pada susu sapi dan susu kacang. Resiko terjadinya alergi pun akan lebih rendah karena anak baru akan terpapar oleh berbagai alergen saat mereka berusia lebih tua dan saat daya tahan tubuhnya sudah lebih matang.   Membantu Perkembangan Mental dan Penglihatan Pada Bayi Anda ASI juga dapat membantu meningkatkan perkembangan mental dan kecerdasan pada bayi Anda. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa asam lemak omega 3 (DHA) yang terdapat di dalam ASI dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif pada anak. DHA juga penting untuk kesehatan mata dan meningkatkan ketajaman penglihatan bayi Anda.   Membuat Bayi Merasa Hangat dan Aman Kontak fisik yang dekat di antara Anda dan bayi Anda saat menyusui akan membentuk suatu ikatan emosional yang istimewa di antara Anda dan bayi Anda. Menyusui juga akan membuat bayi Anda merasa aman.   Memicu Perkembangan Rahang Gerakan menghisap merupakan gerakan kompleks dari otot-otot wajah dan lidah, yang membuat otot rahang dan wajah bayi Anda dapat berkerja dengan baik sehingga menjadi lebih kuat dan dapat berkembang dengan lebih baik.   Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang.   Sumber: healthxchange
 10 Dec 2015    12:00 WIB
Para Ibu Berikanlah ASI Untuk Buah Hati Anda, Karena ada Segudang Manfaat Yang Didapat
Apabila Anda baru menjadi seorang ibu, Anda mungkin bertanya-tanya apakah akan memberikan ASI atau lebih memilih memberi buah hati Anda susu formula. Apakah dengan memberikan ASI pada buah hati Anda akan memberikan banyak manfaat dalam jangka waktu dekat dan lama? Apabila pertanyaan tersebut muncul dalam pikiran Anda maka simak ulasan dibawah ini mengenai manfaat dari menyusui untuk anak kesayangan Anda. Berikut adalah manfaat dari menyusui: Mengurangi risiko SIDS. Sudden Infant Death Syndrom (SIDS) adalah kematian mendadak pada bayi sehat berusia di bawah 1 tahun tanpa ada gejala apapun sebelumnya. Ada beberapa penyebab terjadinya hal ini, diperkirakan adanya ketidakmampuan otak dalam mengontrol pernapasan, sehingga ketika pernafasan terganggu karena selimut menutup hidung atau mulut bayi, bayi tersebut akan mengalami SIDS. Namun dengan memberikan ASI, maka kemampuan otak dalam mengontrol pernapasan menjadi lebih baik. IQ anak yang lebih tinggi. DHA berperan penting dalam  pertumbuhan, perkembangan, dan pemeliharaan jaringan otak. Produsen susu formula bayi sudah mulai memasukkan nutrisi penting ini dan nutrisi lainnya, namun belum menunjukkan efek yang sama seperti pemberian ASI. Mengurangi risiko kencing manis Keperawatan, dikombinasikan dengan menunda pengenalan susu sapi mengurangi risiko kencing manis saat remaja dan mengatur proses kerja insulin pada bayi. Apabila Anda atau keluarga berisiko mengalami kencing manis sebaiknya pikirkan untuk memberikan ASI pada anak Anda. Rasa ASI cocok untuk bayi Anda tidak harus melakukan uji terhadap rasa ASI, namun rasa manis ASI ternyata sangat disukai oleh para bayi. Meningkatkan kekebalan tubuh ASI Anda dikemas dengan mengandung immunoglobulin A dan sel darah putih, yang keduanya melawan infeksi dan kuman dari lingkungan sekitar. Komunitas medis mengakui bahwa bayi yang diberikan ASI dengan teratur memiliki insiden mengalami setiap jenis penyakit menular. Kulit sehat. Kulit yang lembut, lebih halus, mungkin dikaitkan dengan konsentrasi DHA dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Hal ini yang akan menjaga kondisi kulit bayi, biasanya bayi tersebut jarang mengalami eksim. Nutrisi maksimal Nutrisi dalam ASI mudah diserap oleh tubuh bayi. Jadi meski susu formula mengandung nutrisi yang baik namun tubuh bayi lebih mudah menyerap nutrisi dalam kandungan ASI Indera yang tajam ASI dikaitkan dengan fungsi pendengaran yang lebih baik, selain itu nantinya memiliki selera yang lebih baik. ASI memiliki rasa, sehingga bayi Anda akan belajar mengenai rasa makanan sebelum makan padat nantinya. ASI lebih mudah diterima sistem pencernaan bayi Susu formula memiliki konsistensi yang lembut dan mudah dicerna namun tetap tidak bisa dibandingkan dengan ASI. Karena sistem pencernaan bayi biasanya sangat sensitif. Pernapasan bayi yang lebih baik Menyusui bayi dapat membantu ruang hidung menjadi lebih besar, yang dapat mengurangi masalah mendengkur di kemudian hari. Bahkan jika bayi Anda mulai mendengkur, menyusui dapat membuat perbaikan dari waktu ke waktu. Melihat banyaknya manfaat yang didapat dari menyusui untuk buah hati Anda. Anda tidak akan ragu kan untuk memberikannya ASI eksklusif? Baca juga: Makanan Sehat Untuk Ibu Menyusui Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya dokter sekarang. Sumber: organicbabyresource
