Your browser does not support JavaScript!
 19 Dec 2019    11:00 WIB
Tanda Adanya Gangguan Tidur Pada Anak Selain Mengorok
Sekitar 8-12% anak-anak mengorok di malam hari, yang disebut dengan mengorok habitual, dan sekitar 3-5% anak-anak mengalami gangguan tidur apneu. Gangguan tidur apneu pada anak ini merupakan suatu kondisi berat yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan fisik, emosional, perkembangan kognitif, dan kesehatan jantung serta pembuluh darah anak.  Di bawah ini terdapat beberapa hal yang dapat merupakan tAnda adanya gangguan tidur apneu pada anak selain dari mengorok.   Sering Berkeringat di Malam Hari Hal ini dapat terjadi akibat aktivitas berlebihan dari sistem saraf simpak selama tidur, yang dipicu oleh rendahnya kadar oksigen di dalam darah dan akibat tubuh berusaha untuk bernapas karena tertutupnya jalan napas.   Tulang Rusuk dan Dada Tampak Masuk ke Dalam Hal ini disebabkan oleh usaha keras tubuh untuk bernapas melalui jalan napas yang tertutup.   Posisi Tidur yang Aneh Anak yang mengalami gangguan tidur apneu cenderung tidur dengan posisi leher yang aneh (hiperekstensi). Hal ini merupakan salah satu usaha tubuh untuk membuka jalan napas yang tertutup.   Nyeri Kepala di Pagi Hari Nyeri kepala yang terjadi di pagi hari dapat terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dan meningkatnya tekanan darah selama anak tertidur.   Terus Mengompol Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa anak yang terus mengompol seringkali juga menderita gangguan tidur apneu. Pengobatan gangguan tidur apneu dapat membantu mengatasi kebiasaan mengompol anak.   Perilaku Hiperaktif Anak yang menderita gangguan tidur apneu seringkali salah didiagnosa sebagai ADHD. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan mendetail tentang berbagai gejala yang dialami anak, termasuk apakah anak mengorok atau tidak saat tidur.   Berjalan Saat Tidur dan Sering Ketakutan di Malam Hari Gangguan tidur apneu dapat menyebabkan anak berjalan saat tidur atau mengalami teror malam (terbangun dalam keadaan ketakutan di malam hari). Sebuah penelitian menemukan bahwa dengan mengatasi gangguan tidur apneu, anak pun tidak lagi berjalan saat tidur.   Menderita Tekanan Darah Tinggi Semua anak yang menderita tekanan darah tinggi harus melalui pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah anak menderita gangguan tidur apneu atau tidak.   Menderita Sindrom Down Sekitar 40-70% anak yang menderita sindrom Down mengalami gangguan tidur apneu. Gangguan tidur ini dapat menyebabkan gangguan berat pada kesehatan dan perkembangan mental anak.   Obesitas Berbagai penelitian baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 30% anak yang mengalami obesitas juga mengalami gangguan tidur apneu. Bila tidak diobati, maka gangguan tidur ini dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan gangguan metabolik pada anak serta membuat anak sulit menurunkan berat badannya.   Karena gangguan tidur apneu pada anak dapat menyebabkan terjadinya berbagai gangguan kesehatan pada anak bila tidak diobati, maka deteksi dini dan pengobatan secepatnya dapat membantu mencegah terjadinya berbagai gangguan kesehatan tersebut.  Jika anak Anda mengorok selama tidur dalam waktu yang cukup lama (kronis) atau bila disertai dengan beberapa gejala lain di atas, maka segera hubungi dokter anak Anda.   Sumber: huffingtonpost
 18 Dec 2019    11:00 WIB
Perbedaan Antara Mengorok dan Henti Napas
Mengorok merupakan suara keras yang timbul saat Anda bernapas yang terjadi akibat adanya penyumbatan sebagian jalan napas Anda saat tidur. Henti napas merupakan penghentian total atau penundaan sementara dari proses bernapas selama beberapa detik karena penyumbatan total pada jalan napas. Mengorok merupakan suatu suara abnormal yang terjadi saat tidur, sementara henti napas (apneu) merupakban suatu gangguan tidur. Mengorok dapat merupakan salah satu penAnda bahwa Anda mengalami sindrom tidur apneu, tetapi tidak semua orang yang mengorok mengalami sindrom tidur apneu ini. Mengorok terjadi saat udara melalui berbagai otot dan jaringan rileks di sekeliling tenggorokan, yang menyebabkan jaringan tersebut bergetar dan menimbulkan suatu suara berisik. Secara umum, bagian tubuh yang terlibat dalam proses mengorok adalah uvula dan langit-langit lunak mulut, akan tetapi saat Anda mengorok, suara paling sering dihasilkan oleh langit-langit lunak mulut Anda. Mengorok dapat disebabkan oleh beberapa gangguan lain yang menyebabkan gangguan aliran udara melalui saluran pernapasan seperti:•  Hidung tersumbat•  Polip hidung•  Deviasi septum •  Kelemahan otot tenggorokan yang membuat tenggorokan tertutup saat tidur•  Kelainan letak rahang•  Adanya pengumpulan