Your browser does not support JavaScript!
 03 Jul 2018    11:00 WIB
Berbagai Metode Mencegah Kehamilan
Jaman dulu orang berpendapat "banyak anak, banyak rejeki." Namun, di jaman ini seringkali orang berpikir untuk membatasi jumlah anak mereka karena mungkin sisi ekonomi atau alasan lainnya. Pemerintah sendiri ada suatu program yang disebut dengan Keluarga Berencana dengan slogan "Dua anak cukup." Apapun itu yang menjadi pertimbangan untuk mencegah kehamilan, berikut adalah beberapa metode yang ada 1.         Cara alami Ini adalah cara tradisional yang tidak membutuhkan obat atau alat tertentu untuk mencegah kehamilan. Pertama adalah pantang melakukan atau menghindari hubungan seksual. Kedua adalah dengan senggama putus atau disebut juga coitus interruptus yaitu suatu metode dengan cara menarik penis dari vagina sebelum mengalami ejakulasi. Teori atau tujuannya adalah agar sperma tidak masuk atau tersimpan ke dalam vagina yang bisa mengakibatkan kehamilan. Cara senggama putus ini memerlukan pengendalian diri sehingga ketika menarik penis dari vagina pada waktu yang tepat. Namun juga perlu dipahami bahwa cara ini tidak sepenuhnya efektif karena tergantung pengendalian dan waktu yang tepat tadi. Menurut the United States Health and Human Services (HHS) Office for Population Affairs, dari 100 wanita yang menggunakan metode ini, 20 diantaranya hamil. Sedangkan penelitian lainnya dari 100 perempuan, 28 diantaranya hamil. Jadi tingkat keberhasilannya sekitar 80%. Namun, ada pasangan yang berpendapat bahwa metode ini mengganggu kesenangan seksual karena harus ejakulasi di luar yang menuntut untuk mengendalikan diri. 2.         Menggunakan alat bantu Kondom Alat bantu yang umum dipakai adalah kondom yang terbuat dari latek. Kondom bukan saja mencegah sperma masuk ke dalam vagina, namun juga mencegah penularan penyakit yang disebabkan dari hubungan seksual. Saat ini ada kondom untuk pria dan juga kondom untuk wanita. Untuk kondom pria tingkat efektifitas mencegah kehamilan 82% sedangkan kondom wanita 79%. Diafragma Alat lainnya disebut dengan diafragma yaitu karet yang berbentuk kubah yang dimasukan ke dalam vagina dan bersifat elastis. Tingkat keefektifan dalam mencegah kehamilan sekitar 88% jika digunakan dengan spermisida dan sekitar 77% - 83% jika digunakan tanpa spermisida. Cervical Cap Cervical cap atau tutup serviks ini memiliki bentuk seperti tudung saji yang terbuat dari karet latek. Alat ini diletakan di atas serviks atau dinding Rahim dengan tujuan untuk menghalabi sperma masuk. Tingkat keefetifannya 77%-83% dan jika digunakan dengan spermisida sekitar 88%.   3.         Suntikan Suntikan ini perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tujuan dari suntikan ini adalah menghentikan wanita untuk melepaskan sel telurnya agar tidak terjadi kehamilan. Tingkat keefektifannya sekitar 94%   4.         Pil kontrasepsi Pil ini harus dikonsumsi setiap hari. Pil ini merupakan kombinasi dari dua hormone yaitu estrogen dan progestin yang berfungsi untuk menghentikan ovulasi dan juga membuat dinding rahim lebih tipis. Tingkat keefektifannya antara 91%-95%.   Ini adalah sebagian dari metode mencegah kehamilan. Masih ada cara-cara lainnya seperti implant maupun vasektomi. Selain itu juga masih ada alat bantu lainnya baik yang sifatnya hormonal maupun non-hormonal. Sebab itu jika sobat sehat ingin mengenal lebih jauh dan mana yang lebih sesuai, ada baiknya sobat sehat bisa konsultasi ke dokter yang bersangkutan.
 06 Nov 2014    09:00 WIB
Ingin Menunda Kehamilan Setelah Melahirkan?
Untuk pasangan yang baru mempunyai anak, maka sebaiknya Anda merencanakan kelahiran selanjutnya. Usia kehamilan yang terlalu dekat bukan saja tidak baik bagi kesehatan ibu, namun juga akan mempengaruhi kondisi bayi yang masih membutuhkan perawatan dari ibunya. Untuk Anda yang sedang merencanakan atau menunda kehamilan yang berikut Anda dapat menggunakan metode yang Anda sukai, namun yang perlu Anda ingat dengan menyusui bukanlah suatu metode untuk menunda kehamilan. Berikut adalah hal yang dapat Anda jadikan pertimbangan dalam rangka menunda kehamilan setelah melahirkan: Pil KB Pil ini mengandung estrogen dan progestin adalah salah satu cara yang mudah untuk menunda kehamilan. Namun Anda harus berhati-hati karena kandungan estrogen dapat mempengaruhi pasokan air susu ibu. Sebaiknya gunakan minipil yang hanya mengandung progestin. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter untuk pil KB yang terbaik. Metode Barrier Kondom dan diafragma yang memiliki efek spermisida (mematikan sel sperma) adalah alternatif lain dari kontrasepsi hormonal, terutama bagi ibu menyusui. Pilihan lain Setelah masa menyusui, Anda akan memiliki segudang pilihan lain untuk menunda kehamilan. Selain itu ada pilihan yang bersifat permanen. Seperti tubektomi ataupun vasketomi untuk pasangan Anda. Apapun pilihan Anda sebaiknya Anda mendiskusikan terlebih dahulu dengan pasangan Anda dan dokter ataupun tenaga medis yang berkompeten. Sumber: newhealthguide