 06 Aug 2015    09:00 WIB
Tips Mencegah Terjadinya Nyeri Saat Menyusui
Terkadang menyusui dapat menyakitkan dan penyebab terseringnya karena timbulnya luka di puting payudara. Nyeri pada puting payudara merupakan masalah yang sering terjadi baik pada ibu menyusui maupun pada ibu hamil. Anda mungkin akan mengalami nyeri pada puting payudara pada 2 minggu awal menyusui. Saat bayi Anda menghisap puting susu dengan bersemangat mungkin akan menyebabkan nyeri. Pada minggi-minggu berikutnya nyeri akan semakin berkurang. Kebanyakan ibu yang mengalami nyeri payudara saat menyusui disebabkan oleh posisi menyusui yang tidak baik atau karena bayi tidak lacth-on (menempel) dengan baik. Oleh karena itu perhatikanlah apakah mulut bayi Anda membuka dengan baik saat mulai menyusui. Infeksi jamur juga dapat menyebabkan nyeri. Sakit, perdarahan, pecah-pecah, gatal atau nyeri pada puting payudara memang sering dihubungkan dengan ibu yang baru belajar menyusui. Nyeri puting dapat disebabkan oleh 3 alasan, misalnya penyumbatan, pembengkakan dan mastitis pada payudara. Jika nyeri payudara disebabkan oleh 2 alasan pertama maka Anda tidak perlu khawatir. Berikut adalah tips untuk membuat proses menyusui Anda menjadi lebih nyaman dan mencegah nyeri pada payudara. Lepaskan bra Bra yang tidak pas akan mengakibatkan payudara Anda terasa tidak nyaman dan juga kulit Anda tidak "bernafas". Masalah ini dapat ditambah oleh karena kelembaban yang terjadi. Jika Anda ingin proses menyusui Anda nyaman, maka lepaskanlah bra Anda. Dengan tidak menggunakan bra akan mencegah terjadinya iritasi. Menyusui sesering mungkinMenyusui akan menjadi nyaman jika Anda menyusui setiap 2 jam sekali. Dengan keteraturan ini bayi Anda tidak akan kelaparan selama masa tersebut. Semakin jauh rentang waktu menyusui, bayi akan menyusu lebih kuat karena si kecil lapar. Ditambah lagi bayi akan gelisah, tidak tenang ingin segera menyusu. Bila Anda belum bisa membuatnya latch on dengan baik, Anda akan kesakitan saat menyusui si kecil. Menunda-nunda memberika ASI juga membuat payudara bengkak dan nyeri saat menyusui karena terlalu penuh terisi ASI. Sebaiknya susui bayi sesuai dengan kebutuhannya setiap kali dia ingin menyusu.   Memompa ASIPompalah payudara Anda 2 menit sebelum menyusui bayi Anda karena akan membuat daerah yang dihisap bayi menjadi lebih lembut dan nyaman untuk bayi. Dengan demikian bayi Anda dapat lacht-on dengan baik. Ketika memerah ASI menggunakan pompa elektrik, ingatlah untuk mulai dari pengaturan rendah lalu perlahan-lahan naik dan berhenti sejenak atau kurangi kekuatan perah bila Anda merasa tidak nyaman. Pilih pula ukuran corong pompa ASI yang sesuai dengan ukuran payudara agar bisa menghisap lebih baik dan tidak menimbulkan sakit.   Gelitik mulut bayiSaat akan mulai menyusui, gelitik mulut bayi menggunakan puting payudara Anda untuk merangsang mulut Bayi terbuka lebih lebar. Saat bayi Anda lacht-on dengan benar maka akan mengurangi kemungkinan terjadinya nyeri payudara.  Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan lidah terletak di bawah ketika menempel. Sebagian besar daerah areola harus masuk ke mulut bayi, terutama areola di bagian bawah. Perhatikan posisi dagu bayi. Dagu adalah bagian pertama yang melekat di payudara, jadi pastikan dagu bayi menekan payudara selama dia menyusu tapi hidungnya tidak menempel. ASICobalah mengoleskan ASI setelah selesai menyusui dan balurkan secara merata dari puting sampai areola. Kandungan ASI yang berisi antibodi baik untuk menghilangkan nyeri pada payudara.Sumber: boldsky
 02 Aug 2015    16:00 WIB
Tips Memilih Pompa Menyusui