lemak di sekitar tenggorokan•  Mengkonsumsi alcohol•  Mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat sedatif yang berfungsi untuk membuat Anda tertidur•  Posisi tidur. Tidur terlentang biasanya menghasilkan suara mengorok yang lebih besar dibandingkan dengan tidur dengan posisi menyamping Sindrom tidur apneu terjadi saat berbagai jaringan lunak di dalam tenggorokan jatuh berulang kali dan menyumbat jalan napas selama tidur. Saat Anda tertidur, otot-otot tenggorokan ini akan menjadi rileks dan lidah Anda jatuh ke belakang, yaitu pada saluran napas Anda sehingga menutupi jalan napas dan menghambat aliran udara. Keadaan inilah yang menyebabkan terjadinya apneu atau henti napas. Henti napas biasanya hanya berlangsung untuk sementara waktu, yaitu sekitar 10 detik atau lebih, yang membuat otak mengetahui adanya penurunan kadar oksigen sehingga membuat Anda terbangun. Proses ini dapat terjadi berulang kali selama Anda tidur. Sebagian besar penderita sindrom tidur apenu mengorok dengan sangat keras yang diselingi dengan periode tanpa suara yaitu saat aliran udara tertutup.Sebagian besar orang yang berusia pertengahan 40 tahun akan mengorok, hal terutama diakibatkan oleh obesitas. Tidak semua orang yang mengorok mengalami suatu penyakit tertentu, akan tetapi mengorok dengan suara yang keras telah diketahui berhubungan dengan peningkatan resiko terjadinya arterosklerosis arteri karotis yang merupakan resiko terjadinya kerusakan otak dan stroke. Gejala yang sering dialami oleh penderita sindrom tidur apneu adalah rasa kantuk yang berlebihan di siang hari akibat seringnya terbangun dari tidur di malam hari, merasa cemas, depresi, kesulitan berkonsentrasi, mudah marah, mudah lupa, perubahan mood atau perilaku, nyeri kepala di pagi hari, dan penurunan gairah seksual. Pengobatan mengorok secara umum berupa perubahan gaya hidup, yaitu dengan menurunkan berat badan (penderita obesitas), menghindari konsumsi alkohol, berhenti merokok, menghindari penggunaan obat tidur, dan mengubah posisi tidur. Pengobatan sindrom tidur apneu biasanya berupa penggunaan mesin CPAP (continuous positive airway pressure). Penderita harus mengenakan masker yang menutupi hidung dan mulut saat tidur, di mana udara akan dialirkan secara terus-menerus untuk menjaga kadar oksigen di dalam darah tetap mencukupi. Tindakan pembedahan biasanya dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom tidur apneu bila keadaan ini disebabkan oleh pembesaran adenoid, amandel, atau dislokasi rahang.Sumber: differencebetween
 16 Jan 2017    15:00 WIB
Suami Terus Mendengkur??? Coba Tips Ini
Apakah pasangan Anda sering mendengkur di malam hari dan membuat Anda terus tersiksakarenanya? Bila ya, maka Anda mungkin perlu melakukan sesuatu sebelum kebiasaanmendengkur suami Anda mengganggu hubungan asmara Anda dengannya.Sebuah penelitian menemukan bahwa sekitar 50% orang yang menderita gangguan tidur apneajuga mengalami gangguan dalam hubungan asmaranya dengan pasangan dan sekitar 28%pasangan mengatakan bahwa hubungan intim dan kehidupan seksual mereka juga terpengaruhkarena mereka terlalu mengantuk. Jadi bagaimana para pasangan menjaga hubungannya tetapmesra dengan adanya "si pengganggu"?Apakah dengan tidur di ruangan yang terpisah dapat membantu mengatasi masalah ini? Ternyatatidak juga. Di bawah ini Anda dapat melihat beberapa hal yang dapat Anda lakukan bila suamiAnda terus saja mendengkur dan membuat Anda sulit tidur.Ubah Posisi TidurnyaJika pasangan Anda tidak tersedak atau tampak seperti sesak napas saat tidur, maka si diamungkin mendengkur karena tidur dengan posisi terlentang. Bila demikian, ubahlah posisitidurnya menjadi menyamping. Bila si dia terus saja kembali ke posisi terlentang, letakkanlahbola tenis dalam pakaiannya yang akan membuat ia segera berbalik ke posisi menyampingkarena merasa tidak nyaman.Ubah Gaya HidupnyaMenurunkan berat badan dapat membantu mengurangi dengkuran pasangan Anda, begitu puladengan menghindari minuman beralkohol atau obat tidur dalam waktu 3 jam sebelum tidur. Halini dikarenakan jaringan tambahan di daerah leher (karena peningkatan berat badan) atau ototyang menjadi rileks (karena minuman beralkohol atau obat tidur) dapat menyumbat salurannapas, yang memicu terjadinya dengkuran.Baca juga: Apa Penyebab Seseorang Mendengkur?Hubungi DokterJika semua cara di atas tidak berhasil mengurangi kebiasaan mendengkurnya, maka segera bawapasangan Anda berobat ke seorang dokter. Bila perlu, rekamlah suara dengkuran suami Andatersebut dan tunjukkan pada dokter yang Anda kunjungi (tentu saja seizin pasangan Anda).Ingin tahu informasi lebih lanjut mengenai topik ini? Tanya langsung ke dokter kami di fitur Tanya doktersekarang.Sumber: womenshealthmag