Menyusui merupakan cara terbaik untuk membangun suatu ikatan dengan bayi anda. Akan tetapi, akan ada saatnya anda tidak dapat menyusui bayi anda secara langsung, karena harus bekerja, jatuh sakit, atau anda sedang berpergian. Untuk itu, pompa susu pun diperlukan untuk membantu para ibu baru tetap dapat memberikan ASI pada bayinya.   Memilih Pompa Susu Rental Grade atau Hospital Grade Rental grade merupakan jenis pompa susu terbaik. Pompa ini merupakan jenis pompa yang paling mirip dengan cara bayi menghisap, oleh karena itu pompa ini merupakan pompa yang paling banyak memompa susu dari payudara anda. Pompa Susu Listrik Pompa jenis ini biasanya tersedia di toko perlengkapan bayi dan sangat anda perlukan bila anda ingin kembali bekerja dan tetap menyusui bayi anda. Pompa Susu Bertenaga Batre Pompa ini lebih kecil daripada pompa susu listrik. Pompa ini tidak dapat memompa susu dengan baik. Pompa jenis ini tidak sesuai bagi anda yang harus memompa ASI anda setiap hari karena harus bekerja. Akan tetapi, pompa ini sesuai bila anda hanya perlu menggunakannya sesekali. Pompa Susu Manual Pompa ini memiliki fungsi sebaik pompa susu listrik dalam memompa susu dari payudara anda. Perbedaannya hanya pada cara pompa ini bekerja. Anda harus memompa secara manual untuk memompa air susu anda keluar dari payudara anda.   Ukuran Pompa Untuk memperoleh hasil terbaik, hal pertama yang harus anda lakukan adalah memastikan bahwa ukuran pompa yang anda gunakan sesuai dengan ukuran payudara anda. Bila anda menggunakan pompa yang berukuran terlalu kecil, maka hal ini dapat menyebabkan timbulnya luka pada puting susu dan daerah sekitarnya. Gunakanlah pompa yang berukuran satu angka lebih besar daripada pompa standar. Puting dan areola (daerah kehitaman di sekitar puting susu) anda harus dapat bergerak bebas di dalam pompa. Dengan demikian anda dapat memompa susu anda secara maksimal.   Apakah Kerja Pompa Anda Telah Maksimal? Berapa banyak susu yang terkumpul dalam satu kali pompa sangat bervariasi. Untuk memaksimalkan jumlah susu yang keluar, terdapat beberapa langkah yang dapat anda lakukan, yaitu: Peganglah payudara anda dengan jari-jari tangan anda berada di bagian bawah payudara dan ibu jari di bagian atas payudara Angkat payudara anda dan temukanlah bagian yang terasa keras pada bagian atas payudara anda (kelenjar susu) Tekanlah bagian keras tersebut dengan ibu jari dan tahanlah. ASI akan segera mengalir keluar bila anda menemukan kelenjar susu dengan tepat. Jika anda sedang menyusui, maka bayi anda akan terlihat menelan Jika ASI berhenti mengalir, maka angkat ibu jari anda dan carilah kelenjar susu lainnya. Tekanlah dengan cukup kuat tetapi tidak sampai menimbulnya rasa nyeri Anda tidak akan pernah mengeluarkan seluruh ASI yang terdapat di dalam payudara anda, karena bersamaan dengan keluarnya susu dari payudara anda, maka susu pun terus diproduksi. Pompalah susu anda setidaknya tiga kali sehari, yaitu di pagi, siang, dan malam hari.   Tips Menyimpan ASI Pindahkanlah ASI yang telah terkumpul dalam kantong susu ke dalam botol susu anda. Tulislah tanggal kapan anda memompa susu tersebut sehingga anda dapat mengetahui hingga kapan susu tersebut dapat digunakan. ASI dapat bertahan lebih lama daripada susu formula, akan tetapi anda tetap harus menyimpannya di lemari pendingin. Beberapa tips menyimpan ASI adalah: Pada suhu ruangan (25°C), ASI dapat bertahan selama 6-8 jam Pada tas pendingin, ASI dapat bertahan selama 24 jam Pada lemari pendingin, ASI dapat bertahan hingga 5 hari Pada freezer, ASI dapat bertahan hingga 2 minggu (pada kulkas 1 pintu) dan hingga 6 bulan (pada kulkas 2 pintu, dengan freezer terpisah) Tempat terbaik untuk menyimpan ASI anda adalah di bagian belakang lemari pendingin, yang merupakan tempat paling dingin di lemari pendingin anda. Dengan demikian susu akan tetap segar lebih lama. Jangan mencampur ASI yang baru saja dipompa dengan ASI yang telah didinginkan di dalam lemari pendingin atau mencampur sisa ASI dengan ASI baru untuk diberikan pada bayi anda. Untuk mencairkan ASI yang telah membeku, anda dapat merendam botol berisi ASI tersebut di air hangat. Jangan memanaskan ASI di dalam microwave karena dapat merusak berbagai nutrisi penting yang terdapat di dalam ASI dan menyebabkan terbentuknya daerah-daerah panas pada botol susu yang dapat melukai bayi anda.   Sumber: webmd
 21 Mar 2015    09:00 WIB
Benjolan di Payudara Anda!
1.      Apakah Anda Menderita Kanker ? Sebagian besar benjolan yang anda temukan pada payudara anda bukanlah kanker. Benjolan ini dapat merupakan suatu kista atau suatu fibroadenoma (pertumbuhan jaringan yang abnormal dan bukan suatu keganasan). Beberapa wanita merasakan adanya benjolan pada payudaranya seiring dengan siklus menstruasinya. Periksalah keadaan payudara anda secara teratur sehingga anda dapat segera mengetahui perubahan pada payudara anda dan dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan secepatnya.   2.      Pemeriksaan Apa Saja yang Perlu Dilakukan ? Bila terdapat benjolan pada payudara, maka dokter biasanya akan menyarankan agar anda melakukan beberapa pemeriksaan, seperti mammogram, MRI, atau USG. Bila diperlukan, dokter juga mungkin akan meminta anda untuk melakukan biopsi, di mana dokter akan mengambil sedikit jaringan payudara anda untuk diperiksa. Selain itu, dokter juga akan menyarankan agar anda memeriksakan diri anda setidaknya satu tahun sekali untuk memantau perkembangan benjolan pada payudara anda. Bila setelah melakukan pemeriksaan mammogram dan dinyatakan normal anda menemukan adanya suatu benjolan pada payudara anda, maka segera hubungi dokter anda. Mammogram tidak dapat mendeteksi seluruh kanker, terutama bila jaringan payudara anda pada atau bila benjolan terletak pada daerah tertentu, seperti pada ketiak anda.   3.      Apakah Benjolan Pada Payudara Anda Terasa Nyeri ? Walaupun kanker payudara biasanya tidak menyebabkan nyeri pada stadium awal, akan tetapi nyeri pada payudara juga bukan berarti anda tidak menderita kanker payudara. Kanker payudara yang mengalami inflamasi dapat menimbulkan gejala seperti kulit payudara kemerahan, payudara membengkak, nyeri pada payudara, dan payudara terasa hangat.   4.      Apakah Anda Sedang Menyusui ? Masa menyusui memang menurunkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita, akan tetapi bukan berarti tidak mungkin. Bila anda merasakan adanya benjolan pada payudara anda saat anda menyusui, segera periksakan diri anda.   5.      Berapakah Usia Anda ? Bila anda merasakan adanya benjolan pada payudara anda, segera periksakan diri anda berapapun usia anda. Resiko menderita kanker payudara meningkat setelah masa menopause atau setelah anda berusia lebih dari 50 tahun. Akan tetapi, kanker payudara juga dapat terjadi pada wanita muda.   6.      Berapa Ukuran Benjolan Pada Payudara Anda ? Ukuran benjolan pada payudara dapat bervariasi dan tidak berhubungan dengan kemungkinan kanker atau bukan. Benjolan yang sangat kecil pada payudara pun dapat berupa gejala kanker payudara.   7.      Apakah Ada Anggota Keluarga yang Menderita Kanker Payudara ? Segera periksakan diri anda bila anda menemukan adanya benjolan pada payudara anda walaupun anda memiliki resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker payudara, bukan berarti tidak mungkin. Resiko menderita kanker payudara meningkat bila anda memiliki ibu atau anggota keluarga yang mengalami kanker payudara.   Sumber: webmd
 28 Nov 2014    11:00 WIB
Flu Babi dan Kehamilan
Saat hamil, sakit merupakan hal terakhir yang Anda inginkan, terutama menderita flu atau flu babi. Walaupun menderita flu babi tidak akan menyebabkan gangguan kesehatan yang serius, akan tetapi gejala mungkin dapat berlangsung lebih lama bila Anda sedang hamil dan lebih beresiko menyebabkan terjadinya pneumonia (radang paru akut). Berbagai perubahan yang terjadi pada sistem kekebalan tubuh Anda selama kehamilan membuat tubuh Anda semakin sulit melawan berbagai jenis infeksi, termasuk flu dan flu babi. Mengalami flu babi saat hamil dapat menyebabkan persalinan terjadi lebih cepat (prematur), dan walaupun sangat jarang mungkin dapat mengganggu kesehatan bayi Anda. Gejala flu babi biasanya hampir menyerupai dengan gejala flu lainnya seperti: Batuk Nyeri tenggorokan Demam Hidung meler atau mampet Nyeri kepala Menggigil Nyeri otot Muntah atau diare   Apakah Vaksin Flu Dapat Membantu? Salah satu cara untuk mencegah terinfeksi flu babi adalah dengan menerima vaksin flu. Menurut para ahli, vaksin flu cukup aman diberikan pada wanita hamil sepanjang masa kehamilan. Vaksin ini dapat membantu melindungi bayi Anda sebelum dan setelah dilahirkan nanti. Akan tetapi, pastikan Anda tidak menerima vaksin yang disemprotkan langsung ke hidung (nasal spray).   Pencegahan Seperti halnya semua jenis virus flu lainnya, virus flu babi (pH1N1) ditularkan melalui udara atau permukaan benda yang terkontaminasi oleh batuk atau bersin penderita. Untuk melindungi diri Anda dan bayi Anda dari infeksi virus ini, terdapat beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu: Cuci tangan Anda sesering mungkin Jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda hingga Anda telah mencuci tangan Anda Hindari kontak langsung dengan penderita flu Pastikan Anda menjaga kesehatan tubuh Anda dengan tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, mengkonsumsi banyak air putih, dan mengkonsumsi diet sehat Bayi baru lahir yang mengalami flu memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami berbagai gangguan kesehatan berat. Jika Anda sedang mengalami flu saat proses persalinan, maka dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengenakan masker selama proses persalinan berlangsung untuk mencegah penularan virus flu pada bayi Anda. Selain itu, dokter Anda juga akan menganjurkan Anda untuk menghindari kontak langsung dengan bayi Anda yang baru lahir, termasuk menyusui dan tidur dalam 1 kamar, hingga Anda telah mengkonsumsi obat anti virus selama 48 jam dan gejala Anda telah membaik. Selama menderita flu, Anda masih tetap dapat memberikan ASI pada bayi Anda, tetapi tidak secara langsung (ASI dipompa dan dimasukkan ke dalam botol). Jika Anda mengalami flu setelah bayi Anda lahir, segera hubungi dokter Anda. Anda mungkin harus berhenti menyusui hingga Anda telah memulai proses pengobatan. ASI mengandung berbagai jenis antibodi yang dapat membantu bayi Anda melawan infeksi virus. Anda tetap daapt menyusui selama mengkonsumsi obat anti virus. Lindungi bayi Anda agar tidak tertular dengan melakukan beberapa hal di bawah ini, yaitu: Cucilah tangan Anda sebelum menyentuh bayi Anda Gunakan masker wajah saat menyusui Jangan batuk atau bersin pada siku tangan Anda karena siku tangan merupakan tempat Anda meletakkan kepala bayi Anda saat menyusui   Kapan Hubungi Dokter? Jika Anda menduga Anda menderita flu, maka jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter Anda. Bila Anda tinggal dengan seseorang yang sedang menderita flu, dokter Anda mungkin akan menganjurkan Anda untuk mengkonsumsi obat anti virus hingga 2 minggu setelah proses persalinan berlangsung. Segera cari pertolongan medis bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini, yaitu: Sesak napas atau mengalami kesulitan bernapas Merasa pusing secara mendadak Mengalami nyeri dada atau dada terasa seperti tertekan Mengalami muntah hebat atau terus-menerus Mengalami demam tinggi Merasakan gerakan bayi Anda berkurang atau bayi Anda sama sekali tidak bergerak   Sumber: webmd